0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan14 halaman

Tantangan Motivasi Menjadi Guru

Guru tersebut termotivasi menjadi guru karena dorongan keluarga. Ia menghadapi tantangan berupa banyaknya tenaga pendidik berkualitas dan perkembangan teknologi yang menuntut kreativitas. Guru tersebut mengatasinya dengan meningkatkan kualitas diri dan komunikasi dengan siswa.

Diunggah oleh

Mohamad Indrayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan14 halaman

Tantangan Motivasi Menjadi Guru

Guru tersebut termotivasi menjadi guru karena dorongan keluarga. Ia menghadapi tantangan berupa banyaknya tenaga pendidik berkualitas dan perkembangan teknologi yang menuntut kreativitas. Guru tersebut mengatasinya dengan meningkatkan kualitas diri dan komunikasi dengan siswa.

Diunggah oleh

Mohamad Indrayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru?

Apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan


motivasi tersebut?
1. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut? Bagaimana
Anda mengatasinya?
Yang memotivasi saya menjadi guru adalah dorongan kuat dari keluarga, dimana
keluarga besar saya selalu memotivasi saya untuk menjadi seorang guru, dengan alasan
guru adalah pekerjaan paling mulia dan juga guru mudah untuk mencari pekerjaan,
apalagi guru SD karena disetiap kampung sudah pasti ada SD, otomatis lebih
memberikan peluang besar untuk bisa langsung bekerja setelah lulus. Tantangan yang
saya hadapi yaitu tenaga pendidik yang semakin banyak dan semakin berkualitas, dan
juga saya orangnya tidak terlalu suka dengan anak-anak, tetapi ketidaksukaan saya
terhadap anak-anak menjadi tantangan untuk saya agar bisa mengganti rasa kurang suka
saya menjadi sangat suka dan sangat senang dengan anak-anak. Dengan kemajuan
teknologi yang semakin berkembang pada masa sekarang juga menjadi tantangan bagi
saya, karena dengan semakin majunya teknologi maka semakin menuntut kita sebagai
guru muda agar lebih kreatif dan lebih inovatif dalam hal berbau teknologi, karena pada
masa sekarang peserta didik lebih antusias ketika kita mengajar menggunakan media
berbasis teknologi. Cara saya untuk mengatasi tantangan yang saya hadapi dalam
mewujudkan motivasi saya yaitu dengan cara berusaha lebih memperbaiki diri dan lebih
meningkatkan keunggulan yang dimiliki dalam diri saya, sehingga saya mampu bersaing
dengan tenaga pendidik lainnya dan juga lebih sering berkomunikasi dengan anak-anak
sehingga saya bisa menjadi lebih dekat dan lebih senang ketika bersama anak-anak.

2. Apa kelebihan yang mendukung peran anda sebagai guru? Jelaskan alasannya dan
berikan contohnya
Kelebihan yang saya rasakan sebagai guru yaitu saya mudah berinteraksi dengan orang
baru, walaupun awalnya saya kurang suka terhadap anak-anak tetapi setelah saya masuk
kelas untuk pertama kalinya saya merasakan bahagia bisa bertemu dengan berbagai
macam karakter peserta didik, dengan berbagai macam karakter itu menjadi sebuah
tantangan untuk saya agar bisa mengontrol kelas dengan cara yang tepat, saya juga
mudah memahami karakter dari peserta didik. Contohnya saat saya melaksanakan praktik
mengajar dikelas IV SD ada satu siswa yang sangat nakal dan selalu ribut saat belajar,
guru kelasnya juga sudah kewalahan dengan ulah anak itu karena sudah diberi hukuman
tidak juga berubah malah tambah berontak ketika ditegur, saya bertanya kepada gurunya
bagaimana cara guru tersebut menegur dia, dan guru itu bilang dengan cara memarahinya
karena selalu dongkol dengan sikap anak tersebut yang selalu meribut dalam kelas, dari
situ saya berinisiatif menegur anak tersebut dengan cara yang halus karena menurut saya
ketika anak ditegur dengan cara yang keras maka anak tersebut akan semakin berontak
dan tidak terima dengan apa yang ia alami, saya menasehatinya dengan kalimat yang
lebih halus dan tidak langsung memarahinya saat anak tersebut ribut, alhamdulillah
ketika saya mengajar dikelas tersebut anak itu pernah membuat ulah selama proses
pembelajaran berlangsung dan selalu diam dan mendengarkan saat saya berbicara
didepan. Selain itu kelebihan yang saya rasakan yaitu saya sedikit paham dengan
teknologi dimana saya mampu membuat media pembelajaran yang menarik
menggunakan Flip PDF yang berupa buku elektonik dimana buku ini dalam bentuk PDF
tetapi bisa dibolak-balik seperti buku sungguhan didalamnya memuat gambar, video,
maupun audio, selain menggunakan itu saya juga biasa menggunakan PPT interaktif
ketika mengajar, hal ini bertujuan agar peserta didik tidak mudah bosan saat belajar dan
lebih antusias dengan materi pelajaran yang diberikan.

