0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan12 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan Jalan Alternatif

Dokumen tersebut merupakan matriks rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan untuk proyek pembangunan jalan alternatif. Matriks tersebut menjelaskan dampak-dampak penting yang mungkin timbul selama pra-konstruksi dan konstruksi beserta langkah pengelolaan lingkungan untuk mengurangi dampak tersebut.

Diunggah oleh

JanethAngel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan12 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan Jalan Alternatif

Dokumen tersebut merupakan matriks rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan untuk proyek pembangunan jalan alternatif. Matriks tersebut menjelaskan dampak-dampak penting yang mungkin timbul selama pra-konstruksi dan konstruksi beserta langkah pengelolaan lingkungan untuk mengurangi dampak tersebut.

Diunggah oleh

JanethAngel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATRIKS RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

DAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN


PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF
Tugas I Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Dosen Pengampu :
Dr. Ir. Zulfiadi Zakaria, MT.

Janeth Angel Persulessy


270120230001

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI


UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2023
MATRIKS RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
UNTUK PROYEK JALAN ALTERNATIF DARI DESA HATU KE LILIBOI

Tujuan Kegiatan Lokasi Periode Institusi Pemantauan Lingkungan


Jenis Dampak Sumber Parameter Tolak
Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan
Penting Dampak Penting Ukur Dampak
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A. Tahap Pra-Konstruksi
Keresahan Kegiatan yang Reaksi protes Untuk  Memberikan Lokasi Pengelolaan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
masyarakat menjadi sumber masyarakat terhadap mengurangi atau penyuluhan pengelolaan lingkungan ini selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
karena proses dampak terhadap proses pengadaan memperkecil mengenai rencana berada di Desa dilakukan pada kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
lahan serta terhadap terjadinya kegiatan dan Hatu dan Desa bupaten bupaten
pengadaan kondisi sosial saat penentuan pelaksana
hambatan terhadap ketidakpuasan ketentuan- Liliboi.  Pemerintah  Bupati
lahan. ekonomi budaya kegiatan tersebut. masyarakat atas lokasi tanah yang bekerja
ketentuan yang kabupaten  Kecamatan
masyarakat penentuan berlaku dalam dibebaskan dan sama
 Kecamatan  Aparat desa
adalah proses besarnya ganti proses pengadaan penentuan dengan BPN  Aparat desa
pengadaan lahan rugi yang lahan. besarnya ganti Kabupaten  Konsultan
untuk keperluan diberikan  Membentuk pusat rugi serta pada Maluku supervisi
lokasi sehingga dapat pengaduan awal dimulainya Tengah.
mereda keresahan masyarakat dengan
pembangunan pengadaan lahan.
masyarakat. melibatkan aparat
jalan alternatif.
kelurahan dan
warga (RW/RT)
 Penentuan besarnya
ganti rugi
tanah/bangunan
secara musyawarah
dan bijaksana
sesuai dengan
kondisi setempat
dengan mengacu
pada harga yang
ada di pasaran.
 Memperlancar
proses pembayaran
ganti rugi pada
penduduk yang
tanahnya
dibebaskan
 Peninjauan gambar
secara lengkap serta
diarsipkan oleh
kedua belah pihak
yaitu pemrakarsa
dan wakil warga.
 Melakukan
koordinasi yang
baik dengan aparat
Desa dan
Kecamatan terkait
serta Pemerintah
Kabupaten Maluku
Tengah.
B. Tahap Konstruksi
