0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan30 halaman

IMT dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri

Karya tulis ilmiah ini membahas hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan30 halaman

IMT dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri

Karya tulis ilmiah ini membahas hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT)

DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA


REMAJA PUTRI

KARYA TULIS ILMIAH

OLEH
ANJUN LUTFIA DEWI
NIM.1172027

PROGRAM STUDI D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL
SURAKARTA
2020
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
DENGAN KADAR HEMOGLOBIN
PADA REMAJA PUTRI

LAPORAN KARYA TULIS ILMIAH


DIAJUKAN SEBAGAI PERSYARATAN MENYELESAIKAN
JENJANG PENDIDIKAN DIPLOMA III TEKNOLOGI
LABORATORIUM MEDIS

OLEH
ANJUN LUTFIA DEWI
NIM.1172027

PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL
SURAKARTA
2020

i
KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN


KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI

Disusun Oleh :

ANJUN LUTFIA DEWI

NIM. 1172027

Telah disetujui untuk diajukan pada ujian Karya Tulis Ilmiah

ii
iii
PERNYATAAN KEASLIAN KTI

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Karya Tulis Ilmiah, dengan judul :

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN


KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI

Yang dibuat untuk melengkapi persyaratan menyelesaikan Jenjang Pendidikan


Diploma III Teknologi Laboratorium Medis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Nasional Surakarta, sejauh saya ketahui bukan merupakan tiruan ataupun
duplikasi dari Karya Tulis Ilmiah yang sudah dipublikasikan dan atau pernah
dipakai untuk mendapatkan gelar dilingkungan Program Studi DIII Teknologi
Laboratorium Medis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta maupun
di Perguruan Tinggi atau Instansi manapun, kecuali yang secara tertulis diacu
dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila terdapat bukti tiruan atau duplikasi pada KTI, maka penulis bersedia
untuk menerima pencabutan gelar akademik yang telah diperoleh.

Surakarta, 5 Agustus 2020

Anjun Lutfia Dewi


NIM. 1172027

iv
MOTTO

“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu


tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu”
(Ali bin Abi Thalib)

”Hal besar akan datang kepada orang-orang yang bersabar”


(Ria Ricis)

“If you’re going through a dark period, remember that you’re not alone”
(Demi Lovato)

v
PERSEMBAHAN

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, karunia, kekuatan dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah ini. Sholawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Semoga kita termasuk dalam
golongan orang-orang yang mendapat syafa’atnya di Yaumul Akhir nanti.
Karya Tulis Ilmiah ini bisa diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak
oleh karena itu saya persembahkan Karya Tulis Ilmiah ini kepada :
1. Kedua orang tua saya yang sangat saya cintai dan sayangi, Bapak Sukirno
dan Ibu Atik Ariani. Terima kasih telah memberikan kasih sayang yang tulus
kepada saya tidak pernah berhenti memberikan doa yang terbaik dan
dukungan kepada saya, selalu memberikan semangat yang luar biasa sehingga
saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
2. Adik saya, Alya Dewi Rahmadhani yang selalu memberikan doa serta
dukungan sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.
3. dr. Endang Widhiyastuti, [Link], selaku pembimbing yang senantiasa tanpa
keluh kesah dengan kesabarannya memberikan bimbingan, arahan, dukungan
dan memberikan inspirasi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.
4. Ibu Dewi Saroh, [Link]., [Link] dan Ibu Hari Saktiningsih, [Link] , selaku penguji
Karya Tulis Ilmiah yang telah memberikan saran dan pengarahan sehingga
Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.
5. Ibu Rani Aruningtyas, [Link] selaku instruktur laboratorium yang telah
memberikan saran sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.
6. Tim hematologi teman seperjuangan, Wiki Widyawati, Aprillia Dwi Yanti
dan Wahyu Oktafia, yang telah berjuang bersama, memberikan energi positif
dan semangatnya kepada satu dengan lainnya meskipun hanya melalui media
sosial.
7. Teman “Kepompong” saya Eva Pur, Andev, Upil, Boni, Cinday, dan
Arumtoteles yang telah memberikan dukungan dan memberikan semangat
satu sama lain yang tidak pernah berhenti.

