1
PENGARUH ORGANISASI MAHASISWA DALAM BERPOLA PIKIR
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
Nauval Satria Pratama
Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur
nauvalsatriapratama87@[Link]
Abstrak
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif analitik. Data diperoleh
melalui sumber-sumber terpercaya, dokumen, dan wawancara. Organisasi kemahasiswaan
intra kampus didefinisikan sebagai platform di mana mahasiswa berkumpul untuk
mencapai tujuan bersama dengan visi dan misi yang jelas. Dalam konteks Indonesia,
regulasi menyelenggarakan organisasi kemahasiswaan. Keaktifan organisasi diukur
melalui indikator seperti tingkat kehadiran, jabatan, sumbangan ide, kesediaan berkorban,
dan motivasi anggota. Faktor-faktor seperti ketertarikan individu, pengakuan organisasi,
dan partisipasi sosial mempengaruhi keaktifan. Dampaknya melibatkan pengembangan
pola pikir, ketahanan mental, dan pembentukan jaringan sosial. Meskipun memiliki
dampak positif, kelelahan dan keterbatasan waktu dapat menjadi dampak negatif.
Motivasi belajar memainkan peran kunci dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal.
Penelitian ini menyoroti kontribusi organisasi kemahasiswaan terhadap pengembangan
mahasiswa secara holistik, menggabungkan aspek akademis dan interpersonal.
Kata kunci : Organisasi, Pengaruh, Mahasiswa
Abtract
This research uses quantitative and descriptive analytical methods. Data was obtained
through trusted sources, documents and interviews. Intra-campus student organizations
are defined as platforms where students gather to achieve common goals with a clear
vision and mission. In the Indonesian context, regulations organize student organizations.
Organizational activity is measured through indicators such as attendance level, position,
contribution of ideas, willingness to sacrifice, and member motivation. Factors such as
individual interest, organizational recognition, and social participation influence
activeness. The impact involves developing mindsets, mental resilience, and forming
social networks. Even though it has a positive impact, fatigue and time constraints can be
a negative impact. Learning motivation plays a key role in achieving optimal learning
achievement. This research highlights the contribution of student organizations to holistic
student development, combining academic and interpersonal aspects.
Keyword : Organization, Influence, Students
2
Pendahuluan
Jika seseorang telah masuk kedalam perguruan tinggi dan menuntut ilmu
disana maka, orang tersebut dinyatakan sebagai mahasiswa yang belajar di
perguruan tinggi. Mahasiswa adalah puncak seseorang untuk mendapatkan ilmu
secara luas dan tersusun sehingga orang tersebut dapat memanfaatkan ilmunya
untuk kepentingan diri sendiri dan banyak orang, tentunya pola pikir mahasiswa
yang beraneka ragam walaupun masih dalam universitas yang sama dapat
menghasilkan perbedaan dan argumentasi yang berbeda, hal tersebut dipengaruhi
oleh organisasi yang diikuti oleh para mahasiswa di perguruan tinggi. Banyaknya
organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa yang diikutinya, semakin
banyak perbedaan dan pemahaman yang didapati
Organisasi mahasiswa mampu membentuk dan memberikan karakteristik
yang unik dan bisa saja mampu mendukung minat, bakat, dan potensi yang
terpendam. Kegiatan yang seperti ini dapat menumbuhkan motivasi dan
mahasiswa tidak terpaku pada akademiknya saja, akan tetapi keahlian yang tidak
diajarkan di kelas dapat didapatkan dengan mengikuti kegiatan keorganisasian dan
unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampusnya. Pendidikan seperti ini bisa
dikatakan jarang atau tidak sama sekali diajarkan ditempat pada umumnya,
kegiatan organisasi bisa saja menjadi wadah dan metode mahasiswa dalam belajar
mengenal kehidupan sosial yang mendalam, serta diharapkan mampu mengatasi
masalah keseharian yang dihapali setelah lulus dari studinya di perguruan tinggi.
