Microsoft Excel adalah program aplikasi lembar kerja under Windows.
Microsoft Excel menggunakan istilah Workbook sebagai dokumennya dimana di
dalamnya memuat beberapa lembar kerja yang dinamakan Worksheet. Setiap
worksheet dapat diisi dengan data yang berbeda, misalnya sheet pertama diisi dengan
laporan penjualan harian, sheet kedua untuk penempatan grafik dan seterusnya.
Dengan Microsoft Excel anda akan mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan
pekerjaan perhitungan, rekapiltulasi, sortir, pembuatan table, dan grafik.
Memulai Microsoft Excel
Ada beberapa cara untuk memulai Microsoft Excel. Pertama kita bisa
memulainya dengan klik ganda pada icon shortcut yang telah kita buat sebelumnya
pada desktop. Cara kedua dapat kita mulai dari star menu dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
Klik tombol START
Pilih menu PROGRAM
Pilih Microsoft Office
Klik Microsoft Excel
(Gambar.1. Memulai Microsoft Excel)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 1
Dan kemudian tunggulah beberapa saat sehingga muncul tampilan lembar
kerja (worksheet) seperti pada gambar 2.
Elemen-elemen Worksheet Microsoft Excel
Toolbar Formating
Title Bar Toolbar Standar
Menu Bar
Alamat Cell
Kolom
Baris
Cell Aktif Formula
Sheet Dalam
Workbook
Status Bar Scroll Bar
( Gambar. 2. Layanan Utama Microsoft Excel )
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 2
Pada kondisi standar, tiap lembar kerja terbanyak sebanyak 3 sheet. Kita
dapat melakukan beberapa pengaturan pada worksheet yaitu menentukan jumlah
worksheet dan mengganti nama Worksheet.
Mengenal Worksheet
Menambah Worksheet Pada Lembar Kerja
Klik menu TOOLS
Pilih OPTION
Klik tab menu GENERAL
Isikan jumlah sheet yang dikehendaki pada SHEETS IN NEW WORKBOOK,
dapat diisikan mulai 1 s/d 255, Sedangkan yaitu dari 1 sampai 655336.
Akhiri dengan klik OK.
Mengganti Nama Sheet
Worksheet yang ditampilkan di dalam workbook sementara diberi nama
program mulai dari sheet 1, sheet 2, sheet 3 dan seterusnya. Kita dapat mengubah
nama sheet sesuai dengan jenis data yang kita buat di dalamnya dengan langkah-
langkah sebagai berikut:
Klik kanan pada lokasi nama sheet yang akan diganti.
Klik menu RENAME.
Ketik nama sheet yang baru lalu tekan ENTER
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 3
(Gambar .3. Rename Sheet)
Kolom, Baris, Sel dan Range
Kolom adalah bagian di atas worksheet yang memanjang secara horizontal dari kiri ke
kanan. Dalam tiap sheet kolom diberi nomor dengan abjad yaitu A sampai dengan IV
yang berjumlah 256 kolom.
Drag ke kanan untuk
melebarkan atau ke kiri untuk
menyempitkan kolom
Gambar 5. Mengatur lebar kolom
Baris adalah bagian yang terletak di sebelah kiri worksheet dengan arah vertical dari
atas ke bawah. Baris diberi nomor dengan angka 1 sampai dengan 65536.
Sel adalah koordinat atau pertemuan antara kolom dan baris yang dinyatakan dengan
nomor kolom dan nomor baris. Contoh jika pointer berada pada kolom H baris 5,
maka dinamakan dengan sel Sel H5.
Range merupakan sekumpulan sel yang telah digabungkan menjadi satu dengan
tujuan tertentu, misal untuk pemformatan beberapa sel secara bersamaan, mencari
nilai rata-rata dari sekumpulan data dan lain-lain. Contoh range adalah B2:D4 yang
berarti mulai dari kolom B baris ke-2 sampai dengan kolom D baris ke-4. Range juga
dapat diberi nama sesuai dengan data yang ada di dalamnya yang bertujuan agar
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 4
mempermudah saat pengolahan data sehingga kita tidak melakukan pengeblokan
secara berulang-ulang.
