BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bisnis properti menjadi investasi yang sangat menjanjikan dan merupakan
investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan bagi sebagian besar
orang. Perkiraan harga tanah akan naik setiap tahunnya karena semakin
bertambahnya jumlah penduduk maka pencarian lahan tanahpun akan semakin
tinggi sedangkan jumlah tanah saat ini semakin terbatas. Penentu harga tanah
bukan lah pasar tetapi pihak yang memiliki kuasa atas tanah tersebut.
Properti yang sangat diminati untuk dijadikan investasi salah satunya
adalah perumahan. Rumah merupakan tempat berlindung, tempat istirahat,
tempat berkumpulnya keluarga yang diibaratkan rumahku istanaku. Menurut
UU No.4 Tahun 1992 pasal 1 tentang Perumahan dan Permukiman menyatakan
rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan
sarana pembinaan keluarga. Sedangkan perumahan adalah kelompok rumah
yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang
dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.
Bisnis properti dipastikan tidak akan pernah mati karena akan kebutuhan
papan yang merupakan kebutuhan pokok manusia dan setiap manusia berusaha
akan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan properti tidak hanya
berkembang di daerah perkotaan saja tetapi di daerah terpencil pun sudah
banyak peningkatan. Seperti pada saat ini di kota Cikampek sudah lumayan
banyak perusahaan properti, baik memiliki konsep dan strategi yang berbeda-
beda.
1
Pesatnya perkembangan persaingan bisnis properti dalam aktifitas
penjualan perumahan bisa dibilang sulit. Karena perusahaan yang bergerak
dibidang ini saling berlomba untuk memasarkan produknya. Salah satu
persaingan yang sulit dalam sebuah perusahaan adalah bagaimana pemasaran
yang dilakukan untuk menunjukan keunggulan dari produk yang akan
dipasarkan tersebut dapat menarik konsumen. Perusahaan harus menggunakan
konsep pemasaran seperti kualitas dan kepuasan antara kebutuhan dengan
keinginan, sehingga perusahaan akan mencapai target yang dinginkan, selain
itu perusahaan juga harus mempengaruhi konsumen.
Dalam sebuah perusahaan untuk mencapai target yang ingin dicapai
memerlukan strategi komunikasi pemasaran sebagai bentuk perencanaan
strategis yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi pemasaran, yaitu
untuk menginformasikan, membujuk, mengingatkan konsumen baik secara
langsung maupun tidak langsung tentang produk atau jasa yang akan dijual.
Menurut Morrisan (2010:9) komunikasi pemasaran merupakan upaya untuk
menjadikan seluruh kegiatan pemasaran suatu perusahaan untuk menghasilkan
citra atau image yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen sehingga
setiap pesan yang disampaikan oleh perusahaan memiliki kesamaan tema yang
sama di mata konsumen.
Program komunikasi pemasaran yang telah dilaksanakan dengan baik
dengan pengelolaan yang benar ini bertujuan untuk memenangkan persaingan
dengan perusahaan lainnya. Kemudian dalam melakukan komunikasi
pemasaran, suatu perusahaan tersebut melakukan berbagai cara untuk dapat
2
diterima oleh masyarakat luas. Komunikasi pemasaran juga dinyatakan sebagai
kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada
konsumen dengan menggunakan sejumlah media dan saluran yang
dipergunakan (Soemanagara, 2008:04). Alat yang digunakan oleh perusahaan
untuk memperkenalkan produknya dan mendorong masyarakat untuk
melakukan pembelian adalah dengan promosi.
Cikampek salah satu kota industri karena banyak berdirinya pabrik-pabrik
besar maupun kecil. Selain itu Bertambahnya masyarakat yang merantau untuk
mencari pekerjaan semakin tinggi, sehingga banyak perusahaan di bidang
propeti berlomba-lomba membuat perumahan bersubsidi ataupun non subsidi.
Salah satunya perusahaan properti dalam bidang perumahan adalah PT. Asa
Gemilang Utama Sukses yang berdiri sejak 02 Oktober 2019. Beralamat di JL.
Pawarengan desa Dawuan Timur, Kec. Cikampek Kab. Karawang. Perumahan
yang di dirikan oleh PT. Asa Gemilang Utama Sukses yaitu Bumi Nuani
Residence.
Namun dalam survey fenomena di lapangan peneliti mendapati 2
perumahan yang menjadi kompetitor Bumi Nuani Residence yaitu perumahan
Nakhil dan Grand Pesona Karawang. Hal ini dikarenakan lokasi 2 perumahan
tersebut berdekatan dengan perumahan Bumi Nuani Residence dan memiliki
strategi pemasaran yang berbeda. Beragam strategi yang ditawarkan oleh
sebuah perusahaan membuat konsumen memiliki pilihan yang sesuai dengan
apa yang menjadi kebutuhan mereka.