Mahasiswa yang beroganisasi akan membuka cakrawala baru dalam
pemikiran yang mampu mengubah pola pikirnya, sehingga pola pikirnya akan
berdampak pada kehidupan selanjutnya dan memengaruhi dalam menanggapi
persoalan yang ada. Hal ini merupakan lumrah dan bisa dibilang sebagai
fenomena yang terjadi pada setiap kampus yang ada di Indonesia, pola pikirnya
itu tergantung dari organisasi atau unit kegiatan mahasiswa apa yang diambilnya
dan bagaimana dia menyikapi permasalahan yang ada di organisasi yang dia ikuti
Pengaruh dari organisasi yang diikuti bisa berdampak pada kecerdasan
akademik, membuat mahasiswa itu akan terbiasa menghadapi kesulitan
diperkuliahannya, karena dalam beroganisasi sering menghadapi atau
mendapatkan masalah yang tentu berbeda-beda dan dalam menyikapi masalah
tersebut mahasiswa tentunya memiliki cara yang berbeda juga dalam
menyelesaikan masalah tersebut. Keorganisasian di Universitas Negeri Jakarta
sebagai contoh nyata peran organiasasi mempengaruhi pola pikir mahasiswanya,
serta manjadikan sebagai kesempatan dalam meraih prestasi karena mahasiswa
merasa ada wadah yang menaunginya dan membantu dalam menciptakan motivasi
belajar.
Bukan hanya keroganisasiannya saja, unit kegiatan mahasiswa yang ada di
UNJ mampu menghasilkan mahasiswa-mahasiswa hebar dan berkarakter, karena
pola piker yang hebat dalam mengikuti oraganisasi dan unit kegiatan
mahasiswanya. Tujuan dan manfaat dalam beroganisasi adalah tempat belajar hal-
hal baru, menciptakan relasi, dan memanfaatkan orang-orang dari berbagai latar
belakang untuk menambah wawasan pengetahuan, serta membentuk pola piker
yang baik.
3
Metode
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan
deskriptif analitik. Menurut sugiyono (2009: 14) mengartikan kuantitatif sebagai
metode penelitian yang landasannya kepada filsafat positivisme, tujuannya
meneliti populasi tertentu dan bersifat data analisis untuk menguji hipotesis yang
dilakukan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber
terpercaya dan dokumen yang dianalisis, serta wawancara dengan pihak yang
memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Kemudian data diolah dengan tujuan
memberikan gambaran secara nyata, dan akurat sesuai dilapangan.
Hasil dan Pembahasan
Organisasi Mahasiswa
Organisasi kemahasiswaan intra kampus dapat didefinisikan sebagai
sebuah platform tempat sekelompok mahasiswa berkumpul untuk mencapai
tujuan bersama dalam satu organisasi. Entitas ini memiliki visi dan misi yang
jelas, didukung oleh seluruh anggota pimpinan, dan memiliki status yang diakui
secara resmi dalam kerangka universitas. Dukungan finansial untuk kegiatan
kemahasiswaan dapat berasal dari administrasi universitas, kementerian terkait,
atau lembaga terkait.
Struktur organisasi kemahasiswaan intra kampus dapat tersebar di
berbagai tingkatan seperti Universitas, Fakultas, atau Program Studi tertentu.
Selain itu, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang didirikan untuk
menampung beragam minat dan bakat mahasiswa.
Organisasi, jika dilihat secara luas, dianggap sebagai entitas budaya yang
menawarkan jalan bagi interpretasi budaya. Anggota dalam suatu organisasi
berkontribusi pada penciptaan realitas kolektif yang berbeda dari budaya yang
lebih luas, memupuk pemahaman dan emosi bersama. Berkembangnya budaya
organisasi merupakan hasil interaksi yang berlangsung terus-menerus di antara
para anggotanya.
Dalam konteks Indonesia, organisasi kemahasiswaan intra kampus
beroperasi berdasarkan kerangka hukum, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor
60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Landasan peraturan ini secara teknis
diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 155/U/1998. Peraturan ini menguraikan berbagai aspek organisasi
kemahasiswaan, meliputi kedudukan, fungsi, tanggung jawab, dan pendanaan,
yang bersumber dari universitas atau saluran lain dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Keaktifan Organisasi
Sesuai dengan Suryosubroto (2002), ada lima indikator yang mengukur
aktivitas organisasi:
1. Tingkat kehadiran pada rapat.
2. Jabatan yang dipegang dalam organisasi.
3. Sumbangan saran, usul, kritik, dan pendapat bagi perbaikan organisasi.
4
4. Kesediaan anggota untuk berkorban.
5. Motivasi yang ditunjukkan oleh anggota organisasi.
Beberapa faktor mempengaruhi aktivitas organisasi, dan ini termasuk:
1. Ketertarikan individu pada organisasi karena daya tariknya.
2. Individu yang mempertimbangkan organisasi tempat mereka menjadi
bagiannya patut dipuji.
