RKS Pengadaan Lift Gedung GKN II
RKS Pengadaan Lift Gedung GKN II
UMUM
Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari
persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut
perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan
klausul- klausul lain ya dari syarat-syarat umum.
Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada
PeraturanDaerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional,
Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah
mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan
Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak
terbatas, antara lain seperti dibawah ini:
1. PERATURAN UMUM
Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut:
1. BRITISH STANDARD
2. ANSI Code A.17.1
3. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. th. 1978
4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3.4.53 th1987.
5. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan
Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin pemasangan Instalasi
Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. Suatu daftar
referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran.
1. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi
dan sama mengikatnya.
2. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan
pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada.
3. Gambar-gambar Arsitek, Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagaireferensi untuk
pelaksanaan.
1.3. KOORDINASI
1. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya, agar
seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
2. Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi
yang lain.
3. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibatnya
menjadi tanggung jawab pemborong.
1. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pemborong harus menyerahkan gambar
kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.
2. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan,
lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding
dan dimensi accessories yang dipakai. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang
tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas.
3. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan
yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang diragukan, pemborong harus segera
menghubungi MK/Direksi Pengawas.
1. Umum
Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK, dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan
ataupun material, Pemborong harus menyerahkan shop drawing, daftar peralatan dan bahan yang akan
digunakan pada proyek ini untuk disetujui olehMK/Direksi Pengawas.
Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan
dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini.
2. Shop Drawings
Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk
diperiksa dan disetujui. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah
mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur, Arsitek maupun gambar-gambar instalasi
lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek.
3. Daftar Peralatan dan Bahan
Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus
diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang
lengkap dengan data-data teknis, performance dari peralatan. Daftar peralatan dan bahan yang
diajukan harus memenuhi spesifikasi.
4. Seleksi Data
Untuk persetujuan bahan dan peralatan, Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan
menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga).
Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda.
Data-data pemilihan meliputi :
- Manufacturer Data
Berupa brosur-brosur, spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail
sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi.
- Performance Data
Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yangmeliputi informasi
yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang
- Quality Asurance
Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. yang
menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah terpasang di beberapa
lokasi, dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik.
1. Umum
Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang
dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikanmaupun pada gambar-gambar
rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur.
Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena sesuatu hal yang tidak bisa
dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setara atau lebih baik yang
disetujui. Bila pihak MK/Direksi Pengawas, membuktikan bahwa penggantinya itu betul setara atau lebih
baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong.
4. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang )
Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambartransparant daln 3 (tiga) set
gambar cetak birunya. Gambar as built drawing inilengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada
proyek ini, berikut gambar-gambardetail dan gambar potongan. As built ini harus menunjukkan lokasi
dan posisi yangtepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom,dinding
dan lain sebagainya. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambarcetak biru dari Gambar
Kontrak terhadap deviasi-deviasi, pengembangan dan revisi-revisiyang terjadi semasa pelaksanaan.
Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat
diperlukan/dikehendaki.
1.8. LAPORAN-LAPORAN
1. Laporan Bulanan
Pemborong wajib membuat Bulanan yang memberikan gambaran mengenai :
a. Progres kemajuan pekerjaan dari pengadaan barang, pengiriman sampai proses serah terima
barang.
b. Laporan progress pembongkaran eksisting/lama
c. Laporan progress pemasangan lift baru
d. Izin Lift layak operasi dari disnaker
e. Laporan pengetesan Lift sebelum serah terima.
2. Laporan Pengetesan
Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalamrangkap 3 (tiga)
mengenai hal-hal sebagai berikut :
Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi
Hasil pengetesan peralatan dan fungsi
Hasil pengetesan kabel, dan lain sebagainya.
Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihakMK/Direksi
Pengawas.
1.9. GARANSI
Semua peralatan, bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal penyerahan pertama.
Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir, bila terjadi kerusakan atau
kegagalan pekerjaan instalasi, Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya
sendiri.
Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap
berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Bila terjadi kerusakan padaperalatan utama
(mis : motor terbakar ), maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya
digulung baru.
a. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak
saatpenyerahan pertama.
b. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan
melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna, baik yang belum atau yang sudah
diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya.
c. Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih
merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya.
d. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama
berupa :
As built drawing
Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain :
- Brosur Teknis
- Maintenance Manual
- Operator Manual
- Elektrikal wiring/control
Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan
alamat dan nomor telepon.
Data test report
Semua point a s/d g harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets.
1. Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan,
harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas.
2. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak
MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga).
3. Perubahan material, dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis
sebelum dilaksanakan. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh
MK/Direksi Pengawas secara tertulis.
1. Pembobokan tembok, lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan
instalasi ini, harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini.
1. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi
secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu.
2. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi
ini, apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada
gangguan dalam instalasi ini.
3. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jamsejak
waktu dipanggil. Bila tidak, maka perbaikan dapat diberikan kepada orang laindengan beban
biaya ditanggung oleh Pemborong.
2. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara
lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman, sehinggapada waktu serah
terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakanoleh pemilik.
3. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pad frekwensi 50
Hz ±2 Hz dan tegangan 220/380 Volt ±10 %
2.1. UMUM
Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini
ataupun yang tertera dalam gambar terlampir.
Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuan-ketentuan
pada spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang
ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan
hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga
sempurna.
Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebagai berikut :
PEKERJAAN PERSIAPAN :
1. Mengirim program kerja (workplan) termasuk jenis merek/material lift yang akan digunakan,
metoda kerja, time schedule, jenis perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan
digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan dilakukan.
2. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal dilakukannya
pelaksanaan pekerjaan dengan mengajukan Request For [Link] PERSIAPAN :
PEKERJAAN PELAKSANAAN :
1. Pembongkaran unit lift lama (Eksisting) sebanyak 2 unit
2. Pengadaan, pemasangan, pengaturan dan pengujian Lift/Elevator, lengkap dengankontrol
dan accessoriesnya.
3. Pengadaan, pemasangan, pengaturan dan pengujian sumber daya listrik, panel-panel,
peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini.
4. Pengadaan, pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator
ini.
5. Menyerahkan gambar-gambar, buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data
teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang.
6. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan.
7. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan, dan instalasinya yang terpasang selama1
(satu) tahun sejak serah terima pertama.
Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan unit lift baru sebanyak 2 unit
2. Pembongkaran unit lift lama (Eksisting) sebanyak 2 unit
3. Pengadaaan dan pemasangan semua material, peralatan utama serta perlengkapan bantu yang
diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar
ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan
sempurna dalam pemasangannya.
4. Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat
guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine
(semua profil baja harus dicat anti karat).
5. Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta
perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut.
6. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-
tenaga yang ditunjuk oleh pemilik.
7. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain:
- Operation manual
- Maintenance manual
- Daftar suku cadang yang perlu disediakan
- Gambar as built drawing
- Semua electronic dan electric wiring dll.
8. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan
instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam
penawaran pekerjaan ini .
2. Lantai Kereta
Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan
kemudian.
Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator
2. Landing Door
Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya
Dilengkapi dengan narrow jamb
Terbuat dari stainless steel
Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan
mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weightcloser.
4. Hall Button
Hanya ada satu buah disetiap lantai
- Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas.
- Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasike arah bawah.
- Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah.
Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan.
6. Buffer
Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet
setebal 5 mm.
Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car
buffer dan yang lain untuk counter weight buffer.
Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri olehpemborong
pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada).
7. Guide Rail
Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai
contohnya adalah sebagai berikut:
Untuk Kereta Lift/Elevator.
Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange, ketinggian dan berat
nominal, sesuai standart kapasitas.
Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi
siku ukuran 80x80x8 mm.
Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”.
Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14,5” yang dipasang dengan
mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya.
Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat antikarat.
Selain ketentuan tersebut diatas, konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah
ditentukan dari pabrik.
8. Counter Weight
Rangka counter weight terbuat dari profil baja.
Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban
(balancing 50%), yang terbuat dari besi cor.
Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat.
9. Campensating
- Rope dengan inovasi terbaru yang menggunakan coated steel belt yang dibungkus
dengan karet polyurethane yang lebih flexibel dan juga memliki umur pakai ±3x lebih
lama dibandingkan steel rope biasanya, dimana setiap rope kecil diberi arus listrik dan
terkoneksi ke RBI. Selain itu steel rope biasa dilakukan pengecekan setiap waktu untuk
mengetahui diameter rope sudah aus/belum, kondisi steel rope sudah
kering/berserabut dan steel rope kemungkinan slip lebih besar namun untuk steel belt,
tidak perlu dilakukan pengecekan karena sudah terkoneksi dengan RBI device dan
kemungkinan slip = 0 serta tidak menimbulkan noise.
10. Rem
Rem harus menggunakan sistem arus listrik.
Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup
memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar.
Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit
kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk
memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk
memberhentikan lift.
Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras.
Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepasrem secara
manual setelah kereta lift berhenti secara darurat.
1. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan
toleransi 10 % Volt 50 Hz.
2. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton
dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft untuk type lift yang menggunakan ruang
mesin
3. Antara base frame dan penyangga, harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredamgetaran,
dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm.
Untuk type lift yang menggunakan ruang lift.
4. Untuk mesin lift yang tidak memiliki ruangan (room less), mesin dipasang dan menempel pada
konstruksi kereta bagian atas yang telah didesugn secara fix dan safety oleh produsen lift.
5. Mesin dilengkapi dengan Regeneration Drive dengan saving energy hingga 75%.
3.5. ROPE
1. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja dengan model coated steel belt.
2. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standard.
3. Sistem pemasangan rope mengikuti standarisasi dari pabrikan dan sudah mengikuti ketentuan
safety
4. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan.
5. Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat
yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak
beroperasi selama pintu tersebut terbuka.
