0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan19 halaman

Kebijakan DAK Fisik 2024 dan Prioritas

Kebijakan DAK tahun 2024 akan difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan kawasan sentra produksi pangan. DAK akan diintegrasikan antara program fisik, nonfisik, dan hibah guna mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

dita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan19 halaman

Kebijakan DAK Fisik 2024 dan Prioritas

Kebijakan DAK tahun 2024 akan difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan kawasan sentra produksi pangan. DAK akan diintegrasikan antara program fisik, nonfisik, dan hibah guna mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

dita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEBIJAKAN UMUM DAK

FISIK TAHUN 2024 DAN


MEKANISME PENENTUAN
LOKASI PRIORITAS

Direktorat Pembangunan Daerah


Kementerian PPN/Bappenas
Selasa, 10 Oktober 2023
DAK BERDASARKAN UU NO 1 TAHUN 2022 TENTANG HKPD

Pasal 131 UU 1/2022

(1) DAK dialokasikan dengan tujuan:


DEFINISI DAK
a. mencapai prioritas nasional;
DAK adalah bagian dari TKD yang dialokasikan b. mempercepat pembangunan Daerah;
dengan tujuan untuk mendanai program, kegiatan
c. mengurangi kesenjangan layanan publik;
dan atau kebijakan tertentu yang menjadi prioritas
nasional dan membantu operasionalisasi layanan d. mendorong pertumbuhan perekonomian
publik, yang penggunaannya telah ditentukan oleh Daerah; dan/atau
Pemerintah. e. mendukung operasionalisasi layanan publik.

Sumber: Pasal 1 Ketentuan Umum, UU 1/2022


tentang HKPD (3) DAK terdiri atas:
a. DAK Fisik
b. DAK Nonfisik
c. Hibah kepada daerah

(4) Perencanaan dan pengalokasian DAK dapat


disinergikan dengan pendanaan lainnya.
Bagian Kebijakan Prioritas Pemanfaatan
TKD tertentu Nasional ditentukan
(6) DAK dialokasikan untuk mencapai target kinerja
Daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah.

2
POKOK PENGUATAN KEBIJAKAN DAK 2024

Memperkuat integrasi Fisik, Non Menajamkan konsep tematik


Menajamkan kriteria lokasi
Fisik, dan Hibah Menerapkan forum prioritas
Contoh: Dukungan Non Fisik Ketahanan konfirmasi pemda untuk Lokasi selektif dan terbatas, sehingga
Pangan untuk Tematik Food Estate dan memastikan ketepatan proyek alokasi tidak tersebar merata.
Kawasan Sentra Produksi Pangan dan lokasi.

Memperbaiki kualitas menu Mendorong ketuntasan Mendorong ownership Daerah


(refocusing menu) Pencapaian target prioritas Komitmen kesiapan dan pelaksanan
Menu yang mendukung langsung dan DAK 2024 serta kolaborasi kegiatan di APBD.
spesifik sesuai kebutuhan kawasan. Contoh: Komitmen pemeliharaan
bangunan/alat oleh pemda

3
DUKUNGAN DAK TERHADAP ARAH KEBIJAKAN RKP 2024

Tema RKP 2024: “Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”

4
ARAH KEBIJAKAN DAK 2024
Memperbesar dampak DAK melalui penerapan konsep Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS)
Kebijakan Umum
Memperkuat sinergi pendanaan antara DAK Fisik, DAK Non Fisik, dan Hibah, serta DAK dengan sumber
DAK pendanaan lainnya

DAK Fisik DAK Nonfisik


Mendorong pencapaian target Prioritas Nasional Memfokuskan kegiatan DAK Fisik dalam menuntaskan
Mendukung operasionalisasi layanan
berbasis Major Project (MP) terpilih khususnya target prioritas tematik atau bidang yang belum
diselesaikan pada tahun sebelumnya. pendidikan, kesehatan, dan perlindungan
untuk memperkuat daya saing usaha melalui melalui
perempuan dan anak
penguatan destinasi pariwisata prioritas dan
pengembangan kawasan sentra produksi pangan. Mempertajam pemilihan lokasi prioritas dan menu
kegiatan agar DAK lebih berdampak signifikan. Memperkuat daya saing usaha dan
Mendorong percepatan pembangunan dan investasi, serta pengurangan kemiskinan.
pertumbuhan ekonomi daerah untuk:
Mengukur capaian hasil jangka pendek (Immediate
i. mengurangi kemiskinan dan penghapusan Outcome) sebagai salah satu instrumen monitoring dan Mendorong penuntasan target Prioritas
kemiskinan ekstrem melalui pengentasan evaluasi DAK Fisik Nasional
kawasan kumuh.
ii. mengurangi angka stunting melalui
Mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi
pembangunan infrastruktur dasar
berbasis web dalam proses perencanaan, penganggaran, Mempertajam pemilihan lokasi prioritas
iii. mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pelaporan hingga pemantauan dan evaluasi DAK dan menu kegiatan DAK Nonfisik
penataan kota/kabupaten serta konektivitas di
daerah afirmasi
Mendorong komitmen Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan kualitas data dalam proses
mempersiapkan dan melaksanakan DAK, serta kolaborasi
Mengurangi kesenjangan layanan publik dan perencanaan dan penganggaran DAK
kegiatan di APBD
meningkatkan kualitas pelayanan pada sektor Nonfisik
Pendidikan dan Kesehatan.

