Bangunan Tinggi
(High-Rise)
Rigid Frame
Pengertian
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Struktur rangka kaku “rigid frame"
adalah struktur yang terdiri atas elemen-elemen
linear, seperti kolom dan balok yang ujung
ujungnya dihubungkan dengan joints “titik
hubung" yang bersifat kaku atau rigid
• Sistem ini biasanya berbentuk pola grid persegi, organisasi grid
serupa juga di gunakan untuk bidang horizontal yang terdiri atas balok
dan gelagar. Dengan keterpaduan rangka spasial yang bergantung pada
kekuatan kolom dan balok, maka tinggi lantai ke lantai dan jarak
antara kolom menjadi penentu pertimbangan rancangan.
Perbedaannya dengan struktur pos-and-beam yaitu
titik hubungnya yang bersifat sendi atau roll.
Gaya (momen)
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Aksi lateral pada rangka menimbulkan lentur, gaya geser, dan
gaya aksial pada semua elemen “balok dan kolom".
Momen lentur akibat lateral akan mencapai maksimum
pada penampang dekat titik hubung. Sehingga ukuran
elemen struktur didekat titik hubung harus dibuat lebih
besar atau diperkuat.
Efek beban lateral yang bekerja pada struktur rangka kaku
gedung bertingkat banyak, dimana semakin tinggi gedung
semakin besar momen dan gaya-gaya pada setiap elemen. Apabila
gaya yang bekerja sudah sedemikian besar, maka diperlukan
kontribusi struktur lain, seperti bracing, sistim core ataupun
dinding geser.
Gaya (momen)
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sifat-sifat
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sistem rangka kaku mempunyai kelebihan
dan kekurangan untuk membangun
beangunan bertingkat tinggi.
Dengan keterbatasan sistem rangka kaku
terhadap beban horizontal/lateral, maka
paling ekonomis hanya dapat digunakan
pada bangunan bertingkat tinggi dengan
ketinggian 20 lantai dengan
menggunakan struktur beton, dan 25-30
lantai dengan struktur baja.
Tipe-Tipe Rangka Kaku
Rangka Kaku (Rigid Frame)
1. Rangka Melintang Sejajar (Paralel Cross Frame) Susunan
rangka yang sejajar dan membentuk persilangan sehingga
dapatmengeliminasikan beban angin/gempa yang dating
bersilangan.
2. Rangka Selubung (Envelope Frame) Susunan rangka yang
membentuk selubung, sehingga akan dapat mengatasi beban
angin/gempa yang dating bersilangan. Bentuk selubung merupakan
bentuk yang simetris.
Tipe-Tipe Rangka Kaku
Rangka Kaku (Rigid Frame)
3. Rangka Melintang Dua Arah (Twoways Cross Frame)
Susunan rangka yang membentuk kolom-kolom dengan
balok-balok melintang dengan jarak yang teratur.
4. Rangka Grid Segi Banyak (Frame on Polygonal Grids)
Susunan rangka yang membentuk kolam dari bentuk yang
bebas (segi banyak) dan beraturan maupun tidak beraturan
bentuknya.
Sistem Struktur
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sistem struktur ini terdiri dari kolom dan balok yang bekerja
saling mengikat satu dengan yang lainnya.
Kolom sebagai unsur vertikal yang bertugas menerima beban dan
gaya, sedangkan balok sebagai unsur horizontal media pembagi
beban dan gaya.
Sistem ini berbentuk pola grid persegi, organisasi grid serupa juga
di gunakan untuk bidang horizontal yang terdiri atas balok dan
gelagar. Dengan keterpaduan rangka spasial yang bergantung pada
kekuatan kolom dan balok, maka tinggi lantai ke lantai dan jarak
antara kolom menjadi penentu pertimbangan rancangan.
