MODUL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY
“TEKNIK PEMESINAN”
A. Informasi Umum
1. Identitas Modul
Nama Penyusun : Team Teknik Pemesinan
Institusi : SMK Negeri 6 Batam
Tahun : 2024
Jenjang Sekolah : SMK
Kelas/Fase : XI/F
Alokasi Waktu : 6 JP X 1 Minggu
2. Elemen
Teknik Pemesinan Bubut
3. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami tentang Teknik Pemesinan Bubut.
4. Profil Pelajar Pancasila
a. Bergotong royong
b. Bernalar kritis
c. Mandiri
5. Sarana dan Prasarana
a. Sarana/Alat dan Media : Papan Tulis, Marker, Laptop, Proyektor.
b. Prasarana/materi dan bahan ajar : Mesin Bubut
6. Target Peserta Didik
Modul ajar ini diperuntukkan untuk peserta didik Teaching Factory.
7. Model Pembelajaran : Teaching Factory
B. Komponen Inti
1. Tujuan Pembelajaran
Menganalisis parameter pemotongan mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan
2. Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat menentukan parameter pemotongan mesin bubut untuk berbagai
jenis pekerjaan.
3. Pertanyaan pemantik
a. Pernahkah kalian mendengar parameter pemotongan mesin bubut?
b. Apa yang dimaksud parameter pemotongan mesin bubut?
c. Apakah kalian tahu parameter pemotongan mesin bubut untuk berbagai jenis
pekerjaan?
4. Persiapan pembelajaran
Peserta didik menyiapkan diri dan mencari materi yang akan diajarkan. Guru
menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Langkah-Langkah Profil Pelajar Alokasi
Pembelajaran Pancasila Waktu
1. Pendahuluan 1. Memberi salam dan Beriman dan 30 Menit
memulai pelajaran bertakwa kepada
dengan berdoa bersama Tuhan Yang Maha
dipimpin oleh seorang Esa
peserta didik (bergantian
setiap pertemuan).
2. Menanyakan kabar,
kesehatan siswa dan
kesiapan siswa.
3. Mengecek kehadiran
siswa.
4. Memberikan apersepsi.
5. Memberikan motivasi
Bernalar kritis
berkaitan dengan materi
pelajaran yang akan
dipelajari.
6. Memberikan pertanyaan
pemantik
7. Menjelaskan secara
singkat tujuan
pembelajaran dan
kompetensi yang akan
dicapai serta cakupan
materi sesuai capaian
pembelajaran.
2. Inti Teaching Factory 225 Menit
1. Modeling
peserta didik menyimak
penjelasan pendidik Bernalar kritis
tentang materi yang akan
dibahas.
2. Inquiry
Peserta didik
mengidentifikasi langsung
parameter pemotongan Bernalar kritis
mesin bubut.
3. Questioning
✓ Peserta didik
mengeksplorasi tentang
parameter pemotongan
mesin bubut. Bernalar kritis
4. Learning Community
✓ Peserta didik berdiskusi Bergotong royong
secara kelompok tentang dan Bernalar kritis
parameter pemotongan
mesin bubut.
5. Reflection
✓ Peserta didik
mengkomunikasikan hasil
kerjanya.
Mandiri dan
bernalar kritis
3. Penutup 1. Memberikan refleksi Mandiri dan 15 Menit
terhadap kegiatan yang bernalar kritis
sudah dilaksanakan Beriman dan
memberi dan meminta bertakwa kepada
informasi terkait jati diri Tuhan yang Maha
dan hubungan keluarga. Esa
2. Menutup/mengakhiri
pelajaran tersebut dengan
membaca doa dipimpin
oleh seorang peserta didik
secara bergantian setiap
pertemuan.
3. Mengucapkan salam dan
menjawab salam
6. Asesmen
a. Asesemen Diagnostik
Pilhan Jawaban
Daftar Pertanyaan
No. Sudah Belum
Materi: Parameter Pemotongan Mesin
Bubut untuk Berbagai Jenis Pekerjaan
Apakah anda sudah dapat parameter pemotongan
1. mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan parameter
2. pemotongan mesin bubut untuk berbagai jenis
pekerjaan?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan
3. Kendala yang terjadi pada parameter pemotongan
mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan?
b. Asesmen Formatif
- Diskusi kelas
7. Pengayaan dan Remidial
a. Remedial
Format Remedial
No. Nama Elemen Materi KKM Hasil Ket.
