Manfaat Ekonomi Hutan Mangrove Gusung
Manfaat Ekonomi Hutan Mangrove Gusung
RESTU SURATMI
105 9500 397 13
i
NILAI MANFAAT EKONOMI HUTAN MANGROVE
DI PULAU GUSUNG KECAMATAN BONTOHARU
KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
RESTU SURATMI
105 9500 397 13
SKRIPSI
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Fakultas : Pertanian
Dosen Pembimbing
Pembimbing I Pembimbing II
Diketahui oleh,
iii
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI
Fakultas : Pertanian
iv
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI
DAN SUMBER INFORMASI
Adalah benar merupakan hasil karya sendiri yang belum diajukan dalam
bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Semua sumber data dan
informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak
diterbitkan dari Penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan
Restu Suratmi
v
ABSTRAK
vi
Hak Cipta milik Unismuh Makassar, Tahun 2017
Makassar
karya tulis dalam bentuk laporan apa pun tanpa izin Unismuh
Makassar
vii
MOTO DAN PERSEMBAHAN
Jika terus berjuang dan menikmati prosesnya serta berdoa maka bonus
berkat doa dan dorongan yang tiada hentinya sehingga tercapailah hingga kini.
viii
KATA PENGANTAR
skripsi ini setelah melalui proses yang panjang. Salawat dan salam semoga
teladan kita dalam menjalani segala aktivitas di atas muka bumi ini, juga
sebagai akibat dari keterbatasan Penulis. Untuk itu, saran dan kritik yang
mungkin untuk menyempurnakan tugas ini. Semoga penulisan skripsi ini dapat
memberikan manfaat yang besar baik bagi para pembaca khususnya bagi saya
pihak yang telah memberikan bantuaan dan arahan. Semoga segala bantuan
yang telah diberikan kepada Penulis mendapatkan ridho dari Allah SWT.
ix
1. Kepada yang teristimewa kedua orang tuaku yang tercinta Ayahanda
Densi Rate dan Ibunda Sitti Aminah yang telah memberikan do’a dan
Muhammadiyah Makassar.
3. Ibunda Husnah Latifah, [Link]., [Link] selaku ketua jurusan Program Studi
4. Ibunda Dr. Irma Sribianti, [Link]., MP. sebagai dosen Pembimbing I dan
pendidikan.
Qolbi dan Satria Abimayu terima kasih atas segala dukungan, nasehat dan
x
8. Kepada sahabat-sahabatku Karmila Zainuddin, Musdalipah, Resky Amelia
dan semangat yang selalu ada untuk peneliti, terima kasih atas
10. Kepada senior dan junior di HMJ Kehutanan terima kasih atas semuanya.
11. Kepada Kepala Desa Bontolembang dan semua warga Pulau Gusung Barat
penelitian.
Restu Suratmi
xi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HAK CIPTA..................................................................................................... v
ABSTRAK ....................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
xii
2.6. Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove............................................. 10
2.7. Metode Analisis Nilai Manfaat .......................................................... 11
2.8. Kerangka Pikir ................................................................................... 15
BAB VI PENUTUP
xiii
DAFTAR TABEL
xiv
14. Total Nilai Manfaat Ekonomi Hutan Mangrove .................................. 37
xv
DAFTAR GAMBAR
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
1. Kuisioner .............................................................................................. 42
3. Dokumentasi ........................................................................................ 57
xvii
I. PENDAHULUAN
17.508 pulau yang secara keseluruhan memiliki garis pantai sekitar 81.000 km
serta wilayah laut pedalaman dan teritorialnya seluas 3.1 juta km2 dan Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia seluas 2.7 km2 (Dahuri 2001). Indonesia
1
dengan negara kepulauan terbesar dengan luas lautan tiga per empat luas daratan
dan memiliki sumberdaya alam yang sangat besar, baik hayati maupun non-hayati
1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dapat tercapai dengan suatu syarat
yang serasi dan seimbang. Pendapatan per kapita USA sebesar US$ 10 391
sumberdaya ikan dan biota perairan, rumput laut dan mangrove. Kabupaten
Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan Pulau Sulawesi dan memanjang
daratan Sulawesi dan terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga membentuk
pada saat air pasang. Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar meliputi
1.357,03 km² wilayah daratan (12,91%) dan 9.146,66 km² wilayah lautan
(87,09%).