vi
8. Afridanis, Nita, Aviney, dan Elika yang telah memberi dukungan, memberi
semangat dan mendoakan saya dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
9. Keluarga 3B1 Angkatan 2017 yang telah berjuang bersama, berproses
bersama dan saling memberikan dukungan satu dengan lainnya dalam
menghadapi setiap masalah yang hadir selama masa perkuliahan.

vii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan

Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri”.

Penyusun Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu

syarat dalam menyelesaikan program pendidikan D-III Teknologi Laboratorium

Medis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta. Penulisan disusun

berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium dan tinjauan pustaka yang ada.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, doa

dan dukungan dari berbagai pihak sehingga penulis mampu menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Hartono, [Link]., [Link]., Apt selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Nasional Surakarta.

2. Bapak Ardy Prian Nirwana, [Link] Bio., [Link] selaku Kepala Program Studi DIII

Teknologi Laboratorium Medis Sekolah Tinggi Kesehatan Nasional

Surakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah.

3. dr. Endang Widhiyastuti, [Link], selaku pembimbing yang telah

memberikan bimbingan, arahan, dukungan dalam penulisan Karya Tulis

Ilmiah ini.

viii
4. Ibu Dewi Saroh, [Link]., [Link] selaku ketua penguji yang telah memberikan

saran dan pengarahan sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.

5. Ibu Hari Saktiningsih, [Link], selaku anggota penguji yang telah memberikan

saran dan pengarahan sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.

6. Ibu Rani Aruningtyas, [Link] selaku instruktur laboratorium yang telah

memberikan saran sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.

7. Seluruh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta, yang

telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama proses

perkuliahan.

8. Seluruh keluarga yang telah memberikan doa, dukungan dan semangat kepada

penulis.

9. Seluruh pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung

sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh

dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun bagi kesempurnaan Karya Tulis ini. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini

dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi para pembaca.

Surakarta, 5 Agustus 2020

Penulis

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii
HALAMAN PERNYATAAN........................................................................ iv
MOTTO .......................................................................................................... v
PERSEMBAHAN .......................................................................................... vi
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
DAFTAR ISI ................................................................................................... x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii
INTISARI ....................................................................................................... xiv
ABSTRAK ..................................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1
B. Pembatasan Masalah .................................................................................. 3
C. Rumusan Masalah ...................................................................................... 3
D. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4
E. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori ........................................................................................... 6
1. Hemoglobin .......................................................................................... 6
a. Pengertian hemoglobin .................................................................. 6
b. Struktur hemoglobin ...................................................................... 6
c. Fungsi hemoglobin ......................................................................... 9
d. Kadar hemoglobin .......................................................................... 10
e. Faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin ............................. 10
f. Metode pemeriksaan hemoglobin .................................................. 12
2. Indeks Massa Tubuh (IMT) ................................................................. 15
a. Pengertian IMT .............................................................................. 15

x
b. Cara mengukur IMT....................................................................... 15
c. Faktor yang mempengaruhi IMT ................................................... 16
3. Hubungan IMT dan IPK terhadap kadar Hemoglobin. ........................ 19
B. Kerangka Pikir ........................................................................................... 21
C. Hipotesis..................................................................................................... 21
BAB III METODE PENELITIAN
A. Alur Penelitian ........................................................................................... 22
B. Studi Literatur ............................................................................................ 23
C. Pengumpulan Data ..................................................................................... 23
D. Analisis Data .............................................................................................. 24
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil .......................................................................................................... 25
1. Hasil .................................................................................................... 25
2. Analisis Data ....................................................................................... 27
B. Pembahasan ............................................................................................... 28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ............................................................................................... 35
B. Saran ......................................................................................................... 35
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 37

