Manuskrip Rancangan Mini Riset
Tugas ini digunakan untuk Tugas Tengah Semester
Mata Kuliah Kajian Problematika Pendidikan Matematika
Diampu oleh Eka Resti Wulan, [Link].
Etnomatematika: Geometri Transformasi Pada
Monumen Simpang Lima Gumul Kota Kediri
Ahmada Maghfirotul Inayah1*, Laylatul Khusnah2 , Ulfa Rohmatin3
1
932300218, A, Tadris Matematika IAIN Kediri; 1ahmadaiin29@[Link]
2
932300518, A, Tadris Matematika IAIN Kediri;; 2laylatulkhusnah01@[Link]
3
932302618, A, Tadris Matematika IAIN Kediri;; 3ulfailmmy26okt@[Link]
ABSTRAK
Matematika adalah ilmu tentang pola, struktur, dan bentuk yang terintegritas
dalam budaya masyarakat. Unsur budaya lokal dan aktivitas masyarakat tidak
mungkin terlepas dari matematika. Oleh karena itu terdapat jembatan yang
menghubungkan antara ilmu matematika dan budaya disebut etnomatematika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis eksplorasi Monumen
Simpang Lima Gumul sebagai ikon kota dan pusat aktivitas masyarakat yang
ternyata tidak terlepas dari unsur dan konsep matematika. Jenis penelitian yang
digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan
etnografi. Pengambilan data dilakukan murni dari observasi dan studi literatur.
Teknik analisis data yang digunakan menggunakan reduksi data, sajian data,
verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simpang Lima
Gumul merupakan contoh monumen yang melibatkan matematika dalam bentuk
etnomatematika. Konsep konsep matematika yang terkandung antara lain konsep
transformasi meliputi translasi (pergeseran) dan refleksi (pencerminan) dan konsep
geometri meliputi kubus, persegi, persegi panjang, trapesium dan setengah
lingkaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai inovasi
pembelajaran matematika khususnya materi geometri transformasi.
Kata kunci: Eksplorasi, Etnomatematika, Geometri Transformasi, monumen
Simpang Lima Gumul Kediri
ABSTRACT
Mathematics is the science of patterns, structures and forms that are integrated in
the culture of society. The elements of local culture and community activities cannot
be separated from mathematics. Therefore there is a bridge that connects
mathematics and culture called ethnomatematics. This study aims to study and
analyze the exploration of the Simpang Lima Gumul Monument as a city icon and a
center for community activity, which apparently cannot be separated from
mathematical elements and concepts. This type of research is a qualitative
descriptive study using an ethnographic approach. Data were collected purely from
observation and literature study. The data analysis technique used was data
reduction, data presentation, verification, and inference. The results showed that
Simpang Lima Gumul is an example of a monument that involves mathematics in
This is an open access article under the CC–BY-SA license
1
2 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
the form of ethnomatematics. The mathematical concepts contained include the
concept of transformation including translation and reflection and the concept of
geometry which includes cubes, squares, rectangles, trapezoidal and semicircles.
The results of this study are expected to be used as an innovation in mathematics
learning, especially in the material of transformation geometry.
Keywords: Exploration, Ethnomatematics, Transformation Geometry, Monumen
Simpang Lima Gumul Kediri
Pendahuluan
Matematika merupakan suatu bidang kajian yang terus berkembang dan
telah menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan
sehari-hari tidak lepas dari yang namanya matematika, seperti halnya
bangunan. Salah satu bangunan yang memiliki unsur matematika adalah
Monumen Simpang Lima Gumul Kediri atau yang sering disebut dengan
SLG. Peneliti tertarik untuk meneliti tentang permasalahan berupa
“Penerapan geometri transformasi pada Monumen Simpang Lima Gumul
Kediri” sebagai titik fokus pada penelitian. Penelitian ini mengenai
bangunan Simpang Lima Gumul. Bangunan SLG ini sangat menarik untuk
diteliti selain bentunya yang unik SLG ini juga dijadikan ikon city branding
Kabupaten Kediri yang diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati yang
menjabat saat itu.
