Nama Anggota :
1. Jonathan Giordano Christie (23310294)
2. Bunga anggraeni(23310284)
3. Bela puspitasari (23310275)
4. Ricko Ruloyana Panguleng (23310271)
5. Rizky Fauzan Alkhatami (23310300)
Rumus Dasar Sifat-Sifat Fluida
A. Sifat Dasar fluida 1
Massa Jenis/rapat massa/Densitas:
P=m/v
P= massa jenis(kg/m³)
m= massa (kg)
v= volume (m³)
SI(kg/m³); cgs(gr/cm³); BS(lbm/ft³)
B. Sifat Dasar Fluida 2
Rapat massa fluida gas:
p= P/RT
P= Tekanan absolut (kPa)
T= Suhu absolut (K)
R= Tetapan Gas (kJ/kg K)
C. Sifat Dasar Fluida 3
[Link] jenis/Rapat Berat:
Berat jenis fluida adalah besarnya berat fluida tiap satuan volume.
y = w/v = m g/v → m/v = p
y= p g
(SI) N/m³ ;(cgs)dyne/cm³;(BS) lbf/ft³
m= massa (kg)
p= rapat massa (kg/m³)
g= percepatan gravitasi ( m/s²)
v= volume (m³)
w= weight/berat (N)
D. Sifat Dasar Fluida 4
Volume spesifik
vs = v/m = I/p
(SI) m³/kg; (cgs) cm³/gr; (BS) ft³/lbm
E. Sifat dasar Fluida 5
Rapat relatif (specific gravity):
Rapat relatif adalah perbandingan rapat massa fluida dengan rapat massa air pada suhu 4°C,
tekanan 1atm
S=P/Pair
F. Sifat Dasar Fluida (6)
Kompresibilitas/Modulus Total Elastisitas.
Kompresibilitas adalah kemampuan fluida untuk
mengecil volumenya apabila mendapat tekanan.
K = E = dp’/- (dυ/υ)
dp’ = perubahan tekanan (Pa) dυ
= perubahan volume (m3) υ =
volume awal (m3)
Sifat Dasar Fluida (6)
Fluida dengan kompresibilitas tinggi disebut fluida
kompresibel (compressible fluid).
Termasuk kategori ini adalah fluida gas. Fluida
dengan kompresibilitas rendah disebut fluida
inkompresibel (incompressible fluid).
Termasuk kategori ini adalah fluida cair.
Sifat Dasar Fluida (6)
Kompresi Gas-gas
Kompresi gas-gas terjadi sesuai dengan hukum-hukum termodinamika: p υ = RT
(p1 υ1)/T1 = (p2 υ2)/T2 = R
(p1)/ ρ1 T1 = (p2)/ ρ2 T2 = R
Sifat Dasar Fluida (6)
Kompresi Gas pada Kondisi Isothermal
(Suhu tetap)
(p1 υ1) = (p2 υ2) =
RT E = p2 (Pa)
Sifat Dasar Fluida (6)
Kompresi Gas pada Kondisi Adiabatik
(Panas tetap)
(p1 υ1)k = (p2 υ2)k = RT
E = k p2 (Pa)
k = Cp/Cυ = rasio panas jenis
G. Sifat Dasar Fluida (7)
Kekentalan /Viskositas (Viscosity)
Kekentalan adalah besarnya daya tahan fluida
terhadap gaya geser.
Kekentalan terutama diakibatkan oleh saling
pengaruh antara molekul-molekul fluida.
Kekentalan digolongkan dalam 2 jenis, yaitu:
(1) Kekentalan Dinamik/Absolut
(2) Kekentalan Kinematik
Sifat dasar Fluida (7)
Kekentalan Dinamik/Absolut:
(Percobaan dengan menggunakan Viskosimeter)
F α AU/y = A dV/dy
F/A = ζ α dV/dy
ζ = tegangan geser
F/A = µ dV/dy
µ=
(F/A)/(dV/dY) F
U
d
V
d
Y
Sifat Dasar Fluida (7)
Keterangan Kekentalan Dinamik/Absolut:
µ = (F/A)/(dV/dy)
µ = Kekentalan dinamik (Pa.s) F
= Gaya geser (N)
A = Luas bidang geser (m2)
V = Kecepatan geser (m/s) y
= Tebal lapisan fluida (m)
Persamaan di atas berlaku untuk fluida Newton
Sifat Dasar Fluida (7)
Satuan Kekentalan Dinamis:
µ = (F/A)/(dV/dy)(N/m2)/(m/s/m) = Ns/m2 = Pa.s
(SI) Ns/m2 = (kg m s-2) s/m2 = kg/m s
1 Poise = 10-1Pa.s = 102 centiPoise (cP)
Menurut SAE kekentalan digolongkan menurut
besarnya centipoise. Misal: SAE 10 rentang cP
tertentu
(cgs) µ = (dyne s/cm2)
(BS) µ = (lbf s/ft2)
Sifat Dasar Fluida (7)
Kekentalan Kinematik
Kekentalan kinematik adalah kekentalan yang dikombinasikan
dengan rapat massanya, yaitu perbandingan kekentalan dinamik
dengan rapat massa.
