0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
723 tayangan6 halaman

Model 4D dalam Pengembangan Media Pembelajaran

Model 4D merupakan model pengembangan media pembelajaran yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Tahapan-tahapan tersebut meliputi kegiatan analisis, perancangan, pengembangan, dan penyebaran produk pembelajaran. Model ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran dan meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

Mita Hardianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
723 tayangan6 halaman

Model 4D dalam Pengembangan Media Pembelajaran

Model 4D merupakan model pengembangan media pembelajaran yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Tahapan-tahapan tersebut meliputi kegiatan analisis, perancangan, pengembangan, dan penyebaran produk pembelajaran. Model ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran dan meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

Mita Hardianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

F.

Model 4D (Four D)

1. Pengertian Model 4D (four D)


Menurut (Mulyatiningsih, 2016) menyatakan bahwa
pengembangan 4D merupakan pengembangan yang lebih ringkas
namun didalamnya sudah mencakup semua proses pengembangan
yang lengkap. Dalam tahapan define memiliki kesetaraan dengan
analisisnya, adapun pada tahapan develop menyertakan aktifitas
validasi, revisi, implementasi, dan evaluasi. Dan tahap terakhir yaitu
desseminate.
Menurut Purwaning Budi Lestari bahwa model 4D ini dapat
digunakan sebagai bahan ajar mikrobiologi karena dianggap sesuai
dengan materi yang dipelajari dan topik pembelajarannya. Salah
satunya dengan menggunakan langkah define yang mana terdiri dari
analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep,
dan perumusan tujuan pembelajaran (Indra, dkk. 2017: 2).

2. Langkah-Langkah Pengembangan Media Menggunakan Model


4D
(four D)

Pada media pembelajaran model 4D ini terdapat empat langkah-


langkah utama yang mana sesuai dengan namanya 4D, adapun
langkah-langkahnya yaitu define, design, develop, and desseminate.

1. Tahap Pendefinisian (Define)


Pada tahap pendefinisian ini adalah tahap awalnya yang mana
terbagi lagi menjadi 5 tahapan yaitu:
a. Analisis Awal-Akhir (Analisis Front-end)
Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan melihat
dasar permasalahan apa yang dihadapi saat proses
pembelajaran, sehingga ada gambaran untuk tindakan
selanjutnya sebagai penanggulangan permasalahan tersebut.
Maka analisis awal-akhir inilah yang membantu untuk
menentukan dan memilih perangkat pembelajaran seperti apa
yang harus dikembangkan.
b. Analisis Peserta Didik (Learner Analysis)
Analisis peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi
bagaimana karakteristik peserta didik, minsyalnya
kemampuan, motivasi belajar, maupun latar belakang
pengalamannya. Tetapi analisis peserta didik dapat dilihat dari
golongan usia 7-13 tahun, karena anak usia 7-13 tahun telah
dapat berfikir abstrak dan dapat memecahkan masalah.
c. Analisis Tugas
Adanya analisis tugas bertujuan untuk mengidentifikasi
pada keterampilan yang dikaji penelitian untuk dianalisa
kedalam kumpulan keterampilan tambahan yang diperlukan.
Analisis tugas dalam pembelajaran ini berupa tes evaluasi
yang dianalisis berdasarkan tujuan pembelajaran yang
tercantum pada rencana pelaksanaan pembelajaran setiap
mata pelajaran yang diampuh.
d. Analisis Konsep
Analisis konsep ini juga dapat dikatakakan sebagai analisis
materi yang termasuk kedalam tahap pendefinisian yang
mana, sebagai identifikasi konsep pokok yang akan diajarkan,
menyampaikan dalam bentuk sistematis, dan merinci konsep-
konsep individu kedalam hal yang kritis dan tidak relevan.
Berdasarkan kenyataan yang ada dilapangan bahwa, siswa
lebih senang belajar jika materi pelajaran yang disampaikan
oleh guru lebih ringkas dan mudah dipahami.
e. Menentukan Tujuan Pembelajaran (Perumusan Tujuan
Pembelajaran)
Perumusan tujuan pembelajaran berguna untuk
merangkum hasil dari analisa konsep, dan analisa tugas untuk
menentukan perilaku objek penelitian, karena rangkuman
tersebut akan menjadikan landasan dasar dalam menyusun
tes dan merancang perangkat pembelajaran untuk
diintegrasikan kedalam materi perangkat pembelajaran yang
akan digunakan. Penyusunan tujuan pembelajaran ini
didasarkan pada kompetensi dasar dan indicator yang
tercantum pada kurikulum (Kiki, dkk. 2021: 6).
2. Tahap Perancangan (Design)
Tujuan tahap ini adalah menyiapkan prototype (tipe)
perangkat pembelajaran. Tahap ini terdiri dari 4 langkah
diantaranya sebagai berikut:
a. Penyusunan tes acuan patokan, hal ini merupakan Langkah
awal yang menggabungkan antara tahap define dan tahap
design. Tes ini disusun berdasarkan hasil perumusan tujuan
dalam pembelajaran khusus (kompetensi dasar dalam
kurikulum KTSP). Tes ini merupakan suatu alat pengukur
terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa setelah
melaksanakan aktifitas belajar mengajar.
b. Pemilihan media, pemilihan ini menyesuaikan adanya tujuan,
sebagai dasar upaya untuk menyampaikan materi Pelajaran.
c. Pemilihan format, didalam pemilihan format ini misalnya dapat
dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat yang
sudah ada dan yang di kembangkan dinegara-negara yang
lebih maju.
d. Rancangan awal, perancangan media pembelajaran mengacu
pada hasil analisis yang telah dilakukan pada tahap
pendefinisian, dan fase lain sebelumnya pada tahap
perancangan ini. Pada fase ini akan menghasilkan produk
prototipr awal media yang kemudian dikembangkan pada
tahap perkembangan (Siti, 2019: 12).
3. Tahap Pengembangan (Develop)
Tujuan pada tahap ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar
berupa buku saku pada kompetensi dasar (Husain, 2015: 12).
Adapun langkah-langkahnya yaitu:
a. Validasi perangkat oleh para pakar yang mana diikuti dengan
revisian.
b. Simulasi atau mengaplikasikan rencana pembelajaran.
c. Uji coba singkat dengan siswa yang nyata.

