0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan21 halaman

Material dan Jenis Ban Mobil

Dokumen tersebut membahas tentang material polimer khususnya ban. Ban terbuat dari karet yang merupakan polimer elastomer yang divulkanisasi. Vulkanisasi meningkatkan elastisitas karet dengan membentuk ikatan silang antar molekulnya. Ada dua jenis struktur ban yaitu ban bias dan ban radial, dimana ban radial lebih unggul karena lebih aman, hemat bahan bakar, dan tahan aus.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan21 halaman

Material dan Jenis Ban Mobil

Dokumen tersebut membahas tentang material polimer khususnya ban. Ban terbuat dari karet yang merupakan polimer elastomer yang divulkanisasi. Vulkanisasi meningkatkan elastisitas karet dengan membentuk ikatan silang antar molekulnya. Ada dua jenis struktur ban yaitu ban bias dan ban radial, dimana ban radial lebih unggul karena lebih aman, hemat bahan bakar, dan tahan aus.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR MATERIAL TEKNIK

MATERIAL POLIMER

BAN

Oleh Maylani Tiarna Riasmin 1006660200

DEPARTEMEN TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2010

MATERIAL POLIMER

BAN

Gambar 1 Ban untuk mobil.

A. Pendahuluan
Ban adalah peranti yang menutupi pelek suatu roda. Ban merupakan salah satu bagian penting dari kendaraan darat karena satu-satunya bagian yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Ban berfungsi untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. Oleh karena itu, ban merupakan salah satu bagian kendaraan yang menjamin keamanan dan kenyamanan berkendara. Seiring dengan perkembangan otomotif, kebutuhan akan ban pun meningkat. Beberapa produsen ban membuat beragam jenis ban dengan beragam fungsi dan tipe. Ban merupakan salah satu jenis material yang terbuat dari karet yang tergolong jenis polimer elastomer. Sebagian besar ban yang ada sekarang, terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetis, meskipun dapat juga diproduksi dengan menggunakan bahan lain, seperti baja.

B.

Sejarah Penemuan Ban


Sejarah penemuan ban berawal dari penemuan teknik vulkanisasi karet, bahan dasar

pembuatan ban. Teknik vulkanisasi karet ditemukan oleh Charles Goodyear pada tahun 1839. Sebelum penemuan tersebut, bahan karet tidak bisa dipergunakan untuk tujuan-tujuan praktis karena bahan tersebut berbau busuk, mengeras saat dingin, dan terlalu lengket ketika hangat. Penemuan teknik vulkanisasi oleh Goodyear terjadi tanpa disengaja. Pada tahun 1839, ia membersihkan kedua tangannya dari lumuran bubuk yang terdiri atas campuran karet dan belerang (sulfur). Bubuk tersebut terjatuh dan masuk ke dalam sebuah tungku di atas api.

Ketika meleleh, karet bereaksi dengan sulfur dan didapati bahwa bahan tersebut berubah memiliki karakter bagai kulit yang elastis. Inilah pertama kali karet vulkanisir tercipta. Pada tahun 1845, Thomson dan Dunlop menciptakan ban yang pada saat itu disebut ban hidup atau ban berongga udara. Perkembangan ban hingga saat ini menyempurnakan hasil temuan tersebut. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar.