xi
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1 Kadar Hemoglobin 10

1.2 Nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) 16

3.1 Jadwal Penelitian 24

4.1 Data Karakteristik Populasi dan Sampel Penelitian 25


Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Kadar
Hemoglobin

4.2 Data Kriteria Sampel Penelitian 25

4.3 Data Deskriptif Indeks Massa Tubuh dan Kadar 27


Hemoglobin

4.4 Hasil Uji Statistik 27

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Kerangka Pikir 21

3.1 Bagan Alur Penelitian 22

xiii
INTISARI

Anjun Lutfia Dewi. NIM 1172027. HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA


TUBUH (IMT) DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI.
Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah
(eritrosit) yang akan memberikan warna merah pada darah dan juga sebagai
pengangkut oksigen utama di dalam tubuh. Hemoglobin merupakan pengukuran
biokimia darah yang biasa dilakukan pada penentuan kondisi defisiensi zat besi atau
anemia. Prevalensi anemia gizi di Indonesia yaitu 21,7% dengan proporsi 20,6%
di perkotaan dan 22,8% di pedesaan serta 18,4% laki-laki dan 23,9% perempuan.
Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang sederhana untuk
memantau status gizi. Semakin buruk status gizi seseorang maka semakin rendah
kadar hemoglobin orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari jurnal maupun
karya tulis atau skripsi yang pernah dilakukan. Analisa data yang digunakan yaitu
analisis deskriptif.
Hasil penelitian hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar
hemoglobin pada remaja putri didapatkan hasil rata-rata nilai p < 0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar
hemoglobin pada remaja putri.

Kata kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Hemoglobin, remaja putri

xiv
ABSTRACT

Anjun Lutfia Dewi. NIM 1172027. RELATIONSHIP BETWEEN BODY


MASS INDEX (BMI) AND HEMOGLOBIN LEVELS IN ADOLESCENT
GIRLS.
Hemoglobin is a protein substance found in red blood cells (erythrocytes)
which will give blood its red color and also act as the main oxygen carrier in the
body. Hemoglobin is a blood biochemical measurement that, is usually used to
determine conditions of iron deficiency or anemia. The prevalence of nutritional
anemia in Indonesia is 21.7% with a proportion of 20.6% in urban areas and
22.8% in rural areas and 18.4% for men and 23.9% for women. Body Mass Index
(BMI) is a simple measuring tool for monitoring nutritional status. The worse the
nutritional status of a person, the lower the person's hemoglobin level. This study
aims to determine the relationship between body mass index and hemoglobin
levels in adolescent girls.
This research used literature study method. Data collection in this study
used secondary data taken from journals or papers or theses that have been
conducted. The data analysis used is descriptive analysis.
The results of the research on the relationship between body mass index
and hemoglobin levels in adolescent girls showed an average value of p <0.05.
Conclusion: There is a relationship between body mass index and hemoglobin
levels in young women.

Keywords: Body Mass Index (BMI), Hemoglobin, adolescent girls

xv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah

(eritrosit) yang akan memberikan warna merah pada darah dan juga

sebagai pengangkut oksigen utama di dalam tubuh (Riswanto, 2013).

Hemoglobin merupakan pengukuran biokimia darah yang biasa dilakukan

pada penentuan kondisi defisiensi zat besi atau anemia (Iqbal, 2019).

Kekurangan gizi masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia.

Prevalensi anemia gizi di Indonesia yaitu 21,7% dengan proporsi 20,6% di

perkotaan dan 22,8% di pedesaan serta 18,4% laki-laki dan 23,9%

perempuan. Berdasarkan kelompok umur, penderita anemia berumur 5-14

tahun sebesar 26,4% dan sebesar 18,4% pada kelompok umur 15-24 tahun

(Riskesdas, 2013).

