0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Panduan Instalasi R dan RStudio

Dokumen ini memberikan instruksi langkah-demi-langkah untuk menginstal dan menggunakan program R melalui R GUI dan RStudio, serta penjelasan dasar tentang pemrograman R."

Diunggah oleh

Nalar Istiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Panduan Instalasi R dan RStudio

Dokumen ini memberikan instruksi langkah-demi-langkah untuk menginstal dan menggunakan program R melalui R GUI dan RStudio, serta penjelasan dasar tentang pemrograman R."

Diunggah oleh

Nalar Istiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara Install R

Download R
Di PC dengan OS Windows dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk install R.
1. Buka halaman [Link]
2. Pilih Download R for Windows

Bagi Kita yang menggunakan OS lain maka Kita dapat mengikuti petunjuk dengan membuka tautan
yang sesuai.
3. Klik Keep dan tunggu hingga proses download selesai

4. Setelah download selesai, jalankan file R [Link] tersebut


5. Kita hanya perlu klik Next dan Finish

Menjalankan R
Setelah selesai install, kita bisa membuka R GUI.
1. Pada Windows 10, klik atau tekan tombol Start
2. Cari Folder R dan pilih R sesuai versi yang sudah terinstall
Di bawah ini adalah tampilan ketika Kita membuka program R GUI.

Kita sudah dapat menggunakan R melalui R GUI ini. Namun Kita juga dapat menggunakan Integrated
Development Environment (IDE) untuk lebih nyaman, mudah dan efisien ketika bekerja dengan R. IDE
untuk R yang saat ini sangat sering digunakan adalah RStudio.

Menginstall RStudio
Sebelum membahas lebih lanjut tentang R, sebaiknya Kita download RStudio dan install terlebih
dahulu. RStudio adalah Integrated Development Environment (IDE) untuk R yang banyak digunakan hingga
saat ini. Dapat dikatakan bahwa hampir semua pengguna R yang sudah mengetahui RStudio akan lebih
memilih menggunakan R melalui RStudio dibandingkan dengan menggunakan R GUI.
Download RStudio versi desktop sesuai dengan kebutuhan Kita. Sangat disarankan untuk
menggunakan RStudio versi terbaru, termasuk juga dengan R. R dan RStudio adalah dua program yang
berbeda. Kita tidak harus install RStudio untuk dapat menggunakan program R (melalui R GUI). Tapi Kita
diwajibkan untuk install R terlebih dahulu sebelum install dan menggunakan RStudio karena RStudio
membutuhkan program R yang sudah terinstall di PC atau server. Gambar berikut mengilustrasikan
perumpamaan R ini seperti kerangka mobil dan mesinnya, sedangkan RStudio seperti kerangka luar mobil
dan interiornya. Kita tidak akan dapat menggunakan mobil tersebut jika Kita hanya mempunyai kerangka
luar dan dashboardnya (RStudio) saja.

Install RStudio dengan cara berikut.


▪ Download RStudio Desktop ([Link]
▪ Jalankan installer yang sudah didownload
▪ Klik Next

▪ Klik Next
▪ Klik Install

▪ Klik Next
▪ Klik Finish

Selanjutnya di kuliah ini akan lebih banyak menggunakan RStudio dibandingkan dengan R GUI karena lebih
mudah dan interaktif.

Penggunaan RStudio
Untuk menggunakan RStudio di Windows 10, hampir sama ketika Kita akan membuka program R
Selain itu, jika Kita pengguna sistem operasi Windows, Kita juga perlu install software bernama RTools.
Download file installernya dari [Link] Setelah selesai
download, install aplikasi tersebut hingga selesai.

Selanjutnya Kita perlu melakukan satu langkah lagi, yaitu mendaftarkan lokasi rtools di PATH.
▪ Klik logo Start/Windows di pojok kiri bawah
▪ Klik Settings
▪ Pilih System
▪ Pilih menu About
▪ Klik pilihan Advanced system settings di bagian Related settings di sebelah kanan
▪ Di jendela System Properties yang mucul, pilih tab Advanced
▪ Klik Environtment Variables…
▪ Klik Path di kotak System variables bagian bawah

▪ Klik Edit…
▪ Cari folder rtools yang tadi sudah diinstall. Jika tidak dirubah lokasinya adalah **C:*
▪ Masukkan lokasi folder tersebut seperti gambar di bawah ini
▪ Klik OK, OK dan OK di jendela System Properties.

Membuat Project
Hal yang sebaiknya menjadi kebiasaan Kita ketika menggunakan RStudio adalah membuat sebuah Project
untuk setiap pekerjaan yang berbeda. Jika pekerjaan Kita tidak terdapat data yang confidential, Kita juga
dapat menggunakan GitHub repository sebagai backup atau berbagi yang Kita kerjakan. Kita dapat
membuat sebuah project baru di RStudio dengan cara:

▪ Pilih New Project… dari 3 menu yang tersedia, a) dari menu File, b) dari toolbar, atau c) dari menu di
pojok kanan atas seperti terlihat pada gambar berikut
▪ New Directory: jika Kita belum mempunyai folder yang Kita jadikan sebagai working directory untuk
project tersebut.
▪ Existing Directory: Jika folder Kita sudah ada sebelumnya.
▪ Version Control: Jika Kita akan membuat project berdasarkan repository yang sudah ada, misalnya di
GitHub atau SVN.
Karena kita akan membuat project baru dan belum ada folder yang sudah kita siapkan, maka kita akan
pilih New Directory.