Karena kondisi dari wilayah lautan yang lebih besar maka Kabupaten
Kepulauan Selayar merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi wisata
yang cukup banyak meliputi wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam dan
wisata bahari. Salah satu yang terkenal adalah Taman Nasional Taka Bonerate
Kepulauan Selayar juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik yaitu
Hutan mangrove gusung adalah salah satu dari sekian banyak potensi wisata
2
yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia baik yang secara langsung
maupun tidak langsung dan bisa dirasakan, baik oleh masyarakat yang tinggal di
dekat kawasan hutan mangrove maupun masyarakat yang tinggal jauh dari
ekosistem yang unik dan khas, terdapat di daerah pasang surut di wilayah pesisir
pantai dan atau pulau-pulau kecil dan merupakan sumber daya alam yang sangat
potensial. Hutan mangrove memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi
akan tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksananya dalam
sangat rentan terhadap eksploitasi yang berlebihan dan degradasi lingkungan yang
Namun semua hal ini tidak terlepas dari penilaian, pertimbangan dan analisis
lingkungan yang baik bagi masyarakat tanpa harus memberikan dampak buruk
untuk mengetahui seberapa besar nilai manfaat ekonomi yang terkandung dari
kebijakan, serta pemanfaatan yang tepat untuk kawasan hutan mangrove yang ada
3
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, yang menjadi permasalahan
1. Manfaat apa saja yang diperoleh dari hutan mangrove di Pulau Gusung
2. Berapa besar nilai manfaat langsung yang dihasilkan dari hutan mangrove
3. Berapa besar nilai manfaat tidak langsung yang dihasilkan dari hutan
1.3 Tujuan
Selayar.
selanjutnya.
4
II. TINJAUAN PUSTAKA
daerah yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh oleh
pasang surut air laut, tetapi tidak terpengaruh oleh iklim. Hutan mangrove terdapat
Mangrove merupakan suatu tipe vegetasi yang khas di zone pantai, floranya
berhabitus semak hingga berhabitus pohon yang besar yang tingginya hingga 50-
60 meter dan hanya mempunyai satu stratum tajuk (Istomo 1992). Hutan
baik dari aspek sosial ekonomi maupun ekologi. Berdasarkan peranan ekosistem
hutan mangrove bagi kehidupan dapat diketahui dari banyaknya jenis hewan baik
yang hidup diperairan, di atas lahan maupun di tajuk-tajuk pohon mangrove atau
yang terlindung atau pantai-pantai yang datar, biasanya disepanjang sisi pulau
yang terlindung dari angin atau dibelakang terumbu karang di lepas pantai yang
terlindung.
komunitas vegetasi pantai tropis yang didomonasi oleh beberapa jenis pohon
hutan mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut
pantai berlumpur. Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika yang khas
tumbuh disepanjang pantai atau muara pantau yang dipengaruhi oleh pasang surut
air laut mangrove banyak ditemukan dipantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria,
delta dan daerah pantai yang terlindung. Mangrove tumbuh optimal di wilayah
pesisir yang memiliki muara sungai besar dan bersubtrat lumpur, sedangkan
komunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar
garam/salinitas (pasang surut air laut); dan kedua sebagai individu spesies
dengan lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada
wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies
pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau
(Santoso, 2000).
didalamnya terdapat struktur dan fungsi, struktur yang dimaksud dalam definisi
Sedangkan fungsi yang dimaksud yaitu yang berhubungan dengan siklus materi
6
2.3 Fungsi Hutan Mangrove
Secara garis besar fungsi hutan mangrove dapat dibagi menjadi dua bagian:
1. Fungsi ekonomis, terdiri atas :
a. Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, serpihan kayu
b. Hasil bukan kayu yakni hasil hutan ikutan (produk nipah, obat-obatan),
diantaranya:
udang
Yunus, 2016)
2.4 Nilai
Nilai (value) merupakan persepsi seseorang adalah harga yang diberikan oleh
seseorang terhadap sesuatu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Kegunaan,
berkonotasi nilai atau harga. Ukuran harga ditentukan oleh waktu, barang, atau
7
uang yang akan dikorbankan seseorang untuk memiliki atau menggunakan barang
atau jasa yang diinginkannya. Beberapa pengertian nilai menurut beberapa ahli:
a. Nilai dalam bahasa Inggris, bahasa latin valere (berguna, mampu akan,
b. Nilai ditinjau dari segi keistimewaan adalah apa yang dihargai, dinilai
c. Nilai ditinjau dari dari sudut ekonomi yang bergelut dengan kegunaan
Nilai manfaat merupakan upaya untuk menentukan nilai atau manfaat dari
suatu barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Menurut Suparmoko, 1995
dalam Sribianti, 2008 bahwa nilai hutan dapat dilihat berdasarkan manfaat yang
8
1. Manfaat riil (real benefit) yaitu manfaat yang timbul bagi seseorang yang
2. Manfaat semu yaitu manfaat yang timbul dari suatu proyek dan diterima
oleh sekelompok orang tertentu, tetapi ada sekelompok orang lain yang
dirasakan pada tingkatan lokal, nasional maupun global. Manfaat tersebut terdiri
atas :
Nilai manfaat nyata adalah nilai-nilai yang dapat lebih mudah diamati dan
diukur berupa hasil hutan kayu, hasil hutan non kayu seperti rotan, bambu,
Nilai manfaat tidak nyata adalah merupakan nilai yang terutama berkaitan
berikut :
1. Nilai manfaat untuk kepentingan konsumsi berupa hasil hutan kayu maupun
bukan kayu.
