0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan15 halaman

Strategi Pembelajaran Terpadu SD Kelas Rendah

Makalah ini membahas strategi dan model pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah dasar kelas rendah. Strategi yang dijelaskan antara lain jigsaw, role playing, dan mensorter kartu. Sedangkan model pembelajaran terpadunya meliputi model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran berbasis masalah, dan model pembelajaran berbasis penemuan.

Diunggah oleh

Nur Afdalia Tahir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan15 halaman

Strategi Pembelajaran Terpadu SD Kelas Rendah

Makalah ini membahas strategi dan model pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah dasar kelas rendah. Strategi yang dijelaskan antara lain jigsaw, role playing, dan mensorter kartu. Sedangkan model pembelajaran terpadunya meliputi model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran berbasis masalah, dan model pembelajaran berbasis penemuan.

Diunggah oleh

Nur Afdalia Tahir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PEMBELAJARAN TERPADU

“STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DALAM


KURIKULUM SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH”

(Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pembelajaran Terpadu Di SD )

Dosen Pengampu : Dra. Rosmalah, [Link]., [Link].

Disusun Oleh :

KELOMPOK 6
Agnia Annisa : 220407561010
Nur Afdalia Tahir : 220407561003
Ummi Hakiki : 220407561017

KELAS : 32B

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2023
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...........................................................................................................2
KATA PENGANTAR.............................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................4
A. Latar Belakang............................................................................................4
B. Rumusan Masalah.......................................................................................4
C. Tujuan..........................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................6
A. Pengertian Strategi.....................................................................................6
B. Macam Macam Strategi Pembelajaran Terpadu Dalam Kurikulum
Sekolah Dasar Kelas Rendah............................................................................6
C. Pengertian Model........................................................................................9
D. Macam Macam Model Pembelajaran Terpadu Dalam Kurikulum
Sekolah Dasar Kelas Rendah..........................................................................10
BAB III PENUTUP..............................................................................................14
A. Kesimpulan................................................................................................14
B. Saran..........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Strategi Dan Model Pembelajaran Terpadu Dalam Kurikulum Sekolah Dasar
Kelas Rendah” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari
Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Pembelajaran Terpadu di SD.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Rosmalah, [Link]., [Link].,
selaku dosen pengampu Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
Kami. Kami juga berterima kasih kepada Pihak-pihak yang telah membantu kami
dalam meyusun makalah ini dan juga telah membagi sebagian pengetahunnya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, Makalah yang kami tulis masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan demi
kesempurnaan Laporan ini.

Watampone, 5 Maret 2024

Penulis

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pendidikan dasar adalah fondasi utama dalam pembentukan


karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak-anak sebagai individu yang
akan membawa dampak jangka panjang pada perkembangan sosial,
ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Di tengah dinamika perubahan global
dan tuntutan perkembangan teknologi, pendidikan di tingkat dasar harus
mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan yang
semakin kompleks.

Salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pendidikan adalah


melalui penyusunan dan implementasi kurikulum yang relevan dan efektif.
Kurikulum sekolah dasar kelas rendah haruslah dirancang dengan
mempertimbangkan beragam kebutuhan dan potensi peserta didik serta
mengintegrasikan berbagai materi pembelajaran secara holistik dan
terpadu.

Dalam konteks tersebut, strategi dan model pembelajaran terpadu


menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan. Pembelajaran terpadu
menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai bidang
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dalam satu kerangka
pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi dipandang
sebagai proses yang terpisah-pisah, tetapi sebagai suatu kesatuan yang
bermakna bagi perkembangan menyeluruh peserta didik.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja strategi pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah dasar


kelas rendah?
2. Apa saja model pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah dasar
kelas rendah?

