Surabaya, 6 Juli 2023
SEMINAR NASIONAL HASIL RISET DAN PENGABDIAN
“Peran Riset, Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi Pembangunan Indonesia Berkelanjutan”
Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar
Anisa Hariani 1, Kezia Nabila Puteri 2, Hanatasya Damayanti Silaban 3
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Adi buana Surabaya, Indonesia
*Email: anisahariani10@[Link] , keziabillah@[Link], hanatasyaguinevere@[Link]
Abstrak
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di
mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami
konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai
perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat
peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan
berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk
menemukan solusi atau langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika
implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar dan memastikan bahwa tujuan Kurikulum
Merdeka dapat tercapai dengan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru-guru menghadapi
tantangan dan kendala yang signifikan dalam mengimplemntasikan Kurikulum Merdeka dalam
tahap perencanaan, pelaksanaan di dalam kelas dan evaluasi. Kendala-kendala tersebut antara
lain terkait dengan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengaplikasikan metode
pembelajaran yang kreatif dan inovatif, kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta
sumber daya manusia yang tersedia. Namun adanya upaya untuk menghadapi kendala-kendala
tersebut yaitu, pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dan staf pendidikan, peningkatan
dukungan dari orang tua dan masyarakat, peningkatan fasilitas dan sarana prasarana,
peningkatan pengawasan dan monitoring, pengembangan kerjasama antar stakeholder
pendidikan, dan dorongan untuk mengikuti program guru penggerak.
Kata kunci : Problematika, Implementasi, Kurikulum Merdeka
Copyright © (2022) Seminar Hasil Riset dan Pengabdian ke 4
PENDAHULUAN
Pembelajaran dan kurikulum merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Kurikulum merupakan
rencana atau pengaturan berisi tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Sejalan dengan itu (Setiawati, 2022) menyebutkan bahwa kurikulum adalah program
pendidikan dan bukan program pengajaran,sehingga program itu dirancang sebagai bahan ajar
| 686
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
dan juga pengalaman belajar Sementara itu, Pembelajaran menurut (Ahdar Djamaluddin, 2019)
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses
pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik. Proses pembelajaran dilakukan dengan berbagai metode
dan teknik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dengan
begitu, kurikulum berperan penting dalam pembelajaran karena menjadi acuan bagi guru dan
siswa dalam mengembangkan dan mengimplementasikan proses pembelajaran yang efektif dan
efisien.
Kurikulum juga menjadi landasan bagi pengembangan bahan ajar, penyusunan materi
pembelajaran, serta evaluasi dan pengukuran hasil belajar siswa. Kurikulum tidak hanya sebatas
bidang studi yang termuat didalamnya maupun kegiatan belajarnya saja, tetapi mencakup segala
sesuatu yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik yang sesuai
dengan tujuan Pendidikan yang akan dicapai sehingga dapat meningkatkan kualitas Pendidikan.
(Fatih, 2022) Pada hakikatnya, kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan yang erat yang
tidak bisa dipisahkan. Kurikulum menjadi acuan bagi guru dan siswa dalam mengembangkan dan
mengimplementasikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sedangkan pembelajaran
membantu dalam mengevaluasi keefektifan kurikulum.
Kurikulum Merdeka merupakan salah satu program pendidikan yang dirancang oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebuda-yaan (Kemdikbud) Indonesia untuk memberikan
kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum yang
disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Program ini diharapkan dapat menunjang peningkatan
mutu pendidikan. yang sesuai dengan kebutuhan lokal, karakteristik siswa, dan tantangan global
yang dihadapi. Dalam kurikulum merdeka belajar membebaskan guru agar dapat menciptakan
pembelajaran yang mendidik dan menyenangkan. Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah
Dasar (SD) memiliki tujuan untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, kecerdasan sosial,
dan keterampilan siswa, serta meningkatkan nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan. Namun,
implementasi Kurikulum Merdeka juga menimbulkan beberapa problematika. Hal ini sejalan
dengan hasil penelitian yang dilakukan (Sunarni, 2023) yang mengatakan apabila dalam
implementasi Kurikulum Merdeka, terdapat beberapa problematika yang dihadapi yaitu,
kurikulum ini terkesan dipaksakan pada beberapa sekolah, tidak semua guru menyambut baik
sosialisasi Kurikulum Merdeka, dan kurangnya kompetensi sumber daya manusia di sekolah.