6. Lift ini pada project ini harus menggunakan coated steel belt yang dibungkus dengan karet
polyurethane yang lebih flexibel dan juga memliki umur pakai ±3x lebih lama
dibandingkan steel rope biasanya, dimana setiap rope kecil diberi arus listrik dan
terkoneksi ke RBI. Selain itu steel rope biasa dilakukan pengecekan setiap waktu untuk
mengetahui diameter rope sudah aus/belum, kondisi steel rope sudah
kering/berserabut dan steel rope kemungkinan slip lebih besar namun untuk steel belt,
tidak perlu dilakukan pengecekan karena sudah terkoneksi dengan RBI device dan
kemungkinan slip = 0 serta tidak menimbulkan noise.
7. Lift memiliki Resistance Based Inspection (RBI) berfungsi untuk memonitor kondisi
coated steel belt selama 7 hari 24 jam. Sehingga memudahkan pihak gedung
mengetahui setiap masalah yang terjadi pada steel belt.
4. LAIN - LAIN
BASIC DATA LIFT
Use Passanger
Quantity (Unit) / No: 2/ P2
Drive System ACVVVF
Model/Source OTIS GeN2Regen / OE
CLC
Type P1000-CO-60
Power Supply 380 v +/-5%; 3 Ph.; 50
Hz;6.2KW
Lighting 220 VAC, 1 Ph.; 50 Hz
Operation Control Duplex
Capacity (kg) 1000
Speed (m/m) 60
Travel (mm) 22,480
Door Type 2 - Panel Center
Opening
Floor/ Stops / 6/6/6/0 - Front
Openings / Non Stops Opening Only
- Entrance Type
Front 1~6 Floors Served
Rear NONE
Location Side Counter
Weight
Safety Without
Rope Type Coated steel belt
polyurethane with RBI
System
Machine Type / PM Gearless Machine
Location / Within the Hoistway
DIMENSION (PER UNIT)
Hwy Size (W x D mm) 2200 x 2100
Car Size (W x D x H 1500 x 1600 x
mm) 2300
Opening Size (W x H mm) 900 x 2100
Pit Depth (mm) 1500
Overhead (mm) 4660
LIFT CAR INTERIOR FINISHING
Car Ceiling 4081L, Painted steel
sheet frame
(Color:W1003)
Car Transom Hair Line Stainless
Steel
Car Door Hair Line Stainless
Steel
Car Door Sill Extruded Hard
Aluminium
Front Returns Panels Hair Line Stainless
Steel
Side & Rear Wall Hair Line Stainless
Panels Steel
Kick Plate NONE
Car Flooring PVC 4901(MA-0201)
Handrail None
CAR FIXTURES AND FINISHING
No. of Normal COP's 1 / COP2 (Swing Type)
/ COP Type
COP Location At Right Front Return
Panel
COP Button Type BR27A - Hairline
Stainless Steel Button
CPI Type 7" TFT-LCD UI5
CPI Location Integrated to COP
COP/CPI Faceplate Hair Line Stainless
Steel
LANDING FIXTURES AND FINISHING
Button BR27B - Hall Call
Hairline
Stainless
Steel Button
Face Plate Hairline Stainless Steel
Riser 1 Riser for 1 Car
Main Floor 7" TFT - LCD Hall Position
UI5 Indicator
(Integrated as
HBP11
Separate)
Typical Floor 7" TFT - LCD UI5
(Integrated as HBP11
Separate)
Main Floor None Hall Lantern
Typical Floor None
Main Floor Not Provided Transom
Panels
Typical Floor Not Provided
Main Floor Narrow Door Jamb
(Frame S)
Hairline
Stainless
Steel
Typical Floor Narrow (Frame S)
Hairline Stainless Steel
Main Floor Hair Line Landing Door
Stainless
Steel
Typical Floor Hair Line Stainless
Steel
Landing Door Sills Extruded Hard
Aluminium
STANDARD FEATURES ( PROVIDED)
10. Interphone 1. Adjustable Car and
system (Non Bus Hall Call Door Open
Type) Dwell Timing
2. Car Call 11. Overload
Cancellation Protection with signal
light
3. Car light /fan Auto 12. Load Non Stop
Off Device
4. Nudging Operation 13. Independent
Operation (Except
Simplex)
5. Car Arrival Chime 14. Anti Nuisance Car
Call Protection
6. Emergency Alarm 15. Parking Operation
on top Car at Main Floor
7. Emergency Stop 16. Anti Crime
Operation Protection (ACP)
8. Releveling 17. Door Time
Operation Protection - Close &
Open
9. Emergency light in 18. Top of car
Car with Automatic Emergency Exit (EEC)
Charger
OPTIONAL FEATURES
1. Automatic Rescue Provided
Emergency Device
(ARED)
2. Regenerative Drive Provided
3. Car Door Provided
Protection (LCDP)
4. Emergency Provided
Fireman Operation
(EFO2)
5. Attendant Service Provided
Operation (ATT1)
ULFA ALFIAH
NIP.198211122009012007