Siswa
Awal Akhir
b. Pengayaan
Memberikan Materi/Tugas Tambahan untuk siswa yang sudah tuntas materi
8. Refleksi/Lampiran
a. Lembar Refleksi untuk Guru
Pertanyaan Refleksi Jawaban
1. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran?
2. Apakah semua siswa aktif dalam
kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesulitan siswa yang
dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki
kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
5. Apa level pencapaian rata- rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran
ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat
menuntaskan kompetensi?
b. Lembar Refleksi untuk siswa
Selalu melakukan kegiatan yang aman dan selamat ditempat kerja maupun
dirumah dan tempat lainnya.
c. Bahan Materi guru
Parameter Pemotongan Mesin Bubut
Parameter Pemotongan pada proses pembubutan adalah, informasi
berupa dasar-dasar perhitungan, rumus dan tabel-tabel yang mendasari
teknologi proses pemotongan/ penyayatan pada mesin bubut diantaranya.
Parameter pemotongan pada proses pembubutan meliputi: kecepatan
potong (Cutting speed - Cs), kecepatan putaran mesin (Revolotion Permenit -
Rpm), kecepatan pemakanan (Feed – F) dan waktu proses pemesinannya.
1. Kecepatan potong (Cutting speed – Cs )
kecepatan potong (Cs) adalah kemampuan alat potong menyayat bahan
dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang/ waktu
(meter/menit atau feet/ menit). Ilustrasi kecepatan potong pada proses
pembubutan.
Pada gerak putar seperti mesin bubut, kecepatan potongnya (Cs) adalah:
Keliling lingkaran benda kerja (π.d) dikalikan dengan putaran (n). atau:
Cs = π.d.n Meter/menit.
Keterangan:
d : diameter benda kerja (mm)
n : putaran mesin/benda kerja (putaran/menitRpm)
π : nilai konstanta = 3,14
Kecepatan potong untuk berbagai macam bahan teknik yang umum
dikerjakan pada proses pemesinan, sudah teliti/diselidiki para ahli dan
sudah patenkan pada ditabelkan kecepatan potong. Sehingga dalam
penggunaannya tinggal menyesuaikan antara jenis bahan yang akan
dibubut dan jenis alat potong yang digunakan. Sedangkan untuk bahan
bahan khusus/spesial, tabel Cs-nya dikeluarkan oleh pabrik pembuat
bahan tersebut.
2. Kecepatan Putaran Mesin Bubut (Revolution Per Menit - Rpm)
kecepatan putaran mesin bubut adalah, kemampuan kecepatan putar
mesin bubut untuk melakukan pemotongan atau penyayatan dalam
satuan putaran/ menit. Maka dari itu untuk mencari besarnya putaran
mesin sangat dipengaruhi oleh seberapa besar kecepatan potong dan
keliling benda kerjanya.
Mengingat nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah
ditetapkan secara baku, maka komponen yang bisa diatur dalam proses
penyayatan adalah putaran mesin/benda kerjanya. Dengan demikian
rumus dasar untuk menghitung putaran mesin bubut adalah:
N = 1000 Cs RPM
П.d
Keterangan:
d : diameter benda kerja (mm)
Cs : kecepatan potong (meter/menit)
π : nilai konstanta = 3,14
3. Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Kecepatan pemakanan atau ingsutan ditentukan dengan
mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya: kekerasan bahan,
kedalaman penyayatan, sudut-sudut sayat alat potong, bahan alat
potong, ketajaman alat potong dan kesiapan mesin yang akan
digunakan. Kesiapan mesin ini dapat diartikan, seberapa besar
kemampuan mesin dalam mendukung tercapainya kecepatan
pemakanan yang optimal. Disamping beberapa pertimbangan tersebut,
kecepatan pemakanan pada umumnya untuk proses pengasaran
ditentukan pada kecepatan pemakanan tinggi karena tidak memerlukan
hasil pemukaan yang halus (waktu pembubutan lebih cepat), dan pada
proses penyelesaiannya/ finising digunakan kecepatan pemakanan
rendah dengan tujuan mendapatkan kualitas hasil penyayatan yang lebih
baik sehingga hasilnya halus (waktu pembubutan lebih cepat). Besarnya
kecepatan pemakanan (F) pada mesin bubut ditentukan oleh seberapa
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan
seberapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran. Maka
rumus untuk mencari kecepatan pemakanan (F) adalah:
F = f x n (mm/menit).
Keterangan:
f= besar pemakanan atau bergesernya pahat ( mm/ putaran),
n= putaran mesin (putaran/menit).