3. Pengakuan alternatif dan penerapan praktis ide-ide dalam organisasi.
4. Pemanfaatan gagasan dan upaya pengembangan untuk kepentingan
pribadi, keluarga, dan masyarakat.
5. Keikutsertaan yang diamanatkan dalam organisasi (Muhadjir, 2000).
Dampak aktivitas organisasi beragam. Seperti yang ditunjukkan oleh
Saragih dkk. (2015), dampak positifnya mencakup pengembangan pola pikir yang
lebih halus dan matang, serta peningkatan ketahanan mental dalam menghadapi
tantangan. Keterlibatan aktif juga dapat memperluas cara pandang dan jaringan,
menumbuhkan peningkatan kesiapan bersaing di lingkungan eksternal. Namun
dampak negatifnya dapat berupa kelelahan dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawab organisasi, ditambah dengan permasalahan pribadi yang dapat
berdampak pada kinerja aktivis mahasiswa dalam organisasi. Selain itu, siswa
yang terlalu banyak terlibat dalam kegiatan organisasi mungkin menghadapi
keterbatasan waktu belajar, yang berpotensi menyebabkan kualitas pembelajaran
menjadi kurang optimal (Saragih et al., 2015; Munir, 2012).
Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar
Motivasi belajar berfungsi sebagai pendorong bagi individu yang
mengalami perubahan perilaku untuk meningkatkan diri. Uno (2006) menekankan
bahwa salah satu tanda motivasi belajar adalah adanya keinginan dan aspirasi
internal dalam konteks pembelajaran. Dorongan dan ambisi untuk sukses berasal
dari dalam diri individu. Keinginan untuk belajar mendorong individu untuk lebih
aktif dan antusias dalam usaha belajar, yang pada akhirnya menghasilkan prestasi
belajar yang baik. Semangat dan keinginan belajar yang tinggi memberikan
inspirasi kepada individu untuk memberikan usaha maksimal, memberikan
kontribusi pada pencapaian akademis yang positif.
Indikator penting lain yang diungkapkan oleh Uno (2006) adalah adanya
harapan dan aspirasi untuk masa depan. Hal ini mendorong individu untuk belajar
dengan tekun demi mencapai tujuan yang diharapkan. Prospek mencapai hasil
yang diinginkan memotivasi individu untuk meningkatkan usaha belajar mereka,
berupaya mencapai kinerja akademis yang optimal. Selain itu, pengakuan dan
penghargaan dalam proses pembelajaran menjadi motivator yang kuat. Individu
yang mendapatkan pengakuan atas hasil belajar mereka, baik melalui pujian atau
hadiah nyata, menjadi lebih antusias dan cenderung berinvestasi lebih banyak
dalam studi mereka.
Lebih lanjut, penghargaan yang sesuai dalam konteks pembelajaran
berperan sebagai motivator penting, mendorong individu untuk belajar dengan
dedikasi penuh. Temuan ini sejalan dengan penelitian Aritonang (2008) yang
menunjukkan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat juga
5
mencapai hasil belajar yang memuaskan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa individu dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung mencapai hasil
akademis yang unggul, sementara mereka dengan motivasi yang lebih rendah
mungkin mengalami prestasi belajar yang kurang memuaskan.
Pengaruh Keaktifan Organisasi terhadap Prestasi Belajar
Legitimasi yang tertuang dalam Pasal 5 Keputusan Menteri Nomor
155/U/1998 tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mempunyai fungsi
krusial dalam pengembangan potensi jati diri mahasiswa di perguruan tinggi.
Keputusan ini menekankan peran kemahasiswaan pada perguruan tinggi dalam
mengembangkan potensi mahasiswa yang sebenarnya. Salah satu aspek kunci dari
potensi ini adalah kecerdasan, khususnya kecerdasan interpersonal.