1. Hibah kepada Daerah difokuskan pada:


a) Peningkatan penyediaan layanan infrastruktur dasar (air minum dan sanitasi);
DAK Hibah b) Penguatan sentra pertanian berbasis komoditas unggulan serta peningkatan kapasitas petani;
c) Peningkatan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah urban
2. Evaluasi Hibah ke daerah yang bersumber dari Penerimaan Dalam Negeri (rupiah murni) dan pengintegrasian dengan DAK Fisik.

5
KEBIJAKAN DAK TAHUN 2024 (1/2)

Pengurangan Kemiskinan dan Penghapusan Mendukung Peningkatan Kualitas Pelayanan


Kemiskinan Ekstrem Kesehatan dan Pendidikan
Bidang Air Minum
Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu Bidang Pendidikan Fokus daerah stunting
Termasuk Perpustakaan dan 4 SPAM PSN

Perumahan dan Bidang Sanitasi


Air Minum Sanitasi Bidang Kesehatan
Permukiman Fokus daerah stunting
Termasuk KB
dan 4 IPALD
Tematik Kawasan Sentra Produksi Pangan (Pertanian,
Perikanan, dan Hewani) DAK Non Fisik Pendidikan
Non Fisik: Bantuan Dana Bantuan
Operasional Tunjangan Guru
Operasional ASN Daerah
Satuan Pendidikan Museum dan
(BOSP) Taman Budaya
Pertanian Irigasi Kelautan Jalan Dana Ketahanan
Perikanan Pangan dan Pertanian

DAK Non Fisik Kesehatan DAK Non Fisik PPA


Bantuan Bantuan
Operasional Perlindungan
Operasional Perempuan dan
Kesehatan Keluarga Anak (PPA)
(BOK) Berencana
(BOKB)

6
KEBIJAKAN DAK TAHUN 2024 (2/2)
Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Konektivitas
Penguatan Daya Saing Usaha
Pembangunan Rendah Karbon dan Transisi Energi

Tematik Penguatan Destinasi Pariwisata Prioritas


Tematik Peningkatan Konektivitas dan Elektrifikasi di
Daerah Afirmasi
Pariwisata IKM UMKM Perdagangan Lingkungan Jalan
Hidup
Non Fisik:
Transportasi Transportasi Jalan Infrastruktur Energi
Perdesaan Perairan Terbarukan (IET)

Dana Dana Peningkatan Dana Penguatan Dana Fasilitasi


Pelayanan Kapasitas KUKM Kapasitas Penanaman Modal
Kepariwisataan (PK2UKM) Kelembagaan
Sentra IKM Bidang Jalan

Tematik Pengembangan Food Estate (FE)


DAK Non Fisik BLPS*
Biaya Layanan
Pengolahan Sampah
(BLPS)
Pertanian Irigasi Jalan Kehutanan

7
MEKANISME PENENTUAN LOKASI PRIORITAS DAK
Dasar Regulasi:
Peraturan Menteri PPN No.4 Tahun 2019
Tahapan penyusunan lokpri:

- Penyusunan koridor lokasi prioritas


berdasarkan Regulasi dan hasil
evaluasi

Bagian Keempat - Penyampaian dan penetapan koridor


lokpri pada Rapat Pimpinan (Rapim)
Pelaksanaan Pertemuan Para Pihak untuk
Bagian Ketiga - Sosialisasi kebijakan DAK termasuk
Pelaksanaan Dana Transfer Khusus
Penetapan Bidang DAK Fisik dan Jenis koridor lokpri kepada kementerian
Pasal 8 Ayat (4) Pertemuan para pihak pelaksanaan
DAK Nonfisik yang Didanai Dana Lembaga
DAK Fisik dilaksanakan dalam rangka menghasilkan
Transfer Khusus
dokumen kesepakatan yang memuat paling sedikit: - Pembahasan dan penyepakatan
Pasal 7 Ayat (1-4) a. jenis; kriteria dan lokasi prioritas dalam
b. arah kebijakan bidang; pertemuan para pihak/multilateral
• Menteri Perencanaan meeting (MM) antara K/L Teknis
menetapkan bidang DAK Fisik dan c. sub bidang;
Pengampu, Kementerian
jenis DAK Nonfisik yang didanai d. target;
PPN/Bappenas, Kementerian
Dana Transfer Khusus melalui e. sasaran; Keuangan, Kemendagri (dalam Berita
Rapat Pimpinan (Rapim) f. ruang lingkup/pilihan kegiatan; Acara)
• Selanjutnya Menteri melaporkan g. lokasi prioritas;
- Penyampain lokasi prioritas kepada
hasil penetapan bidang h. kriteria penilaian; Pemerintah Daerah dalam sosialisasi
dilaporkan kepada Wakil Presiden i. kebutuhan pendanaan; dan kebijakan dak kepada pemda dan
dalam rapat DPOD j. kelembagaan pengelola masing-masing bidang. dapat diakses dalam aplikasi Krisna
DAK

8
KORIDOR KEBIJAKAN DAK FISIK 2024

Koridor penentuan Lokasi Prioritas Koridor penentuan Menu Kegiatan per-Bidang

1. Penetapan lokpri transparan dengan kriteria: jelas, terukur, 1. Menu kegiatan bidang mendukung capaian tematik. Sasaran
tersedia data muktahir, mengacu pada regulasi, dan output menu bidang harus mendukung sasaran outcome
mempertimbangkan kapasitas implementasi dan anggaran. tematik.
2. Kriteria lokpri disepakati bersama pada forum Multilateral Meeting 2. Menu, rincian kegiatan, dan komponen bidang pendukung
(MM) dengan memperhatikan kebutuhan penanganan tematik. menerapkan konsep THIS dan fokus pada rencana
ketuntasan.
3. Jumlah lokpri tematik tidak terlalu banyak.
3. Menu per-daerah dapat disesuaikan dengan intervensi yang
4. Lokpri bidang pendukung tidak keluar dari lokpri tematik. sangat dibutuhkan didaerah tersebut.
5. Lokpri bidang fokus pada keberlanjutan dan ketuntasan untuk 4. Menu memuat output dan immediate outcome yang terukur.
memastikan alokasi DAK signifikan (tidak tipis merata).
5. Kriteria menu/rincian kegiatan/komponen yang harus dihindari :
6. Data lokpri detail sampai pada satuan intervensi terkecil i. bersifat rutin (setiap tahun diperlukan).
(contoh: daerah irigasi, ruas jalan), bukan nama OPD. ii. terlalu banyak dan bukan prioritas.
7. Mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah dan kinerja iii. unit cost rendah
pelaksanaan DAK Fisik tahun sebelumnya. iv. tidak berhubungan langsung dengan pelayanan
8. Mempertimbangkan daerah dengan kualitas dokumen masyarakat (kendaraan bermotor atau bangunan yang
perencanaan, capaian pembangunan dan inovasi daerah yang diperuntukkan bagi operasional OPD).
baik. v. duplikasi dengan belanja K/L.
vi. tidak terkait langsung dengan tematik.

9
CONTOH KRITERIA LOKASI PRIORITAS (BA MM DAK FISIK BIDANG JALAN TA. 2024)

10
PERKEMBANGAN ALOKASI

Perkembangan Alokasi DAK Fisik Perkembangan Alokasi DAK Fisik Infrastruktur PUPR
80
(2022-2024)
72,25
69,33
70 65,25
62,44 4,21% 60,87
Dalam Triliun Rupiah

60 11,03% -9,69%
53,42 53,82
-6,71%
50 -12,24% 0,75%
40

30 Perumahan dan
Jalan Air Minum Sanitasi Irigasi
Permukiman
20
2022 12.165,17 3.000,00 2.000,00 1.000,00 1.500,00
10 2023 12.617,76 1.951,80 1.569,50 160,65 1.688,94
2024 12.205,23 2.441,60 1.693,70 312,73 1.688,90
0
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2022 2023 2024
Dalam Miliar Rupiah

Trend alokasi DAK Fisik dalam 6 tahun terakhir menurun. Dari Secara total, dari tahun 2022 ke 2024 terjadi penurunan alokasi
tahun 2018 ke 2024 terjadi penurunan alokasi DAK Fisik DAK Fisik Bidang Infrastruktur PUPR sebesar 6,73%.
sebesar 13,81% .

