0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Metode Pengoperasian Buldozer Efisien

Dokumen tersebut membahas tentang dozer dan produktivitasnya. Dozer digunakan untuk berbagai pekerjaan seperti pembukaan lahan dan jalan serta pengangkutan material. Terdapat berbagai jenis blade yang digunakan sesuai dengan pekerjaan. Produktivitas dozer dipengaruhi oleh ukuran blade, jarak tempuh, efisiensi, dan kondisi lapangan.

Diunggah oleh

Shahia Rafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Metode Pengoperasian Buldozer Efisien

Dokumen tersebut membahas tentang dozer dan produktivitasnya. Dozer digunakan untuk berbagai pekerjaan seperti pembukaan lahan dan jalan serta pengangkutan material. Terdapat berbagai jenis blade yang digunakan sesuai dengan pekerjaan. Produktivitas dozer dipengaruhi oleh ukuran blade, jarak tempuh, efisiensi, dan kondisi lapangan.

Diunggah oleh

Shahia Rafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

DOZER

1.1 Pendahuluan
Dozer merupakan traktor yang dipasangkan blade di bagian depanya. Blade berfungsi
untuk mendorong ataumemotong material yang ada didepannya. Jenis pekerjaan yang
biasanya menggunakan dozer atau buldozer adalah :
1. Mengupas top soil da pembershan lahan dari pepohonan.
2. Pembukaan jalan baru.
3. Pemindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m.
4. Membantu mengisi material pada scraper.
5. Menyebarkan material.
6. Membersihkan quarry.
7. Mengisikembali saluran.

1.2 Macam-Macam Blade


Pada umumnya blade yang digunakan tergsntung [ada jenis pekerjaan yang akan
dilakukan.
Jenis-jenis dari blade adalah :
1. Universal blade (U – Blade)
Blade ini mempunya kemampuan untuk mengangkut material dalam jumlah besar pada
jarak tempuh yang relatif jauh.
2. Straight blade (S – Blade)
S – Blade biasanya digunakan untuk pekerjaan pengupasan dan penimbunan tanah.
Blade jenis ini dapat bekerja pada tanah keras.
3. Angling blade (A – Blade)
A – Blade mempunyai lecar yang lebih besar 0,3 – 0,6 m dari pada S – Blade. Blade
jenis inidigunakan juga untuk menyingkirkan material ke sisinya, penggalian saluran
dan pembukaan lahan.
4. Cushion blade (C – Blade)
Blade jenis ini dilengkapi oleh rubber cushion (batalan karet) untuk meredam
tumbukan. Blade jenis ini digunakan untuk mendorong scraper, untuk pemliharaan
jalan.
5. Bouldozer
Blade demikian dibuat untuk membawa/ mendorong material agar jumlah kehilangan
tanah selama penggusuran sesedikit mungkin.
6. Light material U – Blade (U – Blade untuk material ringan)
Blade jenis ini digunakan untuk pekerjaan yang non kohesif ataumaterial lepas yang
ringan.
a) Universal Blade b) Straight Blade

a) Angling Blade b) Cushion Blade

a) Bowldozer b) Light Material U-blade


Gambar 3.1 Macam-Macam Pisau Dozer

Untuk meningkatkan produksi, ada beberapa cara mengoperasikan/ menggunakan buldozer


antara ain :
a). Slot dozing
yaitu pengoperaian buldozer dengan melakukan beberapa lintasan dan membiarkan
tanah yang berceceran di kiri – kanan dozer. Hal ini kan merupakan penghlang terhadap
tercecernya tanah pada lintasan – lintasan berikutnya. Cara ini menambah produksi
20%.
b). Side by side dozing atau blade to blade dozing ialah cara bekerja dengan duadozer
berdampingan, sehingga ujung blade dozer yang satu dengan ujung blade dozer yang
lain hampir bersentuhan. Dan berjalan pada arah yang sama caraini menaikan produksi
antara 15% - 25%.

1.3 Produktivitas Dozer


Produktivitas dozer sangat bergantung pada ukuran blade, ukuran traktor dan jarak tempuh
perhitungan produktivitas dtentukan dari volume tanah yang dipindahkan dalam 1 siklus
dan jumlah siklus dlam 1 jam pengoperasian.
1.3.1 Kapasitas Blade
𝐿 𝑥 𝐻 𝑥 2𝐻
V=
2

1.3.2 Waktu Siklus (Cycle Time)


Adlaah waktu yang dibutuhkan buldozee untuk menyelesaikan satu siklus (menggusur,
ganti porsnelling, dan mundur).