3. Bagaimana hasilnya?
Dengan memiliki sikap yang mudah berinteraksi dengan orang baru membuat saya lebih
mudah untuk menyampaikan apa yang ingin saya ajar kepada peserta didik, dan anak
juga lebih mudah dalam menerima dan mengingatnya karena mereka akan terus
terbayang bagaimana cara kita mengajar. Selain itu mereka juga akan lebih patuh dengan
instruksi yang kita berikan, apalagi jika kita memahami karakter dari setiap anak..
Kemudian melalui media pembelajaran yang manarik dan interaktif akan menciptakan
suasana kelas yang menyenangkan dan materi yang disampaikan akan tersampaikan
dengan baik dan lebih mudah untuk dipahami karena peserta didik juga merasa antuasias
saat melihat media pembelajaran yang diberikan.
B. Ceritakan pengalaman ketika anda perlu mempelajari hal-hal baru untuk meningkatkan
performa. Hal-hal baru apa yang anda pelajari?
1. Bagaimana cara anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan/dikembangkan?
mengapa anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?

Pada saat saya mengikuti program kampus mengajar dulu saya sering memasuki kelas 3,
dimana saat saya memasuki kelas ini mereka selalu terbiasa membersihkan depan kelas
mereka sebelum belajar, merapikan kursi sebelum guru masuk kelas. Hal ini mereka
lakukan karena terbiasa oleh aturan yang diberikan wali kelas mereka. Saya salut sama
kelas 3 ini, karna dari banyak nya kelas di sekolah ini hanya mereka yang menerapkan
itu. Saat belajar mereka juga selalu mengingatkan kepada saya apa pelajaran yang mereka
bahas sebelumnya, mereka juga langsung senang saja ketika guru baru yang masuk ke
kelas mereka. Guru kelasnya juga sangat baik kepada saya, beliau selalu memberikan
saya masukan bagaimana cara menghadapi siswa yang nakal di dalam kelas, selalu
memberikan saya bantuan ketika saya kewalahan menghendel kelas, beliau juga selalu
memotivasi saya agar menjadi guru yang baik dan sukses di masa depan. Pada saat ini
saya juga belajar hal baru yaitu mengenai kurikulum merdeka, dimana pada saat saya
kuliah saya belum pernah belajar mengenai kurikulum merdeka ini karena ini merupakan
kurikulum baru. Ini menjadi sebuah tantangan baru lagi bagi saya untuk meningkatkan
kualitas saya sebagai guru, kebetulan ketika saya penelitian guru kelasnya mengajar
menggunakan kurikulum merdeka, jadi saya mencari tahu secara detail kepada beliau
bagaimana itu kurikulum merdeka. Alasan saya perlu mengembangkan diri adalah saya
harus mampu bersaing dengan guru-guru lainnya yang kualitasnya jauh lebih unggul dari
saya, dan saya juga harus belajar dari beberapa sekolah yang sudah saya datangi untuk
saya jadikan contoh di sekolah yang akan saya tempati selanjutnya.