Langkah untuk memberi nama sebuah range adalah:
Blok data pada sel-sel yang akan didefinisikan sebagai nama range
Klik menu Insert
Pilih Name
Klik Define
Pada kotak dialog yang ada tuliskan nama range, kemudian klik OK.
Menu File
Menu File digunakan untuk melakukan operasi-operasi yang terkait dengan
dokumen (file). Menu berikut berisi tentang perintah membuka worksheet baru
(New), Membuka dokumen yang telah tersimpan (Open), menutup
worksheet/dokumen (Close), menyimpan worksheet (Save), Menyimpan worksheet
dengan nama yang lain (Save As), Melakukan pencarian dokumen (File Search),
Menyesuaikan Halaman (Page Setup), Melakukan cetak monitor (Print Preview),
Melakukan cetak dengan printer (Print), Menutup Microsoft Excell (Exit).
( Gambar .4. Menu File )
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 5
Beberapa Menu File Standar juga disajikan dalam menu Bantu pada Tool Bar
Standar, seperti New, Open, Save, Print, Preview, dan Lain-lain.
(Gambar.5. Toolbar Standar)
Menyimpan Dokumen
Penyimpanan dokumen bisa dilakukan melalui menu FILE atau dengan
menggunaka icon disket pada toolbar standar. Berikut adalah menggukan Menu File.
Pilih SAVE AS saat penyimpanan dokumen pertama kali. Ketik nama dokumen
pada FILE NAME dengan ketentuan pemberian nama dokumen maksimal 254
karakter tanpa tanda kutip dan tentukan folder tujuan penyimpanan dokumen dari
SAVE IN kemudian klik OK. Dengan pilihan ini anda juga dapat melakukan
penggantian nama dan folder tempat tujuan penyimpanan dokumen
(Gambar.6. Save As Dokumen)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 6
Pilih SAVE untuk penyimpanan selanjutnya (sudah diberi nama file).
(Gambar .[Link] Dokumen)
Membuka Dokumen Yang Telah Tersimpan
Untuk membuka dokumen yang telah tersimpan lakukan pada icon OPEN
yang terdapat pada toolbar STANDARD, atau dari menu FILE pilih OPEN.
Tentukan folder tempat penyimpanan dokumen yang akan dibuka dari LOOK IN.
Pilih dokumen yang akan dibuka kemudian klik tombol OPEN.
(Gambar 8. Membuka Dokumen)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 7
Menutup Dokumen Atau Mengakhiri Program
Untuk menutup dokumen yang sedang dibuka tanpa mengakhiri EXCEL,
lakukan dari menu FILE pilih CLOSE. Untuk menutup dokumen sekaligus
mengakhiri program Excel, dilakukan dari menu FILE pilih EXIT atau klik pada
icon CLOSE yang terdapat pada tepi kanan TITLE BAR.
Mencetak Dokumen
Pada satu worksheet Excel, mungkin terdapat beberapa tabel atau grafik, anda
dapat mencetak semuanya atau bagian tertentu saja. Jika anda akan mencetak grafik
atau tabel tertentu maka mulailah dengan mengeblok tabel atau grafik yang akan
dicetak, tetapi bila anda ingin mencetak semuanya pengeblokan tidak diperlukan.
Untuk mencetak melalui menu FILE pilih PRINT:
NAME, harus terisi sesuai dengan driver printer yang akan digunakan untuk
mencetak dokumen.
NUMBER OF COPIES, guna menentukan jumlah cetakan tiap lembar.
Pada PRINT WHAT
SELECTION, guna mencetak bagian yang diblok saja.
ACTIVE SHEET, mencetak semua tabel dan grafik yang terdapat dalam
worksheet.
