Program Arabic Club untuk Maharah Kalam
Program Arabic Club untuk Maharah Kalam
PROPOSAL SKRIPSI
Oleh
Nim : 183121013
2022
BAB I
PENDAHULUAN
Bahasa adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-
hari masyarakat. Sebagai suatu alat komunikasi agar mampu beriteraksi
sesama manusia. Tanpa bahasa, kita tidak akan bisa memahami dan mengerti
tentang apa yang dimaksud atau diinginkan orang lain. Menurut
(Noermanzah, 2019) menjelaskan bahwa yang dinamakan dengan bahasa
yaitu alat komunikasi yang bermakna bahwa bahasa itu merupakan sebuah
deretan bunyi yang bersistem, berbentuk lambang, bersifat universal,
bervariasi, manusiawi, konfensional, unik, dan alat interaksi sosial yang
menggantikan antar inidividu dalam menyampaikan sesuatu kepada lawan
bicaranya sebagai alat untuk berkomunikasi. Sehingga dalam proses
pengucapan sebuah bahasa, kita harus bisa mengucapkannya sesuai dengan
aturan struktur bahasa tersebut, karena apabila tidak sesuai maka akan sulit
dipahami oleh lawan tutur bicara kita. Bahasa akan mudah dipahami apabila
sesuai dengan standar yang telah disepakati oleh suatu daerah pemilik bahasa
tersebut (Haryanti, 2019).
Dunia ini terdapat banyak sekali bahasa, dan bahasa Arab menjadi
salah satu bahasa internasional yang digunakan sebagai bahasa pertama di 22
Negara Arab di wilayah Timur Tengah, serta menjadi bahasa internasioal
kedua setelah bahasa Inggris berada di kedudukan pertama (Kosim, 2021).
Itulah mengapa banyak orang yang kemudian tertarik dalam dunia bahasa
Arab. Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an dan
Hadits, juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan literatur keislaman, serta
merupakan bahasa ibadah bagi umat Islam seluruh dunia. Oleh karena itu,
apabila kita tidak memahami bahsa Arab secara mendalam, maka akan sulit
bagi kita untuk bisa memaknai buku atau kitab berbahasa Arab dengan benar.
Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dalam wujud suasana
pembelajaran dengan tujuan pesertanya mampu mengembangkan potensi
yang ada dalam dirinya agar dapat memiliki kecerdasan dan keahlian pada
suatu bidang tertentu (Abd Rahman, 2022).. Indonesia sendiri telah mengatur
pendidikan ini dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 tertuliskan
sebagai berikut :
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.”
Mempelajari bahasa adalah salah satu dari bidang pengetahuan yang
disampaikan didalam pendidikan. Tidak hanya bahasa kita yaitu Bahasa
Indonesia saja yang harus dipelajari, bahasa asing pun juga sekarang telah
masuk kedalam kurikulum di sekolah-sekolah sehingga menjadi pengetahuan
umum peserta didik. Tidak akan ada ruginya belajar bahasa Arab karena itu
merupakan bahasa kitab suci umat Muslim yaitu Al-Qur’an sehingga akan
mendatangkan banyak sekali manfaat bila mempelajarinya dengan sungguh-
sungguh. Al-Khuli dalam (Kosim, 2021) juga menyampaikan bahwa
pentingnya bahasa Arab bagi umat Muslim diantaranya sebagai bahasa Al-
Qur’an, Al-Hadits, dan sebagai bahasa yang digunakan pada ibadah shalat.
Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat luar biasa dimana memiliki
banyak sekali kosa kata yang hampir mirip bentuk tulisannya hanya berbeda
satu huruf saja maka arti yang dikandung pun berbeda. Cara pengucapaan
harokat yang berubah pun juga dapat mempengaruhi makna dalam kalimat
tersebut. Bahasa Arab ini memiliki empat (4) ketrampilan atau yang didalam
bahasa Arab dinamakan dengan maharoh. Maharoh tersebut dibagi menjadi 4
macam yaitu, maharoh istima (ketrampilan mendengar), maharoh qiroah
(ketrampilan membaca), maharoh kitabah (ketrampilan menulis), dan yang
terakhir yaitu maharoh kalam (ketrampilan berbicara). Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia disampaikan bahwa pengertian ketrampilan yaitu
kecakapan dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan (KBBI, 2020).
