BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pastry
Pastry atau patiseri merupakan pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian
makanan, khususnya mengolah dan menyajikan berbagai jenis kue. Patiseri berasal dari
Bahasa Perancis yaitu “Patisserie” yang artinya kue-kue. Dengan demikian patiseri
diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seluk beluk kue baik kue
continental oriental maupun kue Indonesia mulai dari persiapan, pengolahan, sampai
pada
penyajian (Putri, 2017). Pastry section merupakan section atau divisi di bawah naungan
main kitchen yang bertanggung jawab menangani berbagai
event-event hotel seperti wedding, birthday party, coffee break, breakfast, lunch, dinner
dan lainnya. Pastry section merupakan divisi kitchen yang bertugas mengelola
pembuatan kue, roti, dan dessert (Ryandi & Oda, 2014)
B. Jenis Pastry
Patiseri sendiri terbagi dua jenis, yaitu kue-kue oriental dan kue-kue continental.
Kue-kue Indonesia termasuk jenis kue oriental, sedangkan yang termasuk kue
continental adalah Yeast Products, Breads, Cake and Icing, Cookies, Pastries, Cream,
Puding Frozen Dessert, Candy. Perbedaan antara kue continental dengan kue oriental
salah satunya terletak pada lemak yang digunakan (Putri, 2017), antara lain:
1. Kue continental, pada umumnya menggunakan lemak padat, seperti margarine,
mentega dan shortening.
2. Kue oriental, pada umumnya menggunakan lemak cair, seperti santan dan minyak.
C. Bahan baku pastry
Menurut Setiani Tia (2013) Commodity atau bahan baku dalam pengetahuan
memasak yaitu semua bahan makanan baik yang berasal dari tumbuhan, hewan maupun
olahan dari bahan lain yang dibutuhkan dalam proses produksi makanan serta aman untuk
dikonsumsi oleh manusia (food grade). Pada dasarnya bahan baku pastry dibedakan
menjadi 2 bagian yaitu:
a. Perisable yaitu bahan makanan yang mudah rusak sehingga membutuhkan tempat dan
suhu tertentu dalam penyimpanannya, contoh : susu, keju, dan butter.
b. Groceries yaitu bahan makanan yang tidak cepat rusak dan tidak membutuhkan tempat
dan suhu tertentu dalam penyimpanannya. Contoh:
tepung, gula dan garam.
D. Tugas dan Tanggung Jawab Pastry Section
Pastry section mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pembuatan dan
penyediaan berbagai makanan penutup (dessert), makanan ringan (snack), kue (cake),
dan roti (bread). Dalam hotel besar untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi kerja,
maka pastry section dibagi menjadi dua bagian, yaitu pastry dan bakery. Pastry yang
bertanggung jawab tersedianya dessert, snack dan cake. Bakery bertanggung jawab dalam
pembuatan berbagai jenis roti (bread), croissant, danish.
Dalam pastry dibutuhkan yang namanya ketelitian baik dalam pemilihan bahan,
pengukuran dan proses pembakaran sehingga produk yang dihasilkan akan berkualitas
dari segi tampilan dan juga rasa (Putri & Mayasari, 2020).
E. Kualitas Produk
Kualitas produk adalah karakteristik dari suatu produk atau layanan yang bergantung
pada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau
tersirat (Kotler dan Armstrong, 2016:253) dialih bahasakan oleh Benjamin Molan.
Kualitas produk memiliki dimensi yang dapat digunakan untuk menganalisis
karakteristik dari suatu produk. Menurut Tjiptono (2016:134) kualitas produk memiliki
delapan dimensi sebagai berikut:
1. Performance (kinerja), merupakan karakteristik operasi pokok dari produk inti
(core product) yang dibeli.
2. Features (fitur atau ciri-ciri tambahan), yaitu karaktersitik sekunder atau
pelengkap.
3. Reliability (reliabilitas), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau
gagal dipakai.
4. Confermance to Specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana
karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan
sebelumnya.
5. Durability (daya tahan), yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat
digunakan.
6. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan
direparasi; serta penanganan keluhan secara memuaskan.
7. Esthetics (Estetika), yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.
8. Perceived Quality (kualitas yang dipersepsikan), yaitu citra dan reputasi produk
serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.
F. Usaha
Pengertian usaha menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) adalah kegiatan dengan
mengerahkan tenaga, pikiran, atau perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya untuk
mencapai suatu maksud.