Penurunan  Pencemaran  Laporan adanya Pengelolaan  Penggunaan truk Di lokasi Selama kegiatan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kualitas udara udara akibat gangguan lingkungan ini angkutan material kegiatan dan di masa konstruksi selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
beroperasiny pernafasan bagi ditujukan untuk yang dilengkapi sekitarnya yang proyek kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
a alat-alat masyarakat memperkecil atau dengan penutup bupaten bupaten
sedang berlangsung. pelaksana.
besar yang sekitar mengurangi untuk mencegah  Pemerintah  Pemerintah
tingkat dilaksanakan.
dipakai untuk  Keluhan debu dan jatuhnya kabupaten kabupaten
kegiatan masyarakat pencemaran ceceran tanah.  Dinas  Dinas
pengangkuta terkait udara dari  Penyiraman Kesehatan Kesehatan
n material pencemaran beroperasinya secara berkala Kabupaten Kabupaten
bangunan. udara (debu) alat-alat d sekitar pada lokasi  Kecamatan  Kecamata
 Pengoperasia lokasi kegiatan. kegiatan di sekitar  Aparat desa  Aparat desa
n batching permukiman yang
plant. sering timbul
 Pembukaan debu.
dan
penyiapan
serta
pembersihan
lahan.
 Pelaksanaan
kontruksi
fisik.
Peningkatan  Beroperasiny  Baku mutu Untuk  Pengaturan Di lokasi Selama kegiatan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kebisingan dan a alat-alat berdasarkan memperkecil atau pelaksanaan kegiatan dan di konstruksi proyek selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
getaran besar yang KepMenLH mengurangi kegiatan yang sekitarnya yang berlangsung. kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
dipakai untuk No. tingkat baik, serta metode sedang pelaksana. bupaten bupaten
kegiatan 48/MENLH/11/ pelaksanaan  Pemerintah  Pemerintah
kebisingan dari dilaksanakan.
pengangkuta 1996 tentang konstruksi yang kabupaten kabupaten
n material Baku Tingkat aktifitas kegiatan disesuaikan  Kecamatan  Kecamatan
bangunan. Kebisingan. kondisi setempat,  Aparat desa  Aparat desa
 Pengoperasia  Persepsi proyek. seperti memakai  Badan  Badan
n batching masyarakat pondasi bore pile Lingkungan Lingkungan
plant. yang tinggal di dan precasting, Hidup Hidup
 Pembukaan sekitar lokasi alat besar dalam Kabupaten Kabupaten
dan kegiatan. kondisi baik serta  Dinas  Dinas
penyiapan pengaturan waktu Kesehatan Kesehatan
dan kegiatan. Kabupaten Kabupaten
pembersihan  Lokasi base camp  Konsultan  Konsultan
lahan. dan batching supervisi supervisi
 Pelaksanaan plant ditempatkan
konstruksi jauh dari lokasi
fisik permukiman serta
diberi pagar yang
rapat.
Gangguan lalu  Pengangkutan  Gangguan Untuk  Bekerjasama Di sekitar Selama Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
lintas di jalan material kelancaran lalu memperkecil dengan Dinas lokasi kegiatan pelaksanaan selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
umum bangunan. lintas / tingkat timbulnya Perhubungan dan dan jalur kegiatan kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
 Penyiapan pelayanan gangguan atau polisi dalam transportasi konstruksi proyek pelaksana. bupaten bupaten
dan jalan. pengaturan lalu  Pemerintah  Pemerintah
kemacetan lalu material berlangsung.
pembersihan  Peningkatan lintas kendaraan kabupaten kabupaten
lahan serta jumlah lintas di sekitar proyek. bangunan.
 Kecamatan  Kecamatan
konstruksi kecelakaan lalu lokasi kegiatan  Pengaturan  Aparat desa  Aparat desa
pondasi, lintas di dekat yang padat dan pelaksanaan  Badan  Badan
badan jalan, lokasi proyek. dapat kegiatan yang Lingkungan Lingkungan
perkerasan mengganggu memadai dengan Hidup Hidup
dan jembatan kegiatan memberikan Kabupaten Kabupaten
yang ada di prioritas kepada  Dinas  Dinas
perekonomian
sekitar kelancaran lalu Perhubunga Perhubunga
prasaran masyarakat. lintas yang ada di n n
jalan umum sekitar lokasi Kabupaten Kabupaten
tersebut. kegiatan  Konsultan  Konsultan
 Pengaturan waktu supervisi supervisi
