0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Praktikum Analisis Tanah dan Tanaman

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh faktor-faktor tertentu terhadap pengukuran sifat kimia tanah, seperti pH dan kadar kalium tersedia, melalui serangkaian percobaan. Faktor-faktor yang diteliti antara lain jenis dan volume pengekstrak, waktu pengekstrakan, serta teknik pengambilan contoh tanah. Mahasiswa dibagi dalam kelompok untuk menjalankan satu analisis, kemudian

Diunggah oleh

Rido Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Praktikum Analisis Tanah dan Tanaman

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh faktor-faktor tertentu terhadap pengukuran sifat kimia tanah, seperti pH dan kadar kalium tersedia, melalui serangkaian percobaan. Faktor-faktor yang diteliti antara lain jenis dan volume pengekstrak, waktu pengekstrakan, serta teknik pengambilan contoh tanah. Mahasiswa dibagi dalam kelompok untuk menjalankan satu analisis, kemudian

Diunggah oleh

Rido Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PETUNJUK PRAKTIKUM

ANALISIS TANAH DAN TANAMAN


SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2018/2019

UNSUR ANALISIS
HARA TANAMAN
TANAH

ANALISIS
TANAH

JURUSAN ILMU TANAH


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2023
2
ISI
00 KETENTUAN UMUM 3
ANALISIS 1:
01 5
Pengaruh Jenis dan Volume Pengekstrak dalam Pengukuran pH Tanah
ANALISIS 2:
02 Pengaruh Jenis Pengekstrak dan Waktu Pengocokan dalam Pengukuran 6
pH Tanah
ANALISIS 3:
03 7
Pengaruh Jenis Pengekstrak dalam Pengukuran K Tersedia dalam Tanah
ANALISIS 4:
04 Pengaruh Volume Pengekstrak dalam Pengukuran K Tersedia dalam 8
Tanah
ANALISIS 5:
05 Pengaruh Waktu Pengekstrakan dalam Pengukuran K Tersedia dalam 9
Tanah
ANALISIS 6:
06 10
Pengaruh Penyiapan Contoh Tanah dalam Pengukuran K Tersedia Tanah
ANALISIS 7:
07 11
Pengaruh Penanaman Jagung terhadap K Tersedia dalam Tanah
ANALISIS 8:
08 12
Pengaruh Pemupukan K terhadap K Tersedia dalam Tanah
ANALISIS 9:
09 13
Titrasi Tanah dalam Penetapan Kebutuhan Kapur
ANALISIS 10:
10 Pengaruh Teknik Pengambilan Contoh Tanah terhadap Hasil Pengukuran 14
Sifat Kimia Tanah
11 PEMBAGIAN GRUP PRAKTIKUM 15
3
KETENTUAN UMUM

Tujuan Khusus:

Praktikum Analisis Tanah dan Tanaman (ATT) adalah serangkaian percobaan kecil
di lapang dan/atau di laboratorium yang secara khusus ditujukan untuk membangun
pemahaman mahasiswa terhadap beberapa aspek penting dalam analisis tanah dan
tanaman. Beberapa aspek tersebut di antaranya adalah pengaruh: (1) jenis pengekstrak,
(2) volume pengekstrak, (3) waktu pengekstrakan, (4) jenis tanah, (5) teknik pengambilan
contoh tanah, dan (6) penyiapan contoh tanah sebelum analisis. Dalam prraktikum ini
seluruh aspek tersebut dikemas dalam pengukuran pH, K-Tersedia, dan penetapan
kebutuhan kapur.

Waktu Praktikum:

Dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya, setiap mahasiswa hanya


melakukan sebuah analisis/percobaan bersama dengan 4 orang mahasiswa lainnya dalam
satu grup. Mahasiswa praktikum dibagi menjadi beberapa grup yang terdiri dari 5 orang
mahasiswa. Setiap grup melakukan hanya sebuah analisis, yang harus diselesaikan
selama kurang lebih 6 pekan dan penulisan laporan selama 1 pekan. Penjelasan teknis
praktikum dilaksanakan pada pekan ke-4; analisis/percobaan pada pekan ke-5 s/d 11;
penulisan laporan hasil analisis pada pekan ke-12; presentasi hasil pada pekan ke-13 s/d
15; dan ujian praktikum pada pekan ke-16.