4
C. Tujuan

1. Mengetahui strategi pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah


dasar kelas rendah
2. Mengetahui model pembelajaran terpadu dalam kurikulum sekolah
dasar kelas rendah

5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi

Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus


dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi adalah proses
penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan
jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya
bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesian ada beberapa
pengertian dari strategi yaitu: (1) ilmu dan seni menggunakan semua
sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam
perang dan damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk
mencapai sasaran khusus, sedangkan metode adalah cara yang teratur dan
terpikir baik-baik untuk mencapai maksud.
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa strategi
adalah metode untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi Dalam
konteks belajar mengajar, strategi dapat dikatakan sebagai pola umum
yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dijadikan pedoman (petunjuk
umum) untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pengajaran. Pola atau
cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses
pengajaran dinamakan dengan metode pengajaran.

B. Macam Macam Strategi Pembelajaran Terpadu Dalam


Kurikulum Sekolah Dasar Kelas Rendah

a. Jigsaw
Dalam strategi ini, guru membagi materi pelajaran yang cukup
besar menjadi komponen-komponen kecil. Siswa dibagi menjadi
kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa.
Setiap anggota bertugas untuk menguasai setiap sub topik yang

6
diberikan guru. Adapun langkah-langkah pembelajarannya sebagai
berikut.
1. dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim.
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.
3. Tiap orang dalam tim diberi materi yang ditugaskan.
4. 3 Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari
bagian atau subab yang sama bertemu dalam kelompok baru
(kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab atau materi
mereka.
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, setiap anggota kembali
ke kelompok masing-masing dan mengajarkan subbab yang ia
kuasai kepada anggota kelompoknya.
6. Tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
7. Guru memberi evaluasi.
8. Penutup.
b. Role Playing
Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk
menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam
suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian
dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian.
Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing
peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/alternatif pendapat
bagi pengembangan peran-peran tersebut. Strategi ini memiliki
prosedur sebagai berikut:
1. Guru menyusun/ menyiapkan skenario yang akan ditampilkan;
2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari
sebelum KBM
3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang;
4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan
skenario yang sudah dipersiapkan

7
6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing
sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang
diperagakan
7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan
kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
c. Mensorter Kartu (Cart Sort)
Metode ini mendorong kegiatan pembelajaran yang dilakukan
secara kolaboratif (kerjasama). Strategi ini bisa digunakan untuk
mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, dan fakta tentang objek
atau mereview materi yang telah dibahas pada pembelajaran
sebelumnya. Dominasi gerakan fisik dalam penerapan metode ini
dapat membantu menghidupkan suasana kelas. Langkah-langkah
penerapan strategi ini adalah:
1. Bagi kelas ke dalam beberapa kelompok
2. Bagikan kertas plano yang telah diberi tulisan kata kunci atau
informasi tertentu atau kategori tertentu secara acak kepada
setiap kelompok pada tempat yang terpisah, letakkan kartu
warnawarni yang berisi jawaban/informasi yang tepat untuk
masing-masing kata kunci. buatlah kartu-kartu itu tercampur
aduk
3. Mintalah setiap kelompok mencari kartu yang cocok dengan
kata kunci tersebut. Jelaskan kepada setiap kelompok bahwa
kegiatan ini merupakan latihan pencocokan
4. Setelah mereka menemukan kartu yang cocok, mintalah
mereka menempelkan ke lembar kata kunci sehingga menjadi
sebuah informasi.
5. Mencari Pasangan Jawaban (Index Card Matc)

8
d. Snowballing
Snowballing adalah strategi yang bertujuan untuk mengajak siswa
agar menemukan atau merumuskan jawaban dari pertanyaan guru
secara sendirian kemudian hasilnya dipadukan dengan teman lain
dalam kelompok kecil (2 orang) sampai menjadi rumusan yang
disepakati ke dalam kelompok besar. (1,2, 4, 8, dan seterusnya).
Adapun langkah-langkah penerapannya sebagai berikut:
1. Kemukakan sebuah masalah.
2. Mintalah masing-masing peserta didik berpendapat dengan cara
menuliskan dalam kalimat.
3. Kemudian, mintalah peserta didik untuk mencari pasangan
untuk merumuskan berdua, kemudian bergabung lagi dengan
pasangan lainnya, dan dipadukan lagi rumusan dan jawaban
dan seterusnya.
4. Setelah menjadi 2 kelompok besar, mintalah juru bicara dari
dua kelompok untuk mempresentasikan jawabannya.

