0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Etnomatematika Geometri di SLG Kediri

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rancangan mini riset tentang etnomatematika pada geometri transformasi pada Monumen Simpang Lima Gumul Kota Kediri. 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep matematika khususnya geometri transformasi yang terkandung pada monumen tersebut. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monumen tersebut melibatkan konsep-

Diunggah oleh

Ahmad Rojak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Etnomatematika Geometri di SLG Kediri

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan rancangan mini riset tentang etnomatematika pada geometri transformasi pada Monumen Simpang Lima Gumul Kota Kediri. 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep matematika khususnya geometri transformasi yang terkandung pada monumen tersebut. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monumen tersebut melibatkan konsep-

Diunggah oleh

Ahmad Rojak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manuskrip Rancangan Mini Riset

Tugas ini digunakan untuk Tugas Tengah Semester


Mata Kuliah Kajian Problematika Pendidikan Matematika
Diampu oleh Eka Resti Wulan, [Link].

Etnomatematika: Geometri Transformasi Pada


Monumen Simpang Lima Gumul Kota Kediri
Ahmada Maghfirotul Inayah1*, Laylatul Khusnah2 , Ulfa Rohmatin3
1
932300218, A, Tadris Matematika IAIN Kediri; 1ahmadaiin29@[Link]
2
932300518, A, Tadris Matematika IAIN Kediri;; 2laylatulkhusnah01@[Link]
3
932302618, A, Tadris Matematika IAIN Kediri;; 3ulfailmmy26okt@[Link]

ABSTRAK
Matematika adalah ilmu tentang pola, struktur, dan bentuk yang terintegritas
dalam budaya masyarakat. Unsur budaya lokal dan aktivitas masyarakat tidak
mungkin terlepas dari matematika. Oleh karena itu terdapat jembatan yang
menghubungkan antara ilmu matematika dan budaya disebut etnomatematika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis eksplorasi Monumen
Simpang Lima Gumul sebagai ikon kota dan pusat aktivitas masyarakat yang
ternyata tidak terlepas dari unsur dan konsep matematika. Jenis penelitian yang
digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan
etnografi. Pengambilan data dilakukan murni dari observasi dan studi literatur.
Teknik analisis data yang digunakan menggunakan reduksi data, sajian data,
verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simpang Lima
Gumul merupakan contoh monumen yang melibatkan matematika dalam bentuk
etnomatematika. Konsep konsep matematika yang terkandung antara lain konsep
transformasi meliputi translasi (pergeseran) dan refleksi (pencerminan) dan konsep
geometri meliputi kubus, persegi, persegi panjang, trapesium dan setengah
lingkaran. Dari hasil penelitian yang dilakukan ini semoga bisa dimanfaatkan
dalam inovasi proses belajar matematika khususnya materi geometri transformasi.
Kata kunci: Eksplorasi, Etnomatematika, Geometri Transformasi, monumen
Simpang Lima Gumul Kediri

ABSTRACT
Mathematics is the science of patterns, structures and forms that are integrated in
the culture of society. The elements of local culture and community activities cannot
be separated from mathematics. Therefore there is a bridge that connects
mathematics and culture called ethnomatematics. This study aims to study and
analyze the exploration of the Simpang Lima Gumul Monument as a city icon and a
center for community activity, which apparently cannot be separated from
mathematical elements and concepts. This type of research is a qualitative
descriptive study using an ethnographic approach. Data were collected purely from
observation and literature study. The data analysis technique used was data
reduction, data presentation, verification, and inference. The results showed that
Simpang Lima Gumul is an example of a monument that involves mathematics in

This is an open access article under the CC–BY-SA license

1
2 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

the form of ethnomatematics. The mathematical concepts contained include the


concept of transformation including translation and reflection and the concept of
geometry which includes cubes, squares, rectangles, trapezoidal and semicircles.
From the results of this research, hopefully it can be used in the innovation of the
mathematics learning process, especially in the material of transformation
geometry.
Keywords: Exploration, Ethnomatematics, Transformation Geometry, Monumen
Simpang Lima Gumul Kediri