MODUL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY
“TEKNIK PEMESINAN”
C. Informasi Umum
1. Identitas Modul
Nama Penyusun : Team Teknik Pemesinan
Institusi : SMK Negeri 6 Batam
Tahun : 2024
Jenjang Sekolah : SMK
Kelas/Fase : XI/F
Alokasi Waktu : 6 JP X 1 Minggu
2. Elemen
Teknik Pemesinan Bubut
3. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami tentang Teknik Pemesinan Bubut.
4. Profil Pelajar Pancasila
a. Bergotong royong
b. Bernalar kritis
c. Mandiri
5. Sarana dan Prasarana
c. Sarana/Alat dan Media : Papan Tulis, Marker, Laptop, Proyektor.
d. Prasarana/materi dan bahan ajar : Mesin Bubut
6. Target Peserta Didik
Modul ajar ini diperuntukkan untuk peserta didik Teaching Factory.
7. Model Pembelajaran : Teaching Factory
D. Komponen Inti
1. Tujuan Pembelajaran
Menganalisis berbagai jenis pekerjaan pada pemesinan bubut
2. Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat Menganalisis berbagai jenis pekerjaan pada pemesinan bubut
3. Pertanyaan pemantik
d. Pernahkah kalian Mengetahui berbagai jenis pekerjaan pada pemesinan
bubut?
e. Apa yang dimaksud pembubutan facing/permukaan, rata/ lurus, bertingkat,
tirus, alur ulir, profil)?
f. Apakah kalian tahu pembubutan facing/permukaan, rata/ lurus, bertingkat,
tirus, alur ulir, profil)?
4. Persiapan pembelajaran
Peserta didik menyiapkan diri dan mencari materi yang akan diajarkan. Guru
menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Langkah-Langkah Profil Pelajar Alokasi
Pembelajaran Pancasila Waktu
1. Pendahuluan 8. Memberi salam dan Beriman dan 30 Menit
memulai pelajaran bertakwa kepada
dengan berdoa bersama Tuhan Yang Maha
dipimpin oleh seorang Esa
peserta didik (bergantian
setiap pertemuan).
9. Menanyakan kabar,
kesehatan siswa dan
kesiapan siswa.
10. Meng
ecek kehadiran siswa.
11. Memberikan
apersepsi.
Bernalar kritis
12. Memberikan motivasi
berkaitan dengan materi
pelajaran yang akan
dipelajari.
13. Memberikan
pertanyaan pemantik
14. Menjelaskan secara
singkat tujuan
pembelajaran dan
kompetensi yang akan
dicapai serta cakupan
materi sesuai capaian
pembelajaran.
2. Inti Teaching Factory 225 Menit
1. Modeling
peserta didik menyimak
penjelasan pendidik Bernalar kritis
tentang materi yang akan
dibahas.
2. Inquiry
Peserta didik
mengidentifikasi langsung
berbagai jenis pekerjaan Bernalar kritis
pada pemesinan bubut.
3. Questioning
✓ Peserta didik
mengeksplorasi tentang
berbagai jenis pekerjaan
Bernalar kritis
pada pemesinan bubut
4. Learning Community
✓ Peserta didik berdiskusi Bergotong royong
secara kelompok tentang dan Bernalar kritis
berbagai jenis pekerjaan
pada pemesinan bubut
5. Reflection
✓ Peserta didik
mengkomunikasikan hasil
kerjanya.
Mandiri dan
bernalar kritis
3. Penutup 4. Memberikan refleksi Mandiri dan 15 Menit
terhadap kegiatan yang bernalar kritis
sudah dilaksanakan Beriman dan
memberi dan meminta bertakwa kepada
informasi terkait jati diri Tuhan yang Maha
dan hubungan keluarga. Esa
5. Menutup/mengakhiri
pelajaran tersebut dengan
membaca doa dipimpin
oleh seorang peserta didik
secara bergantian setiap
pertemuan.
6. Mengucapkan salam dan
menjawab salam
6. Asesmen
c. Asesemen Diagnostik
Pilhan Jawaban
Daftar Pertanyaan
No. Sudah Belum
Materi: Berbagai Jenis Pekerjaan Pada
Pemesinan Bubut
Apakah anda sudah dapat mengatuhui berbagai
1.
jenis pekerjaan pada pemesinan bubut?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan
2. pembubutan facing/permukaan, rata/ lurus,
bertingkat, tirus, alur ulir, profil)?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan
3. Kendala pembubutan facing/permukaan, rata/
lurus, bertingkat, tirus, alur ulir, profil)?
d. Asesmen Formatif
- Diskusi kelas
9. Pengayaan dan Remidial
a. Remedial
Format Remedial
No. Nama Elemen Materi KKM Hasil Ket.