Dari bagian b dan c dapatlah hasil apa saja yang harus


direvisi dan langkah apa yang harus diambil selanjutnya,
kemudian di uji coba lagi dengan siswa dan kelas yang
sesungguhnya (Siti, 2019: 13).

4. Tahap Penyebaran (Desseminate)


Tahap desseminate merupakan suatu tahap akhir
pengembangan produk. Menurut Thiagarajan membagi tahap
disseminate dalam 3 tahapan, yaitu:
a. Validation testing, produk yang telah direvisi pada tahap
pengembangan kemudian implementasikan pada sasaran
yang sesungguhnya. Saat implementasi dilakukan
pengukuran memiliki ketercapaian tujuan yang baik. Adanya
pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas produk
yang dikembangkan. Setelah produk diimplementasikan
pengembangan perlu melihat hasil pencapaian tujuan, maka
tujuan yang belum dapat tercapai perlu dijelaskan solusinya
sehingga tidak terulang kesalahan yang sama setelah produk
disebarluaskan.
b. Packaging (pengemasan), setelah produk dianggap sudah
siap maka dilakukan proses pengemasan.
c. Diffusion dan adoption, tahap ini dilakukan supaya produk
dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Pengemasan model
pembelajaran ini dapat dilakukan dengan mencetak buku
panduan penerapan model pembelajaran. Setelah buku
dicetak, buku tersebut akan disebarluaskan supaya dapat
diserap atau dipahami oleh orang banyak dan digunakan atau
diadopsi pada saat aktifitas belajar mengajar dilaksanakan
(Khaerul, 2017: 10-11).
Jadi dapat disimpulkan berdasarkan beberapa pendapat diatas
bahwa langkah-langkah pengembangan media menggunakan model 4D
melalui beberapa langkah atau tahapan diantaranya yaitu: tahap
pendefinisian, tahap perencangan, tahap pengembangan, dan tahap
penyebaran. Adapun media pada model 4D ini digunakan sebagai buku
pedoman yang mana mencakup media ajar, maka buku pedoman ini
dibuat khusus pendidik atau guru yang mana untuk memudahkan dalam
proses belajar mengajar. Model 4D ini merupakan model pengembangan
yang mudah dilaksanakan, cocok serta memiliki tahapan yang terstruktur
dan sangat jelas dalam pelaksanaannya.