Pendahuluan
Matematika merupakan suatu bidang kajian yang terus berkembang dan
telah menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan
sehari-hari tidak lepas dari yang namanya matematika, seperti halnya
bangunan. Salah satu bangunan yang memiliki unsur matematika adalah
Monumen Simpang Lima Gumul Kediri atau yang sering disebut dengan
SLG. Peneliti tertarik untuk meneliti tentang permasalahan berupa
“Penerapan geometri transformasi pada Monumen Simpang Lima Gumul
Kediri” sebagai titik fokus pada penelitian. Penelitian ini mengenai
bangunan Simpang Lima Gumul. Bangunan SLG ini sangat menarik untuk
diteliti selain bentunya yang unik SLG ini juga dijadikan ikon city branding
Kabupaten Kediri yang diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati yang
menjabat saat itu.
Sebuah bangunan tentunya memiliki nilai budaya tersendiri. Budaya adalah
suatu kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang berlaku dalam suatu
masyarakat yang nilai dan gagasan-gagasannya dihayati oleh sekelompok
orang dalam lingkungan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu (Ratna,
2005). Kebudayaan merupakan suatu hal yang kompleks, mengacu pada
unsur kepercayaan, pengetahuan, seni, moralitas, hukum, adat istiadat,
kemampuan dan kebiasaan lain yang dimiliki oleh manusia sebagai bagian
dari masyarakat (Tylor, 2016). Budaya dan matematika merupakan dua hal
yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika yang melebur dalam kehidupan bermasyarakat disebut
etnomatematika. Etnomatematika merupakan seni atau teknik menjelaskan
dan memahami berbagai latar belakang budaya (Cahyaningrum, 2016).
Etnomatematika adalah salah satu jenis pengetahuan yang menghubungkan
matematika dan unsur budaya. Bentuk hubungan tersebut dapat
diwujudkan dalam penerapan konsep matematika dalam suatu budaya
(street mathematics) dan cara mengajar matematika yang sesuai dengan

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 3

budaya setempat. Kepribadian siswa agar siswa dapat mengintregrasikan ke


dalam konsep matematika yang diajarkan dan merasakan bahwa
matematika bagian dari budayanya (Permatasari, 2018). Kajian
etnomatematika untuk pembelajaran matematika mencakup semua bidang:
arsitektur, tenun, menjahit, petanian, dekorasi dan praktik keagamaan yang
biasanya dikoordinasikan dengan pola yang terjadi di alam atau pola yang
mengarahkan sistem pemikiran abstrak (Wahyuni, 2016).
Geometri merupakan salah satu materi identik digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk menjadi kajian dalam matematika budaya. Dalam hal
ini Monumen Simpang Lima Gumul Kediri akan dikaji mengenai konsep
matematikanya lebih tepatnya konsep geometri. Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri dipilih karena memiliki keunikan dilihat dari segi bentuk,
pola dan ornamennya yang membuat menarik untuk dikaji lebih mendalam
yang diperkirakan berkaitan dengan matematika dalam konsep geometri.
Keterkaitan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dengan matematika
khususnya pada bidang geometri selanjutnya dapat digunakan sebagai
bahan pembelajaran.

Paragraf 5
Penelitian lain yang bertajuk etnomatematika di Indonesia sudah banyak
dilakukan. Seperti pada penelitian Larasati dkk (2019) yaitu eksplorasi
etnomatematika bangunan kota lama di kota semarang berikut hasilnya
Etnomatematika menyediakan lingkungan pembelajaran yang menciptakan
motivasi yang baik dan lebih menyenangkan sehingga siswa memiliki minat
yang besar dalam mengikuti pembelajaran matematika yang diharapkan
dapat mempengaruhi kemampuan matematika mereka, terutama
kemampuan pemecahan masalah matematis. Dalam penelitian (Rizky Nur
Afifah, 2019) yaitu etnomatematika pada bangunan tempat ibadah tri
dharma hoo tong bio berdasarkan konsep geometri sebagai bahan ajar siswa
dengan hasil penelitian berupa terdapat etnomatematika pada bangunan
Tempat Ibadah Tri Dharma Hoo Tong berupa unsur matematika yaitu
bangun datar, bangun ruang sisi datar dan kesebangunan. Dalam penelitian
(Sudirman, Dkk) yaitu penggunaan etnomatematika pada karya seni batik
indramayu dalam pembelajaran geometri transformasi dengan hasil
penelitanya Pola bentuk pada motif batik dapat menjadi alternatif sumber
belajar matematika bagi siswa. Dalam penelitian (Aritsya Imswatama, 2019)
yaitu arsitektur rumah adat di sukabumi sebagai bahan pembelajaran
matematika di pendidikan dasar dengan hasil penelitianya terdapat unsur
matematis dari arsitektur bangunan rumah adat Sunda yang dapat
diterapkan dalam pembelajaran matematika diantaranya adalah segitiga dan
segiempat. Dalam penelitian (Khayat, 2020) yaitu etnomatematika: bangun

© 2021
4 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

datar pada benteng van der wijck gombong jawa tengah berikut hasilnya
etnomatematika sebagai pembelajaran yang baru dapat menjembatani
belajar matematika melalui budaya.