Siswa
Awal Akhir
b. Pengayaan
Memberikan Materi/Tugas Tambahan untuk siswa yang sudah tuntas materi
10. Refleksi/Lampiran
a. Lembar Refleksi untuk Guru
Pertanyaan Refleksi Jawaban
5. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran?
6. Apakah semua siswa aktif dalam
kegiatan pembelajaran?
7. Apa saja kesulitan siswa yang
dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
8. Apakah siswa yang memiliki
kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
8. Apa level pencapaian rata- rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran
ini?
9. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
10. Apa strategi agar seluruh siswa dapat
menuntaskan kompetensi?
b. Lembar Refleksi untuk siswa
Selalu melakukan kegiatan yang aman dan selamat ditempat kerja maupun
dirumah dan tempat lainnya.
c. Bahan Materi guru
Jenis Pekerjaan Pada Pemesinan Bubut
Dalam proses pembubutan, material dipotong dengan menggunakan alat
potong yang tepat untuk menciptakan bentuk dan dimensi yang diinginkan.
Hasil dari pemotongannya sendiri beragam, tergantung dengan jenis
pembubutan yang Anda lakukan. Maka dari itu, jenis-jenis pembubutan ini
penting Anda pahami. Yuk langsung simak saja berbagai jenis-jenis
pembubutan tersebut berikut ini.
1. Pembubutan Cakram (Facing)
Pembubutan facing merupakan salah satu teknik penyayatan dengan
menggunakan gerakan pahat bubut pada sebuah material. Metode ini
digunakan untuk menyayat permukaan ujung material serta mengurangi
bagian panjangnya.
Mesin bubut digunakan dengan pahat datar yang diposisikan secara tegak
lurus terhadap sumbu permukaan material yang berputar. Pembubutan
facing banyak digunakan untuk memperbaiki permukaan yang rusak atau
tidak rata.
Saat melakukan proses finishing, disarankan untuk menggerakkan pahat
dari bagian dalam ke luar. Pendekatan ini dapat menghasilkan hasil akhir
yang lebih presisi dan berkualitas tinggi.
2. Pembubutan Alur (Turning)
Pembubutan alur termasuk salah satu operasi pembubutan yang paling
umum dilakukan. Pada proses ini, material yang berlebih akan dihilangkan
untuk menghasilkan alur yang merata pada material. Penghilangan
material ini dilakukan hingga mencapai diameter yang diinginkan.
Ada dua jenis operasi pembubutan alur yang perlu Anda pahami, yaitu
operasi kasar (rough) dan operasi finishing. Pada operasi pembubutan
kasar, Anda tidak perlu memperhatikan akurasi dan kehalusan
permukaan material. Fokus utama pembubutan kasar adalah waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Di sisi lain, operasi pembubutan finishing tidak hanya menyelesaikan
pekerjaan, tetapi juga berfokus pada akurasi dan kehalusan permukaan
yang baik. Alhasil, material yang Anda potong berkualitas tinggi.
3. Pembubutan Pembor (Boring)
Pembubutan pembor dilakukan untuk menghasilkan lubang pada benda
kerja dengan tingkat akurasi yang tinggi. Proses ini menggunakan pahat
bor yang berputar dan bergerak linear untuk menciptakan lubang dengan
diameter dan kedalaman yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Alat yang digunakan dalam proses pembubutan ini adalah pahat
pemotong satu titik. Alat ini akan memasuki material secara aksial untuk
menciptakan bentuk yang telah ditentukan dan memperdalam atau
memperbesar lubang yang sudah ada.
Namun, penting untuk diketahui bahwa operasi ini tidak dapat
menciptakan lubang baru. Pemboran berguna hanya ketika lubang sudah
dibor sebelumnya. Selain itu, pemboran dapat digunakan untuk
memperbaiki lubang yang kurang sempurna.
4. Pembubutan Ulir (Threading)
Pembubutan ulir adalah pembubutan yang melibatkan penggunaan alat
mekanis untuk memotong ulir pada permukaan luar material. Alat
tersebut melakukan gerakan ulir dengan bergerak sepanjang sisi material.
Alat yang digunakan untuk melakukan proses ini yaitu pahat berbentuk
ulir.
