0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan11 halaman

Metodologi Prakerin di PT Charoen Pokphand

Dokumen tersebut membahas metodologi pelaksanaan prakerin di PT Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan, mencakup waktu dan lokasi prakerin, sejarah perusahaan, struktur organisasi, alat dan bahan yang digunakan, serta prosedur kerja di berbagai departemen seperti pemberian pakan, kesehatan, dan manajemen kandang.

Diunggah oleh

Novita Elfrida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan11 halaman

Metodologi Prakerin di PT Charoen Pokphand

Dokumen tersebut membahas metodologi pelaksanaan prakerin di PT Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan, mencakup waktu dan lokasi prakerin, sejarah perusahaan, struktur organisasi, alat dan bahan yang digunakan, serta prosedur kerja di berbagai departemen seperti pemberian pakan, kesehatan, dan manajemen kandang.

Diunggah oleh

Novita Elfrida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODOLOGI PRAKERIN

3.1 Waktu dan Tempat Prakerin


Pelaksanaan prakerin di lakukan pada:
Tempat : PT. Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan
Waktu : 19 Agustus 2019 s/d 19 Oktober 2019

3.2 Sejarah Perusahaan


PT Charoen Pokphand Jaya Farm Indonesia adalah perusahaan pembibitan
ayam broiler yang memproduksi telur tetas (hatching egg). Perusahaan ini
memiliki banyak farm, salah satunya farm 7 Medan. Jumlah kandang sebanyak
22 bangunan dan dibagi 4 flock.
Identitas Perusahaan
Nama perusahaan : PT Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan
Bentuk usaha : Berbadan Hukum
Bidang perusahaan : Peternakan Ayam Broiler Parent Stock
Jenis produk : Telur Tetas Dan Telur Komersial
Tahun di dirikan : 2011
Letak perusahaan : Dusun III Buluh Nipes, Desa Sampe Cita, Kecamatan
.,Kutalimbaru, KecamatanKutalimbaru, Kabupaten Deli
,,Serdang.
PT Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan di Desa Sampe Cita
Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang merupakan perusahaan dari
Charoen Pokphand Group, sebuah perusahaan terbesar di Thailand yang bergerak
diberbagai bidang diantaranya bidang peternakan. Charoen Pokphand Group
diketahui bahwa perusahaan tersebut masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun
1972 yaitu dengan mendirikan pabrik pakan pertama di Ancol, Jakarta,dengan
nama PTCharoen Pokphand Indonesia Tbk. Kemudian didirikan pembibitan

11
12

Karyawan di Farm 7 Medan bekerja pada pukul 07.30 – I6.45 WIB,


jumlah seluruh tenaga kerja Farm 7 Medan sebanyak 88 orang dengan latar
belakang pendidikan yang berbeda– beda. Supervisior tingkat pendidikannya
meliputi lulusan D3 dan S1, untuk tenaga kerja operasional lulusan SMA.
Sebagian besar karyawan dari wilayah sekitar peternakan. Displin, tanggungg
jawab dan kerja sama sangat dianjurkan pada semua karyawan demi terciptanya
etos kerja yang tinggi. Tenaga kerja dalam sebuah usaha peternakan ayam parent
stock memiliki peran penting dalam menentukan hasil produksi, diantaranya
manajemen tenaga kerja yang baik akan menghasilkan produksi yang baik.
13

3.2.1 Struktur Organisasi


Manager

Asisten Manager

Personalia General Affair (PGA)

Korlap

Statistik

Supervisior Supervisior Supervisio Supervisio


Flok 1 Flok 2 r Flok 3 r Flok 4

Karyawan
14

Tugas dan kewajiban jabatan di Farm :


Manajer :Bertugas dan bertanggung jawab penuh atas seluruh proses
dan kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan
operasional dalam farm.

Administrasi : :Bertanggung jawab dalam mengelola seluruh urusan


administrasi perusahaan.

:Bertanggung jawab atas seluruh pengolahan data di


Statistik :
perusahaan.