Gizi adalah segala sesuatu yang dikonsumsi dan mengandung unsur

gizi dipergunakan untuk mempertahankan kehidupan, mengoptimalkan

pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh. Bila dikelompokkan

manfaat zat gizi bagi wanita sepanjang daur kehidupannya yaitu sebagai

pemberi energi, pendukung pertumbuhan, pemeliharaan jaringan tubuh

serta pengatur proses tubuh sehingga pada masa remaja sangat dibutuhkan

asupan gizi yang baik dan optimal (Siregar, 2018).

Terjadinya kekurangan zat gizi dapat menyebabkan terjadinya

1
2

anemia sehingga mudah mengalami keletihan, sulit konsentrasi sehingga

kerjanya menjadi kurang produktif. Gizi yang memadai, terutama sarapan

yang cukup, berhubungan dengan peningkatan kinerja otak. Anemia gizi

menyebabkan penurunan kemampuan fisik, berpikir dan penurunan

antibodi sehingga mudah terserang infeksi (Shinta, 2019).

Penyebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi terjadi anemia gizi

diantaranya adalah status gizi, lamanya haid, asupan zat besi (Fe) dan

protein, malabsorpsi zat besi, dan penyakit infeksi. Remaja putri

mempunyai resiko lebih tinggi mengalami anemia gizi dibandingkan

remaja putra. Peningkatan kebutuhan besi terutama disebabkan oleh

kehilangan zat besi selama haid, selain itu remaja putri sering lebih

memperhatikan perubahan ukuran tubuh dan penampilan fisiknya

sehingga perilaku atau kebiasaan makannya sering kali keliru, seperti

membatasi asupan makanan, khususnya makanan hewani yang kadang

kala dianggap sebagai makanan yang mengandung lemak, lemak yang

lebih tinggi dapat menyebabkan terjadinya kegemukan (Dieny, 2014).

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang sederhana

untuk memantau status gizi (Iqbal, 2019). Status gizi mempunyai korelasi

positif dengan konsentrasi hemoglobin, artinya semakin buruk status gizi

seseorang maka semakin rendah kadar haemoglobin orang tersebut

(Arumsari, 2008).

Salah satu masalah gizi yang dialami para remaja adalah kelebihan

dan kekurangan Berat badan (BB). Kemenkes menyebutkan dalam Riset


3

Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, salah satu indikator penilaian

status gizi pada remaja usia >18 tahun yaitu dengan Indeks Massa Tubuh

(IMT) (Kemenkes, 2014).

Pola hidup remaja yang tidak teratur seperti zat besi yang tidak

terpenuhi, remaja yang lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji atau

junkfood dapat berpengaruh pada kurangnya penyerapan zat besi, sehingga

dapat mengganggu pembentukan hemoglobin, dan menyebabkan suplai

oksigen yang kurang dalam darah, akhirnya mengalami anemia (Sukarno

dkk, 2016).

Kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu,

badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang lebih kecil (Nurhaedar,

2012). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurdiansyah

(2012) yang menyatakan bahwa ada hubungan antara indeks massa tubuh

(IMT) dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,003.

Berdasarkan masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian tentang “Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan

Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri”.

B. Pembatasan Masalah

Penelitian ini membatasi untuk mencari hubungan antara indeks

massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.

C. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan

kadar hemoglobin?
4

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT)

dan dengan kadar Hemoglobin.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui indeks massa tubuh (IMT) pada remaja putri.

b. Untuk mengetahui kadar hemoglobin pada remaja putri.

c. Menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan

kadar hemoglobin.

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Memperkuat penelitian Nurdiansyah (2012) mengenai hubungan

antara indeks massa tubuh dan kejadian anemia pada mahasiswi PSPD

UIN Syarif Hidayatullah dengan hasil penelitian menunjukan bahwa

terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian anemia

pada mahasiswi PSPD UIN Syarif Hidayatullah.

Memperkuat penelitian Kusudaryati dkk (2018) mengenai

hubungan status gizi (indeks massa tubuh) dengan kadar hemoglobin

pada remaja putri dengan hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada

hubungan antara status gizi (IMT) dengan kadar hemoglobin pada

remaja putri.