Supaya pekerjaan Anda dapat dilakukan dengan baik, mesin harus diatur
dengan benar. Jika hasil pemotongan yang diinginkan berkualitas tinggi,
maka mesin harus diatur terlebih dahulu agar proses pembubutan bisa
dilakukan pada tempat yang sama. Anda pun bisa mendapatkan hasil ulir
yang sesuai dengan ukuran yang Anda inginkan.
5. Pembubutan Silindris
Pembubutan silindris merupakan proses pembubutan di mana material
disayat secara sejajar dengan sumbu putar. Selain itu, metode ini juga
sering digunakan untuk menghasilkan diameter yang seragam. Salah satu
contohnya adalah pembubutan poros lurus. Jenis pembubutan ini sangat
umum digunakan dalam berbagai keperluan.
6. Parting
Parting yaitu suatu proses pembubutan di mana gerakan alatnya sejajar
dengan sumbu material. Selain dilakukan dengan gerakan sejajar, parting
juga sering dilakukan dengan teknik tegak lurus. Pembubutan parting
umumnya digunakan untuk memisahkan atau memotong material.
Bahkan, banyak yang menganggap bahwa parting sama dengan proses
cutting off.
7. Pembubutan Tirus
Bubut tirus adalah suatu metode pemotongan silindris yang menghasilkan
perbedaan diameter secara konsisten. Teknik ini umumnya digunakan
untuk pembuatan poros tirus atau konis. Ada tiga metode yang dapat
digunakan dalam teknik bubut tirus, yaitu menggunakan meja silang
(compound rest), perpindahan kepala tetap (tailstock), dan penggunaan
alat khusus (taper attachment).
MODUL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY
“TEKNIK PEMESINAN”
E. Informasi Umum
1. Identitas Modul
Nama Penyusun : Team Teknik Pemesinan
Institusi : SMK Negeri 6 Batam
Tahun : 2024
Jenjang Sekolah : SMK
Kelas/Fase : XI/F
Alokasi Waktu : 6 JP X 1 Minggu
2. Elemen
Teknik Pemesinan Bubut
3. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami tentang Teknik Pemesinan Bubut.
4. Profil Pelajar Pancasila
a. Bergotong royong
b. Bernalar kritis
c. Mandiri
5. Sarana dan Prasarana
e. Sarana/Alat dan Media : Papan Tulis, Marker, Laptop, Proyektor.
f. Prasarana/materi dan bahan ajar : Mesin Bubut
6. Target Peserta Didik
Modul ajar ini diperuntukkan untuk peserta didik Teaching Factory.
7. Model Pembelajaran : Teaching Factory
F. Komponen Inti
1. Tujuan Pembelajaran
Menerapkan prosedur teknik membubut eksentrik
2. Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat Menerapkan prosedur teknik membubut eksentrikt
3. Pertanyaan pemantik
a. Pernahkah kalian Mengetahui prosedur teknik membubut eksentrik?
b. Apa yang dimaksud pembubutan eksentrik
c. Apakah kalian tahu pembubutan eksentrik?
4. Persiapan pembelajaran
Peserta didik menyiapkan diri dan mencari materi yang akan diajarkan. Guru
menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Langkah-Langkah Profil Pelajar Alokasi
Pembelajaran Pancasila Waktu
1. Pendahuluan 15. Mem Beriman dan 30 Menit
beri salam dan memulai bertakwa kepada
pelajaran dengan berdoa Tuhan Yang Maha
bersama dipimpin oleh Esa
seorang peserta didik
(bergantian
setiap pertemuan).
16. Men
anyakan kabar, kesehatan
siswa dan kesiapan siswa.
17. Meng
ecek kehadiran siswa.
18. Memberikan
Bernalar kritis
apersepsi.
19. Memberikan motivasi
berkaitan dengan materi
pelajaran yang akan
dipelajari.
20. Memberikan
pertanyaan pemantik
21. Menjelaskan secara
singkat tujuan
pembelajaran dan
kompetensi yang akan
dicapai serta cakupan
materi sesuai capaian
pembelajaran.
2. Inti Teaching Factory 225 Menit
1. Modeling
peserta didik menyimak
penjelasan pendidik Bernalar kritis
tentang materi yang akan
dibahas.
2. Inquiry
Peserta didik
mengidentifikasi langsung
prosedur Teknik Bernalar kritis
membubut eksentrik.