ENTIRE WORKBOOK, mencetak semua worksheet.
Klik OK untuk memulai pencetakan.
(Gambar 9. Mencetak Dokumen)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 8
Jenis Data dalam Microsoft Excel
Secara garis besar Microsoft Excel membagi data yang diolah menjadi dua, yaitu:
1. Data Karakter
Seluruh data yang dimulai dari pengetikan huruf (A s/d Z)
Karakter non angka yang berdiri dengan angka, misal B123 atau 50F2 dan
seluruhnya tidak dapat dioperasikan secara aritmatik.
2. Data Numerik
Semua angka merupakan data numeric karena dapat dioleh secara aritmatik.
Angka yang ditulis dalam bentuk Eksponensial, misal 2E6 artinya sama
dengan 2000000.
Angka tanggal yang diketik dengan format MM/DD/YY.
Angka jam yang diketik dengan format HH:MM:SS.
Memasukkan Data
Cara pemasukan data adalah dengan mengetik secara langsung ke dalam sel
yang telah kita maksudkan. Pengisian data dapat kita lakukan secara manual atau
dengan menggunakan autofill yang biasa digunakan untuk data yang berurutan seperti
nomor urut, nama hari, nama bulan, tahun dan sebagainya.
Data yang (Gambar 10. Cara-cara Pengisian Data)
diketik
manual
Angka 1 dengan
Autofill dapat membuat
Huruf B Angka 2 urutan
diperbanyak diperbanyak
dengan Copy dengan Copy
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 9
OPERASI FUNGSI
Fungsi didalam program spreadsheet adalah suatu fasilitas dalam hal
perhitungan yang digunakan melakukan penghitungan financial, statistic, analisa
logika, pengambilan keputusan manipulasi teks dan lain-lain.
Formula Bar
Sebelum membahas fungsi-fungsi yang disediakan oleh Microsoft Excel,
anda harus memahami formula bar sebagai salah satu kunci utama untuk
menyelesaikan suatu rumus.
Edit Formula, untuk memulai Menampilakan rumus yang tengah dibuat
pembuatan rumus atau fungsi atau rumus yang terdapat pada suatu sel
List Box
Formula
Untuk menampilkan List Box
Formula/Daftar Fungsi Cancel Enter
(Gambar 11. Formula Bar)
Fungsi Dasar
Dalam fungsi dasar penekanan fungsi adalah terbatas pada perhitungan data
aritmatika dengan menggunakan operator-operator:
Operator Aritmatika Operator Relasional
+ Penjumlahan = Sama Dengan
_ Pengurangan > Lebih Besar
* Perkalian < Lebih Kecil
/ Pembagian >= Lebih Besar atau Sama Dengan
^ Pangkat <= Lebih Kecil atau Sama Dengan
Berikut adalah contoh langkah penggunaan Fungsi Dasar untuk mencari Nilai
Keuntungan yang didapat dari Harga Jual dikurangi Harga Beli.