Kurangnya pemahaman dan persiapan guru menjadi salah satu kendala dalam
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD. Guru membutuhkan pemahaman yang baik
tentang Kurikulum Merdeka, baik dari segi konsep, strategi pembelajaran, hingga penilaian hasil
| 687
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
belajar. Kurangnya pemahaman dan persiapan guru dapat menghambat efektivitas implementasi
Kurikulum Merdeka di SD. Selain itu, keterbatasan sumber daya juga menjadi kendala dalam
implementasi Kurikulum Merdeka di SD. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan
sumber daya yang cukup, termasuk buku-buku teks, perangkat pembelajaran, dan pelatihan
untuk guru. Keterbatasan sumber daya dapat menjadi hambatan dalam mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka di SD.
Untuk itu, penelitian ini berfokus untuk menemukan solusi atau langkah-langkah yang dapat
dilakukan untuk mengatasi problematika implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
dan memastikan bahwa tujuan Kurikulum Merdeka dapat tercapai dengan baik. Tujuan
penelitian dapat berkisar dari mencari faktor-faktor yang menjadi kendala, mencari solusi yang
tepat, hingga mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat mendukung tujuan Kurikulum
Merdeka
METODE
Dengan menggunakan literature review, Snyder (2019: 333) mengatakan literature review
adalah sebuah metodologi penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengambil
intisari dari penelitian sebelumnya serta menganalisis beberapa overview para ahli yang tertulis
dalam teks. Snyder (2019: 339 ) menyimpulkan bahwa literature review memiliki peran sebagai
landasan bagi berbagai jenis penelitian karena hasil literature review memberikan pemahaman
tentang perkembangan pengetahuan, sumber stimulus pembuatan kebijakan, memantik
penciptaan ide baru dan berguna sebagai panduan untuk penelitian bidang tertentu. penelitian
ini mampu mengungkap kesulitan kurikulum dan pembelajaran pendidikan karakter. Penelitian
ini bertujuan untuk menemukan solusi atau langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk
mengatasi problematika implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar dan memastikan
bahwa tujuan Kurikulum Merdeka dapat tercapai dengan baik
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian data bahwa terdapat problematika dalam
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, diantaranya terdapat tiga hal antara
lain: Perencanaan Sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, sekolah perlu
memahami aturan dan menyusun dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses
tersebut. Para guru, harus mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dalam pembelajaran, seperti
perangkat pembelajaran, media, dan persiapan guru untuk mengajar selama satu tahun ajaran
dengan konsep Kurikulum Merdeka. Hal ini sangat penting karena implementasi Kurikulum
Merdeka melibatkan perubahan yang signifikan dalam pembelajaran. Namun dalam membuat
| 688
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
perencanan kendala utama yang sering dihadapi dalam implementasi kurikulum merdeka di
sekolah dasar antara lain kurangnya pemahaman tentang kurikulum tersebut, dan kesulitan
dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Adanya perubahan
dalam mendesain pembelajaran dari kurikulum sebelumnya dengan kurikulum merdeka yang
membuat guru-guru kesulitan. Di dalam penerapan kurikulum merdeka, guru harus mendesain
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dengan melihat kondisi dan keadaan di lingkungan
sekitar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan oleh (Miladiah, Sugandi and
Sulastini2023) bahwa persiapan yang harus dilakukan termasuk melakukan analisis tujuan
awal tentang materi atau konten apa yang harus diajarkan oleh guru kepada siswa dalam proses
pembelajaran. Setelah itu, guru harus menyusun Capaian Pembelajaran (CP) beserta Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP) dan materi yang akan diajarkan. Setelah itu, guru dapat menyusun
perangkat pembelajaran. Terakhir, guru harus memahami prinsip asesmen atau penilaian
pembelajaran Kurikulum Merdeka agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dan terukur
dengan baik. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka didalam kelas
disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum tersebut, yaitu pendekatan
holistik dan kontekstual. Guru memperhatikan kebutuhan siswa secara individu dan
memfasilitasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Guru membuka ruang dialog
dan diskusi dengan siswa untuk memfasilitasi pemahaman mereka terhadap materi yang
diajarkan. Selain itu, guru juga menyediakan berbagai macam sumber belajar yang dapat
diakses oleh siswa, baik dalam bentuk bahan cetak atau digital. Guru juga harus
mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan karakter sesuai amanat dalam profil pelajar
pancasila kedalam pembelajaran sehingga siswa dapat menjadi generasi yang memiliki
kepribadian yang baik dan menghargai keragaman budaya di Indonesia. Hal ini sejalan dengan
hasil penelitian (Irawati, et al. 2022) bahwa Profil pelajar Pancasila merupakan kebijakan yang
mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional serta kelanjutan dari program penguatan
karakter. Kebijakan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang berdasarkan pada
nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas juga ditemukan
bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka di sekolah
dasar adalah kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta sumber daya
manusiayang tersedia. Terdapat kendala dalam menyediakan sarana dan prasarana yang
memadai untuk mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka, yakni keterbatasan ruang kelas,
kurangnya fasilitas laboratorium atau perpustakaan, serta minimnya buku pelajaran atau
sumber belajar lainnya. Selain itu, kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas dan
terampil dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif juga menjadi
kendala dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Hal lain adalah bahwa
kualifikasi pendidikan guru yang kurang mumpuni dan kurangnya pengalaman mengajar. Hal
| 689
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
ini sejalan dengan hasil penelitian (Saputra and Hadi 2022) bahwa faktor yang mempengaruhi
guru dalam membuat rancangan pembelajaran diantaranya adalah kualifikasi pendidikan.
Evaluasi Dalam Kurikulum Merdeka, evaluasi memiliki peran penting dalam mengukur
keberhasilan proses pembelajaran. Evaluasi dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya sebatas pada
penilaian akhir atau ujian, tetapi juga meliputi penilaian formatif dan sumatif yang dilakukan
secara berkelanjutan. Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung,
dengan tujuan memberikan umpan balik dan bimbingan bagi siswa dalam memperbaiki
pemahaman dan keterampilan mereka. Penilaian formatif juga membantu guru dalam
mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan menyesuaikan metode pengajaran yang lebih
efektif. Penilaian sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran, seperti ujian akhir
semester atau tahun ajaran, dengan tujuan mengukur pencapaian siswa terhadap kompetensi
yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Selain itu, dalam Kurikulum Merdeka, evaluasi juga
meliputi aspek pengembangan karakter siswa. Evaluasi karakter tidak hanya mengukur aspek
kognitif siswa, tetapi juga meliputi aspek afektif dan psikomotorik. Dalam penerapannya guru-
guru merasa kesulitan karena dalam modul ajar, awal pembelajaran harus ada tes diagnostik,
KKM ditiadakan sehingga guru-guru merasa kesulitan terhadap patokan keberhasilan siswa,
dalam penilaian pembelajaran terdapat dua raport yaitu raport penilaian akademik dan raport
penilaian projek, hal ini membuat guru harus menambah waktu yang Panjang. Hal ini sejalan
dengan hasil penelitian oleh (Barlian, Solekah and Rahayu 2022) bahwa telah melaksanakan
penilaian atau evaluasi pembelajaran implementasi kurikulum merdeka diantaranya
melaksanaan asesmen diagnostik, melaksanakan dan mengolah asesmen sumatif dan formatif
serta melaporkan hasil belajar. Berdasarkan kendala-kendala yang dihadapi dalam
implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar, beberapa solusi yang dapat dilakukan
oleh pihak sekolah antara lain: 1) Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dan staf
pendidikan. Peningkatan kemampuan guru dan staf pendidikan dalam mengaplikasikan metode
pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan membantu dalam menciptakan lingkungan
belajar yang lebih kondusif dan mendukung bagi siswa. 2) Peningkatan dukungan dari orang
tua dan masyarakat. Peran orang tua dan masyarakat sangat penting dalam mendukung
pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka dalam proses pendidikan. 3) Peningkatan
fasilitas dan sarana prasarana. Upaya untuk meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana
seperti ruang kelas, fasilitas laboratorium, perpustakaan, dan buku pelajaran akan membantu
dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung bagi siswa. 4)
Peningkatan pengawasan dan monitoring. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pengawasan
dan monitoring terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Hal ini dapat
membantu dalam mengidentifikasi kendala dan masalah yang muncul selama proses
| 690
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
implementasi dan mencari solusi yang tepat. 5) Pengembangan kerjasama antar stakeholder
pendidikan. Diperlukan kerjasama antar stakeholder pendidikan seperti guru, kepala sekolah,
orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan
mendukung bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan dan potensi mereka. 6) adanya
dorongan untuk guru-guru mengikuti program guru penggerak. Dengan implementasi solusi-
solusi diatas, diharapkan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar dapat berjalan
dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan siswa.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian data bahwa terdapat problematika dalam
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, diantaranya terdapat tiga
hal antara lain: Perencanaan Sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,
sekolah perlu memahami aturan dan menyusun dokumen pendukung yang diperlukan
untuk proses tersebut. Namun dalam membuat perencanan kendala utama yang
sering dihadapi dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar antara lain
kurangnya pemahaman tentang kurikulum tersebut, dan kesulitan dalam
mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru juga harus
mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan karakter sesuai amanat dalam profil pelajar
pancasila kedalam pembelajaran sehingga siswa dapat menjadi generasi yang memiliki
kepribadian yang baik dan menghargai keragaman budaya di Indonesia.
