Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan
Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang
dilaksanakan sesuai degan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan
profesionalitas guru. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan, dan
memperluas pengetahuan dan keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara
profesional. Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap peserta didik.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan setelah kegiatan evaluasi diri
yang dilakukan oleh masing-masing guru yang selanjutnya di analisis oleh koordinator PKB
beserta Tim Pembantu Koordinator. Dimana hasil evaluasi diri dan analisis ini selanjutnya
dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencangkup kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi,dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan karakteristik,
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut
ini.
diadopsi dari Center for Continous Profesional Development (CPD).
University of Cincinnati Academic Health Center.
1
Melalui siklus evaluasi, refleksi pengalaman belajar, perencanaan dan implementasi
kegiatan pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan, maka diharapkan guru akan
mampu mempercepat pengembangan kompetensi padagogik, profesional, sosial, dan
kepribadian untuk kemajuan [Link] dapat memenuhi harapan tersebut diatas dan untuk
dapat menjamin keterlaksanaan kegiatan PKB maka terlebih dahulu perlu di susunnya program
pelaksanaan kegiatan yang merupakan langkah awal dalam tahap perencanaan yang dapat
dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan serta menjadi dasar monitoring evaluasi maupun
pelaporan.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintahan Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan
Pegawai Negeri Sipil;
4. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintahan Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai
Negeri Sipil;
7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsinal Guru dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 14 Tahun 2010 dan No mor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional dan Angka Kreditnya;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 12 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Pengawas Madrasah ;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Kepala Madrasah ;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Konselor;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
2
C. TUJUAN
1. Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan
kualitas layanan pendidikan di Madrasah /madrasah dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan.
2. Tujuan khusus pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut;
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang di
tetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhu kebutuhan guru dalam
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses
pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Mununjang pengembangan karir guru.
D. MANFAAT
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yangterstruktur, sistematik dan
memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik
Peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif.
2. Bagi Guru
Guru dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu
melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai dengan kebutuhan belajar
peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
3. Bagi Madrasah
Madrasah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta
didik.
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat
Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka mendapatkan layanan
pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar yang efektif.
5. Bagi Pemerintah
3
Memberikan jaminan kepada mayarakat tentang layanan pendidikan yang berkualitas
dan professional.
E. SASARAN
Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua guru pada
MTS ........ Ciamis
F. KEGIATAN
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru.
Pelaksanaannya didasarkan pada unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan,
prinsip pelaksanaan dan lingkup pelaksanaan kegiatan.
1. Unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan
Menurut Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, unsur kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan meliputi:
a. Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar
memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan
pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.
b. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada
masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses
pembelajaran di Madrasah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi
ilmiah mencakup 3 kelompok yaitu ;
1) Presentasi pada forum ilmiah
1) Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan formal
2) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/atau pedoman guru
c. Karya Inovatif
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan
baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses
pembelajaran di Madrasah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan
seni. Karya inovatif ini dapat berupa penemuan teknologi tepat guna,
penemiian/peciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan/modifikasi alat
pelajaran/peraga/praktikum, atau penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya
pada tingkat nasional maupun provinsi.
4
2. Prinsip pelaksanaan
Dalam sistem Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, sebagai langkah awal
pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru, dilakukan pemetaan profil
kinerja guru dengan menggunakan instrumen evaluasi diri. Kegiatan tersebut dilaksanakan
pada setiap awal semester periode penilaian kinerja guru, untuk tahun ajaran 2020 /2021
dilaksanakanan mulai minggu pertama bulan Januari 2020 sampai dengan minggu ketiga
bulan pebruari 2020 ( 14 Januari 2020 s/d 9 Pebruari 2020 ), yang hasilnya akan digunakan
sebagai acuan dalam merencanakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-4 bulan Maret (11 Pebruari sampai dengan 30
Maret 2020 ) dilaksanakan analisis terhadap instrument evaluasi diri yang telah diisi oleh
seluruh guru.