G. Peningkatan Mutu Produk
Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia: Peningkatan adalah cara atau proses
untuk mencapai hasil atau sebuah usaha agar menjadi lebih baik dari sebelumnya (KBBI,
2000:820).
Mutu adalah suatu penyajian produk dan jasa sesuai dengan ukuran yang berlaku di
tempat produk tersebut diadakan dan penyampaiannya setidaknya sama dengan yang
diinginkan dan diharapkan oleh konsumen
Produk adalah suatu yang ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapatkan perhatian
untuk memiliki penggunaan ataupun konsumsi yang bisa memuaskan kegiatan atau
kebutuhan tamu.
Mutu produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya
meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut
bernilai lainnya. Apabila pelanggan merasa puas, maka dia akan menunjukkan besarnya
kemungkinan untuk kembali membeli produk yang sama.
Mutu suatu produk adalah keadaan fisik, fungsi dan sifat suatu produk bersangkutan
yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai
uang yang telah dikeluarkan. Mutu suatu barang atau jasa yang dibeli konsumen
berhubungan dengan kepuasan konsumen menggunakan barang atau jasa yang
bersangkutan. Bila puas berarti mutunya baik, tetapi bila tidak puas berarti mutunya
jelek. Makna mutu produk erat kaitannya dengan tingkat kesempurnaan, kesesuaian
dengan kebutuhan, bebas dari cacat, bebas dari ketidak sempurnaan, atau bebas dari
kontaminasi serta kemampuan dalam memuaskan konsumen.
Konsumen adalah pihak yang paling tepat dan adil dalam menilai masalah mutu dari
produk yang disediakan. Sebuah produk yang memiliki fitur atau manfaat yang
memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang
bermutu, demikian pula sebaliknya produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat
yang tidak memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk yang tidak
bermutu atau [Link], mutu produk merupakan kemampuan sebuah produk untuk
memuaskan kebutuhan atau tuntutan pelanggan.
H. Pemasaran
Menurut Rangkuti (2017:101), “pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang
dipengaruhi oleh berbagai faktor sosail, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat
dari pengaruh berbagai faktortersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok
mendapatkan kabutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan
menukarkan produk yang memielki nilai komoditas”.
Terdapat sejumlah aspek pokok dari pemasaran yang dikemukakan oleh Rangkuti
(2017:102) :
1. Aspek Strategi Bersaing dimana terbagi lagi menjadi sejumlah bagian : Segmen
pasar dimana aspek ini merupakan kegiatan dalam melakukan identifikasi dan
melakukan pembentukan atau mengelompokkan pelanggan yang berbeda. Target
dimana aspek ini merupakan kegiatan dalam melihat dan memilih segmen pasar
yang akan dimasuki oleh perusahaan. Pemosisian dimana aspek ini ialah kegiatan
melihat kedudukan dalam pasar yang bertujuan dalam membentuk dan
memperkenalkan keunggulan kompetitif dari produk yang ditawarkan pada pikiran
pelanggan.
2. Aspek Taktik Pemasaran dimana terbagi lagi menjadi sejumlah bagian :
Bagaimana membentuk strategi pemasaran untuk sejumlah aspek usaha. Aktivitas
merumuskan kebijakan ialah tindakan dalam mengelompokkan perbedaan yang
dimiliki oleh suatu badan usaha dengan badan usaha lain biasa disebut dengan
diferensiasi. Bauran pemasaran dimana melibatkan aktivitas yang memiliki
hubungan pada produk yang ditawarkan, harga yang ditetapkan, promosi yang
dilakukan dan cara mendistribusikan produk.
3. Aspek Nilai Pemasaran dimana terbagi lagi menjadi sejumlah bagian :Merek ialah
poin yang berhubungan dengan nama yang melekat pada usaha yang dilakukan.
Badan usaha mesti senantiasa berupakan dalam melakukan peningkatakan terkait
citra dari mereknya. Apabila ekuitas merek dengan baik mampu diatas, badan
usaha yang terlibat dapat menggapai dua poin yakni pelanggan akan memperolah
nilai dari produk yang ditawarkan. Pelanggan mampu merasakan manfaat yang
didapatkan setelah menggunakan produk dan merasakan kepuasan sebab produk
mampu memenuhi keinginannya. Yang kedua ialah badan usaha mendapatkan
nilai dari sikap loyal pelangganya pada merek dimana margin keuntungan yang
meningkat, keunggulan kompetitif, efisiensi dan kefektifan dalam bekerja,
khususnya pada kegiatan pemasaran yang dilakukan. Layanan dimana aspek ini
berhubungan pada pengembalian layanan untuk pelanggan sehingga harus
senantiasa dilakukan peningkatan. Proses dimana aspek ini merujuk pada prinsip
badan usaha ialah dengan melibatkan karyawannya secara langsung atau tidak
langsung dalam proses yang dilakukan khususnya pada proses kepuasan
pelanggan.
