0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan12 halaman

Definisi dan Manajemen Logistik Modern

Dokumen tersebut membahas tentang definisi logistik, administrasi, dan manajemen logistik. Logistik didefinisikan sebagai integrasi pengadaan, transportasi, manajemen persediaan, dan aktivitas pergudangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif. Administrasi berkaitan dengan perumusan tujuan, rencana, dan kebijakan sedangkan manajemen logistik melibatkan desain dan pengaturan sistem untuk mengontrol aliran material dan

Diunggah oleh

aishamureta05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan12 halaman

Definisi dan Manajemen Logistik Modern

Dokumen tersebut membahas tentang definisi logistik, administrasi, dan manajemen logistik. Logistik didefinisikan sebagai integrasi pengadaan, transportasi, manajemen persediaan, dan aktivitas pergudangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif. Administrasi berkaitan dengan perumusan tujuan, rencana, dan kebijakan sedangkan manajemen logistik melibatkan desain dan pengaturan sistem untuk mengontrol aliran material dan

Diunggah oleh

aishamureta05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I
Pendahuluan
A. Definisi logistik , Administrasi , dan Manajemen Logistik

Definisi.

Kata logistik berasal dari bahasa Yunani, yaitu logic, yang berarti rasional, masuk
akal, dapat dipertanggung-jawabkan. Dan thicos, artinya berpikir rasional dan dapat
dipertanggungjawabkan. Menurut beberapa Ahli, bahwa Logistik adalah integrasi
dari pengadaan, transportasi, manajemen persediaan, dan aktifitas pergudangan dalam
menyediakan alat/cara yang berbiaya efektif, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,
baik internal maupun eksternal (Burg dalam Lysons, 2000).

Logistik melibatkan proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian, agar


didapat suatu efisiensi akan biaya dan keefektifan proses penyimpanan bahan mentah,
setengah jadi, barang jadi, dan informasi-informasi yang berhubungan, dari asal ke
titik konsumsi dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen (The Council Logistics
Management, 1986).

Logistik merupakan fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan


barang, dan penyimpanan material dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui
rantai pasok dan sampai ke pelanggan akhir (Walters, 2003). Logistik merupakan seni
dan ilmu yang mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi dan sumber
daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan
tujuan mengoptimalkan penggunaan modal (Gunawan, 2014:7)

Maka berdasarkan pengertian dan ruang lingkup yang telah diuraikan di atas,
disimpulkan bahwa Sistem logistik adalah “Seluruh proses interaksi antara komponen
yang meliputi Struktur Lokasi Fasilitas, Transportasi, Persediaan (Inventory),
Komunikasi, serta Penanganan dan Penyimpanan, untuk mendapatkan barang yang
tepat, atau jasa ke tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang
diinginkan, serta membuat kontribusi terbesar terhadap perusahaan”

Logistik juga mengenal istilah Nine Rs (sembilan R) yaitu


1). Right Product (Produk yang benar/bak)
2). Right Quantity ( Kuantitas yang benar)
3). Right Condition (Kondisi yang benar/baik)
4). Right Place (Tempat yang benar)
5). Right Time (Waktu yang benar)
6). Right Customer (Pelanggan yang benar)
7). Right Price (Harga yang benar)
8) Right Way (Jalan yang benar)
9) Right Attitute (Sikap yang benar)

Jaringan dari logistik


Dari vendors ke pelanggan sebagai berikut:
2

Gambar 1. Alur barang dari Vendor (penyedia) hingga ke Pelanggan

Perspektif logistik

Berikut kami gambarkan 4 perspektif logistik yang juga terkait dengan Supply chain
management (SCM)

Gambar 2. Perspektif 4 konsep dari Logistik

Dari sudut pandang tradisionalis, maka Logistik meliputi SCM, lalu oleh Unionist
sebaliknya bahwa Logistik adalah dalam SCM, lalu bagi sudut pandang yang
melakukan pelabelan ulang Logistik telah berubah menjadi SCM, sedangkan dari
sudut pandang oleh ahli persimpangan dinyatakan bahwa Logistik beririsan dengan
SCM. Apapun perspektif dari para pemikir, disebutkan bahwa logistik memang ada
kaitannya dengan SCM. Meskipun dalam buku ini kami lebih mengfokuskan kepada
materi logistik saja, khususnya yang terkait pada hal-hal yang bersifat administrasi.