2. Nilai rekreasi/wisata
9
3. Nilai perlindungan berbagai fungsi hidrologis seperti perlindungan terhadap
4. Nilai-nilai dari proses yang bersifat ekologis seperti siklus hara, pengaturan
kehidupan global.
Nilai sumber daya hutan sendiri bersumber dari berbagai manfaat yang
memiliki persepsi yang positif terhadap nilai sumber daya hutan dan hal tersebut
dapat ditunjukkan dengan tingginya nilai sumber daya hutan tersebut. Hal tersebut
mungkin berbeda dengan persepsi masyarakat yang tinggal jauh dari hutan dan
terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumberdaya alam dan lingkungan
terlepas dari apakah nilai pasar tersedia atau tidak. Fungsi hutan mangrove secara
ekonomi dapat dilihat dari berbagai manfaat yang didapat dari hutan mangrove itu
sendiri. Manfaat tersebut diantaranya adalah manfaat langsung (direct Use) yang
10
terdiri dari manfaat penerimaan kayu bangunan, buah, dan atap nipah. Manfaat
tidak langsung (indirect use) terdiri dari penahan abrasi, feading, spawning, dan
nursery ground. Manfaat pilihan (option value) terdiri dari nilai sewa rumah dan
sewa tambak. Manfaat keberadaan (existence value) terdiri dari keberadaan nilai
Nilai ekonomi sumber daya hutan bersumber dari berbagai manfaat yang
yang ada dilakukan identifikasi setiap jenis manfaat. Keberadaan setiap jenis
manfaat ini merupakan indikator nilai yang menjadi sasaran penilaian ekonomi
sumberdaya hutan. Indikator nilai sumberdaya hutan dapat berupa barang hasil
hutan, jasa dari fungsi ekosistem hutan maupun atribut yang menggambarkan
Harga pasar adalah hasil interaksi antara konsumen dan produsen pada
suatu tingkat penawaran dan permintaan barang dan jasa. Jika transaksi
harga pasar. Asumsi yang menopang disini adalah bahwa harga tersebut
bentuk barter nilai yang terbentuk di pasar adalah nilai tukar pasar (Market
Exchange Value).
11
2. Metode Biaya Pengganti (Replacement Cost)
yang tidak memiliki harga pasar dapat tergambarkan secara tidak langsung
atau dalam tingkat produktivitas dari kegiatan pasar tertentu. Metode ini
terbagi atas :
lingkungan yang melekat pada barang dan jasa yang memiliki harga
misalnya kayu bakar yang dijual di daerah lain atau nilai terbaik dari
12
barang subtitusi atau barang alternative misalnya batubara. Untuk
dari barang dan jasa yang memiliki pasar) dan perubahan dari
pasar.
secara series sehingga dapat disusun kurva suppy dan demand untuk
13
2. Harga Pasar (Market Price)
Metode ini digunakan untuk barang dan jasa hutan yang memiliki
harga pasar. Data yang diperlukan adalah harga dan jumlah setiap
jenis barang atau jasa hutan. Menurut Davis dan Johnson (1983),
metode fakta pasar dan NPV (Net Present Value) termasuk dalam
a. Harga subtitusi merupakan nilai barang atau jasa hutan yang tidak
tidak ada harga pasarnya, maka nilai barang didekati dari harga
c. Nilai tukar perdagangan yaitu harga barang dan jasa hutan didekati
d. Biaya relokasi yaitu nilai barang atau jasa hutan didekati dari
hutan. Modifikasi dari metode ini adalah biaya pengadaaan yang biasa
14
5. Nilai dalam proses produksi
Teknik ini digunakan untuk menilai barang atau jasa hutan yang
yang dihasilkan.
