TUGAS KE 3 TUTORIAL ONLINE
PENGANTAR AKUNTANSI
NAMA : MUHAMMAD RAFI ISAMSYAH
NIM : 048661832
UPBJJ : SEMARANG
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TERBUKA
2023
Tugas 3.
Kerjakan soal-soal berikut ini.
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya proses, dan apa saja tahap utama dalam
menghitung biaya proses?
2. Jelaskan elemen-elemen pengendalian internal!
3. Pada tahun 2022, PT. Jaya membeli 30% saham [Link] (30.000 lembar) Rp 800,- per
lembar saham, dengan kurs 110 termasuk di dalamnya provisi dan materai. Pada akhir tahun
2022 [Link] melaporkan memperoleh laba bersih sebesar Rp30.000.000 dengan
mengumumkan pembagian deviden sebesar Rp20.000.000. buatlah jurnal pada [Link]
terkait transaksi diatas!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya proses, dan apa saja tahap utama dalam menghitung
biaya proses?
Biaya proses adalah biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengubah bahan mentah
menjadi produk jadi. Biaya ini mencakup semua biaya yang terkait dengan proses produksi,
seperti bahan baku, tenaga kerja, overhead pabrik, dan biaya lainnya yang terjadi selama proses
produksi.
Sistem akuntansi biaya proses cocok digunakan oleh perusahaan yang mengolah bahan
bakunya secara kontinu yang diproses mengalir dari depatemen yang satu ke departemen
berikutnya. Perusahaan seperti Pertamina, Indofood, Coca Cola dan lain lain menggunakan
sistem biaya proses untuk menentukan biaya produksi mereka. Contoh proses perusahaan
minuman kaleng adalah (1) mencampur bahan baku dengan air, (2) memasukkan campuran ke
dalam kaleng, dan (3) membungkus kaleng dalam kotak karton. Dengan demikian biaya produksi
dikumpulkan per bagian (departemen) yaitu (1) bagian pencampuran (mixing), bagian pengisian
(filling), dan bagian pengepakan (packaging).
Tahap utama dalam menghitung biaya proses meliputi:
a. Identifikasi Bahan Baku: Tahap ini melibatkan mengidentifikasi bahan baku yang digunakan
dalam proses produksi. Bahan baku dapat berupa bahan mentah atau bahan setengah jadi
yang digunakan dalam proses produksi.
b. Pengukuran Bahan Baku: Setelah bahan baku diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah
mengukur jumlah bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Pengukuran ini dapat
dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti penghitungan fisik atau
penggunaan sistem pengukuran berbasis teknologi.
c. Pengukuran Tenaga Kerja: Tahap ini melibatkan pengukuran jumlah tenaga kerja yang
digunakan dalam proses produksi. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menghitung jam
kerja atau menggunakan sistem pengukuran berbasis teknologi seperti mesin absensi.
d. Pengukuran Overhead Pabrik: Overhead pabrik adalah biaya produksi yang tidak dapat
langsung diatribusikan ke produk tertentu. Pengukuran overhead pabrik melibatkan
penghitungan biaya-biaya seperti biaya listrik, biaya pemeliharaan mesin, dan biaya sewa
pabrik.
e. Penghitungan Total Biaya Proses: Setelah semua biaya terkait dengan proses produksi
diukur, langkah terakhir adalah menghitung total biaya proses. Total biaya proses adalah
jumlah dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
Sumber Referensi :
Sugiarto.2014. Pengantar Akuntansi (BMP). EKMA 4115. Ed. 2. Tangerang Selatan :
Universitas Terbuka - UT.
2. Jelaskan elemen-elemen pengendalian internal!
Pengendalian internal adalah proses yang dijalankan seluruh personil perusahaan yang dapat
berupa kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan
informasi keuangan yang andal, Efektivitas dan efisiensi operasional, serta menjamin
dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.
Pengendalian internal terdiri atas lima elemen utama yaitu :
a. Lingkungan pengendalian (control environment)
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan
terhadapa pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Lingkungan
pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsru pengendalian
intern yang lain.
