Bengkulu : Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi
Bengkulu dan DPC Organda Kota Bengkulu telah menggelar rapat pengurus bersama
dengan pimpinan/direktur perusahaan otobus yang melayani trayek antar kota antar
provinsi dan angkutan kota dalam provinsi.
Rapat ini bertujuan untuk menetapkan kesepakatan tarif angkutan selama masa
angkutan lebaran tahun 2024 yang berlaku mulai tanggal 3 April 2024 pukul 00.00 WIB
(H-7) hingga 18 April 2024 pukul 00.00 WIB (H+7).
Ketua DPD Organda Provinsi Bengkulu, Tharmizi Z, menyatakan bahwa hasil rapat
telah menghasilkan kesepakatan tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah untuk
angkutan antar kota antar provinsi dan angkutan antar kota dalam provinsi yang
melayani trayek dari dan ke Bengkulu.
Pada tahun ini Tarmizi juga menyebut ada kenaikan tarif angkutan sekitar 10-20 persen
mengingat angkutan pada arus mudik lebaran tidak serta merta membawa penumpang
ketika mengantar ke tempat tujuan dan kembali ke Bengkulu. Demikian berlaku
sebaliknya, pada angkutan arus balik lebaran.
"Ditugaskan kepada pengurus DPC Organda se-Provinsi Bengkulu dan pimpinan
perusahaan otobus untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada calon
penumpang," ujar Tharmizi Z, Minggu (31/3/24).
Pada rapat, beberapa kesepakatan penting telah dicapai untuk memastikan kelancaran
angkutan selama masa Lebaran tahun 2024, di antaranya.
Pertama, kesepakatan tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan antar kota
antar provinsi serta angkutan dalam provinsi yang beroperasi dari dan ke Bengkulu
telah ditetapkan. Ini bertujuan untuk memberikan kejelasan tarif kepada masyarakat
dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengusaha dan kepentingan konsumen.
Kedua, para pengusaha angkutan diminta untuk memastikan kendaraan selalu dalam
kondisi prima untuk menjamin keselamatan penumpang. Persiapan administrasi
kendaraan seperti STNK, buku KIR, dan izin trayek juga diwajibkan guna memenuhi
standar operasional yang berlaku.
Ketiga, pentingnya pelunasan asuransi Jasa Raharja sesuai peraturan yang berlaku
diharapkan dapat memberikan perlindungan yang memadai bagi penumpang dan
masyarakat umum selama periode angkutan Lebaran.
Keempat, sebagai langkah preventif, disepakati untuk menyediakan alat bantu keadaan
darurat seperti pemecah kaca, pemadam api, dan kotak P3K di setiap unit kendaraan.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mengatasi situasi darurat dengan cepat dan
efektif.
Kelima, pentingnya kondisi fisik dan mental pengemudi diakui sebagai faktor krusial
dalam menjaga keselamatan penumpang. Oleh karena itu, pengemudi diharapkan
selalu dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, termasuk
memiliki surat izin mengemudi yang sah.
Keenam, pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan seperti ban, mesin, rem,
sistem elektrikal, dan lampu penerangan dianggap sebagai langkah preventif untuk
menghindari kecelakaan dan masalah teknis selama perjalanan.
Ketujuh, larangan menempatkan barang bawaan di pintu masuk/keluar atau daerah
sirkulasi penumpang dimaksudkan untuk menghindari gangguan dalam proses naik
turun penumpang dan memastikan kelancaran operasional.
Kedelapan, pengawasan terhadap tata cara pengangkutan barang agar seimbang dan
sesuai dengan ketentuan tonase yang berlaku diharapkan dapat mengurangi risiko
kecelakaan dan kerugian materiil.
Kesembilan, penegakan larangan menurunkan penumpang di luar tujuan bertujuan
untuk menjaga ketertiban dan efisiensi perjalanan.
Terakhir, intensifikasi koordinasi dengan instansi terkait diharapkan dapat
meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan selama masa angkutan Lebaran
demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Kesepakatan ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi selama masa
angkutan lebaran dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para penumpang.
Sementara itu, beriktu tarif angkutan yang disepakati :
Inilah Pengaturan Lalu Lintas Saat Mudik
Lebaran 2024
18 March 2024 PPID Sekretariat Kabinet 0 Comment Berita
Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta
Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2024/1445 H.
“Kami melakukan persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian,
pengaturan transportasi, dan penanganan secara komprehensif bersama instansi kementerian dan
lembaga pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta,” ujar Menteri
Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dikutip dari laman Kemenhub, Senin (18/03/2024).
Budi mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi
(BKT), Kemenhub, pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi pada Lebaran 2024 mencapai
71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut
meningkat pesat dibandingkan potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yang sebesar
123,8 juta orang.
“Survei ini terbukti akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik, di
mana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen,” ujarnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kemenhub, Hendro Sugiatno mengatakan, pengaturan
lalu lintas yang dilakukan pemerintah meliputi pembatasan angkutan barang, sistem satu arah, hingga
sistem ganjil genap.
