100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
34 tayangan31 halaman

Hubungan NLR dengan Keparahan Appendicitis

Dokumen tersebut membahas tentang hubungan antara nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) dengan derajat keparahan Appendicitis pada penderita Appendicitis. NLR dapat digunakan untuk memprediksi keparahan Appendicitis dengan peningkatan jumlah leukosit dan NLR pada kasus Appendicitis yang lebih parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara NLR dengan derajat keparahan Appendicitis.

Diunggah oleh

Resky Alfiansyah A
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
34 tayangan31 halaman

Hubungan NLR dengan Keparahan Appendicitis

Dokumen tersebut membahas tentang hubungan antara nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) dengan derajat keparahan Appendicitis pada penderita Appendicitis. NLR dapat digunakan untuk memprediksi keparahan Appendicitis dengan peningkatan jumlah leukosit dan NLR pada kasus Appendicitis yang lebih parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara NLR dengan derajat keparahan Appendicitis.

Diunggah oleh

Resky Alfiansyah A
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN ANTARA NILAI NEUTROPHIL

LYMPHOCYTE RATIO (NLR) DENGAN


DERAJAT KEPARAHAN APPENDICITIS
PADA PENDERITA APPENDICITIS DI RSUP
WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA
MAKASSAR
Resky Alfiansyah A
C011191119

Pembimbing
dr. Mappincara Sp.B - KBD
dr. Arham Arsyad Sp.B - KBD

Penguji
dr. Erwin Syarifuddin Sp.B - KBD
dr Julianus Aboyaman Uwuratuw Sp.B - KBD
01.
Pendahuluan
1.933.381
Appendicitis terjadi pada sekitar 233/100.000 orang di
seluruh dunia dengan kejadian paling sering pada
populasi antara usia 5 tahun dan 45 tahun dengan
usia rata-rata 28 tahun
Sumber: Bhangu, Evaluation of Appendicitis risk prediction models in adults with suspected
appendicitis. Academic Department of Surgery, University of Birmingham, Jan 2020.

1.933.381

1.933.381
. Angka kejadian Appendicitis di Indonesia dilaporkan sekitar 95/1000
penduduk dengan jumlah kasus sekitar 10 juta setiap tahunnya dan
merupakan kejadian tertinggi di ASEAN

Sumber: Kementrian Kesehatan, 2015


RUMUSAN MASALAH
Bagaimana hubungan antara nilai
Neutrophil
Lymphocyte Ratio (NLR) dengan derajat
keparahan Appendicitis pada penderita
Appendicitis di RSUP Wahidin
Sudirohusodo?
TUJUAN PENELITIAN

01. TUJUAN UMUM


Mengetahui hubungan
02. TUJUAN KHUSUS
• Mengetahui hubungan antara
antara nilai Neutrophil nilai Neutrophil Lymphocyte
Lymphocyte Ratio (NLR) Ratio (NLR) dengan derajat
dengan derajat keparahan keparahan Appendicitis pada
Appendicitis pada penderita Appendicitis .
penderita Appendicitis di
RSUP Wahidin • Mengetahui peran Neutrophil
Sudirohusodo Lymphocyte Ratio (NLR)
dalam memprediksi
keparahan Appendicitis pada
penderita Appendicitis
MANFAAT PENELITIAN

01 02 03
Penelitian ini diharapkan Sebagai tambahan ilmu, Sebagai acuan dan
dapat memberikan kompetensi, dan bahan pertimbangan
informasi ilmiah pengalaman berharga bagi peneliti-peneliti
mengenai hubungan bagi peneliti dalam selanjutnya yang ingin
antara nilai Neutrophil melakukan penelitian mengembangkan
Lymphocyte Ratio (NLR) kesehatan pada penelitian tentang
dengan derajat umumnya dan terkait Appendicitis
keparahan Appendicitis tentang Appendicitis
pada penderita pada khususnya.
Appendicitis
02.
TINJAUAN
PUSTAKA
Appendiks