Sebuah bangunan tentunya memiliki nilai budaya tersendiri. Budaya adalah
suatu kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang berlaku dalam suatu
masyarakat yang nilai dan gagasan-gagasannya dihayati oleh sekelompok
orang dalam lingkungan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu (Ratna,
2005). Kebudayaan merupakan suatu hal yang kompleks, mengacu pada
unsur kepercayaan, pengetahuan, seni, moralitas, hukum, adat istiadat,
kemampuan dan kebiasaan lain yang dimiliki oleh manusia sebagai bagian
dari masyarakat (Tylor, 2016). Budaya dan matematika merupakan dua hal
yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika yang melebur dalam kehidupan bermasyarakat disebut
etnomatematika. Etnomatematika merupakan seni atau teknik menjelaskan
dan memahami berbagai latar belakang budaya (Cahyaningrum, 2016).
Etnomatematika adalah salah satu jenis pengetahuan yang menghubungkan
matematika dan unsur budaya. Bentuk hubungan tersebut dapat
diwujudkan dalam penerapan konsep matematika dalam suatu budaya
(street mathematics) dan cara mengajar matematika yang sesuai dengan
budaya setempat. Kepribadian siswa agar siswa dapat mengintregrasikan ke
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 3
dalam konsep matematika yang diajarkan dan merasakan bahwa
matematika bagian dari budayanya (Permatasari, 2018). Kajian
etnomatematika untuk pembelajaran matematika mencakup semua bidang:
arsitektur, tenun, menjahit, petanian, dekorasi dan praktik keagamaan yang
biasanya dikoordinasikan dengan pola yang terjadi di alam atau pola yang
mengarahkan sistem pemikiran abstrak (Wahyuni, 2016).
Geometri merupakan salah satu materi identik digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk menjadi kajian dalam matematika budaya. Dalam hal
ini Monumen Simpang Lima Gumul Kediri akan dikaji mengenai konsep
matematikanya lebih tepatnya konsep geometri. Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri dipilih karena memiliki keunikan dilihat dari segi bentuk,
pola dan ornamennya yang membuat menarik untuk dikaji lebih mendalam
yang diperkirakan berkaitan dengan matematika dalam konsep geometri.
Keterkaitan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dengan matematika
khususnya pada bidang geometri selanjutnya dapat digunakan sebagai
bahan pembelajaran.
Paragraf 5
Kalimat Utama:
Penelitian lain yang bertajuk etnomatematika di Indonesia sudah banyak
dilakukan. Seperti… Jelaskan secara singkat berikut hasilnya, jangan
hanya highlight judulnya saja. Boleh ambil dari paragraf yang sudah
kalian tuliskan berikut. Ambil 5 dari berbagai pulau yang berbeda.
Banyak penelitian etnomatematika yang sudah dilakukan diantaranya, oleh
Puspadewi dan Putra (2014) yaitu teselasi pada kerajinan anyaman Bali,
Abdullah (2020) yaitu konsep geometri transformasi pada ragam hias
bangunan cagar budaya khas Yogyakarta, Hidayatulloh dan Hariastuti
(2018) yaitu konsep bentuk geometris pada angklung paglak Banyuwangi,
Wulandari dan Budiarto (2020) yaitu konsep geometri pada arsitektur
bangunan candi peninggalan Kerajaan Singosari, Lisnani, Zulkardi, Putri
dan Somakim (2020) yaitu bangun datar dari eksplorasi Museum Negeri
Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Paragraf 6
Eksplorasi etnomatematika geometri transformasi telah banyak diteliti dari
motif-motif batik, motif payung, anyaman rotan, dan ukiran tempat ibadah
(Cari penelitian yang sudah ada seperti
[Link]
hl=id&as_sdt=0%2C5&q=etnomatematika+geometri+transformasi&btnG=
&oq=etnomatematika+ ) Namun belum ada penelitian yang mengeksplorasi
lebih mendalam etnomatematika suatu bangunan monumental.