Tabel 1. Data jumlah pengunjung
3
Berikut adalah spesifikasi perbandingan jumlah pengunjung di Bumi
Nuani Residence dengan perumahan Nakhil dan Grand Pesona Karawang dari
bulan Oktober 2019 – Januari 2020
No. Nama perumahan Oktober November Desember Januari
1. Bumi Nuani Residence 66 36 30 12
2. Nakhil 11 20 9 3
3. Pesona Grand Karawang 32 40 25 5
Sumber : data olahan peneliti (2019)
Berdasarkan perbandingan di atas dengan beberapa perumahan di daerah
Cikampek yaitu Nakhil dan Pesona Grand Karawang, bisa dibilang Bumi Nuani
Residence lebih banyak pengunjungnya dibandingkan dengan para kompetirornya.
Bumi Nuani Residence melakukan beberapa cara agar menarik minat konsumennya
seperti melakukan aktivitas canvasing dimana pada hari jumat marketing
ditugaskan untuk membagikan brosur keseluruh wilayah Cikampek dan
memberikan promo-promo dan hadiah yang menarik. Berbeda dengan para
kompetitornya yang hanya melakukan promosi melalui media online saja dan tidak
memberitahu apa saja promo-promo yang sedang diadakan. Di Bumi Nuani
Residence lebih jelas informasi mengenai promo apa saja yang sedang mereka
berikan.
Berbeda dengan perumahan yang lainnya, Bumi Nuani Residence lebih
mengedepankan kualitas, konsep dan kenyamanan konsumen. Berikut adalah
wawancara dengan GM Marketing perumahan Bumi Nuani Residence mengenai
kelebihan Bumi Nuani Residence. Beliau menyampaikan bahwa:
4
“kelebihan BNR tidak ada hambatan macet selain itu lokasi
yang sangat strategis. Selanjutnya kualitas dan konsep BNR
itu berbeda dengan perumahan yang sudah ada di Cikampek
karena berdasarkan pengalaman yang saya jalanin selama
puluhan tahun, perumahan BNR ini bisnis properti yang lebih
mengedepankan kualitias, konsep dan kenyaman konsumen
dengan mewujudkan apa yang menjadi impian konsumen dan
direalisasikan oleh perumahan kita, perumahan ini tidak hanya
dibangun sesuai developer saja” (Wawancara dengan ibu
Wiwiek Dwi, 15 Januari 2020).
Dari hasil wawancara diatas, Bumi Nuani Residence mengedepankan
impian konsumen. Dalam Membangun perumahan bukan hanya berdasarkan
keinginan developer saja tetapi juga menawarkan produk dengan kualitas yang
tinggi. Perumahan tersebut juga menerapkan konsep Green Living serta
dilengkapi dengan berbagai fasilitas sarana ibadah, mini market, dan lain
sebagainya.
Bumi Nuani Residence merupakan produk pertama yang baru diluncurkan
oleh PT. Asa Gemilang Utama Sukses. Untuk mencapai keberhasilan dalam
memasarkan produknya dibutuhkan strategi komunikasi pemasaran. Dalam
mengenalkan produk kepada khalayak dan sebagai alat kegiatan promosi
untuk mempengaruhi konsumen sampai dengan kegiatan transaksi pembelian
sehingga target pasar yang diinginkan tercapai.
Berbagai strategi dan promosi yang dilakukan oleh PT. Asa Gemilang
Utama Sukses dalam meningkatkan penjualan. Strategi komunikasi pemasaran
yang dilakukan seperti Open Table, Walk In, Canvasing dan Sosial Media.
Selain itu media yang digunakan dala kegiatan promosi berupa Brosur dan
Banner.
5
Dengan melakukan berbagai strategi dalam kegiatan pemasaran yang
dijalankan tentu akan berdampak pada hasil penjualan. Dari hasil penjualaan
tersebut diharapkan agar terjadinya pengingkatan dalam memenuhi target yang
ingin dicapai. Berikut ini data penjualan Bumi Nuani Residence yang berhasil
dilakukan oleh PT. Asa Gemilang Utama Sukses:
Grafik 1. Data penjualan Bumi Nuani Residence Oktober 2019 - Januari 2020
Data Penjualan Bumi Nuani Residence
100% 95%
90%
80% 73%
67%
70%
60%
50%
40%
30% 20%
20%
10%
0%
Oktober November Desember Januari
Data Penjualan Bumi Nuani Residence
Sumber : Dokumentasi Bumi Nuani Residence (2019)
Berdasarkan tabel diatas, target penjualan Bumi Nuani Residence setiap
bulan dalam menjual produknya minimal mencapai 15 konsumen. Dari data
penjualan diatas capaian dari target penjualan tidak stabil karena menurut
General Marketing Bumi Nuani Residence dibulan November terdapat
banyaknya hati-hari besar sehingga banyak konsumen yang mengambil cuti
liburan untuk memfokuskan liburan bersama keluarga. Sedangkan dibulan
Januari seluruh karyawan PT. Asa Gemilang Utama Sukses mengadakan acara
6
gathering selama 3 hari sehingga karyawan yang optimalnya bekerja selama 26
hari dalam sebulan menjadi 23 hari.
