Teknik Pemboran 1
Circulating System
Dinovica Chandra Prayoga (2201085)
Muhammad Wisnu Rizqullah (2201087)
Mualif Nirmala (2201096)
Mohammad Firzy Syahputra (2201107)
Drilling Rig : Sistem Sirkulasi
(Circulating System)
Pada dasarnya sistem sirkulasi sangat erat kaitannya dengan fluida
pemboran (drilling fluids) yang fungsi utamanya adalah mengangkat material
pahatan (cutting) hasil dari mata bor (drill bit) dari dasar sumur ke atas
permukaan melalui anulus, selain itu fluida pemboran juga berfungsi untuk
menjaga keseimbangan antara tekanan hidrostatik (hidrostatic pressure)
dengan tekanan formasi (formation pressure) agar fluida reservoir tidak
masuk kedalam lubang bor selama kegiatan pemboran. Sistem sirkulasi
terdiri dari empat sub-komponen utama, yaitu Fluida Pemboran (Drilling
Fluids), Tempat Persiapan, Peralatan Sirkulasi, dan Conditioning Area.
1) Fluida / Lumpur Pemboran
(Drilling Fluid)
Fluida pemboran adalah campuran cairan yang terdiri Mengangkat cutting ke permukaan.
dari berbagai komponen seperti air (tawar atau asin), Mendinginkan dan melumasi bit dan drill string.
minyak, tanah liat (clay), bahan kimia, gas, udara, Memberi dinding lubang bor dengan mud cake.
busa, dan detergent. Di lapangan, fluida ini dikenal Mengontrol tekanan formasi.
sebagai "lumpur" (mud). Lumpur pemboran Membawa cutting dan material-material pemberat
memainkan peran penting dalam mendukung pada suspensi bila sirkulasi lumpur dihentikan
kesuksesan operasi pemboran. Kecepatan, efisiensi, sementara.
keselamatan, dan biaya pemboran sangat bergantung Memberikan hydraulic horse power pada bit untuk
membersihkan serbuk bor (cutting) dari dasar lubang
pada kinerja lumpur pemboran. Fungsi lumpur dalam
bor dan melepaskan pasir dan cutting dipermukaan.
suatu operasi pemboran antara lain adalah sebagai
Menahan sebagian berat drill pipe dan cutting
berikut :
(bouyancy effect).
Mengurangi effek negatif pada formasi.
Mendapatkan informasi (mud log, sampel log).
Media logging.
1.a. Komposisi lumpur
pemboran
Komposisi lumpur pemboran ditentukan oleh kondisi lubang bor dan jenis
formasi yang ditembus oleh mata bor. Ada dua hal penting dalam penentuan
komposisi lumpur pemboran, yaitu :
Semakin ringan dan encer suatu lumpur pemboran, semakin besar laju
penembusannya.
Semakin berat dan kental suatu lumpur pemboran, semakin mudah untuk
mengontrol kondisi dibawah permukaan separti masuknnya fluida formasi
bertekanan tinggi (dikenal sebagai "kick"). Bila keadaan ini tidak dapat
diatasi maka akan menyebabkan semburan liar (blowout).
1.b. Jenis Lumpur Pemboran
Penentuan lumpur pemboran yang digunakan dalam suatu operasi
pemboran didasarkan pada kondisi bawah permukaan dari formasi
yang sedang ditembus. Fluida pemboran yang umum digunakan
dalam suatu operasi pemboran dapat digolongkan menjadi tiga jenis,
yaitu :
1. Water - based mud
2. Oil - based mud
3. Air or Gas - based mud
a. Water-Base Mud
Lumpur pemboran jenis water-based mud banyak digunakan karena terdiri sebagian besar dari
air (sekitar 80%), clay, dan bahan tambahan kimia. Komposisi ini disesuaikan dengan kondisi
lubang bor. Di permukaan, digunakan lumpur biasa dengan sedikit tambahan. Saat menembus
formasi keras, digunakan lumpur encer, sementara saat menembus formasi bertekanan tinggi,
digunakan lumpur berat. Water-based mud adalah pilihan umum karena ekonomis, mudah
digunakan, dan membentuk kerak lumpur yang melindungi dinding lubang bor.
b. Oil - Based Mud
Digunakan pada pemboran dalam, hot holes, formasi shale, dan sebagainya. Lumpur ini lebih
mahal, tetapi akan mengurangi terjadinya proses pengaratan (korosi) yang dapat mengakibatkan
kerusakan fatal pada rangkaian pipa bor.
c. Air or Gas - Based Mud
Keuntungan dari lumpur jenis ini terutama adalah dapat menghasilkan laju pemboran yang lebih
besar. Karena digunakan kompressor, kebutuhan peralatan dan ruang lebih sedikit.