Administrasi

Menurut Theo Haimann “Administrasi berarti penentuan kebijakan secara


keseluruhan, penetapan tujuan utama, identifikasi tujuan umum dan penetapan
program dan proyek yang luas”. Ini mengacu pada kegiatan tingkat yang lebih tinggi.
Ini meletakkan prinsip-prinsip dasar perusahaan. Menurut Newman, “Administrasi
berarti bimbingan, kepemimpinan & pengendalian usaha kelompok menuju beberapa
tujuan bersama”.

Bahwa, manajemen melibatkan pengkonsepan, inisiasi dan menyatukan berbagai


elemen; mengoordinasikan, menggerakkan, mengintegrasikan komponen organisasi
yang beragam sambil mempertahankan kelangsungan hidup organisasi menuju
beberapa tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan kata lain, ini adalah seni
3

untuk menyelesaikan sesuatu melalui & dengan orang-orang dalam kelompok yang
terorganisir secara formal.

Perbedaan antara Manajemen dan Administrasi dapat diringkas dalam 2 kategori: -

1) Fungsi
2) Penggunaan / Penerapan

Berdasarkan fungsi

Basis Manajemen Administrasi

Berarti Manajemen adalah seni menyelesaikan sesuatu Hal ini berkaitan dengan
melalui orang lain dengan mengarahkan upaya perumusan tujuan yang luas,
mereka menuju pencapaian tujuan yang telah rencana & kebijakan.
ditentukan sebelumnya.

Nature Manajemen adalah fungsi pelaksana Administrasi adalah fungsi


pengambilan keputusan

Proses Manajemen memutuskan siapa yang harus Administrasi memutuskan apa


melakukannya & bagaimana dia melakukannya. yang harus dilakukan & kapan
harus dilakukan.

Fungsi Manajemen adalah fungsi yang melakukan karena Administrasi adalah fungsi
manajer menyelesaikan pekerjaan di bawah berpikir karena rencana &
pengawasan mereka. kebijakan ditentukan di
bawahnya

Keahlian Keterampilan teknis dan manusia Keterampilan konseptual dan


manusia

Tingkat Fungsi tingkat menengah & bawah Fungsi tingkat atas

Berdasar Penggunaan/Penerapannya:-

Basis Manajemen Administrasi

Penerapan Ini berlaku untuk masalah bisnis Ini berlaku untuk masalah non-bisnis yaitu klub,
yaitu organisasi yang menghasilkan sekolah, rumah sakit, dll.
keuntungan.

Pengaruh Keputusan manajemen dipengaruhi Administrasi dipengaruhi oleh opini publik,


oleh nilai, pendapat, keyakinan, dan pemerintah. kebijakan, organisasi keagamaan,
keputusan manajer. adat istiadat dll.
4

Status Manajemen merupakan karyawan Administrasi mewakili pemilik perusahaan yang


organisasi yang dibayar remunerasi memperoleh pengembalian modal yang
(dalam bentuk gaji & upah). diinvestasikan & keuntungan dalam bentuk
dividen.

Secara praktis, tidak ada perbedaan antara manajemen & administrasi. Setiap manajer
memperhatikan keduanya - fungsi manajemen administratif dan fungsi manajemen
operatif seperti yang ditunjukkan pada gambar. Namun, manajer yang lebih tinggi
dalam hierarki menunjukkan lebih banyak waktu pada fungsi administrasi & tingkat
yang lebih rendah menunjukkan lebih banyak waktu untuk mengarahkan dan
mengendalikan kinerja pekerja yaitu manajemen.(Juneja, n.d.)

