0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan23 halaman

Analisis Keselamatan Kerja Sipil JSA

Formulir ini menilai risiko pekerjaan konstruksi sipil yang mencakup persiapan area dan peralatan kerja, penanganan manual material, bongkar muat material, dan pengoperasian genset. Risiko utama adalah cedera, kerusakan properti, dan kecelakaan. Langkah-langkah mitigasi risiko meliputi inspeksi peralatan dan area kerja, penggunaan APD, sistem buddy, dan prosedur operasi standar.

Diunggah oleh

hugocupu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan23 halaman

Analisis Keselamatan Kerja Sipil JSA

Formulir ini menilai risiko pekerjaan konstruksi sipil yang mencakup persiapan area dan peralatan kerja, penanganan manual material, bongkar muat material, dan pengoperasian genset. Risiko utama adalah cedera, kerusakan properti, dan kecelakaan. Langkah-langkah mitigasi risiko meliputi inspeksi peralatan dan area kerja, penggunaan APD, sistem buddy, dan prosedur operasi standar.

Diunggah oleh

hugocupu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Formulir JSA

JOB SAFETY ANALYSIS


JUDUL PEKERJAAN :CIVIL WORK TANGGAL :

HSSE RU V JSA NO :

PELAKSANA PEKERJAAN : LOKASI PEKERJAAN : TEAM JSA

RDMP JO TASKFORCE R70/R71 Nama Jabatan Tanda Tangan

PENGAWAS PEKERJAAN : DIREKSI PEKERJAAN :

CONSTRUCTION KPB CONSTRUCTION

PENILAIAN RISIKO (lingkari yang sesuai) :


Keparahan/Severity (S) : 1 / 2 / 3 / 4 / 5
Kemungkinan/Probability (P) : 1 / 2 / 3 / 4 / 5
Nilai Risiko Awal : S X P = ___ x___ = ___
Nilai Risiko Residual * : S X P = ___ x___ = ___
Low (1-3) / Medium (4-12) / High (15-25) * / **
Disetujui Oleh :
Low - Medium - High High
Ahli Teknik Gas Safety Inspector Safety Inspector * Manager Area ** General Manager RU V

Nama : Nama : Nama : Nama : Nama :


*) : Persetujuan Manager Area, khusus pada pekerjaan yang telah dimitigasi namun masih berisiko tinggi (residual risk) dan pekerjaan
yang berkaitan dengan energi listrik (listrik berarus)
**) : Persetujuan General Manager RU V, khusus pekerjaan yang berkaitan dengan energi listrik (listrik berarus)
Formulir JSA
PERALATAN & BAHAN YANG DIPAKAI : TMC, Mixer, Pump concrete, pompa air, barbending, barcutter, Bor beton, tagline, cangkul, sekop.

TAHAPAN PEKERJAAN BAHAYA / PENYEBAB KEJADIAN POTENSI KONSEKUENSI PENGENDALIAN / MITIGASI

Persiapan area dan peralatan kerja  Miskomunikasi  Pekerja tidak paham bahaya dan  Lakukan TBM sebelum melakukan
pekerjaan yang akan dilakukan
aktifitas pekerjaan
 Pastikan pekerja dalam kondisi siap
kerja/sehat melalui DCU sebelum
pekerjaan dilakukan
 Pastikan SIKA/PTW telah ditanda
tangani oleh pihak yang berwenang
dan masih berlaku

 Permukaan area kerja tidak dapat  Pekerja terjatuh / tergelincir  Memeriksa area kerja secara fisik
diakses sebelum memulai pekerjaan
 Membuat akses jalan sementara
disekitar area kerja.
Melakukan pengecekan kelengkapan
APD sebelum bekerja

 Peralatan kerja rusak  Pekerja tertimpa peralatan kerja  Lakukan pre-use inspection sebelum
peralatan digunakan untuk bekerja
 Melakukan pengecekan kesehatan
rutin terhadap pekerja sebelum
memulai pekerjaan

Manual Handling  Terjepit material  Cedera  Pastikan pekerja menggunakan


 Material terlalu berat  Property damage APD yang lengkap dan sesuai
 Area kerja licin
 Lakukan buddy System pada saat
mengangkat material yang
berat(>25kg)
 Pastikan area kerja dalam kondisi
aman untuk dilakukan pekerjaan
manual handling
 Pastikan rute pengangkatan material
secara manual dalam aman dan
lancar
 Hindari dan posisikan diri dengan
aman dari daerah rawan terjepit