3. Questioning
✓ Peserta didik
mengeksplorasi tentang
prosedur teknik
Bernalar kritis
membubut eksentrik
4. Learning Community
✓ Peserta didik berdiskusi Bergotong royong
secara kelompok tentang dan Bernalar kritis
prosedur teknik
membubut eksentrik
5. Reflection
✓ Peserta didik
mengkomunikasikan hasil
kerjanya.
Mandiri dan
bernalar kritis
3. Penutup 7. Memberikan refleksi Mandiri dan 15 Menit
terhadap kegiatan yang bernalar kritis
sudah dilaksanakan Beriman dan
memberi dan meminta bertakwa kepada
informasi terkait jati diri Tuhan yang Maha
dan hubungan keluarga. Esa
8. Menutup/mengakhiri
pelajaran tersebut dengan
membaca doa dipimpin
oleh seorang peserta didik
secara bergantian setiap
pertemuan.
9. Mengucapkan salam dan
menjawab salam
6. Asesmen
e. Asesemen Diagnostik
Pilhan Jawaban
Daftar Pertanyaan
No. Sudah Belum
Materi: Prosedur Teknik Membubut
Eksentrik
Apakah anda sudah dapat mengatahui prosedur
1.
teknik membubut eksentrik?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan prosedur
2. teknik membubut eksentrik?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan
3. Kendala prosedur teknik membubut eksentrik?
f. Asesmen Formatif
- Diskusi kelas
11. Pengayaan dan Remidial
a. Remedial
Format Remedial
No. Nama Elemen Materi KKM Hasil Ket.
Siswa
Awal Akhir
b. Pengayaan
Memberikan Materi/Tugas Tambahan untuk siswa yang sudah tuntas materi
12. Refleksi/Lampiran
a. Lembar Refleksi untuk Guru
Pertanyaan Refleksi Jawaban
9. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran?
10. Apakah semua siswa aktif dalam
kegiatan pembelajaran?
11. Apa saja kesulitan siswa yang
dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
12. Apakah siswa yang memiliki
kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
11. Apa level pencapaian rata- rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran
ini?
12. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
13. Apa strategi agar seluruh siswa dapat
menuntaskan kompetensi?
b. Lembar Refleksi untuk siswa
Selalu melakukan kegiatan yang aman dan selamat ditempat kerja maupun
dirumah dan tempat lainnya.
c. Bahan Materi guru
Prosedur Teknik Membubut Eksentrik
Secara umum membubut eksentris adalah suatu proses penyayatan logam
yang dikerjakan pada mesin bubut dengan sumbu putar benda kerja lebih
dari satu. Eksentris berfungsi untuk mengubah gerak berputar menjadi gerak
lurus atau sebaliknya. Proses pembubutan eksentris dengan menggunakan
cekam rahang tiga dapat membuat pekerjaan efisien dan lebih cepat
daripada menggukan cekam empat rahang karena pembubutan eksentris
menggunakan cekam empat raang penyetelan benda kerja harus satu bidang
satu bidang sehingga waktunyapun akan terbuang lama hanya untuk
menyetel benda kerja saja. Pada proses pemesinan pekerjaan bubut
eksentrik banyak sekali diaplikasi pada pembuatan komponen-kompoenen
pemesinan yang hampir mirip dengan poros engkol.
Dalam pembubutan ada beberapa jenis pembubutan diantaranya ada
pembubutan dengan kecepatan, pembubutan mesin, pembubutan bangku,
pembubutan ruang perkakas, pembubutan kegunaan khusus, pembubtan
turet dan pembubtan otomatis. Dalam pembubutan tirus menggunakan
senter begitupula dengan pembubutan eksentris. Pembubutan eksentris
hampir sama dengan pembubutan rata hanya yang membedakan hanyalah
hasilnya saja. Membubut eksentris tirus dapat dilakukan dengan beberapa
cara diantaranya.
1. Pergeseran senter
2. Menggunakan cekam empat rahang
3. Menggunakan cekam tiga rahang
Untuk proses yang menggunakan lubang senter dibuat seteliti mungkin
dalam hal ini akan lebih mudah kalau pembubutannya menggunakan antara
dua senter dan lubang – lubang senter dihilangkan kemudian yang sumbunya
kecil dibuat dan diberi lubang lagi.
Apabila kita akan membubut eksentris poros engkol dengan menggunakan
eksentrisitas yang besar maka benda kerja akan melengkung karena adanya
sebuah tekanan dari senter yang digunakan. Untuk mencegah terjadinya
kelelngkungan benda kerja maka kita pasangkan ganjal yang sesuai dengan
yang dibutuhkan dan dipsangkan diantara pipi – pipi engkol. Ketinggian ganjal
dapat dihitung dengan cara menggunakan rumus sebagai berikut.