2. Manfaat Praktis
5

a. Bagi Akademik

Menambah informasi ilmiah dan menjadi referensi pustaka di

perpustakaan STIKES Nasional mengenai hubungan indeks massa

tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.

b. Bagi Masyarakat

Memberikan informasi bagi masyarakat tentang indeks massa

tubuh (IMT) dan hemoglobin.

c. Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman tentang

hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar

hemoglobin pada remaja putri.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Alur Penelitian

Remaja putri beresiko tinggi mengalami gangguan


gizi karena kehilangan zat besi selama haid. Hal
tersebut dapat menyebabkan Indeks Massa Tubuh
(IMT) dan kadar hemoglobinnya menurun.

Studi literatur tentang hubungan indeks massa


tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja
putri.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan


mengumpulkan data dari penelitian yang pernah
dilakukan sebelumnya.

Data dianalisis secara deskriptif

Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Gambar 3.1 Bagan Alur Studi Literatur

23
24

B. Studi Literatur

Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian

studi literatur merupakan penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan

atas karya tulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun

dipublikasikan. Penelitian studi literatur tidak harus turun ke lapangan dan

bertemu dengan responden. Data – data yang dibutuhkan dalam penelitian

dapat diperoleh dari sumber pustaka atau dokumen. Penelusuran pustaka

tidak hanya untuk langkah awal menyiapkan kerangka penelitian akan

tetapi sekaligus memanfaatkan sumber-sumber perpustakaan untuk

memperoleh data penelitian. Variabel pada penelitian studi literatur

bersifat tidak baku. Sedangkan data yang diperoleh dianalisis secara

mendalam oleh penulis, selanjutnya data dituangkan dalam sub bab – sub

bab sehingga menjawab rumusan masalah penelitian.

C. Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan pengumpulan data sekunder yang

diambil dari skripsi dan jurnal ilmiah tentang hubungan indeks massa

tubuh dan indeks prestasi kumulatif dengan kadar hemoglobin. Sumber-

sumber didapat dari karya ditulis oleh intelektual dan ahli yang

berkompeten pada bidang yang berkompeten pada bidang terkait

diantaranya sebagai berikut :

1. Siregar, E. D. P. 2018. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan

Kejadian Anemia Pada Mahasiswa D-III Kebidanan Tingkat I Di

Poltekkes Kemenkes Medan Tahun 2018. Skripsi. Politeknik


25

Kesehatan Kemenkes RI Medan : Medan.

2. Nurdiansyah, F. 2012. Hubungan Antara Asupan Vitamin C, Indeks

Massa Tubuh, dan Kejadian Anemia pada Mahasiswi PSPD UIN

Syarif Hidayatullah. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah : Jakarta.

3. Kusudaryati, P. D. P., Prananingrum, R. 2018. Hubungan Asupan

Protein dan Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri

Anemia. Surakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PKU

Muhammadiyah Surakarta. Media Publikasi Penelitian. 16 (1) : 37-

42.

D. Analisis Data

Dalam penelitian ini setelah terkumpul data kemudian dianalisis

menggunakan analisis deskriptif. Analisa deskriptif yaitu analisa yang

berhubungan dengan metode pengelompokan dan peringkasan data

sehingga penyajian data akan lebih informatif.

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

Bulan
No Apri Juli Agustus
Kegiatan Februari Mare Mei Juni
. l 2020 2020
2020 t 2020 2020 2020
2020
1. Pengajuan
Judul
2. Penyusuna
n Proposal
3. Ujian
Proposal
4. Penyusunan
Laporan
5. Ujian KTI
26

6. Seminar
Hasil
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan beberapa sumber jurnal penelitian dan skripsi yang

telah dilakukan sebelumnya, dimana rata-rata nilai signifikan (p value)

kurang dari nilai alpha (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada

hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin

pada remaja putri.

