SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
Disusun Oleh :
Kristina Dewi Nurhayati
SN221083
PROGAM STUDI PROFESI NERS PROGRAM PROFESI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
SATUAN ACARA PENDAHULUAN
DIABETES MELLITUS
Topik : Diabetes Mellitus
Sub topik : Pengertian DM, penyebab DM, tanda dan gelaja DM, komplikasi
DM
Hari/tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta : Pasien Tn. Sbeserta keluarga
Penyuluh : Mahasiswa Prodi Ners UKH
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan pasien mengetahui tentang
penyakit DM
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian dari DM
b. Menjelaskan penyebab DM
c. Menyebutkan tanda dan gejala DM
d. Menyebutkan komplikasi DM
3. Materi
Terlampir
4. Metode
Ceramah dan tanya jawab
5. Media
Leaflet
6. Kegiatan
No Susunan Acara Waktu Kegiatan Pelaksana Kegiatan Peserta
1 Pembukaan 5 menit 1. Pengucapkan 1. Menjawab
salam salam
2. Memperkenalkan
diri
3. Menjelaskan
tujuan
4. Menggali
appersepsi
5. Kontrak waktu
6. Pengenalan materi
2 Penyajian 10 1. Menjelaskan 1. Peserta
menit pengertian, tanda mendengarkan
gejala, penyebab, dan
komplikasi DM memperhatikan
materi yang
2. Menjelaskan cara disampaikan
penanganan dan
pencegahan DM
3 Penutup 3 menit 1. Mengevaluasi 1. Menjawab
materi yang telah salam
disampaikan
2. Salam penutup
7. Pengorganisasian
Penyuluh : Kristina Dewi Nurhayati
8. Pola Penyuluhan
Keterangan :
: pasien dan keluarga
: Penyuluh
Lampiran : materi penyuluhan
DIABETES MELLITUS
A. Pengertian
Diabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai sekelompok kelainan
heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau
hiperglikemi (Smeltzer, 2013) dalam (Andari et al., 2020). Diabetes Mellitus
adalah gangguan metabolism yang secara genetis dan klinis termasuk
heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Jika
telah berkembang penuh secara klinis, maka diabetes mellitus ditandai
dengan hiperglikemia puasa dan postprandial, aterosklerotik, penyakit
vaskular mikroangiopati, dan neuropati (Price,2013) dalam (Andari et al.,
2020).
Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolic kronis yang ditandai
dengan kadar glukosa darah tinggi, yaitu Ketika tubuh tidak dapat
memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein karena kekurangan hormone
insulin atau penggunaan hormone insulin yang tidak efektif (Doenges,
Moorhouse, & Murr, 2018).Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit
yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan pengelolaan seumur hidup
dalam mengontrol kadar gula darahnya agar dapat meningkatkan kualitas
hidup penderita (Sundari, 2016) dalam (Muliasari et al., 2019). Penderita DM
yang tidak dapat mengontrol gula darahnya akan memiliki potensi mengalami
komplikasi hiperglikemi, dimana kondisi ini akan selalu diikuti komplikasi
penyempitan vaskuler, yang berakibat pada kemunduran dan kegagalan
fungsi organ otak, mata, jantung dan ginjal (Darmojo, 2005) dikutip dalam
(Muliasari et al., 2019)
B. Penyebab Diabetes Mellitus
1. Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula
Kita semakin sulit menghindari makanan yang mengandung gula,
hal tersebut sangat mudah dijumpai seperti es cream, sirup, makanan
dalam kemasan, permen, aneka jajanan dan kue – kue lainnya. Semua
makanan dan minuman tersebut kadang tanpa kita sadari mengandung
banyak gula. Yang patut diwaspadai adalah gula yang terkandung dalam
makanan dan minuman tersebut tidak pernah kita ketahui berapa
takarannya. Berbeda jika kita minum the atau kopi buatan sendiri, yang
sudah diketahui berapa sendok the takaranya, kita boleh minum the manis
dan kopi selama dalam batas wajar.
2. Kurang tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan berkurangnya system kekebalan
tubuh sehingga tubuh mudah terserang penyakit. Selain itu kebiasaan
begadang sambal minum kopi dan merokok mempunyai resiko terkena
penyakit diabetes. Oleh karena itu hindarilah kebiasaan begadang,
istirahat cukup agar badan kembali fit.
3. Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti
Perlu diketahui bahwa tubuh mempunyai kemampuan yang
terbatas dalam mengolah makanan yang kita makan. Jika makan terlalu
banyak karbohidrat maka tubuh akan menyimpan dalam bentuk gula
dalam darah (glikogen). Jika hal ini berlangsung setiap hari, maka dapat
dibayangkan besarnya penumpukan glikogen yang disimpan dalam tubuh.
Ini pemicu awal terjadinya gejala DM.
4. Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik selain
minum minuman beralkohol. Merokok dapat menjadi pemicu terjadinya
diabetes. Selain merusak paru – paru, merokok juga dapat merusak hati
dan pankreas dimana hormone insulin diproduksi sehingga dapat
menggangu produksi insulin di dalam kelenjar pankreas.
5. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup naik mobil ketika berangkat kerja, naik lift ketika
berada dikantor, duduk terlalu lama didepan computer serta kurangnya
aktifitas disik lainnya membuat system sekresi tubuh berjalan lambat.
Akibatnya terjadilah penumpukan lemak di dalam tubuh yang lambat laun
berat badan menjadi berlebih. Sebagian pencegahan kita dapat
memperbanyak aktifitas fisik selama bekerja. Misalnya jalan kaki ketika
berangkat ke kantor, naik tangga, melakukan senam ringan sehabis duduk
terlalu lama.
6. Faktor Keturunan
Diabetes juga dapat disebabkan karena faktor keturunan atau
genetika. Biasanya jika ada anggota keluarga yang mederita DM, maka
kemungkinan besar anaknya juga menderita penyakit yang sama. Para
ahli DM telah sepakat menentukan presentase kemungkinan terjadinya
DM karena keturunan. Jika kedua orangtuanya menderita DM maka
kemungkinan anak nya menderita DM 83%, apabila salah satu orang
tuanya menderita DM 53%, dan apabila tidak memiliki keturunan Dm
maka 15%.
7. Obesitas
Orang gemuk dengan BB lebih dari 90kg cenderung memiliki
peluang lebih besar untuk terkena penyakit DM. Sembilan dari 10 orang
gemuk berpotensi terjadinya DM.
8. Penyakit dan infeksi pada pankreas
Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat
menyebabkan radang pankreas yang otomatis akan meyebabkan fungsi
pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormone – hormone untuk
proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Penyakit seperti kolesterol
tinggi dan dyslipidemia dapat meningkatkan resiko terkena DM.
C. Gejala Diabetes Mellitus
1. Peningkatan rasa lapar
2. Peningkatan keluarnya urin
3. Peningkatan rasa haus
4. Cemas
5. Berat badan menurun
6. Kesemutan
7. Gatal
8. Mata kabur
9. Impotensi pada pria
10. Priuritas pada wanita
D. Komplikasi Diabetes Mellitus
1. Akut
Komplikasi akut dari DM antara lain koma, hipoglikemia, ketoasidosis
dan koma hyperosmolar non ketotik.
2. Kronis
a. Makroangiopati (mengenai pembuluh darah besar) : pembuluh
darah jantung, pembuluh darah tepi dan pembuluh darah otak.
b. Makroangiopati (mengenai pembuluh darah besar) : pembuluh
darah jantung, pembuluh darah tepi dan pembuluh darah otak.
c. Makroangiopati (mengenai pembuluh darah besar) : pembuluh darah
jantung, pembuluh darah tepi dan pembuluh darah otak.
d. Mikroangiopati (mengenai pembuluh darah kecil) : retino pati diabetic,
nefropati diabetic.
e. Neuropati DM
f. Rentan infeksi, seperti tuberkolosis paru, gingivitis dan infeksi saluran
kemih
g. Kaki diabetic
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M. E., Moorhouse, mary F., & Murr, A. C. (2018).Rencana Asuhan
keperawatan. Jakarta: EGC.
Manurung, N. (2018). Keperawatan Medikal Bedah. JakartaTimur: CV. Trans
Info Media
Soelistijo, S. A., Lindarto, D., Decroli, E., Permana, H.,Sucipto, K. W., Kusnadi,
Y., ... Sanusi. (2019). Konsesus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes
Melitus Tipe2 DiIndonesia 2019. In PB PERKENI