Kecerdasan interpersonal diartikan sebagai kemampuan memahami
pikiran, sikap, dan perilaku orang lain. Ini melibatkan indikator yang membuat
interaksi menyenangkan bagi orang lain (Muhammad Yaumi, 2012:21). Bentuk
kecerdasan ini mencakup segala sesuatu yang terjadi dalam interaksi pribadi,
mencirikan proses yang timbul dari keterlibatan individu ke individu. Individu
dengan kecerdasan interpersonal yang kuat menunjukkan kepekaan terhadap
perasaan orang lain, sehingga memudahkan sosialisasi dalam lingkungan
sekitarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan interpersonal merupakan hal
yang vital bagi semua individu, termasuk siswa. Menurut Nashori, sebagaimana
dikutip dalam Leny, kecerdasan interpersonal siswa dapat dipengaruhi oleh
berbagai faktor, salah satu faktor tersebut adalah keterlibatannya dalam kegiatan
dan partisipasi sosial (Leny dan P. Tommy Y.S. Suyasa, 2006:72). Berpartisipasi
aktif dalam berbagai kegiatan bersama teman sebaya dan membina kebiasaan
hidup bermasyarakat berkontribusi terhadap pengembangan kecerdasan
interpersonal di kalangan siswa.
Keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan memberikan
kesempatan bagi siswa untuk membina interaksi persahabatan dengan orang lain.
Mereka yang mengikuti kepengurusan organisasi kemahasiswaan memperoleh
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas dibandingkan rekan-rekannya yang
tidak terlibat aktif. Keterlibatan aktif ini membekali siswa dengan keterampilan
berharga yang meningkatkan proses belajar mereka. Akibatnya, siswa dengan
motivasi belajar yang tinggi cenderung unggul dalam upaya akademisnya,
menunjukkan komitmen terhadap praktik pembelajaran yang efektif.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, organisasi kemahasiswaan intra kampus memiliki
peran penting dalam pengembangan potensi mahasiswa. Organisasi ini menjadi
wadah bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan bersama, membentuk identitas
akademis, dan menjadi intelektual yang bermanfaat di masa depan. Dukungan
finansial dari berbagai pihak, struktur organisasi yang terorganisir dengan baik,
dan payung hukum yang jelas menggarisbawahi pentingnya keberadaan organisasi
kemahasiswaan.
6
Budaya organisasi, sebagai hasil interaksi antar anggota, menjadi aspek
kunci dalam pemahaman bersama dan penciptaan realitas kolektif. Dalam konteks
Indonesia, organisasi kemahasiswaan intra kampus diatur oleh peraturan
perundang-undangan, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999
tentang Pendidikan Tinggi. Hal ini memastikan bahwa organisasi tersebut
beroperasi sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku di negara.
Keaktifan organisasi, seperti yang diukur oleh indikator-indikator
Suryosubroto, menunjukkan tingkat partisipasi dan motivasi anggota. Faktor-
faktor seperti ketertarikan, pengakuan organisasi sebagai tempat yang baik, dan
partisipasi sosial turut memengaruhi keaktifan dan perkembangan kecerdasan
interpersonal mahasiswa.
Dampak keaktifan organisasi pada mahasiswa memiliki dua sisi, baik
positif maupun negatif. Dari segi positif, keaktifan dapat membentuk pola pikir
yang matang, meningkatkan ketahanan mental, dan memperluas jaringan sosial.
Namun, dampak negatifnya melibatkan kelelahan dalam menjalankan tanggung
jawab organisasi dan keterbatasan waktu untuk belajar.
Terakhir, motivasi belajar berperan penting dalam mencapai prestasi
belajar yang baik. Mahasiswa dengan motivasi tinggi cenderung mencapai hasil
akademis yang unggul, sedangkan mereka dengan motivasi rendah mungkin
menghadapi tantangan dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal.
Secara keseluruhan, keberadaan organisasi kemahasiswaan intra kampus
memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan potensi mahasiswa,
baik dari segi akademis maupun interpersonal. Faktor-faktor seperti dukungan
finansial, keberadaan payung hukum, keaktifan organisasi, dan motivasi belajar
saling berhubungan dalam membentuk pengalaman belajar mahasiswa.
Ucapan Terima Kasih
Pembuatan artikel ilmiah ini melibatkan berbagai kontributor, dan penulis
menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak-pihak tersebut untuk
menjamin kelengkapan dan kebermaknaan artikel.
