0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Proses Distilasi dan Sokletasi Cairan

Proses distilasi dan sokletasi memisahkan campuran cairan menggunakan perbedaan titik didih melalui pemanasan dan pendinginan. Pada distilasi, uap dari cairan ber-titik didih rendah dikondensasi, sedangkan pada sokletasi pelarut bersirkulasi melalui ekstraksi berulang untuk memisahkan zat aktif. Kedua proses memanfaatkan perbedaan kelarutan dan volatilitas antar komponen.

Diunggah oleh

Iqbal Rijqul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Proses Distilasi dan Sokletasi Cairan

Proses distilasi dan sokletasi memisahkan campuran cairan menggunakan perbedaan titik didih melalui pemanasan dan pendinginan. Pada distilasi, uap dari cairan ber-titik didih rendah dikondensasi, sedangkan pada sokletasi pelarut bersirkulasi melalui ekstraksi berulang untuk memisahkan zat aktif. Kedua proses memanfaatkan perbedaan kelarutan dan volatilitas antar komponen.

Diunggah oleh

Iqbal Rijqul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISTILASI

>> proses distilasi untuk memisahkan dua atau lebih cairan yang memiliki titik didih berbeda
dari campuran cairan.

prinsip : pemisahan dua campuran larutan (sampel) berdasarkan perbedaan titik didih.

• titik didih masing" sampel/larutan (sampel yang digunakan)

1. Air 100

2. Etanol 70

• sebutkan nama alat + fungsi

1. Spirtus (pemanas api) : untuk memanaskan larutannya.

2. Kaki tiga : untuk penyangga.

3. Alas kawat/kasa kawat: untuk menutupi kaki tiga atau agar jadi hantaran antara api dan labu
alat bulat.

4. Labu alas bulat : untuk menyimpan dua campuran larutannya (sampelnya) >> air dan etanol.

5. Pipa T : untuk jalur uap yang akan melewati kondensor atau sambungan antara labu alas bulat
dengan kondensor.

6. Termometer: untuk mengukur suhu -> diletakan berada di pertigaan (dan ditengah2) tidak
boleh menempel pada dinding gelasnya atau larutannya.

7. Kondensor : proses pendinginan

>> uap yang naik menjadi cair.

proses -> jadi uap yang naik lewat pipa T menuju ke kondensor lalu terjadi proses pendinginan
yaitu uap yang dirubah menjadi cair (uap jd cairan)

pada kondensor terdapat 2 bagian-> bagian 1 : bagian dalam yang berlekuk2 untuk jalannya uap
(tempat lewat uap) bagian 2 : bagian luar untuk masuknya/tempat air masuk.

proses -> uap masuk pada kondensor bagian dalam, dan air masuk lewat bagian selang bawah,
lalu akan keluar lewat selang atas (terjadi proses pendinginan).
mengapa air harus lewat lubang/selang bawah? karena jika air nya dari atas air tersebut akan
langsung turun kebawah dan tidak bisa menggenangi kondensor atau tidak akan terjadi
pendiginan.

8. Alonga : untuk jalur cairan yang telah didinginkan dari kondensor agar menuju labu
distilasi/erlen meyer atau sambungan antara kondensor dan labu destilasi.

9. Labu distilasi : menampung cairan.

10. Klem : untuk penyangga/penahan alat gelas.

11. Statip : untuk tempat letakan klem.

12. Labu destilasi : tempat penyimpanan larutan/cairan yang telah di ekstraksi/dipisahkan >>
etanol.

Tambahan:

Labu alas bulat seharusnya di isi dengan batu didih, karena batu didih digunakan agar tidak
terjaid bumping.

Alat yang kurang: selang bawah+atas, termometer, batu didih, penutup bagian termometer.

• Mengapa uap yg naik? karena dilakukan proses pemanasan atau karena sampel(kedua sampel
air dan etanol) dipanaskan, akhirnya terjadi atau menghasilkan adanya uap.

• Siapa uap yang naik tersebut? uap yang naik adalah etanol karena titik didih etanol lebih rendah
dari pada air yang titik didihnya tinggi. karena pada proses destilasi uap yang akan naik itu uap
yang memiliki titik didih yang rendah.

Catatan :

• proses destilasi diberhentikan pada saat suhu termometer melebihi 70 (<70), karena jika lebih
dari suhu 70 uap yang dihasilkan bukan uap dari etanol (titik didih rendah) tetapi hasil uap dari
air (titik didih tinggi).