© 2021
4 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
Paragraf 7
Kota Kediri merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia,
yang kaya akan budaya, diantaranya prasasti, tarian tradisional, permainan,
makanan khas, dan sebagainya. Kota Kediri juga memiliki ikon yang
terkenal sebagai Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) menyerupai Arc de
Triomphe, Paris, Perancis. Namun, menurut kajian mendalam yang
dilakukan peneliti, Monumen SLG juga belum pernah diteliti sebagai suatu
kajian etnomatematika di Kota Kediri dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan
dengan beberapa hasil penelitian etnomatematika yang masih belum
membahas tentang Monumen SLG.…. (Jelaskan penelitian etnomatematika
yang ada di Kediri, Blitar, atau TA).
Berdasarkan uraian diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji
dan menganalisis eksplorasi unsur dan konsep matematika yang ada pada
Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) sebagai ikon kota dan pusat aktivitas
masyarakat Kota Kediri. Dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan
sebagai referensi dan inovasi pembelajaran matematika, khususnya materi
geometri transformasi.
Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dan eksploratif. Adapun bentuk penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan
karakterisistik hasil eksplorasi konsep geometri transformasi yang terdapat
dalam Monumen Simpang Lima Gumul Kediri. Dalam penelitian ini yang
menjadi tempat penelitian adalah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
yang berada di Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dipilih sebagai objek penelitian
karena Monumen Simpang Lima Gumul Kediri merupakan ikon Kabupaten
Kediri yang menyerupai bangunan di Kota Paris, Perancis yaitu Arc de
Triomphe selain itu Monumen Simpang Lima Gumul Kediri memiliki unsur
geometri transformasi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dari
berbagai sumber jurnal dan media elektronik, selanjutnya observasi dan
dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diidentifikasi konsep-konsep
matematika yang ada dalam Momumen Simpang Lima Gumul sehingga
dapat dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk studi literarur diambil dari
beberapa jurnal yang berkaitan dengan etnomatematika. Dalam penelitian
ini menggunakan instrumen penelitian observasi, dengan menggunakan
lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengamati Monumen
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 5
Simpang Lima Gumul Kediri. Berikut ini adalah kisi-kisi observasi penelitian
:
Kisi-kisi Observasi Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
Aspek-aspek Matematika dalam
Monumen Simpang Lima Gumul Deskripsi
Kediri
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
barat
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian barat
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
utara
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian utara
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
timur
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian timur
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
selatan
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian selatan
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak atas (atap)
Pola pengubinan pada Monumen
Simpang Lima Gumul Kediri
Tabel [Link] Observasi Monumen Simpang Lima Gumul
Disini peneliti mengamati Monumen Simpang Lima Gumul Kediri pada
bagian sisi tampak depan, tampak atas dan pengubinan. Bagian-bagian
tersebut akan diidentifikasi apakah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
mengandung konsep matematika, lebih tepatnya memiliki unsur-unsur
geometri transformasi.
© 2021
6 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
Hasil Penelitian
Berikut adalah hasil dari instrument berupa lembar observasi :
Aspek-aspek Matematika dalam
Monumen Simpang Lima Gumul Deskripsi
Kediri
Pola Monumen Simpang Lima Pada sisi luar bangunan bagian
Gumul Kediri tampak depan bagian barat terdapat bentuk persegi
barat panjang bagian dinding kanan dan
kiri berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian barat
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian barat yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
utara sisi luar bangunan bagian utara
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 7
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian utara
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian utara yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
timur sisi luar bangunan bagian timur
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian timur
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian timur yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
selatan sisi luar bangunan bagian selatan
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
© 2021
8 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian selatan
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian selatan yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Bagian atas banguna SLG memiliki
Gumul Kediri tampak atas (atap) pola diantaranya terdapat bentuk
persegi panjang yang digabungkan
sehingga membentuk seperti hruf L
balok dan terdapat lingkaran
dibagian tengah.