pengangkutan
material bangunan
pada jam-jam
tidak padat/sibuk
 Memuat rambu-
rambu lalu lintas
di sekitar lokasi
kegiatan
 Pengalihan arus
lalu lintas yang
akan melewati
lokasi kegiatan
 Pembuatan
komponen
jembatan secara
precast kemudian
diangkut ke lokasi
untuk dipasang,
terutama untuk
jembatan yang
melintasi jalan-
jalan arteri.
Meningkatknya Pembersihan dan Terjadinya banjir Untuk mencegah  Pengaturan Di sekitar area Selama kegiatan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
erosi tanah dan pematangan dan erosi tanah yang atau memperkecil pelaksanaan kegiatan dan konstruksi proyek selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
terjadinya tanah, yang menyebabkan terjadinya kegiatan yang jalur yang berlangsung. kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
melakukan longsor di sekitar benar, sehingga bupaten bupaten
genangan air genangan- dilewati pelaksana.
penggalian dan lokasi kegiatan. tidak  Dinas  Pemerintah
penimbunan genangan air di transportasi
menyebabkan Pengairan kabupaten
tanah hingga sekitar lokasi erosi dan material.
dan  Dinas
sesuai persyaratan kegiatan dan longsoran tanah, Pertambang Pengairan
yang ditentukan, erosi tanah yang merusak serta an dan
tanah dapat menyumbat Kabupaten Pertambang
galian/urugan ini menyebabkan saluran  Kecamatan an
berpotensi drainase/irigasi  Aparat desa Kabupaten
longsor.
menimbulkan yang ada di  Konsultan  Kecamatan
erosi dan sekitar lokasi supervisi  Aparat desa
longsoran serta kegiatan.
dapat menyumbat  Pembuatan
saluran saluran-saluran
drainase/irigasi, drainase dengan
sehingga timbul dimensi yang
genangan air dan memadai
dapat sehingga mampu
menyebabkan untuk
kekeruhan air mengalirkan debit
permukaan. air, baik yang
berasal dari badan
jalan maupun dari
daerah sekitarnya.
 Perkuatan tebing,
baik hasil galian
atau timbunan
tanah, untuk
mencegah erosi
dan longsoran
tanah
 Melakukan
kegiatan
pembersihan
saluran drainase
di sekitar lokasi
jalan secara
berkala
Flora dan fauna  Hilangnya  Rehabilitasi Untuk Melaksanakan Di sekitar area Selama kegiatan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
vegetasi setelah selesai melestarikan penghijauan secara kegiatan dan konstruksi dan selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
menagkibatk akivitas proyek ekosistem melalui bertahap. jalur yang pasca konstruksi. kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
an dampak sesuai dengan reklamasi setelah dilewati pelaksana. bupaten bupaten
sekunder total luas area  Pemerintah  Bupati
aktivitas proyek. transportasi
fauna karena vegetasi. kabupaten  Kecamatan
hilangnya  Perubahan material.
 Kecamatan  Aparat desa
habitat. populasi fauna  Aparat desa
 Kerusakan di sekitar area  Konsultan
langsung proyek. supervisi
habitat
sehingga
menurunkan
sumber daya
pangan.
Penciptaan Pengaruh positif Perubahan norma, Untuk membantu  Penetapan norma Di sekitar area Selama kegiatan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
lapangan kerja antara interaksi nilai dan gaya hidup memelihara perilaku (CoC) kegiatan dan pra-konstruksi, selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
bagi pekerja pekerja pendatang yang berlangsung ketertiban, pada karyawan jalur yang konstruksi dan kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
local dan dan local, dimana keamana dan  Operasi harus dilewati pasca konstruksi pelaksana. bupaten bupaten
pendatang pertukaran harmoni
memperhatikan
transportasi  Pemerintah  Bupati
terhadap waktu kabupaten  Kecamatan
budaya, masyarakat serta penting dalam material
 Kecamatan  Aparat desa
pengetahuan dan menghormati kalender budaya  Aparat desa
meningkatnya norma, nilai, lokal  Konsultan
toleransi. budaya dan hak supervisi
asasi lokal