C. Vulkanisasi Karet
Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan plastisitas. Salah satu faktor penting dalam proses vulkanisasi adalah suhu, namun tanpa adanya panas pun karet tetap dapat divulkanisasi. Proses vulkanisasi berperan penting dalam pembentukan sifat fisik dan sifat kimia yang diinginkan. Ada dua jenis teknik vulkanisasi, yaitu vulkanisasi dengan sulfur (belerang) dan vulkanisasi tanpa sulfur. Vulkanisasi dengan sulfur merupakan teknik vulkanisasi yang dilakukan oleh Goodyear, yaitu dengan memanaskan karet dengan sulfur. Vulkanisasi tanpa sulfur adalah dengan uretan, peroksida, amina, resin khusus, atau iradiasi yang digunakan spesifik untuk elastomer khusus atau elastomer umum untuk mendapatkan sifat khusus. Vulkanisasi yang juga dikenal dengan istilah cure merupakan proses pengaplikasian tekanan dan panas terhadap campuran elastomer dan bahan kimia untuk menurunkan plastisitas dan meningkatkan elastisitas, kekuatan, dan kemantapan. Proses ini menyebabkan molekul karet yang panjang dan saling terkait berubah menjadi struktur tiga dimensi melalui pembetukan crosslinking (ikatan silang) secara kimia. Dalam proses vulkanisasi digunakan bahan kimia yang dapat bereaksi dengan gugus aktif pada molekul karet untuk membentuk crosslinking antara molekul. Bahan kimia ini dikenal dengan istilah curing agent. Pada vulkanisasi dengan sulfur, bahan yang digunakan sebagai curing agent adalah sulfur. Bahan lain yang dapat dipakai sebagai curing agent untuk menghasilkan karet vulkanisir dengan membentuk crosslinking sulfur adalah sulfur donor seperti TMTD (tetramethylthiuram disulfide) atau DTDM (4,4- dithiodimorpholine). Untuk vulkanisasi karet jenuh dan karet tidak jenuh digunakan peroksida, sedangkan untuk vulkanisasi kloropren, fluorokarbon, bromobutil, dll. digunakan ZnO dan MgO (oksida logam). Crosslinking akan terbentuk lebih cepat jika sulfur dikombinasikan dengan bahan akselerator. Untuk

mengoptimalkan kerjanya, akselerator membutuhkan bahan kimia lain yang dikenal sebagai aktivator. Akeselator merupakan bahan kimia yang digunakan dalam proses vulkanisasi untuk mengontrol mulainya vulkanisasi, laju vulkanisasi, dan reaksi lanjut antara sulfur dan elastomer. Bahan kimia yang digunakan sebagai akselerator hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Akselerator yang dapat digunakan adalah magnesium, seng oksida, tiourea, tiofenol, merkaptan, ditiokarbamat, tiuram disulfida ditambah akselerator nonsulfur seperti urea. Untuk meningkatkan curing rate (laju pematangan) ditambahkan aktivator ke dalam sistem vulkanisasi. Kombinasi ZnO dan Asam Stearat umumnya dipakai sebagai activator di dalam sistem vulkanisasi yang menggunakan belerang.

Gambar 2 Karet dan Ban

D. Jenis-Jenis Ban D.1 Ban Bias dan Ban Radial


Berdasarkan struktur plycord, struktur ban dibedakan menjadi tipe Ban Radial dan Ban Bias. Ban Radial memiliki plycord yang tegak lurus dengan garis tengah ban, ditambah lapisan sabuk atau belt (rigid breaker) searah lingkar ban yang terbuat dari benang tekstil kuat atau kawat yang dibalut karet untuk membuat tread lebih rigid. Ban Bias dibuat dengan plycord miring membentuk sudut 300 400 terhadap garis tengah ban. Jenis ban ini Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan.

Gambar 3 Ban Radial dan Ban Bias

Secara umum, bagian-bagian ban adalah sebagai berikut.

Gambar 4 Bagian-bagian ban

1.

Carcass (Cassing) Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang

bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat) yang direkatkan menjadi satu dengan karet. Cord pada ban-ban bus atau truck biasanya dibuat dari nilon atau baja, sedangkan untuk mobil-mobil penumpang kecil biasanya terbuat dari polyester atau nilon. 2. Tread Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Bagian ini berhubungan langsung

dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan. Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread, dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan jalan. 3. Sidewall Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi Carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Di sidewall tercantum nama pabrik pembuat, ukuran ban, dan informasi lainnya. 4. Breaker Breaker adalah lapisan yang terletak diantara Carcass dengan Tread yang memperkuat daya rekat keduanya. Breaker meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke Carcass dan biasanya digunakan pada ban dengan bias-ply. Ban untuk bus dan truck serta truck ringan menggunakan breaker yang terbuat dari nylon, sedangkan untuk mobil penumpang menggunakan bahan polyester. 5. Belt (Rigid Breaker) Belt adalah tipe breaker yang digunakan pada Ban Radial-ply dan diletakkan seperti sarung mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread, untuk menahan Carcass dengan kuat. Ban untuk mobil penumpang menggunakan rigid breaker yang tersusun dari kawat baja, rayon atau polyester, sedangkan untuk bus dan truck menggunakan rigid breaker dari kawat baja. 6. Bead Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim pelek dan tertahan kuat disana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut chafer strip.

