0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan3 halaman

II

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran dan alat ukur. Pengukuran merupakan kegiatan menentukan besaran suatu objek dengan menggunakan satuan standar. Ada beberapa jenis alat ukur panjang seperti mistar, rol meter, jangka sorong, dan mikrometer yang memiliki tingkat ketelitian berbeda-beda. Alat ukur yang baik memberikan hasil yang konsisten dan akurat.

Diunggah oleh

hsinsalim03
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan3 halaman

II

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran dan alat ukur. Pengukuran merupakan kegiatan menentukan besaran suatu objek dengan menggunakan satuan standar. Ada beberapa jenis alat ukur panjang seperti mistar, rol meter, jangka sorong, dan mikrometer yang memiliki tingkat ketelitian berbeda-beda. Alat ukur yang baik memberikan hasil yang konsisten dan akurat.

Diunggah oleh

hsinsalim03
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

II.

1 Dasar Teori
II.1.1 Pengukuran
Pengukuran merupakan kegiatan menentukan besaran, ukuran, atau kapasitas, dan
umumnya digunakan dalam standar atau ukuran atau satuan ukuran. Pengertian pengukuran
juga dapat diartikan sebagai pemberian suatu angka kepada suatu benda atau sesuatu untuk
memperoleh suatu istilah atau rumusan yang jelas dan disepakati. (Irwansyah, 2021)
Mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan
besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Misalnya, melakukan pengukuran bangku
dengan buku artinya membandingkan panjang bangku dengan buku, dan buku tersebut
dipakai sebagai satuan pengukuran (Wahyuni A. dan Rizal S., 2022)
Salah satu indikator dalam keterampilan proses sains yaitu pengukuran. Pengukuran
merupakan suatu proses pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu
yang dimiliki oleh orang, hal atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas.
Berdasarkan pandangan tersebut, tampak bahwa semua kegiatan didunia ini tidak bisa lepas
dari pengukuran oleh karenanya sangat penting keterampilan dalam hal melakukan
pengukuran. Keberhasilan suatu program dapat diketahui melalui suatu pengukuran, begitu
juga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian-penelitian yang dilakukan
dalam semua bidang selalu melibatkan kegiatan pengukuran, baik yang bersifat kualitatif
maupun kuantitatif. Oleh karena itu, pengukuran memegang peranan penting, baik untuk
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun untuk penyajian informasi bagi
pembuat kebijakan (Mardapi, 2008).
Pengukuran merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek secara sistematik.
Penentuan angka ini merupakan usaha untuk menggambarkan karakteristik suatu objek.
Kemampuan seseorang dalam bidang tertentu dinyatakan dengan angka. Kesalahan yang
terjadi pada pengukuran ilmuilmu sosial biasanya disebabkan oleh alat ukur, cara mengukur
dan keadaan objek yang diukur. Pengukuran yang tepat dapat memberikan informasi yang
akurat mengenai penguasaan seseorang atau sekelompok orang terhadap materi yang
dipelajari, dan informasi itu berguna untuk mengambil sebuah keputusan. (Sarifudin et al,
2022)
Menurut Cato (2019) pengukuran satuan adalah memberikan informasi mengenai
seberapa panjang suatu benda. Menurut Nurhasanah (2019) pengukuran satuan panjang dapat
dibagi menjadi dua yaitu satuan tidak baku dan satuan baku.
Menurut Handayani et al (2017), pengertian dari satuan tidakbaku adalah satuan yang
tidak ditetapkan sebagai satuan pengukuransecara umum atau secara ilmiah, karena
pengukuran ini tidak dapat dinyatakan dengan jelas atau tidak dapat digunakan untuk