2. Tindakan apa saja yang anda lakukan untuk mengembangkan diri anda? adakah cara-
cara diluar kebiasaan atau berbeda yang anda lakukan dalam proses pengembangan?
berikan contohnya
Tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri saya yaitu setelah keluar dari
kelas saya akan menemui wali kelasnya, saya akan bertanya apakah tindakan yang
saya lakukan di dalam kelas tadi sudah tepat atau masih ada yang kurang, saya tidak
pernah ragu untuk bertanya mengenai apa yang belum saya ketahui atau mengerti.
Saya juga selalu bertanya bagaimana caranya menjadi seorang guru agar selalu
disenangi oleh muridnya. Tidak hanya kepada guru kelas saja yang saya temui tetapi
beberapa guru juga saya selalu meminta pendapat dan masukan, tujuannya agar saya
bisa tahu dimana kurangnya diri saya sehingga saya bisa lebih memperbaiki diri saya
lagi menjadi lebih baik. Contohnya saja misalnya sebelum kelas selesai saya selalu
memberi tugas rumah untuk peserta didik, tetapi ada guru yang memberikan saya
masukan jangan setiap hari memberikan tugas rumah, berikan sehari atau dua hari
untuk peserta didik terbebas dari tugas cukup beri penguatan pembelajaran sebelum
pulang sekolah saja tujuannya agar peserta didik tidak merasa terbebani dengan tugas
yang selalu diberikan.
3. Apa tantangan atau kesulitan yang anda hadapi dalam proses pengembangan diri
tersebut? bagaimana anda mengatasinya

Tantangan atau kesulitan yang saya rasakan yaitu sifat saya yang sedikit mudah
mengeluh dan menyerah, sering terbersit dalam pikiran saya apakah saya sanggup
untuk menyelasaikan semuanya, tetapi saya tanamkan lagi dalam diri saya untuk
selalu menghadapi apapun yang terjadi, usahakan dulu semaksimal mungkin jangan
menyerah terlebih dahulu karena yang namanya hidup pasti ada rintangan tidak akan
pernah berjalan mulus. Intinya jangan pernah malu bertanya dan meminta bantuan
kepada orang yang lebih berpengalaman dari kita. Selain itu kesulitan yang saya
hadapi adalah karena belum terbiasa mengajar saya masih kurang mampu mengelola
kelas dengan baik harus mempelajari materi sebelum tampil di depan. Cara saya
mengatasi hal tersebut adalah saya selalu meminta pendapat dan saran kepada guru
bagaimana solusi terhadap apa yang saya alami.

4. Apa hasil yang anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan prilaku tersebut?


bagaimana anda menerapkannya dalam peran anda?
Adapun hasil yang saya peroleh yaitu saya mendapatkan pelajaran atau wawasan
mengenai pendidikan yang lebih serta mendapatkan pengalaman berharga yang akan
saya terapkan setelah menjadi guru, belajar dari yang awalnya belum saya ketahui
menjadi tahu, terutama tentang cara mengatur pembelajaran yang baik.

C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan
nilai, etika, pedoman kerja, ataupun peraturan yang berlaku.
1. Ceritakan suatu pengalaman terkait situasi tersebut, jelaskan secara detail!
Saya pernah mengikuti kampus mengajar angkatan 3 pada tahun 2022, jadi pada saat
itu saya dan team saya yang terdiri dari 5 orang berangkat kesekolah penempatan
kami, hari itu saya dan team saya berencana membuat sebuah proker yaitu membuat
pustaka mini. Setelah sampai ke sekolah kami membagi tugas, ada yang membeli
peralatan yang kurang, sebagian memulai pembuatan pustaka mininya dan selebihnya
menggantikan guru yang tidak hadir di dalam kelas tujuannya agar kelas tersebut
tidak ribut saat kelas lain belajar. Saat saya dan teman saya sibuk membeli peralatan
yang kurang ternyata ada teman saya yang duluan pulang karna ada urusan mendadak
dari keluarga, dia langsung pulang saja tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada
guru ataupun kepala sekolahnya, sebelum teman saya pulang dia sudah berpesan
kepada kami untuk tolong sampaikan kepada guru atau kepala sekolah kalau dia
pulang mendadak. Disitu kami merasa itu tidak penting, kami berfikiran jika itu hal
biasa sehingga kami tidak menyampaikan pesan dia kepada guru yang ada di sekolah,
saya dan team saya tetap lanjut mengerjakan pustaka mininya sampai waktu pulang
sekolah. Setelah waktu pulang sekolah tiba kami tetap melanjutkan pekerjaan kami
sampai selesai, kami tidak tahu ternyata guru dan kepala sekolah menunggu kami di
dalam kantor.