Pola pengubinan pada Monumen Pola pengubinan ini terdapat pada
Simpang Lima Gumul Kediri bagian bawah bangunan yaitu
bagian lantai bangunan dimana pola
lantai ini termasuk dalam
pengubinan berbentuk persegi yang
sisusun secara tepat dengan tidak
saling tumpang tindih dengan
menggunakan 1 macam segi-n
beraturan.
Dari hasil tersebut, dapat dilihat bahwa Monumen Simpang Lima Gumul
Kediri ini memiliki tampilan yang sangat unik. Hal ini dikarenakan dilihat
dari sisi manapun baik utara, timur, barat, maupun selatan, monument ini
memiliki bentuk dan penempatan ornamen yang benar-benar mirip satu
sama lain. Mulai dari bentuk bangunan, pintu besar di tengah-tengah
monument, relief yang menceritakan sejarah tentang Kediri serta patung
ganesha yang diletakkan di sisi kanan dan kiri.
Berikut adalah foto monumen yang penulis ambil dari beberapa sumber:
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 9
Gambar 1. Monumen Simpang Lima Gumul tampak atas
Gambar [Link] Simpang Lima Gumul tampak depan
Gambar [Link] patung sisi kanan dan kiri monumen
© 2021
10 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
Gambar [Link] jalan masuk monument beserta sketsa
Pembahasan
Motif atau bentuk bangunan SLG disusun sangat dinamis dan menarik
dengan berbagai bentuk yang dihasilkan atau terlihat pada bangunan.
Berikut adalah contoh gambar bangunan SLG.
Dari bangunan tersebut dapat ditemukan berbagai unsur matematika
diantaranya seperti unsur matematika pada bentuk geometri yang berupa
titik, garis dan lainya. Adapun unsur lain seperti setengah lingkaran, persegi
panjang, dan sebagainya. Bentuk arsitektur pada bangunan dihasilkan
melalui transformasi titik, garis, bidang datar melalui translasi (pergeseran),
refleksi (pencerminan), rotasi (perputaran) dan dilatasi.
Penjelasan mengenai unsur-unsur matematika yang terdapat pada bangunan
SLG bisa dilihat pada penjabaran berikut ini:
1. Aplikasi translasi pada bangunan SLG dapat dilihat pada gambar
berikut
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 11
Motif dasarnya adalah bentuk tersebut
yang kemudian digeser atau di translasi n skala sebanyak 1 kali
terhadap garis horizontal yang disertai dengan dilatasi yaitu
berubahnya ukuran pada bentuk tersebut.
Pada garis merah yang terdapat pada gambar menunjukkan adanya
pengaplikasian translasi pada bangunan yang juga disertai dengan
pengaplikasian dilatasi. Jadi pada arsitektur yang dikelilingi garis
merah mengandung 2 unsur yaitu translasi dan dilatasi. Hal itu
dikarenakan bentuknya yang sama dilakukan pergeseran serta pada
hasil pergeseran tersebut juga bentuk ukurannya di perpanjang yang
di perkecil.
Selanjutnya, masih pada atap terdapat bentuk dasar persegi panjang
yang ditranslasikan sebanyak 17 kali
2. Aplikasi refleksi (pencerminan) pada arsitektur SLG
Berikut ini pengaplikasian refleksi yang terdapat pada monument
simpang lima gumul:
© 2021
12 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
Ketika diambil pada salah satu sisi dari bangunan (misalkan sisi de-
pan) dan ditarik garis lurus pada tengah bangunan akan mengasilkan
pencerminan. Bentuk dasarnya dari bangunan adalah
Kemudian dilakukan refleksi terhadap garis vertical sehingga
menghasilkan bentuk seperti pada gambar berikut.
