0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Penyuluhan Perawatan Fraktur di RSUD Kediri

Satuan Acara Penyuluhan membahas tentang penyuluhan fraktur yang akan dilaksanakan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai pengertian, gejala, perawatan, dan pencegahan fraktur. Materi penyuluhan meliputi pengertian fraktur, penyebab, gejala, perawatan, dan faktor yang mempengaruhi penyembuhan fraktur. Penyuluhan ini dihar

Diunggah oleh

Hilya Sania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Penyuluhan Perawatan Fraktur di RSUD Kediri

Satuan Acara Penyuluhan membahas tentang penyuluhan fraktur yang akan dilaksanakan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai pengertian, gejala, perawatan, dan pencegahan fraktur. Materi penyuluhan meliputi pengertian fraktur, penyebab, gejala, perawatan, dan faktor yang mempengaruhi penyembuhan fraktur. Penyuluhan ini dihar

Diunggah oleh

Hilya Sania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

FRAKTUR
DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

Disusun oleh:

Kelompok 3 B

1. NAJWA SALSABILA 10221059


2. NIKEN AYU PRIYONO PUTRI 10221061
3. NIKEN AYUNINGSIH 10221062
4. PUSPA KENCANA 10221068
5. REVINA IDA PRATAMA 10221073
6. ROSA PUTRI NADIA. 10221076
7. SALSABILA PUTRI IZZATI 10221078
8. STEVANIA PUTRI ANJANI 10221087
9. TABITA DEWI UTARI 10221089
10. WENDY FIRMANSYAH 10221090
11. WIDYA HERAMAWATI 10221091
12. FARRAH ADINDA PUTRI 70423002

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN

INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI

TAHUN 2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN

FRAKTUR ( PATAH TULANG )

Pokok Bahasan : Fraktur ( Patah Tulang )

Sub Pokok Pembahasan : Perawatan dan pencegahan Sistemik Lupus

Eritomatosus Sasaran : Nn.M

Tempat : Kamar Perawatan Di Ruang Lontera 3

Hari/Tanggal :

Waktu :

Metode : Ceramah, Tanya Jawab

Penyuluh : Kelompok 3B

A. Analisis Situasi
Berdasarkan hasil pengkajian pada klien, ternyata diketahui Nn. M mengalami
kecelakaan lalu lintas dan terjadi patah tulang (fraktur) pada tangan kiri dibagian siku.
Gejala yang masih muncul saat ini adalah nyeri saat digerakkan. Ny S menyatakan belum
mengetahui sepenuhnya tentang patah tulang, dan perawatan penyakitnya. Informasi-
informasi tentang perawatan fraktur sangat dibutuhkan oleh klien dan keluarga dalam
upaya preventif dan promotif bagi klien. Oleh karena itu pendidikan kesehatan kepada
klien dan keluarga Ny.S mengenai cara perawatan tersebut perlu disampaikan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan 20 menit, diharapkan klien mampu memahami dan
mengerti tentang penyakit Sistemik Lupus Eritomatosus
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit tentang Sistemik Lupus Eritomatosus,
diharapkan klien dapat :
a. Pengertian fraktur
b. Penyebab fraktur
c. Tanda dan gejala fraktur
d. Penanganan/perawatan fraktur
e. Faktor-faktor yang mercepat dan memperlambat penyembuhan fraktur
f. Tindakan Perawatan Fraktur di Rumah

C. Sasaran
Nn.M Kamar Perawatan Di Ruang Lontera 3 Di RSUD Gambiran Kota Kediri

D. Isi Materi (Uraian materi penyuluhan terlampir/dilampirkan)


1. Pengertian fraktur
2. Penyebab fraktur
3. Tanda dan gejala fraktur
4. Penanganan/perawatan fraktur
5. Faktor-faktor yang mercepat dan memperlambat penyembuhan fraktur
6. Tindakan Perawatan Fraktur di Rumah

E. Metode Pembelajaran
a. Ceramah
b. Tanya Jawab

F. Media
a. LCD
b. Laptop
c. Leaflet

G. Waktu dan Tempat


Hari :
Tanggal :
Jam :
Tempat :kamar Perawatan Di Ruang Lontera 3 RSUD Gambiran Kota Kediri