C. Tahap Pasca Konstruksi


Perubahan tata Keberadaan dan Laporan operasional Untuk  Memberikan Di area Dimulai sejak Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
guna lahan di pengoperasian mengendalikan informasi pada sepanjang jalan pengoperasian selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
wilayah studi jalan tol seperti penggunaan tanah masyarakat di wilayah kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
jalan tol tersebut.
tidak sesuai dengan tentang studi. pelaksana. bupaten bupaten
peruntukan tanah  Pemerintah  Bupati
terkendalinya peruntukannya
di sepanjang jalan kabupaten  Kecamatan
peruntukan tanah yang telah alternatif yang ada  Kecamatan  Aparat desa
di sepanjang jalan ditetapkan dalam di wilayah studi.  Aparat desa
RTRW kabupaten  Melakukan  Konsultan
koordinasi dengan supervisi
instansi terkait di
daerah.

Penurunan Pengoperasian Laporan operasional Mengurangi  Penanaman pohon Di sepanjang Sejak awal Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kualitas udara jalan tol yang terkait penurunan tingkat lindung yang jalan di wilayah dioperasikannya. selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
dapat kualitas udara dan pencemaran rapat dan tanaman studi. kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
meningkatkan persepsi masyarakat udara. hias di sepanjang pelaksana. bupaten bupaten
jalan, terutaja di  Pemerintah  Bupati
volume lalu yang tinggal di
dekat lokasi kabupaten  Kecamatan
lintas, dan sekitar lokasi permukiman.  Kecamatan  Aparat desa
selanjutnya kegiatan.  Pengaturan lalu  Aparat desa
meningkatnya gas lintas terutama  Konsultan
buang kendaraan terhadap supervisi
terutama di kendaraan yang
sekitar lokasi melalu jalan tol
untuk
permukiman.
menghindari
penumpukan lalu
lintas di suatu titik
tertentu yang
menyebabkan
akumulasi
pencemaran udara
di suatu titik.
Meningkatnya Pengoperasiaon Laporan operasional Untuk  Penanaman pohon Di sepanjang ejak awal Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kebisingan jalan alternatif terkait peningkatan mengurangi lindung yang jalan di wilayah dioperasikannya. selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
yang dapat kebisingan dan tingkat kebisingan rapat dan tanaman studi. kontraktor Provinsi/Ka Provinsi/Ka
meningkatkan persepsi masyarakat karena kendaraan hias, di sepanjang pelaksana. bupaten bupaten
jalan, terutama di  Pemerintah  Bupati
volume lalu yang tinggal di yang berlalu
dekat lokasi- kabupaten  Kecamatan
lintas, dan sekitar lokasi lalang. lokasi  Kecamatan  Aparat desa
selanjutnya kegiatan. permukiman.  Aparat desa
meningkatnya gas  Pengaturan lalu  Konsultan
buang kendaraan lintas terutama
terutama di terhadap supervisi
sekitar lokasi kendaraan yang
permukiman. melalui jalan
alternatif untuk
menghindari
penumpukan lalu
lintas di suatu titik
tertentu yang
menyebabkan
akumulasi
kebisingan di
suatu titik.