bernilai tinggi. Dari nilai ekonomi Total hutan mangrove dengan analisis ekonomi
akan dijadikan sebagai input dalam pemilihanal ternatif pola pemanfaatan hutan
15
Ekosistem Hutan Mangrove
1. Kayu Bakar
2. Ikan 1. Penahan Abrasi
3. Kepiting
16
III. METODE PENELITIAN
2017.
1. Data Primer
2. Data Sekunder
1. Analisis Deskriptif
responden serta data kondisi biofisik dan data sosial ekonomi masyarakat.
a. Manfaat Langsung.
dan produksinya.
18
Nilai manfaat langsung yang dihitung dalam penelitian ini adalah
nilai ikan, nilai kepiting, nilai udang dan nilai kayu bakar. Nilai
(Sribianti, 2008) :
Nilai manfaat langsung = Nilai kayu bakar + Nilai ikan+ Nilai kepiting
Perhitungan nilai kayu bakar, nilai ikan, dan nilai kepiting di duga
n
P = Qi Pi - Ci
i 1
Dimana :
P = Pendapatan bersih
Pi = Harga produk.i
Qi = Jumlah produksi.i
pantai.
19
Nilai manfaat tidak langsung hutan mangrove di formulasikan
sebagai berikut :
Pantai (Rp/m)
Dimana :
20
IV. KEADAAN UMUM LOKASI
kurang lebih 240 km dari kota Makassar. Terletak pada posisi antara 5°42´-7°35´
Secara administratif Pulau Gusung Barat merupakan salah satu dusun yang
Desa Bontolembang yang terdiri dari tiga pulau/dusun yaitu : Pulau Gusung Barat,
Pulau Gusung Timur dan Dusun Lengu. Ada pun batas-batas wilayah Pulau
Timur. Pulau ini berada tepat disebelah barat Pulau Selayar dengan jarak sekitaran
1 mil dari kecamatan Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar atau sekitar
20 menit perjalanan melalui jalur laut. Pulau Gusung terbagi menjadi 3 bagian
yaitu Gusung Barat, Gusung Timur dan Gusung Lenggu, semuanya tergabung
didominasi oleh kelurahan bontobangun sebanyak 2.474 jiwa atau sekitar 18,7%
22
Tabel 2. Jumlah Penduduk di Desa Bontolembang Kecamatan Bontoharu
Kabupaten Kepulauan Selayar
Penduduk Juli 2017
Nama Dusun
L P Jumlah
Gusung Barat 152 154 306
Gusung Timur 177 150 327
Gusung Lengu 180 160 354
Jumlah 514 464 978
Sumber: Data Desa Bontolembang Bulan Juli, 2017
mata pencahariannya adalah nelayan. Namun pada musim kemarau mereka juga
2.236 murid dan 328 guru, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Sederajat sebanyak
8 sekolah dengan 773 murid dan 165 guru dan Sekolah Lanjut Tingkat Atas
23
Tabel 3. Jumlah Sekolah, Murid, Guru di Desa Bontolembang Kecamatan
Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar
No Rasio
Jenis Sekolah Banyak Murid Guru
. (%)
1 TK 1 36 7 5,14
2 SD/Sederajat 1 132 18 7,33
3 SMP/ Sederajat 1 50 15 3,33
4 SMA/ Sederajat - - - -
JUMLAH 3 218 40 15,8
Sumber : BPS Kab. Kep. Selayar Dikutip dari Kcamatan Bontoharu Dalam Angka
2016
Berdasarkan Tabel 3 diatas menunjukkan tingkat pendidikan di Desa
adalah Sekolah Dasar (SD) sebanyak 132 kemudian Sekolah Menengah Pertama
4.5. Agama
99,9%. Sarana peribadatan yang tersedia adalah 3 bangunan masjid untuk sebuah
24
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1.1 Umur
25
ada penelitian yang akurat mengenai seberapa besar pengaruh umur dalam hal
faktor ini dalam kaitannya ketersediaan tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian
dari 15 responden, umur responden berkisar antara 23-67 tahun yang lebih
23-27 tahun sebanyak 1 orang atau 6,7%, umur 28-32 tahun sebanyak 2 orang
atau 13,3% , umur 33-37 tahun sebanyak 3 orang atau 20%, umur 38-42 tahun
sebanyak 4 atau 26,7%, umur 43-47 tahun sebanyak 2 orang atau 13,3%, umur 48-
52 tahun sebanyak 1 orang atau 6,7%, umur 53-57 tahun sebanyak 0 atau 0%,
umur 58-62 tahun sebanyak 1 orang atau 6,7% dan umur 63-67 tahun sebanyak 1
orang atau 6,7%. Berdasarkan hasil diatas didapatkan bahwa jumlah responden
dengan umur 23-42 tahun lebih banyak dibandingkan dengan umur 43-67 tahun.
masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove baik nilai langsung maupun nilai
besar nilai manfaat yang terkandung didalamnya, walapun sama halnya umur
diatas bahwa belum ada penelitian yang akurat mengenai seberapa besar pengaruh
yang telah mengenyam pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tingkat
Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 7 orang, dengan kata lain yang
mendominasi tingkat pendidikan resonden adalah tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal
ini dikarenakan pada saat itu hanya Sekolah Dasar (SD) saja yang ada, sedangkan
26
Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di desa lain yang jaraknya jauh dari
dan anak. Jumlah keluarga juga mempengaruhi besarnya biaya yang dikeluarkan
maka semakin banyak pula biaya yang dikeluarkan dalam pemenuhan kebutuhan
keluarga terbesar dari responden yakni 3-4 orang yang dimiliki oleh 8 responden
orang adalah sebanyak 6 responden dengan presentase 40% dan responden yang
tanggungan paling banyak tentunya memerlukan biaya yang banyak pula untuk
memenuhi kebutuhannya.
27
5.2. Identifikasi Manfaat Langsung dari Hutan Mangrove
Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, relatif kecil. Hal ini terjadi
kayu bakar. Kayu bakar ini diperoleh dari ranting-ranting kering yang terdapat di
hutan mangrove. Dari pengolahan data responden yang memanfaatkan kayu bakar
Tabel 7. Jumlah Pengambilan Kayu Bakar dan Responden di Pulau Gusung Barat
Desa Bontolebang Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Banyak Kayu Bakar Jumlah Responden Persentase
(Ikat) (Orang) (%)
1-2 3 60%
3-4 2 40%
Jumlah 5 100%
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2017
responden di Pulau Gusung Barat yang paling besar adalah 1-2 ikat dengan
5.2.2. Ikan
memanfaatkan hutan mangrove sebagai hasil perikanan dapat dilihat dari Tabel 8.
28
Tabel 8. Jumlah Penangkapan Ikan dan Responden di Pulau Gusung Desa
Bontolembang Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Banyaknya Ikan Jumlah Responden Persentase
(Kg/Orang/Penangkapan) (Orang) (%)
1-5 13 86,6
6-10 2 13,4
Jumlah 15 100%
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2017.
responden di Pulau Gusung Barat yang paling besar adalah 1-5 kg per satu kali
87% dan yang paling kecil adalah 6-10 kg per satu kali penangkapan sebanyak 2
5.2.3. Kepiting
Kepiting adalah salah satu jenis fauna yang mendiami hutan mangrove.
menggunakan alat seperti Bubu. Bubu merupakan alat penangkap kepiting yang
hutan mangrove sebagai hasil penangkapan kepiting bakau dapat dilihat dari
Tabel 9.
29
Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa kepiting bakau yang diambil oleh
responden di Pulau Gusung Barat yang paling besar adalah 1-2 kg dengan jumlah
semua penerimaan dari hasil produksi kayu bakar dikurangi dengan semua
pengeluaran pada saat melakukan usaha pengambilan kayu bakar. Dari Tabel 10
dapat dilihat berapa besar pendapatan masyarakat dari hasil usaha kayu bakar di
Selayar.
Tabel 10. Nilai Manfaat Ekonomi Kayu Bakar di Pulau Gusung Desa
Bontolembang Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan
Selayar.
