MAKALAH KETERAMPILAN KLINIK PRAKTEK KEBIDANAN
“KONSEP PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN DAN SUBCUTAN”
Dosen Pembimbing : Dina Anggraini, SST, [Link]
Disusun oleh Kelompok 3:
1. Jenyta Elmia
2. Jessica Flora Nadita
3. Khoiria Helmi Pujiati
4. Lara Puspita Sari
5. Lara Putri Santika
6. Luffia Shalsa Nabilla
7. Maria Marcedes
8. Mei Natalia Simanjuntak
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU PROGRAM STUDI
KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA TIGA TAHUN 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami hanturkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas segala rahmat-Nya
sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul KONSEP
PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN DAN SUBCUTAN Dan harapan dari kelompok
kami, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca, untuk
kedepannya dapat memperbaiki dan menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................i
DAFTAR ISI .......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1. Latar Belakang...........................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah......................................................................................2
1.3. Tujuan........................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................4
2.1. Definisi Injeksi IC (Intracutan).................................................................4
2.2. Tujuan Injeksi IC (Intracutan) …………………………………………..5
2.3. Indikasi dan Kontrak Indikasi Intracutan……………………………………5
2.4. Definisi Injeksi Subcutan (SC)………………………………………………7
2.5. Tujuan……………………………………………………………………….8
BAB III PENUTUP ...........................................................................................10
3.1. Kesimpulan.............................................................................................10
3.2. Saran ......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pemberian obat kepada Klien ada beberapa cara, yaitu melalui rute oral, parenteral, rektal,
vagina, kulit, mata, telingga dan hidung. Pemberian obat secara parenteral adalah pemberian
obat selain melalui saluran pencernaan. Pemberian obat secara parenteral lebih cepat diserap
dibandingkan dengan obat oral tetapi tidak dapat diambil kembali setelah diinjeksikan.
Pemberian obat parenteral memerlukan pengetahuan keperawatan yang sama dengan obat-
obat dan topical (lokal pada kulit). Namun karena injeksi merupakan prosedur invasiv, teknik
aseptik harus digunakan untuk meminimalkan resiko injeksi. Tujuan dari pemberian obat
secara parenteral adalah mencegah pentakit dengan jalan memberikan kekebalan atau
imuninasi.
Memepercepat reaksi obat dalam tubuh untuk mempercapat proses penyembuhan,
melaksanakan uji coba obat, dan melaksakan tindakan diagnostik. Indikasi pemeberian obat
secara parenteral adalah kepada klien yang memerlukan obat dengan reaksi cepat, klien yang
tidak dapat diberi obat melalui mulut, dank lien dengan penyakit tertentu yang harus
mendapat pengobatan dengan cara suntik, misalnya streptomycin atau insulin.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian injeksi intra cutan dan subcutan?
2. Apa tujuan dari injeksi intra cutan dan subcutan?
3. Apa indikasi injeksi intra cutan dan subcutan?
4. Bagaimana kontraindikasi injeksi intra cutan dan subcutan?
5. Bagaimana langkah langkah pemberian obat secara IC dan SC?
1.3. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian injeksi intra cutan dan subkutan
2. Untuk memahami apa tujuan dari injeksi intra cutan dan subcutan
3. Untuk memahami indikasi injeksi intra cutan dan subcutan
4. Untuk memahami tentang kontraindikasi injeksi intra cutan dan subcutan
5. Untuk memahami langkah langkah pemberian obat secara IC dan SC
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Injeksi IC (Intracutan)
Injeksi intra Cutan adalah pemberian obat kedalam lapisan dermal kulit tepat di bawah
epidermis. Biasanya hanya sejumlah keeil larutan yang di gunakan ( cth : 0,1 ml). metode
pemberian ini sering kali digunakan untuk uji alergi dan penapisan tuberkolosis. Lokasi
injeksi intracutan biasanya pada lengan bawah bagian dalam, dada atas dan punggung
dibawah scapula.
Lengan kiri umunya digunakan untuk panapisan tbc dan lengan kanan digunakan untuk
semua pemeriksaan lain.
Injeksi intradermal diberikan kedalam dermis tepat dibawah epidermis. Jalur intradermal
memiliki waktu apsorbsi terlama dari semya parenteral. Untuk alasan inilah injeksi
intradermal digunakan untuk tes sensitivitas, seperti tes tuberculin dan tes alergi, serta
anastesi local.