Sistem Struktur
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Jenis Konstruksi
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan Rangka Kaku (Rigid Frames)
̵ Prinsip Utama: kekuatan, kekakuan dan kapasitas
deformasi
̵ Klasifikasi sambungan:
̵ Dimana terjadi perubahan arah komponen
struktur
̵ Untuk kembudahan kosntruksi
̵ Dimana terjadi pergantian komponen struktur
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan Rangka Kaku ( Rigid Frames )
• Macam- macam desain sambungan dengan
bahan :
–Baja
–Beton
12
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Komponen sambungan: las, mur dan baut
• Las: tergantung cuaca yang mendukung untuk proses
• Ketersediaan listrik
• Masih memerlukan mur dan baut untuk kekakuan sementara
• Area khusus untuk proses
• Biaya untuk inspeksi
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Mur dan Baut:
digunakan untuk sambungan yang
menahan beban tarik dan lateral
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Plat:
Digunakan untuk memperkuat sambungan mur
dan baut
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Daerah- daerah kritis:
• Perpindahan beban dari balok ke kolom menyebabkan potensi
kegagalan pada sambungan
• Pada bagian sambungan harus diperkuat
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Penguatan derah- daerah kritis:
Meningkatkan kekuatan terhadap beban momen dengan berbagai cara
diantaranya :
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan kolom- kolom
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan kolom- pedestal
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan kolom- balok
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan kolom-balok untuk
meningkatkan kekuatan terhadap beban
momen
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan balok- balok
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Berbagai sambungan balok-balok untuk
meningkatkan kekuatan terhadap beban
momen
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
• Sambungan Silang (braced frames): menggunakan
sambungan sendi
• Bracing digunakan untuk meminimalkan gerakan
lateral atau geser
Tipe- time bracing:
• siku
• Diagonal
• tipe X
• tipe K atau Chevron
• Shear walls
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Bracing Horizontal
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Bracing Vertikal
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan antara kolom baja dengan pondasi beton
• Menggunakan plat yang di-las ke kolom dan di-
baut ke kepala pondasi
• Utamanya adalah menahan beban vertikal (tarik
atau tekan), maupun lateral, jika kolom juga
bagian dari bracing
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan antara kolom baja dengan pondasi beton jika
diperlukan atau terdapat beban tarik yang besar, maka diperlukan
ankur (anchor) ke pondasi
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Sambungan antara balok baja dengan dinding beton
umumnya untuk menahan beban lateral dan momen
Sambungan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Rangka dan Lantai
rangka pada lantai dapat berupa pembalokan satu
arah atau pembalokan dua arah dapat pula berupa
penguatan pada kepala kolom
Pertimbanganc
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Material: baja, beton monolit dan kayu
laminasi (laminated wood)
Bentuk: portal, kuda- kuda, dan
sebagainya
Pertimbangan dalam memilih sistem rangka
kaku:
• Memerlukan rangka
• Mengurangi beban momen ( memperngaruhi
dimensi komponen)
• Meningkatkan kekakuan dengan cara:
• distribusi beban momen
• mengurangi defleksi
• Kekakuan sambungan
• tipe-tipe komponen penopangnya
Pertimbangan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Struktur Beton
Jika jarak antar tiang/kolom semakin besar, maka diperlukan
ukuran balok yang semakin besar pula, maka kolom beton
sering dikombinasikan dengan balok baja.
Kerusakan yang sering terjadi pada struktur beton bertulang
diakibatkan oleh :
1. Retaknya struktur karena pelaksanaan yang kurang sempurna. Hal
ini menyebabkan beton keropos dan mengelupas, konstruksi beton
retak dan konstruksi beton melendut
2. Keruntuhan/keretakan struktur karena perubahan struktur tanah
3. Lemahnya desain struktur yang berkaitan dengan efisiensi budget.
Hal ini menyebabkan runtuhnyastruktur bangunan, konstruksi beton
retak dan konstruksi beton melendut
Pertimbangan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Rangka Baja
Pertimbangan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Struktur Baja
Baja dipilih karena proses pengerjaannya relatif cepat dan
ukurannya relatif kecil bila dibandingkan beton.
