BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
I.1 Tinjauan Umum
Perancangan struktur dan pembangunan gedung bertingkat merupakan salah satu proses
mendesain bangunan yang tidak terbatas pada masalah struktual, tetapi juga aspek bangunan
lainnya yang perlu dikerjakan dengan benar, lengkap, dan terintegrasi. Proyek konstruksi
yang sukses adalah sebuah proyek yang memungkinkan optimalisasi kombinasi kepentingan
yang ada didalam gedung. Pertimbangan desain harus dipadukan dengan seluruh kepentingan
bangunan gedung. Saat merancang struktur gedung bertingkat ada banyak faktor yang perlu
diperhatikan, antara lain fungsi dari gedung, keamanan, kekuatan, kekakuan, stabilitas,
keindahan, keseimbangan, dan ekonomis.
Dalam menciptakan bangunan berkualitas tinggi dengan mempertimbangkan
keselamatan dan keamanan, kenyamanan dan efektivitas biaya memerlukan perencanaan dan
perhitungan konstruksi bangunan sesuai dengan peraturan SNI sehingga memenuhi
persyaratan pembangunan gedung. Sehingga dari kebanyakan faktor yang harus diperhatikan
dalam perancangan struktur gedung bertingkat tinggi, keamanan dan keselamatan juga faktor
yang utama. Kesalahan dalam desain mengakibatkan tertundanya kegiatan suatu proyek
pembangunan gedung Perencanaan yang baik dan sangat matang tidak hanya mampu
mengurangi kerugian, namun juga dalam menghasilkan bangunan yang baik, aman dan layak
pakai menghemat waktu dan tenaga. Beberapa tahapan perencanaan dalam konstruksi
bangunan antara lain
A. Tahap Pra – Perancangan (Prelimiary Design)
Pada tahap pra – perancangan ini ahli konstruksi harus dapat membantu arsitek dalam
memilih komponen-komponen penting struktur bangunan yang akan dirancang, baik dari segi
dimensi maupun letak strukturnya. Dan pada perancangan arsitek biasanya datang dan
membawa informasi tentang sketsa denah, gambar tampak, bagian-bagian, penjelasan fungsi
masing-masing lantai, konsep asli bangunan dan denah komponen nonstrukturalnya.
B. Tahap Perancangan
Tahap Perancangan ini merupakan tahap kelanjutan atau pengembangan dari Tahap
Pra - perancangan. Pada tahap ini perancangan disusun dengan perhitungan yang lebih detail.
Beberapa langkah pada fase kedua ini adalah sebagai berikut
1.) Perhitungan yang sangat rinci baik pada tingkat struktural maupun non-struktural
2.) Rencana yang sangat rinci, mulai dari rencana arsitektural, kelistrikan dan
distribusi hingga rencana mekanis
3.) Perkiraan biaya RAB konstruksi terperinci.
I.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada pembangunan Gedung SEDA Badminton Hall Kota Palembang
memiliki beberapa tahapan yaitu,
I.2.1 Perancangan Konstruksi
Struktur merupakan suatu kesatuan dan rangkaian dari beberapa [Link] untuk
menahan beban eksternal dan bobotnya sendiri tanpa mengalami perubaan bentuk yang
melebihi batas yang dipersyaratkan. Strukturnya sendiri berfungsi sebagai struktur bangunan
yang menopang seluruh beban yang ditopangnya bangunan tersebut. Ada 2 struktur
pendukung yang utamanya beton bertulang yang biasanya terdapat dibagian antara sebagai
berikut.
A. Struktur Bangunan Atas (Upper Structure)
Bangunan atas merupakan struktur yang harus mampu mewujudkan perancangan
estetika dari segi arsitektur dan menjamin mutu dari segi struktur yaitu keamanan, dan
kenyamanan untuk penggunanya. Beberapa struktur atas dari bangunan gedung antara lain:
Struktur atap, Struktur pelat lantai, Struktur tangga, Struktur balok, serta Struktur kolom.
B. Struktur Bangunan Bawah (Sub Structure)
Yang dimaksud struktur bangunan bawah yaitu struktur pendukung bangunan yang
menerima beban dari struktur atas, untuk diteruskan ke tanah yang berada 6 dibawahnya.
Adapun struktur bangunan bawah pada suatu bangunan yaitu: struktur sloof, dan struktur
pondasi.
Pemilihan jenis bangunan atas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sistem
fungsional bangunan, sehingga ketika merancang struktur, perhatian harus diberikan pada
jenis struktur dan kedekatan masalah yang mempengaruhi struktur tersebut.
Permasalahan seputar pemilihan struktur dapat dibagi menjadi beberapa aspek:
1) Fungsional
Dalam merancang suatu struktur yang baik, sangat penting untuk memperhatikan fungsi
bangunan tersebut. Dalam pemanfaatan ruang, aspek fungsional mempunyai pengaruh
besar terhadap dimensi bangunan yang direncanakan.
2) Kekuatan dan Stabilitas Struktur
Kekuatan dan stabilitas struktur erat kaitannya dengan kemampuan struktur dalam
menahan beban kerja baik vertikal maupun horizontal. Stabilitas struktur merupakan
keadaan seimbang suatu struktur setelah menerima beban-beban tersebut.
3) Arsitektur Pengeditan elemen struktur dengan mempertimbangkan aspek estetika
seperti denah, gambar tampak, penampang, perspektif, area internal dan eksternal.
4) Ekonomis dan kemudahan pelaksanaan Struktur yang dirancang harus mampu
menahan beban-beban yang bekerja pada bangunan secara aman tanpa tegangan
berlebihan atau deformasi yang melebihi batas yang diperbolehkan. Namun
perencanaan juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan memperhatikan
kondisi kerangka yang memungkinkan keselamatan dan kenyamanan selama
pelaksanaan.
5) Lingkungan Aspek lingkungan merupakan aspek lain yang menentukan
perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. Aspek ini juga dapat menjadi tujuan utama
pengembangan proyek. Misalnya, pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki
kondisi lingkungan di lokasi proyek dan memberikan dampak positif bagi masyarakat
sekitar lokasi [Link] juga mempertimbangkan aspek lingkungan ketika
mengambil langkah untuk mengurangi dampak negatif yang terjadi.
2.2Data- Data Perancangan
1. Gambar Denah