C. Pengertian Model

Model pembelajaran merupakan suatu rangkaian proses belajar


mengajar dari awal hingga akhir, yang melibatkan bagaimana aktivitas
guru dan siswa, dalam desain pembelajaran tertentu yang berbantuan
bahan ajar khusus, serta bagaimana interaksi antara guru siswa bahan ajar
yang terjadi.
Model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang
melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi
sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar
dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola
yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di
kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran mengacu

9
pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di
dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap kegiatan pembelajaran,
lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

D. Macam Macam Model Pembelajaran Terpadu Dalam Kurikulum


Sekolah Dasar Kelas Rendah

Tentu saja dari model-model pembelajaran terpadu seperti yang


telah dikemukakan oleh Robin Fogarty dan Jacobs di atas, tidak semuanya
tepat diterapkan di sekolah dasar di Indonesia. Menurut hasil pengkajian
Tim Pengembang PGSD (1997), terdapat tiga model pembelajaran terpadu
yang nampaknya paling cocok atau tepat diterapkan di sekolah dasar kita,
yaitu model jaring laba-laba (webbing), model keterhubungan (connected),
dan model keterpaduan (integrated). Di bawah ini diuraikan ketiga model
pembelajaran terpadu tersebut beserta kelebihan dan kelemahan dalam
pelaksanaannya,
a. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran terpadu yang
menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini dimulai dengan
menentukan tema, yang kemudian dikembangkan menjadi subtema
dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata
pelajaran yang terkait. Dari subtema tersebut diharapkan aktivitas
siswa dapat berkembang dengan sendirinya.
Kelebihan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba adalah
sebagai berikut.
1. Adanya faktor motivasional yang dihasilkan dari menyeleksi tema
yang sangat diminati.
2. Model jaring laba-laba relatif lebih mudah dilakukan oleh guru
yang belum berpengalaman.
3. Model ini mempermudah perencanaan kerja tim untuk
mengembangkan tema ke dalam semua bidang isi pelajaran.

10
Kelemahan pembelajaran terpadu model jaring laba-laba sebagai
berikut :
1. Langkah yang sulit dalam pembelajaran terpadu model jaring laba-
laba adalah menyeleksi tema.
2. Adanya kecenderungan merumuskan suatu tema yang dangkal
sehingga hal ini hanya berguna secara artifisial di dalam
perencanaan kurikulum.
3. Guru dapat menjaga misi kurikulum.
4. Dalam pembelajaran guru lebih fokus pada kegiatan daripada
pengembangan konsep.
b. Model Keterhubungan (Connected)
Model keterhubungan adalah model pembelajaran terpadu yang
secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan
konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan
keterampilan lain, tugas-tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan
tugas-tugas yang dilakukan di hari berikutnya, bahkan ide-ide yang
dipelajari dalam satu semester dengan ide-ide yang akan dipelajari
pada semester berikutnya di dalam satu mata pelajaran.
Kelebihan pembelajaran terpadu model keterhubungan adalah:
1. Dengan mengaitkan ide-ide dalam satu mata pelajaran, siswa
memiliki keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu
mata pelajaran yang terfokus pada satu aspek.
2. Konsep-konsep kunci dikembangkan siswa secara terus-menerus
sehingga terjadi internalisasi.
3. Mengaitkan ide-ide dalam suatu mata pelajaran memungkinkan
siswa mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan
mengasimilasi ide secara berangsur-angsur dan memudahkan
transfer atau pemindahan ideide tersebut dalam memecahkan
masalah.

