0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan7 halaman

Metode Integral Numerik dalam Matematika

Dokumen tersebut membahas beberapa metode numerik untuk menghitung integral, yaitu metode trapesium, Simpson 1/3, Simpson 3/8, dan Riemann. Metode trapesium membagi area di bawah kurva menjadi beberapa bagian dan menghitung luasnya. Metode Simpson memodelkan kurva menjadi polinomial derajat dua atau tiga. Metode Riemann membagi interval menjadi subinterval dan menghitung luas persegi panjang di bawah kurva.

Diunggah oleh

Boy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan7 halaman

Metode Integral Numerik dalam Matematika

Dokumen tersebut membahas beberapa metode numerik untuk menghitung integral, yaitu metode trapesium, Simpson 1/3, Simpson 3/8, dan Riemann. Metode trapesium membagi area di bawah kurva menjadi beberapa bagian dan menghitung luasnya. Metode Simpson memodelkan kurva menjadi polinomial derajat dua atau tiga. Metode Riemann membagi interval menjadi subinterval dan menghitung luas persegi panjang di bawah kurva.

Diunggah oleh

Boy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE

NUMERIK

INTEGRAL NUMERIK
SHINTA P. SARI
Teknik Informatika
Fakultas Ilmu Komputer

1
INTEGRAL NUMERIK
Salah satu pendekatan untuk menghitung integral numerik kurva f adalah dengan
membagi area di bawah kurva menjadi beberapa bagian yang diawali dengan
menetapkan interval batas kurva. Integral dapat dihampiri dengan menghitung luas
bagian di bawah kurva pada selang interval batas bawah hingga batas atas kurva.

4.1 METODE TRAPESIUM

Gambar 4.1 Ilustrasi metode integral trapezium pada interval a<x<b

Berdasarkan gambar di atas maka misalkan I = luas daerah di bawah kurva, dapat
dihampiri dengan luas trapesium yang teletak di bawah kurva f(x)
f (a)  f (b)
I (b  a)
2
Jika interval nilai a< x < b di bagi menjadi n bagian dengan interval nilai h dimana
ba
h , maka akan diperoleh gambar berikut
n

Gambar 4.2 Ilustrasi metode integral trapezium dengan h = x


2
Berdasarkan gambar di atas di ketahui bahwa luas di bawah kurva yang di hampiri
dengan membagi interval menjadi beberapa bagian akan lebih mendekati sebenarnya.
Semakin kecil nilai h maka akan semakin mendekati nilai sebenarnya.
Rumus aturan trapesium

h n 1

I=  f  X 0   f  X n   2 f  X i 
2 i 1 

Contoh :
3
Diketahui F(x)=2X2+4X+6,  F ( x)dx dengan ukuran langkah 0,4. Tentukan Nilai I dengan
1

menggunakan aturan Trapesium ?


Penyelesaian:
Nilai sebenarnya:
3
2 3
 2 X  4 X  6  dx  3 X  2 X  6 X
2 2

=  (3) 3  2(3) 2  6(3)   (1) 3  2(1) 2  6(1)


2 2
3  3 

= 54 – 8,66667
= 45,33333
Nilai hampiran dengan aturan trapesium
Xn  X0
n
h
3 1
n 5
0.4
h n 1

I =  f ( x0 )  f ( x n )  2 f ( xi) 
2 i 1 

0,4  4

=  f (1)  f (3)  2 f ( xi ) 
2  i 1 

3
=
0.4
 f (1)  f (3)  2 f ( x1)  f ( x2)  f ( x3)  f ( x4)
2

= 0.2 12  36  2 f (1.4)  f (1.8)  f (2.2)  (2.6) 


= 0.2 48  215.52  19.68  24.48  29.92
= 0.2 48  2(89.6) 
= 0.2(227.2)
= 45.44
45.44  45.33333
Ea  x100% = 0,23%
45.3333

4.2 METODE SIMPSON 1/3


Metode Simpson membagi subinterval [a,b] menjadi n subinterval,
dimana n merupakan bilangan genap. Untuk setiap pasang subinterval, luas area di
bawah fungsi f(x)f(x) ditaksir menggunakan polinomial berderajat 2.