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 10
2. Klik Edit Formula untuk 1. Klik pada sel yang
memulai membuat rumus akan diisi (D4)
4. Klik sel Harga Beli (B4) 3. Klik pada sel yang Harga Jual 5. Drag ke bawah untuk
kemudian klik OK (C4) kemudian ketikkan operator memperbanyak rumus agar
Pengurangan tidak perlu mengulang rumus
(Gambar 12. Pembuatan Fungsi Dasar)
Fungsi Statistik
1. Fungsi penjumlahan data = SUM (Range)
2. Fungsi pencarian nilai terbesar = MAX (Range)
3. Fungsi pencarian nilai terkecil = MIN (Range)
4. Fungsi pencarian nilai rata-rata = Average (Range)
5. Fungsi pencarian jumlah data angka = Count (Range)
(Gambar 13. Contoh Fungsi statistic)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 11
1. Klik Edit Formula untuk memulai pembuatan rumus
2. Pilih
SUM 3. Rang data yang dijmlahkan,
diperoleh dengan mengeblok
data yang akan di jumlahkan,
kemudian klik OK
(Gambar 14. Fungsi Statistik)
Fungsi Logika
Fungsi logika atau IF berfungsi untuk menguji suatu logika kondisi dengan
syarat tertentu untuk mendapatkan nilai benar atau salah. Logika tunggal adalah
pengujian dengan menggunakan satu syarat yang ditetapkan. Statemen fungsi logika
IF adalah sebagai berikut:
=IF(Logica_test; Value_if_true; Value_if_false)
Logical Test : Sel yang diuji dan syarat yang ditetapkan
Value If True : Kondisi jika syarat yang ditetapkan terpenuhi
Value If False : Kondisi jika syarat yang ditetapkan tidak terpenuhi
Contoh:
Jika Kode adalah ‘S’, maka Keterangan “Simpati”
Jika Kode adalah ‘M’, maka Keterangan “Mentari”
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 12
(Gambar 15. Latihan fungsi logika tunggal)
2. Tampilkan List Untuk menggulung dan membuka
Box Formula. 1. Klik Edit Formula
kembali Dialog Box
Kemudian pilih IF untuk memulai
Dialog
Box
(Gambar 16. Fungsi logika tunggal)
Fungsi Logika Bertingkat
Logika bertingkat terjadi jika syarat yang ditetapkan lebih dari satu.
Contoh:
Jika Kode adalah ‘S’, maka Keterangan “Simpati”
Jika Kode adalah ‘M’, maka Keterangan “Mentari”
Jika Kode adalah ‘I’, maka Keterangan “IM3”
Jika Kode adalah ‘H’, maka Keterangan “Hallo”
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 13
Maka statemen fungsi logika akan bertingkat mengikuti jumlah syarat dengan struktur
sebagai berikut:
=IF(Logical_test_1;Value_if_true_1;IF(Logical_test_2;Value_if_true_2;
IF(Logical_test_3;Value_if_true_3;value_if_false)))
(Gambar 17. Fungsi Logika bertingkat)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 14
Logita test 1
Value if true 1
Pada Value if Faalse 1,
klik List Box Formula
kemudian pilih IF lagi
Logika test 2 Value if true 2
Pada Value if Faalse 2,
klik List Box Formula
kemudian pilih IF lagi
Logika test 3 Value if true 3
Value if false 3 yang
berarti Logika test 1,2
dan 3 tidak terpenuhi
OK untuk mengakhiri
(Gambar 18. Logika bertingkat)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 15
Fungsi VLOOKUP
Fungsi VLOOKUP dipergunakan untuk pengisian sel dengan membaca tabel
referensi yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan kode yang terdapat pada sel
kunci. Statemen fungsi VLOOKUP adalah sebagai berikut:
=VLOOKUP(Lookup_value;Table_array;Col_index_num;Range_lookup)
Lookup_value
Alamat sel kunci yang berfungsi sebagai kunci penghubung dengan tabel
referensi.
Table_array
Nama range tabel referensi yang sudah didefinisikan sebelumnya.
Col_index_number
Angka index yang menunjukkan nomor kolom pada tabel referensi yang akan
dibaca.
Range_lookup
Suatu statemen logika TRUE dimana data akan dioleh dengan
pendekatan/pembulatan pada sel kunci dan data kunci sehingga kebenaran tidak
akurat, atau FALSE akan menyalahkan setiap sel kunci yang tidak sesuai dengan
data kunci referensi.
1 2 3
(Gambar 19. Fungsi VLOOKUP)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 16
Ketentuan:
Tabel referensi (B16:D19) diberi nama range KOMPONEN
Nama komponen (C5) diperoleh dari membaca range komponen kolom ke-2
berdasarkan kode
Harga satuan (D5) diperoleh dari membaca range komponen kolom ke-3
berdasarkan kode.