Gambar 3. tingkat administrasi dan manajemen yang dilakukan oleh berbagai tingkat manajemen

Sedangkan lebih spesifik lagi oleh(Susanto, 2020) pada W.H. Evans 1963.
bahwa"Administrasi perkantoran merupakan fungsi yang menyangkut manajemen dan
pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan,
komunikasi, dan ingatan organisasi."' Dengan demikian, pada pokoknya manajemen
perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur
dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi dan
mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuai
tujuan mengenai sesuatu hal atau kegiatan. Hal atau sasaran yang terkena oleh
rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah pekerjaan perkantoran (office work).

Manajemen Logistik

Manajemen Logistik termasuk desain dan administrasi dari sistem untuk mengawasi
alur material, proses dalam bekerja dan penyelesaian penyimpanan untuk mendukung
strategi unit usaha.

Logistik adalah pendesainan dan pengaturan dari sebuah sistem agar kontrol alur
material melalui sebuah korporasi berjalan semestinya. Hal ini adalah bagian yang
sangat penting dari sebuah perusahaan internasional termasuk pergerakan dari bahan
mentah, alur koordinasi kedalam dan keluar ke negara yang berbeda, pilihan
5

transportasi, kemasan dari produk barang kiriman, penyimpanan produk, dan


pengaturan proses keseluruhan.

Fungsi Logistik Modern


1) Proses penyedia logistik yang berpartisipasi dalam pengelolaan dan
administrasi bisnis produsen/manufacture.
2) Penyedia logistik merancang rencana logistik dan menawarkan layanan
komprehensif yang terkait dengan rantai pasokan.
3) Operator logistik modern bertujuan untuk menawarkan layanan yang
memenuhi kebutuhan pelanggan, mengoptimalkan kinerja keseluruhan fungsi
logistik dan memaksimalkan keuntungan serta meminimalkan biaya di semua
aktivitas logistik.
4) Logistik modern adalah tentang layanan dan manajemen terpadu dari seluruh
rantai pasokan.

Berikut adalah gambar Jaringan hubungan yang harus dikelola logistik dalam saluran
distribusi

Gambar 4. Jaringan Hubungan yang harus dikelola logistik dalam saluran distribusi

B. Sejarah Logistik

1. Era Fragmentasi: Era ini diketahui sebagai fragmentasi karena segala


sesuatu yang dilakukan terpisah-pisah.
2. Era Evolving Integration: Pada tahap ini ada konsep baru terkait dari
manajemen logistik yang sedang berevolusi.
3. Era Integrasi Total: Dalam skenario saat ini karena teknologi yang maju
maka logistik telah berevolusi sebagai bagian dari manajemen.
6

Gambar 5. Sejarah Logistik dari Tahun 1960-2000

Maka Evolusi Konsep Logistik diatas , telah berkembang menjadi hal-hal yang perlu
diperhatikan saat ini seperti
• Port management
• Container management
• Industrial estates
• Freight forwarding
• Project logistics
• Lean logistics
• Reverse logistics
• Humanitarian SCM
• Pharmaceutical logistics
• Halal logistik
• dll

C. Peraturan International dan National Yang Terkait Dengan Logistik

Pemerintah juga perlu memikirkan payung hukum yang lebih kuat bagi sistem logistik
dan transportasi. Aturan hukum tertinggi di sektor ini hanya keputusan Presiden yang
kerap membingungkan pengusaha terkait kementerian mana yang paling
bertanggungjawab dalam teknis pelaksanaannya. Indonesia, kata Yukki, bisa
mencontoh Thailand yang sukses menata sistem transportasi dan logistiknya.