Loading unloading  Titik jepit  Komunikasi buruk antara operator  Pastikan peralatan kerja dan
 Miss komunikasi dan riger/spv aksesoris kerja yang digunakan
 Titik buta lolos inspeksi dan tagging masih
 Area kerja tidak aman  Terpeleset Tersandung Terjatuh berlaku
 Pastikan peralatan kerja dan
aksesoris kerja yang digunakan
 Peralatan kerja tidak aman
 Terjepit lolos inspeksi dan tagging masih
berlaku
 Pastikan area pengangkatan
 Pengangkata material tidak aman  Tertabrak material yang diangkat aman dan di barricade (line of
fire)
 Pastikan SIO dan SILO operator
dan rigger
lengkap dan berlaku
 Pastikan peralatan dan aksesoris
kerja yang digunakan dalam
kondisi baik dan aman untuk
digunakan
 Pastikan proses pengangkatan
sesuai dengan lifting plan yang
disetujui
 Pastikan perpindahan material
yang diangkat di amankan
dengan tagline

Pengoperasian Genset  Kesetrum  Cedera  Pastikan unit genset lolos inspeksi


 Salah penggunaan genset  Kerusakan unit dan memiliki tagging inspeksi yang
valid
 Pastikan dilakukan pengecekan
harian unit genset dan panel
 Pastikan pengoperasian genset
sesuai dengan SOP yang di tentukan
 Siapkan operator genset yang
memiliki pengalaman dan mengerti
dalam pengoperasian genset
 Pastikan penempatan genset dan
panel berada di posisi/area yang
aman dari aktivitas pekerjaan lain
 Pastikan kelengkapan genset
terpasang dengan baik dan lengkap
(Spark arrestor, Spill containment,
APAR, ESD)
 Pastikan kabel power dan lainnya di
posisikan di area yang aman dan
digantung bila tergenang air

Pekerjaan penggalian secara manual  Area galian yang licin  Pekerja terpeleset/terjatuh  Gunakan APD sesuai dengan jenis
dengan menggunakan, cangkul dan  Tanah galian collapse  Cedera pekerjaannya
skop pada titik yang sudah ditentukan  Kabel existing  Property damage
 Pastikan titik yang akan digali sudah
diidentifikasi dan disetujui dalam
berita acara (existing)
 Jaga jarak material galian minimal 1
meter dari tepi galian.
 Pemeriksaan kondisi tanah sebelum
memulai pekerjaan penggalian.
 Gunakan sistem sloping 1:2 pada
dinding galian <2 meter
 Pasang barricade pada area galian

Pekerjaan di ruang terbatas (jika  Ada bocoran gas di area penggalian  Keracunan bocoran gas.  Lakukan uji gas sebelum menggali
penggalian >1,5m)  Akses Keluar/Masuk yang terbatas  Pekerja Terpeleset/Terjatuh, cidera di area berbahaya dan secara berkala
 Fasilitas existing disekitar area  Rusaknya kabel fasilitas existing  Pastikan ada stand by man
penggalian dan penimbunan  Siapkan akses yang aman untuk
pekerja
 Pastikan ada sign untuk mengontrol
pekerja yang masuk/keluar ruang
terbatas.
 Lakukan isolasi instrument bawah
tanah sesuai kebutuhan melalui izin
resmi (jika diperlukan)
 Jalur kabel dan pipa diberikan tanda
sign.
 Jaga jarak antar pekerja dan lakukan
penggalian dengan hati hati
Kegiatan Perakitan Scaffolding  Benda atau peralatan jatuh  Kejatuhan Benda  Menyediakan Guardrail dan
 Pekerja jatuh dari ketinggian  Anggota tubuh patah toeboard untuk mencegah benda
-Pemasangan standar (tiang atau peralatan jatuh
 Tanah tidak stabil  Cidera berat
scaffolding)  Memastikan pekerja sudah training
 Scaffolding roboh
- Pemasangan ledger dan trasome  kerusakan Properti WAH
scaffolding  Scaffolding sudah digunakan tetapi  Bodyharness layak pakai dan tidak
belum dapat tagging layak operasi expired
- Pemasanganlantai aciba  Scaffold tidak bersertifikat  Menyediakan Guardrail dan
toeboard untuk mencegah benda
- Pemasangan hand rail
atau peralatan jatuh
-Pemasangan toe board dengan  Peralatan tangan harus diikat
metal plank dengan pekerja
 Pemasangan barricade di sekitar
area pekerjaan
 Pemasangan hand rail ( tinggi 0,9-
1,1m)
 Gunakan alat pelindung diri
 Gunakan plat/ kayu pada jack base

