Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan,
Kabupaten Bengkayang
Desa Karimunting adalah salah satu dari 122 (seratus dua puluh dua) desa yang ada di
Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, desa ini terletak di Kecamatan Sungai Raya
Kepulauan. Kecamatan pesisir ini memiliki 5 buah desa , salah satunya adalah Desa
Karimunting, desa yang terdiri atas 5 dusun ini memiliki luas wilayah 19.450 km2, dengan
Jumlah Penduduk 9.511 Jiwa, terdiri atas Dusun Tanjung Gundul, Dusun Teluk Suak, Dusun
Teratai, Dusun Kembang Sari, dan Dusun Sungai Soga, kelima dusun di Desa Karimunting ini
merupakan kawasan yang membentang di pesisir pantai Utara Kalimantan Barat. dengan
topography daerah dataran rendah, yang sebagian besar memiliki tanah hidrologi
bergambut.
Desa Karimunting telah ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang sebagai
salah satu Desa Wisata dengan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2016 tentang Desa
Wisata di Kabupaten Bengkayang, desa ini berbatasan dengan Kota Singkawang, Laut
Natuna, Kecamatan Capkala dan Desa Sungai Raya. Aksesbilitas dari Bandara Internasional
Supadio Pontianak menuju Desa Karimunting dengan jarak 153 km. Wilayah Desa
Karimunting sebagian besar merupakan kawasan pantai, laut dan pulau, bentang pantai
Desa Karimunting ± 40 Km, dengan pulau eksotik tempat persinggahan para nelayan
penangkap ikan.
Desa yang terletak di jalan poros Provinsi Kalimantan Barat – Singkawang – Sambas ini
memiliki berbagai sumber daya pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata budaya,
alam, hutan mangrove, underwater, pemancingan, penelitian biota laut,
wildlifephotography, jelajah pulau, Vila, hostel, hotel, wisata wahana buatan dan kuliner
khas masyarakat pesisir.
Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kepulauan yang terletak di pesisir pantai
merupakan kawasan rentan terhadap ancaman abrasi air laut, untuk mengatasi hal tersebut
Pemerintah bersama masyarakat telah mencanangkan pelestarian dan penanaman
Mangrove di sepanjang pantai untuk menjaga abrasi dan ekosistem pantai. Pelestarian
hutan mangrove di pesisir telah menjadi daya tarik wisata di Desa Karimunting, dengan
berkembangnya hutan mangrove maka tumbuh ekosistem pantai dan jenis fauna seperti
burung laut, kepitig bakau, kerang, ikan dan lain-lain.
sebelah utara : berbatasan dengan kecamatan singkawang selatan yang beberapa
wilayah memiliki potensi karhutla tinggi
sebelah selatan : berbatasan dengan desa Sungai Raya yang memiliki kawasan hidrologi
bergambut
sebelah barat : berbatasan dengan laut Natuna dengan objek wisata alam
sebelah timur : berbatasan dengan kota Singkawang tepat berada di objek vital bandara
kota singkawang, dan kecamatan Capkala
Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai,
Kabupaten Sambas
Sarang Burung Danau adalah salah satu desa di kecamatan Jawai, Kabupaten
Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Riwayat terbentuknya penamaan Desa Sarang Burung
Danau takterlepas dari kondisi kawasan desa yang 70%-nya adalah wilayah genangan air
(danau) yang luas. Sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi binatang khususnya burung-
burung untuk berdomisili di daerah ini. Keberadaan burung-burung yang bermigrasi
kekawasan tersebut untuk mendirikan sarang dan berkembangbiak menjadikan penamaan
daerah tersebut dengan sebutan Desa Sarang Burung Danau. Termasuklah di 3 desa lainnya
yang berada di satu hamparan seperti Desa Sarang Burung Kuala, Desa Sarang Burung
Husrat, dan Sarang Burung Kolam, seperti yang dituturkan oleh Muhtadun (50) selaku ketua
LPM Desa Sarang BurungDanau.
Untuk lebih rincinya sejarah Desa Sarang Burung Danau atau disingkat SB. Danau
merupakan salah satu Desa yang tergabung dalam kelompok Lima Desa, dalam suatu
ikatan yang disebut BENUA SARANG BURUNG, Kelima Desa tersebut antara lain :
1. Desa Sarang Burung Danau ( [Link] ).
2. Desa Sungai Nilam ( Sei Nilam )
3. Desa Sarang Burung Kolam ( [Link] ).
4. Desa Sarang Burung Usrat ( [Link] ).
5. Desa Sarang Burung Kuala ( [Link] ).
Sumber mata pencaharian Penduduk
Kelima Desa tersebut berada pada posisi paling utara dari Kecamatan Jawai yang
terdiri dari 11 Desa , yang sebelum pemekaran Kecamatan Jawai Selatan Tergabung
dalam 20 Desa. Secara karakteristik Lima Desa yang tergabung dalam Benua Sarang
Burung tersebut Sebelah Barat berbatasan langsung dengan Laut Natuna dan sebelah
Timur berbatasan dengan Kecamatan Teluk Keramat dan Kecamatan hasil Pemekaran
yakni Kecamatan Tangaran. Dan secara struktural maupun Emosional kelima Desa dalam
ikatan Benua Sarang Burung memiliki kesamaan dalam nuansa Sosial, Budaya, Mata
pencaharian dan lain-lain
DEMOGRAFI
Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Jumlah Penduduk Desa [Link] Kecamatan Jawai, keadaan sampai bulan Agustus
2018, berjumlah : 6.470. Jiwa , Selanjutnya di Desa [Link] bermukim sebanyak :
1.827. Kepala Keluarga, dengan rincian :
Jumlah Penduduk menurut Suku Bangsa.