Menurut bahasa, ketrampilan berasal dari kata terampil yang berarti mampu
bertindak secara cepat dan tepat (Nasihudin, 2021). Seseorang yang dapat
melakukan sesuatu dengan mudah maka bisa jadi ia memiliki ketrampilan
pada bidang tersebut. Dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud
dengan ketrampilan adalah apabila seseorang mampu melakukan suatu
tindakan dengan proses yang cepat dan tepat.
Maharoh atau ketrampilan bahasa Arab terbagi menjadi empat (4)
jenis yaitu yang pertama adalah maharoh istima (ketrampilan mendengar),
Maharoh istima adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam
memproses kata dan kalimat yang diucapkan oleh seseorang secara langsung
maupun tidak langsung / melalui media (Hamidah, 2022). Kedua yaitu
maharoh qiroah atau ketrampilan membaca, yaitu kemampuan yang dimliki
seseorang dalam memahami teks bahasa Arab sesuai dengan struktur katanya.
Menurut (Siti Fatimah, 2019) menyatakan bahwa proses seseorang dalam
memahami tulisan berbahasa Arab dan menafsirkan bacaan melalui simbol-
simbol yang terkandung didalamnya. Ketiga adalah maharoh kitabah atau
ketrampilan menulis, yaitu kemampuan seseorang dalam menuangkan ide dan
pikirannya kedalam sebuah tulisan dengan mengkoordinasikan ragam tulisan
Arab beserta kaidah penulisannya (Munawarah, 2022). Sehingga kemampuan
menulis ini adalah kemampuan yang kompleks karena seseorang harus
terlebih dahulu memahami kosa kata bahasa Arab dan juga aturan dalam
kepenulisannya.
Maharoh kalam adalah ketrampilan terakhir sekaligus yang akan
menjadi pokok pembahasan dalam penelitian ini. Maharoh kalam
(ketrampilan berbicara) adalah kemampaun untuk menuturkan bunyi berupa
kata-kata untuk mengungkapkan ide, pikiran, perasaan, maupun pendapat
kepada lawan bicara (Andi Saputra, 2019). Maharoh kalam atau ketrampilan
berbicara ini menjadi ketrampilan yang paling penting dalam pembelajaran
bahasa Arab ini karena inilah yang menjadi tujuan pembelajaran bahasa Arab
yaitu peserta didik mampu menggunakan bahasa Arab. Hal itu sesuai seperti
yang disampaikan oleh (Taubah, 2019) bahwa ketrampilan berbicara ini
penting sebagai ketrampilan dasar dalam mempelajari sebuah bahasa asing.
Menurut Abd Rahman Ibrahim Fauzan dalam (Hady, 2019) ia menyampaikan
bahwa apabila ketrampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Arab
dijadikan sebagai kemampuan dasar dalam berbahasa Arab maka kemampuan
untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab adalah tujuan utama dalam
pembelajaran kalam bahasa Arab.
Proses belajar kalam bahasa Arab tersebut didapatkan bahwa
lingkungan menjadi salah satu aspek terpenting sebab lingkunganlah yang
memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan berbahasa seseorang, karena
dari lingkungan tersebut seseorang saling berkomunikasi dengan
mempraktekkan kemampuan bahasa mereka. Lingkungan dapat
mempengaruhi kebiasaan seseorang, dan kebiasaan berbahasa inilah yang
diperlukan oleh seorang pembelajar. Belajar bahasa ini bisa berhasil melalui
proses kebiasaan, maka seseorang dituntut untuk sadar dan mengupayakan
dengan seluruh kemampuannya terhadap kebiasaan tersebut (Samal, 2020).
Pada hakikatnya, lingkungan merupakan sumber belajar yang bersifat alami,
seseorang dapat mengetahui dan mempelajari tentang berbagai hal melalui
lingkungan (Ahmad Muzammil, 2021).