Setelah diperoleh bentuk arsitek tersebut dan disatukan akan menjadi
bentuk utuh yang dapat dilihat dari 4 sisi bangunan.
Selain beberapa konsep atau unsur yang disebutkan diatas masih ada unsur-
unsur lain yang ada pada bangunan SLG tersebut diantaranya:
1. Unsur pengubinan (tesselasi):
Pada bagian lantai yang terdapat di bangunan SLG ada pengubinan
yang bisa dipelajari berikut gambar lantainya:
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 13
Pada bagian lantai pola dan bentuk yang disuse termasuk dalam kon-
sep pengubinan berturan (regular tessellation) yang juga tergolong
dalam 17 macam pola wallpaper group yaitu pm (terdapat refleksi
tanpa glide reflection).
2. Unsur geometri bangun datar
Pada dinding SLG juga terdapat unsur bentuk bangun datar hal ini
bisa diketahui dari gambar berikut:
Bagian dinding luar terlihat terdapat unsur setengah lingkaran dan
persegi panjang. Selain itu, juga terdapat beberapa bentuk trapesium
beraturan pada atap monumen.
Kesimpulan
© 2021
14 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021
Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ban-
gunan Monumen Simpang Lima Gumul pada dasarnya tidak terlepas
dari aspek-aspek matematika khususnya materi transformasi geometri
dan bangun datar. Penelitian ini dapat berguna bagi para siswa untuk
lebih bersemangat belajar matematika tidak hanya dari buku
melainkan dari lingkungan sekitar. Terdapat beberapa kelemahan
pada penelitian ini yaitu penulis tidak mencantumkan metode
wawancara serta dokumentasi foto original dikarenakan sulitnya per-
izinan di masa PSBB. Penulis berharap supaya penelitian ini dapat di-
jadikan acuan untuk penelitian selanjutnya agar mendapatkan hasil
yang lebih sempurna dan akurat
Daftar Pustaka
Abdullah, A.A., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Transformasi Geometri Pada Ragam
Hias Cagar Budaya Khas Yogyakarta. Soulmath: Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika 8(2),
131-238.
© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 15
Hidayatulloh, N., & Hariastuti, R.M., (2018). Kajian Etnomatematika Angklung Paglak
Banyuwangi. AKSIOMA: Jurnal Pendidikan Matematika 7(3), 380-389.
Jati, S.P., Mastur, Z., & Asikin, M., (2019). Potensi Etnomatematika untuk Mengembangkan
Kemampuan Komunikasi Matematis. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika 2,
277-286
Khofifah, L., Sugiarti, T., & Setiawan, T.B., (2018). Etnomatematika Karya Seni Batik Khas
Suku Osing Banyuwangi sebagai Bahan Lembar Kerja Siswa Materi Geometri
Transformasi. Kadikma 9(3), 148-159
Lisnani., Zulkardi., Putri, R.I.I., & Somakim., (2020). Etnomatematika: Pengenalan Bangun
Datar Melalui Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Masharafa: Jurnal Pendidikan
Matematika 9(3), 359-370.
Puspadewi, K.R., & Putra, I.G.N.N. (2014). Etnomatematika di Balik Kerajianan Anyaman
Bali. Jurnal Matematika 4(2), 80-89.
Rahmawati, Y.Z., & Muchlian, M., (2019). Eksplorasi Etnomatematika Rumah Gadang
Minangkabau Sumatra Barat. Jurnal Analisa 5(2), 124-136
Suprana, Eka, & Farida, Nurul., (2019). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis
Etnomatematika pada Materi Geometri Transformasi. Limacon: Journal of Mathematics
Education 1(1), 1-7.
Utami, R.N.F., Muhtadi, D., & Ratnaningsih, N., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Candi
Borobudur. JP3M: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika 6(1), 13-26.
Wulandari, D., & Budiarto, M.T., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Pada Artefak Kerajaan
Singosari. Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika 4(1), 203-217.
© 2021