Kerusakan yang sering terjadi pada struktur baja disebabkan oleh :
1. Komponen baja yang berkarat
2. Keruntuhan akibat lemahnya sistem sambungan
3. Adanya gaya/beban tambahan (seperti gaya angin, gempa dan
lain-lain) yang tidak diperhitungkan
4. Hubungan antara dua material yang berbeda jenis, seperti
dinding bata dengan struktur baja atau tercabutnya
angkur/pengikat baja dari pondasi beton
5. Runtuhnya struktur baja akibat api.
Pertimbangan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Rangka Beton
Footings
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Pondasi Bored Pile meneruskan beban stuktur
bangunan diatas ke tanah dasar dibawahnya sampai
kedalaman tanah yang dianggap kuat (memiliki daya dukung
yang cukup). Untuk itu diperlukan kegiatan sondir
sebelumnya, agar daya dukung tanah dibawah dapat diketahui
pada kedalaman berapa meter yang dianggap memadai untuk
mendukung konstruksi diatas yang akan dipikul nantinya.
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Ada dua cara atau sistem pemancangan tiang pancang.
1. Pertama adalah drop hammer system. Dengan
spesifikasi teknik sbb:
• tipe tiang yang digunakan adalah segitiga (28 cm;
32 cm) atau segiempat (20 cm; 25 cm)
• tinggi jatuh hammer adalah 1 meter, berat hammer
adalah 1500 kg.
Keuntungannya adalah harga Mob / Demob murah
seta mobilisasi dan setting alat pancang cepat.
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
2. Cara kedua adalah hydraulic jacked piling
system, dengan spesifikasi teknik:
• tipe tiang yang digunakan adalah
segiempat (20 cm; 25 cm),
• kapasitas tekan segiempat 20 cm adalah
70 ton,
• kapasitas tekan segiempat 25 cm adalah
100 ton,
• dan sistem tekan jaw system.
Keuntungan cara ini adalahh detaran saat
pemancangan sangat sedikit, bahkan tidak
ada sama sekali, serta tidak ada suara bising
akibat pukulan hammer karena
menggunakan sistem hydrolik..
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Pemancangan tiang pancang bisa memilih salah satu diantara dua cara
pemancangan yang sudah dijelaskan di atas, yang disesuaikan dengan
kebutuhan dan kondisi eksisting lingkungan sekitar tapak yang akan
dibangun.
Area pemancangan diupayakan memiliki ruang bebas untuk
memudahkan pemancangan tiang pancang. Setelah dipancang, tahapan
pekerjaan selanjutnya adalah:
1. tiang pancang disambung dengan cara dilas di antara kedua pelat
besi;
2. final set dilakukan untuk memastikan dan menjamin tiang pancang
sudah mencapai tanah keras, serta mengecek kembali hasil
pemancanganuntuk memenuhi standar ketepatan pemancangan.
Basement
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Basement menggunakan konstruksi Dinding
Penahan Tanah Tipe Diaphragm Wall, jenis
konstruksi dinding penahan tanah tipe dinding
bertulang (Diaphragm Wall atau Shear Wall)
merupakan jenis konstruksi dinding penahan yang
terbuat dari rangkaian besi beton bertulang yang
dicor di tempat atau dengan sistem modular yang
dibuat untuk membendung (cover) suatu
konstruksi bawah tanah (sub- strucure) khusunya
pada konstruksi basement suatu bangunan.
Basement pada Rigid Frame umunya hanya satu
lantai dikeranakan ketinggiannya yang umumnya
rendah
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Biasanya area bawah tanah atau basement dijadikan ruang
tamabahan untuk parkir, food court, gudang barang dan lainnya.