Yang utama penulis panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa, Allah SWT, atas bimbingan, rahmat, dan nikmat yang diberikan sepanjang
proses penulisan ini. Penulis bercita-cita agar artikel ini dapat memberikan
kontribusi yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan
masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Muhammad Nur
Ashar Asnur, [Link], [Link]., yang telah bermurah hati berbagi ilmu, bimbingan,
dan inspirasi, berperan sebagai mentor yang memberikan arahan yang jelas dan
mendalam dalam memahami hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah
memberikan saran, kritik, dan masukan yang membangun. Upaya kolaborasi
selama pembuatan artikel ilmiah ini dirasa sangat berharga untuk memahami
peran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
7
Apresiasi ditujukan kepada institusi pendidikan khususnya Universitas
Negeri Jakarta atas dukungannya dalam mengembangkan dan melaksanakan Tri
Dharma Perguruan Tinggi. Kontribusi besar dari institusi pendidikan tinggi ini
sangat penting untuk menjaga kegiatan akademik tetap berkualitas.
Penghargaan khusus ditujukan kepada keluarga penulis yang senantiasa
memberikan dukungan, baik materiil maupun nonmateriil. Keluarga menjadi
sumber inspirasi dan kekuatan yang tiada henti bagi penulis.
Kontribusi Penulis
penulis mengungkapkan pandangan mengenai peran organisasi
kemahasiswaan dalam membentuk karakter, meningkatkan kecerdasan
interpersonal, dan memengaruhi pola pikir mahasiswa di perguruan tinggi. Penulis
juga menyoroti dampak positif dan negatif dari keaktifan organisasi terhadap
mahasiswa, termasuk pengaruhnya pada motivasi belajar dan prestasi akademis.
Kontribusi penulis meliputi pemahaman mendalam mengenai pentingnya
keorganisasian dalam membentuk mahasiswa secara holistik. Penulis juga
menyoroti bahwa melalui kegiatan organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan
keterampilan, meningkatkan wawasan, dan membuka peluang untuk meraih
prestasi. Terdapat penekanan pada fakta bahwa organisasi kemahasiswaan dapat
menjadi wadah untuk belajar hal-hal baru yang tidak diajarkan di kelas, seperti
pengembangan kecerdasan interpersonal dan penanganan masalah sosial.
Secara keseluruhan, penulis memberikan pemahaman yang mendalam
tentang bagaimana keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan dapat membentuk
mahasiswa tidak hanya sebagai individu akademis, tetapi juga sebagai individu
yang memiliki keterampilan, karakter, dan pandangan yang beragam. Penulis juga
menyoroti peran penting organisasi kemahasiswaan sebagai elemen yang
mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat.
8
Daftar Pustaka
1. Suartini, T., & Sukandar, A. (2016). Pengaruh Organisasi kemahasiswaan
terhadap Motivasi belajar Mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi.
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan, 5(9).
2. Oktawulandari, F. (2015). Pengaruh Faktor-Faktor Individual Dan Budaya
Etis Organisasi Terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi (Studi
Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi di Perguruan Tinggi Kota Padang).
Jurnal Akuntansi, 3(1).
3. Nastiti, D. (2023). Peran organisasi mahasiswa dalam pembentukan sikap
demokratis. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(1), 64-76.
4. Oviyanti, F. (2016). Peran organisasi kemahasiswaan intrakampus dalam
mengembangkan kecerdasan interpersonal mahasiswa. El-Idare: Jurnal
Manajemen Pendidikan Islam, 2(1).
5. Magfirah, I., & Prafitriyani, S. (2019). Pengaruh Organisasi terhadap Hasil
Belajar Mahasiswa Universitas Iqra Buru (Uniqbu). PEMBELAJAR:
Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 3(2), 828-837.
6. Sulaeman, A., & Purwanto, P. (2017). pengaruh keaktifan mahasiswa
dalam mengikuti organisasi himpunan mahasiswa pendidikan administrasi
perkantoran (HIMA ADP) dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar
mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas
Ekonomi UNY. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran-S1, 6(3), 296-
305.
7. Santoso, I. B. (2019). Pengaruh Keaktifan Organisasi Dan Motivasi
Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta Periode 2019-2020. Jurnal Ilmu
Manajemen, 16(2), 102-113.
8. Hendra, F. (2018). Peran Organisasi Mahasiswa Dalam Meningkatkan
Mutu Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Arab. Arabiyat: Jurnal
Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 5 (1), 103–120.