memeriksa ketepatan suatu panjang, dimana pengukurannya menggunakan satuan tidak baku
atau tidak standar.
Menurut Handayani et al (2017) pula Pengertian satuan baku adalah satuan yang
ditetapkan sebagai satuanpengukuran secara umum (internasional) karena pengukuran
dengansatuan baku dapat dinyatakan dengan jelas dan dapat dipakai untuk memeriksa suatu
ketepatan
II. 1. 2 Alat Ukur
Alat ukur panjang yang bisa digunakan untuk mengukur suatu benda yaitu mistar, rol
meter, jangka sorong (vernier caliper) dan mikrometer sekrup (Nurlina dan Riska, 2019).
Alat-alat ukur panjang ini memiliki ketelitian yang berbeda. Ketelitian pada alat ukur mistar
dan rol meter sama yaitu 0.5 mm, jangka sorong 0.1 mm dan mikrometer sekrup 0.001 mm
(Etingof, 2012). Jangka sorong dan mikrometer sekrup menunjukkan ketelitian yang tinggi
dibandingkan dengan mistar dan rol meter sehingga banyak dimanfaatkan dalam pengukuran
benda-benda yang kecil, terutama dalam percobaan fisika. Diameter luar dan dalam serta
kedalaman suatu tabung hanya dapat diukur dengan menggunakan jangka sorong dan
mikrometer sekrup. Kalibrasi dilakukan sebelum penggunaan jangka sorong dan alat-alat
ukur lainnya agar didapatkan hasil. yang valid dalam pengukuran (Amani dan Arief, 2015).
Kesalahan alat ukur dapat dilihat dari konstruk alat ukur, yaitu mengukur seperti yang
direncanakan. Alat ukur yang baik memberi hasil yang konstan bila digunakan berulang-
ulang, asalkan kemampuan yang diukur tidak berubah (Laboraturium Fisika Unm, 2019).
Daftar Pustaka
Irwansyah, 2021. Efektivitas Penerapan Alat Peraga Aktual Terhadap Hasil Belajar Fisika
Pada Materi Pengukuran. Tangerang:
Wahyuni A. dan Rizal S., 2022. Alat Ukur dan Pengukuran. Purbalingga: Eureka Media
Aksara
Mardapi, & Djemari.2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Jogjakarta:Mitra
Cendikia
Sarifuddin, Arsyad, Khaeruddin. 2022. Analisis Keterampilan Melakukan Pengukuran
Berbasis Media Video Tutorial Pada Peserta Didik: Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
(JSPF). Makasar: Universitas Negeri Makasar.
Cato, S. 2019. Problem Matematika Pengukuran. Bandung: Pakar Raya.
Nurhasanah, L. 2019. Seri Matematika Untuk Anak Mengenal Pengukuran. Bandung: PT
Graha Bandung Kencana
Handayani S., Sumarno, Haryati Y., 2017. Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Dalam Memperkenalkan Konsep Pengukuran Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain
Peran, JKPM VOLUME 4 NOMOR 1 APRIL 2017. Semarang: Unimus
Nurlina N dan Riska R. (2019). Alat Ukur dan Pengukuran. Makassar: LPP Unismuh
Makassar.
Etingof MI. (2012). Modern Vernier Caliper. Measurement Technique. 55(8): 890-893.
Amani N dan Arief DS. (2015). Kalibrasi Jangka Sorong Nonius (Vernier Calliper)
Berdasarkan Standar JIS B 7507 Di Laboratorium Pengukuran Teknik Mesin
Universitas Riau. Jom Fteknik. 2(2): 1-7
Laboraturium Fisika Dasar FMIPA UNM. 2019. Modul Praktikum Fisika Dasar 1, Penerbit
UNM: Makassar.

Common questions

Didukung oleh AI

Measurement plays a crucial role in scientific research and technology development as it provides a numerical representation of an object's characteristics, which is essential for both qualitative and quantitative analyses. Accurate measurements allow researchers to gain clear and agreed-upon information, facilitating the evaluation of a program's success and the advancement of knowledge. Moreover, it supports decision-making by providing precise data about the mastery of certain materials or knowledge. Measurement, when done correctly, minimizes errors caused by improper tools or methods, ensuring reliability and accuracy .