Paragraf 6
Eksplorasi etnomatematika geometri transformasi telah banyak diteliti dari
motif-motif batik, motif payung, anyaman rotan, dan ukiran tempat ibadah
seperti yang terdapat dalam penelitian Khofifah (2018) yaitu
etnomatematika karya seni batik khas suku osing banyuwangi sebagai bahan
lembar kerja siswa materi geometri transformasi, namun belum ada
penelitian yang mengeksplorasi lebih mendalam etnomatematika suatu
bangunan monumental.

Paragraf 7
Kota Kediri merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia,
yang kaya akan budaya, diantaranya prasasti, tarian tradisional, permainan,
makanan khas, dan sebagainya. Kota Kediri juga memiliki ikon yang
terkenal sebagai Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) menyerupai Arc de
Triomphe, Paris, Perancis. Namun, menurut kajian mendalam yang
dilakukan peneliti, Monumen SLG juga belum pernah diteliti sebagai suatu
kajian etnomatematika di Kota Kediri dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan
dengan beberapa hasil penelitian etnomatematika yang masih belum
membahas tentang Monumen SLG, namun dari beberapa penelitian yang
membahas tentang etnomatematika dikediri salah satunya seperti
pembahasan tentang batik seperti dalam penelitian yang sudah pernah
dilakukan adalah penelitian yang berjudul “Etnomatematika: Batik Khas
Kediri Sebagai Media Pembelajaran Matematika Barisan dan Deret
Aritmetika” yang dilakukan oleh Habibah Nur Jannah menurutnya budaya
dan matematika merupakan dua hal yang berkaitan erat. Budaya berlaku
dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sedangkan matematika adalah
cabang ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan masalah alam, sosial,
permasalahan sehari-hari maupun budaya (Jannah, 2019).

Berdasarkan uraian diatas, peneliti memiliki tujuan penelitian yaitu untuk


mengkaji dan menganalisis eksplorasi unsur dan konsep matematika yang
ada pada Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) sebagai ikon kota dan
pusat aktivitas masyarakat Kota Kediri. Dari penelitian ini diharapkan dapat
digunakan sebagai referensi dan inovasi dalam pembelajaran dimata
pelajaran matematika, terutama pada materi geometri transformasi.

Metode

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 5

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode


deskriptif dan eksploratif. Adapun bentuk penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan
karakterisistik hasil eksplorasi konsep geometri transformasi yang terdapat
dalam Monumen Simpang Lima Gumul Kediri. Dalam penelitian ini yang
menjadi tempat penelitian adalah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
yang berada di Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dipilih sebagai objek penelitian
karena Monumen Simpang Lima Gumul Kediri merupakan ikon Kabupaten
Kediri yang menyerupai bangunan di Kota Paris, Perancis yaitu Arc de
Triomphe selain itu Monumen Simpang Lima Gumul Kediri memiliki unsur
geometri transformasi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dari
berbagai sumber jurnal dan media elektronik, selanjutnya observasi dan
dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diidentifikasi konsep-konsep
matematika yang ada dalam Momumen Simpang Lima Gumul sehingga
dapat dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk studi literarur diambil dari
beberapa jurnal yang berkaitan dengan etnomatematika. Dalam penelitian
ini menggunakan instrumen penelitian observasi, dengan menggunakan
lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengamati Monumen
Simpang Lima Gumul Kediri. Berikut ini adalah kisi-kisi observasi penelitian
:
Kisi-kisi Observasi Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
Aspek-aspek Matematika dalam
Monumen Simpang Lima Gumul Deskripsi
Kediri
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
barat
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian barat
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
utara
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian utara
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian

© 2021
6 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

timur
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian timur
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak depan bagian
selatan
Ornamen pada Monumen Simpang
Lima Gumul Kediri tampak depan
bagian selatan
Pola Monumen Simpang Lima
Gumul Kediri tampak atas (atap)
Pola pengubinan pada Monumen
Simpang Lima Gumul Kediri
Tabel [Link] Observasi Monumen Simpang Lima Gumul
Disini peneliti mengamati Monumen Simpang Lima Gumul Kediri pada
bagian sisi tampak depan, tampak atas dan pengubinan. Bagian-bagian
tersebut akan diidentifikasi apakah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
mengandung konsep matematika, lebih tepatnya memiliki unsur-unsur
geometri transformasi.