“Di samping adanya pembatasan angkutan barang, saat libur Lebaran 2024 nanti, akan ada
pengaturan lalu lintas yang meliputi sistem satu arah (one way), sistem lajur pasang
surut/tidal flow (contra flow), dan sistem ganjil-genap,” ujar Hendro.
Hendro menekankan, pengaturan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dengan
mengedepankan kenyamanan dan keamanan serta mengutamakan keselamatan para pemudik.
Berikut ketentuan pengaturan lalu lintas selama libur Lebaran 2024:
A. Sistem Satu Arah (One-Way System)
Pengaturan sistem satu arah pada arus mudik dan balik, adalah sebagai berikut:
Arus Mudik:
1. Jumat, 5 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Minggu, 7 April 2024 pukul
24.00 waktu setempat mulai dari KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sampai dengan
KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang.
2. Senin dan Selasa, 8 dan 9 April 2024 masing-masing pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan
pukul 24.00 waktu setempat mulai dari KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sampai
dengan KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang.
3. Penutupan jalan masuk, pembersihan jalur dan rest area mulai dari KM 414 B ruas Jalan Tol
Semarang – Batang sampai dengan KM 72 B ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) dengan
ketentuan:
a. Jumat, 5 April 2024 pukul 12.00 waktu setempat sampai dengan pukul 14.00 waktu setempat; dan
b. Senin dan Selasa, 8 dan 9 April 2024 masing-masing pukul 06.00 waktu setempat sampai dengan
pukul 08.00 waktu setempat.
4. Normalisasi kondisi lalu lintas dan pembukaan jalan masuk mulai dari KM 414 B ruas Jalan Tol
Semarang – Batang sampai dengan KM 72 B ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) pada Senin
– Rabu, 8 – 10 April 2024 masing-masing pukul 00.00 waktu setempat sampai dengan pukul 02.00
waktu setempat.
Arus Balik:
1. Jumat, 12 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan pukul 24.00 waktu setempat
mulai dari KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo
– Palimanan (Cipali).
2. Sabtu, 13 April 2024 pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan pukul 24.00 waktu setempat
mulai dari KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo
– Palimanan (Cipali).
3. Minggu, 14 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Selasa, 16 April 2024 pukul
08.00 waktu setempat mulai dari KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 72
ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali).
4. Penutupan jalan masuk, pembersihan jalur dan rest area mulai dari KM 72 A ruas Jalan Tol
Cikopo – Palimanan (Cipali) sampai dengan KM 414 A ruas Jalan Tol Semarang – Batang dengan
ketentuan:
a. Jumat, 12 April 2024 pukul 12.00 waktu setempat sampai dengan pukul 14.00 waktu setempat;
b. Sabtu, 13 April 2024 pukul 06.00 waktu setempat sampai dengan pukul 08.00 waktu setempat; dan
c. Minggu, 14 April 2024 pukul 12.00 waktu setempat sampai dengan pukul 14.00 waktu setempat.
5. Normalisasi kondisi lalu lintas dan pembukaan jalan masuk mulai dari KM 72 A ruas Jalan Tol
Cikopo – Palimanan (Cipali) sampai dengan KM 414 A ruas Jalan Tol Semarang – Batang:
a. Sabtu dan Minggu, 13 dan 14 April 2024 masing-masing pukul 00.00 waktu setempat sampai
dengan pukul 02.00 waktu setempat;
b. Selasa, 16 April 2024 pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan pukul 10.00 waktu setempat.
“Adapun saat pemberlakuan sistem satu arah pada ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan ketika arus
mudik dan balik kendaraan bermotor dari ruas Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan yang
menuju arah Jakarta ataupun Semarang dapat keluar di Gerbang Tol Cimalaka dan Gerbang Tol
Cisumdawu Jaya,” kata Hendro.
B. System Contra Flow
Penerapan sistem jalur/lajur pasang surut/tidal flow (contra flow) adalah sebagai berikut:
Arus Mudik:
Jumat, 5 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Kamis, 11 April 2024 pukul 24.00
waktu setempat mulai dari KM 36 ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek sampai dengan KM 72 ruas
Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali).
Arus Balik:
Jumat, 12 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Selasa, 16 April 2024 pukul 08.00
waktu setempat mulai dari KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sampai dengan KM 36
ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek.
C. Sistem Ganjil Genap
Penerapan sistem ganjil – genap adalah sebagai berikut:
Arus Mudik:
1. Jumat, 5 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Minggu, 7 April 2024 pukul
24.00 waktu setempat mulai dari KM 0 Jalan Tol Ruas Dalam Kota Jakarta sampai dengan KM 414
ruas Jalan Tol Semarang – Batang.
2. Senin dan Selasa, 8 dan 9 April 2024 masing-masing pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan
pukul 24.00 waktu setempat mulai dari KM 0 Jalan Tol Ruas Dalam Kota Jakarta sampai dengan KM
414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang.
Arus Balik:
1. Jumat, 12 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan pukul 24.00 waktu setempat
mulai dari KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 0 Jalan Tol Ruas Dalam
Kota Jakarta.