:1,5e-r+ (mm) (untuk pengencangan luar)
h:1,5e+r- (mm) (untuk pengencangan dalam)
dimana,
h = tinggi ganjal
e = eksentrisitas
r = jari – jari pengencang benda kerja
Setelah penghitungan tebal ganjal masuk kedalam persiapan kerja yang
sangat penting karena ini menunjang untuk berjalannya proses pembubutan
eksentris.
Dalam persiapan kerja yang harus dilakukan diantaranya adalah.
1. Tentukan putaran mesin
2. Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
3. Kotak kunci (tool box)
4. Pemasangan benda kerja
5. Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
6. Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati diameter
terbesar dan panjang yang diinginkan.
7. Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan sisi
penandaan pergeseran senter.
8. Buat pergeseran senternya pada dua sisi penampang benda kerja
Perbedaan cekam tiga rahang dengan cekam empat rahang diantaranya.
1. Cekam empat rahang pengaturannya bebas sedangkan cekam tiga rahang
dengan cara bergerak memusat
2. Cekam empat rahang penguncian dilakukan secara manualsedangkan
cekam tiga rahang secara otomatis
3. Cekam tiga rahang menggunakan dua senter sedangkan cekam empat
rahang tidak
MODUL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY
“TEKNIK PEMESINAN”
G. Informasi Umum
1. Identitas Modul
Nama Penyusun : Team Teknik Pemesinan
Institusi : SMK Negeri 6 Batam
Tahun : 2024
Jenjang Sekolah : SMK
Kelas/Fase : XI/F
Alokasi Waktu : 6 JP X 1 Minggu
2. Elemen
Teknik Pemesinan Bubut
3. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami tentang Teknik Pemesinan Bubut.
4. Profil Pelajar Pancasila
a. Bergotong royong
b. Bernalar kritis
c. Mandiri
5. Sarana dan Prasarana
g. Sarana/Alat dan Media : Papan Tulis, Marker, Laptop, Proyektor.
h. Prasarana/materi dan bahan ajar : Mesin Bubut
6. Target Peserta Didik
Modul ajar ini diperuntukkan untuk peserta didik Teaching Factory.
7. Model Pembelajaran : Teaching Factory
H. Komponen Inti
1. Tujuan Pembelajaran
Menerapkan prosedur teknik membubut ulir segi empat untuk batang dan murnya
2. Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat Menerapkan prosedur teknik membubut ulir segi empat untuk
batang dan murnya
3. Pertanyaan pemantik
d. Pernahkah kalian pernah melakukan Pembubut ulir segi empat untuk batang
dan murnya?
e. Apa yang dimaksud Pembubut ulir segi empat untuk batang dan murnya
f. Apakah kalian tahu Pembubut ulir segi empat untuk batang dan murnya?
4. Persiapan pembelajaran
Peserta didik menyiapkan diri dan mencari materi yang akan diajarkan. Guru
menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
5. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Langkah-Langkah Profil Pelajar Alokasi
Pembelajaran Pancasila Waktu
1. Pendahuluan 22. Mem Beriman dan 30 Menit
beri salam dan memulai bertakwa kepada
pelajaran dengan berdoa Tuhan Yang Maha
bersama dipimpin oleh Esa
seorang peserta didik
(bergantian
setiap pertemuan).
23. Men
anyakan kabar, kesehatan
siswa dan kesiapan siswa.
24. Meng
ecek kehadiran siswa.
25. Memberikan
Bernalar kritis
apersepsi.
26. Memberikan motivasi
berkaitan dengan materi
pelajaran yang akan
dipelajari.
27. Memberikan
pertanyaan pemantik
28. Menjelaskan secara
singkat tujuan
pembelajaran dan
kompetensi yang akan
dicapai serta cakupan
materi sesuai capaian
pembelajaran.
2. Inti Teaching Factory 225 Menit
1. Modeling
peserta didik menyimak
penjelasan pendidik Bernalar kritis
tentang materi yang akan
dibahas.
2. Inquiry
Peserta didik
mengidentifikasi langsung
Pembubut ulir segi empat Bernalar kritis
untuk batang dan murnya
3. Questioning
✓ Peserta didik
mengeksplorasi tentang
Pembubut ulir segi empat
Bernalar kritis
untuk batang dan murnya
4. Learning Community
✓ Peserta didik berdiskusi Bergotong royong
secara kelompok tentang dan Bernalar kritis
Pembubut ulir segi empat
untuk batang dan murnya
5. Reflection
✓ Peserta didik
mengkomunikasikan hasil
kerjanya.