2. Tindakan apa yang anda lakukan dan mengapa hal tersebut dilakukan?
Karena teman saya juga tetap mengerjakan pustaka mininya jadi saya juga ikut untuk
menyelesaikannya sampai selesai, akibat kelalaian kami, kami tetap melanjutkan
pekerjaan kami sehingga kami tidak tahu ternyata bapak kepala sekolah dan majelis
guru menunggu kami sampai selesai, setelah selesai kami menuju ke kantor dan kami
langsung di tanya sama kepala sekolahnya mengapa begitu lama dalam pustaka dan
juga bertanya kemana teman kami satu lagi. Disitu kami langsung merasa tidak enak
karena tidak mengabari bapak kepala sekolah terlebih dahulu kalau kami di
perpustakaan mengerjakan pustaka mini dan tidak memberitahu kalau ada teman
kami yang pulang duluan karena ada urusan mendadak.

3. Bagaimana hasilnya
Setelah kami memberi tahu alasan kami mengapa begitu lama dalam pustaka, kepala
sekolah dan guru memaklumi atas kelalaian kami yang tidak memberitahu kegiatan
kami selama diperpustakaan sekolah, kepala sekolah memberikan saran kepada kami
untuk selalu melaporkan apapun kegiatan kami selama disekolah, tujuannya jika kami
membutuhkan bantuan, pihak sekolah bisa membantu kami agar pekerjaan kami lebih
mudah dan cepat selesai.

D. Ceritakan secara spesifik situasi pengalaman anda saat bekerja sama dengan orang lain
yang memiliki berbagai perbedaan seperti budaya, cara pandang, latar belakang,
pendidikan dan cara berfikir.
1. Ceritakan secara spesifik situasinya? apa tujuan dari bekerja sama yang terjadi?
keberagaman seperti apa yang dihadapi?
Saat kuliah semester 5 saya mengikuti kegiatan KKN, dimana kami mengadakan
proker pergi sosialisi ke SD. Kami melakukan sosialisasi tentang pentingnya hidup
sehat. Anggota KKN saya berasal dari berbagai macam jurusan dan daerah yang
berbeda ada yang yang dari jurusan teknik, olahraga, fisika, sosiologi, georafi dan
PGSD. Disini saya yang sebagai calon pendidik sedikit mengerti bagaimana cara
memasuki kelas dan mendekatkan diri kepada peserta didik karena jurusan saya
sudah melatih saya tata cara menghadapi peserta didik, sehingga ketika saya
memasuki kelas saya sudah tidak terlalu canggung lagi untuk berbicara di depan, dan
teman saya yang tidak jurusan pendidikan mengandalkan saya untuk berbicara di
depan kelas dan mereka membantu dalam hal lain, dan kami juga saling memberikan
pendapat dan masukan. Disini kami bekerja sama dan membagi team agar sosialisasi
kami berjalan dengan baik dan lancar. Tujuan dari kerjasama yang saya peroleh
adalah semua urusan menjadi lebih mudah. Ide-ide baru dapat muncul dan dari
berbagai pikiran masing-masing dan pekerjaanpun menjadi cepat selesai.
2. Langkah-langkah apa yang anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama?
Bagaimana anda memastikan langkah-langkah tersebut sesuai dengan kebutuhan
semua pihak?