“Kita belum punya UU mengenai supply chain atau logistik dan transportasi. Baru
ada UU Transportasi Laut, Darat dan Udara. Itu pun lebih kepada orang, bukan
kepada barang,” kata Yukki Nugrahawan selaku Ketua DPP Asosiasi Logistik dan
7

Forwarder Indonesia (ALFI) yang juga sebagai Chairman ASEAN Federation of


Forwarders Association (AFF) periode 2016-2018.

Namunpun demikian Organization for Economic Cooperation and Development


(OECD) adalah organisasi internasional dengan tiga puluhan negara anggota, yang
menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Dalam bahasa
Indonesia, organisasi ini disebut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan
Ekonomi, telah melakukan penilaian persaingan independen untuk mengidentifikasi
aturan dan regulasi yang dapat menghambat fungsi pasar yang efisien di sektor
logistik. Proyek ini didukung oleh ASEAN Economic Reform Programme under the
UK Foreign, Commonwealth & Development Office (Pemerintah Inggris).
Penilaian tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
• Angkutan barang (melalui jalan darat, kereta api dan air)
• Freight forwarding
• Pergudangan
• Jasa pengiriman paket kecil
• Layanan bernilai tambah

Penilaian dilakukan secara bertahap. Pada Tahap 1, OECD menjalankan misi


pencarian fakta di Indonesia dan memprioritaskan 57 peraturan yang relevan dengan
sektor terkait. Tahap 2 memeriksa peraturan ini menggunakan Alat Penilaian
Persaingan OECD dan mengidentifikasi hambatan potensial. Tahap 3 melibatkan
analisis mendalam tentang hambatan potensial, termasuk menilai kemungkinan
kerugian kompetitif akibat hambatan ini tersebut dan mempertimbangkan tujuan
pembuat kebijakan. Tahap 4 mengembangkan 43 rekomendasi untuk ketentuan yang
ditemukan membatasi persaingan secara tidak perlu, dengan mempertimbangkan
konteks Indonesia, pengalaman internasional dan literatur ekonomi yang relevan, dan
berkonsultasi dengan otoritas terkait tentang rekomendasi ini. Tahap 5 menyelesaikan
rekomendasi. Laporan akhir termasuk semua temuan dan rekomendasi dirilis dan
diunggah di situs web OECD.(OECD, 2021)

Gambar 6. Tabel jumlah peraturan terkait sektor logistik yang dianalisa & rekomendasinya

Temuan kunci, dari Peraturan , pembatasan dan rekomendasi menunjukkan Pada


2019, sektor transportasi dan penyimpanan menyumbang lebih dari 5% dari PDB
Indonesia, memberikan kontribusi sekitar USD 63 miliar. Kontribusi sektor ini
terhadap PDB telah meningkat dari 4,4% pada tahun 2014. Ada lebih dari 5 juta orang
yang bekerja di sektor transportasi dan penyimpanan sejak 2018. Selama beberapa
tahun terakhir, Indonesia telah meningkatkan kinerja logistiknya secara keseluruhan
dan pada 2018 menduduki peringkat ke-46 dari 160 negara dalam Indeks Kinerja
8

Logistik (LPI) Bank Dunia. Peningkatan kinerja ini dibarengi dengan penurunan
biaya logistik negara sebagai persentase dari PDB. Pasar logistik terkonsentrasi di
dua kelompok pulau terpadat, Jawa dan Sumatera. Beberapa inisiatif pemerintah
telah berupaya untuk mengatasi perbedaan antara kelompok pulau, termasuk
kewajiban. layanan publik untuk pengangkutan barang -barang penting. Mirip dengan
Negara Anggota ASEAN lainnya, Indonesia juga mengalami dampak sosial
ekonomi dari wabah COVID-19. Pandemi tersebut telah mengakibatkan terganggunya
supply chain dan membatasi arus perdagangan dan investasi. Perusahaan logistik telah
terdampak kendala operasional (penundaan pengiriman, kemacetan dan tarif angkut
yang lebih tinggi) dan permintaan yang lebih rendah di sektor tertentu.