Sumber: DJPK Kementerian Keuangan, Diolah Dit. Pembangunan Daerah Bappenas


11
PENYUSUNAN RK DAK FISIK
TAHUN 2024
KEBIJAKAN PADA FASE RK DAK FISIK TAHUN 2024 (1/2)

• Pemisahan pagu usulan daerah dengan DPR, namun total pagu tetap sesuai dengan perpres (apabila
pagu pemda dan pagu afirmasi telah ditindaklanjuti dengan RK namun terdapat sisa pagu, maka dapat
dioptimalisasikan dengan tetap memperhatikan batas maksimal sesuai pemisahan pagu usulan daerah dan
DPR)
• Optimalisasi pagu alokasi melalui fitur copy from ataupun pemanfaatan stock program dimungkinkan
sepanjang tetap mengutamakan usulan yang bersifat approve.
• Urutan Prioritas usulan yang telah Approved pada saat fase Sinkronisasi dan Harmonisasi
dipertimbangkan untuk dijadikan urutan prioritas pada fase RK
• Dokumen Rencana Kegiatan (RK) ditandatangani oleh Pemerintah Daerah, K/L Teknis Pengampu dan
Direktorat Sektor di Kementerian PPN/Bappenas (hanya bidang yang menggunakan index teknis)
• Pusat maupun Pemda tidak dapat melakukan perubahan lokasi/data referensi kecuali usulan afirmasi.
(Contohnya seperti nama ruas jalan, desa, kecamatan, satuan pendidikan, fasilitas kesehatan, dll).
Perubahan data di level detail rincian:
1. Untuk usulan approve, pada prinsipnya semua bisa diubah (unit cost, volume, dll) selama masih
memenuhi pagu alokasi kecuali referensi tidak bisa diubah.
2. Usulan stock programme, dapat diusulkan sebagai RK dengan diubah status menjadi approve terlebih
dahulu.
Catatan: Pemda dan KL wajib mengoptimalkan usulan dengan statusnya approve terlebih dahulu.

13
TAHAP PENYUSUNAN RK DAK FISIK TAHUN 2024 (1/2)

(FASE URK)
13 Okt – 30 Nov 2023

• Pemda input penunjang


• Pemda edit kegiatan fisik (volume, unit cost, metode pelaksanaan,
geotagging, dan data lain kecuali referensi/lokasi)
• Konfirmasi daerah (pemilihan kegiatan dari penilaian Approval)
• Approval oleh K/L dan Bappenas (FASE PENETAPAN RK)
• Sign Rekap RK oleh Daerah 13 Okt s.d. 12 Des 2023
• Sign Rekap RK oleh K/L dan Bappenas
Sign Rekap RK oleh K/L dan Bappenas

(FASE APPROVAL RK)


13 Okt s.d 5 Des 2023
• Approval oleh K/L dan Bappenas
• Sign Rekap RK oleh Daerah
• Sign Rekap RK oleh K/L dan Bappenas
• Konfirmasi Daerah → Lock oleh Bappeda → Approve Pusat → Lock Approval oleh Pusat → Sign Daerah → Sign Pusat (sudah bisa
dimulai dari fase URK)
• Direktorat Sektor yang melakukan tandatangan hanya Bidang Jalan, Air Minum, Sanitasi dan Irigasi
• 27 Desember : Batas Akhir penyampaian Surat Pengantar Rencana Kegiatan oleh Kepala Daerah
TAHAP PENYUSUNAN RK DAK FISIK TAHUN 2024 (2/2)

Olah Data:
Edit (opsional jika ada
urgensi) Lock per-
Subbidang oleh Lock Approval
• User Bappeda RK
Daerah oleh Pusat
/Bappeprov RK/ OPD RK
atau .
→ User Bappeda RK → Approver K/L
• User Planner (K/L) atau (WAJIB untuk approval) → Approver Bappenas
Bappenas (opsional)

1 2 3 4 5 6 7
Input Kegiatan
Konfirmasi Daerah Approval oleh Pusat TTD Digital
Penunjang (opsional) :
(checklist yang akan jadi • Approval K/L 1. Signer Pemda
max.5 % dari pagu total
URK) : • Approval Bappenas 2. Signer K/L
per-subbidang per → User Bappeda-RK / OPD-
tematik (jika ada) 3. Signer
RK
Bappenas
→ User Bappeda-RK /OPD-RK