Sebelum kami melaksanakan sosialisasi langkah yang yang kami lakukan yaitu saya
memberikan saran untuk membagi tugas team yaitu menjadi beberapa kelompok,
dimana anggota yang berasal dari jurusan pendidikan dipisah tujuannya agar setiap
team ada yang jurusan pendidikan sehingga bagi yang tidak dari jurusan pendidkan
tidak kewalahan karena mereka takut salah sikap atau salah metode saat memasuki
kelas. Setelah kami membagi team kami meminta pendapat setiap anggota KKN
apakah ada yang kurang setuju atau ada yang ingin menyampaikan pendapatnya.
Disini kami saling mengeluarkan ide-ide untuk keberhasilan sosialisasi yang akan
kami lakukan. Setelah ide terkumpul kami memutuskan mana yang terbaik untuk
diterapkan dan kami berharap semua yang kami rencanakan berjalan dengan baik.

3. Apakah hasil yang dicapai saat itu? adakah komentar atau respon lingkungan
(misalkan rekan sejawat, ataupun pihak lain) terhadap tindakan anda? bagaimana
dampaknya terhadap kerja sama?
Hasil yang di capai pada saat itu adalah semuanya berjalan dengan baik dan lancar
karena kerja sama masing-masing tanpa egois. Saling menerima pendapat dan
menciptakan perbedaan itu menjadi sebuah kesatuan yang menarik. Beberapa rekan
memberikan respon yang baik terhadap kerja sama tersebut. Karena mereka
mengatakan semua akan berjalan dengan baik, apabila kerja sama kita baik juga.
Respon anggota KKN (kerja kuliah nyata) selama ini selalu baik terhadap masukan
yang selalu saya berikan, mereka selalu menerimanya dengan baik karena saya juga
selalu menjaga semua hal yang kemungkinan dapat membuat mereka tersinggung.
Dengan adanya kerja sama kami saya dan anggota lainnya semakin dekat dan
semakin akrab.
E. Ceritakan salah satu pengalaman anda saat mengembangkan kemampuan dan
keterampilan dari orang lain contoh (anak didik, rekan sejawat, anggota
komunitas/organisasi)
1. Seperti apa situasi saat itu? siapa yang anda kembangkan? mengapa mengembangkan
itu perlu dilakukan?
Pada maret tahun 2022 saya mengikuti kampus mengajar di sebuah desa, di sana saya
menemukan guru yang hebat dan murid yang antusias saat menyambut saya dan
teman-teman saya. Majelis guru meminta saya dan teman-teman saya untuk melatih
upacara anak kelas 6 dengan menggunakan alat drumband, karena selama ini mereka
tidak pernah menggunakannya sementara alat drumband di sekolah tersebut lengkap.
Alasan para guru tidak pernah menggunakannya karena tidak ada orang yang melatih
para siswa untuk menggunakan alat tesebut. Kami berdiskusi dengan guru untuk
melatih semua kelas secara berkala, karena menurut kami drumband ini tidak hanya
digunakan saat upacara saja tetapi juga bisa ikut lomba jika diadakan lomba atau bisa
juga ikut pada saat karnaval tujuh belas agustus. Kelas pertama yang kami latih yaitu
kelas 6, karna mereka akan segera lulus jadi kepala sekolah berharap upacara terakhir
dengan kelas 6 menggunakan alat drumband. Awal latihan memang sedikit susah
karena mereka belum pernah menggunakan alat tersebut, tetapi kami dengan sabar
melatih mereka sampai ada perkembangan selama seminggu. Pada saat upacara di
hari senin anak kelas 6 sudah upacara bendera dengan drumband, guru-guru tidak
menyangka jika muridnya bisa. Pengembangan ini perlu dilakukan agar siswa tidak
monoton atau bosan saat mengadakan sebuah acara kemudian bakat mereka juga
dapat berkembang dengan apa yang mereka sukai.

2. Apa yang menjadi fokus pada pengalaman? bagaimana cara anda untuk membangun
kesepakatan untuk mencapai hasil yang diharapkan?

