BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. MANAJEMEN PEMASARAN
1. Pengertian Manajemen Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang memnuat
individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk
yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut
penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. 1
Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan
menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan
produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta
mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang
prinsip kepuasan pelanggan.
Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan,
mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan,
mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan
kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi
secara efisien dan efektif. Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada
kegiatan menganalisis yaitu nalisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar
dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar
1
Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press, 2011),
hal.1
16
17
peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus
dihadapi.2
2. Strategi Pemasaran
a. Segmentation, Targeting, Positioning
Segmentasi adalah suatu strategi yang digunakan untuk
memahami struktur pasar. Kotler menyebutkan segmentasi pasar
sebagai proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok
konsumen yang lebih homogen, dimana tiap kelompok konsumen
dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan dengan
strategi bauran pemasarannya.3
Targeting adalah memilih satu atau lebih segmen pasar yang
akan dimasuki atau bagaimana cara perusahaan mengoptimalkan suatu
pasar dan dalam penentuan target pasar perusahaan harus
menggunakan konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas. Prioritas
dipakai karena perusahaan tidak pernah bisa melayani semua orang
yang ada di pasar. Sedangkan konsep variabilitas digunakan ketika
menghadapi situasi persaingan yang sudah meningkat, karena
perusahaan tidak bisa memberikan pelayanan yang sama kepada
semua orang yang akan diprioritaskan. Semakin sama maka semakin
tidak optimal, dan perusahaan dapat optimal ketika melayani orang
jika memberikan lebih banyak variasi. Konsep fleksibilitas
berhubungan dengan variasi tadi karena semakin fleksibel suatu
2
Ibid, hal.1
3
Rahmi Yuliana, “Analisis Strategi Pemasaran Pada Produk Sepeda Motor Matik
Berupa Segmentasi, Targeting, dan Positioning Serta Pengaruhnya Terhadap Keputusan
Pembelian Konsumen di Semarang”, Jurnal STIE Semarang,Vol.5 No.2,2013. hal. 82. Diakses
pada tanggal 20 Maret 2021 pukul 11.30
18
perusahaan bisa memberikan variasi tanpa perlu mengeluarkan biaya
tambahan
Positioning adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
perusahaan ketika mendesain produk-produk mereka sehingga dapat
menciptakan kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya
sesuai dengan yang diharapkan4. Langkah dalam mengembangkan
strategi positioning yaitu:
1) Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat
menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai
superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh
keunggulan komparatif.
2) Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive
advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa
pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang
bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.
3) Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market
sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan.
b. Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran atau marketing mix merupakan alat
pemasaran yang baik berda dalam perusahaan, dimana perusahaan
mampu mengendalikannya agar dapat mempengaruhi respon sasaran.5
Model bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor
yang kemudian dikenal dengan istilah 4P yaitu produk, harga, tempat,
4
Ibib, hal.83
5
Tengku Firli Musfar, Buku Ajar Manajemen Penamsaran, (Bandung: Media Sains
Indonesia,2020) hal. 10.
19
promosi (product, price, place dan promotion). Seiring dengan
perkembangan zaman, jumlahnya meluas hingga tujuh yaitu, produk,
harga, promosi tempat, orang (personel), proses dan bukti fisik.6
1) Produk (product) adalah produk yang dimaksud disini adalah
terkait dengan produk berkualitas, yang ditawarkan dengan
harga terjangkau jelas kan menjadi sasaran pasar. Brand produk
juga menjadi penting karena ada beberapa segmen di pasar yang
menjadikan brand sebagai alasan utama memilih produk.
2) Harga (price) adalah Elemen penting yang menempel pada
sebuah produk. Harga menjadi kunci utama bagim konsumen
untuk membeli barang, khususnya konsumen untuk membeli
barang, khususnya konsumen kelas menengah ke bawah dalam
pemasaran, penetuan harga bisa menjadi kekuatan untuk
bersaing di dalam pasar.
3) Promosi (promotion) adalah promosi sudah jelas alat utama
dalam pemasaran sebuah produk. Promosi ini juga yang
kemudian banyak menggerus keuangan perusahaan demi
memperkenalkan produknya ke [Link] dapat berupa
iklan di media cetak maupun elektronik, brosur, baligho, dan
sponsorship.
4) Tempat (place) adalah berkaitan denhgan akses tempat maupun
distribusi produk. Lokasi menjadi penting peranannya dalam
6
Ida Farida, Achmad Tarmizi, dan Yogi November, “Analisis Pengaruh Bauran
Pemasaran 7P Terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Gojek Online”, Jurnal Riset Manajemen
Bisnis, Vol.1 No.1,2016. hal. 34 Diakses pada tanggal 20 Maret 2021 pukul 17.00
20
pemasaran karena terkait dengan after – sales satisfaction
maupun before – sales satisfaction pelanggan.
5) Personel (people/personnel) adalah komitmen, insentif,
penampilan, perilaku, dan kebiasaan. Apapun yang menempel
pada pelanggan maupun karyawan perusahaan.
6) Proses (process) adalah salah satu elemen inti yang ada di 9 core
elemens of marketing, namun melihat korelasi yang penting
maka elemen ini di tarik masuk menjadi salah satu bagian dalam
marketing mix. Beberapa indikator proses yang diperlukan
adalah prosedur, kebijakan, mekanisasi, arah aktifitas, dan
sebagainya.
7) Bukti fisik (Physical evidence) merupakan lingkungan, warna,
tata letak, dan fasilitas tambahan. Ini terkait dengan tampilan
sebuah produk / jasa yang ditawarkan.
B. PROMOSI
1. Pengertian Promosi
Sebaik apapun mutu sebuah produk, jika tidak ada orang yang
mengetahui tentang keberadaannya, maka mustahil produk tersebut dibeli.
Produk yang sudah bagus tapi tidak dikenal oleh konsumen, maka produk
tersebut tidak akan berhasil di pasar. Dengan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan agar informasi mengenai hadirnya sebuah produk, dapat
21
sampai kepada masyarakat atau konsumen. Upaya untuk mengenalkan
produk itu kepada konsumen merupakan awal dari kegiatan promosi.7
Promosi berasal dari kata promote dalam bahasa Inggris yang
diartikan sebagai mengembangkan atau meningkatkan. Promosi
merupakan salah satu komponen dari bauran pemasaran (marketing mix).
Promosi dapat juga diartikan sebagai upaya untuk memberitahukan atau
menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon
konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya
promosi produsen mengharapkan adanya kenaikannya angka penjualan.8
Menurut Tjiptono:
“Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran,
artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,
mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal
pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.”9
Menurut H. Indriyo Gitosudarmo [Link]:
“Promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk
mempengaruhi konsumen agar mereka dapat mengenal akan produk yang
ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen kemudian membeli produk
tersebut”.10
7
Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern. (Yogyakarta: Liberty,
2003), hal. 37
8
Penda Sudarto Hasugian, Perancangan Website Sebagai Media Promosi dan
Informasi,Jurnal Of Informatic Pelita Nusantara, Volume 3 No.1 Maret 2018, hal.83
9
Fandy Tjiptono, Strategi Pamasaran Edisi Ketiga Cetakan Pertama . (Yogyakarta: Andi
Offset, 2001), hal. 219
10
Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan Keenam.
(Yogyakarta: BPFE, 2000), hal. 237
22
Berdasarkan dari penjelasan para tokoh di atas maka dapat
disimpulkan pengertian daeri promosi adalah suatu kegiatan yang
dirangcang secara strategis yang didalamnya memuat informasi-informasi
yang dapat mempengaruhi konsumen sehingga dapat menerima dan
membeli produk yang ditawarkan.
