BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh
gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai.
Penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit kronis karena dapat terjadi secara
menahun. Berdasarkan penyebabnya diabetes melitus di golongkan menjadi dua
jenis, diantaranya diabetes melitus tipe 1, tipe 2 dan diabetes melitus gestasional
(Kemenkes RI, 2020). Diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena reaksi autoimun
yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pada pankreas
sehingga tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sedangkan diabetes melitus
tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam
tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Maka dari itu, untuk
mengetahui bahwa seseorang mengidap penyakit diabetes melitus dapat
ditegakkan melalui pemeriksan klinis berupa pemeriksaan kadar gula darah.
Bagaimana jika penderita Diabetes Melitus (DM) ingin berpuasa? Maka, pastikan
bahwa kadar gula darah stabil dalam tiga bulan terakhir. Pemeriksaan bisa melalui
tes darah yang disebut HbA1c (Hemoglobin A1c test) di laboratorium. Bila
hasilnya kurang dari 6%, artinya kadar gula darah cukup stabil, sehingga termasuk
aman untuk berpuasa. Selain itu, penderita DM juga harus bisa memastikan
bahwa asupan kalorinya terpenuhi dalam satu hari, tidak kurang, namun juga tidak
lebih.(1)
1.2 Rumusan Masalah
1) Definisi Diabetes Mellitus
2) Jenis Tipe Diabetes Mellitus
3) Gejala Diabetes Mellitus
4) Penyebab Diabetes Mellitus
5) Komplikasi Diabetes Mellitus
6) Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus
7) Senam Kaki Diabetes Mellitus
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Definisi Diabetes Mellitus
2. Untuk mengetahui Jenis tipe Diabetes Mellitus
3. Untuk mengetahui Gejala Diabetes Mellitus
4. Untuk mengetahui Penyebab Diabetes Mellitus
5. Untuk mengetahui Komplikasi Diabetes Mellitus
6. Untuk mengetahui Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus
7. Untuk mengetahui Senam kaki Diabetes Mellitus
1.4 Manfaat
Untuk menambah wawasan dan ilmu terkait Diabetes Mellitus dan bisa
mempraktikkan secara mandiri.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELLITUS
Pokok Bahaan : Feet Ulcer / Diabetes Mellitus
Sasaran : Keluarga pasien DM
Tempat : Rumah pasien
Hari/Tanggal : Senin / 11 Desember 2023
Waktu : 09.00 WIB
Metode : Edukasi dan Demonstrasi perawatan luka kaki diabetik
Penyuluh : Rendy Septian Bagaskara
I. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, diharapkan keluarga pasien dan
pasien mampu memahami dan menambah wawasan mengenai Diabetes
Mellitus.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, diharapkan keluarga pasien dapat
:
a. Menjelaskan Definisi Diabetes Mellitus
b. Menjelaskan Jenis Tipe Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan Gejala Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan Faktor Risiko Diabetes Mellitus
e. Menjelaskan Komplikasi Diabetes Mellitus
f. Menjelaskan Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus
g. Menerapakan perawatan luka Diabetes Mellitus
II. Sasaran
Sasaran penyuluhan kesehatan adalah keluarga pasien DM di wilayah
Mojokerto
III. Metode
Metode penyuluhan yang digunakan adalah :
1. Ceramah
2. Tanya jawab
IV. Media dan Alat Peraga
1. Leaflet
V. Pengorganisasian
Pembimbing Pendidikan : Dwi Adji Norontoko, S. Kep, Ns, M. Kep
Pembimbing Pendidikan : Miadi, S. Kep, Ns, MSi
Moderator : Rendy Septian Bagaskara
Penyaji : Rendy Septian Bagaskara
Fasilitator dan Observer : Rendy Septian Bagaskara
Dokumentator : Rendy Septian Bagaskara
Job Description
1. Moderator : Mengarahkan jalannya acara.
2. Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan dan menjawab
pertanyaan
3. Observer :Mengamati dan mencatat proses jalannya
penyuluhan, mengevaluasi jalannya penyuluhan.
