0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Analisis Balok Beton Bertulangan Rangkap

1. Tulangan rangkap pada balok beton bertulang digunakan untuk mengurangi lendutan jangka panjang dan meningkatkan daktilitas balok; 2. Ada dua kasus analisis balok bertulangan rangkap yakni tulangan tekan sudah luluh dan belum luluh; 3. Jika tulangan tekan sudah luluh, momen internal dihitung sebagai penjumlahan momen yang dihasilkan tulangan tarik dan tekan.

Diunggah oleh

garrycasvaroch
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Analisis Balok Beton Bertulangan Rangkap

1. Tulangan rangkap pada balok beton bertulang digunakan untuk mengurangi lendutan jangka panjang dan meningkatkan daktilitas balok; 2. Ada dua kasus analisis balok bertulangan rangkap yakni tulangan tekan sudah luluh dan belum luluh; 3. Jika tulangan tekan sudah luluh, momen internal dihitung sebagai penjumlahan momen yang dihasilkan tulangan tarik dan tekan.

Diunggah oleh

garrycasvaroch
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

46 erancangan Struktur Beton Bertulang (Berdasarkan SNI2847:2013)

3.7 Penampang Persegi dengan Tulangan Rangkap


Terkadang suatu penanmpang balok beton bertulang didesain memiliki tulangan tarik dan
tulangan
tekan. Balok demikian dinamakan sebagaibalok bertulangan rangkap. Penggunaan tulangan tekan
sering dijunmpai pada daerah momen negatif dari suatu balok menerus atau di tengah
dari suatu balok yang cukup panjang dan memikul beban yang berat serta persyaratan bent ang
kontrl
lendutan cukup ketat. Atau juga sering dijumpai pada kasus di mana tinggi balok sangat dibatasi
untuk mengakomodasi kebutuhan arsitektural.
Namun demikian ada empat buah keuntungan yang dapat diperoleh dengan menambahkan
tulangan tekan pada penampang beton bertulang, yaitu:
1. Mengurangi lendutan jangka panjang. Fungsi utama yang paling penting dari penambahan
tulangan tekan adalah mengurangi lendutan jangka panjang akibat beban yang secara kontiu
bekerja pada balok. Gambar 3.11 menunjukkan lendutan yang timbul pada balok dengan dan
tanpa tulangan tekan. Balok diberi beban secara bertahap hingga mencapai beban layannya.
kemudian beban ini ditahan hingga waktu selama dua tahun. Pada masa awal pembebanan.
ketiga balok mengalami lendutan yang hampir sama antara 1,6 hingga 1,9 inchi. Seiring
bertambahnya waktu, lendutan pada ketiga balok juga bertambah. Pada balok tanpa tulangan
tekan (p'= 0) lendutan bertambah sebesar 195%, namun pada balok dengan tulangan tekan
(p=p) lendutan hanya bertambah sebesar 99%.

(in)
Bentang
p'=0
Tengah

Lendutan
Lendulen Bebon Tetap p'=p
Lendutan Elastisilas Awal
120 hari 240 hari 2 tahun
Waktu
> GAMBAR 3.11 Efek tulangan tekan terhadap lendutan jangka panjang.
(Sumber: Wight &MacGregor, Reinforced Concrete Mechanics &Design, 6th
ed., 2009)

2. Meningkatkan daktilitas. Adanya tulangan tekan akan mengurangi tinggi blok tegangan tekan
ekuivalen beton, a. Dengan berkurangnya a, maka regangan pada tulangan tarik akan naik,
dan menghasilkan perilaku balok yang lebih daktail. Gambar 3. 12 menunjukkan perbandingan
diagram momen vs. kelengkungan dari tiga buah balok dengan p <P. Terlihat bahwa balok
dengan p'=p menunjukkan perilaku yang daktail.
Bab 3 Analisis Lentur Balok Beton Bertulang|47
02

-p'-p
p= 0 p'-0,5 p

Momen luluh
p= 0,0l

2,0 4,0 6,0 8,0


Curvature x h(°%)
GAMBAR 3.12 Efek tulangan tekan terhadap kekuatan dan dakilitas balok beton
(Sumber: Wight &MocGregor, Reinforced Concrete Mechanics &Design, 6th bertulang.
ed., 2009.)