Ban Radial dan ban bebas memiliki beberapa perbedaan. Tabel berikut menunjukkan perbedaan antara kedua jenis ban tersebut.
Tabel 1 Perbedaan Ban Radial dan Ban Bias

Ban Radial Dinding samping ban tidak tebal (lentur). Telapak ban lebih kaku. Pada saat kendaraan menikung, gaya menyamping diserap oleh dinding ban yang lentur sehingga tidak memengaruhi kedudukan telapak ban dengan permukaan jalan.

Ban Bias Dinding samping lebih tebal (kaku). Telapak ban kurang kaku. Dinding samping yang tebal mengurangi kelenturan, setiap gerakan akan memengaruhi penampang telapak ban. Pada saat menikung, sebagian telapak terangkat sehingga mengurangi kekuatan kontak telapak dengan permukaan jalan.

Gambar 5 Perbandingan Ban Radial dan Ban Bias

Secara umum Ban Radial lebih menguntungkan dibandingkan Ban Bias. Keunggulan Ban Radial dibandingkan Ban Bias adalah sebagai berikut. 1. Lebih safety karena Ban Radial lebih menapak pada permukaan jalan, lebih mudah dikontrol, dan lebih tahan aus.

Gambar 6 Perbandingan Ban Radial dan Ban Bias dalam hal lebih aman, lebih mudah dikontrol, dan lebih tahan aus.

2. Penggunaan bahan bakar lebih irit.

Gambar 7 Perbandingan konsumsi bahan bakar penggunaan Ban Radial dan Ban Bias

3. Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts

Gambar 8 Perbandingan ketahanan terhadap kebocoran antara Ban Radial dan Ban Bias

D.2 Ban Tube Type dan Ban Tubeless

Disamping struktur plycord yang ada, struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless). Ban Tube Type menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan. Ban Tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam.

Gambar 9 Perbedaan struktur Ban Tube Type dan Ban Tubeless

Ban jenis Tubeless memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis Tube Type, antara lain sebagai berikut. 1. Lebih tahan bocor

Gambar 10 Perbandingan ketahanan terhadap kebocoran pada Ban Tube Type dan Ban Tubeless

2. Lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan

ban dalam)

3. Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat

terjadi Rolling Resistance.

E.

Produksi Ban E.1 Bahan Baku Pembuatan Ban


Dalam proses produksi ban, bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut.
1. Karet Alam dan Karet Sintesis

Karet alam merupakan polimer alam yang terbentuk melalui polimerisasi adisi dari isoprena. Karet alam diperoleh dari pohon karet dalam bentuk dispersi dalam air yang disebut lateks. Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprena (C5H8) dengan berat molekul rata-rata antara 10.000 400.000.

Gambar 11 Struktur Karet Alam

Karet sintesis merupakan polimer yang terbentuk melalui polimerisasi adisi, seperti polibutadiena, polikloroprena, dan polistirena. Karet sintesis sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku minyak bumi. Karet sintesis yang banyak digunakan dalam pembuatan ban ialah SBR (Styrene Butadiene Rubber) yang merupakan polimer dari stirena dan 1,3-butadiena. Karet sintesis ini mempunyai kekuatan yang mendekati karet alam.

Gambar 12 Ikatan Silang pada SBR

Gambar 13 Polimerisasi

Baik karet alam maupun karet sintesis memiliki kelebihan satu dibanding yang lain. Kelebihan karet alam dibandingkan karet sintesis, yaitu memiliki daya elastis sempurna, plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah, daya tahan terhadap keretakan, serta tidak mudah panas. Sedangkan kelebihan karet sintesis dibandingkan karet alam, yaitu memiliki daya tahan terhadap zat kimia dan harga yang cenderung dapat dipertahankan. Beberapa jenis ban seperti Ban Radial, walaupun dalam pembuatannya dicampur dengan karet sintesis, jumlah karet alam yang digunakan tetap besar, yaitu dua kali lipat komponen karet alam untuk pembuatan Ban Nonradial. Jenis-jenis ban besar kurang baik apabila dibuat dari bahan karet sintesis yang lebih banyak. Campuran umum antara bahan karet sintesis dan karet alam menurut jenis ban adalah:

Ban mobil penumpang : 55% / 45% Ban truk kecil Ban mobil balap Ban off-the-road : 50% / 50% : 65% / 35% : 20% / 80