Produksi Biaya Produksi Nilai Manfaat
No Nama Responden
(Rp/Ikat/Tahun) (Rp/Tahun) (Rp/Tahun)
1 B1 864.000 117.000 747.000
2 B2 672.000 75.000 597.000
3 B3 864.000 64.000 800.000
4 B4 1.008.000 72.000 936.000
5 B5 672.000 73.000 599.000
Jumlah 4.080.000 401.000 3.679.000
Rata-rata 816.000 80.200 735.800
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2017
produksi kayu bakar yang paling tinggi adalah B4 dengan pendapatan nilai
pendapatan nilai manfaat ekonomi dari produksi kayu bakar yang paling rendah
30
adalah B2 dengan nilai manfaat sebesar Rp. 597.000/tahun. Besar kecilnya
pendapatan total nilai manfaat ekonomi hutan mangrove dari produksi kayu bakar
tergantung pada jumlah produksi kayu bakar dan total biaya produksi kayu bakar
responden pada hutan mangrove sebesar Rp. 3.679.000/tahun atau dengan rata –
jumlah produksi kayu bakar pertahun sebesar Rp. 4.080.000/tahun dengan total
biaya yang dibutuhkan untuk mengambil kayu bakar dan rincian hasil produksi
kayu bakar responden dapat dilihat pada Lampiran 2 Tabel 17 dan 18.
5.3.2. Ikan
mangrove adalah semua penerimaan dari hasil produksi ikan dikurangi dengan
semua pengeluaran pada saat melakukan usaha produksi ikan. Untuk mengetahui
berapa besar pendapatan masyarakat dari hasil penangkapan ikan di Pulau Gusung
31
Tabel 11. Nilai Manfaat Ekonomi Ikan di Pulau Gusung Desa Bontolembang
Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.
ikan yang paling tinggi adalah A2 dengan nilai manfaat sebesar Rp.
17.981.000/tahun, hal ini dipengaruhi oleh hasil tangkapan yaitu 7kg per-sekali
ekonomi yang paling rendah adalah B5 dengan nilai manfaat sebesar Rp.
perbedaan dari jumlah tangkapan ikan per satu kali penangkapan dan intensitas
32
penangkapan ikannya. Penerimaan masyarakat Hutan Mangrove dari hasil
produksi ikan sebesar Rp. 200.160.000/tahun atau dengan rata – rata Rp.
Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk penangkapan ikan dan rincian hasil produksi
ikan responden dapat dilihat pada Lampiran 2 Tabel 19 dan Tabel 20.
5.3.3. Kepiting
kawasan hutan mangrove adalah semua penerimaan dari hasil produksi ikan
33
Tabel 12. Nilai Total Manfaat Ekonomi Kepiting di Pulau Gusung Desa
Bontolembang Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan
Selayar.
Produktivitas Biaya Produksi Nilai Manfaat
No Nama Responden
(Rp/Kg/Tahun) (Rp/Tahun) (Rp/Tahun)
1 A1 12.960.000 2.219.000 10.741.000
2 A2 17.280.000 2.219.000 15.061.000
3 A3 11.520.000 2.555.000 8.965.000
4 A4 17.280.000 2.076.000 15.204.000
5 A5 14.400.000 2.446.000 11.954.000
6 A6 8.640.000 2.530.000 6.110.000
7 A7 11.520.000 2.051.000 9.469.000
Jumlah 93.600.000 16.096.000 77.504.000
Rata-rata 13.371.428,57 2.299.428,571 11.072.000
Sumber: Data Primer Setelah diolah, 2017
kepiting responden yang paling tinggi adalah A4 dengan nilai manfaat sebesar Rp
memiliki nilai manfaat ekonomi yang paling rendah adalah A6 dengan nilai
34
produksi kepiting responden dapat dilihat pada Lampiran 2 Tabel 21 dan Tabel
22.
menjumlahkan semua nilai yang terkandung. Total nilai manfaat ekonomi hutan
mangrove diperoleh dari nilai manfaat ekonomi produksi kayu bakar, nilai
manfaat ekonomi produksi ikan dan nilai manfaat ekonomi produksi kepiting.
Hasil penjumlahan dari ketiga manfaat tersebut diperoleh nilai ekonomi manfaat
langsung hutan mangrove. Secara lengkap nilai manfaat langsung hutan mangrove
mangrove yang paling tinggi adalah dari nilai manfaat ekonomi ikan sebesar Rp.
manfaat langsung hutan mangrove sedangkan yang paling terkecil adalah dari
nilai manfaat ekonomi kayu bakar sebesar Rp. 3.679.000/tahun dengan presentase
1,4% dari total keseluruhan nilai manfaat langsung hutan mangrove. Besar
kecilnya nilai yang didapatkan dari masing-masing nilai manfaat ekonomi hutan
35
oleh responden (nelayan), baik dari jumlah hasil produksi, biaya pengeluaran
selama produksi, maupun harga jual produknya. Nilai manfaat ekonomi untuk
kayu bakar sangat kecil dikarenakan pemanfaatan kayu bakar di Pulau Gusung
masyarakat sudah menggunakan kompor gas sebagai pengganti kayu bakar, hanya
dalam waktu tertentu penggunaan kayu bakar diadakan misalnya pada saat acara
perkawinan.