4. Fasilitator : Membantu dan memfasilitasi sekelompok orang
memahami tujuan bersama mereka dan membantu
mereka membuat rencana guna mencapai tujuan
tersebut tanpa mengambil posisi tertentu dalam
diskusi.
5. Dokumentator : Membantu mendokumentasikan selama kegiatan
PKMRS berlangsung.
VI. Materi
Terlampir
VII. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan di rumah pasien mengenai Diabetes Mellitus
Tahap Pelaksana/
No Waktu Kegiatan penyuluhan Sasaran
kegiatan Media/metode
1. Pra Interaksi 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Merespon Pelaksana :
2. Memperkenalkan diri petugas Moderator
3. Menjelaskan kontrak 2. Menyatakan (Rendy Septian)
waktu pendapat
4. Menjelaskan tujuan Media :
penyuluhan dan
pokok materi yang Undangan
akan disampaikan
5. Mengkaji Metode :
pengetahuan keluarga Ceramah
klien tentang
Perawatan Diabetes
Mellitus saat puasa
2. Tahap kerja 15 menit Menjelaskan materi Mendengarkan, Pelaksana :
mengenai Diabetes memperhatikan, Penyaji (Rendy),
Mellitus, antara lain : dan mencermati Fasilitator
1. Definisi Diabetes pemaparan (Rendy),
Mellitus materi yang Dokumentasi
2. Jenis Tipe diberikan (Rendy Septian)
Diabetes Mellitus petugas
3. Gejala Diabetes Media :
Mellitus Leaflet
4. Faktor Risiko
Diabetes Mellitus Metode :
5. Komplikasi Ceramah dan
Diabetes Mellitus tanya jawab
6. Cara Perawatan
Diabetes Mellitus
7. Pencegahan
Diabetes Mellitus
8. Perawatan
Diabetes Mellitus
saat puasa
4. Terminasi 5 menit 1. Memberikan 1. Mengajukan Pelaksana :
kesempatan pada pertanyaan Moderator
peserta untuk 2. Menjawab (Rendy Septian),
mengajukan pertanyaan Dokumentasi
pertanyaan kemudian
di diskusikan Media :
bersama dan Leaflet
menjawab
pertanyaan.
2. Meminta peserta Metode :
untuk menjelaskan tanya jawab
kembali materi yang
telah di berikan
dengan singkat.
3. Pembagian Doorprize
5 menit Terminasi : Memperhatikan, Pelaksana :
1. Menyimpulkan hasil mendengarkan Moderator,
penyuluhan dan menjawab Dokumentasi
2. Mengucapkan salam
terimakasih kepada Media : -
peserta
3. Mengakhiri dengan Metode : tanya
salam jawab
Total Waktu 30 menit
Denah Tempat
Keterangan :
: Moderator
: Media
: Pemateri
: Fasilitator
: Dokumentasi
: Klien
VIII. RENCANA EVALUASI
1. Evaluasi Struktural
a. Persiapan dan pengecekan alat yang akan digunakan, dilakukan 1
hari sebelum penyuluhan.
b. Materi dipersiapkan dan dipelajari 2 hari sebelum penyuluhan.
c. Pengecekan lokasi penyuluhan dilaksanakan 1 hari sebelum
penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Moderator memulai dan mengarahkan jalannya acara selama
kegiatan berlangsung.
b. Penyaji menjelaskan materi penyuluhan dan menjawab pertanyaan
peserta dengan baik.
c. Observer mengamati dan mencatat proses jalannya penyuluhan,
mengevaluasi jalannya penyuluhan.
d. Fasilitator membantu dan memfasilitasi pasien dan keluarga
selama kegiatan berlangsung.
e. Dokumentator melakukan dokumentasi selama kegiatan
berlangsung.
f. Keluarga klien mengikuti penyuluhan hingga penyuluhan selesai.
g. Keluarga klien kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan.
h. Pertemuan dengan keluarga klien berjalan dengan lancar.