Dewatering  Pompa tidak layak digunakan  Property damage  Pastikan alat telah lolos inspeksi dan
-pengoperasian pompa
 Area kerja licin  Terpeleset diberi tangging yang masih berlaku
 Cedera  Pastikan pengecekan berkala pada
pompa yang digunakan
 Pastikan pengoperasian pompa
dilakukan oleh orang yang
berpengalaman
 Pastikan hose pada pompa dalam
kondisi bagus (pompa 8’)
 Pastikan penempatan pompa pada
posisi/area yg aman
 Pastikan pekerja menggunakan APD
yang dan lengkap sesuai.
 Pastikan akses kerja aman dan tidak
licin
Chipping  Peralatan terkena anggota tubuh,  Cidera  Gunakan APD dan sarung tangan
yang sesuai
 Pastikan peralatan dicek
kelayakannya terlebih dahulu
sebelum digunakan
 Pastikan pekerja mengerti cara
bekerja yang aman dan benar
 Lakukan pekerjaan dengan hati hati
Debu beton hasil chipping Infeksi/ gangguan saluran pernafasan  Gunakan masker dan faceshield bila
perlu
 Siram beton dengan air untuk
mengurangi debu

Pengoperasian Bor Beton  Peralatan tidak layak/tidak aman  Cedera  Pastikan alat yang digunakan telah
 Getaran/hentakan alat  Alat rusak lolos inspeksi dan memiliki tagging
 Penggunaaan alat yang tidak aman
inspeksi yang valid
 Pastikan alat yang digunakan dalam
kondisi baik dan layak digunakan
sebelum dioperasikan
 Pastikan pekerja memahami dan
mengikuti prosedur penggunaan alat
 Hindari titik jepit dan tajam
 Pastikan posisi tubuh aman dan kuat
dalam penggunaan alat jackdrill
 Pastikan kabel tidak tergenang air

Lean Concrete  Pinch point  Cedera  Pastikan pekerja menggunakan APD


 Ergonomik  Iritasi mata yang lengkap dan sesuai
 Mata terkena cipratan concrete
 Siapkan eyewash di area kerja
 Pastikan pekerja bekerja dalam
posisi yang nyaman
 Hindari titik jepit dan tajam

Pile head treatment  Pinch point  Cedera  Pastikan pekerja menggunakan APD
 Alat tidak layak  Property damage yang lengkap dan sesuai kacamata
 Mata gerinda pecah  Gangguan pernafasan dan masker debu

 Debu dan debris  Iritasi mata  Pastikan alat yang digunakan layak

 Pile terjatuh dan lolos inspeksi dengan tagging

 Swing dari material yang diangkat yang masih berlaku


 Siapkan eyewash di lokasi kerja
 Hindari titik jepit dan tajam
 Pastikan sling terpasang dan terkunci
dengan baik (choke) pada pile
 Pastikan tagline terpasang pada saat
perpindahan material yang diangkat
Fabrikasi rebar  Pinch point  Cedera  Pastikan pekerja menggunakan APD
 Alat tidak layak  Property damage yang lengkap dan sesuai
 Tersayat/tergores  Pastikan alat yang digunakan lolos
inspeksi dan ditagging yang berlaku
 Lakukan daily check harian pada
alat yang digunakan
 Hindari titik jepit dan tajam

Pemasangan dan penguatan rebar  Akses jalan pada saat pengangkatan /  Terkilir dan terprosok  Pastikan area kerja dalam kondisi
pemindahan rebar dan form work  Kelebihan beban yang aman untuk dilakukan
 Pengangkatan manual  Terjepit pekerjaan
 Titik jepit / celah antar rebar  Tersayat / tergores  Pastikan pekerja menggunakan APD
 Permukaan material tajam  Terpapar panas dari las yang lengkap dan sesuai (apron, face

 Kebakaran shield, sarung tangan las)


 Pastikan APAR tersedia di area kerja
 Pastikan area di sekitar pekerjaan
panas aman dan jauhi material
mudah terbakar dari lokasi kerja
 Satu orang pekerja maksimal di
perbolehkan mengangkat maksimal
25 kg, lakukan buddy system.
 Pastikan posisi tubuh ergonomis
pada saat manual handling
 Perhatikan kaki saat melangkah