Gambar 7. Grafik peningkatan kontribusi dalam % terhadap PDB sektor logistik dan
peningkatan pekerjaan dalam jutaan di sektor logistik

D. Pihak-Pihak Yang Berkepentingan dari Manajemen Logistik.

Berikut pada gambar dibawah dijelaskan sebuah integrasi yang tidak pararel dari
ujung ke ujung untuk solusi rantai pasok yang diawali dengan supplier (penyuplai)
hingga user (pengguna). Tim SISLOGNAS membagi menjadi pelaku jasa logistik
(pemilik barang) dan penyedia jasa logistik.

Atau dapat dibedakan menjadi dua yaitu stakeholder (pihak yang berkepentingan
langsung) dan facilitator (pihak yang mengfasilitasi) sebagai berikut:

Gambar 8. Pemangku kepentingan logistik dan hubungan timbal baliknya.


Sumber :(Giusti et al., 2019)

Pemangku kepentingan yang teridentifikasi adalah sebagai berikut.


9

• Pelanggan: produsen, pemasok, atau perusahaan umum yang perlu mengirimkan


bahan mentah atau barang melalui jaringan rantai pasokan.
Tergantung pada layanan yang dibutuhkan, mereka dapat memulai hubungan
langsung dengan operator untuk operasi transportasi sederhana atau
dengan mitra lain untuk operasi logistik yang lebih kompleks dan manajemen
rantai pasokan jangka panjang.
• Pengangkut: perusahaan yang terutama didasarkan pada aset fisik (misalnya,
truk, rel, tongkang, kapal pengumpan, jalur laut, dan pesawat terbang) dan yang
menyediakan jasa transportasi dengan mengangkut barang. Mereka bekerja secara
langsung dengan klien mereka sendiri atau menawarkan transportasi mereka
pelayanan kepada LSP.
• Penyedia layanan logistik pihak ketiga: LSP yang biasanya terlibat dalam bisnis
pelanggan mereka, penyedia layanan 3PL bermain
peran penting dalam mengembangkan rantai pasokan. LSP ini menawarkan
layanan yang berkaitan dengan kegiatan logistik dasar, seperti transportasi,
konsolidasi, cross-docking, manajemen persediaan, pengemasan, pergudangan,
dan pengiriman barang. Penyedia layanan 3PL
bekerja sebagai perantara antara pembeli dan penjual, berkoordinasi antara
operator dan pemasok layanan lainnya, untuk meningkatkan
kinerja seluruh rantai pasokan. Mereka mungkin memiliki aset fisik, tetapi
sumber daya utama mereka adalah pengetahuan tentang pengelolaan
solusi teknologi sederhana (misalnya, pelacakan pengiriman).
• Penyedia layanan logistik pihak keempat: LSP bebas aset yang biasanya terlibat
dalam hubungan jangka panjang dengan pelanggan mereka yang, selain
mengelola rantai pasokan mereka, juga mengembangkan strategi untuk
meningkatkan rantai pasokan ini. 4PL
penyedia layanan bekerja seperti antarmuka tunggal antara klien dan beberapa
pemangku kepentingan, termasuk penyedia layanan 3PL. Ini
hubungan yang kuat membuat penyedia layanan 4PL lebih dari sekadar perantara
sederhana, idealnya memiliki kendali penuh atas rantai pasokan pelanggan
mereka. Beberapa contoh layanan yang ditawarkan oleh penyedia layanan 4PL
adalah analisis dan desain jaringan, bisnis
perencanaan, manajemen proyek, menara kontrol dan layanan manajemen
jaringan, perencanaan inventaris, dan manajemen.
• Terminal: otoritas pelabuhan, manajer hub antarmoda, atau pihak mana pun
yang perlu menangani operasi transshipment. Mereka punya
berbagai jenis interaksi langsung dengan operator, penyedia layanan 3PL, dan
penyedia layanan 4PL.