Lingkungan pengendalian dari suatu perusahaan mencakup faktor-faktor berikut :
Integritas dan nilai etika
Komitmen terhadap kompetensi
Partisipasi dewan komisaris dan komisi audit
Filosofi dan gaya operasi manajemen
Struktur organisasi
Pemberian wewenang dan tanggung jawab
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
b. Penilaian risiko (risk assesment)
Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan. Semua organisasi
memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko tidak mungkin tidak ada dalam
suatu aktivitas, hanya dengan kemampuan memperkirakan risiko yang terjadi, maka risiko
itu dapat dikurangi atau diatasi. Bagaimanapun juga risiko tetap terjadi dan harus dihadapi.
Risiko dapat timbul karena adanya :
Perubahan dalam lingkungan usaha
Karyawan baru
Sistem informasi yang baru atau yang direvisi
Teknologi baru
Lini produk baru, produk baru atau aktivitas baru
Restrukturisasi korporasi
Operasi luar negeri
Standar akuntansi baru
Suatu risiko yang telah diidentifikasi dapat dianalisis dan diperkirakan tindakan yang dapat
meminimalkannya. Sebagai contoh, misalnya manajer konstruksi memperkirakan terjadinya
risiko bawahannya mengalami kecelakaan kerja dan dapat menimbulkan tuntutan hukum
kepada perusahaan. Jika manajer tersebut menetapkan bahwa risiko ini adalah signifikan,
maka perusahaan dapat mengambil tindakan untuk membeli peralatan kerja yang dapat
melindungi atau mencegah kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada karyawan, kalau
diperlukan perusahaan dapat mengasuransikan karyawan terhadap kecelakaan kerja.
c. Informasi dan komunikasi (information and communication)
Informasi dan komunikasi merupakan elemen yang penting dari pengendalian internal suatu
perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur
pengendalian, dan monitoring diperlukan oleh manajemen sebagai pedoman operasional dan
menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada
perusahaan.
d. Aktivitas pengendalian (control activities)
Pentingnya aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang menjamin bahwa
arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas pengendalian dapat digolongkan sebagai
kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan :
Reviw terhadap kinerja
Pengolahan informasi
Pengendalian fisik
Pemisahan tugas
Prosedur pengendalian ditetapkan perusahaan untuk menjamin tercapainya tujuan
perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan.
Prosedur pengendalian dapat meliputi hal-hal berikut :
Personil yang mumpuni (kompeten), mutasi tugas dan cuti wajib
Pelimpahan tanggung jwab
Pemisahan tanggung jawab untuk kegiatan terkait
Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset dan operasional
e. Pemantauan (monitoring)
Pemantauan (monitoring) terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan
dan meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian internal dapat dimonitor dengan
baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha monitoring
yang terakhir dapat dilakukan dengan mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda
peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi. Berikut adalah kegiatan karyawan yang
dapat menajdi kunci ketidakjujuran mereka :
Perubahan gaya hidup yang mendadak
Hubungan sosial yang erat dengan para pemasok
Penolakan untuk mengambil cuti
Sering berutang kepada karyawan lain
Sering mabuk
Berikut adalah tanda-tanda peringatan yang diberikan sistem akuntansi yang memberikan
indikasi kemungkinan terjadinya penggelapan :
Adanya dokumen yang hilang atau selang nomor transaksi (kemungkinan ada
penyalahgunaan dokumen)
Kenaikan luar biasa pengembalian uang kepada para pelanggan
Perbedaan jumlah penerimaan kas harian dengan setoran bank (ada kemungkinan
penerimaan diambil sebelum disetorkan ke bank)
Kenaikan tiba-tiba atas keterlambatan pembayaran (karyawan mungkin mengantongi
pembayaran yang harus dilakukan)
Penundaan pencatatan transaksi (kemungkinan ada usaha menunda penemuan
kecurangan)
Penerapan komponen pengendalian internal akan bervariasi tergantung pada :
Ukuran entitas
Karakteristik organisasi dan pemiliknya
Jenis usaha
Diversitas dan kompleksitas operasional
Metode pengolahan data
Aplikabilitas persyaratan legal dan regulator
Pada perusahaan kecil dan menengah mungkin menggunakan cara yang kurang formal untuk
menjamin bahwa tujuan pengendalian internal tercapai. Sebagai contoh, perusahaan yang lebih
kecil dengan keterlibatan manajemen yang aktif dalam proses penyusunan laporan keuangan
mungkin tidak mempunyai gambaran tentang prosedur akuntansi yang luas, sistem akuntansi
yang canggih, atau kebijakan pengendalian tertulis. Bila perusahaan yang lebih kecil tersebut
terlibat dalam transaksi yang kompleks atau harus memenuhi persyaratan hukum dan peraturan
yang ada, maka cara untuk mencapai tujuan pengendalian internal mungkin juga dilakukan
secara informal.