Fokus pengalaman yaitu bagaimana siswa yang belum pernah menggunakan alat
musik drumband harus bisa memainkannya dengan baik dan benar. Bagaimana
membentuk siswa yang awalnya tidak bisa menggunakan pianika dengan nafas yang
panjang dan tidak hafal nada harus bisa dan begitu juga dengan alat musik lainnya.
Apabila dilatih dengan baik pasti akan menghasilkan hasil yang maksimal. Adapun
cara kami membangun kesepakatan adalah dengan cara berdiskusi bagaimana awalan
yang tepat untuk memulai latihan seperti apa lagu yang digunakan dan ketukan setiap
nada juga harus pas. Kesepakatan tersebut di dapatkan dari beberapa ide yang muncul
dari kami, dan kami pun membagi tugas untuk melatih para siswa. Ada yang
mengajarkan menggunakan alat musik pianika, ada yang mengajarkan menggunakan
gendang. Latihan kami lakukan setiap hari setelah pulang sekolah, dengan
dilaksanakan latihan setiap hari para siswa mulai terbiasa dan mulai bisa memainkan
alat musiknya.

3. Langkah-langkah apa yang anda ambil untuk pengembangan tersebut? apa hambatan
yang anda temui dan bagaimana cara mengatasinya? apa yang anda lakukan untuk
mempertahankan motivasi dari orang tersebut?

Langkah-langkah yang saya ambil adalah sebelum memulai melaksankan latihan


kami berdiskusi terlebih dahulu dalam satu kelompok kami, setelah kami memiliki
ide kami meminta pendapat kepada majelis guru tentang rencana yang kami buat, ada
beberapa masukan yang di berikan yang akan kami perbaiki dan kembangkan untuk
menciptakan yang terbaik. Setelah mendapat persetujuan dari majelis guru
selanjutnya kami meminta para siswa untuk berkumpul berdiskusi dan menjelaskan
tahapan-tahapan yang akan kami ajarkan, bagaimana gerakan dan waktu latihannya.
Setelah itu kami memulai latihan dari dasar sampai maksimal. Setelah latihan selesai
kami meminta kepada para guru untuk melihat dan mengoreksi hal-hal apa yang
masih kurang dan perlu untuk di perbaiki. Hambatan yang kami temui selama melatih
siswa adalah kurangnya waktu latihan, karena kegiatan siswa pulang sekolah ada
yang mengaji belum lagi jadwal mereka datang ada yang terlambat otomatis latihan
juga tertunda. Cara kami mengatasi hambatan siswa yang terlambat yaitu dengan cara
latihan terlebih dahulu sambil menunggu teman yang belum datang. Untuk masalah
hafalan dan belajar para siswa sangat antusias dan senang.
4. Bagaimana hasil yang di peroleh dari upaya yang andaa membantu mereka?

Adapun hasil yang kami peroleh dalam membimbing para siswa dalam latihan
drumband adalah kami dapat melihat mereka tampil dengan baik. Bahkan lebih baik
dari apa yang kami lihat saat latihan. Para siswa sangat senang karena penampilan
tersebut adalah penampilan mereka yang pertama untuk kegiatan upacara
menggunakan drumband. Kami satu team merasa sangat puas dengan apa yang
mereka tampilkan begitupun dengan guru-guru yang lain.

F. Ceritakan suatu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik dalam pekerjaan/organisani/
komunitas perkuliahan yang pernah anda ambil.
1. Apa yang membuat anda harus mengambil keputusan tersebut? apa peran anda?