Hasil Penelitian
Berikut adalah hasil dari instrument berupa lembar observasi :
Aspek-aspek Matematika dalam
Monumen Simpang Lima Gumul Deskripsi
Kediri
Pola Monumen Simpang Lima Pada sisi luar bangunan bagian
Gumul Kediri tampak depan bagian barat terdapat bentuk persegi
barat panjang bagian dinding kanan dan
kiri berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 7

secara horizontal mengelilingi sisi


atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian barat
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian barat yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
utara sisi luar bangunan bagian utara
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian utara
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian utara yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
timur sisi luar bangunan bagian timur
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium

© 2021
8 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

dengan 2 lapis dengan ukuran


panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian timur
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian timur yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Keempat sisi dari banguna SLG
Gumul Kediri tampak depan bagian memiliki pola yang sama yaitu Pada
selatan sisi luar bangunan bagian selatan
terdapat bentuk persegi panjang
bagian dinding kanan dan kiri
berjumlah keseluruhan 4 persegi
panjang dengan ukuran yang besar,
bagian tengan terdapat pintu yang
sangat tinggi dan bagian atas
melengkung seperti bentuk
setengah lingkaran. Bagian atas
pintu terdapat bentuk trapesium
dengan 2 lapis dengan ukuran
panjang dan lebar yang berbeda,
setelahnya bagian atas juga terdapat
bentuk persegi panjang dengan
ukuran lebih kecil yang disusun
secara horizontal mengelilingi sisi
atas bangunan.
Ornamen pada Monumen Simpang Ornamen pada sisi bagian selatan
Lima Gumul Kediri tampak depan memiliki bentuk patung manusia
bagian selatan yang menunjukkan sejarah Kediri
jaman dahulu
Pola Monumen Simpang Lima Bagian atas banguna SLG memiliki
Gumul Kediri tampak atas (atap) pola diantaranya terdapat bentuk
persegi panjang yang digabungkan
sehingga membentuk seperti hruf L
balok dan terdapat lingkaran
dibagian tengah.
Pola pengubinan pada Monumen Pola pengubinan ini terdapat pada

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 9

Simpang Lima Gumul Kediri bagian bawah bangunan yaitu


bagian lantai bangunan dimana pola
lantai ini termasuk dalam
pengubinan berbentuk persegi yang
sisusun secara tepat dengan tidak
saling tumpang tindih dengan
menggunakan 1 macam segi-n
beraturan.
Dari hasil tersebut, dapat dilihat bahwa Monumen Simpang Lima Gumul
Kediri ini memiliki tampilan yang sangat unik. Hal ini dikarenakan dilihat
dari sisi manapun baik utara, timur, barat, maupun selatan, monument ini
memiliki bentuk dan penempatan ornamen yang benar-benar mirip satu
sama lain. Mulai dari bentuk bangunan, pintu besar di tengah-tengah
monument, relief yang menceritakan sejarah tentang Kediri serta patung
ganesha yang diletakkan di sisi kanan dan kiri.
Berikut adalah foto monumen yang penulis ambil dari beberapa sumber:

Gambar 1. Monumen Simpang Lima Gumul tampak atas

© 2021
10 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

Gambar [Link] Simpang Lima Gumul tampak depan

Gambar [Link] patung sisi kanan dan kiri monumen

Gambar [Link] jalan masuk monument beserta sketsa

Pembahasan

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 11

Motif atau bentuk bangunan SLG disusun sangat dinamis dan menarik
dengan berbagai bentuk yang dihasilkan atau terlihat pada bangunan.
Berikut adalah contoh gambar bangunan SLG.