Selain itu, kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil dalam
mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif juga menjadi kendala
dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Dalam penerapannya guru-
guru merasa kesulitan karena dalam modul ajar, awal pembelajaran harus ada tes
diagnostik, KKM ditiadakan sehingga guru-guru merasa kesulitan terhadap patokan
keberhasilan siswa, dalam penilaian pembelajaran terdapat dua raport yaitu raport
penilaian akademik dan raport penilaian projek, hal ini membuat guru harus
menambah waktu yang Panjang. Berdasarkan kendala-kendala yang dihadapi dalam
implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar, beberapa solusi yang dapat
dilakukan oleh pihak sekolah antara lain: 1) Pelatihan dan pengembangan kompetensi
guru dan staf pendidikan. Peningkatan kemampuan guru dan staf pendidikan dalam
mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan membantu
dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung bagi
| 691
Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian E-ISSN: 2776-5105
siswa. Upaya untuk meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana seperti ruang kelas,
fasilitas laboratorium, perpustakaan, dan buku pelajaran akan membantu dalam
menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung bagi siswa.
Diperlukan kerjasama antar stakeholder pendidikan seperti guru, kepala sekolah,
orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan
mendukung bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Ahdar Djamaluddin, W. (2019). Belajar Dan Pembelajaran. Sulawesi selatan: Penerbit CV
Kaaffah Learning Center.
Fatih, M. A. (2022). Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Implementasinya di SD Terpadu.
Edumaspul: Jurnal Pendidikan.
Setiawati, F. (2022). The Impact of Curriculum Change Policy on Learning Activities. Nizamul
‘Ilmi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (JMPI) , 1-17.
Sunarni, a. H. (2023). "Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di
Sekolah Dasar. Journal on Education 1613-1620.
Snyder, H. 2019. ‘Literature review as a research methodology: An overview and guidelines’.
Journal of Business Research, 104, pp. 333–339, [Link]
Miladiah, Sofa Sari, Nendi Sugandi, and Rita Sulastini. 2023. "Analisis Penerapan Kurikulum
Merdeka Di SMP Bina Taruna Kabupaten Bandung." Jurnal Ilmiah Mandala Education
(JIME)9: 312-318.
Irawati, Dini, Aji Muhamad Iqbal, Aan Hasanah, and Bambang Samsul Arifin. 2022."Profil Pelajar
Pancasila Sebagai Upaya Mewujudkan Karakter Bangsa." Edumaspul: Jurnal
Pendidikan1224-1238.
Saputra, Dendi Wijaya, and Muhamad Sofian Hadi. 2022. "Persepsi Guru Sekolah Dasar Jakarta
Utara dan Kepulauan Seribu Tentang Kurikulum Merdeka." HOLISTIKA : Jurnal Ilmiah
PGSD 6: 28-33.
Barlian, Ujang Cepi, Siti Solekah, and Puji Rahayu. 2022. "Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan." JOEL : Journal of Educational and Language Research1:
2105-2118
| 692