E. Konsep Logistik dan Elemen Logistik

Konsep logistik cukup baru di dunia bisnis. Perkembangan teoritis tidak digunakan
sampai tahun 1966. Sejak saat itu, banyak praktik bisnis telah berkembang dan logistik
saat ini menghabiskan biaya antara 10 dan 25 persen dari total biaya pembelian
internasional. Ada dua fase utama yang penting dalam pergerakan material, yaitu
manajemen material dan distribusi fisik yang meliputi;

1. Pengelolaan bahan adalah perpindahan tepat waktu dari bahan baku, suku
cadang, dan persediaan.
10

2. Distribusi fisik adalah perpindahan produk jadi perusahaan kepada


pelanggan.

Kedua tahap tersebut melibatkan setiap tahap proses termasuk penyimpanan. Tujuan
utama logistik adalah: "Mengkoordinasikan semua upaya perusahaan untuk
mempertahankan biaya arus barang yang efektif. "

Seperti berperang di medan perang, manajer pemasaran juga memerlukan rencana


logistik yang sesuai yang mampu memenuhi tujuan perusahaan untuk memenuhi
permintaan pelanggan sasaran secara menguntungkan.

Logistik masuk + Manajemen Material + Distribusi Fisik = Logistik


Sekarang kita akan membahas setiap istilah dalam penjumlahan di atas

a. Inbound Logistics mencakup pergerakan bahan yang diterima dari pemasok


b. Material Management menggambarkan pergerakan material & komponen dalam
perusahaan
c. Physical Distribution mengacu pada pergerakan barang ke luar dari ujung jalur
perakitan ke konsumen.
d. Supply Chain Management agak lebih besar daripada logistik dan
menghubungkan logistik lebih langsung di dalam jaringan komunikasi pengguna
dan dengan staf teknik perusahaan. Ini termasuk produsen dan pemasok tapi juga
transporter, gudang, pengecer dan pelanggan mereka sendiri.

Logistics telah menjadi penting karena 10 tren, yaitu:

1) Biaya transportasi meningkat pesat karena kenaikan harga BBM.


2) Efisiensi produksi mencapai puncaknya.
3) Perubahan mendasar dalam filosofi persediaan.
4) Garis produk berkembang biak.
5) Teknologi komputer.
6) Meningkatnya penggunaan atau komputer.
7) Meningkatnya perhatian publik terhadap produk pertumbuhan beberapa rantai
ritel besar baru atau barang dagangan massal dengan permintaan besar &
layanan logistik yang sangat canggih, melalui jalur tradisional & distribusi.
8) Pengurangan regulasi ekonomi.
9) Menumbuhkan kekuatan pengecer.
10) Globalisasi.
Keterkaitan elemen logistik yang berbeda dan biayanya harus didasarkan pada
biaya total dan bukan biaya individual.

Ada juga yang menjelaskan 10 tren itu sebagai berikut :


Dalam Peta Inovasi di bawah ini, Anda mendapatkan ikhtisar tentang 10 Tren &
Inovasi Industri Teratas yang berdampak pada perusahaan logistik di seluruh dunia.
Selain itu, Peta Inovasi Logistik mengungkapkan 20 startup pilihan, semuanya
bekerja pada teknologi baru yang memajukan bidang mereka.
10 Tren Industri Logistik Teratas
1) Internet untuk segala- Internet of Things (IOT)
2) Kecerdasan buatan- Artificial Intelligence (AI)
11

3) Robotika-Robotics (R )
4) Pengiriman Mile Terakhir-Last Mile Delivery (LMD)
5) Otomasi Gudang- Warehouse Automation (WA)
6) Blockchain (B)
7) Data Besar dan Analisis- Big Data and Analytics (BD & A)
8) Komputasi awan-Cloud Computation (CC)
9) Kendaraan Otonom-Autonomous Vehicles (AVs)
10) Logistik Elastis-Elastic Logistic (EL)

Dan 10 tren tersebut dipetakan lagi besar kontribusinya dalam map berikut :

Gambar 9. Pemetaan besarnya pengaruh dari 10 tren inovasi pada industri logistik
(Insights, n.d.)