Bahasa Arab tak jarang dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Selain
struktur kata yang berbeda dari bahasa Indonesia, bahasa Arab dianggap sulit
karena pengucapan hurufnya pun berbeda. Bahasa Arab memiliki huruf yang
berbeda dari negara lainnya yaitu huruf hijaiyah. Tentunya huruf tersebut
memiliki penulisan dan pengucapan yang berbeda. Sehingga hal tersebut
yang menjadikan bahasa Arab dianggap sulit oleh sebagian orang. Sama
halnya seperti di SMA Al-Islam 1 Surakarta, bahasa Arab menjadi salah satu
mata pelajaran yang diajarkan setiap satu pekan sekali, sehingga jam
pelajaran yang begitu sedikit tersebut menjadikan siswa merasa kurang
terhadap materi yang didapatkannya. Menurut bapak Fuad selaku Pembina
sekaligus pengajar di ekstrakurikuler Arabic Club ini mengatakan bahwa,
program ekstrakurikuler ini sangat penting bagi pengembangan kemampuan
bahasa Arab siswa seperti berpidato, MC, puisi, dan lain-lain yang tidak
didapatkan pada pelajaran bahasa Arab didalam kelas. Atas dasar tersebut
maka SMA Al-Islam 1 Surakarta membuat satu wadah bagi siswa yang ingin
memperdalam bahasa Arab kedalam satu program ekstrakurikuler yang diberi
nama “Arabic Club”. Arabic Club ini bersifat tidak wajib, atau hanya siswa
yang memang memiliki minat dan bakat pada bidang bahasa Arab saja yang
bergabung dalam program ekstrakurikuler tersebut.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan diatas, maka
masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut.
1. Hanya 1,8% siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Arabic
Club.
2. Tidak semua siswa memiliki kemampuan pada ketrampilan berbicara
atau kalam bahasa Arab.
3. Belum ada pembiasaan bahasa Arab / bi’ah lughawiyyah dalam
lingkungan sekolah.
4. Penggunaan metode khiwar dalam pembelajaran kalam pada
ekstrakurikuler Arabic Club.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijelaskan di atas, maka
peneliti membatasi masalah hanya fokus pada bagaimana proses
pembelajaran yang dilakukan di program Arabic Club untuk
mengimplementasikan program Arabic Club dalam meningkatkan
kemampuan maharah kalam siswa.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah peneliti paparkan diatas,
maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan pada
ekstrakurikuler Arabic Club di SMA Al-Islam 1 Surakarta?
2. Bagaimana penerapan metode khiwar yang diterapkan dalam
pembelajaran maharah kalam di ekstrakurikuler Arabic Club SMA
Al-Islam 1 Surakarta?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahn yang telah peneliti uraikan diatas, maka
penelitian ini bertujuan untuk sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilaksanakan pada
program Arabic Club di SMA Al-Islam 1 Surakarta
2. Untuk mengetahui kemampuan maharah kalam yang dilaksanakan
pada program Arabic Club di SMA Al-Islam 1 Surakarta.
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian
ini diharapkan mempunyai manfaat dalam pendidikan, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut.
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai
berikut.
a. Memberikan sumbangan ilmiah dalam ilmu penelitian terkait
pengadaan program khusus untuk memperdalam kemampuan
berbahasa.
b. Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan
program pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman ecara langsung
bagi penulis.
b. Diharapkan bisa menjadi sumbangan pemikiran dan menambah
wawasan bagi pembaca terkait dengan pembelajaran bahasa arab.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
1. Tinjauan tentang Implementasi
Implementasi merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa
Inggris yaitu to implement yang berarti mengimplementasikan. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) implementasi diartikan sebagai
pelaksanaan atau perencanaan. Menurut (Tachjan, 2006) dalam bukunya
yang berjudul “Implementasi Kebijakan Publik” menyebutkan bahwa
implementasi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mewujudkan
suatu kebijakan atau keputusan yang telah disepakati bersama dan
ditetapkan sejak sebelumnya. Pendapat lain menyebutkan bahwa
implementasi adalah aktivitas atau kegiatan yang telah direncanakan dan
dilakukan dengan sungguh-sungguh berdasarkan arahan yang telah
ditentukan untuk mencapai sebuah tujuan (Ardina Prafitasari, 2016).
Pernyataan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi
merupakan sebuah tindakan yang harus dilakukan mengikuti tata tauran
yang telah disepakati bersama untuk mencapai suatu tujuan yang
diharapkan. Lebih singkatnya, implementasi adalah melaksanakan sesuatu
untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga implementasi dapat dikatakan
berhasil apabila mampu mencapai suatu tujuan tersebut.
5. Metode Khiwar
Secara bahasa, khiwar artinya dialog atau percakapan. Metode
khiwar ini diartikan sebagai suatu teknik yang memberikan dorongan
kepada peserta didik agar mau berbicara ketika diberi pertanyaan, maupun
peserta didik itu sendiri yang mengajukan pertanyaan (Nur Syamsi, 2019).
