100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
40 tayangan4 halaman

Unsur Matematika Monumen SLG Kediri

Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) adalah bangunan bersejarah di Kediri yang menyerupai Arc de Triomphe di Paris. Dibangun pada 2003-2008, SLG memiliki berbagai unsur matematika seperti titik, garis, bidang datar, dan transformasi seperti translasi, refleksi, dan rotasi. Unsur-unsur matematika tersebut diterapkan dalam pola lantai, dinding, dan keseluruhan bangunan SLG.

Diunggah oleh

Ahmad Rojak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
40 tayangan4 halaman

Unsur Matematika Monumen SLG Kediri

Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) adalah bangunan bersejarah di Kediri yang menyerupai Arc de Triomphe di Paris. Dibangun pada 2003-2008, SLG memiliki berbagai unsur matematika seperti titik, garis, bidang datar, dan transformasi seperti translasi, refleksi, dan rotasi. Unsur-unsur matematika tersebut diterapkan dalam pola lantai, dinding, dan keseluruhan bangunan SLG.

Diunggah oleh

Ahmad Rojak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hasil

Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG yang berada di Kediri merupakan
bangunan bersejarah dan menjadi salah satu bangunan yang termasuk ikon Kabupaten Kediri
yang bentuknya menyerupai Arc de Triomphe yang berada di Paris, Prancis. SLG mulai dibangun
pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008 yang di gagas oleh Bupati Kediri saat itu,
yaitu Bapak Sutrisno. Bangunan ini terletak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten
Kediri, Jawa Timur, tepatnya di pusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Gampengrejo,
Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten, Kediri.
Motif atau bentuk bangunan SLG disusun sangat dinamis dan menarik dengan berbagai bentuk
yang dihasilkan atau terlihat pada bangunan. Berikut adalah contoh gambar bangunan SLG.

Dari bangunan tersebut dapat ditemukan berbagai unsur matematika diantaranya seperti unsur
matematika pada bentuk geometri yang berupa titik, garis dan lainya. Adapun unsur lain seperti
setengah lingkaran, persegi panjang, dan sebagainya. Bentuk arsitektur pada bangunan
dihasilkan melalui transformasi titik, garis, bidang datar melalui translasi (pergeseran), refleksi
(pencerminan), rotasi (perputaran) dan dilatasi.
Penjelasan mengenai unsur-unsur matematika yang terdapat pada bangunan SLG bisa dilihat
pada penjabaran berikut ini:
1. Aplikasi translasi pada bangunan SLG dapat dilihat pada gambar berikut
Motif dasarnya adalah bentuk tersebut yang kemudian
digeser atau di translasi n skala sebanyak 1 kali terhadap garis horizontal yang disertai
dengan dilatasi yaitu berubahnya ukuran pada bentuk tersebut.

Pada garis merah yang terdapat pada gambar menunjukkan adanya pengaplikasian
translasi pada bangunan yang juga disertai dengan pengaplikasian dilatasi. Jadi pada
arsitektur yang dikelilingi garis merah mengandung 2 unsur yaitu translasi dan dilatasi.
Hal itu dikarenakan bentuknya yang sama dilakukan pergeseran serta pada hasil
pergeseran tersebut juga bentuk ukurannya di perpanjang yang di perkecil.
2. Aplikasi refleksi (pencerminan) pada arsitektur SLG
Berikut adalah gambar SLG yang menunjukkan adanya unsur pengaplikasian refleksi
pada bangunan.

Ketika diambil pada salah satu sisi dari bangunan (misalkan sisi depan) dan ditarik garis
lurus pada tengah bangunan akan mengasilkan pencerminan. Bentuk dasarnya dari
bangunan adalah
Kemudian dilakukan refleksi terhadap garis vertical sehingga menghasilkan bentuk
seperti pada gambar berikut.

Setelah diperoleh bentuk arsitek tersebut dan disatukan akan menjadi bentuk utuh yang
dapat dilihat dari 4 sisi bangunan.
Selain beberapa konsep atau unsur yang disebutkan diatas masih ada unsur-unsur lain yang ada
pada bangunan SLG tersebut diantaranya:
1. Unsur pengubinan (tesselasi):
Pada bagian lantai yang terdapat di bangunan SLG ada pengubinan yang bisa dipelajari
berikut gambar lantainya:

Pada bagian lantai pola dan bentuk yang disuse termasuk dalam konsep pengubinan
berturan (regular tessellation), dimana pengubinannya menggunakan satu macam segi-
n beraturan yaitu bentuk persegi. Bentuk persegi dari pola lantai SLG memiliki besar

( ( ))
sudut segi-n π 1−
2
n
. Dalam susunannya juga tidak saling tindih dan tidak ada celah

sehingga p buah ubin tersebut tepat menutup permukaan dengan:

( ) 2
p × π 1− =2 π
n

( ) 2
↔ p 1− =2
n
2 2
↔ 1− =
n p
2 2
↔ + =1
n p
1 1 1
↔ + =
n p 2

2. Unsur geometri bangun datar


Pada dinding SLG juga terdapat unsur bentuk bangun datar hal ini bisa diketahui dari
gambar berikut:

Bagian dinding luar terlihat terdapat unsur setengah lingkaran dan persegi panjang.

Anda mungkin juga menyukai