Install Formwork  Pinch point  Cedera  Pastikan peralatan kerja layak


 Manual handling  Peralatan rusak digunakan
 Peralatan kerja tidak layak  Terpeleset/tersandung  Pastikan pekerja menggunakan APD
 Area kerja tidak aman yang lengkap dan sesuai (sarung
tangan dll)
 Pastikan area kerja aman
 Hindari titik jepit dan tajam

Install Anchor Bolt  Pinch point  Cedera  Pastikan peralatan kerja layak
 Manual handling  Peralatan rusak digunakan
 Peralatan kerja tidak layak  Terpeleset/tersandung  Pastikan pekerja menggunakan APD
 Area kerja tidak aman  Terjatuh yang lengkap dan sesuai (sarung

 Pekerjaan di ketinggian (>1,8m) tangan dll)


 Pastikan area kerja aman
 Hindari titik jepit dan tajam
 Siapkan akses yang memadai
 Gunakan full body harness pada saat
melakukan pekerjaan di ketinggian.

Pengecoran  Jalur akses truck mixer terhambat  Tabrakan  Pastikan pekerja dalam kondisi
 Alat tidak layak digunakan  Property damage sehat sebelum melakukan pekerjaan
 Concrete pump terperosok  miskomunikasi melalui DCU

 Mata terkena cipratan concrete  Cedera  Pastikan handtools yang digunakan

 Area kerja tidak aman  Terpeleset layak digunakan, lolos inspeksi dan

 Terpapar cuaca panas/dingin dalam  terperosok ditagging berlaku


waktu lama  iritasi mata  Pastikan akses masuk dan keluar
 pingsan/sakit aman dan terkendali
 Pastikan flagmen berada di titik
belokan dan jalur masuk/keluar
 Pastikan komunikasi pada saat
pengecoran ancer dan jelas (Radio
HT)
 Pastikan area kerja aman untuk
dilakukan aktivitas
 Pastikan operator melakukan final
cek seluruh kelengkapan equipment
sebelum pengecoran dilakukan
 Pastikan tidak ada pekerja yang
melintas di bawah radius pipa
concrete pump
 Pastikan jarak out rigger jauh dari
tepi galian (-min 1,5 M)
 Pastikan out rigger dialaskan dengan
material yang keras ( plat, kayu, dll )
agar tidak amblas dan Sediakan
secondary containment dibawah
bucket concrete pump agar tidak
tercecer kemana – mana
 Pastikan pekerja menggunakan APD
yang lengkap dan sesuai (kacamata
safety dll)
 Siapkan Eyewash di lokasi pekerjaan
 Pastikan air sisa pembersihan truck
mixer tidak mencemari lingkungan
kerja
 Pastikan SPV dan HSE mengawasi
aktivitas pekerjaan.
 Siapkan shelter dan minum yang
cukup untuk pekerja
 Pastikan pekerja dapat istirahat yang
cukup
Pengoperasian Compressor Vibrator  Peralatan dalam kondisi tidak  Cedera  Pastikan peralatan yang digunakan
layak/tidak aman  Alat rusak telah lolos inspeksi dan memiliki
 Pengoperasian alat yang salah tagging inspeksi yang valid
 Pastikan alat yang digunakan dalam
kondisi yang baik sebelum
digunakan
 Pastikan pekerja memahami dan
mengikuti prosedur penggunaan alat
 Posisikan alat yang digunakan di
area/tempat yang aman