Keuntungan jalur intradermal untuk tes-tes ini adalah reaksi tubuh terhadap substansi tersebut
mudah diamati, dan derajat reaksi dapat dibedakan melalui studi perbandingan.
Lokasi yang umum digunakan adalah permukaan dalam lengan bawah dan punggung bagian
atas, dibawah scapula. Peralatan yang digunakan untuk injeksi intradermal adalah siring
tuberkuling yang dikalibrasi dalam puluhan dan ratusan ml dan jarum yang berukuran ¼
sampai ½ inci, 26/27 gauge. Dosis yang diberikan secara intradermal kecil, biasanya kurang
dari 0,5 ml. sudut pemberian injeksi intradermal adalah 10-15 derajat.
2.2 Tujuan Injeksi IC (Intracutan)
1. Pasien mendapat pengobatan sesuai program pengobatan dokter
2. Memeperlancar proses pengobatan dan menghindari pemberian obat
3. Membantu menentukan diagnose terhadap penyakit tertentu misalnya tuberculin
4. Menghindari pasien dari efck alergi obat
5. Digunakan untuk skintes atau tes alergi terhadap obata-obatan
6. Pemberian vaksinasi
2.3 Indikasi dan Kontra Indikasi
Indikasi Intracutan:
1. Pasien yang membutuhkan tes alergi
2. Pasien yang melakukan vaksinasi
3. Mengalihkan diagnose penyakit
Kontra indikasi injeksi intracutan:
1. Pasien yang mengalami infeksi pada kulit
2. Pasien denga kulit terbuka
3. Pasien yang sudah dilakikan skintes1.4 Langkah langkah pemberian obat:
Lokasi yang umum digunakan adalah permukaan dalam lengan bawah dan punggung bagian
atas dibawah scapula. Daerah yang sering digunakan adalah daerah yang tidak mengandung
pikmen berkeratin tipis dan tidak berambut seperti lengan atas dan lengan bawah, daerah
clavikula pada dada, daerah scapula pada punggung, permukaan pada media paha.
Lokasi penyuntikan:
1. Lengan atas: tiga jari dibawah sendi bahu, ditengah mulkulus deltoidous.
2. Lengan bawah: bagian depan 1/3 dari lekukan siku, dikulit yang sehat jauh dari pembuluh
darah.
Pemberian obat yang dilakukan dengan cara memasukan obat kedalam jaringan kulit yang
dilakukan untuk tes alergi terhadap obat yang akan diberikan. Pada umumnya diberikan pada
pasien yang akan diberikan antibiotik. Pemberian intracutan pada dasarnya dibawah kulit atau
dibawah dermis/epidermis. Secara umum pada daerah lengan tangan dan daerah
ventral.
Alat dan bahan:
1. Catatan pemberian obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Spuit 1 cc
4. Kapas alcohol dalam tempatnya
5. Cairan pelarut
6. Bak injeksi
7. Bengkok
8. Perlak
Prosedur kerja:
1. Salam pada pasien
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Cuci tangan
4. Pakai sarung tangan
5. Bebaskan daerah yang akan dilakukan suntikan
6. Pasang perlak atau pengalas pada bawah daerah yang akan dilakukan injeksi intracutan
7. Ambil obat yang akan dilakukan tes alergi kemudian larutkan encerkan dengan aquades
ambil 0,5 cc dan encerkan lagi sampai 1 cc lalu siapkan pada bak injeksi.
8. Desinfektan daerah yang akan dilakukan suntikan dengan kapas alcohol
9. Lakukan dengan penusukan dengan lubang jarum menghadap keatas membentuk sudut
10-15 terhadap permukaan kulit
10. Semprotkan obat hingga terjadi gelembung
11. Tarik spuit dan tidak boleh dilakukan masase
12. Lingkari area penusukan dengan menggunakan ballpoint
13. Tunggu kurang lebih 10-15 kemudian catat reaksi yang terjadi
14. Jika terdapat reaksi bintik kemerahan dan pasien merasakan gatal disekitar area
penusukan maka pemberian obat tidak boleh diberikan
15. Rapikan pasien
16. Lepas sarung tangan
17. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
2.4. Definisi Injeksi Subcutan (SC)
Injeksi subcutan (SC) adalah menyuntikkan obat ke jaringan ikat longgar dibawah kulit
karena jaringan subkutan tidak memiliki banyak pembuluh darah seperti otot, maka
penyerapan obat lebih lama dari pada penyuntikan intra muskuler (IM). Obat yang
dimasukkan melalui subkutan yaitu obat dengan dosis kecil yang larut dalam air dan tidak
mengiritasi karena jaringan subkutan mengandung banyak reseptor nyeri. Daerah yang paling
baik untuk penyuntikan adalah lengan atas sebelah luar atau 1/3 bagian dari bahu, abdomen
dari bawah iga sampai batas krista iliaka dan bagian paha atas sebelah luar. Jenis pemberian
obat yang diberikan secara subkutan yaitu insulin, vaksin, narkotik, heparin dan anestesi
lokal.