▪ Pilih Project Type sesuai dengan project yang akan Kita buat seperti yang terlihat di gambar berikut.
Misalnya kita buat sebuah project kosong, pilih New Project.

▪ Tuliskan nama project yang juga akan menjadi nama folder baru sebagai subfolder di dalam folder
“Create project as subdirectory of:” seperti terlihat pada gambar diatas.
▪ Klik Create Project
Untuk jenis project lainnya Kita dapat mencoba dan mengeksplorasi sendiri.

Membuat File Script Baru


Seperti halnya pada R GUI, Kita juga dapat menuliskan langsung perintah atau script pada jendela console
di RStudio. Namun di kuliah ini Kita akan menuliskan semua script di bagian script editor. Hal ini sebaiknya
menjadi kebiasaan Kita ketika menggunakan RStudio. Untuk membuat script editor baru di RStudio, Kita
dapat klik menu File >> New File >> R Script. Cara yang kedua adalah dengan toolbar New File. Kita dapat
lihat pada Gambar berikut. Kita juga dapat menggunakan shortcut RStudio dengan menekan tombol Ctrl
+ Shift + N jika Kita menggunakan OS Windows.

Akan muncul file script kosong seperti tampilan gambar berikut.


Menjalankan Script Pada Script Editor
Setelah berhasil menyiapkan file script editor baru yang masih kosong Kita dapat menuliskan semua yang
akan Kita lakukan dengan R. Mencoba “Hello world!” di R? Baiklah.

Di R Kita cukup menuliskan "Hello World!" di script editor, kemudian Run atau tekan
tombol Ctrl + Enter ketika cursor berada pada baris script tersebut. Tentu saja Kita juga dapat
melakukannya seperti yang ada di Python dengan fungsi print().
print("Hello World!")
## [1] "Hello World!"

Dasar Pemograman R
Hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan R adalah sebagai kalkulator. Coba Kita ketikan perintah
di bawah ini pada console RStudio dan tekan tombol Enter setelah selesai.

2 + 4
## [1] 6

Akan muncul hasil [1] 6. Hasil [1] menunjukkan bahwa yang ditampilkan adalah dari elemen pertama.
Tkita > adalah prompt yang menunjukkan bahwa R sedang dalam posisi siap menerima perintah baru. Jika
perintah belum lengkap maka akan berganti menjadi tkita +. Artinya ada perintah atau bagian script yang
belum selesai.
> 2 +
+
Perhatikan setelah Kita tekan tombol Enter maka kursor di R yang sebelumnya > berganti + yang
menkitakan bahwa perintah belum lengkap. Maka jika Kita kembali menuliskan bilangan lain, misalkan 4
dan tekan tombol Enter maka prompt di R akan kembali menjadi > setelah menuliskan hasilnya karena
perintah sudah lengkap dan selesai.
> 2 +
+ 4
## [1] 6

R adalah bahasa pemrograman yang case-sensitive. Artinya perbedaan huruf kapital dan huruf kecil
sangat berpengaruh. Karena itu, penulisan nama objek atau nilai berupa karakter sangat tergantung dari
kapitalisasinya. Perhatikan perbedaan dari kedua contoh berikut ini.
a <- 3
a
## [1] 3
A
## Error: object 'A' not found

Misalnya Kita membuat sebuah objek bernama a dengan nilai sebuah konstanta. Ketika Kita ingin
mengambil nilai dari objek tersebut maka Kita hanya bisa memanggil dengan nama yang sama persis. Kita
tidak bisa memanggil objek tersebut dengan nama lain meskipun ketika Kita mengucapkan dengan suara
pengucapan yang sama. Kita tidak bisa memanggil objek a tersebut dengan A.

Ketika objek yang Kita panggil belum ada di session atau workingspace R saat ini maka akan muncul error
seperti contoh di atas.

Assignment
Bahasa pemrograman R mempunyai sedikit perbedaan dengan bahasa pemrograman pada umumnya.
Salah satunya adalah pada operator assignment. Hampir semua bahasa pemrograman lain menggunakan
tkita = sebagai operator assignment. Di R, yang utama dan paling banyak digunakan oleh pengguna R
adalah operator panah kiri (<-). obj <- expr berarti “masukkan nilai hasil dari operasi di sisi kanan (expr)
ke dalam objek di sisi kiri (obj).” Pada contoh berikut, saya ingin memasukkan nilai numerik 5 ke objek
yang disebut x.

x <- 5
x
## [1] 5

Apakah tidak bisa menggunakan operator = sebagai operator assignment? Tentu saja Kita juga bisa
menggunakannya.
x = 5