Treatment concrete  Area kerja licin  Terpeleset/Tersandung  Lakukan monitoring kondisi pekerja
 Cuaca buruk  Sakit/unfit yang masih fit dan tidak
 Siapkan shelter dan jas hujan
 First aider standby di area kerja
 Pastikan area kerja bersih dan rapi
 Hati-hati dalam melangkah
 Pastikan pekerja menerima istirahat
yang cukup
Pembongkaran Formwork  Pinch point  Cedera  Pastikan area kerja dalam kondisi
 Area kerja tidak aman  Tersandung/terpeleset aman
 Manual handling  Hindari titik jepit dan tajam
 Satu orang pekerja maksimal di
perbolehkan mengangkat maksimal
25 kg, lakukan buddy system.
Finishing  Area kerja licin  Terpeleset/tersandung  Pastikan area kerja tidak licin
 Manual handling  Cedera  Pastikan posisi tubuh pada saat
bekerja sesuai dengan ergonomicnya
dan nyaman saat bekerja
Pekerjaan pada malam hari  Pencahayaan, jarak pandang pekerja  Potensi jarak pandang serta lampu  lakukan TBM sebelum bekerja dan
terbatas penerangan yang kurang, tidak sosialisaikan potensi bahaya bekerja
efektif / terbatas di malam hari
 Pastikan penerangan pada lokasi
pekerjaan melingkupi aktifitas
 Kebugaran pekerja  Kelelahan, Pingsan pekerjaan yang akan dilakukan dan
sesuai dengan standar yang
ditetapkan
 Sebelum melakukan pekerjaan,
lakukan DCU dan pastikan pekerja
dalam kondisi fit yang diijinkan
untuk bekerja
Housekeeping  Peralatan dan material yang tersisa  Pekerja terpleset & terbentur  Pastikan area kerja dalam kondisi
tersebar di lapangan material lain bersih dan rapi sebelum
 Area kerja berantakan meninggalkan lokasi.
 Memastikan dengan hati-hati barang-
barang yang akan dirapihkan atau
dibuang.
 Sebelum meninggalkan tempat kerja,
periksa izin dan alat lain tidak ada
yang tertinggal di tempat kerja.
 Melakukan pemilahan sampah pada
saat housekeeping.
 Melapor ke tim HSE apabila terdapat
bau yg menyengat dari tanah pada
saat penggalian.
 Pastikan barricade terpasang di area
penggalian.
Cara Pengisian :
1. Judul pekerjaan diisi dengan informasi mengenai pekerjaan, dapat menyesuaikan dengan judul kontrak.
2. Tanggal diisi sesuai dengan tanggal pelaksanaan JSA.
3. No. JSA, diisi dengan nomor JSA dari masing-masing direksi pekerjaan.
4. Pelaksana Pekerjaan diisi oleh Bagian yang melaksanakan pekerjaan atau jika menggunakan pihak ke 3 menggunakan diisi nama
perusahaan kontraktor.
5. Pengawas Pekerjaan diisi dengan nama personil yang ditunjuk direksi pekerjaan yang bertugas melakukan pengawasan selama
pekerjaan yang berlangsung.
6. Lokasi Pekerjaan Dilaksanakan diisi area dimana pekerjaan akan dilaksanakan. Jika area pekerjaan di lokasi peralatan yang spesifik,
dapat ditambahkan tag number peralatan.
7. Direksi Pekerjaan diisi dengan nama Fungsi / Bagian yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan.
8. Penilaian Risiko, severity & probability dilingkari sesuai hasil penilaian risiko sisa mengacu kepada RAM (risk assessment matrix) RU
V. Nilai risiko diisi dengan nilai perkalian severity dengan probality.
9. Team JSA diisi oleh nama-nama personil yang hadir pada saat pelaksanaan JSA.
10. Disetujui Oleh, disi nama & tanda tangan oleh pejabat terkait sesuai tingkat risiko residual mengacu matriks di bawah :
a. Ahli Teknik
b. GSI
c. Safety Inspector
d. Manager Area, khusus pada pekerjaan yang telah dimitigasi namun masih berisiko tinggi (residual risk) dan pekerjaan yang
berkaitan dengan energi listrik (listrik berarus)
e. General Manager RU V, khusus pekerjaan yang berkaitan dengan energi listrik (listrik berarus)
11. Peralatan & Bahan yang dipakai, dicantumkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk bekerja, terutama yang kritikal terhadap
aspek HSSE.
12. Tahapan pekerjaan, diisi dengan urutan langkah-langkah pekerjaan dan tidak boleh terbalik-balik.
13. Bahaya / Penyebab Kejadian diisi dengan detail penjelasan mengenai bahaya dan potensi penyebab langsung yang mengakibatkan
timbulnya kejadian dari aktifitas/material/equipment dan proses/kegiatan.
14. Potensi Konsekuensi diisi dengan insiden yang dapat terjadi dan dampaknya terhadap manusia, lingkungan, atau asset perusahaan.
15. Pengendalian atau Mitigasi diisi dengan tindakan pengamanan yang harus diambil, seperti : kontrol eliminasi, subtitusi, engineering,
administrasi , dan APD. Pengendalian disarankan menggunakan metode eliminasi, subtitusi, engineering dari pada administrasi &
APD.
Tingkat Jabatan Minimal yang Menyetujui JSA
Risiko
Residual /
Kondisi GSI AT SI Manager
Khusus