2) Tempat Persiapan
(Preparation Area)
Terletak pada tempat dimulainya sistem sirkulasi. Tempat persiapan lumpur pemboran terdiri dari
peralatan-peralatan yang diatur untuk memberikan fasilitas persiapan atau “treatment” lumpur
bor. Tempat persiapan ini meliputi Mud House, Steel Mud Pits/Tanks, Mixing Hopper, Chemical
Mixing Barrel, Bulk Mud Storage Bins, Water Tank, dan Reserve Pits.
2.a. Mud house
Merupakan gudang untuk menyimpan additives.
2.b. Steel mud pits/tanks
Merupakan bak penampung lumpur di permukaan yang terbuat dari baja.
2.c. Mixing hopper
Mixing Hopper adalah peralatan yang bentuknya menyerupai corong. Melalui corong ini,
additives padat ditambahkan ke dalam zat cair pengeboran pada waktu perawatan di dalam
kolam lumpur. kemudian lumpur yang sudah dicampur additive ini digunakan untuk
disirkulasikan. Mixing Hopper terletak di dekat rig.
2.d. Chemical mixing barrel
Merupakan peralatan untuk menambahkan bahan-bahan kimia (Chemicals) ke
dalam lumpur
2.e. Bulk mud storage bins
Merupakan bin yang berukuran besar digunakan untuk menambah additives dalam
jumlah banyak.
2.f. Water tank
Merupakan tangki penyimpan air yang digunakan pada tempat persiapan lumpur
dan persiapan kegiatan pemboran. Water tank umumnya terletak di samping rig,
bisa juga ditempat lain tergantung kondisi lapangan.
2.g. Reserve Pit
Merupakan kolam yang besar digunakan untuk menyimpan kelebihan lumpur.
3) Peralatan Sirkulasi
(Circulation Equipments)
Peralatan sirkulasi merupakan komponen utama dalam sistem sirkulasi.
Peralatan ini mengalirkan lumpur pemboran dari peralatan sirkulasi,
turun ke rangkaian pipa bor dan naik ke annulus mengangkat serbuk
bor ke permukaan menuju conditioning area sebelum kembali ke mud
pits untuk sirkulasi kembali. Peralatan ini ditempatkan pada tempat yang
strategis disekitar rig. Peralatan sirkulasi terdiri dari beberapa komponen
khusus, yaitu Mud Pit, Mud Pump, Pump Discharge and Return Line,
Stand Pipe, Rotary Hose, Special Pumps and Agigators, Steel Mud
Pits/Tank, dan Reserve Pit.
3.a. Mud Pit
Mud pit terletak sebisa mungkin di dekat rig, atau tergantung pada kondisi dan
luas area pemboran. Fungsi mud pit adalah sebagai tempat penyimpanan lumpur
atau air (untuk pemboran panasbumi) dalam kegiatan pemboran. Air atau lumpur
yang terdapat di mud pit akan di pompa oleh mud pump dan melewati berbagai
peralatan pada sistem sirkulasi untuk kemudian kembali lagi ke mud pit.
3.b. Mud Pump
Mud pump terletak di dekat rig, berfungsi untuk memompakan lumpur pemboran
yang bertekanan tinggi ke pipa penyalur lumpur hingga ke sistem sirkulasi.
3.c. Pump Discharge and Return Lines: Ini adalah jalur pipa yang menghubungkan
output dari pompa lumpur (mud pump) ke pipa-pipa sirkulasi serta kembali ke mud
pit. Mereka membawa lumpur pemboran dari pompa ke sistem sirkulasi dan
mengembalikan lumpur yang telah digunakan kembali ke pit.
3.d. Stand Pipe
Stand pipe adalah suatu pipa baja yang dijepit secara vertikal di samping derrick, dan menghubungkan
pipa-pipa sirkulasi dengan selang pemutar (kelly house). Selang pemutar ini disambung pada gooseneck
penyambung pada stand pipe. Selang pemutar ini memindahkan lumpur pemboran ke swivel dean
kemudian disalurkan ke bawah ke dalam drillstring. Stand pipe ini memungkinkan swivel dan selang
pemutar untuk bergerak vertikal ke atas atau ke bawah.