01. Defenisi 02. Anatomi 03. Fisiologi


Appendiks vermiformis Appendiks sebagai organ GALT
merupakan organ kecil Letak appendiks (Gut Associated Lymphoid Tissue )
tambahan, berada tepat umumnya pada regio menghasilkan lendir sebanyak 1-2
dibawah katup ileosekal iliaca dextra abdomen. mL per harinya. Immunoglobulin
serta melekat pada Titik Mc Burney sekretoar yang dihasilkan oleh Gut
caecum. merupakan penanda Associated Lymphoid Tissue
permukaan basis (GALT) yang terdapat di sepanjang
appendiks antara 1/3 lateral saluran cerna termasuk appendiks
dan 2/3 bagian medial ialah IgA. Immunoglobulin itu
suatu garis yang sangat efektif sebagai pelindung
menghubungkan Spina terhadap infeksi
Iliaka Anterior Superior
(SIAS) dengan umbilikus
Appendicitis

01. Defenisi 02. Etiologi 03. Faktor Resiko


Appendicitis adalah a) Pola Makan
peradangan dari Penyebab utama dari
appendiks vermiformis dan Appendicitis ialah b) Usia
merupakan penyebab obstruksi lumen, penyebab
obstruksi tersebut c) Status gizi
nyeri akut abdomen yang
paling sering. diantaranya :
d) Jenis Kelamin
- Fekalit

- Hiperplasia limfoid

- Keganasan appendiks

- Infeksi bakteri

- Benda asing
04.
Patofisiologi Appendicitis
Appendicitis

05. Manifestasi Klinis 06. Diagnosis 07. Komplikasi


- Abdominal Pain – Terutama Komplikasi utama pada kasus
pada Right Lower Quadrant - Anamnesis dan Pemeriksaan Appendicitis yang tidak diobati
Fisik
adalah perforasi yang
- Anorexia
- Pemeriksaan darah rutin mengakibatkan
- Nausea
jumlah leukosit di atas 10.000 a) Peritonitis
ditemukan pada lebih dari 90%
- Low-grade Fever
anak dengan Appendicitis b) Abses
- Vomiting - USG (apendiks dengan c) pieloflebitis
diameter anteroposterior 7
- Nyeri yang berimigrasi dari mm atau lebih, didapatkan
periumbilical ke right lower suatu appendicolith, adanya
quadrant cairan atau massa
periappendiks)
- Rebound tenderness
- CT-Scan
Appendicitis

08. Diagnosis Banding 09. Tatalaksana


- Intususepsi
Bila diagnosis klinis sudah jelas, tindakan yang
- Divertikulitis paling tepat dilakukan pada Appendicitis akut
adalah apendektomi
- Gastroenteritis akut
namun ada literature mencoba terapi konservatif
- Ureteritis pada kasus yang diduga bukan Appendicitis
akibat obstruksi apendiks
- Chron’s disease
Pemberian antibiotik IV biasanya metronidazole
- Pelvic inflammatory dan cephalosporin generasi ketiga
disease dan kista
ovarium pada wanita
muda
KERANGKA TEORI
Hiperplasia Jaringan Neoplasma Infeksi dan
Limfe Fekalit Appendiks Peradangan

Obstruksi lumen appendiks

Mukus yang diproduksi mengalami bendungan dan invasi Aktivasi mediator inflamasi
bakteri (histamin, komplemen dan
prostaglandin)
Edema dan ulserasi mukosa

Aktivasi Monosit, Neutrofil dan Limfosit


Infeksi dan reaksi inflamasi di appendiks

Peningkatan NLR/ Leukositosis


Appendicitis Sederhana Appendicitis Kompleks

Appendicitis supuratif
Appendicitis Perforasi
Appendicitis Non-Perforasi
KERANGKA KONSEP
Derajat
keparahan
appendicitis
di RSWS
Makassar Nilai
Neutrophil
lymphocyte
ratio (NLR)
Keterangan :

•Gangguan hematologi
•Infeksi lain
: Variabel Independen •Keganasan di organ lain

: Variabel Dependen

: Variabel Perancu
HIPOTESIS
Berdasarkan uraian yang dikemukakan pada bagian
pendahuluan dan tinjauan pustaka maka hipotesis dalam
penelitian ini yaitu