 Supervisor /  Supervisor /
Low  HSE CO /  HSE CO /
 Jr. Officer /
(1-3)  Loading Master III /  Loading Master III /
 Officer
 PJS / Jabatan yang  PJS / Jabatan yang
 Supervisor /
setingkat setingkat -
 Sr. Supervisor /
 Sr. Supervisor /  Sr. Supervisor /
Medium  Jr. Analyst /
 Group Leader /  Group Leader /
(4-12)  Analyst
 PJS / Jabatan yang  PJS / Jabatan yang
setingkat setingkat

High  Manager Area / PJS


diluar  Section Head /  Section Head /
pekerjaan  Lead of /  Lead of /
listrik  Section Head /
 Ast. Man. /  Ast. Man. /
(15-25) PJS
 PJS / Jabatan yang  PJS / Jabatan yang
Pekerjaan setingkat setingkat  Manager Area / PJS dan
Listrik GM RU V / PJS
RISK ASSESSMENT MATRIX (RAM) PERTAMINA RU V

Pertamina RU V telah menetapkan matrix penilaian risiko (risk assessment matrix) yang digunakan
sebagai dasar untuk menilai dan mengevaluasi risiko. Matrix ini menunjukan risiko yang merupakan
hasil dari perkalian kemungkinan (probability) dan keparahan (severity). RAM RU V dipergunakan di
seluruh wilayah operasin dan bisnis Pertamina RU V.

Kategori IV Kategori II
Kategori V Kategori III Kategori I
Tingkat Moderate to Low to
High Moderate Low
Risiko High Moderate
(15-25) (5-6) (1-3)
(10-12) (4)

A. Tabel RAM
Berikut kategori tingkat risiko dan penerimaan risiko berdasarkan hasil evaluasi risiko serta
pengendalian yang harus dilaksanakan :
Penerimaan
Tingkat
Risiko dan Pengendalian
Risiko
ALARP
Kategori V Tidak dapat Serangkaian rencana mitigasi risiko harus
High diterima segera dilakukan untuk mengurangi risiko
(15-25) (unacceptable) dengan kondisi dan persyaratan sebagai
berikut :
1. Menunda pekerjaan / proyek / operasi
hingga rencana mitigasi risiko jangka
Panjang dilakukan dan mengurangi
risiko sampai ke tingkat medium.
2. Untuk melanjutkan pekerjaan /
proyek / operasi maka penerapan
Penerimaan
Tingkat
Risiko dan Pengendalian
Risiko
ALARP
dispensasi dan rencana mitigasi risiko
jangka pendek harus mendapatkan
persetujuan dari dua tingkat diatas
Risk Owner, sementara rencana
mitigasi jangka panjang harus tetap
dipersiapkan.
3. Rencana mitigasi risiko jangka
Panjang dijalankan serta dilakukan
monitoring secara berkala untuk
memastikan ke efektifan Tindakan
pengendalian dan penurunan tingkat
risiko.
4. Untuk scenario risiko yang potensial
menyebabkan multiple fatalities maka
minimal harus dilakukan Analisa risiko
semi quantitative.
Kategori IV Tidak dapat Serangkaian rencana mitigasi risiko harus
Moderate to ditoleransi segera dilakukan untuk mengurangi risiko
High (Not tolerable) dengan kondisi dan persyaratan sebagai
(10-12) berikut :
1. Menunda pekerjaan / proyek / operasi
hingga rencana mitigasi risiko jangka
Panjang dilakukan dan mengurangi
risiko sampai ke tingkat Medium.
2. Untuk melanjutkan pekerjaan /
proyek / operasi maka penerapan
dispensasi dan rencana mitigasi risiko
jangka pendek harus mendapatkan
persetujuan dari satu tingkat diatas
Risk Owner, sementara rencana
mitigasi jangka Panjang harus tetap
dipersiapkan.
3. Rencana mitigasi risiko jangka
Panjang dijalankan serta dilakukan
monitoring secara berkala untuk
memastikan ke efektifan tindakan
pengendalian dan penurunan tingkat
risiko.
4. Untuk scenario risiko yang potensial
menyebabkan multiple fatalities maka
minimal harus dilakukan analisa risiko
semi quantitative.
Kategori III Dapat ditoleransi Mitigasi risiko jangka pendek harus
Moderate hanya jika dilakukan dengan persetujuan Risk
(5-6) tindakan Owner untuk mengelola risiko sebagai
Penerimaan
Tingkat
Risiko dan Pengendalian
Risiko
ALARP
pengurangan risiko bagaian dari keseluruhan program
tidak praktis untuk pengurangan risiko yang
dilakukan atau jika berkesinambungan.
biaya yang
dikeluarkan untuk
menurunkan risiko
sangat tidak
proposional
dengan hasil yang
diperoleh
Kategori II Dapat ditoleransi Tingkat risiko yang secara umum dapat
Low to (Tolerable) ditoleransi dimana mitigasi risiko jangka
Moderate pendek harus dilakukan dengan
(4) persetujuan Satu Tingkat diatas PIC
untuk mengelola risiko sebagai bagian
dari keseluruhan program pengurangan
risiko yang berkesinambungan.
Kategori I Dapat diterima Tingkat risiko yang secara umum dapat
Low (Acceptable) diterima dimana pengelolaan risiko
(1-3) secara berkesinambungan harus
tertanam dan menyatu dalam seluruh
kegiatan operasi untuk mencapai tujuan
Perusahaan yaitu Zero Incident. Mitigasi
risiko yang dibuat harus mendapat
persetujuan dari Satu Tingkat diatas PIC