Kelemahan model pembelajaran keterhubungan adalah:

11
1. Berbagai mata pelajaran di dalam model ini tetap terpisah dan
nampak tidak terkait, walaupun hubungan dibuat secara eksplisit
antara mata pelajaran (interdisiplin).
2. Guru tidak didorong untuk bekerja secara bersama-sama sehingga
isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep
dan ide-ide antara mata pelajaran.
3. Usaha-usaha yang terkonsentrasi untuk mengintregrasikan ide-ide
dalam suatu mata pelajaran dapat mengabaikan kesempatan untuk
mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata
pelajaran lain.
c. Model Keterpaduan (Integrated)
Model ini merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan
pendekatan antarmata pelajaran. Model ini diusahakan dengan cara
menggabungkan mata pelajaran dengan cara menetapkan prioritas
kurikuler dan menentukan keterampilan, konsep, dan sikap yang
saling tumpang-tindih di dalam beberapa mata pelajaran. Berbeda
dengan model jaring laba-laba yang menuntut pemilihan tema dan
pengembangannya sebagai langkah awal maka dalam model
keterpaduan tema yang terkait dan bertumpang tindih merupakan hal
yang terakhir yang ingin dicari dan dipilih oleh guru dalam tahap
perencanaan program. Pertama guru menyeleksi konsep-konsep,
keterampilan dan sikap yang diajarkan dalam satu semester dari
beberapa mata pelajaran, selanjutnya dipilih beberapa konsep,
keterampilan dan sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan
tumpang tindih di antara berbagai mata pelajaran.
Kekuatan model keterpaduan antara lain:
1. Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan
keterhubungan di antara berbagai mata pelajaran;
2. Memungkinkan pemahaman antarmata pelajaran dan memberikan
penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian;
3. Mampu membangun motivasi.

12
Kelemahan model keterpaduan antara lain:

1. Model ini model yang sangat sulit diterapkan secara penuh


2. Model ini menghendaki guru yang terampil, percaya diri dan
menguasai konsep, sikap dan keterampilan yang sangat
diprioritaskan
3. Model ini menghendaki tim antarmata pelajaran yang terkadang
sulit dilakukan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dalam pembahasan strategi dan model pembelajaran terpadu dalam


kurikulum sekolah dasar kelas rendah, ditemukan bahwa pendekatan ini
memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar siswa
dengan mengintegrasikan berbagai aspek pengetahuan dan keterampilan.
Meskipun terdapat beragam strategi dan model yang dapat diterapkan,
seperti jigsaw, role playing, dan model jaring laba-laba, setiap pendekatan
memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan.
Implementasi yang berhasil membutuhkan keterlibatan aktif dari guru dan
siswa serta penyesuaian yang tepat dengan konteks dan kebutuhan
pembelajaran. Dengan demikian, pemahaman dan penerapan strategi serta
model pembelajaran terpadu dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran
di tingkat sekolah dasar kelas rendah, mempersiapkan siswa untuk
menghadapi tantangan masa depan secara holistik dan komprehensif.

B. Saran

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan


implementasi strategi dan model pembelajaran terpadu dalam kurikulum
sekolah dasar kelas rendah. Pertama, guru perlu mendapatkan pelatihan
dan dukungan yang memadai dalam merancang dan melaksanakan
pembelajaran terpadu. Kedua, perlu adanya penyesuaian kurikulum yang
lebih menyeluruh untuk memfasilitasi integrasi antar-mata pelajaran.
Ketiga, keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung dan
memperkuat pelaksanaan pembelajaran terpadu sangatlah penting. Dengan
mengambil langkah-langkah ini, diharapkan pembelajaran terpadu dapat
menjadi bagian integral dari pendidikan dasar yang memberikan
pengalaman belajar yang berharga bagi siswa.

14
DAFTAR PUSTAKA

Asep Herry Hernawan, N. R. (2009). Konsep Dasar dan Model-model


Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Universitas Terbuka.

Atep Sujana, W. S. (2019). Model Model Pembelajaran Inovatif. Bandung:


Rajawali Pers.

Kholisotin, L. (2015). Strategi Pembelajaran Tematik Kelas Awal Di Sd .


EduSains Volume 2 Nomor 1.

Rosmalah. (2022). Modul Pembelajaran Terpadu. Makassar: Badan Penerbit


UNM.

15

Anda mungkin juga menyukai