3 Menghasilkan keruntuhan tarik pada struktur. Ketika p > p maka balok akan mengalami
keruntuhan yang bersifat getas, ketika daerah tekan beton hancur sebelum tulangan baja
mengalami luluh. Apabila pada balok tersebut diberikan tulangan tekan yang mencukupi, maka
kehancuran beton dapat dicegah hingga tulangan baja tarik dapat mengalami luluh terlebih
dahulu. Pada kasus ini balok akan mengalami keruntuhan yang daktail. Untuk keperluan
perencanaan struktur beton bertulang tahan gempa, disyaratkan bahwa p'> 0,5p.
Memudahkan dalam fabrikasi. Pada umumnya suatu balok beton bertulang diberi pula
tulangan geser, untuk menempatkan tulangan geser pada posisi yang tepat di dalam bekisting,
biasanya tulangan geser diikatkan pada suatu tulangan memanjang di sudut-sudutnya. Apabila
tulangan memanjang ini diberi panjang penyaluran yang mencukupi, maka tulangan ini dapat
pula berperan sebagai tulangan tekan, meskipun pada umumnya tulangan ini diabaikan
dalam proses desain karena hanya memberikan sumbangan kecil pada kuat momen nominal
penampang
Dalam masalah analisis balok beton bertulangan rangkap, biasanya terdapat dua kasus yang
berbeda tergantung pada kondisi tulangan tekan. Apakah tulangan tekan tersebut sudah luluh
atau belum.

Tulangan Tekan Sudah Luluh


Momen internal balok bertulangan rangkap dapat dibedakan menjadi dua macam seperti
ditunjukkan dalam Gambar 3.13. M adalah momen internal yang dihasilkan dari gaya tekan
pada beton dan gaya tarik ekuivalen pada tulangan baja, A,,. Sedangkan Mg merupakan momen
internal tambahan yang diperoleh dari gaya tekan pada tulangan tekan A( dan gaya tarik pada
tulangan tarik tambahan A
Momen M,, merupakan momen yang diperoleh dari balok bertulangan tunggal sebagaiberikut:
T, = C
A,f, =0,85 f; ab
A,u,
a =
0,85f, b (3.28)
(3.29)
48 | Perancangan Struktur Beton Bertulang (Berdasarkan SNI 2847:2013)

0,85
d'
A,

A,
--0-0-

b
T-Af,

0,85
To/2
a
A,

d-a/2
+ d-d'

A, Ag

Mu, =A,jf, ld- o/2) Muy =dA,, (d -d)


º GAMBAR 3.13 Penampang persegi dengan tulangan rangkap.

Syarat batasan tulangan untuk A,, adalah bahwa harus dipenuhi P, (= A,,lbd) <pmaks untuk
penampang terkendali tarik dari balok bertulangan tunggal, seperti dituliskan dalam Persamaan
3.24. Selanjutnya M, dapat dihitung dengan mengasumsikan tulangan tekan, A! sudah luluh:
Mip= Afd - d) =dA,S,(d - d) (3.30)
Dalam hal ini A, =A, menghasilkan gaya yang sama besar namun berlawanan arah seperti
ditunjukkan pada Gambar 3.13. Dan akhirnya momen nominal total dari suatu balok bertulangan
rangkap diperoleh dengan menjumlahkan M, dan Mp:
dM, =M, +M, =o|A,f,d-+ OAH,(d -d")) (3.31)
Luas total tulangan baja tarik yang digunakan adalah jumlah dari A, dan A,, sehingga:
A, =A,, +Ag =A, +A, (3.32)
atau
A, = A, - A, (3.33)
Selanjutnya Persamaan 3.28 dan 3.31 dapat dituliskan pula dalam bentuk:
a
(A, - A)S,
=
(3.34)
0,85fb
M, = Mt Mya = |(4,-A, (d - + Afld -d)| (3.35)
Bab 3 Analisis Lentur Balok Beton Bertulang 49

serta diperoleh pula syarat batas maksimum rasio tulangan:


|0,003 +
(p-p) <Pmaks =Pb 0,008
(3.36)