Rumus aturan Simpson 1/3


h n 1 n2

I=  f  X 0   f  X n   4  f  X i   2  f  X i 
3 i 1 i 2 

Contoh :

Hitung  X 2 
4
 3 X dx , dengan langkah (h) = 0,5. Gunakan Metode Simpson 1/3!
1

Penyelesaian:
Diketahui
X0 1
Xn  4
4 1 3
n  6
0,5 0,5

Nilai integral sebenarnya :

4
 X 
4 4
2
 3 X dx = 1 3  :
X3  X 2
1 3 2 1

1
=  4  
3 3
42    1  3 
3 2  3 2

64 48 1 3
=   
3 2 3 2
63 45
= 
3 2

= 21  22,5
= 43,5

Nilai hampiran integral dengan aturan Simpson 1/3 dirumuskan sebagai berikut:

h n 1 n2

I =  f  X 0   f  X n   4  f  X i   2  f  X i 
3 i 1 i 2 
 5 4

= 0,166667  f 1  f 4   4  f  X i   2  f  X i 
 i 1 i 2 
 4

= 0,166667 4  28  4 f 1,5  f 2  f 2,5  f 3  f 3,5  2 f  X i 
 i 2 

= 0,16666732  46,75  10  13,75  18  22,75  2 f 2  f 2,5  f 3


= 0,16666732  46,75  10  13,75  18  22,75  210  13,75  18
= 0,16666732  471,25  241,75
= 0,16666732  285  83,5

= 66,7501335

66,7501335  43,5
Ea   100%  53,45%
43,5

5
4.3 METODE SIMPSON 3/8

Metode Simpson 3/8 dikembangkan untuk mengatasi kekurangan metode Simpson


1/3. Jika pada metode Simpson 1/3 digunakan pendekatan polinomial berderajat 2
untuk mencari luas dibawah kurva, pada metode Simpson 3/8 digunakan pendekatan
polinomial berderajat 3 dengan tujuan untuk memperoleh hasil taksiran integral lebih
baik.
Misalkan sebuah fungsi f(x) dengan interval batas a<x<b dan , maka rumus aturan
Simpson 3/8:

4.4 METODE RIEMANN

Integrasi dengan metode Riemann dilakukan dengan membagi interval di wilayah


bawah kurva suatu fungsi menjadi sebanyak m subinterval sama besar. Pada setiap
subinterval dibentuk wilayah luas persegi panjang setinggi kurva pada setiap titik
tengah persegi panjang tersebut. Wilayah luas setiap subinterval diperoleh dengan
mengalikan panjang dan lebar masing-masing persegi panjang. Jumlah masing-masing
wilayah persegi panjang tersebut digunakan untuk menaksir interval integral suatu
fungsi pada interval tertentu.

Misalkan sebuah fungsi f(x) dengan interval batas a<x<b dan, maka rumus integral
metode Riemann adalah sebagai berikut:

dimana m adalah ukuran langkah atau ukuran subinterval.

6
Latihan Soal:
4
Taksirlah nilai integral ∫1 ( 2 𝑥 + 𝑥 2 )𝑑𝑥, dengan ukuran h = 0,5
a. Menggunakan aturan Trapesium
b. Menggunakan aturan Simpson 1/3
c. Menggunakan aturan Simpson 3/8
d. Metode Riemann

Tugas:
Selesaikanlah Latihan soal di atas dengan menggunakan Bahasa pemrograman!

Referensi
Djojodihardjo, Harijono. Metode Numerik. Gramedia Pustaka Utama. 2000
Munir, Rinaldi. Metode Numerik. Informatika.2003. Bandung
Capra, Steven. Applied Numerical Method with Matlab for Engineers & Scientist, Mc
Grawhill, 2012.
Todd Young and Martin J. Mohlenkamp, "Introduction to Numerical Methods and
Matlab Programming for Engineers", 2021

Anda mungkin juga menyukai