• Bersifat tahapan/staging, tidak paralel


• Penandatanganan (upload scan ttd) di dalam RK

15
HAL UTAMA DALAM MODUL RK

1. Mekanisme Penyusunan RK 2. Perubahan Data


• Dilakukan secara online dalam aplikasi KRISNA • Dapat dilakukan Pusat atau User K/L setelah berkoordinasi
• Dapat berupa FORUM TATAP MUKA penyusunan URK dengan Bappenas
(apabila ada kegiatan yang diinisiasi K/L) namun tetap • Dapat dilakukan Pemda atau User Bappeda-RK setelah
menggunakan data aplikasi KRISNA berkoordinasi dengan OPD
• Baik pemda maupun Pusat TIDAK BISA UBAH LOKASI

3. Approval RK 4. Pengesahan RK
• Dilakukan oleh Bappenas dan K/L • Rekap per-subbidang (FINAL RK) dapat “Ditandatangani
• Dilakukan per DETAIL RINCIAN secara Digital oleh perwakilan OPD, K/L dan Bappenas”
• Untuk mengunci hasil penilaian dan pengesahan, akan setelah dilakukan approval dan lock approval oleh Pusat →
dilakukan LOCK DATA LEVEL SUBBIDANG oleh User Data ini akan terintegrasi kepada OM SPAN untuk proses
K/L dan Bappenas pencairan. Tidak perlu di-print dan diupload ke dalam
aplikasi
• Surat pengantar Kepala Daerah diprint, ttd dan diupload
dalam KRISNA-DAK (1 per-daerah)

5. Waktu Penyusunan RK 6. Konfirmasi Usulan


• Waktu: M2 Okt – M2 Des 2023 • User K/L dan Bappenas perlu melakukan konfirmasi usulan

16
TIMELINE PERENCANAAN - PENGANGGARAN DAK 2024*

Januari Februari Maret April

Rapim Penetapan Arah


Penyusunan Rancangan Arah Kebijakan DAK Tahun 2024 Kebijakan DAK 2024

Agustus Juli Juni Mei

• Penilaian Awal (24 Juli – 6 Agustus) • Sosialisasi Kebijakan DAK kepada K/L dan
• Pengusulan DAK 2024 oleh Pemda • Forum konfirmasi daerah untuk
• Sinkronisasi dan Harmonisasi (10 – Sektor
(19 Juni – 21 Juli) setiap tematik (9 Juni – 16 Juni)
26 Agustus) • MM DAK Tematik dan DAK Fisik
• Verifikasi Usulan Daerah (24 - 28 Juli) • Pengusulan DAK 2024 oleh
• Penilaian Akhir (10 – 28 Agustus) • MM DAK Nonfisik
• Penilaian Awal (24 Juli – 6 Agustus) Pemda (19 Juni – 21 Juli) • Sosialisasi Kebijakan DAK 2024 kepada Pemda
(31 Mei 2023)

September Oktober November Desember

• Pembahasan dengan DPR – RI • Penyusunan Rencana Kegiatan (RK) • Penyusunan Rencana Kegiatan (RK) • Penyusunan Rencana Kegiatan (RK) (M3
• Penetapan alokasi per-daerah (M3 Okt – M2 Des) (M3 Okt – M2 Des) Okt – M2 Des
• Evaluasi dan Penyusunan Rancangan
Arah Kebijakan DAK Tahun 2025
*Timeline bersifat tentatif

17
POIN PENTING

1. Tahun 2024 merupakan tahun terakhir RPJMN sehingga akan menyasar target-target
prioritas ketuntasan melalui DAK.
2. Melanjutkan konsep penajaman DAK (konsep THIS, penajaman menu kegiatan dan
lokasi prioritas serta memastikan kesiapan pemerintah daerah).
3. Memperkuat integrasi pendanaan DAK Fisik dan Non Fisik.
4. Komitmen kesiapan dan pelaksanan serta kolaborasi kegiatan DAK dengan pendanaan
APBD (kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu pertimbangan, data capaian, IO dll)
5. Memperhatikan batas waktu dan kelengkapan data dukung dalam setiap tahapan
perencanaan dan penganggaran DAK

18
TERIMA KASIH

(021) 390 5643 [Link]@[Link] Menara Bappenas Lantai 8


ext. 3316 Jln. HR. Rasuna Said
Kav. B-1

Anda mungkin juga menyukai