2. Sabtu, 13 April 2024 pukul 08.00 waktu setempat sampai dengan pukul 24.00 waktu setempat KM
414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 0 Jalan Tol Ruas Dalam Kota Jakarta.
3. Minggu, 14 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan Selasa, 16 April 2024 pukul
08.00 waktu setempat KM 414 ruas Jalan Tol Semarang – Batang sampai dengan KM 0 Jalan Tol
Ruas Dalam Kota Jakarta.
“Untuk sistem ganjil-genap pada umumnya, untuk kendaraan penumpang, bus dan angkutan barang
dengan nomor kendaraan genap dilarang melintas pada tanggal ganjil, begitupun sebaliknya,” kata
Hendro
Hendro menambahkan, ketentuan sistem ganjil-genap dikecualikan untuk kendaraan pimpinan
negara, kendaraan dinas berwarna merah, pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum berplat
kuning, kendaraan listrik, kendaraan operasional pengelola jalan tol, dan kendaraan barang pokok.
D. Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Ruas Tol
Pembatasan kendaraan angkutan barang dilakukan pada mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih;
mobil barang dengan kereta tempelan; mobil barang dengan kereta gandengan; serta mobil barang
yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan.
Kendaraaan angkutan barang yang dikecualikan dari pembatasan atau tetap bisa beroperasi yaitu
yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM)/bahan bakar gas (BBG), hantaran uang, logistik
pemilu/pemilihan, hewan dan pakan ternak, pupuk, penanganan bencana alam, serta barang pokok.
Angkutan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan dengan beberapa ketentuan:
– diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut;
– surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, dan nama serta alamat pemilik barang;
dan
– ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang.
“Pembatasan mobilitas angkutan barang saat libur Lebaran nanti dilakukan agar kelancaran lalu
lintas terjamin. Jumlah volume kendaraan diprediksi akan bertambah, baik di jalan tol maupun non
tol,” ujar Hendro.
Adapun waktu pelaksanaan pembatasan operasional angkutan barang di ruas tol diberlakukan mulai
hari Jumat, 5 April 2024 pukul 09.00 waktu setempat sampai dengan hari Selasa, 16 April 2024
pukul 08.00 waktu setempat.
Ruas Jalan Tol yang Dibatasi
Berikut daftar ruas jalan tol yang dibatasi:
1. Lampung dan Sumatera Selatan: Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu
Agung
2. DKI Jakarta – Banten: Jakarta – Tangerang- Merak
3. DKI Jakarta:
a. Prof. DR. Ir. Sedyatmo
b. Jakarta Outer Ring Road (JORR)
c. Dalam Kota Jakarta
4. DKI Jakarta dan Jawa Barat:
a. Jakarta – Bogor – Ciawi – Cigombong – Cibadak
b. Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
c. Jakarta – Cikampek
5. Jawa Barat:
a. Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
b. Cileunyi – Cimalaka – Dawua
c. Cikampek – Palimanan – Kanci
d. Jakarta – Cikampek II Selatan (fungsional)
6. Jawa Barat – Jawa Tengah: Kanci – Pejagan
7. Jawa Tengah:”
a. Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang
b. Krapyak – Jatingaleh (Semarang)
c. Jatingaleh – Srondol (Semarang)
d. Jatingaleh – Muktiharjo (Semarang)
e. Semarang – Solo – Ngawi
f. Semarang – Demak
g. Jogja – Solo (fungsional).
8. Jawa Timur:
a. Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo
b. Surabaya – Gresik
c. Pandaan – Malang
Ruas Jalan Nontol yang Berlaku Pembatasan
Berikut daftar ruas jalan nontol yang diberlakukan pembatasan:
1. Sumatera Utara:
a. Medan – Berastagi
b. Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea
2. Jambi dan Sumatera Barat:
a. Jambi – Sarolangun – Padang
b. Jambi – Tebo – Padang
c. Jambi – Sengeti – Padang
d. Padang – Bukit Tinggi
3. Jambi – Sumatera Selatan – Lampung: Jambi – Palembang – Lampung
4. DKI Jakarta – Banten: Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak
5. Banten:
a. Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuhan
b. Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto
c. Serang – Pandeglang – Labuhan
6. DKI Jakarta – Jawa Barat: Jakarta – Bekasi -Cikampek – Pamanukan – Cirebon
7. Jawa Barat:
a. Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar
b. Bandung – Sumedang – Majalengka
c. Bogor – Ciawi – Sukabumi – Cianjur
8. Jawa Barat – Jawa Tengah: Cirebon – Brebes
9. Jawa Tengah:
a. Solo – Klaten – Yogyakarta
b. Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Demak
c. Bawen – Magelang – Yogyakarta
d. Tegal – Purwokerto
10. Jawa Tengah – Jawa Timur: Solo – Ngawi
11. Yogyakarta:
a. Jogja – Wates
b. Jogja – Sleman – Magelang
c. Jogja – Wonosari
d. Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendeles)
12. Jawa Timur:
a. Pandaan – Malang
b. Probolinggo – Lumajang
c. Madiun – Caruban – Jombang
d. Banyuwangi – Jember
13. Bali: Denpasar – Gilimanuk