3. Evaluasi Hasil
a. Keluarga klien lebih memahami materi yang disampaikan.
b. Keluarga klien dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang
diajukan setelah penyuluhan selesai dilakukan.
c. Keluarga klien merespon positif kegiatan penyuluhan yang
berlangsung.
d. Keluarga klien aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan
pertanyaan terkait materi yang disampaikan.
BAB II
MATERI PENYULUHAN
2.1 Pengertian Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada
seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat
penurunan sekresi insulin progresif dilatar belakangi oleh resistensi insulin.
Menurut sumber lain juga dijelaskan, diabetes Melitus merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau keduaduanya. Etiologi penyakit ini dapat berasal dari
kombinasi faktor genetik dan faktor pengaruh lingkungan. (1)
2.2 Jenis Tipe Diabetes Mellitus
1. DM Tipe 1
DM Tipe 1 disebabkan kekurangan produksi insulin. DM ini dapat terjadi
karena kerusakan sel beta langerhans dikelenjar pankreas akibat proses
kekebalan tubuh (autoimun) terjadi pelisisan (pembunuhan) sel tubuh oleh
sistem imunitasnya sendiri. (2)
a. Biasanya terdiagnosis di bawah umur 35 tahun
b. Klien tidak selalu tampak gemuk
2. DM Tipe 2
DM Tipe 2 terjadi akibat kegagalan relatif sel beta langerhans dikelenjar
pankreas sehingga produksi insulin yang terjadi dengan kualitas rendah
tidak mampu merangsang sel tubuh agar menyerap gula darah. Misalnya
karena obesitas, pola makan yang tidak benar. Diabetes tipe 2 yang mana
disebabkan oleh kombinasi faktor genetik yang berhubungan dengan
gangguan sekresi insulin, resistensi insulin dan faktor lingkungan seperti
obesitas, makan berlebihan, kurang makan, olahraga dan stres, serta
penuaan
2.3 Gejala Diabetes Mellitus
Gejala yang muncul pada penderita diabetes mellitus diantaranya : (2)
a. Poliuri (banyak kencing)
Poliuri merupakan gejala awal diabetes yang terjadi apabila kadar gula
darah sampai di atas 160-180 mg/dl. Kadar glukosa darah yang tinggi akan
dikeluarkan melalui air kemih, jika semakin tinggi kadar glukosa darah
maka ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang banyak.
Akibatnya penderita diabetes sering berkemih dalam jumlah banyak.
b. Polidipsi (banyak minum)
Polidipsi terjadi karena urin yang dikeluarkan banyak, maka penderita
akan merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum.
c. Polifagi (banyak makan)
Polifagi terjadi karena berkurangnya kemampuan insulin mengelola kadar
gula dalam darah sehingga penderita merasakan lapar yang berlebihan.
d. Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan terjadi karena tubuh memecah cadangan energi lain
dalam tubuh seperti lemak. Ketika tubuh tidak mampu mendapatkan
energi yang cukup dari gula karena kekurangan insulin, tubuh akan
bergegas mengolah lemak dan protein yang ada di dalam tubuh untuk
diubah menjadi energi. Dalam sistem pembuangan urine, penderita DM
yang tidak terkendali bisa kehilangan sebanyak 500 gr glukosa dalam
urine per 24 jam (setara dengan 2000 kalori perhari hilang dari tubuh).
Kemudian gejala lain atau gejala tambahan yang dapat timbul yang
umumnya ditunjukkan karena komplikasi adalah kaki kesemutan, gatal-
gatal, atau luka yang tidak kunjung sembuh, pada wanita kadang disertai
gatal di daerah selangkangan (pruritus vulva) dan pada pria ujung penis
terasa sakit
e. Pandangan Kabur/Retinopati
Retinopati sendiri merupakan mata kabur akibat diabetes. Pembuluh darah
yang rusak akibat penyempitan saluran darah ke mata atau kurangnya
nutrisi yang diterima oleh mata menyebabkan kekurangan penglihatan
hingga kebutaan.