Melalui kegiatan ini dapat diketahui tentang profil kinerja guru baik secara individual
maupun kelompok. Merumuskan / membuat perencanaan PKB oleh koordinator PKB bersama-
sama guru, melalui konsuhasi dengan kepala Madrasah . menetapkan dan menyetujui rencana
final PKB bagi guru dengan oleh Koordinator PKB bersama Kepala Madrasah , untuk
selanjutnya serah terima rencana kegiatan PKB dari koordinator PKB kepada masing-masing
guru.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan selama kurun waktu 2 semester
baik bagi guru yang telah maupun yang belum mencapai standar yang ditetapkan. Dalam
setiap semester terdapat bulan yang tidak sepenuhnya efektif digunakan dalam proses
pembelajaran terdapat mingu-minggu yang tidak efektif, hal ini tentunya harus dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan jadwal kegiatan PKB, selanjutnya pada setiap
akhir semester ke 2 dilakukan penilaian kinerja guru (PKG), dimana hasilnya merupakan
gambaran peningkatan kompetensi yang diperoleh guru setelah melaksanakan pengembangan
keprofesian berkelanjutan pada tahun berjalan dan sekaligus digunakan sebagai dasar
penetapan angka kredit unsur utama dari sub-unsur pembelajaran/bimbingan pada tahun
tersebut. Hasil penilaian kinerja guru tahun sebelumnya dan dilengkapi hasil evaluasi diri
tahun berjalan, selanjutnya digunakan sebagai acuan perencanaan pengembangan keprofesian
berkelanjutan untuk tahun berikutnya.
Agar pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat mencapai tujuan
yang diharapkan sesuai dengan prioritas pelaksanaan tersebut, maka pelaksanaan
pengembangan keprofesian berkelanjutan didasarkah pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian integral dari tugas guru
sehari-hari yang berorientasi kepada keberhasilan peserta didik. Cakupan materi untuk
kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan harus kaya dengan materi akademik,
5
metode pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, teknologi dan/atau seni, serta berbasis
pada data dan hasil pekerjaan peserta didik sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
b. Setiap guru berhak mendapat kesempatan dan wajib mengembangkan diri secara leratur.
sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesinya.
c. Madrasah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk mengikuti program
pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan minimal jumlah jam per tahun sesuai
dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Kementerian Agama Kabupaten/Kota
dan/atau Madrasah berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan perlu. Untuk
menghindari kemungkinan pengalokasian kesempatan pengembangan yang tidak merata,
maka proses perencanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dimulai
dari Madrasah
d. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan kompetensi setelah diberi kesempatan untuk
mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya,
maka dimungkinkan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sanksi tersebut
tidak berlaku bagi guru, jika Madrasah tidak dapat memenuhi kebutuhan guru untuk
melaksanakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
e. Guru harus terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan sebagai salah satu
sumber informasi kegiatan monitoring dan evaluasi program pengembangan keprofesian
berkelanjutan sehingga betul-betul terjadi perubahan pada dirinya yang berkontribusi pada
peningkatan kualitas layanan pendidikan di Madrasah .
f. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus berkontribusi dalam mewujudkan visi, misi,
dan nilai-nilai yang berlaku di Madrasah .Oleh karena itu, kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana pengembangan
Madrasah dalam melaksanakan peningkatan mutu pendidikan.
g. Sedapat mungkin kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan di
Madrasah atau MGMP /KKG bersama-sama dengan Madrasah lain, sehingga mengurangi
dampak negatif pada layanan pendidikan karena guru meninggalkan Madrasah .
h. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dapat mewujudkan guru yang lebih
profesional sehingga mendorong pengakuan profesi guru sebagai lapangan pekerjaan yang
bermartabat dan bermakna bagi masyarakat dalam pencerdasan kehidupan bangsa.
i. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan dapat mendukung
j. pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.
6
3. Lingkup pelaksanaan
Lingkup pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditunjukkan dalam
diagram di bawah ini (diadopsi dari TDA: Continuing Profesional Development.