Bahwa Penduduk Desa [Link] Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, terdiri dari
beraneka ragam suku, dimana suku Melayu merupakan Mayoritas yang mendominasi
dan merupakan suku asli , sedangkan suku-suku lain yang minoritas merupakan suku-
suku pendatang yang bermukim disebabkan karena adanya Perkawinan silang dengan
suku Melayu, juga karena propesi Pekerjaan atau mata pencaharian. Suku Jawa misalnya
datang karena melirik Desa [Link] memiliki potensi dan prospek usaha Perdagangan
yang sangat menarik karena letak wilayahnya yang sangat strategis dibanding Desa-
desa lain diwilayah sekitar, ditambah struktur masyarakatnya yang sangat terbuka dan
bisa menerima siapa saja. Kemudian suku Bugis juga bermukim secara mengelompok
terutama dibagian Barat didekat pantai Laut Natuna, mereka tertarik datang ke Desa
[Link] karena melihat potensi usaha Tambak Tradisional yang bisa memberikan
harapan karena Lahan dan alam yang sangat mendukung untuk membudi dayakan Ikan
dan Udang.
SUMBER MATA PENCAHARIAN PENDUDUK
Sumber mata pencaharian di Desa [Link], Kecamatan Jawai sebahagian besar terdiri
dari Petani yaitu: Petani tanaman padi, Petani pekebun dan Petani tambak. Selain itu
oleh karena Desa [Link] berbatasan langsung dengan laut Natuna, maka banyak
warga yang menggantungkan hidupnya dari Laut yakni sebagai Nelayan, disamping itu
ada juga sebagai Pedagang, Buruh, Pegawai Negeri Sipil, TNI / POLRI dan lain-lain.
Sebahagian besar Lahan-lahan produktif yang ada di Desa [Link] + 70% sudah
ditanami Kelapa sedang sisanya 30% berfungsi sebagai ladang tadah hujan untuk
tanaman padi ,kedelai, sayur mayur dan lain-lain. Karena kebun kelapa merupakan
Komoditi dan andalan atau sebagai penghasil utama bagi masyarakat bahkan sebagai
jaminan hari tua, sehingga Ladang tanaman padi pun hampir habis ditanami kelapa.
Dengan semakin tipisnya lahan tanaman padi, akhirnya para Petani yang sudah tidak
punya lahan yakni + 75% Petaninya mencari Lahan garapan ke daerah ujung yang biasa di
sebut dengan belokar, ada yang menyewa, Paupong (bagi hasil), dan lahan sendiri karena
[Link] itu petani tambak terdiri sebagian dari suku Bugis dan suku melayu, mereka
membudi dayakan udang alam serta Ikan Bandeng dan ikan alam seperti ikan kakap,
belanak, dll.
POTENSI WISATA
Desa Sarang Burung Danau sangat terkenal dengan komoditas buah naga yang dihasilkan.
Komoditas buah naga yang dihasilkan di Desa Sarang Burung Danau menjadi salahsatu yang
terkenal di kabupaten Sambas sehingga potensi ini dimanfaatkan dengan baik oleh kepala
desa Sarang Burung Danau dengan membuat konsep Agrowisata dengan menyajikan wisata
kebun buah naga dan dipadukan dengan Ekowisata yang berupa pantai Kasturi dengan
hutan mangrove dan tambak ikan bandeng. "Saat ini kita telah membuka destinasi wisata
baru di Desa Sarang Burung Danau dengan mengusung konsep Agro-ekowisata melalui
pembukaan pantai Katsuri dipadukan dengan hutan mangrove dan tanaman buah naga yang
nantinya akan ditanaman sepanjang 1 kilometer. Selain itu, kita juga menambahkan tambak
ikan bandeng yang mana tujuannya selain sebagai destinasi wisata juga sebagai upaya
dalam pemenuhan permintaan ikan bandeng yang terus meningkat. Nantinya juga lokasi
pantai Katsuri ini akan menjadi sentra kegiatan masyarakat Sarang Burung Danau khususnya
ibu-ibu PKK yang akan melakukan budidaya tanaman obat keluarga dan
mendirikan stand pameran produk UMKM masyarakat desa Sarang Burung Danau yang
diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat dan dapat menjadi oleh-oleh bagi
pengungjung pantai Katsuri" Ujar Halimras kepala desa Sarang Burung Danau pada saat
melakukan pertemuan dengan mahasiswa KKN Kebangsaan Tahun 2023.