MATRIKS RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)


UNTUK PROYEK JALAN ALTERNATIF DARI DESA HATU KE LILIBOI

Jenis Tujuan Lokasi Institusi Pemantauan Lingkungan


Sumber Dampak Parameter Tolak Metode Frekuensi
Dampak Pemantauan Pemantauan
Penting Ukur Dampak Pemantauan Pemantauan
Penting Lingkungan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A. Tahap Pra-Konstruksi
Keresahan Proses pembebasan Adanya protes dari Untuk mendeteksi  Wawancara  Lahan dan Satu kali selama Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
masyarakat lahan. masyarakat yang adanya keresahan dengan tumbuhan yang kegiatan selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
karena proses terkena pembebasan masyarakat dan penduduk dan terkena pembebasan kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
pembebasan lahan. hambatan proses pengamatan pembebasan lahan pelaksana. upaten bupaten
lapangan. untuk kegiatan  Pemerintah  Bupati
lahan yang pembebasan berlangsung
 Mengamati proyek kabupaten  Kecamatan
belum selesai lahan. proses  Desa Hatu  Kecamatan  Aparat desa
dan pembebasan  Desa Liliboi  Aparat desa
kompensasi lahan.  Konsultan
yang tidak  Menelaah supervisi
memadai berita tentang
keluhan
masyarakat
B. Tahap Konstruksi
Penurunan  Persiapan dan  Laporan adanya Untuk memantau  Pengukuran Di sekitar lokasi Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kualitas udara pembersihan gangguan apakah kualitas kualitas kegiatan dan jalur sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
lahan. pernafasan bagi udara di lokasi udara. yang dilewati tahap konstruksi kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
 Penangkutan masyarakat proyek dan  Analisis transportasi berlangsung. pelaksana. upaten bupaten
material sekitar laboratorium.  Pemerintah  Bupati
sekitarnya tetap material.
bangunan.  Keluhan  Tanggapan kabupaten  Kecamatan
memenuhi baku
 Pengoperasian masyarakat penduduk.  Kecamatan  Aparat desa
batching plant. terkait mutu lingkungan.  Aparat desa
 Konstruksi jalan pencemaran  Konsultan
berlangsung udara (debu) supervisi
Peningkatan  Pengangkutan Laporan adanya Untuk memantau  Pengukuran Di sekitar lokasi Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
derajat material bahan gangguan apakah kebisingan tingkat kegiatan dan jalur sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
kebisingan bangunan kebisingan dan di lokasi proyek kebisingan. yang dilewati tahap konstruksi kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
 Pengoperasian getaran oleh  Analisis upaten bupaten
dan getaran dan sekitarnya transportasi berlangsung pelaksana.
batching plant masyarakat sekitar laboratorium.  Pemerintah  Pemerintah
dan baku mutu. menganggu material.
 Penyiapan dan  Tanggapan kabupaten kabupaten
masyarakat serta
pembersihan masyarakat.  Kecamatan  Kecamatan
lahan memenuhi baku  Aparat desa  Aparat desa
 Konstruksi jalan mutu lingkungan.  Badan  Badan
berlangsung Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup
Kabupaten Kabupaten
 Dinas  Dinas
Kesehatan Kesehatan
Kabupaten Kabupaten
 Konsultan  Konsultan
supervisi supervisi
Meningkatkan Persiapan dan Tingkat dan lama Mendeteksi Pengamatan Di sekitar lokasi Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
erosi tanah pembersihan lahan. genangan air pada adanya saluran-saluran kegiatan. sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
dan terjadinya saat musim hujan. erosi/longsoran, drainase dan tahap konstruksi kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
genangan air genangan air, dan kondisi tanah berlangsung. pelaksana. upaten bupaten
tersumbatnya yang terbuka.  Pemerintah  Bupati
kabupaten  Kecamatan
saluran
 Kecamatan  Aparat desa
drainase/irigasi  Aparat desa
yang dapat  Konsultan
menyebabkan supervisi
longsor dan
timbulnya
genangan air di
sekitar area
proyek.

