0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Pencegahan Diabetes Melitus Lansia

Penyuluhan ini membahas pencegahan diabetes melitus pada lansia dengan tujuan agar lansia memahami upaya pencegahan diabetes. Kegiatannya mencakup senam, ceramah, dan pembagian leaflet tentang pengertian, gejala, penyebab, dan pencegahan diabetes. Hasil evaluasi menunjukkan lansia memahami materi penyuluhan.

Diunggah oleh

Esty Purnama Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Pencegahan Diabetes Melitus Lansia

Penyuluhan ini membahas pencegahan diabetes melitus pada lansia dengan tujuan agar lansia memahami upaya pencegahan diabetes. Kegiatannya mencakup senam, ceramah, dan pembagian leaflet tentang pengertian, gejala, penyebab, dan pencegahan diabetes. Hasil evaluasi menunjukkan lansia memahami materi penyuluhan.

Diunggah oleh

Esty Purnama Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Pencegahan Daibetes Melitus pada Lansia


Sasaran : Lansia Kelurahan
Waktu : 07.00 s/d Selesai
Hari/Tanggal : Minggu,17 September 2023

A. Tujuan

1. Tujuan Umum
Hasil yang diharapkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu
agar lansia kelurahan Gedung johor memahami dan mengetahui upaya
tentang pencegahan diabetes melitus .
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti Pendidikan Kesehatan, lansia dapat memahami :
1. Pengertian diabetes melitus
2. Tanda dan gejala diabetes melitus
3. Faktor penyebab diabetes mellitus
4. Pencegahan diabetes melitus
5. Pencegahan komplikasi pada pasien diabetes mellitus
6. Cara melakukan senam kaki sebagai upaya pencegahan
perdarahan pada kaki pasien diabetes melitus

B. Pokok Bahasan : Pencegahan hipertensi


C. Metode :
 Senam
 Ceramah
 Pembagian Leaflet
D. Kegiatan dan Media Penyuluhan
No. Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Waktu Media
Penyuluhan (menit)
1. Pembukaan  Moderator memberikan  Lansia menjawab 5 Microfon,
salam pembuka salam speaker,
 Salam perkenalan  Mendengarkan
 Menjelaskan kontrak dan kontrak dan tujuan
tujuan pertemuan penyuluhan
2. Pelaksanaan  Senam kaki  Lansia mengikuti 20 Microfon.
 Pemeriksaan Kadar gula senam kaki Speaker,
darah  Lansia dmemberikan Laptop,
 Menggali pengetahuan pendapat Leaflet
tentang pencegahan  Lansia mendengarkan
diabetes melitus dan memperhatikan
 Menjelaskan : materi penyuluhan
1. Pengertian diabetes
melitus
2. Tanda dan gejala
diabetes melitus
hipertensi
3. Faktor penyebab
diabetes mellitus
4. Pencegahan diabetes
mellitus
5. Pencegahan
komplikasi diabetes
mellitus
6. Manfaat senam kaki
3. Penutup Menanyakan Kembali materi  Lansia menjawab 5 Microfon,
yang telah disampaikan pertanyaan yang speaker
 Ucapan terimakasih diberikan penyuluh
 Salam  Lansia menjawab
salam

E. Evaluasi

1. Struktur
Tempat dan waktu dipersiapkan dengan baik,sehingga acara
berlangsung dengan baik, dibantu dengan media
microfon,speaker,leaflet,dan laptop sehingga mempermudah lansia
memahami materi penyuluhan. Para lansia hadir sebelum penyuluhan
dimulai. Kelompok mempersiapkan acara dengan baik sebelum kegiatan
dimulai.

2. Proses
Kegiatan penyuluhan dibuka dengan memberikan salam oleh
moderator, para peserta menjawab salam dengan [Link]
dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dilanjutkan dengan kegiatan
senam kaki bersama lansia. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan
penyampaian materi oleh penyuluh serta menunjukkan leaflet tentang
senam kaki untuk mempermudah peserta memahami materi yang
disampaikan. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi yang dilakukan tanya
jawab antara peserta dengan penyuluh dan penyuluh dengan peserta.
Peserta memberikan pertanyaan sehingga menarik untuk didiskusikan
kemudian ditutup oleh moderator denganb menyimpulkan materi
penyuluhan dan memberikan salam penutup.

3. Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan, lansia di kelurahan Gedung johor dapat
menjawab 70% pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh pada saat
evaluasi dan 80% memahami materi penyuluhan yang diberikan oleh
penyuluh.

F. Materi Penyuluhan

1. Pengertian Diabetes Melitus


Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang
ditandai oleh kenaikan glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin
oleh sel beta pankreas dan atau ganguan/ resistensi insulin. Diabetes
mellitus adalah kondisi kronis yang terjadi karena peningkatan kadar gula
darah dalam tubuh disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan
insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

2. Tanda dan Gejala diabetes


Beberapa ciri-ciri penyakit gula atau diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

 Sering merasa haus atau sangat lapar


 Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
 Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
 Penurunan massa otot
 Pandangan kabur
 Urine mengandung keton
 Tubuh mudah lelah dan lemas
 Luka menjadi lebih sulit sembuh
 Mudah mengalami infeksi, seperti di gusi, kulit, vagina, atau saluran
kemih

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang juga bisa dialami penderita
diabetes, antara lain:

 Mulut kering
 Gatal-gatal di kulit atau timbul prurigo
 Disfungsi ereksi atau impotensi
 Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki
 Hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam
setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan
 Bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan,
(akantosis nigrikans) yang menjadi tanda resistensi insulin

3. Faktor Penyebab Diabetes Melitus


Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Diabetes Secara umum, faktor penyebab
terjadinya diabetes yang menyerang seseorang dapat digolongkan
menjadi 2 yaitu faktor penyebab yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat
dikontrol (faktor alami/bawaan).
1. Faktor Penyebab yang Tidak Bisa Dimodifikasi atau Dikontrol
(Alami/Bawaan)
Faktor penyebab ini merupakan sebab-sebab yang telah ada sejak lahir
dan tidak dapat diubah, yang di antaranya adalah:
 Faktor Usia
Penurunan fungsi organ yang disebabkan karena faktor usia adalah
salah satu aspek utama terjadinya penyakit diabetes. Ini karena
organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi
insulin mengalami penurunan fungsinya. Oleh karena itu, sangat
dianjurkan untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun agar
memeriksa kadar gula darah secara teratur.
 Kondisi Berat Badan Bayi Saat Lahir
Berat badan bayi saat lahir juga sering ditengarai sebagai salah
satu kondisi yang menjadi patokan terjadinya diabetes. Untuk bayi
dengan berat di atas 4000 gram berisiko menyebabkan anak
tersebut terkena diabetes. Demikian bila berat badan bayi dibawah
2500 gram, maka ada risiko bahwa ketika dewasa anak itu akan
terkena diabetes juga nantinya.
 Faktor Keturunan atau Genetika Lebih Berisiko Terkena Diabetes
Keturunan diabetes sangat mungkin terkena diabetes juga nantinya.
Karenanya bila diantara anggota keluarga ada riwayat diabetes
maka sangat mungkin meningkatkan faktor terjadinya diabetes
pada seseorang.

2. Faktor Penyebab yang Bisa Dimodifikasi atau Dikontrol


Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup
seseorang, beberapa diantaranya adalah:
 Kebiasaan Merokok
Merokok, selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya karena
dapat menimbulkan penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan
mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.
 Obesitas atau Kegemukan
Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa
tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit
diabetes.
 Pola Makan Tak Sehat
Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai
sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan
diabetes lebih tinggi bagi seseorang.
 Jarang dan Malas Berolahraga
Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan
tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.
 Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes Hipertensi juga
disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes
sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.
 Tingginya Kadar Kolesterol
Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar
trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang
penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol
adalah satu hal yang penting.
 PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) Kondisi ini biasanya terjadi pada
wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta
tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta
obesitas. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi sakit biasa,
maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap
penyakit diabetes ini dan bahkan sudah mengarah pada komplikasi.
Untuk memastikan bahwa seseorang apakah mengidap diabetes
atau tidak maka perlu diagnosis dokter melalui cek darah.

4. Pencegahan Diabetes Melitus


 Rutin berolahraga
 Menjaga berat badan ideal
 Menerapkan pola makan sehat
 Melakukan pengecekan gula darah secara berkala
 Mengelola stress
 Rajin minum air putih

Anda mungkin juga menyukai