1. Terdapat hubungan nilai neutrophil lymphocyte ratio


(NLR) dengan derajat keparahan pada pasien
Appendicitis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo
Kota Makassar.
2. Terdapat peran dari nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio
(NLR) dalam memprediksi keparahan Appendicitis pada
penderita Appendicitis di Rumah Sakit Wahidin
Sudirohusodo Kota Makassar.
DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Skala Ukur Data
Identitas seksual yang dibawa pasien
sejak lahir. Informasi ini dapat
Laki-Laki
Jenis Kelamin diketahui dari hasil wawancara Kategorik
Perempuan
dengan penderita.

Lama hidup penderita dari


lahir sampai saat penelitian.
a. ≥17–30 tahun
Informasi ini dapat diketahui dari
Kelompok b. 41–60 tahun
hasil wawancara dengan Kategorik
Umur c. 31–40 tahun
penderita, dan melihat kartu
tanda penduduk penderita.
DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Skala Ukur Hasil
Derajat Appendicitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis dan Appendisistis Kategorik
Keparahan merupakan penyebab nyeri akut abdomen yang paling sering. (+)
Appendisitis Pasien apendisitis akut biasanya datang dengan keluhan nyeri pada perut
bagian kanan bawah. Nyeri ini biasanya digambarkan sebagia nyeri
kolik di daerah periumbikal yang nyerinya dirasa intensif pada 24 jam
pertama, kemudian menjadi nyeri tajam dan konstan yang berpindah ke
daerah fosa iliaka kanan.
Diagnosis dapat ditegakkan berdasar Anamnesis yang baik serta
pemeriksaan fisik Appendicitis, seperti Mc Burney dll, serta
pemeriksaan darah rutin yang menandakan adanya leukositosis.
DEFINISI OPERASIONAL
Variabe Skala
Definisi Data
l Ukur
Appendicitis supuratif merupakan bagian Appendisitis Kategorik
dari apendisitis simpel. Appendicitis supuratif adalah apendiks yang supuratif (+)
meradang yang ditandai dengan adanya pus dalam lumen dan dapat
disertai ulserasi dan nekrosis mukosa.

Pecahnya apendiks yang sudah gangren yang menyebabkan pus masuk Appendisitis Kategotik
ke dalam rongga perut sehingga terjadi peritonitis umum. Penderita perforasi (+)
yang didiagnosa penyakit apendisitis perforasi oleh seorang konsultan
dengan temuan klinis demam tinggi, nyeri hebat di seluruh perut, perut
tegang dan kembung, defans muscular di seluruh perut, peristalsis usus
menurun sampai menghilang.
DEFINISI OPERASIONAL
Skala
Variabel Definisi Hasil
Ukur
Appendicitis non-perforasi merupakan pasien yang mengalami apendisitis baik akut Appendicitis Kategorik
ataupun kronis tapi tidak sampai terjadi perforasi. Non-perforasi
Apendisitis akut merupakan suatu radang yang timbul secara mendadak pada (+)
apendiks vermiformis. Penderita yang didiagnosa penyakit apendisitis akut oleh
seorang konsultan dengan temuan klinis nyeri di daerah epigastrium di sekitar
umbilicus yang akan berpindah ke titik McBurney disertai mual, muntah, kenaikan
suhu tubuh, dan leukositosis.
Apendisitis kronis merupakan kondisi radang pada apendiks yang terjadi dalam waktu
yang lama bisa lebih dari 2 minggu dengan temuan klinis yang mirip dengan
apendisitis akut namun sakit perut cenderung ringan dan dapat menhilang dengan
sendirinya , didapatkan leukosit normal atau sedkit meningkat dengan disertai ada
atau tidaknya demam. Sewaktuwaktu jika terjadi serangan kembali disebut
appendicitis eksaserbasi akut.
DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Skala Ukur Hasil
NLR NLR (Neutrophil Lymphocyte Ratio) merupakan hasil bagi jumlah Pemeriksaan Kategorik
neutrophil terhadap lymphocyte secara manual dalam pemeriksaan Darah rutin
hitung jumlah leukosit. NLR biasanya menjadi marker dari proses a. < 0.5
terjadinya subklinis inflamasi b. > 0.5
METODE PENELITIAN

