Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
KONDISI
KEPENDUDUKAN
5.1. Jumlah, Kepadatan, dan Pertumbuhan Penduduk
5.1.1. Provinsi Papua
Jumlah Penduduk Provinsi Papua berdasarkan data dari BPS setempat pada tahun 2005
berjumlah1.988.749 dengan jumlah penduduk terbanyak berada di Kabupaten Jayawijaya
dengan 210.654 jiwa, dan terendah di Kabupaten Supiori dengan 12.201. untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5. 1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kabupaten di Provinsi Papua
Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota
2003 2004 2005 2006
Kabupaten Asmat 67.586 61.950 62.002 66.146
Kabupaten Biak Numfor 110.937 112.304 99.798 134.881
Kabupaten Boven Digoel 38.452 31.417 43.840 44.241
Kabupaten Jayapura 105.967 91.912 91.990 98.138
Kabupaten Jayawijaya 222.276 210.475 210.654 224.734
Kabupaten Keerom 44.774 37.895 37.927 40.462
Kota Jayapura 202.379 183.439 200.360 225.331
Kabupaten Mappi 68.496 66.172 72.996 70.655
Kabupaten Merauke 171.233 155.653 155.783 157.851
Kabupaten Mimika 122.840 135.934 150.753 155.163
Kabupaten Nabire 143.886 161.384 161.519 106.468
Kabupaten Paniai 141.744 157.696 164.320 172.315
Kabupaten Pegunungan Bintang 53.915 88.455 88.529 94.446
Kabupaten Puncak Jaya 89.612 111.617 111.711 75.472
Kabupaten Sarmi 43.220 31.563 31.593 33.705
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-1
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota
2003 2004 2005 2006
Kabupaten Supiori 12.119 12.372 12.201 13.558
Kabupaten Tolikara 53.116 44.143 44.180 47.133
Kabupaten Waropen 23.279 21.685 25.759 23.094
Kabupaten Yahukimo 108.512 137.145 137.260 146.434
Kabupaten Yapen Waropen 62.149 70.684 85.574 119.178
1.886.49 1.923.89 1.988.74
Provinsi Papua 2 5 9 2.049.405
Sumber: Papua dalam Angka, 2007
Gambar 5. 1 Grafik Persebaran Penduduk di Provinsi Papua
Persebaran Penduduk
4% 3% 5%
7% 2%
1% 5%
1%2%
2%
6% 11%
4%
2%
8% 10%
8% 4%
8% 8%
Kabupaten Asmat Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Boven Digoel Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayawijaya Kabupaten Keerom
Kota Jayapura Kabupaten Mappi
Kabupaten Merauke Kabupaten Mimika
Kabupaten Nabire Kabupaten Paniai
Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Sarmi Kabupaten Supiori
Kabupaten Tolikara Kabupaten Waropen
Kabupaten Yahukimo Kabupaten Yapen Waropen
Sumber: Analisa Konsultan
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa persebaran penduduk Provinsi papua
terbanyak di Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura dengan proporsi masing-masing
10,59 dan 10,07 persen dan terendah di Kabupaten Supiori dengan proporsi hanya 0,61
persen. Hal ini mungkin disebabkan karena Kota Jayapura merupakan ibukota provinsi
sehingga menarik banyak penduduk untuk menetap di wilayah ini baik itu karena
kelengkapan fasilitasnya maupun banyaknya lapangan pekerjaan yang ada di sana.
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-2
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Kabupaten Supiori merupakan wilayah dengan proporsi penduduk yang kecil karena luas
wilayahnya pun merupakan yang paling kecil dibandingkan dengan kabupaten lainnya di
Provinsi Papua.