[Link] pengembangan
keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan di internal Madrasah , eksternal-antar Madrasah
maupun melibatkan kepakaran lain yang dimungkinkan untuk dilakukan melalui jaringan
virtual.
a. Dilakukan oleh guru secara mandiri, dengan program kegiatan antara lain
sebagai berikut:
1) mengembangkan kurikulum yang mencakup topik-topik aktual/terkini yang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan
peserta didik;
2) merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode
pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
3) mengevaluasi, menilai dan menganalis hasil belajar peserta didik yang dapat
menggambarkan kemampuan peserta didik secara nyata;
4) menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran berdasarkan umpan balik yang
diperoleh dari peserta didik;
5) melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehari-hari sebagai
bahan untuk pengembangan pembelajaran;
6) mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi untuk
membantu pengembangan pembelajaran;
7
7) melakukan penelitian mandiri (misalnya Penelitian Tindakan Kelas) dan menuliskan
menjadi bahan publikasi ilmiah;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru
b. Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain dalam satu Madrasah dengan program
kegiatan antara lain sebagai berikut:
1) mengobservasi kegiatan pembelajaran sesama guru dan memberikan saran untuk
perbaikan pembelajaran;
2) melakukan identifikasi, investigasi dan membahas permasalahan yang dihadapi di
kelas/Madrasah ;
3) menulis modul, buku panduan peserta didik, lembar kerja peserta didik, dsb;
4) membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi
untuk membantu pengembangan pembelajaran;
5) mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar dengan memanfaatkan TIK;
6) melaksanakan pembimbingan pada program induksi bagi guru pemula;
7) melakukan penelitian bersama dan menuliskan hasil penelitian tersebut;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru
c. Dilakukan oleh guru melalui jaringan Madrasah .
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringanMadrasah dapat
dilakukan dalam satu rayon (kelompok kerja/musyawarah kerja guru), antar rayon dalam
kabupaten/kota tertentu, antar provinsi, bahkan dimungkinkan melalui jaringan kerjasama
Madrasah antar neeara serta kerjasama Madrasah dan industri, baik secara langsung maupun
melalui teknologi informasi.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan antara lain dapat
berupa:
1) kegiatan MGMP /KKG ;
2) pelatihan/seminar/lokakarya;
3) kunjungan ke Madrasah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
4) mengundang narasumber dari Madrasah lain, komite Madrasah , dinas pendidikan,
pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi/institusi yang relevan.
Adapun dalam pelaksanaannya nanti tentunya akan memperhatikan hasil evaluasi diri yang
dijadikan dasar dalam menentukan profil kinerja guru, situasi dan kondisi, kemampuan serta
arah kebijakan tingkat rayon, tingkat kabupaten, propinsi dan pusat.
Dalam menetapkan pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan di Madrasah ,
melalui jaringan Madrasah , atau kepakaran lain, hal hal lamnya yang juga menjadi perhatian
yaitu :
8
1) tidak merugikan kepentingan belajar peserta didik
2) sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru -dan peningkatan mutu
Madrasah
3) kelayakan pelaksanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan ditinjau dari
segi ketersediaan sumber daya manusia, biaya. dan waktu.
Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi
format-1
Tahap 2: Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang
dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat pembelajaran
Tahap 3: Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2 oleh
guru dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan Kepala Madrasah
Tahap 4: Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan
menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Madrasah
Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian berkelanjutan
yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar
Madrasah
Tahap 6: Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang
telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar Madrasah
Dengan memperhatikan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang
dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat pembelajaran, maka program
kegiatan PKB pada tahap-6 ini diarahkan menjadi:
a. Bagi guru yang memiliki kompetensi sesuai standar atau diatas standar program
pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada peningkatan dan
pengembangan kompetensi terkait dengan pelaksanaan tugas utama/kinerja guru,
pengembangan model pembelajaran aktif dan materi-materi ajar berbasiskan IT/ICT,
serta pengembangan kompetensi untuk menghasilkanpublikasi ilmiah/karya inovatif.
Dengan demikian guru akan memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak
setengah-tengah serta memiliki kepribadian yang matang dan seimbang agar mampu
memberikan layanan pendidikan sesuai dengan perkembangan masa kini
b. Bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi yang dipersaratkan Program
pengembangan keprofesian berkelanjutannya diarahkan kepada pencapaian standar
kompetensi.
Dalam pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru yang belum
mencapai kompetensi standar dapat didampingi oleh Guru pendamping.