Metode ini yang digunakan oleh pengajar Arabic Club di SMA Al-Islam
1 Surakarta tujuannya agar siswa belajar untuk berkomunikasi
menggunakan bahasa Arab. Metode ini memancing siswa untuk mau
mengeluarkan kata-kata walaupun sedikit namun siswa berani untuk
mengungkapkannya. Metode khiwar ini mampu merangsang ide-ide
kreatif peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh
guru kepada mereka dan berinovasi untuk merangkai jawaban serta
mengembangkan kemampuan mereka dalam membuat kata sesuai dengan
pemahaman mereka (Hasria, 2021). Menurut (Syukran, 2019) bahwa,
من، ميزة طريقة اخلوار هذه هي أن املعلم قادر على معرفة مدى فهم الطالب للغة العربية
ه ذه الطريق ة ستش جع الطالب على، ال وقت ال ذي جييب ون في ه على األس ئلة أو يطرح ون األس ئلة
التفكري يف جتميع الكلمات العربية.
B. Kajian Penelitian Terdahulu
Banyaknya penelitian terdahulu yang memiliki beberapa kemiripan
terkait variabel penelitiannya, menjadikan daftar rujukan bagi penulis sebagai
bahan pertimbangan, diantaranya yaitu :
Pertama, penelitian dari Muti’ur Rahman dan kawan-kawan, yang
berjudul “Model Pembelajaran Program Ekstrakurikuler Bahasa Arab dan
Implementasinya di Madrasah Aliyah Pesantren Nurul Ulum”. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui program ekstrakurikuler di MA Pesantren Nurul
Ulum beserta bagaimana proses pembelajaran yang ada didalamnya. Hasil
dari penelitian tersebut adalah esktrakurikuler bahasa yang dilaksanakan
menggunakan bermacam-macam model pembelajaran bahasa yaitu Model
Kooperatif pada ekstrakurikuler Bahasa Arab. Model pembelajaran ini
menjadikan peserta didik semakin menerima model pembelajaran yang
bervariatf sehingga dapat mengasah kompetensi peserta didik.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Raihanah yang berjudul
“Implementasi Ekstrakurikuler Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharah
Kalam Siswa di MAN 2 Kota Palu”. Penelitian ini menggunakan metodologi
deskripif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrakurikuler bahasa Arab
yang diadakan di MAN 2 Palu dilaksanakan setiap satu pekan sekali yaitu
pada hari Jumat. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini adalah siswa
mengalami peningkatan kemampuan dalam berbahasa Arab yang dibuktikan
melalui perkembangan nilai siswa sebelum dan setelah mengikuti
ekstrakurikuler bahasa Arab ini, dan semua siswa mendapatkan nilai diatas
kkm dengan predikat nilai yaitu A.
Ketiga, penelitian yang ditulis oleh Khumaedi Yahya, berjudul
“Pengaruh Ekstrakurikuler Bahasa Arab Terhadap Kemahiran Berbicara di
Yayasan Pendidikan Islam Darurrahma Bogor”. Metodologi yang digunakan
yaitu Ex Post Fatco. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa
mengikuti ekstrakurikuler bahasa Arab berpengaruh terhadap ketrampilan
berbicara siswa di Yayasan Pendidikan Islam Darurrahmah. Hal itu
dibuktikan dengan tingginya nilai hasil tes lisan siswa yang mengikuti
ektrakurikuler bahasa Arab dibandingkan dengan siswa lain yang tidak
mengikuti ekstrakurikuler bahasa Arab tersebut.
Dari uraian diatas, terdapat persamaan dan perbedaaan dari beberapa
penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Persamaannya yaitu membahas terkait “Ekstrakurikuler Bahasa Arab”
sebagai penunjang siswa terhadap kemampuan berbahasa Arab. Sedangkan
perbedaannya terletak pada pelaksanaan program lingkungan bahasanya serta
siapa yang diteliti dan dimana letak penelitiannya. Supaya mudah memahami
dalam melihat perbedaan penelitian ini, penelitian ini berjudul “Implementasi
Program Arabic Club untuk Meningkatkan Kemampuan Maharah Kalam
Terhadap Murid Anggota Arabic Club SMA Al-Islam 1 Surakarta Tahun
2022”. Dengan adanya penjelasan tersebut harapannya memperoleh hasil
yaitu berupa kemampuan maharah kalam siswa berupa seperti menjadi MC
serta berpidato melalui metode khiwar yang diterapkan pada ekstrakurikuler
Arabic Club.