Tabel 5. 2 Kepadatan Penduduk di Provinsi Papua
Luas Wilayah Kepadatan Penduduk
Kabupaten/Kota
(KM )
2
2003 2004 2005 2006
Kabupaten Asmat 18,976 3.56 3.26 3.27 3.49
Kabupaten Biak Numfor 2,360 47.01 47.59 42.29 57.15
Kabupaten Boven Digoel 28,471 1.35 1.10 1.54 1.55
Kabupaten Jayapura 15,309 6.92 6.00 6.01 6.41
Kabupaten Jayawijaya 12,680 17.53 16.60 16.61 17.72
Kabupaten Keerom 9,365 4.78 4.05 4.05 4.32
Kota Jayapura 940 215.30 195.15 213.15 239.71
Kabupaten Mappi 27,632 2.48 2.39 2.64 2.56
Kabupaten Merauke 43,979 3.89 3.54 3.54 3.59
Kabupaten Mimika 20,040 6.13 6.78 7.52 7.74
Kabupaten Nabire 16,312 8.82 9.89 9.90 6.53
Kabupaten Paniai 14,215 9.97 11.09 11.56 12.12
Kabupaten Pegunungan Bintang 16,908 3.19 5.23 5.24 5.59
Kabupaten Puncak Jaya 10,852 8.26 10.29 10.29 6.95
Kabupaten Sarmi 25,902 1.67 1.22 1.22 1.30
Kabupaten Supiori 775 15.64 15.96 15.74 17.49
Kabupaten Tolikara 8,816 6.02 5.01 5.01 5.35
Kabupaten Waropen 24,625 0.95 0.88 1.05 0.94
Kabupaten Yahukimo 15,771 6.88 8.70 8.70 9.29
Kabupaten Yapen Waropen 3,131 19.85 22.58 27.33 38.06
Provinsi Papua 317,059 5.95 6.07 6.27 6.46
Sumber: Papua Dalam Angka, 2007
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa kepadatan penduduk yang terbesar setiap
tahunnya di Provinsi Papua ada di kota Jayapura, sedangkan yang terendah berada di
Kabupaten Waropen. Pada tahun 2006, kepadatan penduduk di Provinsi papua adalah 6,46
jiwa per Km2 . Di Kota Jayapura sendiri pada tahun 2006 kepadatan penduduknya mencapai
239,71 jiwa per Km2 , sedangkan di Kabupaten Waropen kepadatan penduduknya pada tahun
yang sama hanya 0,94 jiwa per Km 2, artinya tidak mencapai 1 orang per Km 2. Hal ini
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-3
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
menunjukan bahwa di Kabupaten tersebut masih terdapat banyak wilayah yang tidak ada
penduduknya.
Sementara itu, pertumbuhan penduduk provinsi Papua relatif sangat kecil. Setiap tahunnya,
rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk hanya berkisar pada angka 2 persen. Bahkan jika
dilihat pertumbuhan penduduk di tiap kabupaten, tidak sedikit yang nilainya negatif, artinya
pertumbuhannya tidak mengalami pertambahan namun justru terjadi pengurangan, misalnya
terjadi di Kabupaten Asmat, boven Digul, Jayapura, Jayawijaya, Keerom, Mappi, Merauke,
Sarmi, Tolikara, Waropen, dan Kota Jayapura pada tahun 2004. Pertumbuhan jumlah
penduduk yang terbesar dicatat oleh Kabupaten Boven Digul pada tahun 2005 dengan angka
pertumbuhan mencapai 40 persen, padahal sebelumnya bernilai negatif yaitu minus 18
persen. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Yapen Waropen
pada tahun 2006 dan kabupaten Biak Numfor pada tahun yang sama. Sedangkan
pertumbuhan penduduk yang penurunannya terbesar terjadi di Kabupaten Nabire pada tahun
2006. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel 5. 3 Pertumbuhan Penduduk di Provinsi Papua
Pertumbuhan Penduduk (persen)
Kabupaten/Kota
2004 2005 2006
Kabupaten Asmat -8.34 0.08 6.68
Kabupaten Biak Numfor 1.23 -11.14 35.15
Kabupaten Boven Digoel -18.30 39.54 0.91
Kabupaten Jayapura -13.26 0.08 6.68
Kabupaten Jayawijaya -5.31 0.09 6.68
Kabupaten Keerom -15.36 0.08 6.68
Kota Jayapura -9.36 9.22 12.46