𝐷 𝐷
CT = + + 𝑍 … … … … . (𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡)
𝐹 𝑅
Dimana :
D = jarak angkut (m)
F = kecepatan maju
R = kecepatan mundur

Gambar 3.2 Metode Penggusuran Slot Dozing

Gambar 3.3 Metode Penggusuran Side By Side Dozing Atau Blade


To Blade Dozing
1.3.3 Efisiensi Kerja
Dalam merencanakan suatu proyek, produktivitas per jam dari suatupalat yang diperlukan
adlaah produktivitas standar dari alat tersebut dalam kondisi ideal dikalikan dengam utu
suatu faktro. Faktor tersebut dinamakan efisieni kerja.
Efisiensi kerja sangat tergantung pada faktor topografi, keahlian operator, danstandar
pemeliharaan alat.
Perhitungan produsi buldozer
Produksi per jam suatu buldozer pada suatu penggusuran

𝑞 𝑥 60 𝑥 𝐸
Q=
𝐶𝑇
Dimana :
Q = produksi per jam (m3/jam, [Link]/jam)
Q = produksi per siklus (m3, [Link])
CT = waktu siklus (dalam menit)
E = efisiensi kerja

Produksi per siklus


Untuk pekerjaan peggusuran, produksi per siklus adalah

q = L x H2 x a
Dimana :
L x H2 = kapasitas blade
a = faktor sudu

Tabel 3.1 Faktor Sudu Dalam Pelaksanaan


Faktor pelaksanaan penggunaan Faktor sudu
Penggusuran Penggunaan dapat dilaksanakandengansudu penuh 1,1 – 0,9
ringan tanahlepas, kadar air rendah, tanah berpori tak
dipadatkan, tanah biasa, bahan/material untuk
timbunanpersediaan (stockpile)
Penggusuran Tanah lepas, tetapi tidakmungkin menggusur dengan 0,9 – 0,7
sedang sudu penuh, tanah bercmapur kerikil, pasir, dan batu
pecah
Penggusuran Kadar air itnggi, dan tanah liat, pasir bercampur kerikil, 0,7 – 0,6
agak sulit tanah liat yang sangat keirng. Dan tanah asli
Penggusuran Batu-batu hasil ledakan, batu-batu berukuranbesar 0,6 – 0,4
sulit
Untuk menghitung produksi dari buldozer, bebrapapabrik memberikan “estimated dozing
production” untuk model buldozer tertentu.
Beberapa faktor koreksi, pengaruh dari manusia, alat (mesin), dan kondisi lapngan
terhadap produksi alat.

Tabel 3.2 Faktor Koreksi Kondisi Kerja


Uraian Dengan Dengan whell
crawier traster tractor
1. Operator :
- Baik sekali 1,0 1,0
- Sedang 0,75 0,60
- Buruk 0,60 0,50
2. Material :
- Stock pile terlepas 1,20 1,20
- Sulit di cut oleh :
a. Dengan silinder (tilt silinder) 0,80 0,75
b. Tanpa silindermiring 0,70 -
c. Kendali kabel 0,60 -
- Keras untuk di cut (kering, non 0,80 0,80
cohesive materials)
- Batu ledakan 0,60 – 0,80 -
3. Gusuran metoda celah 1,20 1,20
4. Gusuran berdampingan 1,15 – 1,25 1,15 – 1,25
5. Englihatan pada waktu beroperasi :
- Berdebu, hujan, kabut atau gelap 0,80 0,70
6. Efisiensi kerja :
- 50 menit/jam 0,84 0,84
- 40 menit/jam 0,67 0,67
7. Direct drive transmission (waktu tetap 0,80 -
0,1 menit)
8. Buldozer :
- A Blade 0,50 – 0,75 -
- C Blade 0,50 – 0,75 0,50 – 0,75
- D5 (sempit) 0,90 -
- U B lade 1,20 1,20
- Bowl Blade 1,30 1,30

Selain faktor tersebut diatas, masih ada suatu faktor yang disebut “grade correction”
(koreksi akibat kemiringan lapangan)

Anda mungkin juga menyukai