C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan masalah yang telah dijelaskan dalam penelitian ini yaitu
diadakannya program Arabic Club sebagai fasilitas penunjang siswa untuk
mengembangkan kemampuan bahasa Arab terutama kalam atau berbicara.
Yaitu dengan mengadakan pertemuan sekali disetiap minggunya, untuk
membahas pelajaran bahasa Arab dan juga melatih ketrampilan bahasa Arab
seperti membaca (qiroah), menulis (kitabah), mendengarkan (istima’), dan
yang paling ditekankan yaitu berbicara (kalam).
Program Arabic Club di SMA Al-Islam 1 Surakarta ini sebagai
ekstrakurikuler atau tambahan pelajaran diluar jam pelajaran dikelas. Program
ini didesain untuk menampung siswa yang memiliki minat pada pelajaran
bahasa Arab. Diakibatkan karena hanya terbatasnya pertemuan pelajaran
bahasa Arab dikelas yang hanya seminggu sekali, program ini bisa menjadi
alternatif bagi siswa yang ingin mempelajari bahasa Arab lebih dalam lagi.
Didukung oleh lingkungan bahasa yang timbul dari teman-teman yang
memiliki tujuan yang sama. Sehingga dengan adanya program ini bisa
membentuk bi’ah luhgawiyyah yang semakin menunjang siswa mengasah
ketrampilan berbicara bahasa Arabnya karena adanya kebiasaan berbahasa
yang timbul dari perkumpulan tersebut.
Dapat diartikan bahwasannya program bahasa Arab ini menciptakan
adanya lingkungan bahasa yang menjadi faktor penting keberhasilan
seseorang dalam mempelajari bahasa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
kerangka gambar berikut :
SMA Al-Islam 1
Surakarta
A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2021) yang dimaksud dengan
penelitian kualitatif adalah metode yang bersifat naturalistic dikarenakan
meneliti kondisi lingkungan secara alamiah atau natural setting. Alamiah
berarti kegiatan itu berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kehadiran
peneliti tidak mempengaruhi proses pada objek yang diteliti tersebut.
Lalu yang dimaksud pendekatan deskriptif menurut Nana Syaodih
(Destiani Putri, 2021) yaitu sebuah langkah-langkah yang dilakukan dalam
memecahkan masalah yang ada, kemudian menteliti masalah tersebut dengan
mendeskripsikan keadaan objek yang diteliti tersebut bisa berupa seseorang,
masyarakat, lembaga, dan lain-lain untuk mendapatkan hasil akhir berupa
kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.
Dari penjelasan tersebut, maka dapat diartikan bahwa jenis penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini memiliki tujuan untuk
memaparkan serta mendeskripsikan tentang variabel dan segala kejadian yang
terjadi pada lingkungan masyarakat. Dengan begitu maka relevan dengan
penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran tentang bagaimana proses
pembelajaran pada program “Arabic Club” sebagai fasilitas penunjang bagi
siswa yang memiliki minat pada bidang bahasa Arab terhadap kemampuan
bicara atau kalam mereka, anggota Arabic Club SMA Al-Islam 1 Surakarta
Tahun 2022.
B. Subjek Penelitian
Dalam penjelasan Moleong, mengatakan bahwa subjek penelitian
adalah orang yang memberikan informasi atau disebut informan, dimana
orang tersebut yang akan dimanfaatkan sebagai sumber informasi tentang
keadaan dan situasi terkait tempat penelitian (Faizah, 2019). Dalam penelitian
ini, yang menjadi subjek penelitian adalah Pembina ekstrakurikuler Arabic
Club serta siswa yang tergabung menjadi anggota ekstrakurikuler “Arabic
Club” SMA Al-Islam 1 Surakarta Tahun 2022.
Dalam penelitian kualitatif ini, teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2021) yaitu
teknik pengambilan sampel sumber data dengan melalui beberapa
pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut adalah orang yang paling tau
atau paham tentang apa yang kita harapkan. Hal ini dilakukan untuk
memudahkan peneliti dalam mendapatkan informasi sesuai dengan yang
dibutuhkan dalam penelitian ini.