9
Adapun mekanisme penanganan guru yang belum memenuhi standar yang ditetapkan
akan dilakukan sebagai berikut;
1) Informal
Pada tahap ini guru bersangkutan menganalisis hasil penilaian kinerjanya dengan
menemukan kemungkinan solusi - untuk pengembangan lebih lanjut terhadap
kompetensi yang nilainya dibawah standar dengan didampingi oleh kepala
Madrasah , koordinator PKB dan guru pembimbing. Dengan alokasi waktu 6-8
minggu untuk melaksnakan PKB secara mandiri.
2) Semi-formal
Dilaksanaka apabila observasi pada tahap informal belum menunjukan adanya
peningkatan kompetensi yang ingin dicapai. Pada tahap ini, program pembinaan
lebih terstruktur dan guru harus bekerja sama dengan seorang guru pendamping.
Dengan dukungan guru pendamping, guru melakukan kegiatan. peningkatan
kompetensi yang diperlukan selama 6 - 8 minggu
melalui kegiatan kolektif guru di MGMP /KKG .
3) Formal
Jika hasil observasi ulang pada tahap informal dan semi-formal belum menunjukkan
peningkatan kompetensi standar, maka pembinaan guru dilakukan melalui tahapan
formal. Pada tahap formal ini, guru dikirimkan oleh Madrasah untuk mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan di lembaga pelatihan (misalnya P4TK,
PT/LPTK, dan service provider lainnya) melalui proses pengawasan oleh kepala
Madrasah .
10
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN (PKB) DI MTS ........ CIAMIS
A. PELAKSANA KEGIATAN
Jabatan Dalam
No Nama/NIP/NUPTK Jabatan
Kegiatan
1 Kepala Madrasah PenJab Kegiatan
Kabupaten)
C. PESERTA
Peserta kegiatan PKB adalah seluruh guru MTS ........ Ciamis yang telah mengikuti
/melaksanakan kegiatan evaluasi diri,adapun pesertanya adalah sebagai berikut ;
1
2
3
4
11
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
12
a. Uraian Materi Pokok Kegiatan PKB Guru Mata Pelajaran
No KOMPETENSI INDIKATOR
1 Mengenal 1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik
karakteristik di kelasnya
peserta didik 2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar
yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan
kemampuan belajar yang berbeda.
4. Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta
didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta
didik lainnya.
5. Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan
peserta didik
6. Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu
agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik
tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok-olok, minder, dsb.).
2 Menguasai teori
belajar dan 1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai
prinsip-prinsip materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui
pembelajaran pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi
yang mendidik
2. Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap
materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas
pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut.
3. Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang
dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan
rencana, terkait keberhasilan pembelajaran.
4. Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan
belajar peserta didik.
5. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu
sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun
proses belajar peserta didik.
6. Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang
memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan
menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran
berikutnya.
13
4. Guru memilih materi pembelajaran yang: a) sesuai dengan tujuan
pembelajaran, b) tepat dan mutakhir, c) sesuai dengan usia dan
tingkat kemampuan belajar peserta didik, dan d) dapat dilaksana kan
di kelas e) sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.
5 Memahami dan 1. Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian
mengembangkan terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan
potensi masing-masing.
2. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang
mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan
pola belajar masing-masing.
3. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk
memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta
didik.
14
4. Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran
dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
5. Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat,
potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.
6. Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai
dengan cara belajarnya masing-masing.
7. Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan
mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang
disampaikan.
7 Penilaian dan 1. Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan
evaluasi pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang
tertulis dalam RPP.
2. Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis
penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan Madrasah , dan
mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang
tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan
akan dipelajari
3. Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi
topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan
kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan remedial
dan pengayaan.
4. Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan
merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,
dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran,
rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
5. Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan
rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
15
8 Bertindak sesuai 1. Guru menghargai dan mempromosikan prinsip-prinsip Pancasila
dengan norma sebagai dasar ideologi dan etika bagi semua warga Indonesia.
agama, hukum, 2. Guru mengembangkan kerjasama dan membina kebersamaan dengan
sosial dan teman sejawat tanpa memperhatikan perbedaan yang ada (misalnya:
kebudayaan suku, agama, dan gender).
nasional
3. Guru saling menghormati dan menghargai teman sejawat sesuai
Indonesia
dengan kondisi dan keberadaan masing-masing
4. Guru memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa
Indonesia.