Dokter Hewan : ternak khususnya ayam


Bertanggung jawab atas kesehatan
broiler parent stock.
PGA :(Personalia general affairs) bertugas yang berhubungan
dengan ketenagakerjaan, seperti penerimaan karyawan
yang baru.
Koordinator lapang, bertanggung jawab atas koordinasi
Korlap :
kegiatan di lapang.

Supervisior : Mengawasi caretaker dan semua kegiatan dikandang.


Asisten supervisior : Membantu tugas dan tanggung jawab supervisior.
Caretaker : Menjalankan atau merawat seluruh kegiatan dikandang.
Mekanik : Bertanggung jawab terhadap seluruh alat operasional yang
ada di farm.
Sopir :Bertanggung jawab atas mengendarai transportasi
kandang.
Keamanan : Bertanggung jawab terhadap keamanan di area farm.
Tukang cuci : Bertugas mencuci pakaian/seragam seluruh karyawan
,,,farm.
Kebersihan/gudang : Bertanggung jawab terhadap ruang yang kotor.
Kantin : Bertanggung jawab terhadap konsumsi karyawan.
Sumber: CPJF7Medan(2019)
15

3.2.2 Denah Lokasi Perusahaan


16

3.2.3 Denah Perusahaan


17

3.3 Pelaksanaan Prakerin


3.3.1 Alat
1. Manajemen pemberian pakan dan minum.
a. Pemberian Pakan
 Lori
b. Sampling
 Timbangan digital
 Timbangan manual
2. Manajemen Kesehatan
a. .Vaksinasi
 Spuit Otomatis
 Counter
 Lori
 Cramba
 Jaring
 Goni
b. Sweeping
 Lori
 Goni
3. Manajemen perkandangan
a. Perkandangan
 Membersihkan kandang dan bola lampu
 kuas
 Lori
b. Litter
 Mengontrol liter kandang
 Garuan
 Sekop
c. Grading
 Cramba
 Lori
18

 Timbangan
d. Floor Space
 Cramba
 Lori
e. Mixing
 Lori
 Cramba
f. Persiapan turun sangkar
 Gerinda
 Tang potong
3.3.2 Bahan
1. Manajemen pemberian pakan dan minum.
a. Memberikan dan mempersiapkan pakan
 Pakan ayam
b. Sampling
 Ayam 10 persen dari jumlah ayam
2. Manajemen Kesehatan
a. Vaksinasi
 Vaksin AI+ IB+REO+ ND +CORYZA+G+larutan dapar+tisu
b. Sweeping
 Bangkai ayam
3. Manajemen Perkandangan
a. Perkandangan
 Membersihkan kandang dan bola lampu
 Bola lampu
[Link]
 Mengontrol litter kandang
 Litter
c. Grading
 Ayam yang akan di grading
d. Floor space
19

 Ayam yang akan dipindah

e. Mixing
 Ayam jantan
 Ayam betina
f. Persiapan turun sangkar
 Bambu
 Kawat

3.3.3 Prosedur Kerja


1. Manajemen pemberian pakan dan minum.
a. Memberikan dan mempersiapkan pakan ayam jantan dan betina
 Betina
 Melakukan penyusunan pakan keatas lori
 Memasukkan pakan kedalam bak utama dan bak tambahan (hopper)
 Melakukan pemutaran pakan betina
 Jantan
 Melakukan penimbangan pakan jantan sesuai dengan kebutuhan
 Melakukan pengisian pakan ke male feeder
 Melakukan penurunan male feeder
b. Sampling
 Mempersiapkan peralatan sampling
 Melakukan penimbangan ayam 5-10 %
 Melakukan pencatatan berat ayam yang sudah ditimbang
2. Manajemen Kesehatan
a. Vaksinasi
 Mempersiapkan bahan dan alat-alat vaksinasi
 Melakukan pencampuran vaksin
 Melakukan penjaringan ayam
 Melakukan pengaplilasian vaksin
 Melakukan pembersihan alat vaksinasi
20