Manfaat tidak langsung dari hutan mangrove adalah manfaat biologi dan
manfaat fisik. Manfaat fisik dari hutan mangrove sebagai penahan abrasi dapat
Metode ini disebut metode proyek bayangan, misalkan jika tidak ada ekosistem
mangrove sebagai zona penahan gelombang, maka berapa biaya yang harus
gelombang di Delta Mahakam (2012) sepanjang 1000 meter yang dengan biaya
garis pantai di Pulau Gusung yang ditutupi hutan mangrove yaitu sepanjang 1.980
meter. Sehingga manfaat tidak langsung hutan mangrove sebagai penahan abrasi
Rp.[Link]/tahun.
36
5.6. Total Nilai Manfaat Ekonomi Hutan Mangrove
kedalam nilai uang (rupiah) yaitu total nilai manfaat langsung hutan mangrove
(kayu bakar, ikan dan kepiting) dan total nilai manfaat tidak langsung hutan
mangrove (penahan abrasi). Total nilai manfaat ekonomi hutan mangrove di Pulau
Tabel 14.
mangrove dari manfaat langsung dan manfaat tidak langsung di dapatkan hasil
bahwa manfaat tidak langsung lebih besar nilainya jika dibandingkan dengan
intangible benefit (nilai jasa dan lingkungan) yang sangat tinggi sehingga
pentingnya estimasi nilai ekonomi hutan mangrove kedalam nilai rupiah agar
selama ini tidak diketahui oleh masyarakat karena dianggap tidak memiliki nilai
pasar.
Hasil pengolahan data pada Tabel 14 total nilai manfaat ekonomi hutan
37
menunjukkan nilai ekonomi Total sebesar Rp. [Link]/tahun dengan nilai
guna tak langsung sebesar 95,40% atau Rp. [Link]/tahun. Artinya hutan
mangrove di Pulau Gusung mempunyai manfaat dan fungsi yang penting sebagai
38
VI. PENUTUP
6.1. Kesimpulan
1. Nilai manfaat ekonomi yang diperoleh dari hutan mangrove adalah kayu
6.2. Saran
Data hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebuah pertimbangan bagi para
lingkungan.
David, L.S. dan Johnson, KN. 1987. Forest Management 3rd Edition. Mc Graw-
Hill Book Company. New York.
Hidayat, Dudung dan Mulyadi. 2006. Hakikat dan Makna Nilai. Makalah
Universitas Pendidikan Indonesia Hal. 4-5. Bandung
41
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner
KUISIONER PENELITIAN
NILAI MANFAAT LANGSUNG HUTAN MANGROVE DI PULAU GUSUNG
KECAMATAN BONTOHARU
KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
42
A. IDENTITAS RESPONDEN/ MASYARAKAT
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Tingkat Pendidikan :
Jumlah Tanggungan Keluarga :
B. KUISIONER
1. Berapa banyak produksi kepiting yang dihasilkan persekali penangkapan?
2. Biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan?
3. Berapa harga jual?
4. Dimana Bapak/Ibu jual hasil yang diproduksi?
43
A. IDENTITAS RESPONDEN/ MASYARAKAT
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Tingkat Pendidikan :
Jumlah Tanggungan Keluarga :