5. Guru mempunyai pandangan yang luas tentang keberagaman bangsa
Indonesia (misalnya: budaya, suku, agama).
10 Etos kerja, 1. Guru mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan tepat waktu.
tanggung jawab 2. Jika guru harus meninggalkan kelas, guru mengaktifkan siswa
yang tinggi, dan dengan melakukan hal -hal produktif terkait dengan mata pelajaran,
rasa bangga dan meminta guru piket atau guru lain untuk mengawasi kelas.
menjadi guru 3. Guru memenuhi jam mengajar dan dapat melakukan semua kegiatan
lain di luar jam mengajar berdasarkan ijin dan persetujuan pengelola
Madrasah .
4. Guru meminta ijin dan memberitahu lebih awal, dengan memberikan
alasan dan bukti yang sah jika tidak menghadiri kegiatan yang telah
direncanakan, termasuk proses pembelajaran di kelas.
5. Guru menyelesaikan semua tugas administratif dan non-
pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan.
6. Guru memanfaatkan waktu luang selain mengajar untuk kegiatan
yang produktif terkait dengan tugasnya.
7. Guru memberikan kontribusi terhadap pengembangan Madrasah dan
mempunyai prestasi yang berdampak positif terhadap nama baik
Madrasah .
8. Guru merasa bangga dengan profesinya sebagai guru.
11 Bersikap inklusif, 1. Guru memperlakukan semua peserta didik secara adil, memberikan
bertindak perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing, tanpa
objektif, serta memperdulikan faktor personal.
tidak 2. Guru menjaga hubungan baik dan peduli dengan teman sejawat
Diskriminatif (bersifat inklusif), serta berkontribusi positif terhadap semua diskusi
16
formal dan informal terkait dengan pekerjaannya.
3. Guru sering berinteraksi dengan peserta didik dan tidak membatasi
perhatiannya hanya pada kelompok tertentu (misalnya: peserta didik
yang pandai, kaya, berasal dari daerah yang sama dengan guru).
14 Mengembangkan 1. Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik, lengkap, dan didukung
keprofesian dengan contoh pengalaman diri sendiri.
melalui tindakan 2. Guru memiliki jurnal pembelajaran, catatan masukan dari kolega
reflektif atau hasil penilaian proses pembelajaran sebagai bukti yang
menggambarkan kinerjanya.
3. Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk
mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
selanjutnya dalam program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
4. Guru dapat mengaplikasikan pengalaman PKB dalam perencanaan,
pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan tindak lanjutnya.
5. Guru melakukan penelitian, mengembangkan karya inovasi,
mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar, konferensi), dan aktif
dalam melaksanakan PKB.
6. Guru dapat memanfaatkan TIK dalam berkomunikasi dan
pelaksanaan PKB
Tahun Minggu
No. Semester Bulan
Pelajaran Jml E TE
1 2019/2020 11 Januari 2020 5 4 1
Pebruari 2020 4 4 0
Maret 2020 4 4 0
April 2020 4 2 2
Mei 2020 5 4/0 1/5
Juni 2020 4 2/0 2/4
Jumlah 26 20/14 6/12
2 2020 /2021 I Juli 2020 5 3 2
Agustus 2020 4 2 2
September 2020 4 4 0
Oktober 2020 5 5 0
November 2020 4 4 0
18
Desember 2020 4 2 2
Jumlah 26 20 6
Dengan memperhatikan hal hal tersebut diatas, secara garis besar jadwal pelaksanaan
kegiatan PKB di Madrasah ……… Ciamis adalah sebagai berikut:
A. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
untuk Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Perencanaan
Pembelajaran (indilator 1 sampai dengan 4 pada instrumen PKG)
........................................................................................................................
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
B. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
untuk Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Penilaian
Pembelajaran (indilator 12 sampai dengan 14 pada instrumen PKG)
........................................................................................................................
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
C. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Perencanaan
Pembelajaran (indilator 1 sampai dengan 4 pada instrumen PKG)
........................................................................................................................
