1
Penatalaksanaan
Cedera Olahraga
Akut
DR. AZIZATI ROCHMANIA, SPKFR
2
3
Respon Inflamasi Akut 4
(0-72 jam setelah cedera)
Terjadi kerusakan sel, kerusakan
pembuluh darah kecil → pelebaran
pembuluh darah
Pengeluaran cairan dari pembuluh
darah kecil dan pembuluh limfe
dari daerah yang trauma
Tanda radang: merah(rubor),
bengkak(dolor), panas(kalor), nyeri,
gangguan fungsi
5
7
8
Fase proliferasi (72 jam – 6 10
minggu)
Fase pembentukan jaringan untuk
penyembuhan
Perbaikan pembuluh darah yang rusak
Timbul jaringan parut pada daerah yang
luka
Fase penyembuhan
(6 minggu – beberapa bulan)
11
Fase-fase rehabilitasi 12
Olahraga
1. Menghilangkan nyeri dan tanda
inflamasi (radang)
2. Mempertahankan luas gerak
sendi
3. Penguatan otot
4. Latihan proprioseptif
5. Aktifitas spesifik olahraga
Fase I. Menurunkan nyeri dan 13
kontrol inflamasi
Terapi awal pada cedera adalah
untuk mengendalikan reaksi
radang yang terjadi setelah
cedera akut dan timbulnya nyeri →
menghambat fungsi otot
Pendekatan PRICE (protection, rest,
ice, compression, elevation)
14
15
PRICE 16
Proteksi
splinting, bracing, or taping/wrapping.
Crutches, canes (tongkat) → immobilisasi
Rest
Istirahat pada area yang cedera.
Masih dapat melakukan latihan yang lain
yang tidak menggerakkan area yang
cedera → latihan cardiovaskular
Istirahat pada 2-3 hari pertama cedera
17
Protection
Knee brace
Ankle brace
18
Bandaging
PRICE 19
Ice
Mengurangi bengkak, perdarahan, spasme
otot, nyeri dan reaksi radang
Aplikasi es pada area cedera selama 10-15
menit, 4 sampai 5 kali sehari, bila cedera
berat bisa setiap 1-1.5 jam
Dilakukan dalam 72 jam pertama cedera
Ice pack, ice massage, ice immersion
Dikombinasi dengan penekanan
(compression)
Tidak boleh terlalu lama
20
Ice
PRICE 21
Compression
Mengurangi perdarahan dan bengkak
Dapat dilakukan bersama dengan Icing
Menggunakan bahan yang nyaman dan
cukup penekanannya
Dilakukan sepanjang hari
Dilepas
pada malam hari dan dilanjutkan
dengan elevasi
Menggunakan bandage
22
Compression
PRICE 23
Elevasi
Mengurangi efek gravitasi yang
menyebabkan akumulasi dari darah
dan cairan pada area yang cedera
Area yang sakit diposisikan lebih tnggi
dari jantung
Terutamadilakukan pada saat istirahat,
malam hari
24
25
26
27
Yang perlu dihindari: 28
HARM
Heat
Tidak boleh dilakukan pada saat akut
Bisa dilakukan pada cedera kronis (lebih dari
72 jam)
Tujuanuntuk relaksasi jaringan dan
menstimulasi jaringan darah pada area
yang terkena
Alkohol
Pemberian alkohol akan meningkatkan
jumlah perdarahan
HARM 29
Running (exercise)
Gerakan aktif meningkatkan pembengkakan dan
perdarahan
Massage (pemijatan/pengurutan)
Menyebabkan pecahnya pembuluh darah
sehingga memperparah pembengkakan
Timbul kerusakan pada syaraf
30
Segera cari bantuan 31
Sakit yang sangat tidak hilang dengan obat penghilang rasa
sakit
Sudah dilakukan RICE tetap terasa sakit
Tidak dapat berjalan lebih dari empat langkah
Perubahan “bentuk” selain bengkak
Nyeri dan bengkak pada:
Sisi tumit, diatas tendon Achilles
Sisi depan tungkai bawah, tepat dibawah lutut
Otot betis
Tidak dapat menggerakkan ibu jari kaki ke bawah
32
Fase 2. Mempertahankan 33
luas gerak sendi
Nyeri dan bengkak mengurangi pola
gerakan
Gerakan dan stretching pada sendi yang
bebas nyeri stretching mencegah kontraktur
Pada saat nyeri dan tanda inflamasi
berkurang, dapat dilakukan stretching dan
mobilisasi
Dilakukan sampai pola gerakan sesuai
dengan sisi yang sehat
Fase 3. Mengembalikan 34
kekuatan otot
Pada fase awal dilakukan latihan isometrik
yang tidak menimbulkan nyeri
Dilakukan beberapa kali dalam sehari
10 detik kontraksi, 10 repetisi, 10 kali perhari.
Bila sudah melewati masa akut, latihan
isotonik dapat dimulai
Plyometric dapat dilakukan setelah masa
penyembuhan
35
Kontraksi isometrik
36
Plyometric
Fase 4. Latihan 37
proprioseptive
Latihan bertahap sesuai dengan kondisi
atlet
Latihan keseimbangan dan proprioseptif
38
Proprioceptive
Fase 5. Kembali ke 39
aktifitas olahraga
Latihan bertahap sesuai dengan
spesifikasi olahraga
40
41
42