Indonesia sedang berpacu dengan waktu. Integrasi ekonomi negara-negara


anggota ASEAN sudah di depan mata, tahun depan. Namun masih banyak
pekerjaan rumah yang belum rampung, misalnya urusan logistik dan rantai
pasokan yang masih tersendat. Gambarannya, biaya logistik 2014 lalu sebesar
27% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini menyulitkan daya saing
nasional.

Perlu ditegaskan disini bahwa “ di negeri seluas Indonesia yang terdiri dari banyak
pulau atau sebagai negara kepulauan, industri logistik amat dibutuhkan. Sektor
logistik juga sangat berpedan penting dalam menentukan baik buruknya
perekonomian sebuah bangsa.

Gambar 10. Layanan logistik pada 17.000 pulau di 34 Propinsi


12

Tantangan Utama adalah Biaya logistik yang tinggi dan ketidak-seimbangan flow
of goods dari Barat ke Timur atau sebaliknya

Konsep pembangunan logistik di Indonesia saat ini


Konsep tol laut belum jelas konektivitasnya, bagaimana mengelola sumber daya
antarwilayah. Semua harus jelas pemetaan. Ini sangat berbeda dengan konsep
MP3EI di era Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono]. MP3EI itu jelas.
Proyek yang jelas di atas kertas saja belum tentu benar realisasinya. Apalagi
yang secara konsep tidak jelas.(Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif INDEF,
Edisi II Desember 2015

Terdapat perbedaan antara konsep manajemen rantai pasokan dengan konsep


logistik secara tradisional. Konsep logistik secara tradisional umumnya mengacu
pada aktivitas-aktivitas yang terjadi di dalam sebuah organisasi, sedangkan rantai
pasok mengacu pada jaringan beberapa organisasi yang saling bekerjasama dan
berkoordinasi memenuhi kebutuhan konsumen. Perbedaan lainnya, logistik lebih
fokus pada aktivitas-aktivitas seperti pengadaan, distribusi, pemeliharaan dan
manajemen persediaan. Sedangkan fokus manajemen rantai pasok selain yang
dilakukan dalam logistik juga beberapa aktifitas lain meliputi pemasaran,
pengembangan produk baru, keuangan dan layanan konsumen (Hugos, 2003, 4).

Konsep logistik secara tradisional di industri yang cepat berubah ini mulai
ditinggalkan, karena efektivitas dalam penyediaan produk yang tepat waktu, dan
tepat pada tempatnya sangat dibutuhkan. Seperti dalam industri yang cepat
berubah, seperti Personal Computer (PC), laptop, i-pad, handphone dan barang
elektronik lainnya. Produk-produk tersebut mudah usang, sehingga, apabila tidak
segera didistribusikan secara tepat, maka hal ini dapat menimbulkan kerugian
yang sangat besar, karena kondisi industri ini tidak stabil dan tak terduga. Selain
itu, permintaan konsumen yang semakin menuntut dan semakin beragam,
membuat perusahaan perlu mencari cara untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi produk mereka. Untuk itulah perusahaan melakukan transformasi dari
konsep logistik secara tradsional menjadi konsep manajemen rantai pasokan.

F. Latihan Soal Bab I

1. Definisikan logistik dan rantai pasok.

2. Sebutkan 3 era dalam sejarah logistik internasional.

3. Sebutkan para pihak yang berkepentingan dalam dunia logistik.

4. Jelaskan 10 tren yang menjadikan logistik menjadi sesuatu yang penting.

5. Sebutkan Persamaan Administrasi dan Manajemen

Anda mungkin juga menyukai