Laporan Praktikum:

Laporan praktikum dibuat singkat sebanyak kurang lebih 5 halaman, terdiri dari:
Pendahuluan, Tujuan, Metode, Hasil dan Pembahasan, dan Kesimpulan. Hasil sebaiknya
disajikan dalam bentuk diagram. Laporan diketik rapi dalam Microsoft Word dengan
spasi 1.5 pada kertas kuarto dengan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12.
4
Setelah disetujui oleh pembimbing, laporan diperbanyak secukupnya (tidak dijilid)
untuk dibagikan kepada pembimbing dan masing-masing grup sehari sebelum
pelaksanaan seminar hari pertama.

Seminar:

Setiap grup harus mempresentasikan laporan hasil analisisnya pada seminar akhir
semester, yang dihadiri oleh seluruh grup dan pembimbing praktikum. Setiap grup akan
diberi waktu sekitar 15 menit untuk menyajikan hasil analisisnya dan 15 menit untuk
menjawab pertanyaan dari grup lainnya. Dengan demikian akan terjadi pengayaan
pemahaman mahasiswa terhadap seluruh materi praktikum berdasarkan penyajian dari
grup lainnya. Hasil penyajian dari seluruh grup akan dijadikan sebagai bahan untuk
menyusun soal Ujian Praktikum. Ujian Praktikum harus diikuti oleh setiap mahasiswa.

Penilaian:

Praktikum ATT memiliki bobot penilaian 25% dari total nilai ATT. Penilaian
praktikum ATT akan dilakukan terhadap beberapa komponen, yaitu: (1) Laporan Akhir
Praktikum, (2) Presentasi, dan (3) Ujian Akhir Praktikum. Laporan Akhir Praktikum dan
Presentasi adalah nilai kelompok, masing-masing memiliki bobot 5% atau total 10%;
sedangkan Ujian Akhir Praktikum (berbobot 15%) adalah nilai individual berdasarkan
pemahaman yang didapat oleh masing-masing mahasiswa dalam seminar. Penilaian
presentasi akan dititikberatkan pada penguasaan substansi dan kerjasama dalam grup;
sedangkan Laporan Hasil pada kerapihan laporan, kualitas hasil, dan kedalaman
interpretasinya.
5
ANALISIS 1
Pengaruh Jenis dan Volume Pengekstrak dalam Pengukuran pH Tanah

Analisis 1 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


jenis dan volume bahan kimia yang digunakan untuk pengukuran pH tanah. Untuk
melakukan Analisis 1, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan aquades, larutan KCl 1N, dan CaCl2 1M; serta botol pengocok (dapat
menggunakan botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 2 jenis, yaitu: tanah Gedong Meneng,


satu jenis tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 10 g contoh tanah kering udara ke dalam botol pengocok; tambahkan


dengan gelas ukur 10 ml air (Perbandingan Tanah:Pengekstrak 1:1); buat 2 kali
ulangan.

4. Lakukan juga Langkah No.3 di atas dengan menggunakan larutan KCl 1N dan
CaCl2 1M;

5. Lakukan lagi Langkah No. 3 dan 4 di atas dengan menggunakan volume larutan
20 ml (Perbandingan tanah: pengekstrak 1:2).

6. Ulang analisis di atas dengan menggunakan berat tanah 5 g dan volume


pengekstrak 15 ml (Perbandingan Tanah:Pengekstrak 1:3).

7. Tutup tabung pengocok dan kocok dengan end-to-end shaker selama 15 menit;
ukur pH-nya dengan pH-meter.

8. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah, jenis


pengekstrak, dan perbandingan tanah: pengekstrak.

9. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
6
ANALISIS 2
Pengaruh Jenis Pengekstrak dan Waktu Pengocokan dalam
Pengukuran pH Tanah

Analisis 2 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


jenis pengekstrak dan waktu pengekstrakan yang digunakan untuk pengukuran pH tanah.
Untuk melakukan Analisis 2, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan aquades, larutan KCl 1N, dan CaCl2 1M; serta botol pengocok (dapat
menggunakan botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedong Meneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 10 g contoh tanah ke dalam botol pengocok; dengan gelas ukur


tambahkan 20 ml aquades; tutup botol pengocok

4. Kocok dengan tangan sebentar (<1 menit); ukur pH-nya dengan menggunakan
pH-meter; ulang 2 kali.

5. Ulang Langkah No. 3; kocok dengan pegocok selama 30 menit dan 60 menit;
ukur pH-nya; ulang 2 kali.

6. Ulang Langkah No. 3 s/d 5 dengan menggunakan larutan KCl 1N dan CaCl2 1M.

7. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah, jenis


pengekstrak, dan waktu pengocokan.

8. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
7
ANALISIS 3
Pengaruh Jenis Pengekstrak dalam Pengukuran K Tersedia

dalam Tanah

Analisis 3 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


jenis pengekstrak dalam pengukuran K-tersedia dalam tanah. Untuk melakukan Analisis
3, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan aquades, larutan NH4OAc 1N pH 7, dan CaCl2 1M; serta botol pengocok
(dapat menggunakan botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedong Meneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 2 g contoh tanah kering udara ke dalam botol pengocok; tambahkan 20


ml aquades; tutup botol pengocok; ulang 2 kali.

4. Kocok dengan end-to-end shaker selama 30 menit; pisahkan fase cairnya dengan
kertas saring; ukur K dalam filtrat dengan menggunakan spectrophotometer;
hitung K-tersedianya.

5. Ulang Langkah No. 3 s/d 4 dengan menggunakan semua contoh tanah, larutan
NH4OAc 1N pH 7 dan CaCl2 1M.

6. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah dan jenis
pengekstrak.

7. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
8
ANALISIS 4
Pengaruh Volume Pengekstrak dalam Pengukuran K Tersedia

dalam Tanah

Analisis 4 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


volume pengekstrak dalam pengukuran K-tersedia dalam tanah. Untuk melakukan
Analisis 4, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan larutan NH4OAc 1N pH 7 dan botol pengocok (dapat menggunakan botol


film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedong Meneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 2 g contoh tanah ke dalam botol pengocok; tambahkan 20 ml larutan


NH4OAc 1N pH 7; tutup botol pengocok; ulang 2 kali.

4. Kocok dengan end-to-end shaker selama 30 menit; pisahkan fase cairnya dengan
kertas saring setelah fase padatnya mengendap; ukur K dalam filtrat dengan
menggunakan spectrophotometer; hitung K-tersedianya.

5. Ulang Langkah No. 4 namun dengan pengocokan beruntun dengan pengekstrak


2x20 ml.

6. Ulang Langkah No. 4 dengan pengocokan beruntun dengan pengeksrak 3x20ml.

7. Ulang Langkah No.3 s/d 6 dengan menggunakan semua contoh tanah.

8. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah dan volume
pengekstrak.

9. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
9
ANALISIS 5
Pengaruh Waktu Pengekstrakan dalam Pengukuran K Tersedia

dalam Tanah

Analisis 5 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


waktu pengekstrakan dalam pengukuran K-tersedia dalam tanah. Untuk melakukan
Analisis 5, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan larutan NH4OAc 1N pH 7 dan botol pengocok (dapat menggunakan botol


film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedong Meneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 2 g contoh tanah ke dalam botol pengocok; tambahkan 20 ml larutan


NH4OAc 1N pH 7; tutup botol pengocok; ulang 2 kali.

4. Kocok sebentar (< 1 menit) dengan tangan; pisahkan fase cairnya dengan kertas
saring; ukur K dalam filtrat dengan menggunakan spectrophotometer; hitung K-
tersedianya.