Dari bangunan tersebut dapat ditemukan berbagai unsur matematika


diantaranya seperti unsur matematika pada bentuk geometri yang berupa
titik, garis dan lainya. Adapun unsur lain seperti setengah lingkaran, persegi
panjang, dan sebagainya. Bentuk arsitektur pada bangunan dihasilkan
melalui transformasi titik, garis, bidang datar melalui translasi (pergeseran),
refleksi (pencerminan), rotasi (perputaran) dan dilatasi.
Penjelasan mengenai unsur-unsur matematika yang terdapat pada bangunan
SLG bisa dilihat pada penjabaran berikut ini:
1. Aplikasi translasi pada bangunan SLG dapat dilihat pada gambar
berikut

Motif dasarnya adalah bentuk tersebut


yang kemudian digeser atau di translasi n skala sebanyak 1 kali
terhadap garis horizontal yang disertai dengan dilatasi yaitu
berubahnya ukuran pada bentuk tersebut.

Pada garis merah yang terdapat pada gambar menunjukkan adanya


pengaplikasian translasi pada bangunan yang juga disertai dengan
pengaplikasian dilatasi. Jadi pada arsitektur yang dikelilingi garis

© 2021
12 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

merah mengandung 2 unsur yaitu translasi dan dilatasi. Hal itu


dikarenakan bentuknya yang sama dilakukan pergeseran serta pada
hasil pergeseran tersebut juga bentuk ukurannya di perpanjang yang
di perkecil.
Selanjutnya, masih pada atap terdapat bentuk dasar persegi panjang
yang ditranslasikan sebanyak 17 kali

2. Aplikasi refleksi (pencerminan) pada arsitektur SLG


Berikut ini pengaplikasian refleksi yang terdapat pada monument
simpang lima gumul:

Ketika diambil pada salah satu sisi dari bangunan (misalkan sisi de-
pan) dan ditarik garis lurus pada tengah bangunan akan mengasilkan
pencerminan. Bentuk dasarnya dari bangunan adalah

Kemudian dilakukan refleksi terhadap garis vertical sehingga


menghasilkan bentuk seperti pada gambar berikut.

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 13

Setelah diperoleh bentuk arsitek tersebut dan disatukan akan menjadi


bentuk utuh yang dapat dilihat dari 4 sisi bangunan.
Selain beberapa konsep atau unsur yang disebutkan diatas masih ada unsur-
unsur lain yang ada pada bangunan SLG tersebut diantaranya:
1. Unsur pengubinan (tesselasi):
Pada bagian lantai yang terdapat di bangunan SLG ada pengubinan
yang bisa dipelajari berikut gambar lantainya:

Pada bagian lantai pola dan bentuk yang disuse termasuk dalam kon-
sep pengubinan berturan (regular tessellation) yang juga tergolong
dalam 17 macam pola wallpaper group yaitu pm (terdapat refleksi
tanpa glide reflection).

2. Unsur geometri bangun datar

© 2021
14 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

Pada dinding SLG juga terdapat unsur bentuk bangun datar hal ini
bisa diketahui dari gambar berikut:

Bagian dinding luar terlihat terdapat unsur setengah lingkaran dan


persegi panjang. Selain itu, juga terdapat beberapa bentuk trapesium
beraturan pada atap monumen.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ban-
gunan Monumen Simpang Lima Gumul pada dasarnya tidak terlepas
dari aspek-aspek matematika khususnya materi transformasi geometri
dan bangun datar. Penelitian ini dapat berguna bagi para siswa untuk
lebih bersemangat belajar matematika tidak hanya dari buku
melainkan dari lingkungan sekitar. Terdapat beberapa kelemahan
pada penelitian ini yaitu penulis tidak mencantumkan metode
wawancara serta dokumentasi foto original dikarenakan sulitnya per-
izinan di masa PSBB. Penulis berharap supaya penelitian ini dapat di-
jadikan acuan untuk penelitian selanjutnya agar mendapatkan hasil
yang lebih sempurna dan akurat

© 2021
Etnomatematika: Penerapan Geometri Transformasi… 15

© 2021
Manuskrip Rancangan Mini Riset
Tugas ini digunakan untuk Tugas Tengah Semester
Mata Kuliah Kajian Problematika Pendidikan Matematika
Diampu oleh Eka Resti Wulan, [Link].

Daftar Pustaka

Abdullah, A.A., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Transformasi Geometri Pada Ragam


Hias Cagar Budaya Khas Yogyakarta. Soulmath: Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika 8(2),
131-238.