2.5. Tujuan
1. Melaksanakan uji coba obat tertentu, yang di lakukan dengan cara memasukan obat ke
dalam jaringan kulit yang di lakukan untuk tes alergi dan skin test terhadap obat yang akan di
berikan.
2. Memberikan obat tertentu yang pemberiannya hanya dapat di lakukan dengan cara di
suntik intrakutan, pada umumnya di berikan pada pasien yang akan di berikan obat antibiotik.
3. Membantu menentukan diagnosis penyakit tertentu.
4. Mempndikasi dan kontra indikasi penyerapan oleh tubuh.
Indikasi dan kontra indikasi
Indikasi : biasa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama, karena
tidak memungkinkan diberikan obat secara oral, bebas dari infeksi, lesi kulit, jaringan parut,
tonjolan tulang, atot atau saras besar dibawahnya, obat dosis kecil yang larut dalam air.
Kontra indikasi : obat yang merangsang, obat dalam dosis
besar dan tidak larut dalam air atau minyak.
Langkah langkah pemberian obat:
Alat dan bahan
1. Daftar buku obat/catatan dan jadwal pemberian obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Spuit insulin
4. Kapas alcohol dalam tempatnya
5. Cairan pelarut
6. Bak injeksi
7. Bengkok perlak dan alasnya
Prosedur Keria
1. Cuci tangan
2. prosedur yang akan dilakukan
3. bebaskan daerah yang akan disuntik atau bebaskan suntikan dari pakaian. Apabila
menggunakan pakaian, maka buka pakaian dan di ke ataskan.
4. ambil obat dalam tempatnya sesuai dosis yang akan diberikan.
Setelah itu tempatkan pada bak injeksi.
5. desinfeksi dengan kapas alcohol.
6. reganhkan dengan tangan kiri ( daerah yang akan dilakukan suntikan subkutan ).
7. lakukan penusukan dengan lubang jarum menghadpa ke atas dengan sudut 45 derajat dari
permukaan kulit.
8. lakukan aspirasi, bila tidak ada darah, suntikan secara perlahan-lahan hingga habis.
9. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alcohol dan spuit yang telah dipakai dimasukan
kedalam bengkok.
10. catat hasil pemberian, tanggal, waktu pemberian, dan jenis serta dosis obat.
11. cuci tangan.
BAB III
3.1. KESIMPULAN
Injeksi subkutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit yaitu jaringan konektif
tau lemak dibawah dermis. Setiap jaringan subkutan dapat dipakai untuk area injeksi ini,
yang lazim adalah pada lengan atas bagian luar, paha bagian depan, dan area perut. Injeksi
harus tidak diberikan pada area yang nyeri, merah, pruitis atau edema. Pada pemakaian
injeksi subkutan jangka lama, maka injeksi perlu di rencanakan untuk diberikan secara rotasi
pada area yang berbeda.
Injeksi intracutan adalah pemberian obat kedalam lapisan dermal kulit tepat
dibawan enidermis
Injeksi intracutan seringkali digunakan untuk uji alergi dan penapisan tuber kolosis
Lokasi injeksi intracutan biasanya pada lengan bawah bagian dalam dada atas dan punggung
dibawah scapula
Dalam melakukan injeksi intracutan dikatakan berhasil apabila terdapat papul dilokasi yang
diinjeksi
3.2. SARAN
Sebagai petugas pelayanan kesehatan ketika akan memberikan injeksi subkutan ataupun
injeksi intracutan harus sesuai dengan Standar Oprasinal Prosedurnya (SOP). Karena
pemberian obat melalui subkutan atau injeksi intracutan memiliki kekurangan yaitu harus
menggunakan tekhnik steril, maka dalam pemberian obat melalui subkutan maupun injeksi .
DAFTAR PUSTAKA
Rz oktaviani ira, [Link], Apt, Jannah fathul, [Link], Apt, Sakhnah R, SKM. [Link], 2022,
penyiapan obat.
Wulda imelda agista, Tahun 2021, Injeksi Intracutan,
[Link]