B. Kemungkinan (Probablity)
Dalam menentukan tingkat kemungkinan (probability) pada RAM RU V mengacu pada keterangan
berikut :
Kemungkinan (Probability)
Level Definisi
5 Hampir >1 per tahun Terjadi beberapa kali di wilayah
Pasti operasi Pertamina ATAU terjadi
Terjadi beberapa kali di lokasi terkait dalam
(Almost) 1 tahun terakhir ATAU adanya
kondisi yang memungkinkan
kejadian dapat terjadi di wilayah
operasi Pertamina lebih dari sekali
tiap tahunnya
4 Sangat 10-2 sampai 1 per Pernah Terjadi lebih dari sekali
Mungkin tahun selama masa hidup operasi
Terjadi (operational lifetime) Pertamina
(Likely) ATAU pernah terjadi sekali di lokasi
terkait ATAU adanya kondisi yang
memungkinkan kejadian dapat
terjadi lebih dari sekali di wilayah
Kemungkinan (Probability)
Level Definisi
operasi Pertamina selama masa
Hidup operasinya.
3 Bisa 10-4 sampai 10-2 Pernah terjadi lebih dari sekali di
Terjadi pertahun Industri Migas/ Panas Bumi/
(Moderate) Gedung Perkantoran ATAU pernah
terjadi sekali di wilayah operasi
Pertamina.
2 Jarang 10-6 sampai 10-4 Pernah terjadi sekali di Industri
Terjadi pertahun Migas/ Panas Bumi/ Gedung
(Unlikely) Perkantoran.
1 Hampir <10-6 pertahun Tidak pernah terdengar di Industry
Tidak Migas/ Panas Bumi / Gedung
Mungkin Perkantoran.
Terjadi
(Rare)

A. Keparahan (Severity)
Dalam menetapkan tingkat keparahan (severity) pada RAM RU sesuai dampak yang ditimbulkan
mengacu pada definisi berikut :
1. Dampak Manusia
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - MANUSIA
Level Definsi
5 Catastropic * Fatalitas Ganda.
* Menyebabkan wabah ke lingkungan.
* Bahan dengan potensi menyebabkan
banyak kematian, mis, bahan kimia dengan
efek toksik akut.
4 Significant * Fatalitas Tunggal/ Catat Permanen/
menyebabkan hilangnya hari kerja (Day Way
From Works).
* Bahan yang mampu menghasilkan efek
serius dan tidak dapat dipulihkan sehingga
menyebabkan terjadinya kematian.
3 Moderate * Cacat Non Permanen/ menyebabkan
pembatasan aktivitas kerja (Restricted Work
Cases).
* Bahan yang mampu menghasilkan efek
yang tidak dapat dipulihkan tanpa
menyebabkan kematian tetapi terjadi
kecacatan yang serius dan rawat inap yang
lama.
2 Minor * Kasus perawatan medis.
* Bahan yang mampu memberikan efek
kesehatan minor yang dapat dipulihkan (tidak
ada rawat inap).
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - MANUSIA
Level Definsi
1 Insignificant * Kasus P3K.
* Tidak mempengaruhi aktivitas kena.