Mandiri dan
bernalar kritis
3. Penutup 10. Memberikan refleksi Mandiri dan 15 Menit
terhadap kegiatan yang bernalar kritis
sudah dilaksanakan Beriman dan
memberi dan meminta bertakwa kepada
informasi terkait jati diri Tuhan yang Maha
dan hubungan keluarga. Esa
11. Menutup/mengakhiri
pelajaran tersebut dengan
membaca doa dipimpin
oleh seorang peserta didik
secara bergantian setiap
pertemuan.
12. Mengucapkan salam dan
menjawab salam
6. Asesmen
g. Asesemen Diagnostik
Pilhan Jawaban
Daftar Pertanyaan
No. Sudah Belum
Materi: Pembubut ulir segi empat untuk
batang dan murnya
Apakah anda sudah dapat mengatahui prosedur
1. Pembubut ulir segi empat untuk batang dan
murnya?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan Pembubut
2. ulir segi empat untuk batang dan murnya?
Apakah anda sudah dapat menjelaskan
3. Kendala Pembubut ulir segi empat untuk batang
dan murnya?
h. Asesmen Formatif
- Diskusi kelas
13. Pengayaan dan Remidial
a. Remedial
Format Remedial
No. Nama Elemen Materi KKM Hasil Ket.
Siswa
Awal Akhir
b. Pengayaan
Memberikan Materi/Tugas Tambahan untuk siswa yang sudah tuntas materi
14. Refleksi/Lampiran
a. Lembar Refleksi untuk Guru
Pertanyaan Refleksi Jawaban
13. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran?
14. Apakah semua siswa aktif dalam
kegiatan pembelajaran?
15. Apa saja kesulitan siswa yang
dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
16. Apakah siswa yang memiliki
kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
14. Apa level pencapaian rata- rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran
ini?
15. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
16. Apa strategi agar seluruh siswa dapat
menuntaskan kompetensi?
b. Lembar Refleksi untuk siswa
Selalu melakukan kegiatan yang aman dan selamat ditempat kerja maupun
dirumah dan tempat lainnya.
c. Bahan Materi guru
Proses membubut ulir
Proses pembuatan ulir bisa dilakukan pada mesin bubut. Pada mesin bubut
konvensional (manual) proses pembuatan ulir kurang efisien, karena
pengulangan pemotongan harus dikendalikan secara manual, sehingga
proses pembubutan lama dan hasilnya kurang presisi. Dengan mesin bubut
yang dikendalikan CNC proses pembubutan ulir menjadi sangat efisien dan
efektif, karena sangat memungkin membuat ulir dengan kisar (pitch) yang
sangat bevariasi dalam waktu relatif cepat dan hasilnya presisi.. Ulir segi tiga
tersebut bisa berupa ulir tunggal atau ulir ganda. Pahat yang digunakan untuk
membuat ulir segi tiga ini adalah pahat ulir yang sudut ujung pahatnya sama
dengan sudut ulir atau setengah sudut ulir. Untuk ulir metris sudut ulir adalah
60o sedangkan ulir Whitwoth sudut ulir 55o Identifikasi ulir biasanya
ditentukan berdasarkan diameter mayor dan kisar ulir. Misalnya ulir M5x0,8
berarti ulir metris dengan diameter mayor 5 mm dan kisar (pitch) 0,8 mm.
Selain ulir metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir Whitworth (sudut
ulir 55o). Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir dan jumlah
ulir tiap inchi. Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8” jumlah ulir tiap inchi adalah
16 (kisarnya 0,0625”). Ulir ini biasanya digunakan untuk membuat ulir pada
pipa mencegah kebocoran fluida). Selain ulir segi tiga, pada mesin bubut bisa
juga dibuat ulir segi empat. Ulir segi empat ini biasanya digunakan untuk ulir
daya. Dimensi utama dari ulir segi empat pada dasarnya sama dengan ulir
segi tiga yaitu : diameter mayor, diameter minor, kisar (pitch), dan sudut
helix. Pahat yang digunakan untuk membuat ulir segi empat adalah pahat
yang dibentuk (diasah) menyesuaikan bentuk alur ulir segi empat dengan
pertimbangan sudut helix ulir. Pahat ini biasanya dibuat dari HSS atau pahat
sisipan dari bahan karbida