Promosi hendaknya mencakup siapa, apa, kapan dan dimana
penentuan usaha dapat memenuhi semua keinginan. Promosi dapat
meliputi nama perusahaan, logo teknik personal selling, promosi
penjualan istimewa, hubungan masyarakat. Perlu diperhatikan, sebaiknya
perusahaan berhubungan dengan media sebelum usaha didirikan.11
Promosi adalah bagian dan proses strategi pemasaran sebagai cara
untuk berkomunikasi dengan pasar, dengan menggunakan komposisi
bauran pemasaran (marketing mix).12 Bauran pemasaran merupakan
gabungan arus informasi secara menyeluruh dan hanya dilakukan oleh
satu organisasi atau individu tertentu. Ini berbeda dengan komunikasi
pemasaran yang bertujuan untuk memuaskan semua pihak. Semua pihak
yang terlibat dalam proses komunikasi pemasaran melakukan cara yang
sama yaitu mendengarkan, bereaksi dan berbicara sampai tercipta
hubungan pertukaran yang memuaskan.
Kegiatan promosi tidak boleh berhenti hanya pada
memperkenalkan produk kepada konsumen saja, akan tetapi harus
dilanjutkan dengan upaya untuk mempengaruhinya agar konsumen
11
Jumingan, Studi Kelayakan Bisnis: Teori & Pembuatan Proposal Kelayakan, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2011), hal.79
12
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Jilid 2 Edisi Kesebelas. (Jakarta : PT.
Prehallindo, 2000), hal. 119
23
tersebut menjadi senang dan kemudian membeli produknya. Alat-alat
bauran promosi dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu: 13
a. Periklanan (Advertising)
Menurut Basu Swatha:
“Periklanan adalah komunikasi non individu, dengan
sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh
perusahaan, lembaga non laba, serta individu-individu.”
Periklanan bersifat menjangkau masyarakat luas, tidak
pribadi tapi secara langsung dan dapat menyampaikan.
Fungsi-fungsi periklanan menurut Basu Swastha adalah:
1) Memberi Informasi
Periklanan dapat menambah nilai pada suatu barang dengan
memberikan informasi kepada konsumen. Iklan dapat memberikan
informasi lebih banyak daripada lainnya, baik tentang barangnya,
harganya ataupun informasi lain yang mempunyai kegunaan bagi
konsumen. Nilai yang diciptakan oleh periklanan tersebut
dinamakan faedah informasi. Tanpa adanya informasi seperti itu
orang segan atau tidak akan mengetahui banyak tentang suatu
barang.
2) Membujuk atau Mempengaruhi
Periklanan tidak hanya bersifat memberitahu saja, tetapi
juga bersifat membujuk terutama kepada pembeli potensial dengan
menyatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik daripada
13
Basu Swastha Darmesta, Manajemen Pemasaran Modern…hal. 245-248
24
produk lain. Dalan hal ini iklan yang sifatnya membujuk tersebut
lebih baik dipasang pada media-media seperti televisi atau
majalah.
3) Menciptakan Kesan
Dengan sebuah iklan, orang akan mempunyai suatu kesan
tertentu tentang apa yang diiklankan. Dalam hal ini, pemasangan
iklan selalu berusaha untuk menciptakan iklan yang
sebaikbaiknya. Periklanan juga dapat menciptakan kesan pada
masyarakat untuk melakukan pembelian secara rasional dan
ekonomis.
4) Memuaskan Keinginan
Sebelum memilih dan membeli produk, kadang-kadang
oranng ingin diberitahu lebih dulu. Sebagai contoh mereka ingin
mengetahui dulu tentang gizi, vitamin dan harga pada sebuah
produk makanan yang paling untuk keluarga. Periklanan
merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat efisien bagi
para penjual. Mereka harus menggunakannya untuk melayani
orang lain, masyarakat dan mereka sendiri.
5) Periklanan Merupakan Alat Komunikasi
Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi
dua arah penjual atau pembeli, sehingga keinginan mereka dapat
terpenuhi dengan cara yang efisien dan efektif. Dalam hal ini
komunikasi dapat menunjukkan cara-cara untuk mengadakan
pertukaran yang saling memuaskan.
25
Terdapat lima faktor khusus yang harus dipertimbangkan
ketika menetapkan anggaran iklan14:
1) Tahap dalam siklus hidup produk: produk baru umumnya
mendapatkan anggaran iklan besar untuk menciptakan
kesadaran dan membuat pelanggan mencoba produk. Merek
yang sudah mapan biasanya didukung dengan anggaran iklan
yang rendah, diukur sebagai rasio terhadap penjualan.
2) Pangsa pasar dan basis konsumen: merek dengan pangsa pasar
yang tinggi biasanya memerlukan pengeluaran iklan yang lebih
sedikit sebagai presentase penjualan untuk mempertahankan
pangsa. Untuk membangun pangsa dengan meningkatkan
ukuran pasar diperlukan pengeluaran yang lebih besar.
3) Persaingan dan kerumunan: di dalam pasar dengan jumlah
pesaing yang banyak dan pengeluaran iklan yang tinggi , merek
harus beriklan lebih kencang agar didengar. Bahkan kerumunan
sederhana iklan yang tidak bersaing secara langsung dengan
merek menciptakan kebutuhan iklan yang lebih banyak.
4) Frekuensi iklan: jumlah repetisi yang diperlukan untuk
melewatkan pesan merek kepada konsumen mempunyai dampak
jelas bagi anggaran iklan.
5) Kemampuan penggantian (substitusi) produk: merek yang
kurang terdiferensiasi atau kelas produk semacam komoditi (bir,
14
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, (Jakarta:Erlangga, 2000),
hal. 204
26
minuman ringan, bank, dan maskapai penerbangan) memerlukan
iklan besar-besaran untuk menanamkan citra berbeda.
b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan
untuk menjajakan produk yang dipasarkan sedemikian rupa sehingga
konsumen akan mudah melihatnya dan bahkan dengan cara
penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan
menarik perhatian konsumen.15 Promosi penjualan sangat responsif
karena mampu menciptakan respon audien terhadap perusahaan.
Teknik-teknik promosi penjualan cenderung memiliki siklus
popularitas, promosi yang menyangkut ide tentang bagaimana pembeli
dan penjual memperoleh keuntungan dengan adanya promosi
penjualan seperti pemberian contoh barang, pemberian kupon atau
nota, pemberian hadiah atau giveaway, dll16
Promosi penjualan terdiri dari kumpulan aktivitas yang
dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan atau
lebih besar dari suatu produk/ jasa tertentu oleh konsumen.
Bila iklan menawarkan alasan untuk membeli, promosi
penjualan menawarkan insentif untuk membeli. Promosi penjualan
mencakup kiat untuk promosi konsumen (misalnya, contoh, kupon,
tawaran pengembalian kas, potongan harga, premi, hadiah, hadiah
langganan, percobaan gratis, jaminan, demonstrasi, undian); promosi
perdagangan (misalnya, kelonggaran pembelian, barang gratis,
15
Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan Keenam…hal. 238
16
Basu Swastha Darmesta, Manajemen Pemasaran Modern…hal. 281
27
persediaan barang dagang, kerja sama periklanan, biaya iklan dan
pameran, uang perangsang, undian penjualan penyalur); promosi
tenaga penjualan (misalnya, bonus, undian, rapat umum penjualan).17
c. Publikasi
Merupakan cara yang biasanya digunakan oleh pengusaha
untuk membentuk pengaruh secara tak langsung kepada konsumen
agar mereka menjadi tahu dan menyenangi produk tersebut di media
masa.