Dalam memasarkan produknya yang menjadi masalah PT. Asa Gemilang
Utama Sukses yaitu berkaitan dengan kurangnya memperluas strategi
pemasaran yang dilakukan dalam mempromosikan Bumi Nuani Residence.
Dimana kegiatan promosi melalui berbagai media seperti billboard, radio,
media sosial masih belum dilakukan karena keterbatasan karyawan untuk
melakukan kegiatan promosi diberbagai media.
Dari penjelasan diatas sebelum melakukan penelitian, peneliti mencari
reverensi dari penelitian terdahulu yang pernah dilakukan dan menjadi acuan
peneliti dalam melihat dan menganalisis bagaimana strategi komunikasi
pemasaran PT. Asa Gemilang Utama Sukses dalam memasarkan Bumi Nuani
Residence.
Peneliti terdahulu pertama, Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu
Event JAKCLOTH SUMMER FESTIVAL 2014 “Heroes of Our Time” oleh
Asriyani Sagiyanto dalam Jurnal Komunikator Volume. 6 Nomer. 2 November
2014. Penelitian tersebut menyatakan bahwa strategi yang dilakukan melalui
informasi via website dan sosial media. Meng-update dan me-maintenance
social media, hal ini bertujuan agar pencarian dalam search engine lebih
maksimal.
Penelitian kedua, Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata
Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung oleh Junaidi Pranata
Sembiring dalam Jurnal Simbolika Volume. 2, Nomer. 1, Maret 2016.
7
Penelitian tersebut menyatakan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang
dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo
menggunakan berbagai bentuk strategi komunikasi pemasaran seperti
advertising, sales promotion, events and experience, public relations and
publicity, direct marketing, word-of-mouth marketing, personal selling,
content kegiatan, lokasi, serta kerjasama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) di Kabupaten Karo.
Penelitian ketiga, Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran PT RODA
PEMBANGUNAN JAYA dalam Memasarkan Perumahan Taman Palagan
Asri Di Yogyakarta oleh RR. Bayu Krisna Maharani, Puji Lestari, Basuki.
Dalam Jurnal Ilmu Komuikasi, Volume. 7, Nomer. 1, 1 Januari-April 2009.
Pada penelitian ini menyatakan bahwa stategi yang dilakukan oleh PT. Roda
Pembangunan Jaya lebih memfokuskan strategi segmentasinya, dalam
membidik konsumen dari masyarakat kalangan menengah hingga menengah
keatas.
Penelitian keempat, Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Kegiatan
Pemasaran Produk Consumer Goods (Studi Kasus Pada PT Expand Berlian
Mulia Di Semarang) oleh Suherman Kusniadji dalam Jurnal Komunikasi
Volume. 8, Nomer. 1, Juli 2016. Penelitian ini menyatakan bahwa strategi
komunikasi pemasaran yang digunakan PT. Expand Berlian Mulia, perusahaan
menggunakan berbagai bentuk komunikasi pemasaran seperti advertising,
personal selling, sales promotion, publisitas dan marketing event.
8
Berdasarkan keempat penelitian terdahulu, yang membedakan penelitian
ini dengan penelitian sebelumnya adalah objek penelitian selanjutnya pada
penelitian lebih ini lebih memfokuskan pada bagaimana penerapan strategi
komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Asa Gemilang Utama Sukses
dalam memasarkan Bumi Nuani Residence sehingga konsumen tertarik untuk
membeli rumah di perumahan Bumi Nuani Residence. Berdasarkan uraian
diatas peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana strategi komunikasi
pemasaran yang dilakukan PT. Asa Gemilang Utama Sukses dalam
memasarkan Bumi Nuani Residence pada Okbober 2019 – Februari 2020
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah
penelitian adalah bagaimana strategi komunikasi pemasaran PT. Asa
Gemilang Utama Sukses dalam memasarkan perumahan Bumi Nuani
Residence?
C. Tujuan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi
pemasaran PT. Asa Gemilang Utama Sukses dalam upaya memasarkan
perumahan Bumi Nuani Residence.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Praktis
a. Hasil penelitian dapat dijadikan bahan PT. Asa Gemilang Utama
Sukses khususnya
9
pada aktifitas komunikasi pemasaran proyek Bumi Nuani Residence
untuk riset pemasaran lebih lanjut.
2. Manfaat Teoritis
a. Memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi khususnya yang
menggunakan analisis kualitatif deskriptif dalam menggambarkan
konsep strategi komunikasi pemasaran terpadu yang diterapkan
perusahaan
b. Sebagai referensi bagi penelitian dalam lingkup kajian komunikasi
khususnya mengenai konsep Komunikasi Pemasaran Terpadu.