H. Setting Tempat
Keterangan :
: pembicara
: banner/layar proyektor
: moderator
: keluarga dan penunggu pasien
: observer
: fasilitator

I. Pembagian Tugas
Pembimbing : Sri Wahyuni , S. Kep., Ns, M. Kep
Moderator :Salsabila Putri Izzati
Penyaji :Revina Ida Pratama
Farrah Adinda Putri
Puspa Kencana
Niken Ayuningsih
Stevania Putri
Anjani
Niken Ayu Priyono Putri
Rosa Putri Nadia
Fasilitator : Tabita Dewi Utari
Rosa Putri Nadia
Observer : Wendy Firmansyah

J. Rincian Tugas
1. Peran Moderator
a. Membuka dan menutup acara
b. Menetapkan tata tertib acara penyuluhan
c. Kontrak waktu yang akan digunakan selama penyuluhan
d. Menjaga kelancaran acara
e. Bersama fasilitator menjalin kerjasama dalam acara penyuluhan
2. Peran penyaji
Menyampaikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan
3. Peran fasilitator
a. Bersama leader menjalin kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan
b. Memotivasi peserta kegiatan dalam penyuluhan
c. Menjadi contoh dalam kegiatan
4. Peran observer
Mengamati jalannya kegiatan

K. Susunan Kegiatan
No. Tahap & Waktu Kegiatan Penkes Kegiatan Peserta

1. 5 Menit  Mengucapkan salam  Menjawab salam


( Pembukaan  Memperkenalkan diri  Memberi respon
Kegiatan)  Menjelaskan tujuan  Mendengarkan
 Menyebutkan materi serta
penyuluhan yang memperhatikan
akan diberikan
 Kontrak waktu dan
menjelaskan mekanisme
2. 15 Menit Ceramah atau penyampaian  Memperhatikan
( Kegiatan Inti ) materi : dan mencatat
Menggali pengetahuan pasien dan penjelasan
keluarga penyuluh
 Pengertian fraktur dengan cermat.
 Penyebab fraktu  Bertanya
 Tanda dan gejala fraktur mengenai hal-
 Penanganan/perawatan hal yang belum
fraktur jelas dan
dimengerti
 Faktor-faktor yang
mercepat dan
memperlambat
penyembuhan
fraktur
 Tindakan
Perawatan Fraktur
di Rumah
Memberikan kesempatan kepada
pasien dan keluarga untuk
bertanya. Menjawab pertanyaan
pasien dannkeluarga yang
berkaitan
dengan materi yang belum
jelas.
3. 5 Menit  Menyimpulkan materi  Memperhatikan
(Kegiatan yang telah kesimpulan dari
Penutup ) disampaikan materi
 Melakukan evaluasi penyuluhan yang
 Mengucapkan salam telah disampaikan.
 Menjawab
pertanyaan yang
telah diajukan
oleh penyuluh.
 Menjawab salam

L. Evaluasi
a) Evaluasi Struktural
 Peserta hadir di tempat penuyuluhan
 Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di kamar perawatan
 Pengorganisasian penyuluhan dilakukan 1 hari sebelumnya (Satuan
Acara Penyuluhan)
 Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum penyuluhan selesai
b) Evaluas Proses
 Peserta antusias terhadap penuyuluhan
 Peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi yang sudah diberikan
c) Evaluasi Hasil
Peserta mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh yaitu
sesuai dengan tujuan khusus peserta dapat menyebutkan :
 Pengertian fraktur
 Penyebab fraktur
 Tanda dan gejala fraktur
 Penanganan/perawatan fraktur
 Faktor-faktor yang mercepat dan memperlambat penyembuhan fraktur

MATERI
FRAKTUR ( PATAH TUALANG )

1. Definisi Fraktur ( Patah Tulang )


Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan
[Link] dapat disebabkan oleh pukulan langsung, gaya meremuk dan kontraksi
otot ekstrem. Saat tulang patah, jaringan disekitar akan terpengaruh, yang dapat
mengakibatkan edema pada jaringan lunak, dislokasi sendi, kerusakan saraf. Organ tubuh
dapat mengalami cedera akibat gaya yang disebabkan oleh fraktur atau akibat fragmen
tulang (Brunner & Suddart, 2013).

