0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan7 halaman

Dimensi dan Fungsi Sloof Beton

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, fungsi, cara menghitung kebutuhan material dan ukuran, serta cara pemasangan dan pengecoran sloof.

Diunggah oleh

zhilli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan7 halaman

Dimensi dan Fungsi Sloof Beton

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, fungsi, cara menghitung kebutuhan material dan ukuran, serta cara pemasangan dan pengecoran sloof.

Diunggah oleh

zhilli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SLOOF

(TIE BEAM)
KELOMPOK 5:

1. ARYA ADITYA
2. DONY CHRISTIAN GULTOM
3. ENIA MARANATHA LIMBONG
4. ESTER NITA SIMORANGKIR
5. NILA SARI
6. SYARIL PUTRA TOBASA

hello
PENGERTIAN SLOOF

✓ Secara Umum
Sloof adalah suatu elemen struktural dari bangunan yang terletak diatas pondasi
yang mampu menahan beban dari struktur lain yang berada di atasnya ke struktur
pondasi dengan menolak membungkuk.

✓ Menurut Ahli
Menurut Kusdjono ( 1984 ), sloof adalah balok beton bertulang yang berfungsi
sebagai pendukung beban yang berada diatas pondasi dan juga berfungsi untuk menahan
beban dinding diatasnya dan merupakan bagian yang menyatukan dan mengompakkan antara
pondasi untuk menerima berbagai beban dari atas.

SYARIL
DONY GULTOM
MACAM- MACAM SLOOF
FUNGSI SLOOF
BERDASARKAN KONSTRUSI NYA
1. Konstruksi sloof beton bertulang.
❑ Untuk memikul beban dinding, sehingga dinding tersebut
“berdiri” pada beton yang kuat, sehingga tidak terjadi
penurunan dan pergerakan yang bisa mengakibatkan dinding
rumah menjadi retak atau pecah.
❑ Menerima beban dari bagian bangunan diatasnya
2. Konstruksi sloof batu bata. ❑ Meratakan beban yang diterima dari bangunan diatasnya
untuk kemudian disalurkan menuju pondasi.
❑ Sebagai pengikat antar kolom sehingga struktur bangunan
menjadi kaku dan aman terhadap goncangan akibat angin,
gempa, dan lain – lain.
❑ Sebagai dinding penahan material urugan tanah, pasangan
keramik dan berbagai macam pekerjaan lantai bangunan agar
3. Konstruksi sloof kayu. bisa tetap berada pada posisi yang direncanakan.
❑ Sloof juga bisa difungsikan sebagai ornamen untuk
memperindah arsitektur bangunan, terutama sloof yang
lokasinya diatas permukaan tanah sehingga bisa langsung
terlihat oleh mata memandang.
SC: JURNAL KOEKSITENSI DAN INKOEKSTANSI
PENGETAHUAN PEKERJA BANGUNAN DAN ARSITEK
TERDIDIK TERHADAP SLOOF. P ISSN: 2088-8201 NILA SARI
CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN CARA MENGHITUNG VOLUME DAN KEBUTUHAN MATERIAL
MATERIAL DAN UKURAN SLOOF YANG AKAN DI GUNAKAN UNTUK MEMBUAT SLOOF
BERDASARKAN SNI TAHUN 2008

