Metode Installasi, Inspeksi, Test & Commissioning
Storage Tank (Water & Oil Tank)
(Demineralized Tank, Fuel Oil day Tank, Ultrafiltration Tank, Desalination Water, etc)
(terlampir contoh gambar Equipment)
1. Mempelajari, mengerti dan memahami :
- Assembly & Detail Drawing
- Fabrication Drawing
- Arrangement Drawing
- Inspection & Test Plan (ITP)
- Spesifikasi & Toleransi
- Prosedure Konstruksi
- WPS & PQR
- WPQT (Welder Certificate)
(terlampir Contoh-contoh : Drawing, ITP, Spesifikasi & Procedure Konstruksi)
2. Menyiapkan alat seperti : Crane, Seling, Besi Baji, Chain blok, Theodolite, waterpass, Meteran,
Tapper gauge, Benang, Palu, Sameplate, Dial Indikator, Cermin, Lampu Senter, Buku catatan dll.
3. Pelaksanaan Fabrikasi yang antara lain : Marking Identification, Check Dimensional Before &
After Cutting, Bevelling. Lalu di Inspection hasil Beveling & Cutting. Pelaksanaan Cutting &
Beveling harus sesuai dengan drawing & Procedure Pengelasan. (Terlampir Contoh detail drawing
dan Procedure Pengelasan)
4. Proses selanjutnya adalah Plate Banding, dalam Proses banding harus selalu di Check Peaking &
Bendingnya (form terlampir) Sebelum Plate hasil Bendingan dikirimkan ke site untuk di
Installation, Pastikan semua material sudah di Blasting & di Painting Primer untuk menghindari
material dari serangan Karat (corrosion) di site nanti. Inspeksi Painting harus sesuai dengan
Specifikasi yang sudah ada. (Terlampir Contoh Form Inspeksi Painting, Procedure Painting &
Specifikasi Painting)
5. Tahapan Installasi di Site yang Pertama adalah Clarification ke pihak Civil apakah Foundationnya
sudah selesai di Inspeksi & di Hand over ke Pihak Mechanical. Setelah oke dari Civil, baru pihak
mechanical menentukan
- Orientasi Posisi Sudut
- Check & Inspection elevasi Foundation Slope atau Flate Foundation.
- Check Orientasi sudut Drain pada Foundation tersebut.
6. Setelah Foudation sudah ditentukan sudutnya dan arah orientasinya, lalu Bottom plate di Installasi
diatas Foundation tersebut. Lihat drawing orientasinya gimana bentuknya.
7. Setelah Bottom plate sudah disetting berdasarkan drawing, pastikan Diameternya,
Circumferencialnya (panjang lingkaran) dan bentuk joinannya sudah benar (report Inspeksi
dimensional terlampir). Lalu dilakukan pengelasan. INGAT Pastikan Welder sudah di Test Welder
dan punya Certificate Welder. Juga check dan pastikan Kawat Las sesuai dengan WPS &PQRnya.
Sebelum pengelasan pastikan juga kawat las sudah dipanasi di Oven sesuai prosedure.
8. Setelah dilakukan Pengelasan pada Bottom, berikan setiap joinan tersebut Join No. Biar mudah
mengidentivikasi dan pelaporannya. Lalu lakukan Pengecekan Visual Welding secara seksama
100% (report terlampir), pastikan tidak ada cacat las, yang antara lain : Undert Cut, Crack,
Porosity, Pin hole & overlape berlebih. Juga pastikan kebersihannya dari Spatter, Flux dll.
9. Setelah Welding Visual Oke tidak ada cacat las dan kondisinya sudah bersih, Lakukan Leak Test
atau Test Kebocoran yakni memakai Vacuum Test (report terlampir) ke seluruh permukaan las -
lasan.