Sebelumnya saya adalah mahasiswa angkatan 2019. Pada tahun 2022 saat saya
semester 5 saya mendaftar kampus mengajar angkatan 3. Awalnya saya mencoba
mendaftar karena 3 semester kami belajar secara Daring. Karena permasalahan
tersebut saya berfikir harus keluar dari zona nyaman untuk menciptakan pengalaman.
Saya mencari informasi mengenai kampus mengajar kemudian saya melihat beberapa
syarat untuk pendaftaran karena syarat pendaftaran tidak sulit saya coba untuk
mendaftar dan ternyata lulus pada tahap 1. Disaat saya mendaftar KM saya masih
melaksanakan KKN di kampung saya, saya berharap jadwal KM dan KKN ini tidak
bentrok. Awalnya saya sempat ragu untuk melanjutkan KM ini karena saya takut nanti
bermasalah sama kegiatan KKN saya dan kebetulan kabarnya KM angkatan 3 ini
penempatannya masih di domisili masing-masing. Jadi saya memberanikan diri untuk
tetap melanjutkan mendaftar KM. Setelah 2 minggu kemudian keluarlah penempatan
yang ternayata saya dapat penempatan di kecamatan yang berbeda dengan lokasi
KKN saya, jarak tempuhnya 1 setengah jam dari lokasi saya KKN, disitu saya sangat
ragu bagaimana cara membagi waktu untuk KKN dan KM. Apakah saya bisa untuk
menjalankan kedua kegiatan itu secara bersamaan dengan lokasi yang berbeda,
karena pada saat itu kegiatan KKN saya belum selesai. Saya tetap melanjutkan
semuanya secara bersamaan dan alhamdulillah ternyata untuk pembekalan awal KM
dilaksanakan melalui zoom meeting dan itu tidak berpengaruh pada kegiatan KKN
saya, karena saya bisa masuk zoom saat melakukan kegiatan KKN.

2. Bagaimana anda mengidentifikasi dan memperoleh pemahaman yang lebih baik


tentang permasalahan yang ada?

Adapun pelajaran yang saya ambil dari peristiwa tersebut adalah di balik sesuatu yang
baik pasti ada yang lebih baik. Jika awalnya saya tidak melanjutkan untuk mendaftar
KM saya tidak akan merasakan suasana baru, dimana sebelumnya saya belum pernah
terjun langsung ke sekolah untuk mengajar, karna di kampus saya waktu PL
dilaksanakan di semester 7, sementara saya semester 6 sudah ikut program kampus
mengajar angkatan 3. Walaupun awalnya sempat ragu untuk melanjutkannya tapi
dengan modal yang kuat saya yakin semua akan ada jalan keluarnya. Intinya jangan
pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru karena kita tidak akan tahu apa yang
akan terjadi ke depannya.

3. Apa saja yang menjadi pertimbangan anda? Mengapa? Jelaskan proses atau langkah-
langkah dalam mengambil keputusan.

Yang menjadi pertimbangan saya pada saat itu adalah karena jarak tempuhnya yang
sedikit jauh dengan tempat KKN (kerja kuliah nyata) saya. Karena dengan jarak
tempuh satu setengah jam lumayan jauh menurut saya, apalagi kegiatan KKN saya
dari pagi – sore selalu di isi dengan proker (program kerja). Jika saya mendahulukan
KKN saya maka otomatis kampus mengajar saya akan ketinggalan, begitu juga
sebaliknya jika saya mendahulukan kampus mengajar maka kegiatan KKN saya juga
akan tertinggal. Muncul lah perasaan bimbang dalam diri saya, saat itu saya mencoba
minta pendapat kepada kedua orang tua saya dan juga keluarga saya yang lain
bagaimana sebaiknya yang akan saya lakukan, kedua orang tua saya mendukung
semua keputusan yang akan saya ambil yang penting tidak mengganggu terhadap
kuliah saya dan saya bisa tetap menyelesaikan KKN saya tepat waktu, setelah
berdiskusi dengan kedua orang tua saya maka saya memutuskan akan tetap
melanjutkan program kampus merdeka angkatan 3 pada tahun 2022.
4. Bagaimana hasil dari keputusan yang anda ambil?

Adapun hasil dari keputusan yang saya ambil adalah di luar ekspektasi saya. Saya
kira saya akan menyesalinya namun saya sangat menikmati dan merasakan senang
karena sebelum kampus mengajar di mulai kegiatan KKN saya sudah selesai dan
saya menemukan lingkungan baru dan di hargai di sana. Banyak pengalaman baik
yang saya dapatkan disana. Banyak cerita baru yang akan di ceritakan setelah saya
menjadi guru kelak. Berkat kampus mengajar juga di semester 7 saya sudah bisa
menyusun skripsi dan lulus dalam 7 semester.