Tujuan pemasaran. Menurut Drucker dalam Sunyoto (2014: 220) “tujuan pemasaran
adalah membuat penjual melampaui dan mengetahui serta memahami konsumen
sehingga produk (jasa) sesuai dengan konsumen dan laku dengan sendirinya.
Seiring dengan perkembangan masyarakat, keinginan masyarakat juga tumbuh, di sisi
lain produsen memiliki langkah-langkah dan promosi khusus untuk merangsang
keinginan masyarakat akan produk yang promosi sebagai pemuas keinginan masyarakat
akan produk yang direkomendasikan”. Ada beberapa tujuan pemasaran lainnya, yaitu:
1. Promotion (Pemberian Informasi), ialah usaha dalam mengiklankan atau
mempertawarkan barang atau layanan bermaksud menarik minat calon konsumen
agar melakukan pembelian.
2. Menciptakan pembelian.
3. Membuat pembelian berulang.
4. Penciptaan tenaga kerja, dalam pemasaran layanan atau barang fisik, secara tidak
langsung menciptakan tenaga kerja. Membentuk brand produk yang bagus,
produk yang dikenal dan mempunyai konsumen yang loyal akan menciptakan
brand yang bagus yang pada akhirnya produk tersebut selalu dicari oleh
konsumen.
Strategi pemasaran. Menurut Assauri (2013:15), “Strategi pemasaran adalah
seperangkat tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memandu usaha pemasaran
suatu perusahaan dari waktu ke waktu, pada semua tingkatan dan acuan serta alokasi,
terutama respon perusahaan terhadap lingkungan dan kondisi persaingan yang selalu
berubah”.Berlandaskan definisi tersebut penulis bisa menyimpulkan jika menemukan
keperluan dan kebutuhan dari pelanggan yang masih belum dipenuhi, pengukuran, dan
perhitungan besaran pasar dan potensi keuntungan, pengidentifikasian dan penentuan
segmen pasar untuk memuaskan dan merancang, meningkatkan dan memasarkan produk
yang sesuai disebut dengan strategi pemasaran. Menurut konsep dari pemasaran, tujuan
dari bisnis mampu diwujudkan jika badan usaha mampu memberikan kepuasan bagi
pelangga. Dimana kepuasan tersebut terwujud saat keinginan pelanggan dirasa telah
mampu dipenuhi lewat aktivitas pemasaran yang terpadu. Sehingga terdapat sejumlah
aspek inti pada konsep pemasaran yakni berorintasi pada kebutuhan konsumen, rasa puas
konsumen, aktivitas pemasaran yang terpadu dan tujuan dari badan usaha.
I. Pendapatan
Pendapatan merupakan tujuan utama dari pendirian suatu perusahaan. Sebagai suatu
organisasi yang berorientasi profit maka pendapatan mempunyai peranan yang sangat
besar. Pendapatan merupakan faktor penting dalam operasi suatu perusahaan, karena
pendapatan akan mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan akan menjamin
kelangsungan hidup perusahaan
Ikatan Akuntan Indonesia (2019:22) mengungkapkan dalam Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
mendefinisikan Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas
entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga,
dividen, royalti dan sewa.
Menurut Harnanto (2019:102) menuliskan bahwa pendapatan adalah
“kenaikan atau bertambahnya aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas perusahaan
yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan barang dan jasa kepada
masyarakat atau konsumen pada khususnya.
Menurut Sochib (2018:47) pendapatan merupakan aliran masuk aktiva
yang timbul dari penyerahan barang/jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama
periode tertentu. Bagi perusahaan, pendapatan yang diperoleh atas operasi pokok akan
menambah nilai aset perusahaan yang pada dasarnya juga akan menambah modal
perusahaan. Namun untuk kepentingan akuntansi, penambahan modal sebagai akibat
penyerahan barang atau jasa kepada pihak lain dicatat tersendiri dengan akun pendapatan.