2. Bahan Pengisi Bahan pengisi ditambahkan ke dalam compound karet dalam jumlah yang cukup besar dengan tujuan meningkatkan sifat fisik, memperbaiki karakteristik pengolahan tertentu dan menekan biaya. Bahan pengisi dibagi menjadi dua golongan yaitu bahan

pengisi yang bersifat penguat, seperti karbin hitam dan bahan pengisi yang tidak bersifat penguat, seperti silica. Bahan pengisi penguat sangat berpengaruh terhadap sifat fisik barang jadi karet dan pengolahanya. Ukuran partikel dan struktur karbon hitam sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat fisik dan pengolahan compound. Semakin halus ukuran bahan pengisi, semakin besar energi yang diperlukan untuk mendisperdikannya ke dalam ban sehingga semakin sukar diolah. Ukuran partikel bahan pengisi memegang peranan penting pada kekuatan tarik compound. Karbon hitam dengan ukuran partikel kecil memberikan kekuatan tarik tertinggi pada penambahan optimum. Silika merupakan salah satu jenis bahan pengisi pada pembuatan ban. Zat ini mempunyai keasaman yang tinggi sehingga menghambat vulkanisasi. Oleh karena itu diperlukan bahan tambahan yang dapat mempercepat, seperti senyawa amina, glikol dan coupling agent sepeti silane. Silane harus ditambahkan ke dalam karet sebelum bahan lain ditambahkan ke dalam karet. Pengolahan karet dengan pengisi silika memerlukan suhu lebih tinggi untuk mengurangi uap air karena silika bersifat higroskopis.

E.2 Alat-Alat Produksi Ban


1. Banburry Mixer Alat ini berfungsi untuk membuat karet sintesis menjadi lembaran-lembaran compound. Pada banburry mixer, proses berlangsung di antara dua buah rotor yang berputar berlawanan arah. Sumbu kedua rotor sejajar dan masing-masing rotor mempunyai kecepatan tangensial yang berbeda. Jarak antara permukaan rotor diatur dengan alat pengatur sekrup. Sebagai akibat perbedaan kecepatan tangensial dan penyempitan rotor, komponen karet mengalami gaya geser dan gaya geser memutuskan ikatan rantai molekul karet. Putusnya ikatan molekul karet memungkinkan karbon dan bahan kimia lain dapat bercampur dengan karet. Banburry mixer ini termasuk mesin pencampur karet tertutup nonkontinu. Pada alat ini pencampuran lebih singkat dan lebih bersih dibandingkan mesin pencampur karet jenis terbuka. Poros, sayap, dan dinding ruang pencampuran dibuat berongga agar dapat dilalui media pemanas dan pendingin. Bahan ditekan oleh ram secara hidrolik selama proses pencampuran. Pada banburry mixer ini, aksi geser gumpalan karet terjadi di antara celah rotor.

Gambar 14 Mesin Banburry Mixer

2. Mesin Batch-Off Mesin batch-off adalah pendingin yang dirancang untuk menangani lembaran compound karet. Alat ini memiliki sifat fleksibel. Pada mesin batch-off , terdapat blow drying yang berfungsi untuk mendinginkan lembaran compound karet yang sebelumnya dicelupkan kedalam air. Di dalam mesin batch-off juga terdapat rol-rol yang berfungsi untuk membawa compound karet yang telah kering untuk dipotong menjadi lembaranlembaran dengan ukuran tertentu dan ditumpuk secara berlapis.

Gambar 15 Mesin Batch-Off

3. Conveyor Conveyor adalah suatu alat yang terdiri dari banyak rol yang di atasnya terdapat putaran Ban atau karet berjalan. Conveyor digunakan untuk pendistribusian barang dari unit satu ke unit lainnya.

Gambar 16 Mesin Conveyor

4. Mesin Extrudder Mesin extrudder terdiri dari sekrup dan barel, drive sekrup, pemanas, dan die. Sekrup extrudder bekerja untuk pencampuran senyawa tambahan melalui aksi geser dari sekrup. Compound didorong melalui die. Proses ekstrusi ini merupakan vulkanisasi pada oven yang berkelanjutan kemudian pada spool digulung atau dipotong memanjang didinginkan untuk menghentikan proses vulkanisasi . Mesin extrudder ini digunakan pada bead dan tapak ban.