Gangguan lalu  Pengangkutan Tingkat kemacetan Untuk memantau  Pengamatan Di sekitar lokasi Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
lintas di jalan material lalu lintas. apakah lalu lintas. kegiatan. sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
umum bangunan kemacetan lalu  Analisis lalu tahap konstruksi kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
lintas yang terjadi berlangsung. pelaksana. upaten bupaten
 Penyiapan dan lintas.
dapat  Pemerintah  Pemerintah
pembersihan  Persepsi dan kabupaten kabupaten
lahan diminimalisasi. tanggapan  Kecamatan  Kecamatan
 Konstruksi pemakai jalan  Aparat desa  Aparat desa
pondasi, dan  Badan  Badan
perkerasan masyarakat. Lingkungan Lingkungan
jalan dan Hidup Hidup
jembatan. Kabupaten Kabupaten
 Dinas  Dinas
Perhubungan Perhubunga
Kabupaten n
 Konsultan Kabupaten
supervisi  Konsultan
supervisi
C. Tahap Pasca Konstruksi
Perubahan Keberadaan Laporan Untuk mendeteksi  Pengamatan Di sepanjang jalan Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
tata guna pengoperasian jalan. operasional. perubahan lapangan. di lokasi kegiatan. sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
lahan di peruntukan tanah  Mengkaji pengoperasian kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
wilayah lokasi di lokasi kegiatan. perubahan jalan pelaksana. upaten bupaten
kegiatan.
yang ada
berlangsung.  Pemerintah  Bupati
dengan kabupaten  Kecamatan
mengacu  Kecamatan  Aparat desa
pada RTRW.  Aparat desa
 Konsultan
supervisi
Penurunan Pengoperasian Laporan operasional Untuk memantau  Pengukuran Di sepanjang jalan. Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kualitas udara jalan. terkait penurunan apakah kualitas kualitas sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
kualitas udara udara di lokasi udara. pengoperasian kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
jalan dan  Analisis jalan pelaksana. upaten bupaten
sekitarnya tetap
laboratorium.
berlangsung.  Pemerintah  Bupati
 Tanggapan kabupaten  Kecamatan
memenuhi baku
masyarakat.  Kecamatan  Aparat desa
mutu lingkungan.  Aparat desa
 Konsultan
supervisi
Peningkatan Pengoperasian Laporan operasional Untuk memantau  Pengukuran Di sepanjang jalan. Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
kebisingan jalan. terkait peningkatan apakah kualitas kualitas sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
kebisingan. udara di lokasi udara. pengoperasian kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
jalan dan  Analisis jalan pelaksana. upaten bupaten
sekitarnya tetap
laboratorium.
berlangsung.  Pemerintah  Bupati
 Tanggapan kabupaten  Kecamatan
memenuhi baku
masyarakat.  Kecamatan  Aparat desa
mutu lingkungan.  Aparat desa
 Konsultan
supervisi
Penurunan Pengoperasian Tingkat kemacetan Untuk memantau  Pengamatan Di sekitar lokasi Enam bulan Pemrakarsa  Bappeda  Bappeda
tingkat jalan. lalu lintas. apakah kemacetan lalu lintas. jalan alternatif. sekali selama selaku  Dinas PUPR  Dinas PUPR
kemacetan di lalu lintas dapat  Analisis lalu pengoperasian kontraktor Provinsi/Kab Provinsi/Ka
sekitar jalan diminimalisasi lintas. jalan pelaksana. upaten bupaten
alternatif dengan  Persepsi dan berlangsung.  Pemerintah  Pemerintah
tanggapan kabupaten kabupaten
pengoperasian
pemakaian  Kecamatan  Kecamatan
jalan alternatif. jalan dan  Aparat desa  Aparat desa
masyarakat.  Badan  Badan
Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup
Kabupaten Kabupaten
 Dinas  Dinas
Perhubungan Perhubunga
Kabupaten n
 Konsultan Kabupaten
supervisi  Konsultan
supervisi

Anda mungkin juga menyukai