B. KUISIONER
1. Berapa banyak produksi ikan yang dihasilkan sekali penangkapan?
2. Biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan?
3. Berapa harga jual?
4. Dimana Bapak/Ibu jual hasil yang diproduksi?
44
Lampiran 2. Tabulasi Hasil Penelitian
45
Tabel 16. Identitas Responden
Umur Tingkat Jumlah Tanggungan
No. Nama Responden
(Tahun) Pendidikan Keluarga
1 A1 Makkawaru (Tata) 67 SD 4
2 A2 Muliadi 41 SMP 3
3 A3 Muh. Sain 60 SD 2
4 A4 Andi Oddang 39 SD 6
5 A5 Jikki 37 SD 3
6 A6 Rajamuddin 28 SMP 3
7 A7 Sahaluddin 40 SD 5
8 B1 Samsul Hamdi 39 SD 4
9 B2 Aldi Cahyadi 28 SMP 4
10 B3 Lanto dg. Pasewang 52 SD 3
11 B4 Hairil 41 SMP 6
12 B5 Mu’ding 36 SMP 5
13 C1 Rudi Hariadi (Omba’) 23 SMP 4
14 C2 Dg. Bella 47 SMP 5
15 C3 Aziz Cambang 45 SD 5
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2017
46
Tabel 17. Nilai Produksi Kayu Bakar
Intensitas
Jumlah Kayu Bakar Jumlah Kayu Bakar Harga Produksi
No Nama Responden Pengambilan
(Ikat/Sekali Pengambilan) (Ikat/Tahun) (Rp/Ikat) (Rp/Tahun)
(Kali/Minggu)
1 B1 Samsul Hamdi 2 3 288 3.000 864.000
2 B2 Aldi Cahyadi 2 2 192 3.500 672.000
3 B3 Lanto Dg. Pasewang 3 2 288 3.000 864.000
47
2.130.000
Jaring 1 Tahun 1 Buah 725.000 725.000 3
Mu'ding Senter 1 Tahun 1 Buah 70.000 70.000
12
(36 Tahun) Solar 1 Bulan 14 Liter 7.000 1.176.000
Baskom 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.046.000
Jaring 1 Tahun 1 Buah 725.000 725.000 5
Rudi Hariadi Senter 1 Tahun 1 Buah 70.000 70.000
13
(23 Tahun) Solar 1 Bulan 15 Liter 7.000 1.260.000
Baskom 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.130.000
Jaring 1 Tahun 1 Buah 725.000 725.000 3
Dg. Bella
14 Senter 1 Tahun 1 Buah 70.000 70.000
(47 Tahun)
Solar 1 Bulan 14 Liter 7.000 1.176.000
Baskom 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.046.000
Jaring 1 Tahun 1 Buah 725.000 725.000
Aziz Cambang Senter 1 Tahun 1 Buah 70.000 70.000
15 5
(45 Tahun) Solar 1 Bulan 15 Liter 7.000 1.260.000
Baskom 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.130.000
Total 31.603.000
Sumber: Data Primer Setelah diolah, 2017
53
Tabel 21. Nilai Produksi Kepiting
Intensitas
Jumlah Kepiting Jumlah Kepiting Harga Produksi
No Nama Responden Penangkapan
(Kg/Sekali Penangkapan) (Kg/Tahun) (Rp/Kg) (Rp/Kg/Tahun)
(Kali/Minggu)
1 A1 Makkawaru (Tata) 3 2 288 45.000 12.960.000
2 A2 Muliadi 3 3 432 40.000 17.280.000
3 A3 Muh. Sain 2 3 288 40.000 11.520.000
4 A4 Andi Oddang 2 4 384 45.000 17.280.000
54
2.219.000
Bubu 1 Tahun 3 Buah 35.000 105.000 7
Muliadi Usus ayam 1 Hari 2 Kg 2.500 720.000
2
(41 Tahun) Solar 1 Bulan 16 Liter 7.000 1.344.000
Ember 1 Tahun 2 Buah 25.000 50.000
2.219.000
Bubu 1 Tahun 4 Buah 35.000 140.000 5
Muh. Sain Usus ayam 1 Hari 3 Kg 2.500 1.080.000
3
(60 Tahun) Solar 1 Bulan 15 Liter 7.000 1.260.000
Ember 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.555.000
Andi Oddang Bubu 1 Tahun 3 Buah 35.000 105.000 3
4
(39 Tahun) Usus ayam 1 Hari 2 Kg 2.500 720.000
.
Solar 1 Bulan 14 Liter 7.000 1.176.000
Ember 1 Tahun 3 Buah 25.000 75.000
2.076.000
Bubu 1 Tahun 4 Buah 35.000 140.000 3
Jikki Usus ayam 1 Hari 3 Kg 2.500 1.080.000
5 (37 Tahun) Solar 1 Bulan 14 Liter 7.000 1.176.000
Ember 1 Tahun 2 Buah 25.000 50.000
2.446.000
Bubu 1 Tahun 4 Buah 35.000 140.000 5
Rajamuddin Usus ayam 1 Hari 3 Kg 2.500 1.080.000
6
56
57
Gambar 4. Nelayan Pulau Gusung
58
Gambar 6. Lokasi Penelitian
59
Gambar 8. Nelayan Penangkap Ikan
60
Gambar 10. Kepiting
61