Sumber Referensi :
Sugiarto.2014. Pengantar Akuntansi (BMP). EKMA 4115. Ed. 2. Tangerang Selatan :
Universitas Terbuka - UT.
3. Pada tahun 2022, PT. Jaya membeli 30% saham [Link] (30.000 lembar) Rp 800,- per lembar
saham, dengan kurs 110 termasuk di dalamnya provisi dan materai. Pada akhir tahun 2022
[Link] melaporkan memperoleh laba bersih sebesar Rp30.000.000 dengan mengumumkan
pembagian deviden sebesar Rp20.000.000. buatlah jurnal pada [Link] terkait transaksi diatas!
Harga Pokok Investasi
Kurs Saham
Kurs saham 110% x Rp 800,- x 30.000 lembar
Rp. 26.400.000
(termasuk biaya provisi dan materai)
Jumlah yang dibayar Rp. 26.400.000
Jurnal Pencatatan Transaksi Saham
Tgl Akun Debit Kredit
1 Jan Surat berharga - saham Rp. 26.400.000
Kas Rp. 26.400.000
(mencatat pembelian saham PT.
Abadi 30.000 lembar)
Jumlah Rp. 26.400.000 Rp. 26.400.000
Pada akhir tahun PT Abadi melaporkan laba bersih sebesar Rp. 30.000.000 dan akan
membagikan dividen sebesar Rp. 20.000.000 maka transaksi pendapatan dividen dicatat oleh PT.
Jaya sebagai berikut :
Perlu diketahui bahwa PT Abadi akan membagikan dividen total sebesar Rp. 20.000.000
sedangkan PT Jaya hanya memiliki total 30% saham PT. Abadi, sehingga harga dividen per
lembar saham belum diketahui maka harus dihitung terlebih dahulu
JIka 30.000 lembar = 30% maka berapa total lembar saham PT Abdi?
100% / 30% x 30.000 = 100.000 lembar saham beredar PT Abadi
Sehingga dividen per lembarnya, yaitu = total dividen / jumlah lembar saham yang beredar
Dividen = 20.000.000 / 100.000
Dividen = 200 per lembar saham
Maka PT Jaya akan mendapatkan dividen sejumlah 30.000 x 200 = Rp. 6.000.000
Maka jurnal pada akhir tahun PT. Jaya, yaitu :
Tgl Akun Debit Kredit
31 Des Kas Rp. 6.000.000
Pendapatan Rp. 6.000.000
Dividen
(mencatat pembagian dividen
PT. Abadi 30.000 lembar)
Jumlah Rp. 6.000.000 Rp. 6.000.000
Tgl Akun Debit Kredit
31 Des Kas Rp. 56.400.000
Surat berharga - Rp. 26.400.000
saham
Laba Penjualan Rp 30.000.000
Surat Berharga
Jumlah Rp. 56.400.000 Rp. 56.400.000
Sumber Referensi :
Sugiarto.2014. Pengantar Akuntansi (BMP). EKMA 4115. Ed. 2. Tangerang Selatan :
Universitas Terbuka - UT.