Pada garis besarnya publikasi dapat dipisahkan ke dalam dua
kriteria yaitu:
1) Publikasi Produk
Publikasi produk adalah publikasi yang ditujukan untuk
menggambarkan atau memberitahukan kepada masyarakat
(konsumen) tentang suatu produk beserta penggunaannya.
2) Publikasi Kelembagaan
Publikasi kelembagaan adalah publisitas yang menyangkut
tentang organisasi pada umumnya. Kegiatankegiatan yang dapat
dipublikasikan di sini tentunya berupa kegiatan yang dianggap
pantas untuk dijadikan berita.
d. Penjualan Personal (Personal Selling)
Kegiatan personal selling meliputi: Kontak langsung dapat
mempengaruhi secara lebih intensif para konsumennya karena dalam
hal ini pengusaha dapat mengatahui keinginan atau selera konsumen
17
Philip Kotler dan [Link], Manajamen Pemsaran Indonesia, (Jakarta:Salemba
Empat, 2001), hal. 863.
28
serta gaya hidup, dengan demikian pengusaha dapat menyesuaikan
cara pendekatan atau komunikasi dengan konsumen secara tepat dan
sesuai.18
2. Tujuan Promosi
Promosi pada umumnya merupakan kegiatan yang ditujukan
untuk meningkatkan penjualan atau produktivitas. Tujuan kegiatan
promosi adalah memberitahukan dan mengkomunikasikan kepada
masyarakat tentang keberadaan produk, kemanfaatan, keunggulan, atribut-
atribut yang dimiliki, harga, dimana dan cara memperolehnya.
Menurut Fandi Tjiptono, tujuan utama promosi adalah
menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk, serta mengingatkan
pelanggan tentang perusahaan.
Secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut:19
a. Menginformasikan (informing), dapat berupa:
1) Menginformasikan pasar mengenai keberadaaan suatu produk baru
2) Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk
3) Menyampaikan perubahan harga kepada pasar
4) Menjelaskan cara kerja suatu produk
5) Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan
6) Meluruskan kesan yang keliru
7) Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli
8) Membangun citra perusahaan.
18
Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan Keenam…hal. 240.
19
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Ed III, (Yogyakarta: ANDI, 2008), hal.221
29
b. Membujuk pelanggan sasaran (persuading) untuk:
1) Membentuk pilihan merek
2) Mengalihkan pilihan merek tertentu
3) Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk
4) Mendorong pembeli untuk berbelanja saat itu juga
5) Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan waraniaga
(salesman).
c. Mengingatkan (reminding), dapat terdiri atas:
1) Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan
dibutuhkan dalam waktu dekat
2) Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk
perusahaan
3) Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan
4) Menjaga ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan
Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan pentingnya
kegiatan promosi, karena kegiatan promosi merupakan suatu proses
memperkenalkan keberadaan, karakteristik, dan keunggulan dari produk
perusahaan, sehingga menimbulkan minat calon konsumen untuk membeli
dan mengkonsumsi produk yang ditawarkan.
3. Media Promosi
Media promosi merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk
promosi. Ada berbagai macam media promosi yang berkembang saat ini,
dari media konvensional sampai digital. Media promosi yang paling tua
adalah dari mulut ke mulut. Promosi ini banyak dijumpai pada zaman
30
dahulu karena belum banyak media promosi yang maju seperti saat ini.
Contoh media promosi lainnya adalah brosur, leaflet, flyer, poster,
billboard, iklan di koran, televisi dan lain sebagainya. Media promosi
dibagi menjadi beberapa kategori diantaranya adalah media cetak
konvensional, iklan media cetak, media luar ruang, media online dan
media elektronik.20
Dalam pemilihan media keputusan haruslah bersifat objektif.
Adapun kriteria evaluasi untuk menilai objektivitas tersebut adalah
a. Thoroughness, yaitu apakah pembuat keputusan benar-benar
mempertimbangkan semua aspek dalam proses pemilihan media.
b. Progressiveness, yaitu apakah media yang dipilih mempunyai dampak
yang maksimal.
c. Measure-mindedness, yaitu apakah pengambil keputusan
mempertimbangkan berbagai aspek dari ekspor, seperti khualitas
khalayak, jangkauan frekuensi dan sebagainya.
d. Practically, yaitu apakah pengambil keputusan benar-benar
berdasarkan fakta, bukan berdasarkan emosi semata.
e. Optimistic, yaitu apakah proses pemilihan media tersebut memberikan
masukan bagi pengalaman pengambil keputusan.21
Penggunaan dan pemilihan media promosi tergantung dari tujuan
perusahaan. Masing-masing media memiliki tujuan dan segmentasi
20
Norma Amalia, “Perancangan Media Promosi PT Petronik Sebagai Upaya
Pembentukan Citra Perusahaan”, Jurnal Komunikasi Visual, Vol.4, No.1, 2015, hal.3 Diakses pada
tanggal 20 September 2020 pukul 10.00
21
Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran….,hal. 133
31
sendiri. Paling tidak ada empat macam tujuan penggunaan media promosi,
yaitu:
a. Untuk pemberitahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan
produk yang dimiliki oleh suatu perusahaan, seperti peluncuran
produk baru, keuntungan dan kelebihan suatu produk, atau informasi
lainnya.
b. Untuk mengingatkan kembali kepada pelanggan tentang keberadaan
atau keunggulan produk yang ditawarkan.
c. Untuk perhatian dan minat para pelanggan baru dengan harapan akan
memperoleh daya tarik dari para calon pelanggan.
d. Memengaruhi calon pelanggan agar berpindah ke produk dari
perusahaan yang mempromosikan.
Pertimbangan penggunaan media yang akan dipakai untuk
pemasangan iklan di suatu media antara lain:
a. Jangkauan media yang akan digunakan
b. Sasaran atau konsumen yang akan dituju
c. Besarnya biaya yang akan dikeluarkan22
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, media yang
digunakan sebagai alat promosi jufa turut berkembang salah satunya yang
saat ini dapat dikatakan salah satu media promosi yang paling efektif yaitu
menggunakan Online advertising atau pelaksanaan promosi menggunakan
media online. Online advertising adalah metode promosi dengan
menggunakan internet dan World Wide Web dengan tujuan menyampaikan
pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan. Promosi umumnya
22
Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 2006), hal. 199-200
32
memiliki 2 tujuan yaitu branding dan sales, atau sekaligus keduanya.
Setelah menentukan tujuan, maka selanjutnya memilih media promosi
sesuai profil target market dan anggaran. Contoh. iklan banner, iklan pay
per click (Google AdWords), media sosial (blog) dan jejaring sosial
(Facebook).23
Adapun keunggulan dari Online advertising adalah sebagai berikut:
a. Iklan online dapat diakses 24 jam
Hal ini menguntungkan karena iklan yang sudah dibuat dapat
muncul selama 24 jam serta konsumen bisa melihat atau mengakses
iklan tersebut kapan saja.
b. Dapat menentukan segmentasi pasar
Pemasar bisa melakukan pengelompokkan konsumen berdasarkan
usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lain lain di media sosial yang ada.