.......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
D. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Pelaksanaan
Pembelajaran/Supervisi kelas (indilator 5 sampai dengan 11 pada instrumen PKG)
........................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
E. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Penilaian
Pembelajaran (indilator 12 sampai dengan 14 pada instrumen PKG)
........................................................................................................................
........................................................................................................................
19
........................................................................................................................
........................................................................................................................
BAB III
RENCANA ANGGARAN KEGIATAN
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
DI MTS ........ CIAMIS PERIODE 2020
A. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Mengikuti kegiatan sosialisasi
b. Musyawarah Dewan Pendidik untuk menunjuk dan memutuskan Koordinator
PKB
2. Pelaksanaan
a. Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan
mengisi format-1
b. Tahap 2 : Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi
diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat
pembelajaran
c. Tahap 3 : Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2
oleh guru dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan Kepala Madrasah
d. Tahap 4 : Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan
menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Madrasah
e. Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau
luar Madrasah
f. Tahap 6 : Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar Madrasah
g. Tahap 7 : Guru mengikuti PKG diakhir semester
h. Tahap 8 : Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap
kegiatan PKB pada akhir semester dengan menggunakan format-4.
3. Monitoring dan Evaluasi
20
4. Pelaporan dan Rencana Tindak Lanjut
21
B. Rencana Anggaran Kegiatan
1 2 3 4 5
= 3x4
1 Persiapan
a. Mengikuti kegiatan sosialisasi PKB di
MTS ........ Ciamis
Transfortasi 3 org org 3 10.000 30.000
Konsumsi 3 org org 3 15.000 45.000
Insentif 3 org org 3 25.000 75.000
Jumlah a 150.000
22
2 Pelaksanaan
a. Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi format-1
Pengadaan format 1 19 org 2 Lbr [Link] 38 150 5.700
b. Tahap 2 : Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang dilengkapi dengan
dokumen pendukung berupa perangkat pembelajaran.
Insentif Kepala Madrasah 1 Org 19 Org Org2 19 25.000 475.000
Koordinator PKB 1 Org 19 Org Org2 19 20.000 380.000
Jumlah 855.000
c. Tahap 3 : Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2 oleh guru dan koordinator PKB
melalui konsultasi dengan Kepala Madrasah
d. Tahap 4 : Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan menggunakan format 2-3 oleh
Koordinator PKB bersama Kepala Madrasah .
e. Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang mencakup kegiatan
yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar Madrasah
Penggandaan format-2 19 Org 4 lbr [Link] 76 150 11.400
Insentif Kepala Madrasah 1 Org 19 Org OrgOrg 19 25.000 475.000
Insentif Koordinator PKB 1 Org 19 Org OrgOrg 19 20.000 380.000
Jumlah cde 866.400
f. Tahap 6 : Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang telah direncanakan baik
di dalam dan/atau di luar Madrasah
1. Dilakukan oleh guru sendiri dan atau bersama guru lain di Madrasah (Strategi 1,2, dan 3)
Insentif untuk guru 19 Org 14 Mg Org mg 266 15.000 3.990.000
Insentif untuk Koordinator PKB 1 Org 14 Mg Org mg 14 25.000 350.000
Insentif Kepala Madrasah 1 Org 14 Mg Org mg 14 35.000 490.000
Kebutuhan ATK 19 Org 1 Pkt Org Pkt 19 100.00 1.900.000
0
2. Dilaksanakan di MGMP /KKG /MGBK
Konsumsi 19 Org 8 Pert Org Per 152 12.500 1.900.000
Transportasi 19 Org 8 Pert Org Per 152 10.000 1.520.000
Iuran MGMP /KKG 19 Org 8 Pert Org Per 152 10.000 1.520.000
Insentif Guru 19 Org 8 Pert Org Per 152 17.500 2.660.000
Insentif untuk Koordinator PKB 1 Org 8 Pert Org Per 8 25.000 200.000
Insentif Kepala Madrasah 1 Org 8 Pert Org Per 8 75.000 600.000
Jumlah 15.130.000
f
23
Jumlah 3 910.000
4 Pelaporan
Penyusunan laporan 1 Pkt Pkt 1 150.000 150.000
Pengiriman laporan 1 pkt Pkt 1 150.000 150.000
Jumlah 4 300.000
Jumlah Total 1 + 2 + 3 + 4 21.017.100
24
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
25