0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Prosedur Doctor On Call Samarinda

Dokumen tersebut merupakan standar prosedur operasional penanganan pasien lakalantas di Kota Samarinda. Prosedur tersebut meliputi penerimaan panggilan darurat melalui Call Center 119, penilaian kebutuhan pasien, pengiriman ambulans sesuai kriteria, pelaporan kejadian, serta formulir dan dokumentasi yang diperlukan.

Diunggah oleh

didik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Prosedur Doctor On Call Samarinda

Dokumen tersebut merupakan standar prosedur operasional penanganan pasien lakalantas di Kota Samarinda. Prosedur tersebut meliputi penerimaan panggilan darurat melalui Call Center 119, penilaian kebutuhan pasien, pengiriman ambulans sesuai kriteria, pelaporan kejadian, serta formulir dan dokumentasi yang diperlukan.

Diunggah oleh

didik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR

DINAS KESEHATAN
PROSEDUR
KOTA SAMARINDA
OPERASIONAL

Penanganan Pasien Lakalantas 22 Februari 2023

Definisi

Tujuan :

1 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR HK.01.07/MENKES/796/2019
TENTANG PEDOMAN ALGORITME KEGAWATDARURATAN
MEDIK NATIONAL COMMAND CENTER (NCC) DAN
Panduan Kebijakan
PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 119
2 Keputusan Walikota Samarinda No 440.05/422/[Link]/VII/2022
tentang tim pelayanan Doctor On Call

Prosedur 1. Petugas Call Centre 119 menerima setiap panggilan yang


masuk, panggilan harus diterima setelah maximal 3 kali
berdering.
2. Petugas call center menyampaikan salam pembuka: " PSC
119 Kota Samarinda, ada yang bisa saya bantu ?"
3. Petugas call center menanyakan keperluan penelepon dan
mencatat di buku laporan jaga.
4. Petugas Call Centre menyeleksi keperluan penelpon:
Apakah yang diperlukan Ambulans Gratis atau Ambulans
119 sesuai dengan kriteria kegawat daruratan yang
mengacu pada Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan
Kota Samarinda.
5. Penggunaan 119 menurut Surat keputusan Kepala Dinas
Kesehatan:
a. Ambulans 119 dapat digunakan oleh PPK I, Rumah
Sakit yang diatur dalam Pedoman pelaksanaan
Ambulans 119
b. Ambulans 119 digunakan hanya di dalam wilayah Kota
Samarinda, kecuali bila Rumah Sakit yang ada di Kota
Samarinda tidak bisa menangani kasus kegawat
daruratan, dalam merujuk, pasien harus sudah melalui
sisrute / sudah diterima oleh RS penerima rujukan serta
sepengetahuan koordinator Dinas Kesehatan kota
Samarinda.
c. Dalam proses rujukan, Tim 119 harus didampingi oleh
petugas dari Faskes Perujuk untuk kasus
Kegawatdaruratan dan Rujukan Maternal serta Neonatal.
d. Sebelum pasien dikirim melalui Ambulans 119, Faskes
Perujuk diwajibkan mengkonfirmasi ulang ke Faskes
Rujukan bahwa pasien akan diantar.
e. Prosedur Pelayanan Ambulans 119 diatur lebih lanjut
dalam Pedoman Pelaksanaan Program Ambulans 119
yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota
Samarinda.
6. Petugas Call Centre 119 menghubungi Tim Ambulans 119.
7. Petugas Call Centre menghubungi Faskes atau masyarakat
yang meminta Ambulans dan menyampaikan bahwa
Ambulans sedang menuju TKP.
8. Petugas call centre menutup panggilan dan menyampaikan
salam penutup. "terima kasih telah menghubungi 119 Kota
Samarinda, selamat pagi/siang/malam.
9. Petugas melaporkan kejadian dan tindakan yang dilakukan
dalam buku laporan jaga.

1. Rekam medis
Form yang diperlukan
2. Alat tulis

Anda mungkin juga menyukai