E. Kerangka Teori
1. Strategi Komunikasi Pemasaran
Untuk mencapai suatu tujuan atau bertahan di tengah persaingan, sebuah
perusahaan harus memiliki strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut
Rangkuti (2009:3) menyatakan strategi adalah cara untuk mencapai tujuan.
Sedangkan menurut Liliweri (2011:239) mendefinisikan strategi sebagai
prespektif, posisi,rencana dan pola. Dengan kata lain strategi merupakan upaya
yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk menyusun kerangka pikiran agar
tercapainya tujuan dalam memasarkan produk atau jasa melalui berbagai
aktivitas baik menjalin relasi maupun promosi.
Strategi pemasaran akan lebih makasimal jika rangkaian proses pemasaran
lebih menyatu. Menurut Hermawan (2012:34) cara terbaik untuk mencapai
tujuan pemasaran adalah dengan menggunakan periklanan (advertising),
hubungan masyarakat (public relations), promosi lokasi (locatin promotion),
10
social networking, penetapan harga (price), sebagai upaya penciptaan inovasi
pada fokus utama dalam strategi pemasaran.
Menurut Sangadji & Sopiah (2013:225) menyatakan komunikasi
pemasaran merupakan komunikasi yang dilakukan antara produsen,perantara,
pemasaran, dan konsumen. Hal tersebut merupakan kegiatan untuk membantu
konsumen mengambil keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan
pertukaran atau transaksi agar lebih memuaskan dengan menyadarkan semua
pihak untuk berpikir, berbuat, dan bersikap lebih baik. Selain itu, Sebuah
perusahaan harus memiliki strategi untuk mencapi tujuannya dalam menjual
produknya. Maka, perusahaan tersebut harus menggunakan strategi
komunikasi pemasaran dalam upaya menarik minat beli konsumen terhadap
produk yang akan perusahaan pasarkan. Menurut Machfoed (2010:121) fungsi
dari komunikasi pemasaran yaitu untuk mengkomunikasikan serta mendukung
strategi pemasaran sedangkan fungsi dari strategi pemasaran adalah sebagai
faktor penting dalam pembangunan komunikasi pemasaran tersebut.
Menurut Kusniadji (2016:86) dalam Jurnal Komunikasi menyatakan
komunikasi pemasaran sebagai kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk
menyampaikan pesan pada konsumen dengan menggunakan berbagai media,
dengan harapan agar komunikasi dapat menghasilkan tiga tahap perubahan,
yaitu perubahan pengetahuan, perubahan sikap dan perubahan tindakan yang
dikehendaki.
Kegiatan komunikasi pemasaran merupakan kegiatan pemasaran yang
menggunakan teknik-teknik komunikasi untuk memberikan informasi kepada
11
masyarakat luas dengan tujuan untuk mencapai peningkatan pendapatan atas
pembelian produk atau penggunaan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
tersebut (Kennedy dan Soemanagara, 2009:5)
Dalam buku Soemanagara: 2006 proses komunikasi pemasaran terdapat
tiga tahap diantaranya adalah perencanaan, eksekusi atau pelaksanaan dan
evaluasi. Berikut adalah penjelasan dari tiga tahap yang harus dilakukan dalam
komunikasi pemasaran yaitu :
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan strategi komunikasi pemasaran dalam suatu
perusahaan atau organisasi, memerlukan adanya analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, dan Threat). Analisis SWOT merupakan analisis
kondisi internal maupun eksternal suatu perushaan atau organisasi.
Analisis lingkungan eksternal perusahaan atau organisasi meliputi
faktor peluang dan ancaman. Analisis internal perusahaan atau orgnisasi
meliputi penilaian terhdap kekuatan dan kelemahan yang perlu dievaluasi
(Kotler, 2001:113-115).
Berikut ini adalah penjelasan dari analisis SWOT yaitu:
1) Strength (kekuatan)
Merupakan unsur-unsur yang dapat diunggulkan oleh
perusahaan atau organisasi seperti halnya keunggulan dalam
produk yang dapat diandalkan dan memiliki keterampilan yang
berbeda dengan produk lain, sehingga membuat produk lebih
12
kuat dari pada pesaingnya. Kekuatan merupakan sumber daya,
keterampilan, atau keunggulankeunggulan lain yang relatif
berbeda terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani
atau ingin dilayani oleh perusahaan. kekuatan adalah
kompetensi khusus yang memberikan keunggulan komparatif
bagi perusahaan di pasar, kepemimpinan pasar, citra, hubungan
pembeli- pemasok dan faktor lainnya.
2) Weakness (Kelemahan)
Kelemahan atau keterbatasan yaitu dalam hal sumber
daya yang ada pada perusahaan baik itu keterampilan atau
kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organiasi.
Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya,
keterampilan dan kapabilitas akan menghambat kinerja
perusahaan atau organisasi. Kekurangan fasilitas, sumber daya
keuangan, kapabilitas manajemen, keterampilan pemasaran
dan citra merek dapat menjadi sumber kelemahan.
3) Opportunity (Peluang)
Peluang merupakan berbagai hal kemungkinan dan
situasi yang menguntungkan bagi suatu perusahaan atau
organisasi, serta kecenderungan yang merupakan salah satu
sumber peluang.
13
4) Threat (Hambatan atau Ancaman)
Ancaman adalah faktor- faktor lingkungan yang tidak
menguntungkan dalam perusahaan. jika ada diatasi maka akan
menjadi hambangat bagi perusahaan yang bersangkutan baik
masa sekarang maupun yang akan datang. Ancaman
merupakan pengganggu utama bagi posisi perusahaan. Misal
dengan adanya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar,
meningkatkan kekuatan tawar menawar pembeli, perubahan
teknologi, serta peraturan baru yang direvisi dapat menjadi
ancaman bagi keberasilan perusahaan.
b. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dimana implementasi yang efektif dapat
ditunjukkan melalui kegiatan apa yang dilakukan, siapa yang bertanggung
jawab pelaksanaan, bagaimana implementasi itu akan dilakukan serta
bagaimana evaluasi dan pengendalianya.
c. Tahap Evaluasi
Tahapan akhir dari strategi komunikasi pemasaran adalah dengan
menuntut informasi untuk mengukur kinerja dan mempertahankan hasil
dari kegiatan komunikasi pemasaran yang telah dilakukan. Selain itu
melakukan peninjauan kembali aplikasi hasil dari komunikasi pemasaran
14
telah mencapai tujuan dari perusahaan atau organisasi yang telah disusun
dalam tahap perencanaan.
2. Segmentasi Pasar
Menurut Kotler dan Amstrong dalam Priansa (2017:41) menyatakan
bahwa segmentasi pasar adalah membagi suatu pasar dalam kelompok pembeli
yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dasar, karakteristik atau perilaku
yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
Dalam hal ini bertujuan untuk menentukan perbedaan di antara pembeli, dari
barang-barang yang mereka inginkan.
Segmentasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Empat cara yang sering
digunakan dalam melaksanakan segmentasi, yaitu:
a. Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis digunakan untuk mengklasifikasikan pasar
berdasarkan lokasi yang akan mempengaruhi biaya operasional dan
jumlah permintaan secara berbeda dalam segmentasi geografi pasar
dibagi menjadi unit geografis, seperti :
1) Negara
2) Provinsi
3) Kota
4) Lingkungan
Segmentasi pasar diatas dilakukan dengan mengelompokkan
konsumen menjadi bagian pasar menurut skala wilayah atau letak
15
geografis yang dapat dibedakan berdasarkan keluasan pasar, provinsi,
kota/desa, iklim, cuaca, dan lain sebagainya.
b. Segmentasi Demografis
Dalam segmentasi demografis pasar dibagi menjadi berbagai
kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis, misalnya:
1) Usia
2) Jumlah keluarga
3) Jenis kelamin
4) Penghasilan per bulan
5) Pekerjaan
6) Agama
7) Ras
8) Generasi kewarga negaraan
9) Status merital.
Variabel-variabel demografis merupakan dasar yang paling populer
untuk membedakan kelompok-kelompok konsumen.
c. Segmentasi Psikografis
Segmentasi psikografis, segmen pasar ini dilakukan dengan
mengelompokkan konsumen atau pembeli menjadi bagian pasar
menurut variabel-variabel pola atau gaya hidup (life style) dan
16
kepribadian (personality). Sebagai contoh, Segmentasi pasar
masyarakat yang bergaya hidup konsumtif yang mewah berbeda dengan
segmen pasar mayarakat yang bergaya hidup produktif dan hemat yang
mementingkan kualitas dengan harga relatif murah.
d. Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pasar diklasifikasikan dalam kelompok-
kelompok yang dibedakan berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan
atau respons, terhadap suatu produk.
3. Bauran Komunikasi Pemasaran
Menurut Kotler dan Keller dalam Priansa (2017:38) menyatakan bahwa
bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh
perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Kotler
dan Amstrong dalam Priansa (2017:38-41) menjelaskan empat komponen
dalam bauran pemasaran, yaitu sebagai berikut:
a. Produk (Product)
Mengelola produk termasuk perencanaan dan pengembangan
produk yang tepat untuk dipasarkan dengan menambahkan dan
mengambil tindakan yang lain yang dapat mempengaruhi produk
tersebut. Mutu produk menunjukan kemampuan sebuah produk untuk
menjalankan fungsinya seperti ciri dari produk merupakan sarana
kompetitif untuk membedakan produk perusahaan dengan produk
pesaing. Sedangkan desain dari produk dapat menyumbangkan
kagunaan atau manfaat dari produk. Produk pada dasarnya adalah segala
17
hal yang dapat dipasarkan dan mampu memuaskan konsumennya ketika
dipakai atau digunakan (Morissan, 2010:75)
b. Harga (Price)
Sistem manajemen perusahaan akan menentukan harga dasar yang
tepat bagi produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus menentukan
strategi yang berkaitan dengan berbagai potongan harga, pembayaran
biaya pengangkutan (transportasi), serta variabel biaya lain yang terkait.
Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat
memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh
pembeli dan penjual melalui tawar menwar atau ditetapkan oleh penjual
untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Penetapan harga
dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi
oleh perusahaan.
c. Tempat (Place)
Sebagain besar produsen menggunakan perantara pemasaran untuk
memasarkan produk, khususnya barang dengan cara membangun suatu
saluran tempat, yaitu suatu sekelompok organisasi yang saling
tergantung dalam keterlibatan mereka dalam proses yang memungkinkan
suatu produk tersedia bagi penggunaan atau konsumsi oleh konsumen tau
penggunaan industrial. Beberapa cara yang dilakukan, diantaranya:
1) Memilih dan mengelola saluran perdagangan yang dipakai
menyalurkan produk sehingga dapat mencapai sasaran
18
2) Mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan
penanganan produk secara fisik.
d. Promosi (Promotion)
Pemasaran tidak hanya membicarakan produk, harga produk, dan
mendistribusikan produk, tetapi juga mengomunikasikan produk kepada
masyarakat agar produk itu dikenal dan mereka bersedia membeli produk
tersebut. Untuk mengomunikasikan produk perlu disusun atau suatu
strategi yang sering disebut dengan bauran promosi (promotion mix).
Promosi adalah suatu unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan
membujuk pasar tentang produk yang baru pada perusahaan, hak dengan
iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan ataupun dengan publisitas.
Promotion mix merupakan kombinasi strategi yang paling baik dari unsur-
unsur yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Beberapa
perusahaan mulai bergerak menuju proses yang disebut dengan komunikasi
pemasaran yang mencangkup upaya dari berbagai elemen promosi dan
kegiatan pemasaran. Elemen promosi dan pemasaran lainnya tersebut disebut
dengan bauran komunikasi pemasaran yang terdiri sebagai berikut (Priansa,
2017:98):
1. Periklanan (advertising)
Iklan merupakan setiap bentuk komunikasi nonpersonal tentang
produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Perusahaan pada umumnya
mengeluarkan biaya yang besar dalam melaksanakan kegiatan
19
pemasaran periklanan melalui media periklanan, baik yang bersifat
online maupun offline.
Periklanan menurut Kotler dan Kaller (2012:526) mendefinisikan
sebagai bentuk penyajian promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor
tertentu yang memerlukan pembayaran, dalam membuat program
periklanan manajemen pemasaran memulai dengan mengidentifikasi
pasar sasaran dan motif dari pembeli.
2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct Marketing merupakan bagian dari program komunikasi
pemasaran (marketing communication). Pemasaran langsung merupakan
pemasaran dengan cara membina hubungan yang sangat dekat dengan
target market yang memungkinkan terjadinya proses two ways
communication. pemasaran langsung mencangkup berbagai aktivitas
termasuk pengelolaan data, telemarketing, dan iklan tanggapan langsung
dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi.
3. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan merupakan salah satu cara yang digunakan
perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan. Promosi berasal dari
kata promote yang dapat dipahami sebagai mengembangkan atau
meningkatkan. Promosi mencangkup semua alat yang ada di dalam
bauran pemasaran (marketing mix) yang peran utamanya adalah lebih
mengadakan komunikasi yang sifatnya membujuk. Promosi merupakan
segala macam bentuk komunikasi persuasi yang dirancang untuk
20
menginformasikan pelanggan tentang produk atau jasa dan
mempengaruhi mereka agar membeli barang atau jasa yang dihasilkan
oleh perusahaan.
Menurut Muhammad (2009: 63), sales promotion sebagai alat
promosi konsumen, seperti kupon, tawaran pengembalian uang, sampel,
potongan harga, hadiah, percobaan gratis, garansi, promosi, silang,
panjangan, dan demonstrasi di toko tempat pembelian. Sales promotion
mempunyai tujuan seperti :
a. Menarik pelanggan baru
b. Mempengaruhi pelanggan untuk mencoba produk baru
c. Meningkatkan permintaan konsumen
d. Mengupayakan kerjsama dengan pengecer
Menurut Muktaf (2015:43) sales promotion memiliki kelebihan dan
kelemahan sebagai berikut:
a. Kelebihan
1) Kemampuan mendapatkan perhatian
Penggunaan tools promosi akan menarik perhatian
konsumen, dan mungkin akan lebih mudah menarik
konsumen untuk mendatangi produk yang ditawarkan.