3.e. Rotary Hose: Rotary hose adalah selang fleksibel yang menghubungkan pipa drillstring ke swivel atau
kelly yang berputar. Ini memungkinkan transfer lumpur dan gerakan rotasi pada pipa bor saat proses
pengeboran.
3.f. Special Pumps and Agitators: Special pumps dan agitators adalah peralatan tambahan yang digunakan
untuk mengatur konsistensi dan kekentalan lumpur pemboran. Mereka dapat digunakan untuk mencampur
bahan tambahan kimia atau memastikan lumpur tetap homogen selama proses pengeboran.
3.g. Steel Mud Pits/Tanks: Ini adalah wadah penyimpanan lumpur atau air yang terbuat dari baja. Mereka
berfungsi sebagai tempat penyimpanan utama untuk persediaan lumpur pemboran. Tank-tank ini dirancang
untuk menahan tekanan dan berbagai kondisi lingkungan selama operasi pengeboran.
4) Conditioning Area
Ditempatkan di dekat rig. Area ini terdiri dari peralatan-peralatan khusus yang digunakan
untuk “Clean up” (pembersihan) lumpur bor setelah keluar dari lubang bor. Fungsi utama
peralatan-peralatan ini adalah untuk membersihkan lumpur bor dari serbuk bor (cutting) dan
gas-gas yang terikut. Dua metode pokok untuk memisahkan cutting dan gas dari dalam
lumpur bor, yaitu :
1. Menggunakan prinsip gravitasi, dimana lumpur dialirkan melalui shale shaker dan
settling tanks
2. Secara mekanik, dimana peralatan-peralatan khusus yang dipasang pada mud pits
dapat memisahkan lumpur dan gas.
Peralatan-peralatan Conditioning Area antara lain Settling Tanks, Mud-Gas Separator,
Shale Shaker, Degasser, Desander, dan Desilter.
4.a. Settling tanks
Merupakan bak terbuat dari baja digunakan untuk menampung lumpur bor selama
conditioning.
4.b. Reserve Pits
Merupakan kolom besar yang digunakan untuk menampung cutting dari dalam lubang bor
dan kadang-kadang untuk menampung kelebihan lumpur bor.
4.c. Mud-Gas Separator
Mud-Gas Separator merupakan alat Conditioning Area pertama dalam sistem sirkulasi.
Fungsi alat ini adalah memisahkan gas yang terlarut dalam lumpur bor dalam jumlah yang
besar, biasanya digunakan saat terjadi kick. Mud-gas separator ini terletak di samping rig,
"satu komplek" dengan peralatan conditioning area yang lain.
4.d. Shale Shaker
Merupakan peralatan pemisah cutting dan bagian-bagian dari lapisan tanah berukuran
besar dari dalam lubang yang dibawa oleh lumpur bor. Fluida pemboran yang melewati
shale shaker ini akan melalui saringan-saringan yang bergetar yang memisahkan cutting-
cutting yang tidak digunakan. Sama seperti mud-gas separator, shale shaker terletak
bersamaan dengan peralatan conditioning area yang lainnya.
4.e. Desander
Merupakan peralatan yang memisahkan butir-butir pasir dari lumpur bor yang tidak
tersaring ketika melewati shale shaker. Prinsip kerjanya adalah memaksa masuk fluida
pemboran dengan tekanan tinggi melalui silinder, kemudian bagian-bagian yang berat
dikeluarkan oleh tenaga sentrifugal dan dibuang melalui dasar silinder. Desander terletak di
samping shale shaker di conditioning area.
4.f. Desilter
Merupakan peralatan yang memisahkan partikel-partikel cutting yang berukuran paling halus dari
lumpur bor.
4.g. Degasser
Merupakan peralatan yang secara kontinue memisahkan gas terlarut dari lumpur bor.
Peralatan Lain :
1. Trip Tank
Trip tank merupakan tempat penampungan fluida pemboran yang bersifat sementara. Fluida
pemboran yang sudah disirkulasikan ditampung di tempat ini untuk kemudian disirkulasika kembali
agar bersih dari cutting dan gas. Trip tank juga bisa menjadi media awal untuk mengetahui
gejala/masalah pemboran.
2. Mud Agigator
Mud agigator berfungsi untuk mengaduk lumpur yang terletak di trip tank. Lumpur bor yang tersimpan
sementara di trip tank akan diaduk terlebih dahulu sebelum disirkulasikan.
Teknik Pemboran 1
Terima Kasih