Basement terletak di bawah tanah, sehigga memiliki pengaruh
yang cukup besar terhadap pondasi bangunan ketika terjadi
masalah. Berikut ini beberapa tahapan pengerjaan yang harus
dilakukan dalam pembuatan basement :
Menggali Tanah Dasar
Tahap pertama yang harus dilakukan yaitu menggali tanah pada
lokasi yang akan dibangun basement. Penggalian dilakukan
hingga kedalaman mencapai batas yang sudah ditentukan pada
rancangan atau rencana pembangunan. Penggalian ini biasanya
menggunakan excavator atau beko agar lebih cepat, sedangkan
pasir galian diangkut menggunakan truck pasir.
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Proses Dewatering
Setelah tanah digali, selanjutnya mengeringkan tanah agar
bisa dijadikan alas untuk pondasi bangunan. Sebelum
melakukan dewatering, harus diperiksa dahulu kandungan
air di dalam tanah pada setiap lapisannya, proses ini
menggunakan alat yang disebut piezometer.
Pemasangan Pondasi
Jika tanah sudah dikeringkan, selanjutnya memasang
pondasi yang berfungsi untuk menahan beban atas
bangunan. Sistem pemasangan pondasi biasanya
dilakukkan dengan cara pemancangan.
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Pembobokan Beton Tulang
Setelah pondasi dipasang, dilanjutkan dengan
pemasangan beton tulang. Namun, supaya tingginya
sama rata maka beton harus dibobok secara manual.
Membuat Dinding dan Lantai Basement
Tahap selanjutnya membuat bagian lantai dan dinding
dengan melakuakn pengecoran. Pastikan tidak ada
keretakan dan kebocoran pada bagian yang sudah dicor.
Pengerjaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Finishing
Setelah pengecoran selesai, tahap terkahir yaitu melakukan
instalasi listrik dan pemasangan pipa saluran air.
Setelah basement selesai dibangun bukan berarti bisa
langsung dioperasikan. Basement harus melewati uji
kelayakan terlebih dahulu, biasanya menggunakan uji
beban atau load test.
Lift
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Lift pada rangka kaku umumnya diletakkan pada core
bangunan. Walaupun diletakkan pada core bukan berarti
core merupakan sistem struktur utama dari bangunan rigid
frame melainkan sistem struktur support dan jika
diruntuhkan maka bangunan tidak akan hancur.
Contoh Bangunan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Lever House
Pada bangunan ini terdapat dua bagian bangunan yaitu bagian
struktur bawah (flat slab) berupa podium dan struktur atas berupa
rigid frame
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Tampak
Finishing pada bangunan ini menggunakan kaca dari pada
menggunakan beton yang hanya akan menambah berat beban
bangunan dari pada menggunakan kaca
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Potongan
Dari sistem struktur bangunan ini dapat dilihat jika bangunan
bawah atau struktur bawah bangunan ini runtuh (podium) struktur
atas (rigid frame) tidak akan tumbang dikarenakan struktur atas
memiliki struktur tersendiri
Rangka Kaku (Rigid Frame)
Denah
Pada denah terlihat bangunan ini menggunakan sistem pola grid
pada denahnya, baik pada struktur atas maupun struktur bawah
Pertanyaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
1. Kalau bangunan menggunakan bentukan dasar
berupa segi 6 atau 8 bagaimana pola gridnya nanti?
Walaupun bentukan denah tidak berupa bentukan persegi tetapi
dalam menggunakan pola grid dapat dilihat ketika kolom
mengikat kolom akan membentuk ruang yang umunya
membentuk segi sama sisi ataupun simetris
Pertanyaan
Rangka Kaku (Rigid Frame)
2. Kalau kita memakai core pada rigid frame, apakah nanti
sambungan baloknya tidak harus menembus core?
Tentunya bisa karena struktur utama pada rigid frame adalah
tiangnnya, sedangkan core hanya struktur yang membantu, core
dalam rigid frame dapat difungsikan sebagai lift ataupun ruang
control.
Thank You