01 Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat
observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional 02 Waktu dan Lokasi Penelitian
dengan menganalisis hubungan
nilai NLR dengan Derajat 4.2.1 Waktu Penelitian
Keparahan Appendicitis pada
September – November 2022
penderita Appendicitis di RSUP
Wahidin Sudirohusodo Kota
Makassar. Penelitian ini juga 4.2.2 Lokasi Penelitian
menggunakan metode
Prospektif, dimana dengan
menilai variable yang akan diteliti Penelitian ini dilaksanakan di RSUP
menggunakan informed consent Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar.
langsung mengenai kesediaan
untuk menjadi sampel penelitian
yang telah disetujui oleh komite
etik Fakultas Kedokteran Unhas
METODE PENELITIAN
03 Populasi dan Subjek Penelitian
4.3.1. Populasi
Populasi yang dijadikan sebagai target penelitian berdasarkan data
sekunder berupa rekam medis dan laporan operasi pasien yang
terdiagnosis Appendicitis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

4.3.2. Subjek Penelitian


Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik total
sampling yaitu semua data rekam medis pasien appendicitis di Rumah
Sakit Wahidin Sudirohusodo yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
METODE PENELITIAN
04 Kriteria Subjek Penelitian
4.3.1. Kriteria Inklusi
a. Data rekam medis pasien yang terkonfirmasi appendicitis di RSUP
Wahidin Sudrohusodo.
b. Pasien penderita appendicitis di RSUP Wahidin Sudirohusodo yang
telah melakukan pengukuran laboratorium NLR.
c. Pasien yang memiliki laporan operasi yang konklusif dan informatif.

4.3.2. Kriteria Ekslusi


d. Pasien penderita appendicitis tidak mempunyai rekam medik atau
menolak melakukan tindakan operasi
e. Data dalam rekam medik tidak lengkap, terutama data NLR dan
derajat keparahan appendicitis.
f. Pasien dengan gangguan hemotologi.
g. Pasien appendicitis yang mengalami infeksi lain sehingga dapat
menyebabkan peningkatan kadar NLR pada saat pengambilan
sampel.
METODE PENELITIAN
04

Instrumen Penelitian
05 Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian data primer hasil pencatatan
inform consent dan hasil dari rekam medik serta laporan operasi di Rumah sakit
Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar.
Surat izin penelitian dan persetujuan

METODE PENELITIAN etik dari Fakultas Kedokteran


Universitas Hasanuddin

Surat Izin Penelitian dari Rumah Sakit


Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar

Pasien baru di IGD RSWS (Setuju


menjadi sampel penelitian)

06 Alur Penelitian
Data yang sesuai
kriteria eksklusi
Pengambilan sampel yang sesuai kriteria ( NLR
dan Derajat keparahan Appendicitis)