Hal tersebut mempermudah pemasar untuk menetapkan target yang
ingin dituju serta membuat promosi lebih efisien.
c. Jangkauan promosi lebih luas
Banyak orang dari berbagai negara dapat mengakses internet. Maka
dari itu, jika memasang iklan secara online, iklan tersebut bisa diakses
oleh banyak orang (memiliki jangkauan yang sangat luas).
d. Modal kecil
Menggunakan media konvensional seperti TV atau radio untuk
memasang iklan perlu mengeluarkan biaya yang besar, sedangkan
23
Endar Nirmala, Pemasaran Online Modul Paket Keahlian Pemasaran SMK, (Jakarta:
Kementrian Pendidikan danKebudayaan, 2016) hal. 12
33
menggunakan internet bisa menggunakan modal atau biaya yang kecil
dan bahkan ada yang tidak berbayar.24
4. Faktor-Faktor Yang Menentukan Bentuk Promosi
Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan
bentuk promosi yaitu:
a. Dana Yang Tersedia
Suatu perusahaan dengan dana yang cukup, akan dapat membuat
program periklanan yang lebih berhasil guna dari pada perusahaan
dengan dana yang terbatas.
b. Sifat Pasar
Sifat pasar yang berpengaruh dalam promosi meliputi luas
geografi pasaran, jenis pelanggan, dan konsentrasi pasaran untuk
mendapatkan pembeli yang potensial.
c. Sifat Produk
Dalam golongan produk konsumen, promosi dipengaruhi oleh
sifat produk dan cara produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan
dipersepsikan.
d. Faktor Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor yang kemudian
dikenal dengan istilah 4P yaitu produk, harga, tempat, promosi
(product, price, place dan promotion). 25
24
Erika Delia Santoso dan Novia Larasati, “Benarkah Iklan Online Efektif Untuk
Digunakan Dalam Promosi Perusahaan”, Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi, Vol.13 No.1,2019,
hal.34. Diakses pada tanggal 20 Maret 2021 pukul 21.30
25
Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran….,hal.147
34
C. FACEBOOK
1. Pengertian Facebook
Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4
Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan
26
Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Para penggunanya
harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu,
pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain
sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis
ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat
bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama,
diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau
ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam
daftar seperti "Rekan Kerja" atau"Teman Dekat".
Maka dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa facebook
dapat didefinisikan sebagai sebuah situs jejaring sosial yang
memungkinkan pengguna dapat saling berinteraksi dengan pengguna
lainnya di seluruh dunia.
2. Tujuan Promosi Melalui Media Facebook
a. Communitization
Pembentukan komunitas yang terdiri dari orang-orang yang
memiliki kepentingan dan ketertarikan yang sama yang terkait dengan
produk anda.
26
Rita Wahyuni Arifin, “Peran Facebook Sebagai Media Promosi Dalam
Mengembangkan Industri Kreatif”, Jurnal Bina Insani ICT, Vol.2 No.2, 2015, hal,121-122
Diakses pada tanggal 21 Maret 2021 pukul 19.30
35
b. Clarification
Membentuk persepsi tentang siapa dan apa produk kita di
benak konsumen. Disamping itu dalam clarification kita harus mampu
menjawab dan memperjelas jika ada konsumen yang masih bingung
atau memiliki persepsi yang berbeda tentang siapa dan apa produk
kita.
c. Commercialization
Terjadinya penjualan kemudian membangun hubungan yang
berkelanjutan.
d. Connection
Menjaga hubungan agar selalu dekat dengan pelanggan,
melalui kedekatan ini dapat tercipta penjualan yang berkelanjutan.
e. Characterization
Meningkatkan brand awareness atau kesadaran terhadap
merek, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengingat,
mengenali dan membedakan dengan jelas produk kita dengan produk
yang lain.
f. Conversation
Membicarakan atau menyebarkan informasi kepada komunitas
tentang apa yang kita lakukan, sehingga konsumen turut serta
mempromosikan produk kita kepada konsumen lainnya.
36
g. Combination
Gabungan dari tujuan dari media promosi di facebook.27
3. Keunggulan Media Promosi Facebook
a. Internet booming. Internet semakin mudah diakses dan pengguna
internet semakin meningkat.
b. Facebook termasuk website yang paling sering dikunjungi.
c. Facebook menyediakan kolom untuk mengisi berbagai informasi
pemakainya, seperti umur, lokasi, hobi, kegiatan dan informasi lain
yang sangat dibutuhkan untuk menentukan segmentasi pasar dalam
aktitivitas marketing.
d. Dengan facebook dapat dilakukan penyaringan target pasar dengan
tepat sasaran berdasarkan berdasarkan informasi yang disajikan
penggunanya. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan kata kunci
pada sistem pencarian yang dimiliki Facebook dapat berdasarkan
lokasi tempat tinggal, hobi, asal sekolah, tempat kerja dan lain
sebagainya.
e. Facebook dapat diakses melalui jaringan internet setiap saat, baik dari
komputer maupun dari handphone. Terlebih lagi dengan adanya
laptop, smartphone, dan tablet pc yang banyak digunakan saat ini
facebook menjadi lebih mudah di akses dimana saja hanya
membutuhkan sambungan internet sudah dapat tersambung ke situs
facebook.
27
Zainal Muttaqin, “Facebook Marketing Dalam Komunikasi Pemasaran Modern”,
Jurnal Teknologi, Vol. 1 No.1, hal.106 Diakses pada tanggal 21 Maret 2020 pukul 22.00
37
f. Facebook menyediakan fungsi komunikasi, diantaranya fungsi pesan
(message), obrolan (chat) dan lain-lain. Dengan kemudahan
komunikasi ini para pemasar dapat memberikan informasi maupun
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan oleh konsumen
secara lebih cepat dan mudah.
g. Feedback atau umpan balik atas produk dapat berupa kritik dan saran
dapat disampaikan melalui facebook saat itu juga tanpa merepotkan
pengguna. Dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh facebook
seperti pesan, chat dan juga wall, maka para konsumen dapat
memberikan kritikan ataupun pertanyaankepada pemasar yang
memiliki halaman di facebook, selain itu juga pemasar dapat
menanggapi pesan dari konsumen secara langsung melalui halaman
Facebooknya.
h. Facebook sebagai alat komunikasi dengan dunia bisnis, sehingga
bisnis akan terpelihara dengan baik sepanjang masa. Dengan adanya
facebook para pemasar dapat memberikan informasi terbaru kepada
para konsumen mereka dengan lebih cepat melalui fitur-fitur yang
disediakan oleh facebook, sebaliknya konsumen dapat memberikan
saran maupun kritikan kepada pemasar sehingga hubungan konsumen
dengan pemasar dapat dilakukan secara langsung.
i. Menggunakan facebook 100% gratis, sehingga banyak penghematan
yang bisa dilakukan. Penggunaan facebook sebagai media pemberian
informasi kepada konsumen dapat dilakukan secara gratis cukup
membuat akun di facebook maka pemasar dapat membagikan
38
informasi dan berhubungan secara langsung dengan para
konsumennya.