Untuk = 400 MPa, maka (p - p') s 0,625p,, h= 0,90 dan [, =0,005. Persamaan 3.36
secara tersirat menyatakan bahwa selisih antara luas tulangan tarik dengan luas tulangan tekan
tidak boleh melewati syarat batas tulangan maksimum seperti yang disyaratkan untuk balok
bertulangan tunggal. Apabila p, =(p- p') >Pko maka penampang akan berada pada daerah
transisi sehingga harus dipenuhi persyaratan (p - p') < Pmate, (=0,714p). Dalam kasus ini maka
nilai faktor reduksi kekuatan, o akan lebih kecil dari 0,90 untuk M., dan = 0,90 untuk Mu
schingga Persamaan 3,35 akan menjadi:

OM, = M+ M= | (A, -AD5, (d -5+0,9045d - d') (3.36)

Dalam analisis yang sudah dlakukan, digunakan asumsi bahwa tulangan tekan sudah luluh.
Dari Gambar 3.14, apabila tulangan telkan sudah luluh maka dipenuhi:
f

Dari kesamaan segitiga di atas sumbu netral, serta dengan menggunakan E, = 200.000 MPa,
maka:
C 0,003 600
d 600 - J,
0,003
E.
600
atau (3.37)
C =
|600- 4
Mengingat bahwa:
A,f, = 0,85 f ab
Serta

A = A,- A, dan P, = (p- p')

8, = 0,003
d

A,

> GAMBAR 3.14 Diagram regangan balok beton bertulangan rangkap.


50 | Perancangan Struktur Beton Bertulang (Berdasarkan SNI 2847:2013)

Maka dapat diperoleh hubungan berikut:


(p-p)bdf, =0,85 fab
atau

(p -p') =0,85 (3.38)


Dengan nmengingat pula hubungan a = B,c, serta dari Persamaan 3.37, maka diperoleh:
600
a = B¢= B, d' (3.39)
|600 - J,)
Maka Persamaan 3,38 dapat dituliskan kembalimenjadi:
600
(p-p) =0,858, 600 -J)
= K (3.40)

Apabila nilai (p - p) lebih besar daripada nilai di sisi kanan Persamaan 3.40, maka tulangan
tekan dapat dinyatakan sudah luluh. Dalam Gambar 3.15 dapat terlihat bahwa bila A,, bertambah,
maka I, dan C, akan membesar dan sumbu netral akan bergerak ke bawah. Akibatnya, regangan
pada tulangan tekan bertambah, ang memastikan bahwa tulangan tekan luluh. Demikian pula
sebaliknya apabila A kurang dari nilai pada sisi kanan persamaan (3.40), maka T, dan C, juga
mengecil, sumbu netral akan naik dan regangan tulangan tekan akan lebih kecil dari[, (tulangan
tekan belum luluh).

0,85 f

A a

(b)

º GAMBAR 3.15 Balok dengan tulangan tekan: (a) sudah luluh; (b) belum luluh.

Selain itu, dari Persamaan 3.40 dapat diturunkan suatu syarat pemeriksaan apakah tulangan
tekan sudah luluh atau belum, yaitu:
600
(p-p') 20,858, = K (3.41)
600 - J|
Ini adalah kondisi tulangan tekan sudah mencapai kuat luluhnya. Nilai K untuk beberapa
nilaif dan f, ditampilkan dalam Tabel 3.4.
Bab 3 Analisis Lentur Balok Beton Bertulang | 51
TABEL 3.4 Nilai K untuk Pemeriksaan Keluluhan Tulangan ekan
f (MPa) ,(MPa) B, K K(dengan d'= 50 mm)
20 400 0,850 5,4188/d
0,1084|d'/)
25 400 0,850 6,7734/d
0,1355[d/d
30 400 0,836 ),1599d/ 79943/d
35 400 0,800 0,1785(d'/d) 8,9250/d
40 400 0,764 0,1948(d/d 9,7410/d

