0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Integrasi Ilmu dan Kebersihan dalam Islam

Pandangan saya terhadap pemikiran Muhammad Naquib Al Attas dan Raji' Alfaruqi tentang integrasi ilmu dan islamisasi ilmu adalah bahwa keduanya memiliki pandangan penting yang menekankan pentingnya memadukan khazanah ilmu pengetahuan Muslim dan modern serta merekonstruksi ilmu agar sejalan dengan Islam. Islam mengajarkan tanggung jawab umatnya terhadap lingkungan melalui prinsip keseimbangan dan kebaikan serta menekankan pentingnya men
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Integrasi Ilmu dan Kebersihan dalam Islam

Pandangan saya terhadap pemikiran Muhammad Naquib Al Attas dan Raji' Alfaruqi tentang integrasi ilmu dan islamisasi ilmu adalah bahwa keduanya memiliki pandangan penting yang menekankan pentingnya memadukan khazanah ilmu pengetahuan Muslim dan modern serta merekonstruksi ilmu agar sejalan dengan Islam. Islam mengajarkan tanggung jawab umatnya terhadap lingkungan melalui prinsip keseimbangan dan kebaikan serta menekankan pentingnya men
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

RADEN FATAH PALEMBANG


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri KM. 3,5 Kota Palembang Sumatera Selatan 30126
Website: [Link]

UJIAN TENGAH SEMESTER


TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Mata Kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan


Kode Mata Kuliah UIN 2072
SKS 2
Hari/Tanggal Selasa/ 06 Juni 2023
Waktu 10:31
Sifat Ujian Take Home
Program Studi PGMI
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Dosen Pengampu Siti Fatimah, [Link].I
Otorisasi/Pengesahan
Dosen Pengampu GPMP Prodi PGMI Ketua Prodi PGMI

Siti Fatimah, [Link].I Al-Ikhwana, [Link].I Dr. Tutut Handayani, [Link].I


NIP. NIP. 197811102007102004

A. Petunjuk Mengerjakan Soal


1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan baik dan tepat.
2. Gunakan analisis dengan menggunakan teori-teori yang relevan

B. Soal
1. Muhammad Naquib Al Attas dan Raji’Alfaruqi. Keduanya merupakan cendikiawan
muslim dalam bidang ilmu pengetahuan. Pemikiran gagasan mereka mengenai integrasi
ilmu, islamisasi ilmu. Pemahaman mengenai integrasi ilmu sebagaimana dikemukakan
oleh Muhaimin, bahwa gagasan al-faruqi memiliki empat langkah yang ditempuh yakni;
pertama, penguasaan khazanah ilmu pengetahuan muslim, kedua penguasaan khazanah
ilmu pengetahuan masa kini, ketiga Identifikasi kekurangan-kekurangan ilmu
pengetahuan berkaitan dengan ideal Islam, keempat, merekonstruksi ilmu-ilmu tersebut
sehingga menjadi suatu paduan yang selaras dengan wawasan dan ideal Islam.
Sedangkan Muhammad Naquib al-Attas yang sepaham dalam hal integrasi mengatakan
tantangan terbesar yang dihadapi umat muslim pada saat ini yakni tantangan
pengetahuan. Proses integrasi tersebut yang sangat dirasakan perkembangan ilmu
pengetahuannya. Perkembangan ilmu pengetahuan eksakta, sosial dapat berhimpun
dengan Ilmu Ilahia sehingga menjadi sebuah pendekatan dalam disiplin kelilmuan.
Memandang segala sesuatu tidak hanya berbatas hal yang logis dan empiris. Lalu
bagaimana pandangan anda terhadap pemikiran kedua toko tersebut!
2. Islam merangkul segala aspek kehidupan. Nilai-nilai keislaman dapat tercermin dari
aktivitas kehidupan dari bangun tidur hingga tidur kembali. Hal sederhana yakni
menjaga kebersihan. Agar tetap menjaga kelestarian alam semesta. Apa pendapat anda
mengenai hal tersebut, apa saja yang perlu dijaga di alam semesta, bagaimana Islam
memangang hal tersebut!