Fraktur menurut Smeltzer (2013) adalah terputusnya kontiunitas tulang dan


ditentukan sesuai jenis nya. Fraktur adalah terputusnya kontiunitas tulang, retak atau
patah pada tulang yang utuh, yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik
yang ditentukan jenis dan luasnya trauma

Fraktur ekstremitas adalah fraktur yang terjadi pada tulang yang membentuk
lokasi ekstremitas atas (tangan, pergelangan tangan, lengan, siku, lengan atas dan bahu)
dan ekstremitas bawah (pinggul, paha, lutut, kaki bagian bawah, pergelangan kaki) (UT
Southwestern Medical Center, 2016).

2. Penyebab Fraktur
Menurut Wahid (2013), penyebab fraktur meliputi :
1) Kekerasan Langsung
Kekerasan langsung menyebabkan patah tulang pada titik terjadinya
[Link] demikian sering bersifat fraktur terbuka dengan garis patah
melintang atau miring.
2) Kekerasan Tidak Langsung
Kekerasan tidak langsung menyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari
tempat terjadinya kekerasan. Yang patah biasanya adalah bagian yang paling
lemah dalam jalur hantaran vektor kekerasan.
3) Kekerasan akibat tarikan otot
Patah tulang akibat tarikan otot sangat jarang terjadi. Kekuatan dapat berupa
pemuntiran, penekukan, dan penekanan, kombinasi dari ketiganya dan penarikan.
3. Tanda dan Gejala Fraktur
1) Nyeri : terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi.
Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah yang dirancang
untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang
2) Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan cenderung bergerak tidak
alamiah ( gerakan luar biasa). Pergerakan fragmen tulang ini menyebabkan terjadinya
deformitas (terlihat maupun teraba)
3) Pemendekan tulang yang disebabkan karena adanya kontraksi otot yang melekat di
atas dan di bawah tempatfraktur.
4) Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit.
4. Penanganan/perawatan Fraktur
Pertahankan jangan sampai terjadi pergerakan Jika patah tulang menembus kulit, luka
ditutup dengan pembalut bersih Segera bawa ke RS. Tindakan yang dilakukan sangat
bervariasi bergantung pada keparahan patah tulang, penanganan yang dilakukan di rumah
sakit adalah :
1. Reposisi immobilisasi dengan gips
Dilakukan bila tulang yang patah tidak merusak jaringan di sekitarnya, patah
tulang sederhana dan tidak mengenai sendi
2. Operasi ORIF/OREF
Operasi pembersihan dilakukan pada patah tulang yang merobek kulit dan keluar
sehingga terkena udara bebas.
3. Operasi pemasangan penyangga tulang dilakukan pada patah tulang yang tidak
stabil misalnya hancur atau pada posisi tertentu seperti sendi
5. Faktor-faktor yang Mercepat dan Memperlambat Penyembuhan Fraktur
a. Faktor Yang Mempercepat Penyembuhan
 Mengurangi pergerakan pada bagian yang patah
 Sambungan tulang tertata dengan baik
 Asupan darah yang memadai
 Nutrisi yang baik
 Hormone-hormone pertumbuhan
b. Faktor Yang Memperlambat Penyembuhan
 Kehilangan tulang
 Gerakan pada bagian yang patah terus menerus
 Rongga atau ada jaringan diantara tulang yang patah
 Keganasan local
 Infeksi Penyakit tulang Usia
6. Tindakan Perawatan Fraktur di Rumah
a. Kontrol ke poli ortopedi
b. Segera kembali ke instalasi rawat darurat bila timbul warna kebiruan dan dingin,
kesemutan hebat, bengkak dan nyeri pada organ yang dipasang gips
c. Untuk operasi. Kontrol ke poli ortopedi Segera kembali ke IRD atau puskesmas
terdekat bila ada keluhan nyeri seperti perdarahan yang hebat.
DAFTAR PUSTAKA

Astri, E. 2013. Satuan acara penyuluhan fraktur.


[Link]
Diakses pada 22 Januari 2013

Paramitha, A. 2015. SAP Fraktur. [Link]


[Link]. Diakses pada 1 Oktober 201

Anda mungkin juga menyukai