2. Dampak Lingkungan
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - LINGKUNGAN
Level Definsi
5 Catastropic * Menyebabkan kerusakan lingkungan yang
sangat halus, berdampak jangka panjang
terhadap fungsi ekosistem atau Tumpahan
Minyak > 100 Barrel.
4 Significant * Menyebabkan efek lingkungan yang serius
dan berdampak jangka menengah atau
Tumpahan Minyak 15 - 100 Barrel.
3 Moderate * Menyebabkan efek lingkungan yang sedang
dan berdampak jangak pendek tetapi tidak
mempengaruhi fungsi ekosistem atau
Tumpahan Minyak 5-15 Barrel.
2 Minor * Menyebabkan efek minor pada lingkungan
biologis atau fisik atau Tumpahan minyak 1-5
Barrel.
1 Insignificant * Menyebabkan kerusakan terbatas pada
area yang minimal dengan signifikansi yang
rendah atau Tumpahan Minyak < 1 Barrel.

3. Dampak Reputasi dan Hukum


DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - DAMPAK REPUTASI DAN HUKUM
Level Definsi
5 Catastropic Dampak Luas International dan National :
* Potensi peliputan media nasional &
international yang mempengaruhi Anak
Perusahaan & Pertamina Persero.
* Potensi tuntutan hukum oleh regulator &
masyarakat yang terkena dampak.
* Kemarahan publik untuk menghentikan
operasi.
* Potensi perbaikan lingkungan yang diminta
oleh regulator.
4 Significant Dampak regional :
* Potensi peliputan media regional ke Anak
Perusahaan & Pertamina Persero.

* Potensi tuntutan hukum oleh regulator &


masyarakat yang terkena dampak.
* Potensi perbaikan lingkungan yang diminta
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - DAMPAK REPUTASI DAN HUKUM
Level Definsi
oleh regulator.
3 Moderate Lokal (dampak kota) :
* Potensi paparan media lokal.
* Potensi klaim hukum oleh korban yang
terkena dampak.
* Diperlukan perbaikan lingkungan yang
potensial.
2 Minor Dampak Internal :
* Potensi eksposur media.
* Permintaan oleh regulator.
1 Insignificant Tidak Ada Dampak Reputasi :
* Tidak ada perhatian media.

4. Dampak Asset dan Peralatan


DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - DAMPAK ASSET & PERALATAN
Level Definsi
5 Catastropic * Kehilangan total pada Pabrik/ Plant atau
perkiraan biaya perbaikan > US $ 5.000.000,-
4 Significant * Kehilangan sebagian Pabrik
* Pabtik ditutup atau diperkirakan biaya
perbaikan US $ 1.000.000 - US $ 5.000.000.
3 Moderate * Sebagian instalasi mengalami kerusakan
atau biaya perbaiakan diperkirakan $ 100.000
- $ 1.000.000.
2 Minor * Gangguan singkat yang mungkin terjadi
pada proses atau perkiraan biaya perbaiakn
adalah $10.000 - $ 100.000.
1 Insignificant * Tidak ada gangguan terhadap proses atau
perkiraan biaya perbaiakn <$ 10.000.

5. Dampak Finansial
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - DAMPAK FINANSIAL
Level Definsi
5 Catastropic * Nilai Pengadaan ≥80% BTR (BTR adalah
nilai keuntungan perusahaan yang ditetapkan
oleh fungsi keuangan di lokasi terkait).
4 Significant * Nilai pengadaan 50% ≤ BTR < 80%.
3 Moderate * Nilai pengadaan 40% ≤ BTR < 50%.
2 Minor * Nilai pengadaan 20% ≤ BTR < 40%.
1 Insignificant * Nilai pengadaan ≤ 20% BTR.
6. Dampak Notifikasi Publik
DEFINISI KEPARAHAN RISIKO - DAMPAK NOTIFIKASI PUBLIK
Level Definsi
5 Catastropic * Evaluasi Area Lengkap.
4 Significant * Pemberitahuan Evakuasi terhadap area
yang dipilih.
3 Moderate * Pemberitahuan terhadap Shelter di lokasi.
2 Minor * Lokal ( Pemberitahuan Telepon /
selebaran).
1 Insignificant * Tidak ada komunikasi ke Publik.

Anda mungkin juga menyukai