Daftar Referensi

Husain dan Durinda. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Buku Saku Pada
Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Definisi dan Ruang Lingkup Sarana
dan Prasarana. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran. Vol. 3, No.
3.

Indra Pratiwi, dkk. (2017). Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Matakuliah


Mikrobiologi Mahasiswa S1 Biologi. Jurnal Pros. Seminar Pend. IPA
Pascasarjana UM. vol. 2.

Kherul Fajri dan Taufiqurrahman. (2017). Pengembangan Buku Ajar


Menggunakan Model 4D Dalam Peningkatan Keberhasilan
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal JPII. Vol. 2, No. 1.

Kiki Pratama Rajagukguk, dkk. (2021). Pelatihan Pengembangan Media


Pembelajaran Model 4D Pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat, vol. 2, No. 1.

Siti Osa Kosassy. (2019). Mengulas Model-Model Pengembangan


Pembelajaran dan Perangkat Pembelajaran. Jurnal PPKn & Hukum. Vol.
14, No. 1.

Common questions

Didukung oleh AI

Competency Analysis identifies the specific skills and knowledge learners should acquire, which aligns educational objectives with assessment strategies by defining what constitutes successful learning. This alignment ensures that assessments effectively measure learner outcomes relative to predefined educational goals, facilitating targeted feedback and instructional adjustments .

Prototype development in the Design phase serves as a preliminary model of the final product, allowing for early evaluation and feedback. Its significance lies in its capacity to identify gaps and potential improvements, thereby informing adjustments and refinements in the Develop phase, which ultimately enhances the efficacy and quality of the final educational media .

Task Analysis in the Define phase guides the Design phase by delineating the skills and knowledge learners must acquire. This analysis forms the basis for creating appropriate learning assessments and instructional strategies to ensure that the learning materials are appropriately challenging and relevant, facilitating the development of targeted educational interventions .

The 4D model consists of four phases: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define phase involves initial analysis to identify problems and set objectives. Design is about preparing learning material prototypes. Develop includes validating and revising educational tools, followed by testing. Disseminate is implementing and packaging the final product for widespread use . Each phase builds on the previous, ensuring comprehensive development from concept to usable material.

Learner Analysis assesses the characteristics, capabilities, and needs of the target audience. By understanding learner profiles, educational materials can be customized to match their cognitive levels, learning preferences, and motivational factors, ensuring that the materials are engaging and effective in facilitating learning .

Diffusion and Adoption processes pivot towards extending the reach and usage of educational innovations. By distributing resources and developing comprehensive guides, these processes ensure that the educational technologies are readily available and adaptable to different contexts, promoting widespread adoption and scalability. Infrastructure and support strategies enhance user confidence and further facilitate integration into diverse educational settings .

The Define phase identifies educational needs through analyses such as learner and task analysis, which establish a clear understanding of the target audience and learning objectives. It sets a strong foundation for subsequent design and development by providing necessary insights into the educational context and requirements, increasing the relevance and effectiveness of the developed materials .

The Packaging step involves preparing educational materials for distribution, which includes ensuring ease of access and use. By organizing content into a user-friendly format, such as printed guides or digital files, this step increases the likelihood of adoption by making resources accessible and straightforward, thereby facilitating integration into teaching practices .

Validation testing in the Disseminate phase is crucial because it ensures that the developed material meets its educational objectives effectively before widespread implementation. By comparing the outcomes against set metrics and revising based on test results, this step guarantees the quality and practical utility of the educational tools, minimizing implementation errors and optimizing the learning experience .

Initial and Final Analysis provide critical input for iterative development by clarifying objectives and evaluating current educational methodologies. These analyses facilitate a responsive development process, allowing for continuous improvements and adjustments in the program based on empirical evidence and feedback, thereby refining educational materials in successive cycles .

Anda mungkin juga menyukai