ν = µ/ρ
(SI) m2/s; (cgs) cm2/s; (BS) ft2/s Satuan
cm2/s = Stoke (St)
Sifat Dasar Fluida (7)
Pengaruh suhu terhadap kekentalan
(1) Untuk fluida gas
Persamaan Sutherland:
µ = (CT3/2)/(T+S)
C dan S = konstanta empiris T =
suhu mutlak
Sifat Dasar Fluida (7)
Pengaruh suhu terhadap kekentalan
(2) Untuk fluida Cair
Persamaan Andrade:
µ = D e B/T
D dan B = konstanta
T = suhu mutlak
Sifat Dasar Fluida (7)
Pengukuran Kekentalan
(1) Dengan Viskosimeter
(2) Metode Stokes
(3) Metode Saybolt
(4) Metode Engler
(5) Metode Redwood
Sifat Dasar Fluida (8)
Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan (surface tension) adalah
gaya-gaya di permukaan cairan atau titik temu
antara (antar muka) fluida cair dan gas, atau antara
dua fluida cair yang tidak bercampur.
Antar muka tersebut berperilaku seakan-akan
seperti “kulit” atau “membran” yang membentang
pada seluruh massa fluida.
Sifat Dasar Fluida (8)
Tegangan Permukaan
Intensitas gaya tarik molekuler per satuan panjang/keliling pada
permukaan = σ
Satuan: (SI) N/m; (cgs) dyne/cm; (BS) lb/ft. Dalam
satu butir tetesan zat cair:
2 π R σ = Δp π R2
Δp = pi- pe = (2
σ)/R
pi = tekanan dalam; pe = tekanan luar
Sifat Dasar Fluida (8)
Tegangan Permukaan pada Pipa Kapiler
Berat fluida pada pipa kapiler = gaya vertikal akibat tegangan
permukaan
γ π R2 h = 2 π R σ cos
θ h = (2 σ cos θ)/ γ R
h = Ketinggian zat cair dalam pipa kapiler (m) γ =
Berat jenis zat cair (N/m3)
θ = Sudut kontak (O) R =
Jari-jari tabung (m)
Sifat Dasar Fluida (9)
Tekanan Fluida Diam pada Sebuah Titik.
Tekanan adalah gaya normal tiap satuan luas pada
sebuah titik di bidang tertentu. → p = Fn/A py
= ps pz = ps
(SI) N/m2 (Pascal); (cgs) dyne/cm2; (BS) lb/ft2 atau lb/in2(PSI); atm;
bar; kg/cm2
Sifat Dasar Tekanan (9)
Variasi Tekanan dalam Fluida Diam
(1) Bentuk Umum: dp/dz = - γ
(2) Fluida Inkompresible:
p2– p1 = - γ (z2– z1) → z2– z1=
h p1– p2= γ h
h = (p1– p2)/γ
h = head tekanan (m)
Sifat Dasar Fluida (9)
Variasi Tekanan Dalam Fluida Diam
(3) Fluida Kompresibel
p = ρ RT → ρ = p/RT
Bentuk Umum: dp/dz = - γ = - ρ g
dp/dz = - pg/RT
p2 = p1 exp [- g(z2-z1)/RTo]
Sifat Dasar Fluida (9)
Hukum Pascal (Fluida inkompresibel)
Bila fluida inkompresibel yang diam memperoleh
suatu tekanan luar, maka tekanan tersebut akan
diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama
dengan arah tegak lurus bidang.
Aplikasi: Sistem rem hidrolik, dongkrak hidrolik,
alat-alat hidrolik
Sifat Dasar Fluida (9)
Pengukuran Tekanan
(1) Tekanan Pengukuran (Pgage):
Tekanan yang ditunjukkan oleh alat ukur (manometer)
(2) Tekanan Absolut (Pabs):
Tekanan yang sebenarnya
(3) Tekanan Atmosfer (Patm):
Tekanan udara luar (barometer)
Sifat Dasar Fluida (9)
Bila tekanan yang diukur > tekanan atmosfer:
P abs = Patm + Pgage
Bila tekanan yang diukur < tekanan atmosfer: Pabs =
Patm – Pgage
Sifat Dasar Fluida (9)
Manometri:
(1) Tabung Piezometer: pA = γ h
(2) Manometer Tabung-U: pA = γ2 h2– γ1 h1
(3) Manometer Tabung-U diferensial
pA- pB= γ2 h2 + γ3 h3– γ1 h1
(4) Manometer Tabung Miring
(5) Pengukur Tekanan Mekanik dan Elektronik