Hal ini sangat membantu jika Kita seorang programmer yang menggunakan bahasa pemrograman lain
yang menggunakan operator = sebagai operator assignment. Jadi Kita tidak perlu bingung dengan “Kapan
saya harus menggunakan <- atau =?” Tapi saya mendorong Kita untuk terbiasa menggunakan <- saat
membuat program menggunakan R. Jika Kita menggunakan RStudio, Kita dapat menuliskan operator <-
dengan menekan tombol ALT + -.
Jika Kita ingin mengetahui nilai suatu objek cukup panggil objek tersebut atau gunakan fungsi print().

x
## [1] 5
# or
print(x)
## [1] 5

Operator Assignment Lainnya


Ada beberapa operator assignment lainnya yang dapat Kita gunakan di R. Di bawah ini adalah daftar
operator assignment.
Operator Cakupan Penjelasan
<- lokal/global nilai dari sebelah kanan dimasukkan ke dalam objek di sebelah kiri.
-> lokal/global nilai dari sebelah kiri dimasukkan ke dalam objek di sebelah kanan.
<<- global nilai dari sebelah kanan dimasukkan ke dalam objek global di sebelah kiri.
->> global nilai dari sebelah kiri dimasukkan ke dalam objek global di sebelah kanan.

Sekarang, mari kita lihat operator ->.


# Contoh 1
x <- 5
5 -> x
x
## [1] 5
# Contoh 1
y <- 2 + 4
2 + 4 -> y
y
## [1] 6

Seperti yang Kita lihat, operator -> memiliki sisi yang berlawanan dengan <-. Nilai atau ekspresi yang
mengembalikan nilai ada di sisi kiri, sedangkan objek di sisi kanan. Untuk dua operator assignment yang
lain kita membahasnya di pertemuan selanjutnya. Karena mereka biasanya hanya digunakan dalam
sebuah fungsi.

Jika Kita memasukan nilai baru ke dalam sebuah objek yang sama maka nilai yang sebelumnya akan
dihapus dan digantikan dengan nilai yang baru.
# Nilai x sebelumnya
x
## [1] 5
# Nilai x yang baru
x <- 8 + 2
x
## [1] 10
# Nilai x yang baru
x <- x + 5
x
## [1] 15
Ketika menggunakan R, setiap yang ada di R disebut objek. Jenis-jenis objek data yang ada di R adalah
vector, factor, matriks, array, dataframe, list dan objek berupa function.

Penamaan Objek
Aturan penamaan objek di R, seperti vector, matriks, dataframe dan lain-lain, hampir sama dengan aturan
penamaan pada bahasa pemrograman lain. Namun ada beberapa aturan khusus yang terdapat di R.
Berikut aturan penamaan objek di R.

• Menggunakan kombinasi alfabet (a-z, A-Z), angka (0-9), titik atau underscore.
• Diawali alfabet, titik atau underscore. Tidak boleh diawali dengan angka.
• Tidak mengandung spasi, tab atau karakter khusus seperti !, @, # dan lainnya.
• Sebaiknya tidak menggunakan beberapa penamaan atau nilai yang sudah digunakan oleh R (function
dan keyword lainnya). Misalnya c, q, TRUE, FALSE, df, dt, rnorm, runif, rf, exp, dan lain-lain. Untuk
mengetahui nama-nama yang sudah digunakan oleh R Kita dapat mengetikkan perintah ?reserved di
console RStudio Kita.

Working Directory
Untuk mengetahui di folder mana Kita bekerja dengan R saat ini, Kita dapat gunakan fungsi getwd().
getwd()
## [1] "D:/New Folder (2)"

Untuk mengatur lokasi folder Kita bekerja, Kita dapat gunakan fungsi setwd(). Misalnya Kita ingin
mengganti working directory menjadi “D:/New Folder (2)/folder.”
setwd("D:/New Folder (2)/folder")

Dengan begitu Kita dapat mengakses file atau data di dalam directory tersebut lebih mudah dan praktis.

Selanjutnya untuk menyimpan script tersebut menjadi sebuah file, Kita dapat lakukan dengan a) klik
lambang simpan, b) pilih menu File >> Save atau Save As... atau c) menggunakan shortcut dengan
menekan tombol Ctrl + S.

Kemudian tentukan lokasi folder tempat menyimpan file script tersebut. Selanjutnya berikan nama file
pada kotak File name: seperti pada gambar berikut. Terakhir klik Save.
Menutup RStudio
Setelah selesai menggunakan RStudio Kita dapat menutupnya seperti menutup software lainnya. Namun
yang perlu di perhatikan adalah ketika muncul konfirmasi seperti gambar berikut. Sangat disarankan
untuk tidak menyimpan workspace ketika menutup RStudio. Karena ketika Kita membuka kembali
RStudio maka akan memuat (loading) kembali semua yang disimpan dari pekerjaan sebelumnya. Hal ini
akan sangat berpengaruh ketika ukuran image dari pekerjaan yang disimpan tersebut relatif besar.

Anda mungkin juga menyukai