4. Facebook Ads
Facebook Ads merupakan sebuah pengiklanan yang ditawarkan
oleh facebook untuk memberikan pengiklanan produk yang dimiliki, atau
memperkenalkan situs halaman yang dibuat oleh pengguna facebook
dengan target yang dapat diatur sendiri sesuai kebutuhan.28
Fitur facebook ads memiliki cara kerja dengan melakukan
peningkatan kesadaran merek dan mempermudah dalam hal pengiklana
untuk menemukan konsumen. Dalam iklan facebook, para pengiklan
sebelumnya harus memiliki halaman fan page yang memungkinkan untuk
para pengguna facebook lainnya memberikan like atau menjadi penggemar
atas fan page tersebut, dan fan page tersebut dapat berupa perusahaan,
produk layanan, individu, merek dagang, dan lain sebagainya. 29
Terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian agar dapat
memanfaatkan facebook ads dengan tepat, yaitu:
a. Mennetukan anggaran yang sesuai dengan budget. Facebook
menawarkan beberapa pilihan metode pembayaran yang akan
digunakan untuk biaya pengiklanan.
b. Penjadwalan pengiklanan. Yaitu jadwal waktu durasi tayang ikan,
serta berakhirnya iklan tersebut.
28
Gangadharbatla, H, “Facebook Me: Collective Self-Esteem, Need To Belong, And
Internet Self-Efficacy”, Journal of Interacting, 2008, hal.35 Diakses pada tanggal 20 September
2020 pukul 11.00
29
Auliya Zahrul Atiq, Achmad Syaichu, “Pengaruh Promosi Menggunakan Facebook
Ads Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Cokelat Japo”, Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik-Sistem,
Vol. 14 No. 1, hal. 4 Diakses pada tanggal 21 Maret 2020 pukul 22.30
39
c. Penargetan sasaran yang akan dibidik sebagai calon konsumen. Target
konsumen potensial bisa disaring berdasarkan wilayah tempat, gender,
usian, hobi atau disesuaikan dengan yang diinginkan.
Facebook ads sendiri memiliki tujuan melakukan peningkatan
jumlah calon konsumen potensial serta diharapkan dapat mengingatkan
terus produk yang ditawarkan. Jangka waktu seorang calon konsumen
dapat mengingat sebuah merek yang ditawarkan minimal 2 hari setelah
penayangan iklan dilakukan.30
Untuk dapat melakukan kampanye merek melalui facebook ads,
produk pengiklan harus mempunyai merek yang cukup solid dan
memahami cara kerja platform dengan baik. Kampanye merek yang
dilakukan akan berdampak pada bukan hanya meningkatkan kesadaran
merek, melainkan juga terjadinya percakapan yang memberikan
keuntungan bagi perusahaan untuk meningkatkan kesadaran merek dan
juga penjualan.
5. Peran Facebook Untuk Meningkatkan Brand Awareness
Ketika sebuah platform dipahami secara mendalam tentang
bagaimana cara dan penggunaannya, maka platform tersebut akan
memberikan hasil yang maksimal. Melakukan pembaruan secara reguler
pada halaman facebook ads akan menstimulus calon konsumen untuk
mengunjungi halaman tersebut sesering mungkin. Semakin sering calon
konsumen atau target khalayak mengunjungi halaman facebook ads sebuah
merek maka akan memberikan kemungkinan untuk mereka melakukan
30
Mukhtar Abdul Kader, “Model Pemasaran Digital Marketing Fb_Ads Dan Email
Marketing Dalam Meningkatkan Volume Penjualan”, Jurnal ISEI Business and Management
Review, Vol. I, No. 1, [Link].75 Diakses pada tanggal 20 September 2020 pukul 11.00
40
pembelian atau paling tidak berbagi informasi terkait merek tersebut
dengan pengguna media sosial lainnya31.
Sifat alami facebook yang memungkinkan pengguna untuk saling
berbagi informasi. Dorongan inilah yang membuat seseorang merasa perlu
berbagi informasi berharga akan sebuah kampanye merek yang
dianggapnya menarik. Tanpa disadari, pembagian informasi yang
dilakukan oleh para calon konsumen ke sesama pengguna facebook ini
dapat meningkatkan kesadaran merek sampai dengan empat puluh persen.
Melalui facebook ads juga, perusahaan dapat melakukan monitoring yang
berhubungan dengan bagaimana sebuah merek dibicarakan diantara calon
konsumen. Ketika sebuah merek dibicarakan di media sosial, perusahaan
harus mulai peka untuk mengumpulkan informasi sehingga dapat
melakukan berbagai macam inovasi agar membuat merek produk menjadi
lebih menarik melalui strategi kampanye merek.
6. Peran Facebook Untuk Meningkatkan Penjualan
Dalam perancangan iklan melalui facebook, para pengiklan dapat
dengan spesifik mengatur target pasar yang ingin mereka tuju, seperti
wilayah geografi, gender atau jenis kelamin, umur, hal yang disukai, status
pernikahan, pendidikan, dan lain sebagainya, dan setelah pengiklan
memilih karakter target iklan apa saja yang akan dipilih, ia akan
mengetahui berapa banyak jumlah target iklan mereka, dan hal tersebut
membuat iklan yang dibuat menjadi lebih efektif dan tepat pada sasaran.
31
Gita Aprianti, “Pemanfaatan Facebook Ads…Diakses pada tanggal 21 Maret 2021
pukul 22.40
41
Hal teresebut tentunya akan berpengaruh positif tehadap tingkat penjualan
produk yang ditawarkan.32
D. BRAND AWARENESS
Brand awareness adalah kemampuan calon pembeli untuk mengenali
dan mengingat kembali suatu merek produk yang pernah dilihatnya. Brand
awareness memerlukan continum ranging atau jangkauan kontinum dari
perasaan yang tidak pasti bahwa merek tersebut telah dikenalnya, sehingga
konsumen benar-benar yankin bahwa merek produk dari pemilik usaha yang
telah dikenal atau diketahui sebelumya.33
Pengetahuan akan merek produk sangat berperan dalam keseluruhan
ekuitas merek dan sejauh mana tingkatan pengetahuan akan merek tersebut
telah dicapai.
Adapun tingkatan dari sebuah pengetahuan merek adalah sebagai
berikut:
1. Top of mind
Adalah merek yang pertama kali diingat atau disebut oleh konsumen
Ketika konsumen ditanyai tentang produk tertentu.
2. Brand recall atau pengingat kembali merek
Merupakan pengingat dari sebuah merek yang sudah ada melalui
pencerminan merek lain yang sudah ada lebih dulu pada pikiran
konsumen.
32
Auliya Zahrul Atiq, Achmad Syaichu, “Pengaruh Promosi …..Diakses pada tangal 21
Maret 2021 pukul 23.00
33
Hansel Bagus Tritama, Pengaruh Media Sosial Terhadap Brand Awareness Produk
Perusahaan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, hal.3
42
3. Brand recognition atau pengenalan produk
proses ini diukur dengan konsumen telah mengenal merek yang
dihasilkan dengan melihat informasi ciri-ciri produk yang diberikan
4. Unware of Brand atau tidak menyadari adanya brand
Merupakan tingkatan yang paling rendah dari brand awareness dimana
terdapat pada kondisi seorang kjonsumen didak dapat mengenali brang
yang dihadirkan.34
Pada proses pembentukan brand awareness terdapat hal-hal yang
perlu diperhatikan untuk mendapatkan tingkat pengenalan produk yang
baik. Hal tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pesan yang disampaikan harus mudah diingat dikenali dan berbeda
serta tetap harus memilki hubungan dengan kategori produyknya.
b. Menggunakan slogan atau jingle lagu untuk memudahkan konsumen
mengingat merek.
c. Desain logo yang memiliki hubungan dengan merek yang akan
dikenalkan.
d. Perluasan nama merek untuk memperbanyak ingatan komsumen
akan merek tersebut.
e. Memakai suatu isyarat yang sesuai dengan kategori produk,merek
atau keduanya untuk memeperkuat brand awareness.
f. Lakukan pengulangan untuk meningkatakan pengingatan
dikarenakan pembentukan ingatan tebih sulit daripada saat
pengenalan.