5. Ulang Langkah No. 3; kocok dengan end-to-end shaker selama 60 menit;

6. Ulang Langkah No. 3; kocok dengan end-to-end shaker selama 120 menit;

7. Ulang Langkah No. 3 s/d 6 dengan menggunakan semua contoh tanah.

8. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah dan waktu
pengekstrakan.

9. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
10
ANALISIS 6
Pengaruh Penyiapan Contoh Tanah dalam Pengukuran K tersedia
dalam Tanah

Analisis 6 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


teknik penyiapan contoh tanah dalam pengukuran K-tersedia dalam tanah. Untuk
melakukan Analisis 6, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan larutan NH4OAc 1N pH 7 dan botol pengocok (dapat menggunakan botol


film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (satu basah atau dibasahi, satu dikeringudarakan, dan satu
dikeringovenkan 105 C 24 jam); 3 jenis: tanah Gedong Meneng, sebuah tanah
lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 2 g contoh tanah ke dalam botol pengocok; tambahkan 20 ml larutan


NH4OAc 1N pH 7; tutup botol pengocok; ulang 2 kali.

4. Kocok dengan end-to-end shaker selama 30 menit; pisahkan fase cairnya dengan
kertas saring; ukur K dalam filtrat dengan menggunakan spectrophotometer;
hitung K-tersedianya.

5. Ulang Langkah No. 3 s/d 4 dengan menggunakan semua contoh tanah.

6. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh jenis tanah dan teknik
penyiapan contoh tanah.

7. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan
11
ANALISIS 7
Pengaruh Penanaman Jagung terhadap K Tersedia Tanah

Analisis 7 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


pengaruh penanaman terhadap perubahan K-tersedia dalam tanah. Untuk melakukan
Analisis 7, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan larutan NH4OAc 1N pH 7, pot 500 g, dan botol pengocok (dapat


menggunakan botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedongmeneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir

3. Masukkan 300 g contoh tanah ke dalam pot kecil (500g); tambahkan air sebanyak
120 ml atau 40%; sehari kemudian tanam 10 buah benih jagung pada pot sedalam
2 cm; biarkan tumbuh; siram tanaman secara kapiler, dan amati tingginya.

4. Ulang Langkah No. 3 sebanyak 4 kali (satu di antaranya tidak ditanami, sebagai
kontrol); ulang juga Langkah No. 3 untuk semua jenis tanah.

5. Setelah 3 minggu, potong bagian atas tanaman; setelah ditimbang bobot basahnya,
masukkan oven 60 C selama 3 hari kemudian timbang bobot keringnya.

6. Panen juga tanah yang tidak ditanami dan yang ditanami; ukur pH dan K-
tersedianya dengan pengekstrak NH4OAc 1N pH 7; hitung perubahan pH dan K-
tersedia yang hilang akibat penanaman.

7. Haluskan brangkasan kering tanaman dan ukur kadar K-nya dengan pengekstrak
NH4OAc 1N pH 7.

8. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh penanaman terhadap


perubahan K-tersedia di dalam tanah dan di dalam tanaman.

9. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
12
ANALISIS 8:
Pengaruh Pemupukan K terhadap K Tersedia dalam Tanah

Analisis 8 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap perubahan


ketersediaan K tanah akibat pemupukan dengan KCl. Untuk melakukan Analisis 8, ikuti
tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan larutan NH4OAc 1N pH 7, kantong plastik, dan botol pengocok (dapat


menggunakan botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedongmeneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 200 g contoh tanah ke dalam 3 buah kantong plastik; tambahkan pupuk
KCl dengan takaran 0, 1, dan 2 g kantong-1; aduk rata.

4. Tambahkan 80 ml aquades (40%); ikat kantong plastik dengan karet gelang


sehingga penguapan air terbatas.