’ CONTOH 3.7

Suatu balok beton bertulangan rangkap dengan lebar 300 mm dan tinggi efektif, d = 600 mm.
Tulangan tarik terdiri dari 6 buah D29 yang diletakkan dalam dua baris tulangan. Tulangan
tekan terdiri dari 3D22 sepertiditunjukkan pada Gambar C.3.7. Hitunglah kuat momen rencana
dari balok tersebut jika diketahui mutu beton dan tulangan baja adalah f = 25 MPa dan J, =
400 MPa.
ld'= 5O mm
Penyelesaian
1. Periksa apakah tulangan tekan sudah luluh ataukah belum:
3D22
3.960
A, = 6(660) = 3.960mm? p= = 0,022 009ww
=p
300 x 600

1.140 = 0,00633
A, = 3(380) = 1.140 mm? p'= lbd 300 x 600
6D29
A, - A. = 2.820 mmp - p'= 0,01567
100 mm
Agar tulangan tekan sudah luluh, maka harus dipenuhi
b= 300 mm
persyaratan:
600 =K
(p-p)> 0,858, 600 -J,| > GAMBAR C.3.7

560 mm, maka:


Dengan f = 25 MPa, f, = 400 MPa, d'= 50 mm dan d=
25 50 600 = 0,01129
K=0,85(0,85) |400 600600 -400
(p-p') = 0,01567 >0,01129 (tulangan tekan sudah luluh)
MPa dan f = 400 MPa,
2 Periksa apakah (p - p') < p,mnaks (Persamaan 3.36). Untukf = 25
0,01567 < Pmake dan
dari Tabel 3.2 diperoleh p, = 0,0271 dan Pmaks = 0,01693. (p - p)=
=0,90 (penampang terkendali tarik)
3,35:
3. M, dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan
dM, =o |A, - A0, (4-)+4fd-a)
(A, - A], 2.820 x 400 = 176,94 mm
dengan a =
0,85 f b
0,85 x 25 x 300
52 Perancangan Struktur Beton Bertulang (Berdasarkan SNI 2847: 2013)

M,-002820 x400x(600 40 x400x(600 -


-745.024.658 Nmm - 745,02 kN-m

Tulangan Tekan Belunn Luluh


Seperti telah dielaskan sebelumnya bahwa apabila:
- K (3.42)

maka tulangan haja belum luluh. Dapat dikatakan pula bahwa jika (p - p) <K, tulangan baja
tarik akan luluh sebelum beton mencapai regangan maksimumnya sebesar 0,003, dan regangan
pada fulangan tekan, e,, belunm mencapai e, pada saat terjadi keruntuhan. Luluhnya tulangan
tckan juga diengaruhi oleh letaknya terhadap serat terluar, d'. Semakin tinggi rasio dlc berarti
tuiangan tekan semakin dekat dengan sumbu netral, maka semakin kecil kemungkinan tulangan
tokan menapai kuat luluhnya.
Dari Gambar 3.14, dengan menggunakan perbandingan segitiga, diperoleh:
<,= 0003
Dengan memperhitungkan luas beton yang itempati oleh tulangan baja, maka dapat dituliskan
rumusan untuk besarnya gaya tekan pada tulangan, C dan gaya tekan pada beton, C sebagai
berikut:

C= 0,85f, B,cb
Karena T= Af, =C, +Co maka:

Apabila diatur kembali, maka persamaan di atas dapat dituliskan dalam bentuk:
(0,85f;B,b)d +[(600A/) -(0,85f, A) - A,fle - 600A,d' =0 (3.43)
Persamaan di atas identik dengan persamaan berikut:
K,e +K,c +K, =0 (3.44)
dengan
K, =0,85f,pb
K, = A( (60-0,85f) - A,f,
K, = - 600A,d'
Nilai cdalam Persamaan 3.44 dapat dihitung dengan rumus ABC sederhana, yaitu:

C=
-K, t yK? -4K K,
2K (3.45)
Dengan diketahuinya ,ff, 4, C, dan C, dapat dihitung, demikian puladengan kuat
rencana penampang,
momen
Bab 3 Analisis Lentur Balok Beton Bertulang 53

(3.46)
Bila tulangan tekan belum luluh, f <f maka luas
suatu penampang persegi adalah:
total tulangan tarik yang dibutuhkan untuk

Maks A= Pmaks bd +A:= bd (3.47)


Atau jika dinyatakan dalam rasio tulangan, maka
Persamaan 3.47 dapat dibagi dengan bd:
Maks p = Maks A,| bd <pmaks t
Atau
Pmaks (3.48)
dengan pmaks adalah rasio tulangan maksimum untuk penampang yang
(Persamaan 3.25). bertulangan tunggal

’ CONTOH 3.8

Hitunglah kuat momen rencana daribalok beton bertulangan rangkap yang ditunjukkan dalam
Gambar C.3.8. Gunakan f = 35 MPa, f, = 400 MPa, serta A! = 1.470 mm (3D25) dan A, =
4.824 mm (6D32).
d'= 6O mm

d=6lO
mm
3D25

d, = 640mm

6D32

90 mm

b= 350 mm

GAMBAR G3.8

Penyelesaian:
1. Hitung nilai p dan p:
A, 4.824 = 0,02259 p'= 1.470
= 0,00689
p= bd
bd 350 x 610 350 x 610

(o- p') = 0,0157


2, Periksa apakah tulangan tekan sudah luluh atau belum, dengan menggunakan Persamaan
3.42, gunakan nilai B, = 0,8 untuk f = 35 MPa.
600
K= 0,858, 3560 600400
=0,85(0,80) 400/610/600 =0,01755
G00-5,
54| aNCNOn Struktr Beton Bertulang (Berdasarkan StNI 2847 2013)

( - ) 0,0157 <0,01755 (tulangan tekan belum luluh)


Untuk -% MPa dan , - 400 MPa, dari label 3.2, P,= 0,03$7 dan Pmaks =0,02231
( - ) 0,0157 <Pk ( 0,02231) (penampang terkendali tarik, h =0,90)
Hitung &M, dengan analisis gava dalam:
C =0,85f ab (a = B,c =0,80c)
C= 0,85(35(0,80)(350) = 8.330c

=882.000o-43.732,5
T= A,,= 4.824(400) = 1.929.600 N
4 Susun peramaan kesetimbangan antara T, C, dan C untuk mendapatkan nilai c:
T= C,+C,
- S330c +882.000(u- 43.732,5
8.330- 1.091.332,5c - 52.920.000 =0
Sehingga diperoleh: c= 168,68 mm. Maka a= B,c = 0,80(168,68) = 134,94 mm
Persarmaan 3.44 dapat digunakan juga untuk mencari nilai c dan a.
5. Hitung nilai f, C, dan C;
168,68 - 60)
600
168,68
= 386,56 MPa (<f, = 400 MPa)
C, = 8.330c = 8.330(168,68) = 1.405.104,4 N

C= 882.000-43.732,5 = 524.537,36 N
6. Hitung M, dengan menggunakan Persamaan 3.46:

= 0,90|1.405.104,4(610 - 134,94/2) + 524.537,36(610 - 60)]


= 945.726.154,32 N-mm = 945,73 kN-m

7.

=0,02259 -0,00689 x 386,56)


400 = 0,01593<Pmaks (0,02231)

8. Periksa nilai cld, :


cld, = 168,68/640 = 0,2635 < 0,375

atau
- 16868 )0,003 = 0,0084 > 0,005
e,- (0,003 - (640168,68
merupakan jenis penarmpang terkendali tarik.

Anda mungkin juga menyukai