34
Dillon Orlando, Analisa Pengaruh Brand Image dan Brand Awareness Terhadap
Purchase Intention Sepeda Motor “ Kawasaki Ninja 250Fi “, dalam jurnal Managemen
Pemasaran Petra Vol . 3, No. 1, 2015, Diakses pada tanggal 22 September 2020 pukul 08.00
43
E. PENJUALAN
a. Pengertian Penjualan
Pemasaran merupakan suatu kegiatan kelompok; kegiatan-
kegiatan periklanan, penjualan, dan promosi penjualan harus dikoordinir
dengan baik. Orang-orang yang berkecimpung dalam kegiatan ini dapat
disebut tim pemasaran (marketing team). Bagi tenaga-tenaga penjualan,
kegiatan ini sangat penting karena memberikan dukungan. Sifat kegiatan
dan struktur pelaporan di dalam perusahaan dapat berbeda. Tetapi
prinsipnya selama ini ditujukan untuk memudahkan tugas penjualan.35
b. Jenis-Jenis Penjualan
Dalam hal ini, jenis-jenis penjualan dikelompokkan menjadi36
1) Trade Selling
Trade selling dapat terjadi bilamana produsen dan pedagang besar
mempersilahkan pengecer untuk berusaha memperbaiki produk-
produk mereka. Hal ini melibatkan para penyalur dengan kegiatan
promosi, peragaan, persediaan, dan produk baru. Jadi titik beratnya
adalah pada “penjualan melalui” penyalur dari “penjualan ke”
pembeli akhir.
2) Missionary Selling
Dalam missionary selling, penjualan berusaha ditingkatkan dengan
mendorong pembeli untuk membeli barang-barang dari penyalur
perusahaan. Di sini, wiraniaga lebih cenderung pada “penjualan
35
Basu Swastha, Manajemen Penjualan, (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, 1989), hal. 31
36
Ibid, hal. 11-12
44
untuk” penyalur. Jadi wiraniaga sendiri tidak menjual secara
langsung produk yang ditawarkan.
3) Technical Selling
Technical selling berusaha meningkatkan penjualan dengan
pemberian saran dan nasehat kepada pembeli akhir dari barang dan
jasanya. Dalam hal ini, tugas utama wiraniaga adalah
mengidentifikasikan dan menganalisis masalah-masalah yang
dihadapi pembeli, serta menunjukkan bagaimana produk atau jasa
yang ditawarkan dapat mengatasi masalah tersebut.
4) New Business Selling
New business selling berusaha membuka transaksi baru dengan
merubah calon pembeli menjadi pembeli. Jenis penjualan ini sering
dipakai oleh Perusahaan Asuransi.
5) Responsive Selling
Setiap tenaga penjualan diharapkan dapat memberikan reaksi
terhadap permintaan pembeli.. dua jenis penjualan utama di sini
adalah route driving dan retailing.
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penjualan
Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh
bebebrapa faktor diantaranya.37
1) Kondisi dan Kemampuan Penjual
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara
komersial atas barang dan jasa sebagai pihak pertama dan pembeli
sebagai pihak kedua. Di sini penjual harus dapat meyakinkan kepada
37
Ibid., hal. 129-131
45
pembelinya agar berhasil mencapai sasaran penjualan yang
diharapkan. Untuk maksud tersebut penjual harus memahami
beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yaitu:
a) Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan
b) Harga produk
c) Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan
purna jual, garansi, dan sebagainya.
2) Kondisi Pasar
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi
sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan
penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu
diperhatikan adalah:
a) Jenis pasarnya, apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar
penjual, pasar pemerintah ataukah pasar internasional.
b) Kelompok pembelian atau segmen pasarnya.
c) Daya belinya.
d) Frekuensi Pembelinya.
e) Keinginan dan kebutuhannya.
d. Modal
Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual barangnya apa bila
barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli atau
pabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti
ini, penjual harus memperkenalkan dulu atau membawa barangnya ke
tempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan
46
adanya sarana serta usaha, seperti: alat transportasi, tempat peraga baik
di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan
sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki
sejumlah modal yang diiperlukan untuk itu.
e. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini
ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang
orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan. Lain halnya dengan
perusahaan kecil di mana masalah penjualan ditangani oleh orang yang
juga melakukan fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena jumlah
tenaga kerjanya lebih sedikit, sistem oraganisasinya lebih sederhana,
masalah-masalah yang dihadapi serta sarana yang dimiliki juga tidak
sekompleks perusahaan besar. Biasanya, masalah penjualan ini ditangani
sendiri oleh pimpinan dan tidak diberikan kepada orang lain.
f. Periklanan
Iklan dan kegiatan promosi secara selintas memang identik.
Ibarat dua sisi mata uang, sasaran maupun tujuan promosi produk kerap
sejalan dengan sasaran dan tujuan periklanan produk. Pada dasarnya,
iklan harus dijalankan dalam skala pendanaan cukup besar untuk
membuat kesan yang efektif terhadap pasar. Di samping itu, efektivitas
iklan sangat tergantung pada besaran dana pada jumlah produk yang akan
dijual melalui periklanan dan efektivitas iklan ini diharapkan mampu
mempengaruhi penilaian konsumen terhadap produk bersangkutan.38
38
Ramsiah Tasruddin, “Strategi Promosi Periklanan Yang Efektif”, Jurnal Al-Khitbah,
Vol. II No.1, 2015. hal.114 Diakses pada tanggal 22 Maret 2020 pukul 15.00
47
Strategi media dalam arti bekerjasama membangun jaringan
periklanan dengan beberapa media merupakan faktor penentu bagaimana
agar produk suatu perusahaan bisa dikenal baik oleh konsumen melalui
distribusi informasi yang rutin dan teratur. Apabila suatu penilaian
saksama telah menunjukkan adanya kesempatan menguntungkan untuk
pemakaian iklan secara efektif, maka harus dipilih media mana yang
tepat yang akan mendemonstrasikan pesan iklan tersebut.
Pemasangan iklan juga harus dijadwalkan sedemikian rupa,
sehingga sifat recency akan dioptimalkan tanpa mengabaikan sisi frekuensi
pemasangan iklan. Persoalan jangkauan sasasaran, segmentasi serta
frekuensi iklan yang telah direncanakan dinilai manjur mempengaruhi
perilaku konsumen terhadap citra produk yang diinformasikan atau
ditayangkan.