Jabatan (D4)
Sel Kunci
Nama Range
Tabel Referensi
Membaca
kolom ke 2
Kebenaran
yang akurat
Tunjangan (E4)
Membaca
kolom ke 3
(Gambar 20 dan 21. Vlookup)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 17
Fungsi Text
Fungsi text digunakan utnuk membaca pada bagian tertentu dari suatu teks
yang terdapat pada sebuah sel. Teks yang terbaca terbagi menjadi tiga bagian yaitu
bagian kiri, tengah dan kanan.
1. LEFT(Text;Num_chars)
2. MID (Text;Start_num;Num_chars)
3. RIGHT(Text;Num_chars)
Text : Letak sel dari teks yang akan dibaca
Start_num : Nomor karakter pertama dari teks yang akan dibaca
Num_chars : Jumlah karakter yang dibaca
(Gambar 22. Fungsi Text)
Ketentuan:
Nomor siswa terbagi menjadi tiga bagian:
Dua karakter di sebelah kiri adalah Tahun Angkatan
Empat karakter di tengan adalah Nomor Induk
Satu karakter disebelah kanan adalah Jurusan
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 18
Nomor induk (B5)
(Gambar 23. Fungsi MID)
Jurusan (C5)
Jika “L” maka “LISTRIK”
Jika “M” maka “MESIN”
(Gambar 24. Fungsi RIGHT)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 19
Tahun Angkatan (D5)
(Gambar 25. Fungsi LEFT)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 20
Pengurutan Data
Data yang dientry pada tabel dengan acak dapat diurutkan (SORTIR) berdasarkan
kriteria tertentu dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Blok data yang akan diurutkan (judul kolom dan nomor tidak diikutkan)
Klik menu DATA,kemudian klik SORT
Sort by untuk menentukan kriteria utama pengurutan
Then by untuk menentukan kriteria ke dua dan ke tiga (dapat
diabaikan)
Ascending : urutan menaik (A – Z atau 0 – 9)
Descending : Urutan menurun (Z – A atau 9 – 0)
Header row, baris pertama tidak diikutkan dalam pengurutan
No header row, baris pertama diikutkan dalam pengurutan
(Gambar 26. Mengurutkan data (SORTIR))
Sort menggunakan AutoFilter
Kita bisa mengurutkan data dengan cara memilih berdasarkan criteria yang
simple. Sebagai contoh untuk table diatas, kita bisa memilih data yang
memiliki jabatan instruktur saja dengan cara :
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 21
- Blok pada judul kolom
- Klik menubar Data, Filter, AutoFilter. Akan muncul menu dropdown
pada judul kolom.
- Pilih dropdown pana kolom Jabatan, kemudian pilih Instruktur
- Untuk menampilkan kembali data secara keseluruhan, pilihlah All
- Untuk menyembunyikan dropdown, klik kembali menubar Data,
Filter, AutoFilter
Sort Menggunakan Advance Filter
Di dalam mengurutkan data menggunakan advance filter, pertama kali kita
buat sebuah table yang digunakan untuk criteria pemilihan data yang akan kita
lakukan. Misalnya untuk memilih data yang jabatannya instruktur dan gajinya
sebesar 800.000 rupiah adalah dengan membuat table criteria sebagai berikut :
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 22
Kemudian untyuk memilih data dengan menggunakan advance filter adalah
dengan klik pada menu Data → Filter → Advance Filter. Kemudian akan
terdapat sebuah kotak dialog sebagai berikut :
Pilih pada Copy to another location untuk menempatkan hasil filter pada
lokasi di luar table induk, atau pilih Filter the list, in place untuk
menempatkan hasil filter di dalam table induk. Untuk kasus ini kita pilih Copy
to another location. Kemudian isikan List rangenya dengan blok pada table
induk, criteria range pada table criteria dan copy to pada lokasi di bawah table
criteria.