G. Ceritakan secara spesifik saat anda di hadapkan dengan bererapa tugas saat bersamaan.
1. Seperti apa situasinya pada saat itu? Kapan situasi itu terjadi?
Pada saat melaksanakan kampus mengajar angkatan 3 semua mata kuliah kami sudah
di konversi sebanyak 20 SKS. Yang mana kegiatan kampus mengajar itulah yang
menggantikan kegiatan kuliah kami di kampus. Namun ada beberapa dosen yang
tidak menerima keputusan itu dan anak kampus mengajar juga harus ikut kuliah dan
tetap mengerjakan tugas yang di berikan. Karena ada anak KM yang jauh-jauh di
sepakati untuk melaksanakan zoom, kegiatan zoom dilaksanakan kadang pagi atau
malam yang sebenarnya jadwalnya pagi, tapi sering juga di ganti malam sesuai
kesempatan dosennya. Bagi mahasiswa yang tidak ikut zoom akan diberikan alfa
apapun itu alasannya. Saya berusaha untuk menyeimbangkan antara kuliah dengan
mengajar di sekolah yang mana saya meminta izin kepada majelis guru untuk
mengikuti zoom pada hari itu. Dan majelis guru mengizinkan karena kepentingan
kuliah.

2. Apa yang anda lakukan dalam meengatur tugas-tugas tersebut? bagaimana anda
memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang di tentukan?
Adapun yang saya lakukan untuk mengatur kedua hal tersebut adalah pada saat
mengikuti zoom saya meminta izin kemudian setelah selesai saya mengerjakan
pekerjaaan saya kembali. Pekerjaan saya sebelumnya pada hari itu saya usulkan
kepada guru agar di ganti pada jam lain. Jikapun ada tugas saya berusahaa membagi
waktu bagaimana keduanya bisa selesai tanpa ada yang dirugikan. Saya berusaha
maksimal bisa mengikuti kuliah dan mengajar dengan baik di sekolah. Karena selaijn
dari tugas sekolah dan tugas kuliah masih ada laporan harian dan laporan mingguan
yang harus kami buat agar DPL kampus mengajar dapat memantau perkembangan
kami selama kegiatan. Saya berusaha menyelesaikan semuanya dengan membagi
waktu dimana tugas kuliah saya selesikan setelah pulang sekolah dan laporan harian
saya kerjakan pada malam hari agar semuanya sejalan dengan baik.

3. Sumber daya apa yang anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas tugas
tersebut? apa hambatan yang anda temui dan bagaimana anda mengatasinya?

Sumber daya yang saya butuhkan pada saat itu adalah sumber daya manusia yaitu
bantuan dari teman-teman satu kelompok saya untuk saling men support dan
membantu saya dalam hal apapun. Menggantikan atau membantu tugas saya di
sekolah pada saat saya kuliah dan mengerjakan tugas serta membantu saya
mengerjakan tugas agar cepat selesai sehingga kami bisa fokus pada kegiatan kami di
sekolah. Hambatan yang saya temui kadang pada saat saya zoom teman saya juga
zoom otomatis tidak ada yang menggantikan tugas kami di sekolah dan juga
terkadang ketika zoom jaringan yang kurang mendukung. Cara saya mengatasinya
yaitu jika kami sama-sama melakukan zoom maka kami akan bergantian untuk
melakukan tugas di sekolah.

4. Bagaimana hasilnya?
Terciptanya kerja sama yang baik antara kami satu kelompok, selain itu terjalinnya
saling tolong menolong terhadap semua tugas dan kegiatan. Di samping itu saya juga
lebih bisa mengatur atau membagi waktu saya untuk menyelesaikan tugas kuliah,
tugas sekolah tanpa merugikan tugas yang lainnya berkat kerja sama dari kami satu
kelompok.

Anda mungkin juga menyukai