F. PENELITIAN TERDAHULU
Penelitian yang telah dilakukan oleh dilakukan oleh Mizan Asnawi,
Dwi Widiarsih, Neng Murialti, Ranti Darwin, Muhammad Hidayat, [Link]
Hadi39 bertujuan untuk mengetahui tentan kiat meningkatkan omset dengan
cara pemanfaatan Facebook Ads. Metode penelitian tersebut yaitu kualitatif
dengan Teknik pengambilan data melalui ceramah, diskusi dan sharing
experience bersama peserta yang merupakan pengusaha muda Kota
Pekanbaru. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa dengan
menggunakan Facebook Ads sangat membantu para pengusaha khususnya
39
Mizan Azwani dkk, “Tingkatkan Omset Dengan Facebook Ads”, Jurnal Untuk Mu
Negeri, Vol.1, No.1, Mei 2017, Diakses pada tanggal 09 Oktober 2020 pukul 13.00
48
pengusaha baru untuk mempromosikan produk mereka secara lebih mudah
dengan tujuan untuk meningkatkan omset. Pada penelitian ini memiliki
persamaan yaitu meneliti tentang pemanfaatan facebook untuk meningkatkan
penjualan, metode yang digunakan sama yaitu metode kualitatif. Akan tetapi
pembeda dalam penelitian ini adalah lokasi penelitiannya dan peninjauan
terkait dengan pemanfaatan media promosi facebook juga dapat
meningkatkan brand awareness.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Gita Aprianta E.B 40 bertujuan
untuk mengkaji facebook ads yang merupakan fasilitas baru yang disediakan
oleh facebook untuk membantu produk agar dapat menjangkau kepercayaan
calon konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut
adalah kualitatif. Hasil penelitian tersebut adalah diketahuinya kiat-kiat dalam
pemanfaatan facebook ads dalam meningkatkan brand awareness terhadap
suatu produk. Penelitian ini memiliki persamaan yaitu sama-sama mengkaji
tentang pemanfaatan facebook untuk meningkatkan brand awareness serta
metode penelitian yang sama. Yang menjadi dengan penelitian ini adalah
dimana penelitian yang sedang diteliti oleh peneliti selain mengkaji
pemanfaatan facebook ads untuk meningkatkan brand awareness juga untuk
meningkatkan penjualan produk. Selain itu juga terdapat perbedaan dalam hal
objek penelitian dimana lokasi dalam penelitian tersebut adalah brand lokal
sementara pada penelitian ini adalah pada toko online busana [Link].
40
Gita Aprianti E.B, “Pemanfaatan Facebook….Diakses pada tanggal Diakses pada
tanggal 09 Oktober 2020 pukul 13.00
49
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Auliya Zahrul Atiq, Achmad
Syaichu41 bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan antara facebook
ads dengan peningkatan volume penjualan cokelat Japo. Metode penelitian
ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap
115 responden. Dan kemudian diolah menggunakan metode regresi linier
sederhana. Hasil dari penelian tersebut yaitu variabel bebas promosi
menggunakan facebook ads berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu
peningkatan volume penjualan cokelat Japo. Promosi menggunakan facebook
ads berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan volume
penjualan cokelat Japo. Penelitian ini memliki persamaan dimana peneliti
meneliti tentang penggunaan facebook dapat memberikan pengaruh terhadap
peningkatan penjualan. Yang menjadi pembeda yaitu metode penelitian yang
digunakan, penambahan bahan kajian dimana peneliti menambahkan poin
dimana apakah penggunaan promosi facebook juga dapat meningkatkan
brand awareness, serta lokasi penelitian yang berbeda.
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh adalah Jefri Heridiansyah42
bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan iklan terhadap pembentukan
brand awareness serta dampaknya terhadap keputusan pembelian konsumen
terhadap produk Kecap Pedas ABC. Penelitian tersebut menggunakan metode
penelitian kuantitatif. Hasil dari penelitian tersebut adalah keputusan
pembelian kecap pedas abc dipengaruhi oleh advertising dan brand
awareness. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-
41
Auliya Zahrul Atiq, “Pengaruh Promosi……Diakses pada tanggal 09 Oktober 2020
pukul 13.00
42
Jefri Heridiansyah, “Pengaruh Advertising Terhadap Pembentukan Brand Awareness
Serta Dampaknya Pada Keputusan Pembelian Produk Kecap Pedas ABC (Studi Kasus Pada
Konsumen Pengguna Kecap Pedas ABC”, Jurnal Stie Semarang, Vol 4, No 2,2012. Diakses pada
tanggal 09 Oktober 2020 pukul 13.00
50
sama membahas terkait penggunaan iklan terhadap pembentukan dan
peningkatan brand awareness. Sedangkan perbedaannya terletak pada metode
penelitian kajian spesifik terkait dengan penggunaan iklan yang
memanfaatkan media promosi facebook, serta lokasi penelitian yang berbeda.
Penelitian sebelumnya oleh Musyadad Tasliman dan Dandy Tresna
Suryawibawa43 bertujuan untuk menganalisis manfaat,dampak,serta kendala
dalam hal pemanfaatan facebook sebagai media promosi produk perumahan
syariah di PT Jannata Land. Metode penelitian tersebut adalah kualitatif.
Hasil dari penelitian tersebuta [Link] Land memanfaatkan facebook
sebebagai media promosi produk perumahan syariah karena perkembangan
digital. Namun dalam proses promosi melalu facebook tentunya tidak sedikit
kendala yang dialami, mulai dari biaya untuk proses split test saja, konten
iklan yang original, proses moderasi konten iklan, algoritma facebook yang
berubah sangat cepat dan juga AME (Ads Manager Error). Selain itu adapun
dampak positif yang dirasakan [Link] Land dalam beriklan di facebook
yaitu kemudahan yang diberikan facebook untuk mendapatkan hasil yang
spesifik, report kinerja iklan disertai data-data khusus yang dapat di olah
untuk kegitan promosi berikutnya, bicara dampak positif pasti ada pula
dampak negatifnya yaitu harus mempunyai kemampuan analisa yang sangat
baik, jika tidak, maka kemungkinan akan “boncos” atau rugi serta profil
bisnis yang terkena AME semua data hasil report akan hilang dan proses
promosi harus dimulai dari No l. Persamaan dengan penelitian ini adalah
sama-sama membahas terkait dengan pemanfaatan facebook sebagai media
43
Musyadad Tasliman dan Dandy Tresna Suryawibawa, Analisis Pemanfaatan Facebook
Sebagai Media Promosi Produk Perumahan Syariah di [Link] Land, Jurnal Festifal Riset
Manajemen & Akuntasi, 2019, Diakses pada tanggal 09 Oktober 2020 pukul 13.00
51
promosi, sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan
untuk perbedaanya adalah dalam penelitian peneliti lebih dispesifikkan terkait
dengan pemanfaatan facebook sebagai media promosi untuk meningkatkan
brand awareness dan penjualan, serta perbedaan dalam lokasi penelitian.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Arum Wahyuni Purbohastuti44
bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifkah penggunaan media sosial
untuk mempromosikan produk. Metode penelitain tersebut adalah kualitatif.
Hasil dari penelitian tersebut diketahui bahwa media promosi menggunaakn
sosial media saat ini dikatakan lebih efektif karena akses yang lebih mudah,
biaya yang murah, dan dapat menjangkau secara lebih luas. Persamaan
penelitian ini adalah dimana sama-sama meneliti menggunaan media sosial
sebagai media promosi dan juga metode penelitian yang sama. Sedangkan
untuk perbedaannya adalah penggunaan media sosial yang digunakan dalam
penelitian ini lebih spesifik yaitu pemanfaatan media promosi facebook untuk
meningkatkan brand awreness dan penjualan produk.
Penelitian yang dilakukan oleh Dian Sarastuti 45 bertujuan untuk
mengetahui strategi komunikasi pemasaran online yang dilakukan oleh
busana muslim Queenova dalam meningkatkan brand awareness. Metode
penelitian tersebut menggunakan tipe deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam strategi komunikasi pemasaran
yang dilakukan oleh busana muslim Queenova mempergunakan jalur Above
The Line dan Below The Line, dengan fokus pada promosi penjualan dan
44
Arum Wahyuni Purbohastuti, “Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Promosi”,,
Jurnal Tirtayasa Ekonomika, Vol. 12, No. 2, 2017. Diakses pada tanggal 09 Oktober 2020 pukul
13.00
45
Dian Sarastuti, “Strategi Komunikasi Pemasaran Online Produk Busana Muslim
Queenova”, Jurnal Visi Komunikasi, Volume 16, No.01, 2017. Diakses pada tanggal 09 Oktober
2020 pukul 13.00
52
pemasangan iklan banner ads di facebook berdampak positif untuk
mengenalkan produk mereka. Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-
sama menggunakan facebook sebagai media promosi untuk produk busana
muslim untuk meningkatkan brand awareness, juga metode penelitian yang
sama. Sedangkan untuk perbedaanya adalah dimana selain untuk meneliti
apakah penggunaan media promosi facebook selain untuk meningkatkan
brand awreness juga dapat meningkatkan penjualan, dan lokasi penelitian
yang berbeda.