Pengolahan dan analisis data

Hasil dan Kesimpulan Penelitian

Penyajian Hasil Penelitian


METODE PENELITIAN
07 Etika Penelitian
Hal-hal yang terkait dengan etika penelitian dalam penelitian ini adalah:
1. Pengurusan perizinan sebelum penelitian pada berbagai instansi terkait
dan mengurus izin etik dari Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin.
2. Kerahasiaan identitas pasien yang terdapat pada data rekam medis
dijaga sehingga diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas
penelitian yang dilakukan.
3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua
pihak yang terkait sesuai dengan manfaat penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sartelli et al. Prospective Observational Study on Acute Appendicitis Worlwide (POSAW). Department of Surgery,
Macerata Hospital, Macerata, Italy Juni, 2018.
Bhangu, Evaluation of Appendicitis risk prediction models in adults with suspected appendicitis. Academic
Department of Surgery, University of Birmingham, Jan 2020.
Gunawan.. Hubungan Rasio Neutrofil dan Limfosit dengan Appendicitis akut di RSUD Pasar Minggu Tahun
2018-2019.
Goulart et al, Main Findings in Laboratory test diagnosis of acute appendicitis : a prospective evaluation, June
2012.
Muslim T, Karakteristik Penderita Appendicitis Akut Pada Berbagai Rumah Sakit Di Indonesia Periode Tahun 2010
sampai dengan Tahun 2019, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, 2020.
Tariani, Ni Made (2021) ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN ANAK YANG MENGALAMI
APPENDICITIS AKUT DI IGD RSUD SANJIWANI GIANYAR TAHUN 2021. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes
Denpasar Jurusan Keperawatan 2021.
Bintang A, KARAKTERISTIK APPENDICITIS PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PADA JANUARI
2017 – DESEMBER 2019, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 2020
Mwachaka P, Variations in the position and length of the vermiformix appendix in a Black Kenyan populations.
Department of Human Anatomy, University of Nairobi April 2014.
Huda N Claresta, Perbedaan Jumlah Leukosit pada PAsien Appendicitis Non-perforasi dan Appendicitis Perforasi
di RSD dr. Soebandi Jember, Fakultas Kedokteran Universitas Jember, 2019
Putra HA, Wahid TOR, Fidiawati WA. Hubungan Mulai Nyeri Perut dengan Tingkat Keparahan Appendicitis Akut
Anak Berdasarkan Klasifikasi Cloud di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. 2015.
DAFTAR PUSTAKA
Sandy Craig, MD Residency Program Director, Carolinas Medical Center; Associate Professor, Department of
Emergency Medicine, University of North Carolina at Chapel Hill School of Medicine, 2018.
Atikasari H, Hubungan Kebiasaan Makan dan Status Gizi Terhadap Kejadian Appendicitis pada Anak di
Yogyakarta, Departemen Kesehatan Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Agustus 2015.
Sifri, C.D., & Madoff, L.C. 2019, ‘Appendicitis’ in Mandell, Douglas, and Bennett’s Principle and Practice of Infectious
Disease, 8th edn, eds. J.E Bennett, R. Dolin & M. J. Blaser, Elsevier, Inc., Philadelphia
Richmond, B. 2017, ‘The Appendix’ in Sabiston Textbook of Surgery : Biological Basis Modern Surgical Practice,
20th edn, eds. C. M. Townsend, R. D. Beauchamp, B. M. Evers & K. L. Mattox, Elsevier, Inc., Philadelphian,
Alder Ac, 2019 The Effect of Environmental Factors on the Incidence of Complicated Appendicitis in Mongolian
Paediatric Population.
Nouri et Al, 2017, The risk factors for infected and perforated appendicitis. Chemical Injuries Research Center,
Baqiyatallah University of Medical Sciences, Tehran, Iran 2017.
Arifuudin A, 2017. Faktor Risiko Kejadian Appendicitis di Bagian Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Anutapura
Palu, Universitas Tadulako, 2017.
Warsinggih DI. Bahan Ajar Appendicitis Akut. Nusantara Medical Science. 2010
Sallinen A, 2016, Meta-Analysis of Antibiotics versus appendectomy for non-perforated acute appendicitis,
Departments of Abdominal Surgery and Transplantation and Liver Surgery and Urology and Public Health,
Helsinki University Hospital and University of Helsinki, Findland 2016.
Sarosi, G.A. 2016, ‘Appendicitis’ in Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease, 10th edn, eds. M.
Feldman, L.S. Friedman & L.J. Brandt, Saunders, United States of America
DAFTAR PUSTAKA
Brunicardi, 2015. Laparoscopy Assisted Appendectomy with extra-coporeal ligation for acute appendicitis.
Salim MA dkk, 2021. HUBUNGAN HITUNG JENIS LEUKOSIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN APPENDICITIS.
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Wijaya dkk, 2021. Neutropil to lymphocyte ratio on admission to predict the severity and mortality of Covid-19
patients. Universitas Indonesia, 2021.
THANKS!
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics &
images by Freepik and illustrations

Anda mungkin juga menyukai