Kabupaten Mappi -3.39 10.31 -3.21
Kabupaten Merauke -9.10 0.08 1.33
Kabupaten Mimika 10.66 10.90 2.93
Kabupaten Nabire 12.16 0.08 -34.08
Kabupaten Paniai 11.25 4.20 4.87
Kabupaten Pegunungan Bintang 64.06 0.08 6.68
Kabupaten Puncak Jaya 24.56 0.08 -32.44
Kabupaten Sarmi -26.97 0.10 6.69
Kabupaten Supiori 2.09 -1.38 11.12
Kabupaten Tolikara -16.89 0.08 6.68
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-4
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Pertumbuhan Penduduk (persen)
Kabupaten/Kota
2004 2005 2006
Kabupaten Waropen -6.85 18.79 -10.35
Kabupaten Yahukimo 26.39 0.08 6.68
Kabupaten Yapen Waropen 13.73 21.07 39.27
Provinsi Papua 1.98 3.37 3.05
Sumber: Hasil Perhitungan, 2008
5.1.2. Provinsi Papua Barat
Jumlah Penduduk Provinsi Papua Barat berdasarkan data dari BPS setempat pada tahun
2005 berjumlah 651.958 jiwa, dengan jumlah penduduk terbanyak berada di Kabupaten
Manokwari dengan 154.421 jiwa, dan terendah di Kabupaten Teluk Wondama dengan
20.698 jiwa. untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel 5. 4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kabupaten di Provinsi Papua Barat
Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota
2005 2006
Kabupaten Fak-fak 59,773 64,380
Kabupaten Kaimana 37,649 40,550
Kabupaten Manokwari 154,421 166,322
Kabupaten Raja Ampat 37,018 39,870
Kabupaten Sorong 88,259 95,061
Kabupaten Sorong Selatan 55,001 59,240
Kabupaten Teluk Bintuni 48,079 51,783
Kabupaten Teluk Wondama 20,698 22,293
Kota Sorong 151,060 162,703
Provinsi Papua Barat 651,958 702,202
Sumber: Papua Barat dalam Angka, 2007
Persebaran penduduk Provinsi Papua Barat terbanyak di Kabupaten Manokwari dan Kota
Sorong dengan proporsi masing-masing 23,69 dan 23,17 persen dan terendah di Kabupaten
Teluk Wondama dengan proporsi 3,17 persen. Sama seperti Provinsi Papua, persebaran
penduduk Provinsi Papua Barat lebih banyak di ibukota provinsi yaitu Kota Manokwari. Faktor
penyebabnya mungkin adalah Kota Manokwari merupakan ibukota provinsi sehingga menarik
banyak penduduk untuk menetap di wilayah ini baik itu karena kelengkapan fasilitasnya
maupun banyaknya lapangan pekerjaan yang ada di sana.
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-5
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Gambar 5. 2 Grafik Persebaran Penduduk di Provinsi Papua Barat
Persebaran Penduduk
9%
23% 6%
3%
24%
7%
8% 6%
14%
1. Kabupaten Fak-fak 2. Kabupaten Kaimana 3. Kabupaten Manokw ari
4. Kabupaten Raja Ampat 5. Kabupaten Sorong 6. Kabupaten Sorong Selatan
7. Kabupaten Teluk Bintuni 8. Kabupaten Teluk Wondama 9. Kota Sorong
Tabel 5. 5 Pertumbuhan Penduduk di Provinsi Papua Barat tahun 2006
Kabupaten/Kota Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten Fak-fak 7.71
Kabupaten Kaimana 7.71
Kabupaten Manokwari 7.71
Kabupaten Raja Ampat 7.70
Kabupaten Sorong 7.71
Kabupaten Sorong Selatan 7.71
Kabupaten Teluk Bintuni 7.70
Kabupaten Teluk Wondama 7.71
Kota Sorong 7.71
Provinsi Papua Barat 7.71
Sumber: Hasil Perhitungan, 2008
Pertumbuhan penduduk di Provinsi Papua Barat pada tahun 2006 sekitar 7,7 persen. Hal ini
lebih besar jika dibandingkan dengan Provinsi Papua yang hanya 2 persen. Namun hal yang
menarik adalah di setiap Kabupaten, angka pertumbuhannya sama yaitu 0,08.