Penelitian sebelumnya oleh Ridho Azlam Ambo Asse 46 bertujuan
untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran facebook
yang digunakan oleh Warunk Bakso Mas Cingkrank meliputi perencanaan
dan hasil pelaksanaannya dalam meningkatkan penjualan di setiap cabang.
Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan facebook mengakomodasi komponen yang ada pada strategi
komunikasi pemasaran seperti menyediakan data-data konsumen untuk
memvalidasi segmentasi, targeting, dan positioning sekaligus menjadi bahan
riset dalam menentukan produksi konten facebook marketing. Persamaan
penelitian ini dengan penelitian yang sedang diteliti oleh peneliti adalah
sama-sama membahas terkait dengan pemanfaatan facebook sebagai media
promosi dan juga penggunaan metode penelitian yang sama. Sedangkan
untuk perbedaanya adalah dalam penelitian peneliti lebih dispesifikkan terkait
dengan pemanfaatan facebook untuk meningkatkan brand awareness dan
penjualan, serta lokasi penelitian yang berbeda.
46
Ridho Azlam Ambo Asse, “Strategi Pemasaran Online (Studi Kasus Facebook
Marketing Warung Bakso Mas Cingkrank di Makasar)”, Jurnal Komunikasi KAREBA Vol.7 No.2,
2018. Diakses pada tanggal 09 Oktober 2020 pukul 13.00
53
Penelitian sebelumya oleh Yoga Aditya Saputra47 bertujuan untuk
untuk mengetahui peran iklan media sosial terhadap peningkatan volume
penjualan pada usaha kenalpot @_TR Racing Concept Purbalingga. Metode
penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari
penelitian tersebut adalah dalam prakteknya penggunaan iklan media sosial
sangat berperan terhadap volume penjualan pada @_TR Racing Concept
purbalingga sehingga sampai saat ini usaha knalpot yang dirintis oleh Ambar
Tri Hantoro semakin berkembang karena melalui iklan perusahaan dapat
menyampaikan produknya kepada konsumen. Persamaan penelitian ini adalah
sama-sama melakukan penelitian terkait dengan pemanfaatan peran iklan di
media sosial dalam meningkatkan volume penjualan, dan metode penelitian
yang sama. Sedangkan perbedaan adalah dimana penelitian yang sedang
diteliti oleh peneliti dalam pemanfaatan iklan media sosial yaitu facebook
selain untuk meningkatkan volume penjualan juga untuk meningkatkan brand
awareness.
Penelitian sebelumnya adalah penelitian dari Abdul Halim48 berujuan
untuk mengetahui efektifitas Facebook sebagai media e-marketing bisnis
online jika dilihat dari perspektif pelanggan Butik Jilbabers. Metode
penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa Facebook
bisa menjadi media komunikasi marketing bisnis online yang sangat efektif
jika dilihat dari perspektif pelanggan Butik Jilbabers. Persamaan penelitian
ini dengan penelitaian yang sedang peneliti teliti adalah sama-sama
47
Yoga Aditya Saputra,, Peran Iklan Media Sosial Dalam Meningkatkan Volume
Penjualan (Purwokerto: Skrips Tidak Diterbitkan, 2018).
48
Abdul Halim, Efektifitas Facebook Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Bisnis
Online (Studi Pada Pelanggan Onlineshop Butik Jilbabers), (Malang: Skripsi Tidak Diterbitkan,
2012) 0
54
menggunakan pemanfaatan facebook untuk pemasaran bisnis online.
Sedangkan untuk perbedaanya adalah terletak pada pemanfaatan media
promosi facebook untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan
produk, metode penlitian yang digunakan, serta lokasi penelitian.
Penelitian sebelumnya adalah penelitian dari Ummi Arifah Albar 49
bertujuan untuk mengetahui kegunaan facebook dan instagram dalam
mempromosikan Ketan Produk Talam Durian di 'Rumah Viera Cake' di
Pekanbaru. Metode penelitian tersebut adalah kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa facebook dan instagram dalam promosi produk Ketan
Talam Durian di Rumah Kue Viera Pekanbaru meningkatkan brand
awareness sehingga konsumen dapat mengenali merek. Persamaan penelitain
ini adalah penggunaan metode penelitian yang sama, sama-sama meneliti
facebook sebagai media promosi produk untuk meningkatkan brand
awareness. Sedangkan perbedaannya terdapat pada lokasi penelitian dan
penggunaan media promosi facebook selain untuk meningkatkan brand
awareness juga untuk meningkatkan penjualan.
Penelitian sebelumnya oleh Faisal Avrizal 50 bertujuan untuk mengetahui
pengaruh efektivitas iklan online media sosial facebook terhadap keputusan
pembelian. Metode penelitian tersebut adalah kuantitatif. Hasil penelitian tersebut
yaitu pengujian secara simultan menunjukkan bahwa tampilan iklan online
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara parsial desain iklan,
pesan, gambar dan warna iklan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
49
Ummi Arifah Albar, Pemanfaatan Media Sosial Facebook Dan Instagram Dalam
Promosi Produk Ketan Talam Durian Pada Rumah Kue Viera Di Pekanbaru (Riau: Skrips Tidak
Diterbitkan, 2020)
50
Faisal Avrizal, Analisis Efektivitas Iklan Online Media Sosial Facebook Dan
Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Kaos Dakwah Ana Muslim (Studi Pada Mahasiswa
Fisip Universitas Lampung), (Bandar lampung: Skripsi Tidak Diterbitkan, 2017)
55
pembelian. Persamaan Penelitain ini adalah sama-sama menggunakan penggunaan
iklan online pada media sosial facebook untuk mengetahui tingkat penjualan
dalam artian mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Sedangakan
perbedaanya yaitu metode penelitian yang digunakan, pemanfaatan media
promosi facebokk selain untuk melihat peningkatan penjualan juga untuk melihat
pengetahuan akan produk yang dijual atau brand awareness.
56
G. KERANGKA BERFIKIR
Media Promosi
Facebook
Peningkatan Peningkatan
Brand Awareness Penjualan
Kendala
Solusi
Kerangka berpikir dari penelitian ini dimulai dari menggali informasi
mengenai pemanfaatan media promosi di Toko Online Busana [Link]
yang memanfaatkan facebook sebagai media promosinya dalam
meningkatkan brand awareness dan penjualan. Dengan adanya pemilihan
strategi penggunaan media promosi yang diterapkan oleh Toko Online
Busana [Link] tentu memiliki kendala atau penghambat dalam
penerapannya yang akan diteliti oleh peneliti sebagai hasil penelitian. Serta
untuk mengatasi kendala yang dihadapi peneliti juga akan menganalisi solusi
yang diterapkan oleh Toko Online Busana [Link] dalam proses
pemanfaatan media promosi melalui facebook.