B. Saran

1. Bagi Akademik

Menambah referensi tambahan untuk mahasiswa STIKES Nasional

Surakarta mengenai pemeriksaan kadar haemoglobin dan penyusunan

karya tulis ilmiah berupa studi literatur.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian secara

langsung atau menggukan data primer pemeriksaan kadar haemoglobin

dan juga pemeriksaan indeks massa tubuh.

3. Bagi Remaja Putri

a. Perlu asupan gizi yang cukup bagi remaja yang memiliki IMT

dibawah normal, misalnya mengkonsumsi makanan dengan

nutrisi yang seimbang. Contohnya dengan menambah asupan

38
39

protein (telur, daging tanpa lemakl, susu, brokoli dan beberapa

makanan laut seperti ikan dan udang).

b. Perlu asupan gizi yang cukup bagi remaja yang memiliki

hemoglobin yang rendah misalnya mengkonsumsi makanan yang

kaya akan zat besi. Contohnya seperti semua jenis sayuran hijau,

protein hewani dan hati.


DAFTAR PUSTAKA

Achmad, D. S. 2010. Ilmu Gizi. Jakarta : Dian Rakyat.


Adhitya, P. 2014. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Nilai
Lemak Viseral. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.
Jurnal Media Medika Muda.
Almatsier, S. 2011. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Anasari, T., Artathi, E. S., Yuli, T. 2015. Efektifitas Terapi Benson Terhadap
Penurunan Tingkat Kecemasan pada Lansia di Kelurahan Karang
Klesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. Jurnal Kebidanan. 7 (2) : 115-
222.
Arieska, P., Herdiani, N. 2018. Pemilihan Teknik Sampling Berdasarkan
Perhitungan Efisiensi Relatif. Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul
Ulama Surabaya. Jurnal Statistika. 6 (2) : 166-171.
Arumsari, E. 2008. Faktor Risiko Anemia Pada emaja Putri Peserta Program
Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Gizi Besi (PPAGB) di Kota
Bekasi. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor : Bogor
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. 2013.
Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional 2013.
Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. h.216-22
Champe, P. C., Harvey, R. A., Ferrier, D. R. 2010. Biokimia: Ulasan bergambar.
Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Dieny, F. F. 2014. Permasalahn Gizi pada Remaja Putri. Yogyakarta: Graha Ilmu
Hoffbrand, A. V., Pettit, J. E., Moss, P. A. H. 2012. Kapita Selekta Hematologi.
Jakarta : EGC.
Iqbal, M., Desty, E. P. 2019. Penilaian Status Gizi : ABCD. Jakarta : Salemba
Medika.
Kemenkes. 2014. Peraturan Mententeri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2013 tentang
Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi Bangsa Indonesia.
Koolman, J., Roehm, K. H. 2005. Color Atlas of Biochemistry. Edisi 2. Stuttgart:
Thieme.
Kusudaryati, P. D. P., Prananingrum, R. 2018. Hubungan Asupan Protein dan
Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia.
Surakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PKU Muhammadiyah
Surakarta. Media Publikasi Penelitian. 16 (1) : 37-42.