Calibrating measuring instruments like calipers before use is crucial as it ensures the accuracy and validity of measurement results. Calibration adjusts and fine-tunes the instrument to eliminate any systematic errors, leading to consistent and reliable results when the same measurements are repeated. This process is essential for obtaining precise data, especially in scientific experiments where small discrepancies can significantly impact outcomes. Calibration ensures measurements reflect true values, thus supporting the reliability necessary for scientific research and technological applications .

High-precision measuring tools in industrial applications offer numerous advantages, including enhanced accuracy in product dimensions, consistency in quality, and tighter adherence to design specifications. These benefits lead to fewer product defects, reduced waste, and improved overall product performance. High precision in measurement also plays a crucial role in minimizing cost overruns and ensuring compliance with industry standards, thereby enhancing the competitiveness of industrial products in the global market .

Measurement serves as a critical indicator of skill proficiency in educational assessments by providing objective and quantitative evidence of a student's capability in specific areas. By assigning numerical values to aspects of learning, educators can compare individual performance against standardized benchmarks and identify areas for improvement. However, the accuracy of these measurements can be compromised by poorly designed assessment tools or biased measurements, which can skew results. Therefore, it's imperative to use well-validated and reliable metrics that align closely with the skills being assessed to ensure meaningful evaluation of proficiency .

The precision level of measuring tools significantly impacts their selection for specific tasks based on the accuracy required for the measurement. For instance, tasks requiring fine precision, such as measuring small diameters or lengths in physics labs, would necessitate tools like micrometers or vernier calipers, which offer greater precision (down to 0.001 mm and 0.1 mm, respectively) compared to rulers or tape measures (0.5 mm precision). Choosing the appropriate level of precision ensures reliable data collection and minimizes the potential for measurement errors, thus ensuring the validity of experimental results .

Using non-standard units in educational settings can help children grasp basic concepts of measurement, such as comparison and estimation, in a simpler and more tangible way. It allows for experiential learning where children can relate measurement to familiar objects and scenarios, fostering engagement and understanding. However, the implications include potential confusion when transitioning to standardized units, as non-standard units lack consistency and accuracy. It's important that educators guide students gradually towards understanding and using standardized measurements to ensure a complete comprehension of measurement concepts .

Measurement errors in social science research often arise from the instruments used, the methods applied, or the conditions of the objects being measured. To minimize these errors, researchers can ensure that their tools are well-calibrated and suited to the specific type of measurement. Using clear and standardized protocols for data collection, conducting pilot tests, and implementing training for those involved in data gathering can also help in reducing inaccuracies. Furthermore, cross-verification with multiple measurement tools and repeated measures can help ensure reliability .

Precise measuring tools like vernier calipers and micrometers are significant in physics experiments due to their high accuracy and ability to measure small dimensions with minimal error. These tools provide precise readings as low as 0.1 mm for vernier calipers and 0.001 mm for micrometers, enabling detailed analyses of small objects and intricate measurements that are essential for experimental physics. These precise measurements are crucial for validating theoretical models and understanding intricate physical phenomena .

Measurement uncertainty arises from various factors, including the inherent limitations of the measuring instruments, the skill of the person conducting the measurement, and the environmental conditions. To mitigate these uncertainties, rigorous calibration of instruments, employing well-defined measurement protocols, and ensuring environmental stability are essential. Enhancing the skill level of personnel through training and using high-precision instruments where necessary can also significantly reduce uncertainties. Cross-verification of results and replication of experiments further help in validating data and understanding the extent of potential uncertainties .

Standardized units provide a consistent and universally accepted scale for measurement, allowing precise and reproducible results, critical for scientific and technical fields. They ensure comparability of data across studies and applications since they adhere to agreed norms. In contrast, non-standardized units are more subjective and can lead to variability and inaccuracies due to the lack of uniformity. Non-standardized units might be useful for informal or initial comparisons but are not suitable for rigorous scientific analysis where accuracy and precision are paramount .

Anda mungkin juga menyukai