f. Mudah lelah
Ketika tubuh tidak cukup insulin atau insulin tidak bekerja efektif, gula
dalam darah tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh. Akibatnya, sel tubuh
tidak menerima energi yang dibutuhkan. Inilah yang membuat Anda lebih
mudah lelah dan lemas.
g. Kadar gula dalam darah tinggi
Hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi adalah kondisi ketika kadar
gula di dalam darah melebihi batas normal. Terdapat 4 macam pengecekan
gula darah berikut batas gula darah yang normal :
a. Gula Gula darah puasa (setelah tidak makan selama 8 jam): 70-
99 mg/dL.
b. Satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL.
c. Gula darah sewaktu: kurang dari 200 mg/dL.
d. Gula darah sebelum tidur : 100-140 mg/Dl
h. Luka lebih lama sembuh
Jumlah kadar gula dalam darah adalah faktor utama seberapa cepat luka
akan sembuh. Ketika kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya, maka
akan mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi secara efisien. Pada
pasien DM juga berisiko mengalami sakit pada saraf atau dikenal dengan
neuropati perifer. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau tidak
merasakan rasa sakit dari luka yang dialami. Karena saraf yang mengalami
kerusakan, akan berdampak juga pada suplai darah yang kaya akan nutrisi
dan oksigen akan terhambat. Padahal, nutrisi dan oksigen adalah bagian
penting dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, pada proses
penyembuhan luka, sel darah putih memiliki peran penting dalam sistem
kekebalan tubuh. Ketika sel darah putih tidak berfungsi dengan baik, tubuh
akan kesulitan untuk melawan bakteri dan menyebabkan lambatnya proses
penyembuhan luka atau bahkan bertambah parah. Semakin tinggi kadar
gula darah dalam darah dapat meningkatkan infeksi pada luka tersebut.
Hal ini terjadi karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat ketika
kadar gula darah tinggi. Kondisi tersebut akan menyebabkan infeksi dan
proses penyembuhan luka akan semakin lama.
2.4 Faktor Risiko Diabetes Mellitus
Menurut Yunus (2015) penyebab diabetes mellitus yaitu :
1. Sering stress
2. Kurang berolahraga
3. Usia
4. Jenis kelamin
5. Faktor genetik/keturunan
6. Obesitas (Berat Badan Berlebih)
7. Pola makan yang berlebih
8. Konsumsi rokok dan minuman beralkohol
2.5 Komplikasi Diabetes Mellitus
1. Komplikasi Akut
Komplikasi akut merupakan salah satu penyakit kombinasi antara diabetes
dengan penyakit lainnya. Beberapa tergolong kedalam komplikasi akut
yaitu : infeksi, hipoglikemia, hiperglikemia hyperosmolar non ketosis
(HHNK), dan diabetik ketoasidosis.
2. Komplikasi Kronik
Komplikasi Kronik adalah komplikasi menahun yang biasanya muncul
setelah seseorang penderita diabetes mellitus selama 10-15 tahun.
Komplikasi ini menyerang beberapa organ tubuh antara lain :
a. Mata : menyebabkan mata menjadi rabun
b. Kulit : disebut juga diabetes dermapathy, ditandai dengan adanya
bercak merah kecoklatan pada kulit
c. Tulang : resiko terjadinya fraktur atau patah tulang
d. Kaki : dapat menyebabkan diamputasi kakinya karena telah
mencapai stadium yang sangat parah.
e. Jantung : mempengaruhi tekanan darah dan gangguan pada jantung
f. Ginjal : Insulin tidak diproduksi, maka glukosa tidak akan diubah
menjadi glikogen sebagai energy. Gula dalam darah yang terlalu
banyak tentu saja memperkeras kerja ginjal. Kerja keras ginjal yang
terus menerus dapat membuat ginjal berhenti untuk bekerja suatu
saat nanti.