5. Setelah 1 pekan ukur K-tersedia dengan pengesktrak NH4OAc 1N pH 7.

6. Ulang Langkah No.3 s/d 5 sebanyak 2 kali.

7. Buat diagram yang dapat membandingkan perubahan K-tersedia akibat


pemupukan dan kehilangan K dari KCl dalam seluruh jenis tanah.

8. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
13
ANALISIS 9
Titrasi Tanah dalam Penetapan Kebutuhan Kapur

Analisis 9 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap teknik


paling dasar dalam penetapan kebutuhan kapur berdasarkan titrasi tanah. Untuk
melakukan Analisis 9, ikuti tahapan sebagai berikut:

1. Siapkan kristal CaCO3, kantong plastik, dan botol pengocok (dapat menggunakan
botol film) secukupnya.

2. Siapkan contoh tanah (dikeringudarakan); 3 jenis: tanah Gedongmeneng, sebuah


tanah lain, dan tanah pasir.

3. Masukkan 200 g contoh tanah ke dalam 6 buah kantong plastik; tambahkan


CaCO3 secara berseri dengan takaran 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 g kantong-1; aduk rata;
tambahkan air sebanyak 80 ml (40%); buat dua kali ulangan.

4. Setelah 2 pekan, ukur pH-nya dengan pH-meter.

5. Ulang Langkah No. 3 s/d 4 dengan menggunakan semua contoh tanah.

6. Buat grafik titrasi yang dapat menunjukkan hubungan penambahan kapur (Sumbu
X) dengan pH tanah (Sumbu Y); tentukan penambahan kapur untuk
meningkatkan pH masing-masing tanah sebesar 1 dan 2 unit.

7. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
14
ANALISIS 10
Pengaruh Teknik Pengambilan Contoh Tanah terhadap Hasil
Pengukuran Sifat Kimia Tanah

Analisis 10 bertujuan untuk memberikan landasan pemahaman terhadap pentingnya


teknik pengambilan contoh tanah dalam pengukuran sifat tanah (dalam percobaan ini
hanya diukur pH dan K-tersedia). Untuk melakukan Analisis 10, ikuti tahapan sebagai
berikut:

1. Siapkan aquades, larutan KCl 1N larutan NH4OAc 1N pH 7; serta botol pengocok


(dapat menggunakan botol film) secukupnya.

2. Cari lahan miring yang relatif tidak terganggu; ambil contoh tanah di puncak, di
lereng, dan di lembah masing-masing di tiga titik yang berbeda; campurkan
seluruh contoh tanah menjadi satu kemudian diaduk rata (Contoh Tanah 1).

3. Ulang Langkah No. 2; campurkan ketiga titik di masing-maing segmen


pengambilan contoh tanah menjadi satu lalu diaduk rata menjadi Contoh Tanah 2
(contoh tanah dari puncak), Contoh Tanah 3 (dari lereng), dan Contoh Tanah 4
(dari lembah).

4. Analisis pH (dengan air dan KCl 1N 1:2) dan K-tersedia (dengan NH4OAc 1N pH
7) masing-masing 2 ulangan.

5. Buat diagram yang dapat membandingkan pengaruh teknik pengambilan contoh


tanah terhadap perbedaan hasil analisis kedua sifat tanah tersebut.

6. Buat laporan sesuai dengan petunjuk; diskusikan dengan pembimbing sebelum


diseminarkan.
15
PEMBAGIAN GRUP PRAKTIKUM
Penanggung Jawab Praktikum _____________ ;
Asisten 1: _________________ Asisten 2: ___________________

Regu 1: Regu 2:
1 1
2 2
3 3
Analisis No. __ Analisis No. __
Regu 3: Regu 4:
1 1
2 2
3 3
Analisis No. __ Analisis No. __
Regu 5: Regu 6:
1 1
2 2
3 3
Analisis No. __ Analisis No. __
Regu 7: Regu 8:
1 1
2 2
3 3
Analisis No. __ Analisis No. __
Regu 9: Regu 10:
1 1
2 2
3 3
Analisis No. __ Analisis No. __

Anda mungkin juga menyukai