[Link]
 Melakukan pengontrolan bangkai di setiap pen
 Melakukan pembuangan bangkai apabila ditemukan didalam kandang
 Pengangkutan bangkai
3. Manajemen Perkandangan
a. Perkandangan
 Membersihkan kandang dan bola lampu
 Mempersiapkan peralatan pembersihan
 Melakukan pembersihan bola lampu dan pen pembatas dan light trap
 Merapikan peralatan
b. Litter
 Mengontrol litter kandang
 Melakukan persiapan peralatan
 Melakuan pengontrolan litter
 Melakukan perataan litter
c. Grading
 Mempersiapkan peralatan grading
 Melakukan penimbangan ayam sesuai standar yang sudah ditentukan
 Melakukan pemindahan ayam sesuai dengan grade nya pada pen
 Melakukan pencatatan jumlah jantan dan betina pada tiap pen
 Melakukan penjumlahan ayam jantan dan betina
 Melakukan pemindahan ayam sesuai dengan daya tampung
e. Mixing
 Melakukan perhitungan sex ratio dan floor space
 Mempersiapkan peralatan mixing
 Melakukan penjaringan ayam jantan
 Melakukan pemindahan ayam jantan ke pen ayam betina
21

 Memasukkan ayam betina kedalam cramba

f. Persiapan turun sangkar


 Melakukan persiapan bahan
 Melakukan penurunan sangkar
 Melakukan servis sangkar

Common questions

Didukung oleh AI

Managing litter involves preparing tools, controlling litter quality, and leveling it within the chicken sheds. These procedures are important as they maintain a clean and healthy environment, prevent the spread of disease, and enhance overall bird welfare and production efficiency .

PT Charoen Pokphand Group entered the Indonesian market in 1972 by establishing their first feed factory in Ancol, Jakarta. Subsequently, they expanded their operations to include poultry breeding, leading to the establishment of facilities like PT Charoen Pokphand Jaya Farm 7 Medan .

PT Charoen Pokphand Jaya Farm differentiates feeding management by gender through specific procedures. Female feeding involves organizing feed on the trolley and distributing it in the main and additional hoppers. For males, feed weighing and filling the male feeder are emphasized, representing tailored nutritional intake based on the specific growth and production needs of each gender, optimizing production efficiency .

Challenges in implementing the sweeping protocol, which involves the control and disposal of dead chicken carcasses, may include labor intensiveness and the potential spread of disease. These can be mitigated by regular staff training on proper handling procedures, investing in adequate equipment, and scheduling frequent checks to prevent accumulation and associated health risks .

Effective management of a broiler parent stock farm requires a well-structured team with clear roles. Positions such as Manager, Assistant Manager, Supervisors for each flock, and operational staff such as caretakers, security, and mechanics are crucial. Each role has specific responsibilities, like overseeing daily activities (Supervisors) and ensuring security (Security personnel), which contribute to overall farm productivity and efficiency .

The vaccination process at PT Charoen Pokphand Jaya Farm involves preparing the necessary materials and tools, mixing vaccines, netting the chickens, applying the vaccine, and cleaning the vaccination equipment afterwards .

The organizational structure of PT Charoen Pokphand Jaya Farm includes roles such as Manager, Assistant Manager, Personnel-General Affair (PGA), Supervisors for various flocks, and various operational staff like caretakers and mechanics. This structure supports farm operations by ensuring clear delegation of responsibilities and effective coordination among team members, facilitating high productivity and smooth farm management .

The Supervisor at PT Charoen Pokphand Jaya Farm is responsible for overseeing caretakers and all activities in the cages. They ensure all operational processes are carried out as planned and maintain high production standards .

The Personnel-General Affair (PGA) role at PT Charoen Pokphand Jaya Farm is crucial for managing human resources. It involves activities related to employment, such as hiring new employees and managing staff-related issues, which are essential for maintaining a skilled workforce that can contribute to high productivity and operational success .

Floor space management at PT Charoen Pokphand Jaya Farm involves calculating sex ratios and available space, preparing equipment for mixing, and reallocating chickens to optimize pen space. This process ensures that chickens have adequate space, reducing stress and enhancing growth and health outcomes, thereby improving overall farm efficiency .

Anda mungkin juga menyukai