Good Luck
NAMA : Inka Rizka Amalia Putri
NIM : 2220201073
KELAS : PGMI 03 - 2022
MATA KULIAH : Islam & Ilmu Pengetahuan ( IIP )

JAWABAN
1. Pandangan saya terhadap pemikiran Muhammad Naquib Al Attas dan Raji' Alfaruqi
tentang integrasi ilmu dan islamisasi ilmu adalah bahwa kedua tokoh tersebut memiliki
pandangan yang penting dan relevan dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan
pemahaman Islam.
Pemikiran Raji' Alfaruqi tentang integrasi ilmu melalui empat langkah yang disebutkan
oleh Muhaimin menekankan pentingnya memadukan khazanah ilmu pengetahuan Muslim
dengan khazanah ilmu pengetahuan masa kini. Dalam langkah-langkah ini, Alfaruqi
mengajukan ide bahwa umat Muslim perlu menguasai dan mengidentifikasi kekurangan
ilmu pengetahuan modern yang tidak selaras dengan ideal Islam. Kemudian, ilmu-ilmu
tersebut harus direkonstruksi agar sejalan dengan wawasan dan ideal Islam. Pendekatan ini
memungkinkan integrasi yang harmonis antara pengetahuan umum dan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Muhammad Naquib Al Attas menganggap tantangan utama umat Muslim
saat ini adalah tantangan pengetahuan. Menurutnya, integrasi ilmu pengetahuan adalah cara
untuk menghadapi tantangan tersebut. Al Attas menekankan pentingnya menyatukan ilmu
pengetahuan eksakta dan sosial dengan pemahaman Ilahiah (yang berhubungan dengan
Tuhan) dalam pendekatan ilmiah. Pandangan ini melibatkan pemahaman yang lebih luas
tentang realitas, tidak hanya berfokus pada aspek logis dan empiris, tetapi juga
mempertimbangkan dimensi spiritual dan nilai-nilai Islam.
Dalam analisis ini, teori yang relevan adalah teori integrasi ilmu dan interdisiplin dalam
pendidikan. Teori ini menekankan pentingnya mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu
dalam pendidikan untuk memahami kompleksitas dunia dan solusi terhadap masalah yang
dihadapi. Pendekatan ini sesuai dengan pemikiran kedua tokoh tersebut yang
mengadvokasi integrasi antara ilmu pengetahuan umum dan pemahaman Islam.

Referensi:
Al-Attas, S. N. (1980). Islam and Secularism. The Other Press.
Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. The
International Institute of Islamic Thought.
Muhaimin. (2010). Islam dan Ilmu Pengetahuan: Refleksi atas Pemikiran Mohammad Natsir
dan Raji’ Alfaruqi. Jurnal IAIN Pontianak, 4(1), 1-22.
Ziai, A. (2010). Interdisciplinary Theory and Practice for the Future of Higher Education. In
Interdisciplinary Education in the Age of Assessment (pp. 1-11). Palgrave Macmillan.
2. Pendapat saya mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam rangka menjaga kelestarian
alam semesta sejalan dengan nilai-nilai Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi
khalifah di bumi, yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan kelestarian lingkungan.
Islam memandang alam semesta sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga dan dihormati.
Dalam Islam, terdapat prinsip-prinsip yang mendorong pemeliharaan lingkungan. Salah
satu prinsip tersebut adalah prinsip mizan (keseimbangan). Islam mengajarkan agar
umatnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan sumber daya alam dan menghindari
pemborosan atau eksploitasi yang berlebihan. Selain itu, Islam juga menekankan prinsip
ihsan (kebaikan) yang mengharuskan umat Muslim untuk bertindak dengan baik dan
berlaku adil terhadap alam semesta.
Konsep pemeliharaan alam semesta dalam Islam juga terkait dengan prinsip-prinsip etika
lingkungan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan, termasuk menjaga
kebersihan lingkungan sekitar. Rasulullah Muhammad SAW. mengajarkan umatnya untuk
menjaga kebersihan dan menghindari perbuatan yang merusak lingkungan, seperti
pembuangan sampah sembarangan, pencemaran air, dan penggundulan hutan.
Teori yang relevan dalam konteks ini adalah teori etika lingkungan. Teori ini menekankan
pentingnya etika dan tanggung jawab dalam hubungan manusia dengan alam semesta.
Menjaga kebersihan dan kelestarian alam semesta adalah bagian dari tanggung jawab etis
kita sebagai penghuni bumi.
Dalam pandangan Islam, menjaga kebersihan alam semesta adalah wujud dari rasa
tanggung jawab dan kesadaran spiritual terhadap ciptaan Allah. Dengan menjaga
kelestarian alam semesta, umat Muslim dapat melaksanakan ajaran Islam yang
mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan memperlakukan alam dengan kebaikan.

Referensi:
Al-Qur'an
Al-Hadits
Esposito, J. L. (2004). The Oxford Dictionary of Islam. Oxford University Press.
Sardar, Z. (2013). The Environmental Crisis: A Contemporary Islamic Perspective. In Islamic
Environmentalism: Activism in the United States and Great Britain (pp. 29-48).
Routledge.

Anda mungkin juga menyukai