2) Rangsangan
Sales promotion memberikan kelonggaran kepada
konsumen, namun juga memberikan dorongan untuk
21
membeli atau memberikan konstribusi penilaian produk
kepada konsumen
3) Mengundang
Secara terang-terangan mengundang konsumen untuk
melaukan transaksi sekarang juga.
b. Kelemahan
Kelemahan dari sales promotion adalah jangkauan yang
terbatas, dan kemauan khalayak target untuk ikut serta dalam
proses promosi. Tidak semua khalayak target mau memberikan
waktu, tenaga atau ruang privasinya untuk aktifitas promosi
sebuah produk.
4. Penjualan Personal (Personal Selling)
Penjualan personal atau personal selling merupakan suatu bentuk
komunikasi langsung antara penjual dan calon pembelinya (person-to-
person communication). Dalam hal ini, penjual berupaya untuk
membantu atau membujuk calon pembeli untuk membeli produk yang
ditawarkan. Personal selling merupakan alat promosi yang berbeda dari
periklanan karena penjualan personal menggunakan orang atau individu
dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, komunikasi yang dilakukan
orang secara individu dapat lebih fleksibel. Hal ini disebabkan terjadi
interaksi personal langsung antara seorang pembeli.
5. Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing)
22
Sejak memasuki abad ke-21, mengalami perubahan yang semakin
dinamis dan revolusioner dari kegiatan pemasaran perusahaan.
Perubahan ini didorong oleh kemajuan teknologi komunikasi yang
memungkinkan dilakukannya komunikasi secara interaktif melalui
media massa, dan yang utama adalah internet. Media interaktif
memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik yang
memungkinkan pengguna dapat berpartisipasi dan memodifikasi bentuk
dan isi informasi pada saat itu juga. Selain berfungsi sebagai media
promosi, internet juga dipandang sebagai suatu instrumen komunikasi
pemasaran yang bersifat mandiri.
6. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Suatu perusahaan merencanakan dan mendistribusikan informasi
secara sistematis dalam upaya mengontrol mengelola citra serta
publisitas yang diterima, hal itu berarti perusahaan tersebut sedang
melakukan tugas hubungan masyarakat (humas) yang memiliki kaitan
erat dengan manajemen. Humas berfungsi membantu manajemen dalam
menetapkan suatu tujuan yang akan dicapai serta menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang berubah.
F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
23
Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitiatif deskriptif.
Peneliti memilih pendekatan kualitatif karena penelitian ini bermaksud
untuk memahami suatu makna peristiwa dalam situasi tertentu menurut
perspektif peneliti. Menurut Sugiyono (2015:15) mendefinisikan metode
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang
alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah
sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan
secara purposive dan snowball, teknik penggabungan dengan trianggulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Menurut Nazir (2011:52) menjelaskan pengertian metode deskriptif
merupakan suatu metode dalam meneili status kelompok manusia, suatu
objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun peristiwa yang terjadi
pada masa sekarang. Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat
deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis serta hubungan antar
fenomena yang diselidiki.
Peneliti menggunakan metode ini karena peneliti ingin menggali
bagaimana strategi komunkasi pemasaran dalam meningkatkan pemasaran
yang dilakukan PT. Asa Gemilang Utama Sukses.
2. Lokasi Penelitian
24
Lokasi penelitian ini adalah kantor pemasaran Bumi Nuani Residence
(JL. Pawarengan desa Dawuan Timur, Kec. Cikampek Kab. Karawang,
41373).
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam
penelitian, karena memiliki tujuan utama dari penelitian yaitu
mendapatkan data yang dicari. Menurut Sugiyono (2009:225) menjelaskan
bahwa pengumpulan data dapat diperoleh dari hasil observasi, wawancara,
dokumentasi dan gabungan Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan
dalam penelitian akan mengambil wawancara dan studi dokumentasi
untuk memperoleh pengumpulan data.
Dalam penelitian ini mengunakan teknik dengan wawancara dan
dokumentasi:
a. Wawancara
Teknik ini merupakan bentuk komunikasi dua orang, yang
ingin memperoleh informasi dari seseorang dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. Jenis
wawancara yang digunakan yaitu wawancara terstruktur
(structured interview). Wawancara mengacu pada situasi ketika
seorang peneliti melontarkan sederet pertanyaan kepada setiap
responden berdasarkan kategori-kategori jawaban tertentu atau
terbatas (Denzin & Lincoln, 2009:504). Yang mana dalam
melakukan wawancara ini tidak berisi pertanyaan-pertanyaan
25
secara mendetail, tetapi hanya sekedar garis besar data dan
infromasi yang ingin didapatkan dari narasumber.