Gambar 17 Mesin Extrudder

5. Mesin Tire Building Tire building merupakan proses perakitan seluruh komponen bangunan ban ke drum. Tire building machines (TBM) dapat dioperasikan secara manual atau secara otomatis. Tahap pertama dalam proses pada TBM adalah pencetakan inner liner, body plies, dan sidewall yang dibungkus di sekitar drum, kemudian di bagian atasnya atau bagian luar digunakan untuk bead. Tahap kedua paket sabuk dan tapaknya diterapkan sehingga ban mengembang dan berbentuk. Semua komponen memerlukan splicing. Inner liner dan body plies yang, disambung square-ended overlap. Tread and sidewall digabungkan dengan skived splice, di mana ujungnya digabungkan dengan bevel-cut. Produk akhir dari proses TBM disebut ban hijau.

Gambar 18 Mesin Tire Building

6. Mesin Vulkanisasi ban Mesin vulkanisasi digunakan untuk menyuplai energi panas ke dalam compound karet guna menghasilkan karet matang atau vulkanisat yang elastis. Jenis mesin vulkanisasinya adalah mesin vulkanisasi rotocure, dimana mesin ini digunakan untuk memvulkanisasi lembaran compound yang panjang dan lebar, dan dibentuk pada mesin kalender, seperti lantai karet dan sabuk pengangkut. Mesin ini mempunyai tiga buah rol panas dan sebuah rol penegang atau pengendor lembaran baja. Rol-rol panas mendapat panas dari uap yang mengalir di dalam rongga rol dan panas radiasi lampu yang dipasang di atas rol. Lembaran baja berfungsi sebagai penerus putaran dari rol penggerak ke rol-rol lain dan sekaligus sebagai dudukan lembaran compound karet. Selama vulkanisasi, rol berputar dan lembaran compound karet mengikuti gerakan lembaran baja mengitari rol. Kecepatan berputar dan suhu silinder dapat diatur sedemikian rupa, sehingga karet akan tepat matang pada saat keluar dari rol. Vulkanisasi berakhir pada saat lembaran karet mencapai rol peregang di bagian belakang mesin. 7. Alat Pencetak Pola Ban Mesin ini bekerja secara otomatis. Mesin ini bekerja dengan cetakan menutup dan terkunci, tekanan bladder meningkat sehingga membuat aliran ban hijau ke dalam cetakan. Proses selanjutnya adalah pembentukan bead dan pencetakan nama perusahaan pada didnding ban hasil cetakan.

Gambar 19 Mesin Pencetak Pola Ban

8. Alat untuk Mengetes Durability Ban dan Alat untuk Mengukur Tekanan Ban Tes durability dilakukan untuk mengetahui kekuatan ban. Kerja alat tes durability ini dengan memutar dan menggesek ban dalam selama 82 jam non stop dengan kecepatan konstan. Pemeriksaan tekanan ban diukur dengan menggunakan alat ukur tekanan ban yang disebut tire gauge atau manometer ban kendaraan bermotor.

Gambar 20 Alat khusus untuk mengetes durability ban

E.3 Proses Produksi Ban

Gambar 21 Diagram alir proses produksi ban

1. Pencampuran Bahan (Mixing) Proses pembuatan ban diawali dengan pencampuran bahan-bahan dasar karet seperti karet alam atau karet sintetis dengan oli proses, karbon hitam, pigmen, zinc oksida (ZnO), akselerator dan berbagai zat tambahan lainnya dengan memerhatikan takarannya. Masing-masing dari bahan ini menambahkan sifat tertentu dari campuran ini. Semua bahan ini diaduk dalam blender raksasa yang dikenal sebagai mesin banburry mixer hingga dihasilkan bahan yang disebut compound. Mesin ini bekerja dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Bahan campuran yang panas, hitam dan lembek ini diproses berulang-ulang kali.