40
41

Kusumawati, E., Lusiana, N., Mustika, I., Hidayati, S., Andyarini, E. N. 2018.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb) Remaja
Menggunakan Metode Sahli dan Digital (Easy Touch GCHb). Surabaya.
Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya. Journal of Health Science and Prevention. 2 (2) : 95-98.
Nugraha, G., Badrawi, I. 2018. Pedoman Tehnik Pemeriksaan Laboratorium
Klinik “Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik”. Jakarta : CV
Trans Info Media
Nurcahyo, F. 2011. Kaitan Antara Obesitas Dan Aktivitas Fisik. Fakultas
Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Jurnal
Medikora 7 (1) : 87-96.
Nurdiansyah, F. 2012. Hubungan Antara Asupan Vitamin C, Indeks Massa
Tubuh, dan Kejadian Anemia pada Mahasiswi PSPD UIN Syarif
Hidayatullah. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah :
Jakarta.
Nurhaedar, J. 2012. Perilaku Gizi Seimbang Pada Remaja. Skripsi. Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin : Makasar.
Parasdia, R. A., Sari, P., Susanti, A. I., Widjayanti, R. 2017. Hubungan Anemia
dengan Status Gizi pada Remaja Putri. Fakultas Kedokteran Universitas
Padjajaran. Sumedang. The Southeast Asian Journal of Midwifery. 3(2) :
27-32.
Pasalina, P. E., Yusri, D. J., Ariadi. 2019. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan
Kejadian Anemia pada Wanita Usia Subur Pranikah. Jurusan Kebidanan
Universitas Baiturrahmah Padang. Padang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan
Kebidanan. 10 (1) : 12-20.
Permatasari, W. M. 2016. Hubungan Antara Status Gizi, Siklus Dan Lama
Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri di SMA Negeri 3
Surabaya. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga :
Surabaya.
Pramono, J. S., Heri, P., Hendri. 2014. Analisis Kadar Hemoglobin Ditinjau dari
Indeks Massa Tubuh, Pola Makan dan Lama Jam Kerja pada Wanita
Pekerja Dinas Pertamanan. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes
Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. Jurnal Husada Mahakam. 3 (8) :
389-442.
Rahayuningtyas, P. S., Dina, R., Rahfiludin, M. Z. 2018. Hubungan Asupan Gizi
dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kadar Hemoglobin Narapidana
Umum Wanita Semarang. Semarang. Universitas Diponegoro Semarang.
Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6 (4) : 224-237.
Rahmawati, W. 2007. Association Between Iron Status and Helminth Infection,
and Inflammation Status Among 12-20 Weeks Pregnant Women in
42

Karanganyar and Demak. Demak. Info Pangan dan Gizi. 19 (2) : 156-
166.
Riswanto. 2013. Pemeriksaan Laboratorium [Link] : Alfamedia
& Kanal Medika.
Safitri, S. 2019. Efektivitas Pemberian Nugget Ikan Gabus dan Sari Buah
Berwarna Terhadap Kadar Hemoglobin (Hb) dan Indeks Massa Tubuh
(IMT) pada Orang dengan HIV Di Balai Rehabilitasi Sosial Bahagia
Medan. Skripsi. Politeknik Kesehatan Medan : Medan.
Shinta, D. Wahyu, R. Sukmawati. 2019. Hubungan Kadar Hemoglobin dan
Lingkar Lengan Atas dengan Nilai Hasil Belajar pada Mahasiswi Prodi
S-1 Ilmu Gizi Angkatan 2014 Universitas Respati Yogyakarta.
Yogyakarta. Universitas Sebelas Maret. Jurnal Placentum. 7 (2) : 24-33.
Siregar, E. D. P. 2018. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Anemia
Pada Mahasiswa D-III Kebidanan Tingkat I di Poltekkes Kemenkes
Medan Tahun 2018. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Medan :
Medan.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi dilengkapi dengan Metode R
dan D. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Sukarno, K. J., Sylvia, R. M., Damajanty, H. C. P. 2016. Hubungan Indeks Massa
Tubuh dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja di Kecamatan
Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Manado.
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal
Kedokteran Klinik. 1 (1) : 1-7.
Wibowo. 2013. Hubungan Antara Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri
di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang. Skripsi.
Program sarjana fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah :
Semarang.
Widhiyastuti E. 2017. Hubungan Antara Anemia dan Prestasi Belajar dengan
Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Kelas VIII di Surakarta. Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta. Surakarta. Journal of
Pharmacy. 6 (1) : 20-27.
Widyastuti, R. 2014. Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis dengan Indeks
Massa Tubuh Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Arifin Achamad
provinsi Riau. Poltekkes Kemenkes Riau. Riau. Jurnal Gizi. 1 (2) : 1-12.
World Health Organization. 2011. The World Medicine Situation 2011 3ed.
Rational Use of Medicine. Geneva.

Anda mungkin juga menyukai