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-6
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Tabel 5. 6 Kepadatan Penduduk di Provinsi Papua Barat
Kepadatan Penduduk
Kabupaten/Kota Luas Wilayah (KM2)
2005 2006
Kabupaten Fak-fak 14,320 4.17 4.50
Kabupaten Kaimana 18,500 2.04 2.19
Kabupaten Manokwari 14,449 10.69 11.51
Kabupaten Raja Ampat 11,901 3.11 3.35
Kabupaten Sorong 18,170 4.86 5.23
Kabupaten Sorong Selatan 13,265 4.15 4.47
Kabupaten Teluk Bintuni 18,658 2.58 2.78
Kabupaten Teluk Wondama 4,996 4.14 4.46
Kota Sorong 1,105 136.71 147.24
Provinsi Papua Barat 115,364 5.65 6.09
Sumber: Papua Barat dalam Angka, 2007
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa kepadatan penduduk yang terbesar di
Provinsi Papua Barat adalah Kota Sorong, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten
Kaimana. Pada tahun 2006, kepadatan penduduk di Provinsi Papua Barat mencapai 6,09 jiwa
per Km2 . Di Kota Sorong kepadatan penduduknya tahun 2006 mencapai 147,24 jiwa per
Km2, sedangkan di Kabupaten Kaimana kepadatan penduduknya pada tahun yang sama
adalah 2,19 jiwa per Km2, angkanya tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Teluk Bintuni
yang kepadatan penduduknya adalah 2.78 jiwa per Km2.
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-7
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-8
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Gambar 5. 3 Peta Kepadatan Penduduk
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V-9
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Gambar 5. 4 Peta Pertumbuhan Penduduk
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V - 10
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
5.2. Mata Pencaharian Penduduk
Penduduk Provinsi Papua merupakan penduduk muda dan usia produktif, dimana kontribusi
terbesar untuk golongan umur 0-14 tahun dan 20-34 tahun. Jumlah penduduk yang tercatat
sebagai penduduk produktif (usia 15-65 tahun) di Papua pada tahun 2003 adalah sebesar
1,080,810 jiwa. Sedangkan penduduk yang tidak produktif tercatat sebanyak 938.736 jiwa
(usia 0-14 tahun dan ≥ 65 tahun).
Jumlah penduduk yang bekerja di Papua pada tahun 2003 sebesar 1.080.810 jiwa atau
43,76% dari seluruh penduduk Papua. Penduduk yang tercatat bekerja sebagai pegawai
negeri atau yang bekerja di sektor formal di Papua sebesar 63.138 jiwa atau 5,8%.
Sedangkan penduduk yang bekerja sebagai sektor informal sebesar 84,2% (1.017.672 jiwa).
Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa tenaga kerja di sektor informal sangat dominan
di Papua. Adapun sektor informal yang mendominasi adalah dari sektor pertanian 75,3%
(814.980 jiwa).
Tabel 5. 7 Penduduk Berumur 15 Tahun ke atas yang Bekerja Menurut Lapangan
Usaha Utama
Jumlah Penduduk yang Bekerja
No. Lapangan Pekerjaan (orang)
1 Pertanian 814,980
2 Pertambangan 6,584
3 Industri Pengolahan 27,674
4 Listrik, Gas, dan Air 789
5 Bangunan 10,961
6 Perdagangan, Restoran, dan Hotel 57,371
7 Angkutan dan Komunikasi 31,659
8 Lembaga Keuangan 6,106
9 Jasa kemasyarakatan 97,648
10 Lainnya 27,038
Jumlah Total 1,080,810
Sumber: Papua Dalam Angka, 2003
Selain itu, sistem mata pencaharian penduduk di Provinsi papua sangat terkait dengan
ekologi Penduduk yang hidup pada zona ekologi rawa, seperti misalnya orang Asmat, orang
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V - 11
Survei Potensi Simpul Transportasi Sungai di
Papua
Mimika dan orang Waropen, bermata pencaharian pokok meramu sagu sedangkan
menangkap ikan merupakan mata pencaharian pelengkap. Sebaliknya orang Dani dan orang
Me yang hidup di zona Dataran Tinggi, pertanian merupakan mata pencaharian pokok
disamping beternak babi. Lebih lanjut orang Muyu, orang Genyem, orang Arso yang hidup
pada zona ekologi Kaki-kaki Gunung dan Lembah-lembah Kecil menjadikan perladangan dan
meramu sagu sebagai mata pencaharian pokok disamping berburu dan beternak. Lain lagi
adalah penduduk yang hidup di zona ekologi pantai, muara sungai dan kepulauan (misalnya
orang Biak, orang Wandamen, orang Moi, orang Simuri, orang Maya dan penduduk
kepulauan Raja Ampat), yang menjadikan pekerjaan menangkap ikan, meramu sagu dan
berladang menjadi kombinasi dari beberapa jenis aktivitas perekonomian, sebagai mata
pencaharian pokok, disamping berburu sebagai mata pencaharian pelengkap.
PT. SANTIKA KUSUMA AGUNG V - 12