• KEBUTUHAN SEMEN
1. Menentukan Ukuran dimensi sloof Cara menghitung volume yaitu dengan rumus P x L x T, Panjang Sloof x Lebar Sloof x Tinggi Sloof.
rumah 1 lantai biasanya berukuran Kita ambil contoh panjang sloof 6 m, lebar sloof 15 cm dan tinggi sloof adalah 20 cm. Jadi P x L x T
= 6 x 0,15 x 0,2 = 0,18 m3.
15 x 20 cm, Dan untuk rumah 2
lantai ukuran dimensi sloof • KEBUTUHAN PASIR
menggunakan 20 x 30 cm diketahui volume dari sloof seperti contoh sebelumnya, yaitu 0,18 m3. Sedangkan peraturan SNI tahun
2. Dalam membuat sloof para tukang 2008 bahwa kebutuhan pasir per-1m3 itu membutuhkan 828 Kg.
menggunakan beton dengan
Jadi, kebutuhan pasir pada sloof dengan ukuran 6 x 0,15 x 0,2 adalah:
campuran 1 semen : 2 Pasir : 3 split = per-1m3 x volume sloof
(koral). = 828 x 0,18
= 149,04 Kg.
Berat jenis pasir itu sendiri adalah 1400 kg/m3, jika hasil tadi dikonversi ke satuan m3 maka hasilnya
3. Setelah kita mengetahui seperti ini 149,04 : 1400 = 0,1 m3.
perbandingan dan ukuran sloof
sekarang tinggal kita hitung volume • KEBUTUHAN SPLIT/KRIKIL
dan kebutuhan material yang akan di untuk menghitung kebutuhan split/kerikil pun kita harus tau volume dari struktur yang akan dibangun.
Berdasarkan SNI 2008 bahwa per-1m3 itu membutuhkan split/kerikil sebanyak 1012 kg. Sedangkan
gunakan untuk membuat sloof. ukuran split berkisar antara 20-30 mm.
Jika volume sloof 0,18 m3, maka kebutuhan split/kerikil adalah:
= per-1m3 x volume sloof
= 1012 x 0,18
= 182 Kg.
Berat jenis kerikil itu sendiri adalah 1350 kg/m3 jika hasil tadi di konversi ke satuan m3 maka hasilnya
ARYABlack
ADITYA
Background for Business
seperti ini 182 : 1350 = 0,13 m3. 5
CARA PEMASANGAN SLOOF DAN PENGECORANNYA
❖ Proses Perakitan Besi Tulangan Sloof

1. Pertama, siapkan besi tulangan sesuai kebutuhkan dan kawat untuk


mengikat besi tulangan. Dan siapkan juga peralatan untuk proses merakit
besi tulangan.
2. Buat cetakan untuk membentuk besi cincin atau Sengkang, kemudian rakit
atau satukan besi cincin dengan tulangan sesuai dengan ukurannya.
3. Setelah anyaman sloof berhasil dibuat, buatlah papan bekisting untuk sloof.
Cara pembuatannya adalah ambil dua buah papan bekisting dan satukan dengan
kayu kaso. Jarak lebar antara papan bekisting adalah sebesar bata yang akan
digunakan. tukang biasanya langsung mengambil bata saat pemakuan papan
beskisting.
4. setelah papan bekisting dipasang, selanjutnya adalah membuat coran.
Takarannya adalah 1 : 2 : 3 . Satu untuk semen, dua untuk pasir dan 3 untuk split
apabila menggunakan mesin molen, apabila manual 1 : 2 : 3 ( 3 nya diganti pasir
dan 2 nya split ) dengan tujuan mempermudah pengadukan.

5. Saat coran masuk kepada papan beksiting sloof pergunakan palu dari kayu
untuk diketuk-ketuk. Pergunakan pula besi untuk ditusuk-tusuk gunanya agar
coran memasuki setiap ruang dari sloof.

ENIA MARANATHA
❖ Cara Pembongkaran Bekisting Sloof Yang Tepat

Pembongkaran bekisting tidak bisa dilakukan oleh sembarang


orang, harus dengan ahlinya agar tidak merusak dan mengurangi
kualitas sloofnya sendiri. Berikut langkah – langkah
membongkar bekisting :

Bongkar bekisting dari yang paling mudah yaitu pada sisi sudut
paneh/plywood dengan bagian balok penyangganya.
Pembongkaran bekisting dilakukan perlembar / perpanel
plywood.

Lakukan penyiraman air secara berkala setidaknya 5 hari


setelahnya karena beton akan kehilangan air pada penampang
beton akibat terjadinya penguapan.

waktu yang tepat untuk melepas bekisting adalah semua


bekisting dilepas dalam waktu yang tepat dan tanpa guncangan
yang besar karena itu akan mempengaruhi kualitas betonnya.

ESTER SIMORANGKIR

Anda mungkin juga menyukai