2.6 Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus
1. Jangan merokok atau berhenti merokok.
2. Mengatur pola makan Seimbangkan kadar gula darah dengan diet dan ikuti
cara memasak yang sehat:
a. Kurangi asupan kalori: kurangi porsi makan bukan frekuensi
makan
b. Batasi makanan yang kaya karbohidrat dalam makanan yaitu
55% sampai 60%
c. Pilih karbohidrat kompleks bukan karbohidrat sederhana.
d. Perbanyak makanan yang kaya serat
e. Batasi konsumsi lemak < 30% dari komposisi makanan
f. Pilih makanan yang rendah kadar lemak, misal : ikan, daging
tak berlemak, ayam tanpa kulit. Masak makanan dengan cara
direbus atau dipanggang, bukan digoreng.
g. Jika ingin membuat kue/cake, gunakan margarine sebagai
pengganti mentega.
h. Jika mengkonsumsi susu, pilih susu non-fat, low-fat atau skim
(susu segar yang bagian batasnya / kepala susu sudah dibuang).
i. Batasi / hindari makanan yang kaya lemak, misal: daging
berlemak (pada sate kambing), sop buntut, soto sulung, cake,
keju dan makanan yang rasanya gurih bukan karena penyedap
rasa (MSG).
3. Melakukan aktifitas fisik
Lakukan olahraga setiap hari selama 30 menit, misal: jalan kaki pagi hari.
Olahraga terbukti membantu menurunkan kadar gula darah. Agar tidak
terjadi hipoglikemia (kadar glukosa turun terlalu rendah) pada saat atau
setelah berolahraga, maka penderita dianjurkan untuk makan dulu 1 – 2
jam sebelum melakukan olahraga. Tetapi perlu diingat bahwa olahraga
tidak dianjurkan jika kondisi penderita sebagai berikut:
- Kadar gula darah puasa > 250 mg/dL: ada bahaya dehidrasi atau
denyut jantung terlalu cepat
- Kadar gula darah sewaktu < 100 mg/dL: ada bahaya hipoglikemia
- Sakit: ada bahaya cedera atau hipoglikemia.
4. Menjaga berat badan ideal
Jika mengalami kegemukan atau obesitas maka diperlukan usaha untuk
menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal. Turunkan
berat badan agar tercapai rentang yang sehat. Berat badan yang berlebihan
dengan timbunan lemak akan menyebabkan insulin tidak mampu bekerja
efektif. Periksa gula darah dan kadar HbA1c secara rutin Deteksi dini
Diabetes Melitus melalui pemeriksaan gula darah dapat dilakukan melalui
Posbindu PTM atau memeriksakan diri langsung ke layanan kesehatan
seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit. Pemeriksaan setidaknya
dilakukan satu kali dalam setahun agar dapat mengenali secara dini
penyakit Diabetes Melitus.
Pencegahan merujuk pada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan adalah
dengan perilaku PATUH dan CERDIK; yaitu:
P: Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
T: Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U: Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H: Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
C: Cek kondisi kesehatan secara berkala
E: Enyahkan asap rokok
R: Rajin aktifitas fisik
D: Diet sehat dengan kalori seimbang
I: Istirahat yang cukup
DAFTAR PUSTAKA
1. Lestari, Zulkarnain, Sijid SA. Diabetes Melitus: Review Etiologi,
Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan
Cara Pencegahan. UIN Alauddin Makassar [Internet]. 2021;
(November):237–41. Available from:
[Link]
2. Betteng R. Analisis Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes Melitus
Tipe 2 Pada Wanita Usia Produktif Dipuskesmas Wawonasa. J e-Biomedik.
2014;2(2).
3. Yulianto A. Diabetes Militus Tipe Ii Risk Factors Aspects of Behavior
Associated With Type Ii Diabetes. J Ilm Kesehat [Internet]. 2019;8(1):1–6.
Available from: [Link]
4. AndiniAsri Meiy. Panduan Berpuasa bagi Penderita Diabetes. Alodokter
[Internet]. 2023
Available from: [Link]
penderita-diabetes