• untuk titik didih komponen cairan minimal 25°C


SOKLETASI

>> proses ekstraksi yang menggunakan penyaringan berulang dan pemanasan atau proses
pemisahan komponen bahan padat dengan cara penyaringan berulang menggunakan pelarut.

>> metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan melarutkan senyawa
organik yang terdapat pada bahan tersebut tapi tidak melarutkan zat pada yang tidak diinginkan.

>> penyarian dengan pelarut organik di mana pelarut dan sampel di tempat terpisah.

prinsip : penyaringan yang dilakukan secara berulang sehingga hasil yang didapatkan sempurna
dan pelarut yang digunakan relatif sedikit.

• sampel yang digunakan

1. kemiri

2. heksana (pelarut) >> nonpolar

sampel yang digunakan harus sama-sama polar atau sama-sama non polar, karena pelarut polar
akan melarutkan senyawa polar dan pelarut nonpolar akan melakukan senyawa nonpolar.

• sebutkan nama alat + fungsi

1. Spirtus (pemanas api) : untuk memanaskan larutannya.

2. Kaki tiga : untuk penyangga.

3. Alas kawat/kasa kawat: untuk menutupi kaki tiga atau agar jadi hantaran antara api dan labu
alat bulat.

4. Labu alas bulat : sebagai wadah lagi sampel dan pelarutnya.

sampel >> yang telah diekstraksi

pelarutnya>> heksana

5. Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap bagi pelarut yang menguap dari proses penguapan.

6. Timble : berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil >> kemiri yang telah
ditumbuk (sampel dibungkus kertas saring).
8. Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus

satu siklus -> bila pada sifon larutannya penuh kemudian jatuh ke labu alas bulat maka hal ini
dinamakan satu siklus.

9. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin atau juga untuk mempercepat proses pengembunan.

uap dari pelarut akan menjadi cair setelah melewati kondensor.

Proses sokletasi

• isi labu alas bulat dengan pelarut (heksana) dan isi timble dengan zat padat (sampel >> kemiri
yang telah ditumbuk halus yang telah dibungkus dengan kertas saring).

• pasangkan selang atas dan bawah (selang air) pada bagian kondensor.

• dipanaskan lalu pelarut yang ada dalam labu alas bulat akan memanas sehingga menguap
kemudian uap pelarut akan naik ke pipa f, dari pipa f pelarut tersebut akan naik ke kondensor ->
setelah pelarut masuk ke dalam kondensor akan dikodensasikan oleh kondensor bola menjadi
molekul cairan (terjadi pendinginan di mana uap tadi akan berubah menjadi cairan). Cairan akan
turun ke timble dan menyatu dengan zat padat yang akan diekstraksi atau cairan penyari jatuh ke
timble menyari zat aktif di dalam simplisia (kemiri tumbuk / zat padatnya) -> cairan penyari
akan masuk ke sifon atau memenuhi sifon -> jika cairan penyari telah mencapai permukaan
sifon, maka seluruh cairan akan turun kembali ke alas bulat melalui kapiler hingga terjadi
sirkulasi (siklus terjadi).

Catatan : ekstraksi sempurna ditandai bila cairan disifon tidak berwarna atau sirkulasi telah
mencapai 20-25 kali.

Pada proses sokletasi terjadi tiga tahap

1. Tahap evaporasi >> pada labus alat bulat

2. Tahap ekstraksi atau melarutkan >> pada timble

3. Tahap kondensasi >> pada kondensor


• Siapa uap yang naik? Uap yang naik adalah sampel pelarut >> heksana

• Jelaskan terjadinya siklus 1? Terjadi jika cairan penyari (yang dari timble) telah mencapai
permukaan sifon maka seluruh cairan akan turun kembali ke alas bulat melalui kapiler.

Alat yang kurang : selang atas bawah, bahan (sampel), batu didih.

Catatan :

• batu didih diperlukan untuk menahan agar tidak terjadi bumping.

• pada saat uap naik dan menetes ke dalam tabung timble (soklet) akan menumpuk dan akan
terjadi proses merendam, merendam inilah cara heksana akan menarik minyak dari sampel.

• cairan pada sifon akan turun ke labu alas bulat lagi karena akan kembali menguap dan
meninggalkan minyak (melarutkan minyak yang tersisa dalam sampel). sirkulasi terus terjadi
selama proses sehingga akhirnya semua minyak kelarutan oleh heksana.

ket : bumping >> trjdinya percikan/ ledakan cairan

Anda mungkin juga menyukai