Setelah anda klik OK, maka akan tampil sebuah table di bawah table criteria
sebagai berikut :
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 23
Arti dari apa yang kita lakukan diatas adalah memilih data yang jabatannya
instruktur dan gajinya sebesar 800.000 rupiah. Maka terpilih data yaitu Teguh
Widodo dan Endah, karena kedua orang tersebut yang menjabat sebagai
instruktur dan gajinya 800.000 rupiah.
Pemilihan data seperti ini memudahkan kita apabila data yang akan kita cari
berada dalam table yang berisi ribuan orang, bayangkan bagaimana susahnya
kita memilih data secara manual apabila kita memilih di dalam data yang
jumlahnya ribuan orang.
Kemudian cara yang lain yang digunakan untuk memilih data dengan advance
filter ini adalah dengan mengkreasikan table criteria dengan cara sebagai
berikut :
Dengan cara yang sama, isilah List range, Criteria range dan Copy to – nya.
Maka pemilihan yang kita lakukan menghasilkan table sebagai berikut :
Dapat kita simpulkan bahwa untuk pemilihan data dengan cara yang kedua ini
menghasilkan table data berupa semua orang yang jabatannya instruktur dan
semua orang yang memiliki gaji sebesar 600.000 rupiah. Bandingkan dengan
pemilihan data dengan cara yang pertama ?
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 24
Latihan :
Coba anda lakukan percobaan pemilihan data pada table induk seperti diatas
dan dengan membuat table criteria sebagai berikut :
Memformat Angka
Agar data angka lebih mudah dibaca, Anda dapat memberikan format tertentu
sesuai dengan dengan jenis angka yang akan di format. Jika menggunakan tabel
Daftar Gaji di atas maka, blok data pada kolom Gaji Pokok kemudian klik menu
FORMAT, pilih CELLS
Klik tab NUMBER
Tentukan kategori : ACCOUNTING
Decimal Places untuk menentukan jumlah bilangan decimal
Symbol untuk menentukan Currency misal $ atau Rp kemudian klik
OK
(Gambar 27. Format angka)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 25
Membuat Tabel Excel
Pembuatan tabel adalah langkah terakhir untuk mendapatkan layout yang
menarik. Jika menggunakan contoh pada tabel Daftar Gaji di atas maka lakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
Blok lokasi pembuatan tabel pada range B3 :E15
Klik menu FORMAT, kemudian pilih CELLS
Klik tab BORDER
Pilih bentuk garis yang disediakan pada Line Style
Tempatkan garis yang dipilih dengan tombol OUTLINE,
INSIDE atau klik pada tombol-tombol BORDER kemudian
akhiri dengan klik OK
Pembuatan tabel tidak dapat diselesaikan dengan satu kali perintah, lakukan
dengan cara yang hampir sama untuk membuat garis dibawah judul kolom
(Gambar 28. Membuat table)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 26
Selain laporan dalam bentuk tabel, Excel juga menyediakan fasilitas grafik
dengan banyak pilihan untuk menyajikan suatu laporan atau data.
(Gambar 29. Tabel untuk pembuatan grafik)
Untuk pembuatan grafik ikuti langkah-langkah sebagai berikut :
Blok data yang akan dibuat grafik dengan ketentuan, kolom pertama adalah sumbu
x, kolom ke dua sumbu Y(1), kolom ke tiga sumbu Y(2) dan seterusnya
Klik icon Chart Wizzard
Akan ditampilkan tuntunan langkah yang terdiri dari 4 langkah yaitu :
1. Memilih bentuk grafik yang akan dibuat
2. Menentukan nama series masing-masing sumbu Y
3. Mengisikan judul-judul grafik memperbagus tampilan grafik
4. Menentukan letak grafik yang sudah jadi.
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 27
(Gambar . 30) (Gambar . 31)
(Gambar . 32) (Gambar. 33)
(Gambar 30 s/d 34. Langkah-langka pembuatan grafik)
SMA N 1 Teladan Yogyakarta 28