Ardhani, H. W. Monumen Simpang Lima Gumul Sebagai Ikon City Branding Kabupaten
Kediri. FISIP,1-19.
Aritsya Imswatama, I. Z. (2019). Etnomatematika: Arsitektur Rumah Adat di Sukabumi sebagai
Bahan Pembelajaran Matematika di Pendidikan Dasar . Arithmetic: Academic Journal of
Math , 119-130.

Hidayati, N. (2017). Visualisasi Sejarah Dan Legenda Pada Relief Monumen Simpang Lima Gumul
Kediri. Simki-Pedagogia, 1-9.

Hidayatulloh, N., & Hariastuti, R.M., (2018). Kajian Etnomatematika Angklung Paglak
Banyuwangi. AKSIOMA: Jurnal Pendidikan Matematika 7(3), 380-389.

BIBLIOGRAPHY
Jannah, H. N. (2019). Etnomatematika: Batik Khas Kediri Sebagai Media Pembelajaran Matematika
Barisan dan Deret Aritmetika . SEMDIKJAR 3, 440-446.

Jati, S.P., Mastur, Z., & Asikin, M., (2019). Potensi Etnomatematika untuk Mengembangkan
Kemampuan Komunikasi Matematis. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika 2,
277-286
Khayat. (2020). Etnomatematika: Bangun Datar pada Benteng Van Der Wijck Gombong Jawa
Tengah. UNION: Jurnal Pendidikan Matematika , 121-129.

Khofifah, L., Sugiarti, T., & Setiawan, T.B., (2018). Etnomatematika Karya Seni Batik Khas
Suku Osing Banyuwangi sebagai Bahan Lembar Kerja Siswa Materi Geometri
Transformasi. Kadikma 9(3), 148-159

Lisnani., Zulkardi., Putri, R.I.I., & Somakim., (2020). Etnomatematika: Pengenalan Bangun
Datar Melalui Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Masharafa: Jurnal Pendidikan
Matematika 9(3), 359-370.

Medyasari, L.T., Zaenuri., Nino A. (2019). Ekspolorasi Etnomatematika Bangunan Kota


Lama di Kota Semarang. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES, 982-991

Purwaningsih, M. R. (2019). Kajian Etnomatematika Terkait Aktivitas Pembuatan Kerajinan Pahat


Batu Di Dusun Sidoharjo, Desa Temanggung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang,
Jawa Tengan dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta.

Puspadewi, K.R., & Putra, I.G.N.N. (2014). Etnomatematika di Balik Kerajianan Anyaman
Bali. Jurnal Matematika 4(2), 80-89.

This is an open access article under the CC–BY-SA license

1
2 Kajian Problematika Pendidikan Matematika, Semester 6, Tahun 2021

Rahmawati, E. (2019). Etnomatematika Pada Gapura Gazebu Blambangan Sebagai Bahan


Pembelajaran Matematika. Jember.

Rahmawati, Y.Z., & Muchlian, M., (2019). Eksplorasi Etnomatematika Rumah Gadang
Minangkabau Sumatra Barat. Jurnal Analisa 5(2), 124-136.

Rizky Nur Afifah, D. T. (2019). Etnoamtematika pada Bangunan Tempat Ibadah Tri Dharma Hoo
Tong Bio Berdasarkan Konsep Geometri sebagai Bahan Ajar Siswa. Kadikma, 10(1), 25-34.

Sudirman, Rosyadi & Wiwit, D.L. ([Link].). Penggunaan Etnomatematika pada Karya Seni Batik
Indramayu dalam Pembelajaran Geometri Transformasi. Pedagogy, 74-85.

Suprana, Eka, & Farida, Nurul., (2019). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis
Etnomatematika pada Materi Geometri Transformasi. Limacon: Journal of Mathematics
Education 1(1), 1-7.
Suryandaru Prasetyo Jati, Z. M., (2019). Potensi Etnomatematika Untuk Mengebangkan Kemampuan
Komunikasi Matematika. PRISMA Prosiding Seminar Nasional Matematika, 277-286.

Utami, R.N.F., Muhtadi, D., & Ratnaningsih, N., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Candi
Borobudur. JP3M: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika 6(1), 13-26.

Wulandari, D., & Budiarto, M.T., (2020). Etnomatematika: Eksplorasi Pada Artefak Kerajaan
Singosari. Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika 4(1), 203-217.

© 2021

Anda mungkin juga menyukai