Dalam penelitian ini data atau informasi diperoleh melalui
wawancara dengan :
1) PIC project
PIC project merupakan orang yang bertanggung jawab
kepada seluruh karyawan dalam menjalankan perusahaan, yang
membantu karyawan dalam memenuhi target pemasaran yang
ingin dicapai. Alasan peneliti memilih menjadi salah satu
sumber narasumber utama karena memiliki kekuasaan penuh
atas kegiatan pemasaran di perusahaan.
2) General Marketing Bumi Nuani Residence
General marketing adalah orang yang memimpin dan
bertanggung jawab atas seluruh proses kegiatan pemasaran agar
mencapai target yang diinginkan perusahan. Wawancara dengan
General Marketing berguna untuk mengetahui aktivitas
pemasaran dan promosi Bumi Nuani Residence.
3) Konsumen
Konsumen adalah orang yang datang untuk melakukan proses
pembelian yang ditawarkan oleh perumahan Bumi Nuani
Residence. Melakukan wawancara dengan konsumen agar
mengetahui respon konsumen mengenai perumahan Bumi Nuani
Residence.
26
b. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara pengumpulan,
pengambilan data dalam penelitian bisa berupa gambar,
karya-karya atau tulisan monumental seseorang. Cara
pengambilan datanya dapat diperoleh dari buku, kamus, surat
kabar, majalah, agenda atau sumber lain yang dapat
memperoleh informasi yang relevan dan mendukung untuk
dijadikan data. Studi dokumen merupakan pelengkap dari
penggunaan metode observasi dan wawancara dalam
penelitian (Sugiyono, 2012: 204)
Dalam penelitian ini data yang diperoleh dari
dokumentasi media promosi Perumahan Bumi Nuani
Residance yang dikumpulkan adalah dokumen resmi atau
dokumen internal seperti struktur organisasi, laporan
aktivitas komunikasi pemasaran, brosur, banner, media cetak
lainnya dan sebagainya.
4. Teknik Analisis data
Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis data kualitatif. Analisis yang dilakukan mengacu pada strategi
komunikasi pemasaran dalam memasarkan produk. Dalam hal ini sesuai
dari apa yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (dalam Sugiyono
2010: 335). Yang dilakukan dalam aktivitas analisis data, yaitu data
27
reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Uraian
dari masing-masing kegiatan tersebut yaitu :
Gambar 1 : Model Analisi Interaktif (Miles dan Huberman, 1994)
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan
perhatian pada penyederhanaan dan tranformasi data kasar yang
muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data
dimulai sejak pengumpulan data dilakukan dengan membuat
ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus,
menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data
dan informasi yang tidak relevan. Data yang diperoleh dari
lapangan akan dipilih dan dipilah sesuai dengan objek yang
diteliti sehingga data yang diperoleh tersebut relevan.
b. Penyajian Data
Penyajian data atau display merupakan pendeskripsian
sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan
28
adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.
c. Penarikan Kesimpulan/verifikasi
Penarikan kesimpulan/ verifikasi merupakan kegiatan akhir
dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa interpretasi,
yaitu menemukan makna data yang telah [Link] yang
terkumpul dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi
yang diperoleh direduksi untuk dipilih mana yang layak dan
tepat untuk disajikan. Proses pemilihan data akan difokuskan
pada data yang mengarah pada pemecahan masalah,
pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian.
5. Validitas Data
Data yang telah berhasil diteliti, dikumpulkan dan dicatat kedalam
kegiatan penelitian yang harus diusahakan kemantapan dan
kebenarannya dengan cara teknik tringulasi. Teknik triangulasi yang
digunakan merupakan teknik triangulasi yang bersumber dari sumber
data. Menurut Patton (Moleong, 2012:330) trigulasi dengan sumber
adalah berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan
suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda
dalam penelitian kualitatif.
Menggunakan teknik triangulasi dengan sumber, peneliti akan
membandingkan hasil wawancara dari masing-masing informan atau
29
narasumber sebagai perbandingan untuk mengukur kebenaran informasi
yang telah didapatkan oleh peneliti.
G. Sistematika Penulisan
Pembahasan mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran PT. ASA
GEMILANG UTAMA SUKSES dalam Memasarkan Perumahan Bumi
Nuani Residence terdiri atas empat bab, secara sistematis penulisan maka
disusun sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan disajikan mengenai latar belakang
masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, kajian teori,
metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Dalam bab gambaran umum objek penelitian disajikan mengenai
profil secara umum mengenai perusahaan tempat penelitian yang
meliputi struktur organisasi, visi dan misi perusahaan
BAB III : HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam bab hasil dan pembahasan akan disajikan berupa korelasi
antara data-data yang diperoleh dengan teori yang diterapkan.
30
BAB IV : PENUTUP
Dalam bab penutup peneliti akan memberikan kesimpulan dan
saran yang diperoleh dari proses penelitian yang akan bermanfaat
guna penelitian selanjutnya.
31