Gambar 22 Karet sintesis sebagai bahan dasar

2. Pencetakan Ban

Gambar 23 Pencetakan ban

Bahan yang telah dicampur didinginkan ke dalam beberapa bentuk, kemudian diproses menjadi lembaran-lembaran. Lembaran-lembaran ini kemudian dibawa ke kilang pemisah. Kilang ini memasukkan karet tadi di antara pasangan penggulung (roller) berulang-ulang sehingga menjadi komponen-komponen ban. Setelah itu, komponen-komponen tersebut dibawa dengan conveyor dan dibentuk menjadi dinding samping, telapak, ataupun bagian-bagian lain dari ban. Ada jenis karet yang melapisi rajutan benang yang akan menjadi badan dari ban. Rajutan ini datang dalam rol-rol yang besar. Berbagai jenis benang dipakai, termasuk polyester, rayon atau nilon. Sebagian besar dari ban untuk kendaraan penumpang menggunakan badan yang terbuat dari benang polyester. 3. Kawat Pengikat Salah satu komponen berbentuk gulungan yang disebut bead terbuat dari kawat baja high-tensile yang berfungsi untuk menjaga ban agar tetap berbentuk lingkaran dan juga untuk memperkuat jepitan ban ke pelek agar bisa terus terpasang sempurna. Kawat baja tersebut diselaraskan dengan pita yang dilapis dengan karet untuk pelekat, kemudian digulung dan diikat untuk selanjutnya disatukan dengan bagian ban lainnya. Ban-ban radial dibuat menggunakan satu atau dua mesin ban. Di bagian dalam dari ban ada dua lapis karet lembek sintetis yang disebut interliner. Lapisan-lapisan ini akan mengurung udara dan membuat ban menjadi tubeless.

Gambar 24 Pembuatan bead

4. Lapisan Selanjutnya, terdapat dua lapisan rajutan ply. Dua strip yang dinamakan apex membuat kaku area di atas bead. Kemudian, ditambahkan sepasang strip chafer yang berfungsi mencegah kerusakan yang diakibatkan pinggiran pelek ketika ban dipasang. Mesin perakit ban membentuk ban-ban radial menjadi bentuk yang mendekati bentuk akhir untuk memastikan bahwa semua komponen berada dalam posisi yang tepat sebelum ban masuk ke mesin pencetak.

Gambar 25 Ply dari nilon digulung Gambar 26 Perakitan ban

5. Tapak Ban Tapak ban adalah bagian terakhir yang dipasang. Setelah sebuah pemutar otomatis menjepit semua komponen sehingga menempel kuat satu dengan yang lain,

ban radial yang kini disebut green tire akan memasuki tahap pemeriksaan dan penyempurnaan. 6. Pengadukan dan Pemanasan Bahan Alat penekan curing memberi bentuk akhir ban serta pola telapaknya (tapak). Alat yang panas seperti setrika membentuk dan memvulkanisir ban. Cetakan ini digrafir dengan pola telapak dan dilakukan pencetakan nama merk. Ban-ban dipanaskan dalam temperatur lebih dari 3000 C selama 12 hingga 25 menit, tergantung ukurannya. Begitu mesin cetak terbuka, ban-ban akan keluar dari cetakannya dan jatuh ke ban berjalan yang akan membawanya ke bagian akhir dan pemeriksaan.

Gambar 27 Tempat vulkanisasi ban

7. Pemeriksaan Tahan akhir dari proses pembuatan ban adalah pemeriksaan terhadap ban yang telah jadi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kecacatan pada ban tersebut. Sebagian dari cacat dapat dideteksi hanya dengan mata dan tangan pemeriksa yang sudah terlatih. Akan tetapi, pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin khusus. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga diperiksa kerusakan internal dengan menggunakan X-Ray.

Gambar 28 Sebelum dilakukan pengetesan, ban yang sudah jadi didinginkan terlebih dahulu.

Gambar 29 Mesin pengetesan durability dan top speed untuk ban mobil

Daftar Pustaka

Anonim. Pabrik Ban Goodyear. [Link] (jam 21.58 tanggal 8 Desember 2010). Anonim. Sekilas Info tentang Ban. [Link] (jam 21.58 tanggal 8 Desember 2010). Riyadhi, Adi. Vulkanisasi Karet. [Link] (jam 21.58 tanggal 8 Desember 2010). Rohman, Bangun Eko. Mengenal Seluk Beluk Ban Mobil dan Motor. [Link] (jam 21.27 tanggal 8 Desember 2010). Supriadi, Dadang. Mengenal Istilah Karet Vulkanisasi/Vulkanisir. [Link] (jam 22.00 tanggal 8 Desember 2010). Suyatno, dkk. 2007. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Grasindo.

Anda mungkin juga menyukai